SPTI: Usai Lebaran 2018, Terminal Terpadu Siap Beroperasi di Pelabuhan Bakauheni

Sebagai ‘pasangan’ dari Pelabuhan Merak di Banten, maka Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan idealnya juga memiliki fasilitas yang setara, termasuk bicara tentang pra sarana transportasi penunjang akses dari dan ke pelabuhan tersebut.

Bila Pelabuhan Merak punya fasilitas Terminal Terpadu, sayangnya tidak demikian dengan Pelabuhan Bakauheni. Namun seiring perbaikan akses jalan ke Pelabuhan Bakauheni, gagasan dan rencana pembangunan Terminal Terpadu di Bakauheni kembali dikemukakan, bahkan kabarnya akan siap dioperasikan usa hajatan Lebaran 2018 ini.

Baca juga: Pacu Konektivitas Infrastruktur, Jokowi Minta Pelayanan di Pelabuhan Bakauheni Ditingkatkan

Terminal terpadu di Pelabuhan Bakauheni Lampung usai Lebaran 2018 ini akan dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni. Namun nantinya terminal ini hanya akan menjadi terminal terusan bagi bus antar kota antar provinsi (AKAP) dari Sumatera menuju Bakauheni atau sebaliknya dan tidak menyeberang ke Pulau Jawa.

Adanya loket terpadu ini, secara teknis sudah mendapatkan titik temu. Selain untuk memudahkan penumpang, ini juga untuk menertibkan trayek bus yang sudah ada menjadi lebih rapi lagi.

“Titik temu dengan agen travel yang ada di terminal Bakauheni sudah terjalin dengan baik. Dengan terminal atau loket terpadu ini kita juga menertibkan trayek bus-bus. Nah, untuk busnya hanya dari Sumatera saja bukan untuk yang menyeberang ke Pulau Jawa,” ujar Ivan, Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Cabang Bakauheni saat dihubungi KabarPenumpang.com.

Menurutnya, permasalah ini selesai setelah adanya pembicaraan antara ASDP, Dinas Perhubungan dan agen travel di Bakauheni. Ivan mengatakan, sehingga nantinya ini akan bisa berjalan secara teknis sesuai wacana yang sudah ada.

Dengan adanya terminal terpadu ini juga untuk memudahkan perjalanan bus, karena tol sepanjang 14 km yang membentang dari Pelabuhan Bakauheni hingga ke Terbanggi Besar sudah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Januari 2018 kemarin. Tol ini yang berada di Terbanggi Besar juga berada di jalan tengah lintas Sumatera. Tol ini sendiri belum dikenakan tarif pada penggunanya sejak dibuka hingga Juni 2018 mendatang.

Sebenarnya dengan adanya tol Bakauheni-Terbanggi Besar ini tak hanya memudahkan penumpang dan bus-bus besar. Sayangnya pembuatan terminal terpadu ini pada tahun 2015 lalu yang sudah di sosialisaikan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan tidak disetujui oleh para agen travel dan pengurus angkutan umum.

Baca juga: Mengenal Bakauheni, Pelabuhan Utama Penghubung Transportasi ke Sumatera

Mereka mengatakan dengan adanya terminal terpadu ini bisa mengurangi pendapatan para pengurus angkutan, khususnya travel yang selama ini menggantungkan hidup dari menjadi agen terminal lokal. Disisi lain, adanya terminal ini dinilai dapat memberikan perlindungan bagi penumpang dari tindakan kejahatan.

Garis Pembatas di Peron Kereta Bawah New York Tinggalkan Bercak Kuning di Gerbong

Sebagai salah satu penanda di stasiun, hadirnya garis pembatas antara peron dan rel memang dibutuhkan adanya. Pemilihan warna cerah seperti kuning akan membuat para komuter lebih awas akan marka tersebut. Selain itu, warna kuning pun dapat memendarkan cahaya ketika kena sorot lampu. Namun apa jadinya jika petugas pengelola stasiun membuat ‘ulah’ dengan garis pembatas ini?

Baca Juga: Suhu Turun Drastis, Tunawisma New York Serbu Kereta Bawah Tanah

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman pickle.nine.com.au (26/4/2018), sejumlah gerbong dari layanan komuter di jaringan kereta bawah tanah New York tampak dipenuhi oleh tapak sepatu berwarna kuning. Hal ini diketahui pasca seorang pengguna Twitter berinisial @boshj mengunggah beberapa foto yang menunjukkan betapa kotornya lantai kereta komuter tersebut.

Sumber: Twitter

Dalam cuitannya yang ia unggah pada tanggal 25 April 2018 ini, Ia menyampaikan, “Petugas stasiun baru saja menimpa lapisan cat kuning di tepi peron bawah tanah ……. jam 09:30 pada hari Rabu pagi (waktu setempat). Platform kini dipenuhi dengan jejak kuning. Apa yang sedang terjadi?” tulisnya sembari menyematkan penampakan garis pembatas antara peron dan rel.

Pada cuitan lainnya, @boshj pun kembali mengunggah foto kondisi gerbong yang dipenuhi oleh jejak kaki penumpang yang berwarna kuning, “Hasilnya sudah dapat ditebak..” tulisnya. “Sulit untuk memikirkan metafora yang tepat untuk menyalahkan pengelolaan Metropolitan Transit Authotity (MTA), dan khususnya untuk pengelola kereta bawah tanah New York City,” tandasnya.

Baca Juga: Terlalu Banyak Pekerja, Pembangunan Jaringan Subway New York Jadi yang Termahal di Dunia

 Diketahui, @boshj mendokumentasikan kejadian ini ketika ia melakukan perjalanan dari Stasiun Rockaway Avenue C di Brooklyn pada pagi hari. Alhasil, kejadian ini pun sontak menjadi viral di jagad Twitter. Lebih dari 1000 pengguna Twitter turut berkomentar tentang kejadian memalukan tersebut.
“Kami rasa para hipster Brooklyn mau tidak mau harus membeli sebotol penuh terpentin hanya untuk membersihkan telapak sepatu Vans mereka,” ujar salah satu warganet dalam postingan yang diunggah @boshj tersebut.

Tak Mau Kalah dengan Eropa, India Kini Hadirkan Kereta Cepat

Perkembangan teknologi kereta api dunia semakin hari semakin maju. Salah satunya dalah dengan adanya kereta cepat yang kini semakin merambah negara-negara di Asia selain Jepang dan Cina.

Baca juga: Sambut Olimpiade Musim Dingin 2022, Beijing Siapkan Kereta Cepat “Olympic”

Hal ini terbukti dimana India mulai ikut memproduksi kereta berkecepatan tingginya. KabarPenumpang.com melansir dari laman zeenews.india.com (25/4/2018), dimana kereta kecepatan tinggi ini nantinya akan berjalan tanpa mesin dan diberi nama Train 18.

Kereta ini akan diberikan fasilitas yang lebih baik bagi penumpang dan diharapkan akan secera diluncurkan di rel kereta api India. Indian Railways, saat ini juga berusaha mengubah tampilan kereta mereka dan memberikan perjalanan dengan pengalaman kelas dunia bagi masyarakat serta pelancong.

Ini terlihat dari perubahan warna gerbong dan di tambahkan nuansa yang berbeda. Sedangkan untuk kereta kecepatan tinggi tanpa mesin ini akan mampu berjalan dengan kecepatan 160 km per jam dan akan didorong oleh lokomotif yang menyatu dengan kereta tersebut.

Gerbong baru kereta di India (zeenews.india.com)

Kereta ini akan dibuat oleh Integral Coach Factory (ICF), perusahaan pembuat kereta di India dan mampu menampung penumpang duduk sebanyak 1128 orang dalam 16 gerbong kereta. Tempat duduk yang dihadirkan pada kereta cepat ini akan dibuat super nyaman, pintu otomatis, toilet vakum seperti yang ada di pesawat, ruang untuk penumpang dengan menggunakan kursi roda serta toilet yang ramah untuk disabilitas.

Nantinya kereta cepat tersebut akan memiliki interior maupun eksterior yang mewah dengan bagian depan kerucut dan menggunakan bahan dasar fiberglass. Tampilan kereta nantinya akan menyerupai kereta api kecepatan tinggi Eropa.

Baca juga: Demi Kereta Cepat “Aero Train,” Cina dan Jepang Resmi Berkolaborasi

Selain itu, kereta tersebut merupakan generasi terbaru dengan segala fasilitasyang dihadirkan untuk kenyaman penumpang. Pintu gerbong kereta ini pun nantinya akan tepat dengan platform dan memungkinkan penumpang turun dengan nyaman. Rem yang digunakan pada kereta cepat juga memiliki cakram yang bisa menghentikan kereta dalam sekejap.

Saat ini, ada dua set kereta, yang dijadwalkan akan diproduksi pada tahun 2018-2019 dan peluncuran unit pertama diharapkan pada Juli mendatang. Satu set kereta ini akan memiliki 16 gerbong dan ICF sendiri diketahui telah memproduksi 2503 gerbong dari 68 varian selama 2017-2018.

Atasi Pengemudi ‘Nakal,’ Grab Filipina Terapkan Kebijakan Baru

Selama tertib, sebenarnya kehadiran ratusan bahkan ribuan armada ojek online dapat membantu mobilitas warga Ibukota. Namun karena banyak dari mereka yang seolah mengindahkan marka jalan, akhirnya membuat kondisi lalu lintas semakin semerawut. Di balik visi perusahaan yang sebenarnya ingin memudahkan para konsumennya, namun perilaku oknum pengemudilah yang turut berperan serta dalam terciptanya situasi seperti ini.

Baca Juga: Diakuisisi Grab, CEO Uber: “Ini Taktik Untuk Tingkatkan Profit”

Menurut sebagian pengemudi, dengan ‘ngetem’ di stasiun/terminal akan memudahkan mereka untuk menjaring penumpang. Ternyata, tidak hanya itu saja trik yang dimainkan oleh para pengemudi online demi meraih keuntungan besar. Mereka pun kerap pilah pilih penumpang, maksudnya akan lebih memilih untuk mengambil penumpang dengan rute jauh ketimbang yang jaraknya relatif dekat. Uniknya lagi, fenomena pilah pilih penumpang seperti ini tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga di Filipina.

Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, layanan Grab di Filipina akan memberlakukan sistem baru, dimana pengemudi tidak akan bisa melihat destinasi penumpang sebelum mereka menerima orderan yang masuk ke akun mereka. Sistem baru yang dinilai mampu untuk meminimalisir pengemudi yang pemilih ini akan mulai diberlakukan terhitung sejak Jumat, 27 April 2018.

Salah seorang juru bicara Grab Filipina mengatakan bahwa sistem ini akan mulai diluncurkan kepada 25 persen pengemudi dengan presentase penerimaan penumpang yang rendah. “Ini akan menciptakan pengalaman yang lebih mulus dalam menerima permintaan penumpang,” tutur pihak Grab. “Kebiasaan pengemudi online yang pilah-pilih penumpang merupakan salah satu yang kerap dikeluhkan penumpang,” tutur Brian Cu selaku kepala dari Grab Filipina, dikutip dari laman rappler.com (24/4/2018).

Baca Juga: Dampak Grab Akuisisi Uber, Tarif di Filipina Melonjak Hampir 50 Persen

Tanpa mengesampingkan keselamatan pengemudi, Grab pun memberlakukan fitur khusus dimana pengemudi dapat melihat informasi calon penumpang terkait perjalanan mereka pada tengah malam.

Adapun keputusan untuk meluncurkan sistem baru ini muncul setelah perusahaan angkutan yang berbasis di Singapura meminta saran dari Menteri Transportasi, Thomas Orbos dan Asisten Menteri, Mark de Leon. “Grab mencoba yang terbaik untuk menjaga lebih banyak pengemudi di jalan untuk memenuhi permintaan dan mencegah konsumen menunggu terlalu lama.” Tutup Brian.

Bandara King Abdulaziz Miliki Penanganan Bagasi Canggih Sepanjang 34,6 Kilometer

Kehilangan barang atau koper di bandara seringkali terjadi pada penumpang yang menyimpan tasnya di bagasi kargo. Biasanya kehilangan ini karena penumpang lain tak sengaja mengambil barang yang sama dengan punya Anda bahkan bisa saja salah masuk dalam penerbangan atau tidak dalam penerbangan yang sama dengan pemilik.

Baca juga: Kereta Cepat Nan Mewah Siap Layani Jamaah Haji dan Umroh di Rute Jeddah – Makkah

Namun, sebagai penumpang jangan panik jika barang hilang atau tertukar. Sebab dengan adanya layanan bagasi kalim, barang bisa kembali dengan selamat ke tangan Anda. Salah satu bandara yang memiliki penanganan bagasi klaim terbaik adalah Arab Saudi, khususnya di bandara King Abdulaziz, Jeddah.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman arabnews.com, ada beberapa curhatan penumpang yang didapati terkait kehilangan barang mereka di bandara Jeddah saat berkunjung ke Arab Saudi. Abdullah Omer, penumpang yang mengikhlaskan tasnya karena tidak menemukannya.

“Saya memang bila melakukan perjalanan tidak membawa apa-apa dengan saya di pesawat, tetapi waktu itu berbeda. Ternyata ada barang berharga di dalam tas dan mengingatnya ketika tiba di rumah. Saya tidak menghubungi maskapai karena yakin tas itu hilang,” ujar Omer.

Berbeda dengan Omer, Ola Hamed yang berangkat dari Yordania menuju Jeddah saat Umroh kehilangan tasnya dan panik karena tidak menemukannya saat menunggu di ban berjalan. Kemudian salah seorang anaknya yang bepergian dengan Hamed mengatakan untuk mengadukan kehilangan tersebut ke klaim bagasi.

Untungnya Hamed melaporkan kehilangan tasnya dan setelah dilacak, tas miliknya terbawa ke Nigeria secara tak sengaja. Sedangkan seorang pria Arab yang membeli jas di London untuk pernikahannya di Jeddah kehilangan tasnya.

“Saya membawa tas yang berisi jas pernikahan. Salah satu penumpang ternyata memiliki tas yang sama dengan saya dan mengambilnya. Tapi saya kemudian menyerahkan formulir kehilangan dan menuliskan apa saja yang ada di dalam tas itu dan untungnya di tas itu ada stiker yang berisikan nomor telepon saya. Satu jam kemudian saya mendapatkan telepon dari penumpang yang salah mengambil tas,” jelas Mohammed.

Reem Omer, petugas pelayanan pelanggan General Authority of Civil Aviation (GACA) mengatakan, dalam kasus kehilangan barang, penumpang sebaiknya secara pribadi memberitahukan dan menyerahkan formulir kehilangan ke bagasi klaim karena akan di bantu dalam pencariannya. GACA pada tahun 2017 pernah menulis di akun Twitter-nya, dimana jika bagasi telah rusak, hilang atau tertunda maka penumpang berhak mengkalim kompensasi.

Bandara King Abdulaziz atau King Abdulaziz International Airport (KAIA) baru akan dibuka pada Mei 2018, bandara baru ini menambahkan fitur penting untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi penumpang dan karyawan bandara lama. Bandara baru ini juga akan menjadi yang terbesar di dunia dan menjadi bandara tersibuk selama musim Haji.

Bandara baru tersebut diketahui memiliki menara observasi (ATC) setinggi 136 meter, salah satu yang tertinggi di dunia. Hal paling penting adalah akan adanya sistem penanganan bagasi penumpang canggih dengan panjang 34,6 km yang terhubung ke sistem keamanan multi-level terbaru.

Baca juga: Lebaran 2018: Garuda Indonesia Tingkatkan Kapasitas Penerbangan Hingga 8 Persen

KAIA dikenal dengan terminal Hajinya, yang khusus dibangun untuk jamaah Umroh yang setiap tahun ke Mekah dan dapat menangani 80 ribu penumpang dalam satu waktu. Bandara ini juga memiliki masjid yang dapat menampung tiga ribu jamaah dengan halaman luar untuk shalat seluas 2.450 meter persegi, di samping lantai atas sebagai area sholat wanita yang akan menampung sekitar 700 orang.

Demi Kereta Cepat “Aero Train,” Cina dan Jepang Resmi Berkolaborasi

Seolah tiada henti menelurkan beragam teknologi baru, Cina dan Jepang terus berada di jalur persaingan demi memenangkan pasar, tidak terkecuali di sektor transportasi. Baru-baru ini, kedua negara kampiun industri ini saling bahu membahu dalam mengembangkan sebuah kereta berkecepatan tinggi yang mampu melesat hingga kecepatan 500 km per jam. Konsep Aero Train ini digadang bakal menandingi kecepatan yang kini dijawarai oleh Shanghai Maglev yang punya kecepatan 430 km per jam.

Baca Juga: Tiga Tahun Lagi Cina Luncurkan Kereta Maglev Berkecepatan 600 Km Per Jam

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (26/4/2018), desain Aero Train ini sendiri terinspirasi dari burung albatros, salah satu jenis burung laut besar. Dengan menggunakan desain ini, kedua negara penghasil kereta cepat ini mempercayai bahwa mampu mencuri perhatian publik. Selain cepat, desainnya pun sangat menarik perhatian.

Menurut Lai Chenguang, seorang profesor dari Chongqing University of Technology menyebutkan bahwa pembuatan dan uji coba Aero Train versi pertama dan kedua ini telah dilakukan di Jepang. Semisal rampung kelak, kereta ini akan memangkas estimasi perjalanan dari Tokyo menuju Osaka, yang semula membutuhkan waktu dua setengah jam, menjadi satu jam saja.

Menggunakan dasar teknologi yang sama seperti Shanghai Transrapid, Aero Train ini pun mengaplikasikan gaya levitasi magnetik (maglev), yang menjadikan kereta tidak berjalan di atas rel. Adapun kehadiran sayap yang menyerupai huruf U ini membuat kereta lebih aerodinamis.

Menurut laporan dari Industry Leaders, kereta Shanghai Transrapid terkesan tidak efisien dan memiliki biaya pengoperasian yang diatas ambang, karena adanya hambatan angin yang khas di antara bagian bawah kereta maglev dan rel.

Baca Juga: Whoosh! Inilah Lima Kereta Tercepat di Dunia, Proyek di Indonesia Ada di Peringkat Berapa Ya?

Tidak bisa dipungkiri, Cina memang salah satu eksportir kereta cepat ke seluruh dunia. Ini merupakan bagian dari program “Belt and Road Initiative”, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan hubungan perdagangan dan infrastruktur dengan negara-negara dari Asia ke Afrika.

Pada kesempatan yang sama, Lai Chenguang mengemukakan bahwa desain Aero Train yang menyerupai burung albatros ini pun mengadopsi teknik terbangnya, yaitu Dynamic Soaring untuk mencapai elevasi antara massa udara dengan kecepatan yang berbeda. Unik ya!

Tak Ada Lagi ‘Duty Free Shop’ di Bandara New Delhi

Sebelum keluar dari area imigrasi atau saat berada di area transit, umumnya para pelancong dirgantara senang berjalan-jalan di seputaran toko bebas pajak, alias duty free shop. Maklum di retail ini harga yang ditawarkan konon bisa lebih murah, lantaran tak ada pengenaan pajak penjualan. Namun buat Anda yang ingin belanja di Bandara New Delhi, India, kini harus lebih cermat.

Baca juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara!

Pasalnya, bandara internasional di Ibu Kota India kini punya kebijakan baru. KabarPenumpang.com merangkum dari timesofindia.indiatimes.com (23/4/2018),penumpang pesawat mau tak mau harus mengeluarkan uang lebih untuk membayar pajak barang yang dibelinya di bandara.

Hal ini dikatakan oleh Authority for Advance Ruling (AAR), disebutkan bahwa gerai Duty Free di bandara Delhi tidak lagi bebas dari bea di bawah rezim baru. Padahal sebelumnya untuk belanja di Duty Free benar-benar dibebaskan dari pungutan pajak penjualan pusat dan pajak pertambahan nilai.

Ini dikarenakan penjualan dari toko-toko tersebut sebagai ekspor dan pasokannya terjadi di luar perbatasan bea cukai India. AAR dalam keputusannya baru-baru ini memberitahukan, bahwa pasokan barang kepada penumpang yang pergi keluar negeri dari toko Duty Free berada di luar perbatasan bea cukai India dan ada di bawah GST Act Terpadu.

Keputusan ini dianggap sebagai tanggapan terhadap aplikasi yang diajukan oleh Rod Retail Private Ltd yang memiliki gerai ritel di Terminal 3 keberangkatan internasional Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi.

“Outlet tersebut bukan di luar India tetapi hal yang sama ada di wilayah India sebagaimana didefinisikan dalam Bagian 2 (56) UU CGST, 2017 dan Bagian 2 (27) dari Undang-undang Bea Cukai, 1962, dan karenanya pemohon adalah tidak mengambil barang dari India dan karenanya persediaan mereka tidak dapat disebut ekspor berdasarkan Bagian 2 (5) dari Undang-Undang IGST, 2017, atau pasokan nol dinilai berdasarkan Bagian 2 (23) dan Bagian 16 (1) dari IGST Act, 2017. Dengan demikian, pemohon diharuskan membayar GST dengan tarif yang berlaku,” ujar putusan hasil tanggapan.

Mitra AMRG dan Rekanan Rajat Mohan mengatakan putusan itu akan membuat toko-toko ini tidak kompetitif melalui-yang-berada di luar bandara. Vonis ini akan membawa toko-toko bebas bea sejajar dengan toko-toko lain dan menghilangkan insentif bagi toko-toko tersebut untuk beroperasi di luar stasiun bea cukai setelah membayar sewa yang mahal.

Baca juga: “Kempa,” Robot Humanoid Khas India Hadir di Bandara Bengaluru

“AAR telah memungut retribusi GST pada premis pasokan yang tidak diambil di luar India oleh toko bebas bea dan karena tidak memenuhi syarat sebagai ekspor. Interpretasi yang sempit seperti di atas akan memerlukan peningkatan harga dan ketidakkaitan terkait untuk toko-toko Duty Free, yang merupakan penghasil devisa untuk India,” ujar Ernst and Young Pertenr Abhishek Jain.

Langkah yang diambil oleh AAR ini berdampak pada pengalaman belanja penumpang yang sama dengan saat belanja di luar karena harga Duty Free dengan di luar bandara menjadi tak berbeda.

Telat Sosialisasi, Batik Air Buka Penerbangan Jakarta ke Kinabalu

Sebagai airlines andalan Lion Air Group dengan layanan premiumnya atau full service, Batik Air telah membuka rute internasionalnya ke Kinabalu, Malaysia sejak 20 Desember 2017 kemarin. Penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Kota Kinabalu ini memiliki dua kali penerbangan dalam seminggu.

Baca juga: Thai Lion Tambah Frekuensi dari Don Mueang ke Soekarno-Hatta

Jadwal penerbangannya yakni setiap Rabu dan Minggu dengan frekuensi satu kali sehari baik dari Jakarta maupun Kinabalu. Keberangkatan dari Jakarta pukul 01.00 WIB dan tiba di Kinabalu pukul 05.00 waktu setempat. Sedangkan penerbangan dari Kinabalu pukul 06.00 waktu setempat dan tiba di Jakarta pukul 07.55 WIB.

Adanya rute dari Jakarta menuju Kinabalu ini, tujuannya untuk menarik lebih banyak turis ke Indonesia dari kota di Malaysia ini ataupun sebaliknya. Capt. Achmad Lutfie, CEO Batik Air mengatakan, pada 26 April 2018 memperkenalkan kembali salah satu destinasi internasional menuju Kinabalu.

“Khususnya traveler, wajib mengunjungi dan sangat sayang bila dilewatkan begitu saja. Batik Air sangat memberikan apresiasi penuh atas antusiasme pelanggan dari Indonesia ke Kinabalu dan sebaliknya. Batik Air senantiasa menyediakan pilihan perjalanan terbaik bagi pelanggan, dalam bisnis atau berwisata. Kami memiliki keseriusan untuk selalu menghadirkan rute-rute yang sangat potensial bagi masyarakat. Rute regional ini mampu berkontribusi terhadap peningkatan mobilitas arus orang, barang, sektor perekonomian, sosial budaya dan pariwisata,” ujar Achmad melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (26/4/2018).

Nantinya, pelanggan yang terbang dari Jakarta juga akan memiliki koneksi lanjutan dengan penerbangan Lion Air Group atau Malindo Air ke kota lainnya. Kini, Lion Air Group juga memberikan lebih banyak pilihan tujuan wisata serta bisnis di kedua negara.

Kinabalu mempunyai banyak tempat wisata yang mempesona. Kota Kinabalu merupakan ibu kota Sabah, Malaysia Timur, sangat popular terutama wisata alam dan bahari. Tujuan wisata terkenal ialah Gunung Kinabalu yang berbalut hutan hujan tropis di Taman Nasional Kinabalu. Berkunjung ke Kinabalu, wisatawan juga berkesempatan untuk berbelanja, karena kota ini dikenal sebagai sentra perbelanjaan dan industri.

Tak hanya itu pelaku bisnis lokal sudah dikenal lama dengan mengembangkan sumber daya alam sebagai salah satu kekayaan yang patut dipertahankan untuk memikat pengunjung dari luar. Sementara Jakarta telah menawarkan pusat perekonomian dan pemerintahan Indonesia, telah melekat bagi pengunjung sebagai tujuan wisata metropolitan.

Baca juga: Pulau Miangas, Garda Terdepan Yang Eksotis di Utara Indonesia

“Batik Air berharap, kini para pelanggan setia yang ingin bepergian menuju Kota Kinabalu menggunakan pelayanan kelas premium bisa terakomodasi dengan baik dengan kenyamanan lebih selama penerbangan. Pelanggan dapat menikmati fasilitas in-flight entertainment, in-flight newspaper, in-flight meal dengan jarak antarkuris (seat pitch) luas,” papar Achmad.

Mampu Menahan Terjangan Angin 140 Km Per Jam, Inilah Karakteristik Garbarata

Hadirnya garbarata atau yang akrab disebut aerobridge di dunia aviasi global ini tentu membawa kemudahan tersendiri kepada para penumpang. Mereka tidak harus berpanas-panasan atau kehujanan ketika berjalan di tarmak untuk masuk ke dalam pesawat. Selain itu, garbarata ini sendiri bisa dibilang sebagai salah satu faktor yang mengindikasikan kemajuan sebuah bandara.

Baca Juga: Duel Garbarata dan Tangga Manual: Siapa Yang Akan Menang?

Nah, jika diperhatikan, garbarata sendiri memiliki bagian berkerut pada bagian ujungnya. Bagian ini juga merupakan salah satu partisi yang menggunakan material non-metal di jet bridge itu sendiri. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman quora.com, ternyata bagian yang menyerupai alat musik akordeon tersebut berfungsi untuk melindungi penumpang dari faktor cuaca seperti panas, hujan, angin, dan salju, dan faktor lain seperti jet blast mesin pesawat, suara bising dan debu.

Dapat dibayangkan jika garbarata yang terbuat dari mayoritas material metal, bertemu dengan body pesawat yang juga terbuat dari bahan metal? Tentu akan sulit untuk mengkoneksikan keduanya, bukan? Hadirnya bagian fleksibel tersebut pun dapat melindungi suhu di dalam garbarata sendiri, sehingga dapat mengikuti suhu di dalam ruang tunggu dan kabin penumpang.

Sumber: istimewa

Sekedar informasi, teknologi canggih garbarata atau jet bridge yang saat ini banyak digunakan diciptakan oleh Frank Der Yuen, dan digunakan pertama kali pada tanggal 26 Juli 1959 di Bandara San Francisco, Amerika Serikat. Garbarata ini sendiri menggunakan sistem Electro Mechanical yang dikendalikan pada sebuah control console (monitor Control Desk) yang berada di kabin dan dilengkapi dengan CCTV untuk memantau keadaan di sekitar garbarata. Sistem kendali ini menginterintegrasikan peralatan keselamatan dan alat sistem kendali elektronik.

Patut diketahui, tidak semua jadwal penerbangan dapat menggunakan fasilitas garbarata, dengan dalih keterbatasan parking stand. Garbarata sendiri dibangun dengan ketahanan terhadap angin yang sudah ditentukan sebelumnya, yaitu 140 km per jam ketika tidak beroperasi, dan 90 km per jam ketika tengah beroperasi.

Baca Juga: Video Garbarata Berhantu di Phuket Menjadi Viral di Media Sosial

Si belalai penghubung ruang tunggu dan mulut pesawat ini pun harus mampu menahan beban lebih dari lantai dan atap yang disebabkan oleh pergerakan penumpang, sebesar 200 kg/m2 dan 100 kg/m2. Tahukah Anda bahwa ternyata garbarata tidak hanya ada di dunia aviasi saja? Ya, fasilitas tambahan ini pun dapat Anda temui di pelabuhan, walaupun bentuknya berbeda.

Bagaimana Cara Kerja Lokomotif Diesel Elektrik? Cek Jawabannya di Sini!

Kendati dunia perkeretaapian global tengah diramaikan oleh armada bertenaga listrik yang digadang-gadang rendah emisi, namun bukan berarti kereta diesel elektrik (listrik) kehilangan pamornya. Dewasa ini, masih banyak armada kereta api dari berbagai penjuru dunia yang menggunakan kereta bertenaga hibrida semacam ini. Lalu terbesit sebuah pertanyaan, bagaimana bisa sebuah moda seperti kereta dapat beroperasi dengan menggunakan dua tenaga secara bersamaan?

Baca Juga: Kereta Listrik Diesel Keluaran Siemens, Solusi Pertumbuhan Populasi di Amerika

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman midcontinent.org, pengapian bahan bakar diesel akan mendorong piston terhubung ke generator listrik. Sementara itu, daya listrik yang dihasilkan akan terhubung ke roda lokomotif. Seperti itulah kira-kira gambaran sederhana dari cara kerja mesin diesel elektrik. Adapun mesin jenis ini ditemukan oleh Dr. Rudolph Diesel dan dipatenkan pada tahun 1892.

Mengapa kereta menggunakan bahan bakar diesel? Sebenarnya, bahan bakar diesel telah menjadi bahan bakar pilihan untuk penggunaan lokomotif karena volatilitasnya yang lebih rendah ketimbang bahan bakar lain. Volatilitas di sini maksudnya adalah sifat kecenderungan bahan bakar untuk berubah fasa menjadi fasa uap. Tekanan uap yang tinggi dan titik didih yang rendah menandakan tingginya volatilitas.

Selain tingkat volatilitasnya yang rendah, alasan lain dibalik penggunaan bahan bakar diesel adalah biayanya yang relatif lebih rendah dan bukan termasuk barang yang sulit untuk dicari.

Lalu, bagaimana dua tenaga ini bisa saling bersinergi? Awal-awal, bahan bakar diesel (solar) di simpan di dalam tangki penyimpanan dan dikirim ke mesin oleh pompa bahan bakar listrik. Mesin diesel ini sendiri merupakan mesin pembakaran internal yang terdiri dari beberapa silinder yang terhubung ke poros engkol (crankshaft).

Ketika bahan bakar dinyalakan oleh kompresi yang kuat, maka piston pun akan terdorong naik-turun. Gerakan dari piston ini lalu akan memutar poros engkol.

Mesin diesel yang terhubung ke generator utama akan mengubah penggunaan tenaga, yang semula menggunakan tenaga diesel akan dikonversikan menjadi tenaga listrik. Setelah itu, listrik yang telah dikonversi tadi kemudian didistribusikan ke motor traksi melalui sirkuit yang dibentuk oleh berbagai komponen switchgear (panel distribusi yang menyalurkan beban ke panel-panel yang kapasitasnya lebih kecil).

Baca Juga: GE CC200, Lokomotif Diesel Elektrik Perdana di Indonesia, Ikut Sukseskan KTT Asia Afrika 1955

Para teknisi yang merancang mesin diesel-elektrik semacam ini mengontrol output daya lokomotif yang dikendalikan oleh arus medan eksitasi ke setiap belitannya dengan menggunakan throttle (yang dikendalikan secara elektrik). Semakin banyak bahan bakar yang disuntikkan ke silinder mesin, maka semakin meningkat pula output listriknya.

Setiap motor traksi secara langsung diarahkan ke sepasang roda penggerak. Penggunaan listrik sebagai “transmisi” untuk lokomotif jauh lebih andal ketimbang menggunakan transmisi mekanis dan kopling.

Jadi, sekarang sudah ada gambaran kan bagaimana kedua tenaga ini bisa saling bersinergi menggerakkan lokomotif?