Ibu Hamil Berdiri, Penumpang Sehat Duduki Kursi Prioritas di Kereta

Kursi prioritas sebenarnya dikhususkan untuk ibu hamil, lansia dan penyandang disabilitas. Kursi ini bisa di temukan dalam kereta commuter (KRL) bahkan di di dalam bus. Di Jakarta, kursi proritas yang ada di angkutan umum ini jika di KRL maupun di bus TransJakarta berada di dekat pintu.

Baca juga: Wanita Hamil Viralkan Video di MRT dan Jadi Bahan Pembicaraan Netizen Singapura

Hal ini untuk memudahkan penumpang prioritas mendapatkan tempat duduk mereka. Baru-baru ini di Brisbane beredar foto dimana penumpang yang sehat menduduki kursi prioritas sedangkan ada orang tua dan ibu hamil yang membutuhkan kursi tersebut. KabarPenumpang.com melansir dari laman couriermail.com.au (14/3/2018), seorang penumpang Rail Queensland, Jayda Chapman, sedang hamil memfoto para penumpang yang duduk di kursi prioritas dan mengunggahnya ke laman Facebook.

“Tidak ada yang lebih buruk saat hamil 27 minggu dan bahkan saat bertemu dengan petugas kereta api Queensland tidak memberikan kursi yang ditujukan untuk wanita hamil, lansia dan penyandang disabilitas. Betapa tidak sopan duduk di sana bersama pasangannya saat saya sendiri seorang wanita hamil dan orang tua berdiri!! Itu sangat salah!!,” unggah Chapman di halaman Facebooknya.

Penumpang yang duduk di kursi prioritas (www.couriermail.com.au)

Dia juga mengambil foto seorang wanita yang duduk di kursi prioritas dengan tas tangannya serta mouse sembari memainkan laptopnya. Menurut Chapman itu sangatlah mengerikan ketika dirinya harus berdiri, setelah lelah bekerja di kantor dan kaki bengkak di penghujung hari. Saat itu dirinya hanya ingin duduk dan kereta penuh serta tergeser sana sini.

“Memiliki rasa hormat dan melihat sekeliling Anda, saya pikir karena saya hamil, maka saya lebih butuh kursi itu dibandingkan orang-orang lain. Ini benar-benar menganggu saya. Terkadang saya bertanya kepada orang yang duduk apakah keberatan memberi saya duduk. Beberapa dari mereka melihat seperti mengatakan betapa tidak sopannya Anda,” ujar Chapman.

Dia mengatakan, bila berdiri sungguh tidak nyaman karena kehamilannya apalagi menggantungkan tangan dan punggung akan terasa begitu sakit. Namun, tetap saja penumpang lain tidak menggubris dan berpikir sama saja tanpa mmberi duduk.

“Saya hanya ingin membuat mereka sadar ini tidak dapat di terima. Wanita yang membawa anak, orang tua dan ibu hamil, ini cukup sulit dan mereka yang lai tidak peduli sama sekali,” tuturnya.

Karena adanya unggahan dan cerita yang dituliskan Chapman tersebut, Chief Executive Officer Queensland Rail, Nick Easy mengatakan, kecewa mendengar pertemuan Chapman dengan petugas QR dan meminta maaf dengan tulus atas hal tersebut.

“Ini tentunya bukan standar etiket yang kami harapkan dari para karyawan kami. Kami akan mengambil langkah yang tepat untuk menegaskan kembali standar yang kami miliki kepada karyawan,” ujar Easy.

Baca juga: Teganya Penumpang Kereta Bikin Seorang Ibu Menyusui Sambil Berdiri

Seorang juru bicara QR mengatakan, dua foto yang di ambil Chapman merupakan kursi prioritas yang paling dekat dengan pintu keluar kereta.

“Tempat duduk prioritas disediakan di semua kereta api Queensland Rail dan kami meminta agar orang-orang memperhatikan lingkungan mereka serta mengosongkan kursi tersebut untuk sesama penumpang baik itu lansia, ibu hamil, ibu membawa anak ataupun penyandang disabilitas,” jelasnya.

Citilink Punya Rute Baru Jakarta-Penang, Negara Kedua Penerbangan Internasional Setelah Timor Leste

Melebarkan sayap di Asia Tenggara menjadi salah satu impian Citilink. Kemarin, tepatnya Minggu 25 Maret 2018, Citilink perdana mengudara dari Jakarta menuju Penang. Dengan penerbangan perdana dari Indonesia ke Malaysia tersebut sebagai awal ekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara sekaligus untuk memperkuat konektivitas masyarakat ekonomi ASEAN.

Baca juga: Q1 2018: Citilink Buka Rute ke Kuala Lumpur

“Penerbangan perdana Citilink Indonesia dari Jakarta-Penang ini merupakan perluasan ekspansi penerbangan maskapai berbiaya hemat kebanggaan Indonesia, sekaligus memperkuat konektivitas di langit ASEAN sehingga mendukung mobilitas masyarakat ASEAN yang pada akhirnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan,” ujar Pelaksana Harian Direktur Utama Citilink Indonesia, Fransetya Hutabarat.

Fransetya mengatakan langkah selanjutnya setelah ini adalah menerbangi sejumlah negara ASEAN lainnya yang memiliki destinasi ramai dan potensi besar dalam memberikan manfaat bagi pertumbuhan pelancong serta perdagangan.

“Namun demikian, sebagai satu masyarakat kawasan yang sedang tumbuh, tentu juga memiliki tingkat persaingan yang ketat, terutama dalam memberikan manfaat layanan kepada para penumpangnya, tidak terkecuali dalam industri penerbangan. Penumpang sudah semakin sadar akan layanan yang berkualitas, dengan beragam pilihan dan juga aksesbilitas yang baik,” kata Fransetya.

Tak hanya itu rute ini memberikan pilihan penerbangan bagi pelancong Indonesia maupun Malaysia baik untuk liburan, bisnis maupun aktivitas medis yang banyak tersedia di Penang. Vice President Corporate Communications Citilink Benny S Butarbutar mengatakan, tujuan Penang ini dikarenakan adanya keseimbangan antara bisnis, wisata hingga medis atau pengobatan. Benny menambahkan, adanya pemilihan penerbangan tersebut juga dilihat dari jenis penumpang yang akan menuju wisata di luar negeri seperti ke Penang.

“Ekspansi ke ASEAN karena bisnis, atau wisata kuliner dan lainnya. Penang di anggap seimbang dengan semuanya, 20-30 persen untuk bisnis dan sisanya untuk medis atau berwisata. Untuk ke negara lain kami masih kaji pasar yakni di mobilitasnya seperti jenis penumpang yang akan pergi ke negara tersebut,” ujar Benny yang dihubungi KabarPenumpang.com, Senin (26/3/2018).

Diharapkan, dengan adanya pilihan terbang yang lebih banyak, penerbangan Jakarta-Penang ini dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di kedua destinasi dimana Badan Pusat Statistik Indonesia mencatat pertumbuhan jumlah wisatawan asal Malaysia ke Indonesia sebanyak 11,30 persen pada tahun 2017 dibandingkan dengan tahun 2016. Selain itu, penerbangan Jakarta-Penang ini juga menunjukan komitmen Citilink Indonesia dalam mendukung program pemerintah ‘Visit Wonderful Indonesia 2018’ yang digagas Kementerian Pariwisata untuk dapat mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 15 persen dari total target 2018 sebanyak 17 juta, atau 20 juta wisatawan mancanegara hingga akhir tahun 2019.

Baca juga: Nekad Merokok di Kabin Sebelum Mengudara, Ini Tanggapan Pihak Citilink Indonesia

Penang menjadi destinasi penerbangan internasional kedua setelah Dili, Timor Leste yang dibuka pada Mei 2017, serta merupakan salah satu langkah strategis Citilink Indonesia untuk “Go Regional” dalam melakukan ekspansi bisnisnya ke kawasan ASEAN, menyusul diraihnya penghargaan sebagai maskapai LCC Bintang Empat dari Skytrax. Penerbangan rute internasional Jakarta-Penang akan dilayani setiap hari dari Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng dan mendarat di Bandara Internasional Penang, Malaysia. Penerbangan dari Jakarta dilaksanakan pukul 09.55 WIB dan tiba di Penang pukul 13.25 waktu setempat.

Rangkul Bank Mandiri, DAMRI Siap Adaptasi Metode Pembayaran Non-Tunai pada Layanan JA Connexion

Penyebaran metode transaksi non-tunai atau yang dikenal sebagai cashless kini semakin menyebarluas. Baru-baru ini, Perum DAMRI menelurkan pernyataan yang mengisyaratkan bahwa salah satu badan usaha milik pemerintah tersebut akan segera menerapkan metode pembayaran ini di dalam pelayanannya. Demi melancarkan penerapannya, DAMRI menggandeng Bank Mandiri sebagai mitra kerjanya.

Baca Juga: Akhir Maret 2018, Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta Mulai Uji Coba Pembayaran Tiket Cashless

Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, General Manager Perum DAMRI Cabang Angkutan Khusus Bandara Soekarno-Hatta, Irwanto mengungkapkan bahwa pemberlakuan metode pembayaran cashless ini merupakan arahan direksi dan dewan pengawas Perum DAMRI. “Pengguna jasa DAMRI bandara nantinya dapat membayar dengan menggunakan e-money, kartu kredit dan kartu debit Bank Mandiri,” terangnya, dikutip dari laman aksi.id (26/3/2018).

Sebelum memberlakukan metode pembayaran modern ini, Perum DAMRI rencananya akan memberlakukan uji coba terlebih dahulu di rute Stasiun Gambir – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (JA Connexion). “Pada uji coba ini, penumpang dapat membayar non-tunai di loket. Tinggal gesek. Nantinya seluruh trayek bus bandara kami akan menggunakan transaksi serupa yakni non-tunai,” tandas Irwanto.

Sama seperti penyedia jasa lainnya, pemberlakuan metode pembayaran non-tunai ini merupakan salah satu langkah yang ditempuh oleh Perum DAMRI untuk meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa. “Kami juga secara gradual mengganti armada dengan bus yang lebih anyar dan berfasilitas lebih keren,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui bersama, sarana transportasi umum yang melayani rute bandara tidaklah JA Connexion sendiri. Ada Kereta Api (KA) Bandara Soetta yang dioperasikan oleh PT Railink yang menjadi rival terbaru dari JA Connexion. Dalam upayanya untuk memenangkan persaingan layanan dengan KA Bandara, JA Connexion pun memperluas jaringan dengan menambah rute baru.

Baca Juga: Wujudkan Transaksi Cashless, Telkomsel Luncurkan TCASH Pass Untuk BRT Semarang

“Kami juga membuka trayek-trayek baru melalui kerja sama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Paling baru adalah jalur Kemang Pratama, Bekasi, dan D-Mall, Depok,” paparnya. Irwanto mengatakan bahwa hingga saat ini, layanan JA Connexion mengoperasikan 230 armada di 24 trayek yang berbeda dengan jumlah penumpang rata-rata 19ribu penumpang per hari. Trayek Gambir, Bogor, dan Bekasi merupakan penyumbang keuntungan terbesar Perum DAMRI di sektor angkutan bandara.

Jaring Penumpang Lebih Banyak, PT Railink Canangkan Perpanjangan Jalur Hingga Bekasi

Kehadiran kereta bandara yang menghubungkan Stasiun BNI City (sebelumnya Sudirman Baru) – Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) ternyata memiliki tone positif. Layanan yang berada di bawah naungan PT Railink (anak perusahaan PT KAI) ini rencananya akan memperpanjang rute pengoperasiannya pada April 2018 mendatang.

Baca Juga: PT Railink Patok Dua Skema Tarif Untuk Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman detik.com (26/3/2018), Direktur Utama PT Railink, Heru Kuswanto mengatakan bahwa hingga saat ini, dirinya bersama jajaran lain tengah mengkaji lebih lanjut mengenai rencana perpanjangan jalur hingga Stasiun Bekasi. Ia mengungkapkan, ada beberapa kendala teknis yang harus diuji terlebih dahulu sebelum akhirnya rencana pengoperasian layanan baru ini dikomersialkan.

“Kita akan tarik kereta bandara itu sampai ke Bekasi. Itu sedang kita godok,” ujar Heru, Jumat (23/3/2018). Kendati dirundung masalah teknis yang mungkin saja menyandung langkah PT Railink, Heru optimis rencana perpanjangan jalur tersebut sudah matang sekitar 70 persen.

“Kami inginnya 1 April, tapi karena ada beberapa hal teknis, rencana itu masih 70 persen lah, jadi masih harus dimatangkan, jadi belum bisa dipastikan (untuk tanggal 1). Yang pasti bulan April, hanya tanggalnya belum bisa diketahui,” tandasnya.

Pun ketika disinggung soal perkiraan tarif yang dikenakan. Heru sendiri masih belum bisa membocorkan tentang besaran tarif yang akan dikenakan kepada para penumpang. Namun apabila mengacu pada harga yang berlaku pada rute Stasiun BNI City – Bandara Soetta (Rp70.000), diperkirakan ongkos yang dipatok PT Railink untuk baru ini berkisar antara Rp100.000 hingga Rp120.000.

Agar tidak mengganggu layanan Commuter Line Jabodetabek yang sebelumnya sudah terlebih dahulu beroperasi di jalur ini, maka PT Railink masih membatasi jadwal perjalanan dari layanan baru ini. “Ini (jadwal masih) minimalis ya, sementara waktu ini di dalam non peak hour-nya KRL, jadi sekitar jam 09.00 WIB sampai jam 15.00 WIB sore. Itu saja. Untuk sekarang masih di luar jam sibuk,” terang Heru.

Baca Juga: Belum Genap Satu Bulan Beroperasi, KA Bandara Soekarno-Hatta Angkut 75 Ribu Penumpang

Sebelumnya, jalur kereta bandara yang mulai beroperasi sejak 26 Desember 2017 silam diketahui sudah sukses mengantarkan 75 ribu penumpang dalam periode waktu yang cukup singkat, yaitu satu bulan saja. Padahal dalam berita yang tersebar, kereta bandara ini isa dibilang cukup sepi penumpang. “Mungkin yang dimaksud sepi itu di jam-jam yang tidak favorit seperti subuh atau malam hari,” ujar Humas PT Railink, Diah Suryandari menampik pemberitaan yang beredar.

Pergerakan Penumpang Pesawat, Bisa Jadi Faktor Penyebaran Infeksi Pernafasan

Penumpang dengan pembawa influenza atau infeksi pernapasan lainnya bisa menularkan ke penumpang lainnya melalui tetesan cairan dari bersin atau saat batuk dan menutup mulut menggunakan tangan. Apalagi penularannya juga tidak akan mungkin ke semua penumpang dalam satu pesawat tetapi hanya yang berada di sekitaran penumpang sakit tersebut atau bersentuhan melalui benda yang di pegangnya.

Baca juga: Saat Ada Penumpang Flu di Kabin, Maka Virusnya Tak Menyebar Pada Semua Orang

Profesor Vicki Hertzberg dari Nell Hodgson Woodruff School of Nursing di Universitas Emory dan Howard Weiss yang memimpin penelitian mengatakan, pengembangan model untuk melihat penularan infeksi pernafasan atau influenza menggabungkan perkiraan infektivitas dan pola-pola kontak atau berhubungan di antara penumpang. KabarPenumpang.com merangkum dari futurity.org (21/3/2018), seperti kontak awak kabin dengan penumpang, hal ini bisa memungkinkan terkena infeksi.

Anggota tim FlyHealthy yang melakukan penelitian ini, memantau area khusus kabin penumpang dan melakukan lima perjalanan dari East ke West Coast. Perjalanan tersebut dilakukan untuk melihat dan mencatat pergerakan penumpang dan awak kabin.

Selain itu, para peneliti tersebut juga mengumpulkan sample udara dan mengambil dari permukaan yang terpapar mikroba. Para peneliti ini memanfaatkan data dari pergerakan untuk menciptakan ribuan skenario penerbangan seperti simulasi dan kemungkinan terkena paparan langsung penyakit pernapasan yang ditularkan melalui percikan cairan di permukaan dan udara.

“Penyakit pernapasan sering menyebar dalam populasi melalui kontak dekat. Kami ingin menentukan jumlah dan durasi kontak sosial antara penumpang dan kru, tetapi kami tidak dapat menggunakan teknologi pelacakan reguler kami di pesawat terbang. Dengan pengamat terlatih kami, kami dapat mengamati di mana dan kapan kontak terjadi di penerbangan. Ini memungkinkan kita untuk memodelkan bagaimana transmisi langsung mungkin terjadi,” jelas Hertzberg.

Hertzberg mengatakan, pihaknya menjadi tahu tentang bagaimana penumpang bergerak di dalam penerbangan. Mereka membuat ilustrasi dimana 40 persen penumpang tidak pernah meninggalkan tempat duduknya, 40 persen lainnya bangun satu kali selama penerbangan.

Sedangkan sisa 20 persen lainnya bangun dua kali atau lebih. Jarak ke lorong kabin juga menjadi salah satu alasan pergerakan para penumpang pesawat.

Sekitar 80 persen penumpang bergerak biasanya berada di dekat lorong, 60 persen dari kursi tengah dan 40 persen berada di kursi dekat jendela. Mereka rata-rata beranjak dari kursi sekitar lima menit.

Para peneliti juga menunjukkan transmisi paparan virus yang tetap pada permukaan tertentu seperti meja lipat, sabuk pengaman, dan pegangan toilet sebagai kemungkinan tambahan penyumbang untuk penularan penyakit. Mereka memberikan rekomendasi kesehatan masyarakat untuk membantu mencegah penyebaran penyakit menular.

“Kami menemukan bahwa penularan penyakit langsung di luar area satu meter dari penumpang yang terinfeksi tidak mungkin,” jelas Weiss.

Sebab, infeksi pernapasan juga dapat ditularkan secara tidak langsung melalui kontak dengan permukaan yang terinfeksi. Ini bisa terjadi jika penumpang yang sakit batuk di tangan mereka dan kemudian menyentuh permukaan kamar kecil atau tempat sampah.

Baca juga: Mesin Self Service di Bandara Ternyata Jadi ‘Sarang’ Kuman dan Bakteri 

“Penumpang dan awak kabin dapat menghilangkan risiko penularan tidak langsung ini dengan melatih kebersihan tangan dan menjauhkan tangan mereka dari hidung dan mata mereka,” kata Hertzberg.

Penelitian ini hanya mengevaluasi potensi penyebaran agen infeksi pada pesawat terbang. Penularan juga bisa terjadi pada titik-titik lain dalam perjalanan seorang penumpang, menggarisbawahi kebutuhan untuk mempertahankan kebiasaan sehat.

Temuan lengkap dari penelitian ini muncul dalam Proceedings of National Academy of Sciences. Diketahui, pendanaan untuk penelitian tersebut berasal dari Boeing.

Koper Dirusak Oknum Tidak Dikenal, Penumpang ini Sebut Bandara I Gusti Ngurah Rai Jadi Lokasi Perusakkan

Apa yang akan Anda lakukan jika barang bawaan yang Anda masukkan ke dalam bagasi pesawat rusak? Tentu hal ini akan menyulut emosi Anda, bukan? Ya, kejadian inilah yang menimpa salah satu penumpang Singapore Airlines, dimana dirinya menyadari bahwa koper yang ia bawa dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kejadian ini ia ketahui sesaat setelah dirinya melakukan klaim bagasi.

Baca Juga: Ini Alasan Pentingnya Plastik Wrap Untuk Barang Bawaan

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (2/3/2018), seorang pemain biola, Katei Chang menemukan kopernya dalam kondisi yang sudah rusak pada bagian gembok ritsletingnya, Jumat (2/3/2018). Sontak, Katei yang kaget mengetahui hal tersebut langsung mengecek apakah ada barang yang hilang dari dalam kopernya. Beruntung, tidak ada satupun barang yang rusak maupun hilang.

Diketahui, Katei melakukan transit di Bali terlebih dahulu sebelum akhirnya melanjutkan penerbangan menuju Changi International Airport. “Saya turun di Bali dan terbang menuju Singapura dengan menggunakan Singapore Airlines,” ungkap Katei di dalam laman jejaring sosial Facebook. “Ketika saya mengambil koper di claim baggage, saya sadar kunci gemboknya sudah dibuka secara paksa dan koper saya menjadi rusak karenanya,” lanjutnya.

Menyadari hal tersebut, Katei langsung melaporkan kejadian tersebut ke bagian keamanan bandara dan bagian Lost and Found. Kendati begitu, Katei merupakan salah satu penumpang yang beruntung, karena tiga orang lainnya yang berada dalam penerbangan yang sama pun mengalami kejadian yang lebih buruk. Katei menuturkan bahwa ketiga penumpang tersebut mengaku koper mereka rusak dan sebagian dari barang mereka ada yang hilang.

Menanggapi hal tersebut, pihak Singapore Airlines pun tidak tinggal diam dan menawarkan bantuan sebagai bentuk pertanggungjawaban. “Kami akan membantu mereka,” ujar salah satu petugas Singapore Airlines.

Sebenarnya, ketakutan terbesar Katei bukan pada barang-barang yang hilang, namun pada tindakan fitnah. “Bagaimana jika ada oknum yang tidak bertanggungjawab menaruh obat-obatan terlarang atau bom di tas saya?” terang Katei. Ia pun bersikeras bahwa kopernya rusak pada saat dirinya transit di Bali, dan sayangnya asumsi Katei tersebut ia tuliskan di Facebook. Tak ayal, postingan Katei tersebut diberondong komentar netizen yang membacanya.

“Bagaimana mungkin Anda yakin hal tersebut (koper rusak) terjadi di Bali? Bagaimana jika kejadiannya ternyata setelah Anda mendarat di Singapura?” tanya salah satu pengguna Facebook. Pertanyaan lain pun hampir mirip, yang pada intinya mereka bertanya-tanya, “Mengapa Katei sangat yakin bahwa kopernya dirusak ketika ia tengah transit di Bali.”

Baca Juga: Koper Anda Hilang atau Tertukar? Baggage Claim Jadi Solusinya

Setelah serentetan pertanyaan pada akun Facebooknya tersebut, Katei langsung mengklarifikasi pernyataannya. “Kejadian seperti ini bisa menimpa siapa saja dan dimana saja,” tulisnya bijaksana. Walaupun hingga kini masih belum diketahui secara pasti dimana tindakan vandalisme ini terjadi, namun pihak Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali pun turut mengulurkan tangannya untuk membantu Katei menemukan oknum yang merusak kopernya. “Kasus ini masih kami selidiki,” ungkap salah satu petugas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

LRT Kelapa Gading-Velodrome Progress Pengerjaan 67 Persen

Light Rapid Transit atau biasa disebut LRT yang saat ini dalam tahap pembangunan mulai di percepat untuk tujuan Kelapa gading ke Velodrome di Rawamangun. Hal ini guna memudahkan dan memperlancar kendaraan bagi para atlet yang akan bertanding pada Agustus 2018 mendatang.

Baca juga: Jelang Asian Games 2018, LRT Palembang Mulai Uji Coba Maret Mendatang

Project Engineer LRT, Rizky Fauzi mengatakan, untuk fase pertama dari Kelapa gading menuju Velodrome ini proyek pengerjaan sudah sekitar 67 persen. Dipo kereta yang berada di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading pun saat ini masih dalam pembangunan.

Padahal diketahui, wisma atlet untuk Asian Games berada di daerah Kemayoran. Namun, Rizky mengatakan, pihaknya memilih Pegangsaan Dua dikarenakan, lahan untuk dipo kereta ada sehingga jalur tersebut di mulai dari Kelapa Gading.

“Untuk Kemayoran, kita tidak membuat jalur karena memang lahan untuk pembuatan dipo tidak ada. Pemerintah daerah DKI Jakarta menyediakan lahan di Pegangsaan Dua, maka kita buat dipo kereta LRT disana,” ujar Rizky kepada KabarPenumpang.com saat ditemui di Pameran Railway JI Expo, Jumat (23/3/2018).

Dia mengatakan saat ini kereta untuk fase pertama Kelapa Gading-Velodrome dalam pengiriman dan ada dua rangkaian dengan masing-masing dua kereta. Dalam setiap rangkaian sendiri, Rizky mengatakan bisa mengangkut penumpang sekitar 200-an orang dengan berdiri maupun duduk.

“Kita saat ini juga sudah mulai pembuatan stasiun, ada lima dan namanya masih kita pakai dari nama adanya stasiun tersebut yakni Velodrome, Pacuan Kuda, Pulo Mas, Gading Boulevard dan Gading Mall. Dipo kereta dinamakan Pegangsaan Dua,” ujar Rizki.

Tak hanya itu, LRT ini masih akan menggunakan masinis untuk menjalankan rangkaian keretanya. Sebab sistem sinyalnya masih dikendalikan secara manual. Sedangkan untuk fase kedua Velodrome ke Dukuh Atas masih dalam tahap perencanaan.

Baca juga: Korea Selatan Bakal Sokong Pendanaan Proyek LRT Jakarta Fase II

Tak hanya LRT Jakarta, LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi) saat ini juga sudah mencapai progres pengerjaan sekitar 60 persen. Baik jalur maupun stasiun di kerjakan secara bersamaan. Humas PT Adhi Karya, Isnanita Deborani mengatakan, pengerjaan saat ini di fase pertama dalam penyelesaian dari Cawang menuju Cibubur.

Isna menambahkan nantinya LRT Jabodebek ini juga akan berintegrasi dengan LRT Jakarta yang akan berpusat di Dukuh Atas. Kapasitas penumpang LRT Jabodebek sendiri sekitar 800 penumpang dengan 174 kursi dan 620 lainnya berdiri.

Lima Kesalahan dalam Memasang Car Seat di Kendaraan

Kecelakaan mobil di Amerika Serikat adalah pembunuh nomor satu anak-anak usia 0 sampai 19 tahun. Data ini didapat menurut Centers for Disease Control and Prevention. Safe Kids Worldwide mengatakan, tempat duduk untuk anak di mobil (car seat) bisa mengurangi risiko kematian sebanyak 71 persen, namun tentu syarat car seat harus dipasang dan digunakan dengan benar.

Baca juga: Ternyata, Sabuk Pengaman Lindungi Anda dari Lima Arah

KabarPenumpang.com merangkum dari laman watertowndailytimes.com, bahwa banyaknya kematian terjadi terhadap anak-anak di karenakan banyak pemilik mobil yang tidak memasang car seat mereka dengan benar.

“Kami menemukan orang tua sering melakukan beberapa kesalahan sekaligus. Sebenarnya hanya dengan beberapa menit untuk memastikan pemasangan kursi anak di jok mobil dengan benar menjadi langkah awal menyelamatkan nyawa,” ujar manager pelatihan program Safe Kids Buckle Up Lorrie Walker.

Menurutnya ada lima kesalahan utama yang sering dilakukan orang tua terhadap pemasangan car seat terebut. Berikut ini kesalahan dan cara menghindarinya agar anak lebih aman saat berada di dalam mobil.

1. Berpikir anak sudah besar
Kebanyak orang tua memikirkan anak mereka sudah besar saat di dudukkan di car seat mereka saat berada di dalam mobil. Padahal sebenarnya anak-anak harus duduk dengan aman dan pas. Apalagi untuk anak-anak yang sedang bertumbuh, ini lebih berbahaya karena perlindungan lebih sedikit.

2. Mematuhi hukum negara dan bukan rekomendasi federal
Undang-undang negara dibuat politisi yang bukan ahli kecelakaan. Hukum negara sangat minimun dan tidak maksimal. Rekomendasi federal dari para ahli di NHTSA atau Academy of Peatrics lebih baik. Sebab sabuk pengaman harus bisa digunakan anak sampai usia 8 tahun jika duduk di kursinya. Pendiri dan presiden kelompok keselamatan KidsAndCars Janette Fennel mengatakan, anak yang dipindahkan dari kursi boosternya harus dilihat dengan cara mereka duduk dimana punggung bersandar dengan rata pada jok belakang.

Kemudian lutut pas berada di tepi jok dan kaki menapak di lantai mobil. Sabuk pengaman di bahu dan dada bukan di wajah atau leher, sabuk menyilang di pinggul dan menyentuh paha bukan di perut. Dengan seperti ini berarti anak Anda sudah nyaman duduk sendiri di dalam mobil tanpa bantuan kursi tambahan.

3. Tidak membaca buku panduan
Pengguna car seat sering lupa dengan petunjuk manual. Meski sering menggunakan, tetapi masih juga ada yang lupa pada tahap-tahapnya. Dari penelitian yang dilakukan Safe Kids, ada 64 persen oang tua yang masih lalai dalam pengamanan kursi tambahan tersebut.

4. Tak gunakan bantuan gratis
Memasang car seat dengan benar tidaklah mudah. Jika sendiri terkadang juga masih menggunakan buku manual. Bila masih tidak paham, baiknya mintalah bantuan pada ahlinya dan ini tidak dikenakan biaya alias gratis untuk memasang kursi tambahan tersebut.

Baca juga: Warga UEA Setujui Aturan Penggunaan Sabuk Pengaman dan Car Seat

NHTSA dan Safe Kids menyediakan daftar tempat para ahli yang mengetahui kesalahan kritis dimana bisa menyebabkan seorang anak terbunuh saat sabuk kursi tambahan dengan mobil terlalu longar. Tak hanya itu, jika sabuk pada bagian dada melebihi ketinggian yang salah juga bisa mengakibatkan kecelakaan.

5. Tidak tahu tentang tempat duduk yang digunakan
Para pendukung keselamatan, menyarankan, untuk tidak menerima car seat bekas. Biasanya jika menggunakan mobil sewaan, lihat riwayat kecelakaannya. Apalagi jika mobil yang Anda beli memiliki riwayat kecelakaan dikarenakan joknya, baiknya ganti dengan yang baru dibandingkan harus membuat nyawa melayang.

Pramugari Virgin Atlantic Pergoki Sepasang Remaja Lakukan ‘Adegan Dewasa’ di Toilet Pesawat!

Benih-benih cinta memang bisa datang kapan saja dan dimana saja. Namun apa jadinya jika hal tersebut disalahgunakan dalam sebuah kegiatan yang tidak seronok? Ya, inilah yang baru-baru ini terjadi dalam sebuah penerbangan Virgin Atlantic yang menghubungkan Inggris – Cancun, Mexico. Sepasang muda-mudi yang disinyair berumur 20 tahun terpaksa menjadi pusat perjatian publik setelah tindakan asusila yang mereka lakukan di dalam toilet maskapai dipergoki oleh pramugari.

Baca Juga: Dua Sejoli ini Lakukan Adegan Panas di Dalam Kabin

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (15/3/2018), kedua remaja ini sebelumnya tidak saling mengenal satu sama lain. Namun lama kelamaan, mereka berdua larut dalam satu pembicaraan yang sangat akrab. Sejurus sesaat, kedua muda-mudi ini pun meninggalkan bangku mereka. Pramugari yang menyadari sepasang remaja ini tidak ada pada bangku mereka lalu mencari tahu keberadaa mereka.

Sesampainya di toilet, sang pramugari menemukan pintu toilet berada dalam kondisi tertutup namun tidak terkunci. Dengan penuh rasa curiga, pramugari ini pun langsung mebuka pintu toilet dan sempat dibuat terkejut dengan pemandangan yang ia lihat saat itu. Pramugari yang enggan membuka identitasnya tersebut melihat kedua muda-mudi ini tengah melakukan tindakan tidak seronok.

Si wanita duduk di toilet, dan si laki-laki berdiri persis di depannya dengan kondisi celana yang sudah ditanggalkan. Dalam kondisi yang sangat terkejut, sang pramugari lalu segera memerintahkan si pria untuk kembali mengenakan celananya, dan menggiring mereka kembali ke tempat duduk semula.

Bak pencuri yang tertangkap basah, kedua muda-mudi ini terpaksa menanggung malu ketika seisi penumpang pesawat Boeing 747 mencemooh mereka. “Apakah kalian menghabiskan waktu liburan kalian untuk melakukan tindakan menjijikkan seperti itu?” teriak salah satu penumpang ketika pesawat berada di ketinggian 30.000 kaki.

Ketika diinterogasi, pria ini berdalih bahwa si wanita berada dalam kondisi yang kurang sehat sehingga ia mengantarkannya ke toilet. Namun awak kabin Virgin Atlantic tidak percaya begitu saja karena mengetahui bahwa mereka berdua tidak saling mengenal sebelumnya.

Baca Juga: Yuk Intip Aktivitas Awak Kabin Virgin Atlantic

Cemoohan dan sorakan dari para penumpang yang berada di dalam kabin pun menghiasi sepanjang perjalanan menuju Mexico. Kapten pesawat yang mengetahui hal tersebut langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna menindaklanjuti insiden ini.

Sesampainya di Cancun, Mexico, kedua muda-mudi ini langsung digelandang menuju pos keamanan guna diinterogasi oleh pihak berwajib. Patut diketahui, si wanita tengah berada dalam pengaruh minuman beralkohol ketika insiden memalukan tersebut terjadi.

Ketua KNKT: Depnaker Perlu Turun Tangan Tinjau Jam Kerja Pengemudi Shuttle

Kehadiran jalan tol Cikampek – Cipularang memang ada kalanya membawa keuntungan bagi warga Ibukota yang hendak bertolak menuju Bandung, pun sebaliknya. Bagaimana tidak, dengan memakan waktu perjalanan kurang lebih dua jam saja, mereka semua sudah bisa sampai di tujuan.

Baca Juga: Kecelakaan Terus Berulang, Rekomendasi KNKT Sebagian Besar Tak Diindahkan

Namun keuntungan waktu tempuh yang singkat tersebut kini tidak tergambarkan lagi dari rute ini, pasalnya kehadiran empat proyek sekaligus di ruas jalan tol Cikampek digadang-gadang sebagai sumber kemacetan. Alhasil, operator kereta Tanah Air, PT KAI selalu kebanjiran penumpang yang hendak bepergian di antara dua kota ini.

Padatnya jaringan kereta Jakarta – Bandung kerap kali membuat sebagian orang terpaksa menggunakan moda transportasi lain, sebut saja layanan shuttle atau yang kerap disebut travel. Ketika jalan tol Cipularang ini rampung pada April 2005 silam, layanan shuttle pun menjamur.

Banyak warga yang antusias menggunakan layanan shuttle karena waktu tempuh diantara dua kota ini yang menjadi relatif lebih cepat. Namun sejak kehadiran proyek-proyek tersebut, layanan shuttle ini pun tetap digandrungi oleh banyak penumpang yang kehabisan tiket kereta api, seperti sebuah pelarian.

Nah, ketika kemacetan semakin memerah, maka cepat atau lambat kondisi ini akan mempengaruhi daya tahan si pengemudi shuttle itu sendiri. Ketika KabarPenumpang.com yang kebetulan tengah melakukan perjalanan dari Jakarta – Bandung dengan menggunakan Shuttle Baraya, di tengah perjalanan si pengemudi tampak mengantuk karena mobilyang ia kemudikan sempat oleng dan berjalan dengan kecepatan yang tidak konsisten.

Ketika ditanya, pengemudi ini mengaku kelelahan karena jatah kerja yang berlebihan. “Saya PP (Bandung – Bintaro) empat kali sehari,” ungkap pengemudi yang enggan menyebutkan namanya tersebut. Tentu saja pernyataan dari si pengemudi ini telah menyalahi apa yang telah direkomendasikan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa selain kelaikan kendaraan, kondisi pengemudi pun menjadi salah satu aspek penunjang keselamatan dalam berkendara.

Baca Juga: KNKT Bocorkan Rahasia Pilih Bus Wisata Yang Berkeselamatan

“Kalau rekomendasi yang kita berikan terkait dengan pengemudi itu berlaku untuk semuanya, mulai dari bus, shuttle, bahkan hingga kendaraan pribadi,” tutur Soerjanto kepada KabarPenumpang.com, Kamis (22/3/2018). “Travel (shuttle) pun sebenarnya itu bermasalah, Semarang – Yogyakarta, Jakarta – Bandung, itu semua mereka kejar setoran. Diharapkan Depnaker (Departemen Ketenagakerjaan) dapat meninjau lebih dalam lagi tentang jam kerja para pengemudi travel tersebut,” tambahnya.

Ya, tidak bisa dipungkiri faktor stamina sangat berpengaruh terhadap keselamatan ketika berkendara. Tidak jarang kita mendengar kasus kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pengemudi mengantuk atau mengalami fenomena micro-sleep (tertidur dalam jangka waktu hitungan detik). Maka dari itu, aliih-alih menambah rentetan panjang kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kondisi pengemudi yang kelelahan, ada baiknya untuk tidak mengindahkan rekomendasi yang diberikan oleh KNKT, agar tercipta keberselamatan dalam berkendara.