Menggemaskan! West Japan Railway Akan Operasikan Shinkansen Bertema Hello Kitty

Jepang memang terkenal sebagai kiblat dari perkeretaapian dunia. Bukan hanya mengedepankan teknologi mutakhir, melainkan kereta api di negara berjuluk Negeri Sakura ini juga terus melakukan inovasi agar dapat menjaring penumpang. Selain kereta apinya, Negeri Matahari Terbit juga terkenal akan industri film kartunnya yang mendunia. Lalu, apa jadinya jika kedua elemen ini digabungkan? Terbayangkah oleh Anda?

Baca Juga: “Pokemon with You Train,” Kereta Tematik Pelipur Duka Anak-Anak Korban Gempa Jepang

Pada artikel sebelumnya, perkeretaapian Jepang memang telah mencoba menggabungkan kedua elemen yang menjadi ciri khas negara bermata uang Yen ini pasca bencana gempa dan tsunami yang mengguncang Jepang pada tahun 2011 silam. Guna menghibur lara warga Jepang yang luluh lantak akibat bencana mahadahsyat tersebut, operator kereta yang menjalankan armadanya di Ofunato Line melakukan perubahan terhadap fisik kereta.

Mereka ‘didandani’ dengan tema Pokemon, salah satu serial kartun terkenal asal Jepang. Dan dengan kehadiran kereta bernama Pokemon with You Train ini pada tahun 2012 silam, berhasil mengangkut sekitar 40.000 penumpang dalam tahun ketiga pengoperasiannya. Mari tinggalkan Pokemon with You Train sejenak, kini West Japan Railway diketahui telah menjalin kerja sama dengan para pencipta karakter Hello Kitty dan merealisasikan rencananya untuk menghadirkan kereta peluru bertemakan Hello Kitty pertama di dunia.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman standard.co.uk (19/3/2018), West Japan Railway mengumumkan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkolaborasi dengan Sanrio untuk mewujudkan hadirnya Kereta Hello Kitty Shinkansen Limited Edition. Dijadwalkan, kereta tematik ini akan mulai beroperasi di sepanjang jalur Osaka – Fukuoka pada musim panas 2018 mendatang. Adapun maksud tersirat dibalik hadirnya kereta ber-livery imut ini adalah untuk merevitalisasi hubungan antara kedua kota tersebut.

Baca Juga: Jelang Pensiun, JR West Pamerkan Kereta Peluru Tematik, Shinkansen 500 EVA “Evangelion”

Layaknya Pokemon with You Train, interior Kereta Hello Kitty Shinkansen Limited Edition ini juga akan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menonjolkan sisi, “imut namun modis,” ungkap salah satu pejabat West Japan Railway. Sebelumnya, Sanrio telah terlebih dahulu meneken kontrak dengan beberapa sarana transportasi yang hendak memasang gambar Hello Kitty pada body armadanya, sebut saja bus wisata hingga pesawat.

Sah! Singapore Airlines Terima Boeing 787-10 Perdananya

Sebagai salah satu langkah untuk memperpanjang nafas bisnisnya, Flag Carrier Singapura, Singapore Airlines mendatangkan armada baru yang diyakini sebagai salah satu langkah strategis untuk memenangkan pasar aviasi global. Kali ini, maskapai yang memilih Changi International Airport sebagai hub penerbangannya tersebut secara resmi telah mendaftarkan Boeing 787-10 Dreamliner sebagai salah satu armada terbarunya.

Baca Juga: Miles KrisFlyer Singapore Airlines Naik Per 7 Desember 2017

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, pada 25 Maret 2018 kemarin, pihak Boeing melakukan seremoni pelepasan terhadap salah satu keluarga Dreamliner terbesar ber-livery Singapore Airlines di pusat perakitan Commercial Airplanes Boeing di North Charleston, South Carolina, Amerika Serikat.

Dalam acara tersebut, turut hadir pula Chief Executive Singapore Airlines, Goh Choon Phong sebagai perwakilan dari pihak pembeli. “Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk menjadi maskapai pertama di dunia yang menerima pengiriman pesawat luar biasa ini,” tutur Goh sembari mengklaim Boeing 787-10 sebagai pesawat yang ‘cantik’. “Ini akan menjadi elemen penting dalam strategi pertumbuhan kami secara keseluruhan, memungkinkan kami memperluas jaringan dan memperkuat operasi kami,” imbuhnya.

Sumber: newatlas.com

Diketahui, Boeing 787-10 Dreamliner Singapore Airlines ini akan mulai mengudara pada bulan Mei mendatang dengan rute jarak pendek Bangkok dan Kuala Lumpur. Kendati spesifikasi dari pesawat ini dikhususkan untuk rute penerbangan jarak jauh, namun pihak Singapore Airlines mengaku hendak melakukan soft launching terlebih dahulu sebelum menempatkan Boeing 787-10 terbaru ini di rute antara Singapura – Osaka, dan Singapura – Perth.

Pihak Boeing sendiri mengklaim bahwa 787-10 merupakan pesawat paling efisien di kelasnya. Efisiensi tersebut dipadu-padankan dengan biaya operasi per kursi paling rendah diantara pesawat berbadan lebar lainnya. Dibandingkan dengan versi sebelumnya, 787-9, ukuran dari Boeing 787-10 sedikit lebih panjang, sekitar 5,5m. Dengan begitu, daya angkut dan kapasitas kargo dari armada anyar Singapore Airlines ini sendiri pun otomatis akan meningkat.

Dengan kapasitas maksimal 330 penumpang dan ukuran kargo yang 15 persen lebih besar, tidak berarti pesawat ini menjadi lebih boros bahan bakar. Pihak Boeing mengaku 787-10 mampu menghemat 25 persen penggunaan bahan bakar ketimbang 787-9. Padahal, kedua mahakarya Boeing ini memiliki tingkat kesamaan hingga 95 persen.

Baca Juga: Singapore Airlines Borong 39 Unit Boeing ‘Wide Body’ Senilai US$13,8 Miliar

“Ini adalah hari besar bagi kita semua di Boeing dan mitra pemasok global kami,” ungkap Kevin McAllister selaku Presiden dan CEO dari Boeing Commercial Airplanes, dikutip dari laman newatlas.com (27/3/2018). “Kami sangat senang bisa mengantarkan 787-10 Dreamliner pertama ke Singapore Airlines, salah satu maskapai penerbangan terkemuka di dunia,” tandasnya.

Dengan kecepatan jelajah maksimum mencapai 913km/jam, Boeing 787-10 ini siap mengantarkan penumpang Singapore Airlines hingga jarak maksimal 12.964km! Seperti yang tersurat pada pemberitaan sebelumnya, pihak Singapore Airlines tengah berupaya untuk menambah armada untuk rute penerbangan jarak jauhnya. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 39 pesawat dipesan pihak Singapore Airlines kepada Boeing, dengan rincian 20 unit Boeing 777-9 dan 19 unit Boeing 787-10 Dreamliner.

Sedang dalam Pengiriman, Ini Dia Spesifikasi LRT Jakarta

Perhelatan besar Asian Games 2018 yang akan berlangsung pada Agustus 2018 mendatang, membuat ibu kota Jakarta dan Palembang di Sumatera Selatan berbenah diri. Salah satunya adalah membangun Light Rapid Transit (LRT) atau kereta ringan yang dibuat untuk memperlancar perjalanan para atlet dan sudah hampir rampung.

Baca juga: LRT Kelapa Gading-Velodrome Progress Pengerjaan 67 Persen

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, saat ini kapal yang membawa rolling stock sudah berlayar dari pelabuhan Masan di Korea Selatan menuju pelabuhan Tanjung Priok. Diketahui Jakarta Propertindo atau Jakpro memesan 16 rolling stock kepada produsen Hyundai di Koridor I pada fase pertama ini.

“Kami sudah menyiapkan delapan rolling stock untuk Asian Games 2018 pada Agustus. Namun, untuk tahap awal ini hanya akan ada dua unit yang dikapalkan karena depot LRT di Jalan Pegangsaan Dua di Jakarta Utara belum selesai,” ujar Direktur utama Jakpro Satya Heragandhi.

Satya mengatakan, seluruh proses dari desain hingga produksi dibuat oleh konsultan dan pabrik dari Korea Selatan. Diketahui, harga satu mobil LRT ini US$1,8 juta atau setara dengan Rp239 miliar.

LRT Jakarta fase pertama dari Pegangsaan Dua hingga Velodrome sepanjang 5,8 km. Setelah selesai fase pertama, maka Jakpro akan melanjutkan pembangunan koridor II rute Kelapa Gading-Tanah Abang.

Spesifikasi kereta LRT sendiri dibalut warna putih dengan tambahan cat hitam, merah dan biru muda. Memiliki dimensi lebih kecil yaitu 11,5 x 2,6 x 3,6 meter. Rangkaian yang dipesan LRT berjumlah 16, setiap set nya terdiri dua sampai tiga kereta. Kapasitas penumpang yang mampu di tampung LRT sekitar 118 orang per kereta atau tak lebih dari 500 orang perangkaian sekali jalannya.

Baca juga: Jelang Asian Games 2018, LRT Palembang Mulai Uji Coba Maret Mendatang

Kereta LRT sendiri terbuat dari bahan aluminium campuran. Kereta LRT Jakarta mampu menempuh jarak 60 km per jamnya dan dengan waktu 20-25 menit. Saat ini untuk fase pertama dari Kelapa gading menuju Velodrome ini proyek pengerjaan sudah sekitar 67 persen. Dipo kereta yang berada di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading pun saat ini masih dalam pembangunan

Siasati Puncak Musim Haji, Bandara Arab Saudi Adopsi Teknologi Gelang RFID

Bagian imigrasi di bandara memang kerap kali memaksa penumpang untuk meluangkan waktu lebih untuk mengantre. Maka tidak heran jika banyak bandara yang mengupayakan agar bisa memangkas waktu tunggu penumpang tersebut. Beragam cara pun ditempuh oleh otoritas terkait guna merealisasikan tujuan tersebut, salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Baca Juga: Kombinasi Teknologi dan Pemanfaatan SDM Jadi Kunci Turunnya Antrean di Bandara

Ya, baru-baru ini otoritas berwenang Arab Saudi membeberkan rencananya untuk menggunakan gelang RFID untuk mempersingkat waktu tunggu para penumpang. Penggunaan teknologi manajemen data cerdas ini dipercaya mampu mengatasi kendala tersebut.

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman sg.news.yahoo.com (24/3/2018), otoritas bandara Arab Saudi mengatakan bahwa penggunaan gelang RFID ini akan mempercepat pemeriksaan identitas di terminal keberangkatan dan kedatangan. “Saat ini membutuhkan waktu berjam-jam untuk memangkas anteran di bagian Imigrasi dan Bea Cukai,” ungkap Wakil Menteri Haji dan Umrah Saudi Dr Abdulfattah Suliman Mashat. “Kami berharap dengan menggunakan gelang RFID ini akan memangkas waktu antrean menjadi hanya 10 menit saja,” tandasnya.

Dengan menggunakan gelang RFID, Dr. Abdulfattah mengatakan, para penumpang tidak lagi membutuhkan paspor. Gerbang elektonik yang tersedia di bandara akan membaca identitas secara otomatis ketika penumpang melewatinya. “Waktu tunggu yang lama sangat tidak berterima di kami,” ungkap Dr. Abdulfattah.

Tidak hanya penggunaan gelang RFID saja, otoritas berwenang di Arab Saudi juga rencananya akan memperkenalkan sistem penanganan bagasi baru, dimana para Jemaah Haji dan Umrah tidak perlu lagi menghabiskan waktu di conveyor belt untuk menunggu barang bawaan mereka yang disimpan di bagasi pesawat.

Baca Juga: Bandara Dubai Hadirkan Teknologi Baru Keimigrasian di Pekan Teknologi Gitex 2017

Sebuah teknologi tengah dikembangkan dimana barang bawaan penumpang akan diantar-jemput tanpa mereka harus membawanya sendiri menuju dan keluar dari bandara. Dr. Abdulfattah menambahkan bahwa hadirnya teknologi baru semacam ini mampu mengurai kepadatan yang terjadi di bandara, terutama ketika musim puncak Lebaran Haji. Ketika semua rencana di atas sudah terrealisasi, maka impresi penumpang terhadap bandara terkait juga secara otomatis akan bertambah.

Manfaatkan Medsos Sebagai Wadah Promosi, Tokyu Corp. Sukses Jaring Banyak Wisman

Ada banyak cara yang ditempuh oleh otoritas setempat dalam rangka mempromosikan suatu daerah, salah satunya dengan cara memanfaatkan media sosial (medsos). Ya, dewasa ini peran sosial media memang sudah tidak lagi sebatas wadah untuk seseorang bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu, namun perannya kini sudah bertambah, yaitu menjadi media untuk menyebarluaskan informasi.

Baca Juga: Jepang Tawarkan Paket Wisata dengan Kereta Mewah Yang Ramah Dompet

Seperti yang dilakukan oleh salah satu operator kereta api Jepang yang mempromosikan sebagian besar tempat wisata lokal di sepanjang jalurnya dengan menggunakan media sosial. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan asing di lokasi wisata yang dipromosikan tersebut, maka ini membuktikan bahwa sosial media merupakan alat promosi yang sangat baik.

Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman kyodonews.net (16/3/2018), adalah Tōkyū Setagaya Line, jalur kereta yang berada di Tokyo ini merupakan objek dari promosi via media sosial yang dilakukan oleh Tokyu Corporation selaku operator dari layanan tersebut. Sebut saja Kuil Gotokuji yang terletak di jalur kereta tersebut menjadi lebih ramai dikunjungi oleh wisatawan asing setelah promosi digalakkan.

Sumber: kyodonews.net

Kuil Gotokuji sendiri terkenal dengan koleksi maneki-neko, sebuah simbol keberuntungan bagi warga Jepang, dimana mereka meyakini bahwa kucing ini akan membawa kemakmuran bagi para pemilik toko. Tidak hanya itu, para wisatawan juga dapt mengunjungi Setagaya-Hachimangu yang terletak tidak begitu jauh dari Kuil Gotokuji. Setagaya-Hachimangu sendiri terkenal sebagai daerah yang masih sangat kental dengan kebudayaan Jepang kuno.

Dalam ajang promosi ini, Tokyu Corporation tidak berjalan sendiri. Perusahaan swasta ini menggandeng Huber Inc., sebuah perusahaan teknologi asal Jepang. “Saya pikir Jepang memiliki banyak lokasi wisata, namun beberapa diantaranya ada yang masih belum terjamah dan perlu dieksplor lebih lanjut,” tutur salah satu pejabat dari Tokyu Corporation.

Baca Juga: 5 Stasiun Tersibuk di Dunia, Semua Ada Di Jepang!

Seperti yang sudah disinggung di atas, banyaknya netizen yang melihat postingan mengenai tempat wisata tersembunyi di sekitaran Tōkyū Setagaya Line pun berdampak pada meningkatnya jumlah penumpang di jalur kereta tersebut.

“Mempromosikan tempat yang masih kental akan budaya tradisional Jepang terbukti dapat meningkatkan jumlah wisatawan domestik maupun asing. Tempat wisata semacam ini menawarkan suatu pengalaman yang berbanding terbalik dengan perlintasan distrik Shibuya yang sangat terkenal.” tutupnya.

Rollercoaster Mati di Ketinggian 4,8 Meter, Penumpang Minta Tolong Polisi

Naik rollercoaster di taman hiburan merupakan salah satu permainan ekstrim. Biasanya pengunjung yang menaiki wahana tersebut untuk menguji adrenalin dan keberanian seseorang. Namun, apa daya ketika sebuah rollercoaster tiba-tiba harus berhenti di tengah-tengah permainan?

KabarPenumpang.com melansir dari laman newsweek.com (26/3/2018), bahwa wahana rollercoaster di taman hiburan Arakawa di Arakawa Ward, Tokyo berjalan sangat lambat. Ini berbeda dari rollercoaster lainnya yang berjalan lebih cepat untuk menantang adrenalin.

Baca juga: Priiit..! Dilarang Selfie di Tempat-Tempat Berikut Ini

Saking lambatnya, penumpang yang menaiki rollercoaster tersebut tidak menyadari ketika wahana itu berhenti tiba-tiba. Kejadian ini membuat tujuh orang penumpang dewasa dan 12 anak-anak harus berada di ketinggian 16 kaki atau sekitar 4,8 meter di atas permukaan tanah sekitar setengah hari pada Jumat (23/3/2018).

“Rollercoaster tersebut bergerak sangat lamban. Saya bahkan tidak menyadari bila wahana ini berhenti,” ujar seorang penumpang yang terjebak dalam rollercoaster bersama anaknya.

Wanita yang tidak disebutkan namanya tersebut mengatakan, adanya insiden ini menjadi sangat menakutkan ketika staf wahana memukul bagian belakang kereta dengan palu. Sayangnya, saat itu tidak ada penumpang rollercoaster yang diberitahu bahwa wahana tersebut rusak.

Adanya insiden ini, kemudian membuat beberapa orang berpikir untuk menelpon 110 yang merupakan nomor darurat untuk memanggil polisi. Lalu beberapa memberitahu kepada pihak berwajib masalah yang mereka hadapi saat itu.

Setelah ada yang menghubungi, sekitar satu jam kemudian, pihak kepolisian tiba ditaman hiburan tersebut dan membantu menyelamatkan pengunjung dan semuanya dalam keadaan selamat. Selain itu untungnya, para penumpang permaianan tersebut juga tidak ada yang mengalami luka sedikit pun.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian Ogaki melakukan penyelidikan dan media setempat mengatakan, insiden itu terjadi ketika roda di gerbong pertama terlepas dari rel. Sebenarnya, jika ditelisik lebih jauh, kecelakaan pada rollercoaster sendiri terbilang cukup jarang di taman hiburan seluruh dunia. Pada Kamis (22/3/2018) kemarin, penumpang di roller skater Buzzsaw di Dreamworld, Australia tepatnya di Gold Coast menggantung terbalik dalam perjalanannya yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan.

“The BuzzSaw dikendalikan sensor berhenti diaktifkan hari ini di sekitar 1,40 pm membawa tumpangan untuk segera berhenti,” kata juru bicara Dreamworld.

Kecelakaan itu terjadi kurang dari 18 bulan setelah empat orang tewas dalam perjalanan air di taman hiburan yang sama. Diketahui, taman hiburan Arakawa sendiri dibuka tahun 1950 dan menjadi salah satu taman hiburan yang dioperasikan di Tokyo.

“Si Gombar” yang Tak Lagi Menghembuskan Uapnya

Lokomotif uap saat ini lebih banyak menjadi wahana wisata seperti di Sumatera Barat, Ambarawa, bahkan Solo. Salah satu lokomotif uap yang pernah melintasi rel di Tanah Air adalah si Gombar yang ada di jalur Priangan (Jawa Barat).

Baca juga: Stasiun Cibatu, Nuansa Vintage Yang Tak Lekang Ditelan Zaman

Lokomotif DD52 seri SS1200 atau si Gombar ini awalnya digunakan untuk menarik kereta barang melalui jalur Priangan yang terkenal ekstrem dan berbukit. Hingga akhirnya juga digunakan untuk menarik kereta penumpang yang juga mengangkut barang.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa si Gombar sendiri identik dengan Garut. Nama si Gombar sendiri juga pemberian masyarakat Jawa Barat yang daerahnya dilalui oleh lokomotif uap DD52 tersebut.

Jika dilihat dari dalam kamus bahasa Sunda, Gombar berasal dari manusia jahat pada tahun 1911 yang ada di film Amerika dengan badan besar dan tenaga kuat. Sehingga digunakan masyarakat Jawa Barat untuk menggambarkan hal-hal yang besar dan bertenaga besar pula salah satunya kereta api.

Adapun rute-rute yang pernah di lalu si Gombar di tanah Priangan adalah berikut ini.

– Jalur Bandung-Cianjur-Bogor
– Jalur Bandung-Purwakarta-Cikampek
– Jalur Bandung-Cibatu-Tasikmalaya-Ciamisn
– Jalur Ciamis-Pangandaran
– Jalur Bandung-Dayeuhkolot-Ciwidey
– Jalur Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari
– Jalur Dayeuhkolot-Majalaya
– Jalur Cibatu-Garut-Cikajang

Tetapi, sebelum menghembuskan uap terakhirnya karena penggantian lokomotif uap ke diesel, si Gombar pernah mengangkut kayu dan mengalami kecelakaan tertabrak truk hingga terguling keluar dari rel. Kejadian ini membuat jalur Soreang-Ciwidey di matikan dan stasiun Ciwidey juga ikut tutup tahun 1975.

Namun, selain itu, jalur-jalur yang pernah di lalui si Gombar kini hanya tinggal kenangan. Sebab si Gombar menghembuskan uap terakhirnya di rute Cibatu-Garut-Cikajang pada pertengahan 1983. Kemudian si Gombar dan lokomotif uap lainnya digantikan lokomotif diesel CC200. Lokomotif diesel tersebut melaju melalui jalur yang masih aktif hingga kini yakni jalur selatan yang menghubungkan Jakarta, Cikampek, Purwakarta, Bandung, Cibatu (Garut), Tasik hingga ke Jawa tengah dan Jawa Timur.

Baca juga: KA “Simandra,” Kereta Api Ekonomi Lokal Tanpa Sensasi Mandra

Diketahui, awalnya lokomotif si Gombar tipenya DD52 seri SS1200 didatangkan dari tiga pabrikan berbeda yakni Hanomag (Jerman), Werkspoor (Belanda), dan Hartmaan (Jerman) sebanyak 10 unit. Kini jejak lokomotif si Gombar tipe DD52 seri SS1200 sudah tak lagi ada karena dua unit terakhir dilebur.

Pownis, Mobil Kayu Berbahan Bakar Solar dan Bensin

Jika Bandung punya Bandros, Bangka juga tak mau kalah dengan memiliki Pownis yang sempat menjadi moda transportasi dari Pangkalpinang menuju Sungailiat a (Pinkong-Liatkong). Oto Pownis ini sendiri hadir di Pangkalpinang karena kondisi jalan dan jembatan yang ada di Bangka cukup memadai untuk perjalanan transportasi.

Baca juga: Keliling Bandung Naik Bus Bandros Yuk!

Di tahun 1970, 1980 hingga 1990 Pownis sendiri beroperasi sekitar 53 unit. Pownis ini sebelum mengangkut penumpang dan barang biasanya mengantri sesuai dengan nomor lambung masing-masing baik di terminal Pangkalpinang maupun di Sungailiat. Uniknya mobil ini sama seperti angkutan daerah lainnya yang tidak mengharuskan penumpang turun di terminal melainkan bisa turun di jalan dan kampung sepanjang rute Pangkalpinang-Sungailiat.

Tak hanya sebagai angkutan penumpang dan barang pada masa jayanya, Pownis sendiri bisa di sewa untuk acara keluarga atau kegiatan lainnya. Dari fakta yang didapatkan KabarPenumpang.com saat pameran angkutan masa lampau, Pownis merupakan kendaraan paling unik dimana hampir keseluruhannya terbuat dari bahan kayu seperti tempat duduk, jendela hingga pintunya.

Pownis kini jadi angkutan City Tour Pangkal Pinang (KabarPenumpang.com)

Biasanya kayu yang digunakan adalah kayu Ubak atau Medang, Mentangir dan Menggris. Kaca jendela mobil ini bisa dinaik turunkan sesuai kondisi dan cuaca. Bagasi penumpang ada di bagian atas mobil. Pownis sendiri secara umum dicat warna merah untuk kepala mobil dan warna kuning gading untuk badan mobil. Pownis ini sendiri menggunakan bahan bakar solar dan bensin.

“Pintunya saja berat, ini dibuat dari kayu juga. Tapi untuk bagian luar dari besi seperti mobil lainnya hanya lantai, pintu, kursi dan jendelanya yang kayu. Itu di jendela ada tralis seperti di rumah,” ujar Dista, staff museum Timah Bangka di pameran bus antik JI Expo yang ditemui KabarPenumpang.com, Jumat (23/3/2018).

Sayangnya seiring masuknya kendaraan penumpang ukuran minibus sperti L-3000, Pownis pun perlahan tersisihkan sampai tahun 2000. Namun, Pownis sendiri masih beroperasi hingga tahun 2012 sekitar tujuh unit dan setelah itu hilang seperti ditelan bumi.

Tetapi, Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, pada April 2016 lalu kembali memperkenalkan Pownis untuk kegiatan City Tour Pangkalpinang. Kini ada dua Pownis yang digunakan untuk City Tour supaya membangkitkan memori kolektif masyarakat Bangka akan masa lalu.

“Kita sediakan mobil ini di museum Timah yang ada di kota Pangkalpinang. Gratis dan biasanya beroperasi pada Sabtu-Minggu atau saat liburan. Kita pernah bawa anak PAUD dan TK berkeliling dengan mobil ini. Pembiayaan operasional langsung dari PT Timah, sehingga bagi pengunjung yang ingin menikmati Pownis bisa langsung ke museum dan menikmati keliling Pangkalpinang secara gratis,” Jelas Dista.

Baca juga: Sulap Bus Reyot, Ecotact Hadirkan Bus Toilet Berfasilitas Lengkap!

Rute operasional Pownis dimulai dari museum Timah, masjid Jamik, rumah residen, taman sari, menara air, panti Wangka, RS Bakti Timah, Europeesce Lagere School dan Hollandisch Chineesche School. Kemudian berlanjut melalui GPIB Maranatha, pemakaman Belanda, House of Lay Nam Sen, Gereja Katedral St Yosef, wisma Timah Satoe, Resident Cantoor dan kembali ke museum Timah.

Di Malaysia, Jalur MRT Ini Justru Sepi Peminat

Tujuan utama dari hadirnya sarana transportasi berbasis massal adalah untuk penumpang yang lebih banyak dalam satu moda. Dengan begitu, diharapkan para pengguna jalan dapat meninggalkan kendaraan pribadinya di rumah dan beralih menggunakan sarana transportasi umum. Namun apa jadinya jika sarana transportasi berbasis massal yang sudah disiapkan pemerintah tidak dimanfaatkan oleh masyarakat? Tentunya upaya pemerintah untuk mengentaskan kemacetan akan sia-sia.

Baca Juga: Kendalikan Pikiran Anda, Cara Ampuh Atasi Dampak Stress dari Kemacetan

Kasus ini sudah bukan jadi rahasia umum di Ibukota, dimana pertumbuhan kuantiti dari kendaraan pribadi terus melaju sedangkan pemerintah pun semakin gencar untuk melakukan penambahan sarana transportasi umum. Alhasil, kemacetan yang semakin meradang menjadi imbas dari kegagalan program pemerintah ini.

Hal yang hampir serupa pun terjadi di negeri tetangga, Malaysia, dimana jaringan Mass Rapid Transit (MRT) Sungai Buloh – Kajang (SBK) pun dinilai gagal dalam urusan mengentaskan masalah kemacetan di Negeri Jiran. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman freemalaysiatoday.com (25/2/2018), sebuah laporan dari Financial Times (FT) menyebutkan bahwa masyarakat setempat kurang memanfaatkan hadirnya sarana transportasi berbasis massal seperti MRT.

Padahal, pembangunan jalur MRT SBK ini mencapai angka RM23 miliar atau setara dengan Rp81 triliun, belum termasuk biaya pembebasan lahan dan konsultasi. Sebuah dana yang tidak sedikit untuk sebuah jaringan transportasi yang kurang dimanfaatkan oleh para pengguna jasa. Sebagaimana yang sudah direncanakan sejak awal pembangunan, jaringan MRT SBK ini memiliki kapasitas angkut maksimal 400.00 hingga 500.000 penumpang setiap harinya.

Namun pada kenyataannya, Prasarana Malaysia selaku operator dari jalur ini mengatakan bahwa armadanya hanya mengangkut 150.000 penumpang setiap harinya pada pertengahan 2017 silam. Angka tersebut terus mengalami penyusutan hingga ke level 132.000 penumpang per hari pada Januari 2018 kemarin.

“Angka pertumbuhan penumpang sangat lambat, bahkan cenderung merosot. Diperkirakan jalur MRT SBK ini tidak cocok untuk mengentaskan kemacetan,” tutur salah satu sumber dari Prasarana Malaysia. Kelangsungan layanan MRT SBK ini semakin buruk manakala lebih dari setengah responden survei FT Kuala Lumpur kuartal keempat tahun 2017 menyebutkan bahwa kondisi lalu lintas akan semakin parah di tahun 2018 ini meskipun jaringan MRT sudah jauh lebih baik.

Baca Juga: Taksi Air, Jadi Solusi Kemacetan di Malaka

“Hanya 16 persen yang mengatakan kondisi lalu lintas akan semakin membaik,” tandasnya.

Ya, bisa dibilang ini merupakan imbas dari predikat negara dengan tingkat kepemilikan kendaraan roda empat tertinggi di Asia Tenggara yang disandang oleh Malaysia. Berdasarkan pada data resmi yang dimiliki oleh pemerintah setempat, setiap 1.000 orang di Malaysia diperkirakan memiliki 415 mobil pada tahun 2017 silam. Angka tersebut melebihi presentase dari Thailand yang diketahui sebagai hub manufaktur otomotif di kawasan Asia Tenggara. Data menyebutkan bahwa setiap 1.000 orang di Thailand memiliki 166 kendaraan roda empat, lebih dari setengah angka kepemilikan kendaraan roda empat di Malaysia.

Diakuisisi Grab, CEO Uber: “Ini Taktik Untuk Tingkatkan Profit”

Kabar mengejutkan datang dari sarana transportasi berbasis online, dimana Grab mengakuisisi salah satu kompetitor terberatnya, Uber pada Senin (26/3/2018). Tidak tanggung-tanggung, Grab akan mengambil semua aset serta pangsa pasar Uber yang ada di Asia Tenggara, yang meliputi Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Secara otomatis, semua driver Uber harus melakukan ‘daftar ulang’ dan mengubah almamater kuning-hitamnya menjadi hijau milik Grab.

Baca Juga: Travis Kalanick dan Garrett Camp, Dua Inovator Dibalik Nama Besar Uber

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, pihak Uber akan menerima beberapa keuntungan nantinya, seperti kepemilikan 27,5 persen saham di Grab, “Dan CEO Uber, Dara Khosrowshaki akan bergabung dengan dewan direksi Grab,” tutur Group CEO dan Co-Founder Grab, Anthony Tan dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/3/2018).

Dengan adanya akuisisi ini, Grab dan Uber akan bekerja sama untuk migrasi mitra pengemudi, pelanggan, rekanan pengantaran, hingga pedagang yang ada di aplikasi Uber ke aplikasi Grab. Bagi Anda yang hingga saat ini masih memiliki aplikasi Uber di gadget Anda, tidak perlu khawatir karena aplikasi ini masih akan berjalan seperti biasa hingga periode dua minggu ke depan.

“Aplikasi Uber akan tetap beroperasi selama dua minggu ke depan untuk memastikan stabilitas para mitra Uber, di mana mereka dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan pendaftaran mitra Grab secara online,” ungkap co-founder Grab, Tan Hooi Ling. Adapun pihak Grab memberikan tenggat wakktu hingga 8 April 2018 mendatang untuk menyelesaikan ‘migrasi’ pada masa transisi ini.

“Pengemudi Uber harus mendaftarkan diri di Grab untuk kepastian mengemudi ke depannya setelah layanan Uber tidak aktif,” begitulah pernyataan dari pihak Grab yang menyatakan bahwa mereka siap menampung pengemudi Uber yang terancam kehilangan mata pencahariannya, dikutip dari laman resmi Grab.

Dengan adanya proses akuisisi ini, maka Uber tercatat sudah kesekian kalinya ‘menggadaikan’ sahamnya. Tercatat, Didi Chuxing, sebuah perusahaan teknologi penyedia jasa transportasi asal Negeri Tirai Bambu, dan Yandex, sebuah perusahaan teknologi asal Rusia menjadi dua perusahaan yang pernah membeli saham Uber beberapa waktu yang lalu.

Dara Khosrowshahi pernah mengungkapkan bahwa dengan menarik diri dari pasar di Asia Tenggara, Uber dapat meningkatkan profit perusahaan. Sebelumnya, pendapatan Uber bisa dibilang terjun bebas dengan kerugian yang mencapai angka US$10,7 miliar atau yang seharga dengan Rp146,9 triliun dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir. Dara pun mulai memberi isyarat untuk melakukan penetrasi pasar di Jepang dan India untuk sektor Asia.

Baca Juga: Google Gelontorkan Dana Fantastis Ke Gojek, Rp16 Triliun!

Dengan penambahan kekuatan di masing-masing perusahaan berbasis online ini, maka persaingan di pasar diramalkan akan semakin ketat. Bagaimana tidak, Go-Jek sebagai salah satu pionir bisnis serupa di Indonesia telah mendapatkan berbagai cairan dana dari beberapa perusahaan asing. Sedangkan Grab sukses mengakuisisi Uber, dimana penambahan jumlah armada sudah pasti terjadi di tubuh Grab sendiri.