Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara

Meski tak seriuh jalur kereta di Pulau Jawa, jalur kereta di Pulau Sumatera, khususnya jalur kereta Lampung menuju Palembang masih menunjukan denyut pelayanannya di tangan PT KAI, sebagai buktinya adalah tersedianya layanan KA Sriwijaya dan KA Rajabasa. Menengok dari sejarahnya, jalur kereta Lampung menuju Palembang bermula dengan tujuan mengangkut batubara sebelum mengangkut penumpang.

Baca juga: Stasiun Palmerah, Dulu Bernama Paal Merah yang Berarti Patok Merah

Stasiun kereta api di Lampung hingga Palembang ini masuk dalam Divisi Regional III Palembang, dulunya Divre III Lampung-Palembang. Jalur kereta ini menghubungkan stasiun Prabumulih di Bandar Lampung dan Kertapati di Palembang. Namun kini, kereta yang melalui jalur ini juga mengangkut penumpang tujuan Kertapati-Lubuklinggau dan Kertapati-Tanjungkarang. Jalur Lampung-Palembang ini sendiri diresmikan pada tanggal 1 November 1915 oleh Staatsspoorwegen op Zuid-Sumatra (ZSS).

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, mendapatkan bahwa setelah resmi, jalur ini kemudian pembangunannya diarahkan ke kota Palembang dan dibagi menjadi dua wilayah kerja yakni Lampung dan Palembang. Pada 22 Februari 1927, kedua kota ini kemudian akhirnya terhubung dengan ditandainya peresmian segmen ke arah Blambangan Umpu oleh kepala Jawatan Staatsspoorwegen (SS).

Diketahui, ZSS berhasil membangun jalur kereta api rute Lampung-Palembang sejauh 529 km dengan menggunakan lebar rel 1.067 mm. Kesuksesan ini kemudian menginspirasi SS menyusun masterplan untuk menghubungkan seluruh Sumatera dengan kereta api.

Sayangnya hal ini tak jadi dilakukan karena pada akhir tahun 1920-an, SS bangkrut akibat resesi setelah Perang Dunia I. Tak hanya mengenai sejarahnya, pada jalur ini ada cerita dimana kereta Lampung-Palembang, yakni kereta pengangkut batubara bertabrakan dengan kereta Limex Sriwijaya di kilometer 18 kelurahan Labuhanratu, Kedaton, Bandar Lampung. Kecelakaan tersebut terjadi pada 16 Agustus 2008 lalu dan menewaskan setidaknya delapan orang.

Hingga kini, jalur Lampung-Palembang masih dimanfaatkan juga untuk transportasi batubara dan kereta barang. Kereta batubara rangkaian panjang, populer disebut dengan istilah Babaranjang.

Baca juga: Stasiun Cibatu, Nuansa Vintage Yang Tak Lekang Ditelan Zaman

Pembuatan jalur kereta Lampung-Palembang ini hanya sampai di Kertapati dikarenakan berada tepat di pertemuan Sungai Ogan dan Sungai Musi. Sehingga ada kemungkinan Belanda sulit membuat jembatan melintasi Sungai Musi dari Kertapati menuju Palembang Kota.

Stasiun Kertapati sendiri merupakan stasiun kelas besar yang terletak di Kemas Rindo, Kertapati, Palembang. Berada di ketinggian +2 meter di atas permukaan laut dan merupakan salah satu dari dua stasiun di ujung Sumatera Selatan.

Lima Wanita Tangguh Jadi Masinis MRT Jakarta

Berbicara soal masinis, di Indonesia pekerjaan ini dikuasai hampir 100 persen oleh pria. Entah mengapa pekerjaan ini sepi dengan sosok wanita, padahal di luar negeri seperti India dan Jepang, seorang wanita yang menjadi masinis bukanlah hal baru lagi.

Baca juga: Progres MRT Jakarta Tak Terlalu Signifikan, Rolling Stock Terlambat Tiba Karena Kendala Cuaca

Bahkan beberapa diantaranya sudah menjadi pejabat di sistem perkeretaapian masing-masing meski memulai karir menjadi seorang masinis. Tahun 2014 lalu, kereta commuter (KRL) yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sempat memiliki sembilan orang masinis wanita.

Tetapi kini tak lagi ada kabar terkait dengan masinis wanita di KRL. Ternyata, PT MRT Jakarta juga menghadirkan masinis wanita untuk menjalankan kereta mereka pada Maret 2019 mendatang. Diketahui ada lima orang masinis wanita dari 50 orang calon masinis yang ada saat ini. Dua diantaranya sudah lulus dari proses pelatihan dan pembelajaran di MRT Malaysia.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Agung Wicaksono mengatakan, masinis yang ada di MRT akan berbeda dengan yang ada di KRL maupun kereta api jarak jauh. Sebab, mereka hanya akan mengoperasikan buka tutup pintu, tetapi tidak memungkinkan untuk menjalankan kereta secara manual jika terjadi kendala pada sistem operasional dari pusat.

“Mereka ada lima orang, kita latih karena pekerjaan ini memerlukan banyak kecermatan. Dimana mereka juga harus bisa mengemudikan kereta ketika kondisi darurat,” ujar Agung saat ditemui KabarPenumpang.com di Metro Coffee, Rabu (28/3/2018).

Agung mengatakan, pemilihan masinis perempuan ini tidak ada pertimbangan khusus. Hal ini seperti dikatakan Direktur utama MRT Jakarta William Sabandar dimana mencari masinis wanita tak mudah karena lebih sulit dibandingkan pria. “Kita waktu lihat gimana waktu mencari masinis ini memang dunia lelaki. Sulit sekali mencari tenaga wanita. Kita coba mendorong ini bukan dunia yang hanya laki-laki, wanita juga bisa lakukan ini. Dibuktikan dengan adanya masinis wanita,” jelasnya.

Baca juga: PT MRT Jakarta Tambahkan Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis ke Jajaran Direksi

Agung juga menambahkan, untuk masinis wanita ini mereka didapat dari API (Akademik Perkeretaapian Indonesia) dn juga dari STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat). Mereka menjadi masinis setelah melalui tahapan tes dari pihak MRT Jakarta. “Kami melakukan tes sebelum menjadi masinis, nah mereka berlima itu kita dapatkan dari rangkaian tes tersebut. Mereka juga rata-rata lulusan D3 perkeretaapian,” kata Agung.

Dramatis! Maskapai ini Buang 30 Ton Bahan Bakar Demi Selamatkan Nyawa Penumpang

Ada banyak faktor yang dapat mengganggu kelancaran penerbangan Anda, mulai dari gangguan cuaca buruk, penumpang yang menyebalkan, hingga pesawat yang terpaksa melakukan pendaratan darurat. Hal ini pula yang menimpa penumpang China Eastern Airlines dengan nomor penerbangan MU587 pada Jumat (23/3/2018) kemarin. Penerbangan menuju New York tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat pasca salah satu penumpangnya memerlukan pengangan medis.

Baca Juga: Lakukan Pendaratan Darurat, Penumpang Southwest Airlines Dibuat Bingung dengan Sosok Misterius di Sayap

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, salah seorang penumpang berjenis kelamin wanita dalam penerbangan tersebut secara tiba-tiba mengalami gangguan pernapasan yang mengakibatkan dirinya sesak. Awak kabin yang menyadari hal itu langsung berusaha untuk memberikan pertolongan pertama dengan memindahkannya ke kelas bisnis dan memasangkan alat bantu pernapasan.

Namun pertolongan tersebut tidak membantu terlalu banyak dan wanita yang disinyalir berusia 60 tahun ini tetap berada dalam kondisi sulit bernapas. Sadar bahwa salah seorang penumpangnya butuh penanganan medis yang lebih, Capt. Gu Jian selaku pilot yang kala itu tengah bertugas memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat agar nyawa wanita yang tengah melakukan perjalanan dengan putrinya ini bisa selamat.

Sayangnya, bahan bakar dalam armada yang melakukan perjalanan dari Shanghai tersebut masih terlalu penuh untuk melakukan pendaratan darurat. Sebagai pemegang keseluruhan kendali dalam penerbangan ini, maka Capt. Gu Jian mengambil keputusan untuk membuang sebagian bahan bakar sehingga pesawat menjadi cukup ringan untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage di Alaska.

“Berat keseluruhan pesawat itu adalah 282 ton, jauh di atas berat pendaratan maksimum,” ungkap Capt. Gu Jian. “Ketika penumpang yang sakit membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, dengan alasan keamanan, pesawat harus turun (melakukan pendaratan darurat) dan membuang bahan bakar pada saat yang bersamaan,” imbuhnya. Adapun bahan bakar yang kala itu disemprotkan ke arah laut adalah sebesar 30 ton.

Baca Juga: Akibat Bau Kentut, Pesawat Transavia Lakukan Pendaratan Darurat di Wina

Ketika sudah memenuhi kriteria untuk melakukan pendaratan darurat, maskapai China Eastern Airlines pun tidak membuang waktu dan setibanya di darat, wanita ini pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan penangan lebih lanjut. Setelah kondisi dinilai kondusif , pesawat tersebut kembali melanjutkan penerbangannya setelah kurang lebih tertunda selama enam jam.

Setelah mendapatkan perawatan medis selama kurang lebih satu hari, penumpang wanita tersebut lalu melanjutkan perjalanan menuju New York bersama putrinya keesokan harinya.

Buat Pemburu Diskon Tiket Penerbangan, Garuda Indonesia Kembali Gelar GATF 2018 Phase I di Jakarta

Ada kabar baik bagi para pemburu tiket penerbangan dengan diskon khusus, pasalnya di awal April yang sebentar lagi akan dijelang, Garuda Indonesia bersama Bank Mandiri untuk kesekian kalinya bakal menggelar “Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2018” phase I yang dijadwalkan pada 6-9 April 2018 di Jakarta Convention Center (JCC).

Baca juga: Garuda Indonesia Rilis Program “Surprise Deal” Lewat Platform Website dan Mobile Apps

Hajatan yang banyak diburu para traveler ini sudah menjadi agenda tahunan, sejak dimulai pada 2008 antusias pengguna terus meningkat. Dalam GATF 2018, seluruh rute penerbangan Garuda Indonesia, baik domestik dan internasional dijual tanpa terkecuali. Tidak itu saja, Garuda Indonesia juga menawarkan rute yang belum dijalani sendiri, artinya di GATF 2018 calon pengguna jasa dapat memilih rute penerbangan dari maskapai mitra Garuda Indonesia di dalam Skytrax. “Kami akan mensingergikan 19 maskapai anggota Skytrax dalam pilihan penerbangan bersama Garuda Indonesia. Jadi kami tetap dapat memenuhi kebutuhan para pengguna jasa yang ingin terbang ke Amerika Serikat atau Rusia sekalipun, tidak ada masalah meski Garuda Indonesia belum mempunyai rute ke tujuan tersebut,” ujar Nina Sulistyowati, Director of Marketing & IT PT Garuda Indonesia dalam acara jumpa pers GATF 2018 di Hard Rock Cafe Jakarta (29/3/2018).

Nina menuturkan bahwa dari penyelenggaran event sebelumnya, hampir 70 persen tiket yang terjual adalah untuk tujuan internasional. Ini menyiratkan gairah berwisata dan mengenal daerah baru begitu tinggi di kalangan masyarakat Indonesia.

Sementara dari pihak Bank Mandiri, beragam promosi, berupa benefit yang menarik dikemas bagi pemegang kartu Mandiri Debet, Mandiri Kartu Kredit, bahkan sampai eMoney untuk transaksi kecil. Herry Gunardi, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri menyebutkan pengguna kartu kredit berhak mendapatkan penawaran cicilan 0% hingga 12 bulan, diskon 50% dengan fiestapoin, dan cashback hingga Rp2 juta pada transaksi di atas Rp10 juta, sampai jutaan GarudaMiles.

Dalam ajang kali ini, turut dilibatkan 40 mitra travel agent wisata dan umroh. Peran agen perjalanan ini yang nantinya akan memberikan promosi terintegrasi dengan paket wisata. GATF 2018 akan dibuka mulai pukul 10.00 dan ditutup pukul 21.00. Di setiap hari penyelenggaran pihak Garuda Indonesia akan menggelar happy hour, berupa diskon sampai 80 persen pada periode pukul 10.00 – 13.00 dan pukul 16.00-18.00 WIB.

“Dalam GATF 2018 yang berlangsung di 29 kota besar, secara nasional kami menargetkan total penjualan sebesar Rp531 miliar selama 3 hari pelaksanaan GATF 2018 phase I di masing-masing kota. Sementara khusus di Jakarta, target kami dapat menjual Rp285 miliar dengan mendatangkan 80 ribu pengunjung. Sebagai perbandingan, pada GATF 2017 phase II pada September 2017 di Jakarta, total penjualan mencapai Rp213,375 miliar dengan 60 ribu pengunjung,” tambah Nina.

Baca juga: Singapore AirShow 2018 – Garuda Indonesia Gandeng Thales Hadirkan In Flight Entertainment

Untuk masuk ke GATF 2018 pengunjung akan dipungut tarif Rp30 ribu per orang. Namun bagi nasabah Bank Mandiri yang membawa kartu kredit atau debet, tentu dapat masuk secara gratis.

Tindaklanjuti Masalah Malfungsi Roda Kereta, Indian Railways Siap Pasang Sensor Canggih!

Walaupun terkenal sebagai moda yang memiliki ketepatan tinggi pada estimasi waktu perjalanannya, namun bukan tidak mungkin kereta api mengalami keterlambatan ketika menempuh perjalanan. Sebut saja kerusakan pada rel hingga malfungsi roda kereta menjadi ancaman yang siap menghambat kereta tiba di stasiun tujuan tepat pada waktunya.

Baca Juga: Perkeretaapian India Siap Tinjau Kebijakan ‘Pay and Use’ Pada Toilet Stasiun

Maka dari itu, untuk meminimalisir kemungkinan tersebut, otoritas perkeretaapian India, The Indian Railways baru-baru ini mengutarakan bahwa pihaknya berrencana untuk memasang sensor yang akan mendeteksi kegagalan pada roda armadanya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indianexpress.com (25/3/2018), sensor ini akan menganalisa suara roda setelah mereka melintas trek. Dari suara yang berhasil ditangkap, sensor akan mendeteksi tingkat kerusakan yang terjadi pada roda tersebut.

Otoritas perkeretaapian India tersebut berhasil mencatat, setidaknya ada tujuh kasus kegagalan roda pada kereta penumpang setiap bulannya. The Indian Railways berharap, dengan dipasangkan sensor bernama Online Monitoring of Rolling Stock (OMRS) ini, mereka dapat menekan angka kegagalan kereta penumpang. Rencananya, sensor OMRS ini akan dipasang pada rute Mumbai – Surat di Western Railway (CR), Mumbai – Roha, dan Mumbai – Pune di Central Railway.

“Ini merupakan teknologi dari Eropa yang saat ini banyak digunakan untuk mendeteksi kegagalan roda kereta penumpang di banyak negara,” ungkap salah seorang pejabat senior The Indian Railways. “Penggunaan teknologi sensor ini akan membantu dalam segi pemeliharaan kereta api, juga sebagai tindakan preventif sebelum terjadi sebuah kecelakaan,” tandasnya.

Sebelum mengaplikasikan teknologi sensor OMRS di keseluruhan rute, pihak The Indian Railways akan melakukan uji coba terlebih dahulu di rute New Delhi – Panipat yang dioperatori oleh Northern Railway, dimana hasil dari uji coba tersebut akan diumumkan dalam jangka waktu dua bulan ke depan.

Baca Juga: Tinggalkan Makanan Beku, Kereta di India Tawarkan Menu Siap Saji dari Resto Ternama

“Kami telah mendatangkan sejumlah perangkat yang kini tengah diuji coba oleh Northern Railway. Uji coba ini sendiri terbagi dalam beberapa tahap, dan tahap 1 dari uji coba ini mencakup 25 rute lintasan,” papar pejabat tersebut. “Sedangkan untuk tahap 2 nanti, akan melibatkan lebih banyak rute, diperkirakan mencapai 40 rute,” imbuhnya.

Biaya pengadaan teknologi sensor ini sendiri menelan biaya sekitar Rs113 crore atau yang kurang lebih setara dengan Rp239 miliar.

Aira, Aplikasi Pembantu Penyandang Tuna Netra di Bandara

Bandara, menjadi salah satu tempat dimana keluar masuknya pelancong dengan menggunakan pesawat baik untuk berlibur atau hanya sekedar urusan bisnis. Namun, banyak sekali tanda dan arah yang terkadang membuat pengunjung maupun penumpang bingung dengan hal tersebut.

Baca juga: TripIt, Aplikasi Pemantau Panjang Antrean di Konter Keamanan Bandara

Hal ini saja sudah membuat bingung penumpang dengan penglihatan normal, bagaimana dengan pengunjung dan penumpang yang memiliki kekurangan dan keterbatasan penglihatan seperti para tuna netra? KabarPenumpang.com melansir dari laman king5.com (26/3/2018), bahwa kini ada aplikasi yang bisa membantu penyandang tuna netra buatan Aira.

Aplikasi ini mampu membantu mengarahkan penyandang tuna netra ke arah atau tujuan mereka di dalam bandara tersebut. Aplikasi ini untuk pertama kalinya digunakan di Bandara Internasional Seattle-Tacoma atau yang biasa di sebut Sea-Tac, Amerika Serikat.

Para penumpang penyandang tuna netra ini, dapat menggunakan aplikasi dari smartphone mereka yang terhubung dengan agent yang bisa membantu melalui streaming audio dan video. Agent memberikan peta bandara dan lokasi tempat orang-orang berkumpul di bandara. Kemudian kamera ponsel yang terhubung dengan kacamata khusus di arahkan kedepan sehingga gambar dari situasi bisa diberitahukan kepada penyandang tuna netra secara real time yang sedang terjadi saat itu.

Agent akan mengarahkan pengguna untuk berbelok ke kiri maupun ke kanan atau menggerakkan kamera untuk mendapakan pandangan yang lebih baik. Aplikasi buatan Aira ini bukanlah gratis, melainkan membebankan biaya bulanan ke pengguna.

Ternyata, tak hanya Aira, American Printing House juga memiliki aplikasi Blind’s yakni Nearby Explorer. Aplikasi ini adalah layanan pencarian jalan seluler dengan GPS yang dikembangkan khusus untuk pengguna dengan gangguan penglihatan atau penyandang tuna netra.

Aplikasi ini bisa digunakan di sekitaran Bandara Internasional Louisville. Aplikasi tersebut terkonektivitas dengan Bluetooth, data OpenStreetMap dan lebih dari 140 tanda di dalam terminal untuk memberikan panduan audio terperinci yang disampaikan melalui smartphone pengguna.

Baca juga: Di Bandara Schiphol, Calon Penumpang Bisa Pesan Makanan Online Yang Diantar via Kurir

Dengan Nearby Exlorer ini, pengguna bisa lebih interaktif melangkah baik itu ke konter check in, gate, toko maupun restoran di sepanjang bandara. Adanya aplikasi tersebut, memudahkan pelancong agar tidak harus selalu bergantung kepada penumpang lain ataupun petugas di bandara yang tidak selalu mudah ditemukan.

Nearby Explorer sekarang baru tersedia di perangkat iOS dan untuk Android akan menyusul. Untuk mendapatkannya bisa di unduh dari App Store dengan harga US$79,99 atau sekitar Rp1,1 juta.

Terima Boeing 737 MAX 9, Thai Lion Air Bakal Layani Rute Jarak Jauh

Selain dikenal sebagai pemain terbesar di Indonesia, Lion Air Group juga telah merambah layanan penerbangan berbiaya murah di Thailand lewat maskapai Thai Lion Air. Dan memperkuat armadanya, Thai Lion Air kini menambah koleksi pesawat terbaru dengan kedatangan Boeing 737 MAX 9.

Baca juga: Ekspansi di 2018, Lion Air Group Ajukan Pembukaan 68 Rute Baru Domestik dan Internasional

Boeing 737 MAX 9 pertama di dunia ini terdaftar dengan kode HS-LSH dan akan memasuki layanan komersial setelah diterbangkan langsung dari perusahaan Boeing di Seattle, Amerika Serikat ke Bandara Internasional Don Mueang Bangkok, Thailand.

KabarPenumpang.com merakum dari berbagai laman sumber, Boeing 737 MAX 9 ini juga memiliki satu lorong kabing dan mampu mengangkut 215 penumpang. Jarak tempat duduk yang luas memberikan kenyamanan kepada penumpang serta dilengkapi dengan Boeing Sky Interior dengan penyimpanan bagasi yang besar.

CEO Thai Lion Air dan Chairman Capt Darsito Hendro Saputro mengatakan, anak perusahaan Lion Air Group tersebut bangga mengoperasikan Boeing 737 MAX 9 pertama di dunia. Diperkirakan, Thai Lion Air akan menggunakan pesawat Boeing terbaru itu untuk ekspansi dengan membuka lebih banyak rute jarak jauh.

“Pesawat ini sangat cocok untuk mendukung bisnis kami yang sedang berkembang di Thailand. MAX 9 akan menjadi salah satu kekuatan armada Thai Lion Air untuk meningkatkan kapasitas transportasi saat membuka beberapa rute baru,” ujar Darsito melalui pernyataannya yang di kutip KabarPenumpang.com, Rabu (28/3/2018).

Presiden dan CEO Boeing Commercial Airplanes Kevin McAllister mengatakan, Lion Air adalah salah satu dari banyak grup maskapai penerbangan yang menggunakan pesawat lorong kabin tunggal (narrow body). Dia menambahkan, dengan menggunakan Boeing 737 MAX, Lion Air Group bisa lebih meningkatkan efisiensi industri penerbangan.

“Boeing 737 MAX 9, bisa mengurangi biaya operasional karena armada ini lebih efisien. 737 MAX adalah seri pesawat yang memiliki penjualan tercepat dalam sejarah Boeing,” klaim McAllister. Boeing 737 MAX 9 memiliki dua indentasi pada setiap winglet dan digabungkan dengan mesin CFM International LEAP-1B untuk mengurangi kebisingan. Konsumsi bahan bakar dan tingkat emisi pesawat diklaim 14 persen lebih rendah dari tipe 737 saat ini.

Lion Air Group adalah pembeli pertama Boeing MAX 9. Berbasis di beberapa negara Asia Tenggara, grup maskapai juga merupakan operator maskapai pertama yang menambahkan Boeing 737 MAX 8 ke dalam layanan operasinya.

Baca juga: Lion Air Hengkang dari INACA, Alasan Yang Belum Terungkap

Diketahui, Lion Air Group berkomitmen untuk mendatangkan 50 unit Boeing 737 series MAX 10. Grup ini juga memiliki tambahan pesanan 1.273 seri pesawat MAX yang menjadikannya sebagai salah satu operator terbesar di dunia. Thai Lion Air adalah salah satu maskapai penerbangan berbiaya rendah (LCC) di Lion Group yang didirikan pada tahun 2013, memiliki 12 jaringan domestik, dua penerbangan lintas negara (regional), dan lebih dari 20 tujuan internasional.

Lakukan Perjalanan ke Beijing, Beginilah Kelebihan dari Kereta yang Bawa Kim Jong-un

Perhatian publik dunia tertuju pada Beijing, Cina, Senin (16/3/2018) malam kemarin. Pasalnya, sebuah kereta asing berwarna hijau tua mengular di Negeri Tirai Bambu. Tidak ada yang aneh dari bentuk kereta tersebut, namun kepemilikannya yang lalu mencuri perhatian dunia. Ya, kereta tersebut sangat mirip dengan kereta pribadi yang biasa digunakan mendiang pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il.

Baca Juga: Mewah Bak Limousine, Berlapis Baja Laksana Tank, Inilah Kereta Diktator Korea Utara

Tapi pada kesempatan ini, kami tidak akan membahas tentang maksud dari kedatangan Kim Jong Un, Presiden sekaligus diktator asal Korea Utara ini ke Cina, melainkan kereta yang digunakannya. Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya, kereta ini bukanlah sembarang kereta. Banyak rumor yang menyebutkan bahwa kereta ini dilapisi oleh baja, sehingga tidak heran jika selongsong peluru tidak bisa melubangi body dari kereta berwarna hijau pekat ini.

Berikut, KabarPenumpang.com himpun beberapa fakta menarik dari kereta yang pernah mengangkut mendiang Kim Jong Il menuju Rusia beberapa bulan sebelum kematiannya pada 17 Desember 2011, dikutip dari laman nytimes.com (27/3/2018).

Lebih Tahan Terjangan Peluru
Ya, seperti yang sudah disinggung di atas, kereta yang menarik 21 gerbong ini memang dilapisi oleh baja sehingga kebal terhadap tembakan. Namun, penggunaan baja untuk melapisi body dari rangkaian kereta ini berimbas pada bobot masing-masing gerbong yang menjadi lebih berat. Ketika bobot bertambah, maka secara otomatis kecepatan dari kereta pun akan berkurang. Diketahui, kereta ini hanya mampu melaju dengan kecepatan maksimum 37mph atau yang setara dengan 59,6km/jam.

Sumber: istimewa

Interior yang Sangat Nyaman
Kendati bagian luarnya sangat kuat, namun berbanding terbalik dengan interiornya. Hal ini diketahui dari hasil liputan media setempat yang mendapat kesempatan untuk meliput bagian dalam dari kereta diktator Korea Utara ini. Dalam siaran yang tayang pada tahun 2015 silam, terlihat Kim Jong-Un tengah duduk di sebuah kursi mewah, dan memimpin sebuah rapat di sebuah gerbong makan.

Di dalam tayangan tersebut, tampak pula interior gerbong yang dilapisi oleh kayu berwarna putih, layaknya di sebuah ruang pertemuan, lengkap dengan televisi dan kursi rapat yang terlihat empuk.

Baca Juga: Berpendingin Es Balok, Inilah Kereta Kepresidenan Soekarno

Pelayanan Ekstra Selama Perjalanan
Sebagai seorang diktator, ayah dari Kim Jong-Un, Kim Jong-Il tergolong cukup unik. Pasalnya, ia takut untuk menggunakan pesawat ketika melakukan perjalanan jauh, maka dari itu ia lebih memilih untuk menggunakan kereta pribadinya untuk melakukan perjalanan kemana pun. Namun jangan salah, kendati nilai prestise yang ditawarkan oleh kereta tidaklah setinggi pesawat, tapi kelengkapan di dalamnya sangatlah lengkap. Mulai dari teknologi komunikasi modern, puluhan staf yang siap melayani, hingga pramugari wanita yang bertugas untuk menghibur sang diktator.

Progres MRT Jakarta Tak Terlalu Signifikan, Rolling Stock Terlambat Tiba Karena Kendala Cuaca

Progres pengerjaan jalur Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta terlihat tak terlalu signifikan, hingga kini totalnya 92,50 persen dengan pembagian 95,83 persen di underground dan 89,19 persen di elevated. Apalagi ditambah Rolling stock atau kereta MRT terlambat datang yang seharusnya tiba akhir Maret menjadi awal April 2018 mendatang.

Baca juga: PT MRT Jakarta Tambahkan Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis ke Jajaran Direksi

Direktur Utama MRT William Sabandar mengatakan, keterlambatan ini bukannya disengaja, melainkan karena adanya cuaca buruk dalam perjalanan dari Jepang. “Harusnya kereta sudah sampai akhir Maret ini, kendalanya ada cuaca buruk di Laut Cina Selatan, sehingga kereta terlambat sampai di Jakarta. Kemungkinan awal April kereta ini sudah bisa sampai di depo Lebak Bulus,” ujar William di Metro Coffee, Rabu (28/3/2018).

Fakta terbaru yang didapatkan KabarPenumpang.com adalah pemasangan screendoor di undergroud sudah dimulai. Sabandar mengatakan, pemasangan screendoor yang sudah jelas terlihat yakni di Stasiun Senayan.

“Stasiun Senayan sudah jelas terlihat pemasangan screendoornya dan kacanya sudah ada. Untuk stasiun lainnya dalam tahap pemasangan seperti di Dukuh Atas ini,” ujarnya lagi.

Saat ini kereta yang dikirim dari Jepang sebanyak dua rangkaian, untuk rangkaian ketiga hingga 16 masih dalam proses manufaktur. Sabandar mengatakan, kereta lain akan menyusul pengirimannya pada Juni 2018 mendatang.

Terkait dengan adanya Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Silvia Halim mengatakan, pengerjaan MRT akan terus berjalan untuk bagian underground sedangkan untuk elevated atau di atas akan meminimalisir pengerjaan atau dihentikan sementara.

“Underground ini tidak terganggu, sehingga pengerjaan akan tetap berjalan. Untuk yang elevated mungkin kita akan meminimalisir pengerjaannya. Soalnya kita juga tidak mau mengganggu proyek pengerjaan,” ujar Silvia kepada KabarPenumpang.com di stasiun MRT Dukuh Atas.

Baca juga: PT MRT Jakarta Tambahkan Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis ke Jajaran Direksi

Dia menambahkan, pengerjaan tersebut tetap terlaksana, sebab ada target untuk selesai dan beroperasi pada Maret 2019 mendatang. Diketahui, untuk proses pengerjaan depo Lebak Bulus saat ini sudah siap untuk menerima rolling stock MRT, meski masih dalam tahap penyelesaian workshop dan railwaysistem.

“Depo kita sudah siap menerima rolling stock, saat ini hanya tinggal penyelesaian workshop dan railwaysistem,” tutur Silvia.

Muncul Asap di Kabin, 129 Penumpang Globus Airlines Turun Lewat Slide Darurat

Kabin tiba-tiba dipenuhi asap, 129 orang penumpang untungnya dapat menyelamatkan diri setelah berhasil keluar dari dalam pesawat Globus Airlines. Inilah kejadian dramatis yang terjadi di Bandara Domodedovo Moskow pada Selasa (27/3/2018) kemarin.

Baca juga: (Lagi) Kasus Ponsel Meledak, Kali Ini Dialami Air Canada Flight 101

KabarPenumpang.com melansir dari laman eturbonews.com (27/3/2018), dimana penerbangan dengan nomor GH-173 dari Moskow tujuan ke Novosibirsk, Rusia, harus batal take off atau lepas landas. Hal ini dikarenakan saat akan lepas landas, pilot pesawat Boeing 737-800 tersebut melihat kumpulan asap di kokpitnya.

Kemudian membuat seluruh landasan di blokir sementara dan penumpang diharuskan turun meninggalkan pesawat melalui slide darurat. Evakuasi penumpang dalam kabin berlangsung dalam kegelapan total dan hanya di terangi oleh lampu kedap kedip dari kendaraan darurat terdekat dan lampu darurat di kabin.

Juru bicara Globus Airlines mengatakan dari 129 penumpang dan tujuh orang awak kabin tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut. Diketahui dari penyelidikan awal, asap tersebut ditimbulkan karena air yang masuk ke sistem pendingin atau AC pesawat. Sedangkan sumber layanan darurat Moskow mengatakan, keadaan darurat tersebut juga bisa diakibatkan karena adanya arus pendek. Untungnya insiden ini tidak mengganggu penerbangan lain di bandara Domodedovo.

Kejadian serupa juga pernah terjadi pada pesawat Allegiant Air, dimana saat akan mendarat di Bandara Internasional Fresno Yosemite, California, asap tiba-tiba muncul dan memenuhi kabin pesawat. Asap ini mengganggu penumpang dan membuat panik.

Asap ini membuat penumpang batuk dan mereka kemudian menutup wajah dengan pakaian yang dikenakan. Setelah mendarat, pemadam kebakaran langsung masuk ke kabin dan mengevakuasi penumpang serta mencari sumber asap tersebut. Untungnya 150 penumpang dan enam awak kabin selamat tanpa luka sedikitpun. Asap tersebut diketahui karena adanya masalah teknis.

Selain itu, pesawat terbang milik Filipina juga terpaksa kembali ke bandara Manila setelah adanya asap yang muncul di kabin. Pesawat yang mengangkut 235 penumpang tersebut sebenarnya akan terbang ke bandara Haneda di Tokyo, Jepang.

Baca juga: Terjebak Kebakaran di Kendaraan, Jangan Panik, Ini Cara Gunakan APAR

Namun, pada 20 menit penerbangan, awak kabin melihat ada asap yang muncul dan terpaksa kembali ke bandara dan dilaporkan semua penumpang dan awak kabin selamat. Pesawat jenis A340-300 tersebut akhirnya tidak meneruskan penerbangan dikarenakan masalah teknis.

Para penumpang kemudian melanjutkan penerbangan mereka pada sore harinya dengan pesawat pengganti.