KNKT Bocorkan Rahasia Pilih Bus Wisata Yang Berkeselamatan

Sebagai lembaga non struktural yang bertujuan untuk mewujudkan keselamatan transportasi, sudah menjadi satu kewajiban Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memberikan beragam himbauannya terkait dengan misi dari lembaga yang berada dan bertanggungjawab kepada Presiden ini. Dalam acara bertajuk Forum Tematik Bakohumas yang diadakan pada Kamis (22/3/2018) di Hotel Orchardz Pangeran Jayakarta, pihak KNKT memaparkan beberapa tips untuk memilih bus wisata yang berkeselamatan.

Baca juga: KNKT – Standar Karet Rem Indonesia Mengaju Pada Jerman

Berdasarkan pantauan KabarPenumpang.com di lapangan, pihak KNKT membagi dua faktor yang dapat menunjang keselamatan tidak hanya ketika menggunakan bus wisata, pun kendaraan pribadi. Di sini, faktor kendaraan dan pengemudi memegang peranan penting dalam menunjang aspek keselamatan tersebut.

Pihak KNKT memaparkan bahwa sebelum memilih bus wisata, para penyewa bisa melakukan pengecekan terhadap kelaikan moda, mulai dari body kendaraan yang tidak keropos, kembang/tapak ban tidak dalam kondisi gundul, kaca depan yang tidak mengalami keretakan, hingga sistem lampu yang berfungsi dengan baik (lampu depan, rem, sein, mundur, dan lampu parkir).

Tidak hanya itu, dalam acara yang turut pula mengundang Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Bakohumas, Haryo Satmiko selaku Wakil Ketua KNKT pun menghimbau agar para calon penyewa bus wisata memperhatikan keberadaan dari instrumen penjunjang keselamatan, seperti kotak P3K, palu pemecah kaca, APAR, dan pintu darurat dalam bus yang hendak disewa tersebut. Tidak lupa, Haryo juga menambahkan bahwa sabuk pengaman (safety belt) harus berfungsi dengan baik. Maksudnya, ketika safety belt akan tersangkut ketika dihentakkan secara tiba-tiba.

Selain faktor kendaraan, kelaikan dari SDM-nya sendiri pun tidak boleh luput dari perhatian para penyewa. Mulai dari kehadiran pengemudi cadangan dan pembantu pengemudi yang menggunakan seragam resmi, hingga pengemudi dan pembantu pengemudi berada dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.

Baca juga: Kecelakaan Terus Berulang, Rekomendasi KNKT Sebagian Besar Tak Diindahkan

Apabila penyewa menemukan kondisi-kondisi yang tidak lazim selama berkendara, seperti pengemudi memainkan ponsel selama berkendara, pengemudi enggan bertukar posisi dengan pengemudi cadangan setelah berkendara lebih dari 4 jam, hingga pengemudi yang beristirahat di dalam kendaraan, pihak penyewa berhak melaporkan temuan tersebut kepada pihak PO bus terkait.

Tak Perlu ke Singapura, di Indonesia juga ada “Merlion”

Ada ungkapan yang menyebut, bahwa Anda belum sah ke Singapura jika belum menyempatkan berfoto di samping Merlion yang terletak di kawasan Marina Bay. Ya patung maskot Singapura ini menggambarkan perpaduan antara ikan duyung dan singa, dimana bagian bawahnya berbentuk ikan yang memiliki sirip, sedangkan kepalanya berbentuk singa jantan. Tapi jangan salah, ternyata Merlion berwarna putih yang menyemburkan air mancur tersebut bukan hanya ada di Singapura saja.

Baca juga: Pulau Sentosa, Eks Benteng Militer Yang Mendunia Karena Wisata

Memang lokasinya jauh dari Jakarta, tapi faktanya memang ada patung Merlion di kota kecil di Provinsi Kalimantan Timur tepatnya di Bontang. Letak posisinya juga tak jauh berbeda yakni sama-sama di pinggir dekat perairan atau bisa dikatakan di tepi laut. Patung Merlion tersebut bukan sembarang atau sengaja di pasang begitu saja. Namun, pemasangan patung Merlion ini dikarenakan restoran adanya patung tersebut bernama Cafe Singapore.

Meski lebih kecil ukurannya dibanding di Singapura, patung Merlion ini juga menjadi salah satu destinasi para pelancong yang berkunjung ke Bontang. Biasanya para pelancong menyasar hingga ke restoran ini karena rasa penasarannya dibandingkan lapar atau menghabiskan waktu di kafe.

Sambil menikmati makanan serba seafood karena terletak di pinggir pantai, pelancong bisa merasakan desiran suara ombak dan berfoto dari berbagai sudut bersama Merlion yang berdiri gagah di kafe tersebut. Sebenarnya, kota Bontang juga tak kalah indahnya dengan Singapura, memiliki wilayah pesisir dengan wisata pantai yang bersih dan berpasir putih.

Bontang sendiri juga dikenal dengan tiga perusahaan besar yakni gas alam (Badak NGL), Pupuk dan amoniak (Pupuk Kalimantan Timur) dan batubara (Indominco Mandiri). Untuk sampai ke Bontang, para pelancong bisa naik pesawat menuju bandara Sepinggan di Balikpapan.

Kemudian meneruskan dengan mobil travel dengan waktu tempuh sekitar enam sampai delapan jam perjalanan dan hanya membayar ongkos Rp175 ribu. Tetapi sebenarnya bisa menggunakan penerbangan dari Bandara Sepinggan menuju Bontang yang memakan waktu sekitar 40 menit menggunakan pesawat milik PT Pupuk Kaltim atau Badan NGL. Sayangnya hanya ada penerbangan pagi dan siang serta penumpang umum bisa menggunakannya dengan tarif penerbangan sekitar Rp1,3 juta.

Baca juga: Sriwijaya Air Group ‘Sapa’ Tiga Kota di Kalimantan Barat

Untuk menikmati kota bontang sendiri, pelancong bisa menggunakan taksi, ojek maupun angkutan kota untuk berkeliling. Selain itu pelancong juga bisa menyewa kendaraan untuk menikmati Bontang dan menikmati Merlion Singapura rasa Indonesia tersebut.

PT MRT Jakarta Tambahkan Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis ke Jajaran Direksi

Lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2017 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2018 yang berlangsung hari ini (21/3) menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan PT MRT Jakarta Tahun Buku 2017. Dalam rapat tersebut, disetujui pula penambahan organisasi direksi, yaitu Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis. Juga, penambahan satu komisaris. Dewan Komisaris akan menunjuk salah satu direksi untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis.

Baca Juga: Jelang Asian Games 2018, Pekerjaan MRT Jakarta Dibekukan Sejenak

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari siaran pers (21/3/2018), Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan apresiasi atas capaian MRT Jakarta sampai saat ini. “Kami juga memberi apresiasi pada kerja komisaris dan direksi yang sudah bekerja keras untuk memastikan pekerjaan sesuai target, jadwal, dan anggaran sehingga saat ini proyek MRT Jakarta memiliki kualitas yang prima,” kata Sandiaga. “Kami juga berharap agar saat ini, pekerjaan pembangunan tetap dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja dan nantinya, ketika sudah beroperasi pada Maret 2019, aspek keselamatan penumpang juga tetap menjadi prioritas,” lanjut Sandiaga.

Dalam laporan tahunannya, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, menyampaikan perkembangan pembangunan konstruksi MRT Jakarta fase 1. “Per 28 Februari, kita sudah mencapai total 91,86 %,” urainya sambal menunjukkan sejumlah gambar perkembangan di area depo dan stasiun bawah tanah. “Sedangkan untuk fase 2, kami rencanakan untuk groundbreaking pada Desember 2018,” ungkap ia. “Kami juga membentuk Operation Readiness Working Group untuk mengidentifikasi, membahas, dan mengoordinasi serta memberikan analisis terkait isu yang terjadi di lintas bidang guna memastikan penyelesaian target konstruksi dan kesiapan operasi Maret 2019 mendatang,” lanjut William.

Baca Juga: PT MRT Jakarta Siap Jajal Pembangunan Fase 2, Tapi….

Hadirnya MRT Jakarta adalah terobosan baru bagi transportasi publik di kota ini. Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan salah satu solusi mengatasi kemacetan, dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Segera Terapkan E-Ticketing di Pelabuhan Air Putih-Sungai Selari, Inilah Alasan Pemda Bengkalis

Dalam waktu tak lama lagi, persisnya pada pertengahan Mei 2018, layanan Elektronic Ticketing (E-Ticketing) dijadwalkan akan dioperasikan pada Pelabuhan roro Air Putih-Sungai Selari. Maka lintasan ferry Air Putih-Sungai Selari menjadi yang kedua di Tanah Air dalam penerapan E-Ticketing di jasa penyeberangan lintas pulau, sebelumnya sistem E-Ticketing dari PT Mata Pensil Globalindo telah sukses diterapkan pada lintasan Merak-Bakauheni.

Baca juga: Pemda Bengkalis – Pelabuhan Roro Air Putih-Sungai Selari Segera Terapkan Sistem E-Ticketing 

Tentu ada alasan strategis dibalik penerapan E-Tickting di Pelabuhan roro Air Putih-Sungai Selari. Dikutip KabarPenumpang.com dari humas.bengkaliskab.go.id (20/3/2018), Bupati Bengkalis Amril Mukminin menyebutkan alasan pihaknya memilih solusi E-Ticketing ini, “Setiap tahunnya, penggunaan penyeberangan roro terus meningkat. Dengan adanya E-Ticketing kami berharap dapat meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Bengkalis, dan tentunya mengurangi tingkat kebocoran, karena setiap orang maupun kendaraan tidak dapat lewat atau palang tidak terbuka jika tidak digesek dengan tiket,” ujar Amril Mukminin.

Amri menambahkan, banyak hal baru yang bisa kita ketahui setelah diluncurkan E-Ticketing, baik dari segi keamanan, efesiensi waktu juga akan lebih terjamin. Dalam pelaksanannya nanti, penggunaan automatic ticketing ini nantinya pada setiap penumpang akan memiliki sebuah kartu seperti ATM yang nantinya akan di pintu masuk yang telah tersedia di pelabuhan tersebut. “Sistem ini nantinya tidak akan menggunakan tiket yang disobek lagi, semuanya akan seperti penggunaan tiket jalan tol,” ungkapnya.

Menurut Bupati, peluncuran E-Ticketing ini memiliki banyak kegunaan baik dari keamanan, kenyamanan para pengguna, dan lebih cepat, serta jaminan terintegrasi. “Dengan diterapkan Automatic E-Ticketing pada pelabuhan penyebrangan roro Air Putih-Sungai Selari ini nantinya akan lebih aman, alasannya karena E-Ticketing ini memiliki sitem yang manifest, dan akan memproteksi semua kendaraan yang akan menggunakan penyeberangan roro ini,” ungkap Bupati.

Selain itu, solusi E-Ticketing di Bengkalis juga mengandalkan teknologi asli buatan Indonesia, hal ini dapat menghindari kecurangan yang telah terjadi pada penyeberangan roro di Air Putih-Sungai Selari, sehingga dalam satu hari daerah kita akan rugi jutaan rupiah.

“Automatic E-Ticketing juga lebih cepat, alasannya E-Ticketing ini juga telah mendapatkan validasi dari Amerika dan Jepang, bahkan setiap kapal yang akan bersandar di dermaga pelabuhan nantinya akan lebih tepat waktu, karena mereka harus menempelkan kartu pada deck yang telah tersedia pada kapal tersebut, sehingga jika terlambat beberapa menit saja, kapal tersebut akan terkena denda, dan ini adalah salah satu hal untuk menerapkan manajemen waktu penyeberangan kita,” papar Kepala Daerah Bengkalis itu.

Baca juga: Mengenal Jalur Ferry dan Pelabuhan Tanjung Kapal, Urat Nadi Transportasi di Pulau Rupat

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Djoko Edi Imhar mengatakan, Kabupaten Bengkalis sudah tiga tahun tidak menyesuaikan tarif penyebrangan. “Daerah lain sudah menyesuaikan. Sejalan dengan menerapkan E-Ticketing ini kita juga menyesuaikan penaikan tarif penyebrangan,” ungkap Djoko Edi Imhar.

Tingkatkan Keamanan Bus Sekolah, IMMI Kembangkan Fitur SafeGuards FlexPlus

Kehadiran bus sekolah memang memberikan kemudahan bagi setiap orang tua dan si anak sendiri. Selain si orang tua tidak perlu lagi repot mengantarkan anak sekolah, si anak pun tidak perlu takut terlambat untuk memulai pelajaran. Namun jika diperhatikan, sudahkah moda yang mengangkut anak sekolah ini memenuhi standar keselamatan? Mungkin beberapa dari armada ini sudah dilengkapi dengan sabuk pengaman yang menjadi salah satu instrumen keselamatan berkendara, tapi apakah itu saja sudah cukup?

Baca Juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman stnonline.com, sebuah organisasi yang berkecimpung di duia keselamatan transportasi, IMMI tidak pernah memalingkan perhatiannya dari perkembangan bus sekolah. Guna meningkatkan keamanan dari bus sekolah ini dari waktu ke waktu, IMMI terus mengawasi evolusi dari SafeGuards, tempat duduk khusus yang terpasang di bus sekolah. Tidak hanya itu, organisasi yang sudah bisa dibilang veteran di dunia keselamatan transportasi ini juga menciptakan kantung udara yang berfungsi jika suatu saat mengalami kecelakaan.

Sumber: schoolbusfleet.com

Melalui wakil presiden tekniknya, Nick Awabdy, IMMI menyebutkan bahwa pada musim panas ini mereka akan menyajikan beberapa terobosan yang dapat meningkatkan keselamatan para siswa. Menyangkut soal pengadaan kantung udara atau yang lebih dikenal dengan sebutan airbag ini, Nick mengatakan bahwa instrumen semacam ini menjadi sangat penting karena dengan hadirnya airbag, tingkat keselamatan para siswa yang berada di dalam bus sekolahan pun akan semakin meningkat. “Itu (pengadaan airbag) akan terjadi,” tutur Nick.

Tidak hanya airbag, IMMI pun turut mengembangkan SafeGuard FlexPlus, bangku yang secara khusus dikembangkan untuk mengingkatkan keselamatan dari bus sekolah. Dalam serangkaian uji coba yang diadakan IMMI pada kuartal empat tahun 2017 kemarin, Nick menggunakan dummy sebagai pengganti siswa yang menggunakan bus sekolah.

Dalam salah satu uji cobanya, sebagaian dummy dipasangkan sabuk pengaman, sedangkan sebagian lainnya tidak. Ketika sebuah truk menghantam bus sekolah dari bagian samping, tampak sebagian dummy terlempar keuar dari bangku, sedangkan dummy yang dipasangkan sabuk pengaman tetap berada di posisinya.

Baca Juga: Pelatihan Terhadap Pengemudi Bus Akan Meminimalisir Tingkat Kecelakaan

IMMI menuturkan bahwa dengan memasang SafeGuards FlexPlus pada bus sekolah, mereka menjamin semua siswa yang berada di dalam bus, baik yang menggunakan sabuk pengaman maupun tidak, akan selamat (tidak terlempar) ketika terjadi benturan keras akibat tabrakan seperti pada uji coba tersebut.

Pemda Bengkalis: Pelabuhan Roro Air Putih-Sungai Selari Segera Terapkan Sistem E-Ticketing

Ada kabar terbaru terkait sistem transaksi jasa pelayaran di Tanah Air, persisnya Kabupaten Bengkalis akan segera meluncurkan sistem automatic Elektronik Ticketing (E-Ticketing) pada penyebrangan roro Air Putih-Sungai Selari. Penerapan sistem tersebut akan dilaksanalan oleh PT Mata Pensil Globalindo, perusahaan swasta nasional yang sebelumnya telah sukses menerapkan sistem tersebut pada dua pelabuhan terbesar di Indonesia, yakni rute Merak-Bakauheni.

Baca juga: Dinas Perhubungan dan DPRD Bengkalis Jajaki Teknologi Automatic Vehicle Classification dari PT Mata Pensil Globalindo

Dikutip KabarPenumpang.com dari humas.bengkaliskab.go.id (20/3/2018), President and CEO PT Mata Pensil Globalindo, Romi Syaf Putra menjelaskan bahwa program E-Ticketing sangat tepat diluncurkan di Kabupaten Bengkalis, karena berdasarkan survei data dari Dinas Perhubungan kabupaten Bengkalis, setiap tahunnya penggunaan penyebrangan ferry roro terus meningkat. “Oleh sebab itu, kita berani untuk menginvestasikan program ini. Apalagi pada pembangunan E-Ticketing ini akan dilengkapi fasilitas yang terbaru baik dari sisi keamanan dan efesiensi waktunya,” ujar Romi.

Bupati Bengkalis Amril Mukminin saat menghadiri Ekspose Automatic E-Ticketing penyebrangan roro Air Putih-Sungai Selari, di Pekanbaru, mengatakan bahwa program Automatick E-Ticketing untuk penyebrangan roro Air Putih-Sungai Selari ditanggapi secara serius dari pejabat yang mengikuti ekspose, selanjutnya akan dibahas lebih detail agar nantinya berjalan dengan baik di Bengkalis. “Kita harus bekerja sama baik antar pemerintah Daerah maupun dengan PT Mata Pensil. Karena ini demi kemajuan kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini kedepannya” ungkap Bupati.

Kami berharap lanjut Amril, PT Mata Pensil terus melakukan survei lapangan, hal ini demi keberangsungannya pembangunan dan peluncuran Automatic Ticketing lebih baik, supaya kesalahaannya dapat diminimalisir. “Segera ditindak lanjuti lebih dalam, pahami lebih dalam, kita akan mengadakan pertemuan untuk kedua kali, dan akan membahas lebih rinci tentang Automatic E-Ticketing. Insha Allah pada pertengahan Mei 2018 mendatang kita jakan me-launching E-Ticketing untuk kedua kalinya di Indonesia,” lanjut Amril.

Turut mendampingi Bupati Bengkalis saat Ekspose tersebut, Sekretaris Daerah Bengkalis H Bustami HY, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Bengkalis H Heri Indra Putra, Kepala Bappenda Kabupaten Bengkalis H Imam Hakim, Kepala BPKAD Kabupaten Bengkalis Aulia, Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis Jordi Indra Bustian.

Baca juga: PT Mata Pensil Globalindo Raih Hak Cipta Teknologi “Automatic Vehicle Classification”

Kemudian Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Djoko Edi Imhar, Plt Direktur RSUD Bengkalis dan Mandau Dr Ersan Saputra, Kabag Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis Riki Rihardi, dan Kabag Humas Sekretariat Daerah Bengkalis Muhammad Fadhli.

Waduh! Berat Badan Berlebih Tak Bisa Duduk di Kelas Bisnis Thai Airways

Memiliki badan dengan bobot yang lebih besar dan ibu muda yang membawa bayi bersamanya dilarang memesan kursi bisnis pada pesawat milik maskapai Thai Airways. Larangan ini hanya ditujukan untuk naik ke kelas bisnis pesawat Thai Airways Boeing 787-9 Dreamliner terbaru.

Baca juga: Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas

KabarPenumpang.com melansir dari laman traveller.com.au (20/3/2018), bahwa larangan ini di sampaikan dan di jelaskan pada Jumat lalu (16/3/2018) oleh director of security and flight standard division, Penerbangan Letnan Pratthana Pattanasirim. Diketahui Thai Airways baru saja menerima dua 787-9 Dreamliner-nya pada September 2017 kemarin.

Dalam Boeing 787-9 Dreamliner ini sudah dilengkapi dengan kursi Cirrus Zodiac terbaru untuk kelas bisnis Royal Silk dalam konfigurasi 1-2-1 yang lebih luas. Kursi ini bisa dirubah menjadi tempat tidur datar dan memberikan privasi dan akses lorong kabin langsung pada penumpang.

Kursi pada kabin bisnis Thai Airways sendiri dipasang dengan sistem airbag yang baru dan sabuk pengaman dimana tidak bisa mengakomodasi penumpang yang memliki besar lebih dari 56 inci atau 142,24 cm. Sebab, ukuran kursi tersebut sudah disesuaikan dengan Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat.

Kursi ini juga mengesampingkan penumpang yang membawa anak dalam pangkuan mereka dan kini dipaksa harus menggunakan kelas ekonomi dari Bangkok ke Auckland dan Taipei. Pesawat Boeing 87-9 terbaru ini sendiri diperkenalkan memiliki teknologi yang lebih maju untuk kenyamanan penumpang dan membuka peluang untuk terbang dengan rute jarak jauh nonstop ke Amerika Utara.

Armada Boeing 787-9 ini merupakan armada tambahan dari Boeing 787-8 dan Airbus A350 yang sudah ada. Dua tipe armada milik Thai Airways ini sendiri beroperasi pada rute penerbangan Eropa, Melbourne dan Singapura.

Namun,Thai Airways bukanlah maskpai pertama yang mempermasalahkan berat badan. Tahun 2013 lalu Samoa Air adalah maskapai pertama yag di dunia yang membuat penumpang harus menyesuaikan berat badan mereka.

Maskapai yang kini sudah tak beroperasi tersebut dulu menambahkan 50 sen bagi setiap penumpang yang kelebihan satu kilogram dari bobot tubuh pada peraturan mereka. Ini juga termasuk dengan barang bawaan yang dimiliki.

Di Samoa sendiri menjadi negara dengan penduduk yang memiliki obesitas tertinggi di dunia dan hampir tiga perempat dari populasi dewasanya di anggap obesitas. Hawaiian Airlines juga mengenalkan kebijakan baru bagi penumpang yang akan terbang dari dan ke Pago-Pago, ibu kota Samoa.

Dimana penumpang tidak lagi diperbolehkan memilih tempat duduk secara online dan harus ditimbang sebelum naik pesawat. Ini dilakukan agar maskapai bisa melihat bobot kelebihan di dalam kabin.

Akhir 2017 lalu, Finnair juga mulai menimbang penumpang mereka karena mengikuti perkiraan berat rata-rata European Aviation Safety Agency (EASA). Dimana EASA memperkirakan rata-rata berat pria 84,6 kg dan perempuan 66,5 kg.

Baca juga: Kartu Kredit Bantu Prediksi Ukuran Tubuh Penumpang Pesawat, Kok Bisa?

Namun berat badan orang Finlandia sendiri cenderung lebih tinggi dimana pria 85 kg dan perempuan 70 kg. Pihak Finnair mensurvei dua ribu penumpang secara sukarela untuk mendapatkan lebih banyak data tentang berat penumpang.

Hal ini dilakukan untuk memperkirakan berapa banyak bahan bakar yang diperlukan untuk penerbangan. Sebab, semakin berat pesawat, semakin mahal biaya terbangnya dan keselamatan adalah faktor terpenting karena pesawat memiliki berat lepas landas yang maksimal.

Lebih Cepat dan Ramah Lingkungan, Perkeretaapian Jepang Siap Operasikan N700S Pada Olimpiade Tokyo

Perkembangan yang terjadi di sektor teknologi seolah tidak pandang bulu, tidak hanya gadget saja yang semakin berkembang, bahkan dunia transportasi pun tidak bisa menampik perkembangan ini. Sebut saja kereta api, ketika di awal kemunculannya mereka masih menggunakan batu bara sebagai bahan bakar utamanya, kini sudah banyak kereta yang mengandalkan tenaga listrik dan bisa mengular dengan kecepatan yang fantastis, jauh mengungguli kecepatan di awal kemunculannya.

Baca Juga: Jelang Pensiun, JR West Pamerkan Kereta Peluru Tematik, Shinkansen 500 EVA “Evangelion”

Menyinggung soal perkembangan kereta, nampaknya Indonesia masih harus berangan-angan untuk bisa menikmati jaringan kereta berkecepatan tinggi, setelah proyek pengadaan kereta cepat pertama di Indonesia yang menghubungkan Jakarta – Bandung mengalami berbagai kendala dan terancam terbengkalai. Berbeda dengan negara yang sektor perkeretaapiannya banyak dijadikan benchmark oleh negara lain, Jepang yang kini tengah mengembangkan salah satu armada kereta cepatnya, N700.

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Central Japan Railway telah meluncurkan prototipe kereta N700S, sebuah kereta peluru yang dirancang khusus sehingga lebih ramah lingkungan dan dapat lebih memanjakan para penumpangnya. Kereta yang dapat melaju hingga menyentuh kecepatan 186 mph atau yang setara dengan 300 km per jam ini rencananya akan mulai beroperasi pada tahun 2020 mendatang.

Dengan desain moncong yang lebih lancip daripada pendahulunya, soket istrik disetiap bangku, dan rak bagasi ringai, N700S ini direncanakan akan mengular di Tokaido Shinkansen Line, yang menghubungkan Tokyo dan Shin-Osaka.

Sebenarnya, huruf S yang tersemat pada akhir nama kereta ini mengacu kepada kata ‘Supreme’, dimana layanan yang diberikan melalui kereta ini merupakan yang prima dan unggulan. Jadi tidak heran jika kereta yang rencananya akan diuji coba pada akhir bulan Maret ini dicanangkan sebagai kereta yang memberikan layanan mewah.

Dilihat dari segi kenyamanannnya, N700S memiliki ruang gerak kaki 15 persen lebih besar daripada para pendahulunya. Satu rangkaian N700S ini sendiri terdiri dari 14 gerbong penumpang dan dua lokomotif (pada bagian ujung-ujungnya), dengan daya tampung maksimal 1.323 penumpang dalam sekali jalan.

Baca Juga: Wow, Kereta Shinkansen Ada di Restoran Indonesia!

“Kami telah menghasilkan sebuah kereta api yang melambangkan era baru untuk Tokaido Shinkansen Line,” ungkap Masayuki Ueno, wakil dirjen Divisi Operasi Shinkansen di JR Tokai. “Seri N700S telah sepenuhnya didesain ulang, terutama pada fasilitas utama dan peralatan penunjangnya,” tandasnya. Jika tidak meleset dari agenda, kereta ini diperkirakan sudah bisa beroperasi ketika perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

Menjadi Saksi Sejarah Perang Kemerdekaan, Stasiun Rangkasbitung juga Sebagai Tombak Perekonomian

Rangkasbitung salah satu kota metropolis di Lebak, Banten. Kota ini memiliki stasiun bernama Rangkasbitung yang beroperasi sejak 1 Juli 1900 dan menjadi satu-satunya stasiun terbesar di Provinsi Banten saat ini.

Baca juga: “Tanggung,” Stasiun Kedua Tertua di Indonesia, Masih Beroperasi dan Jadi Cagar Budaya

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa stasiun ini merupakan salah satu sarana transportasi kota Rangkasbitung sebagai kota industri di Banten pada masa kolonial. Tak hanya itu, stasiun ini juga menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Banten, dimana kelancaran perputaran transportasi untuk menjadi sarana pembawa hasil perkebunan dan pertanian ke Jakarta.

Stasiun ini juga menjadi jalur perjuangan dan pertempuran pada zaman perang kemerdekaan. Meski menjadi jalur pertempuran melawan penjajah kolonial pihak Djawatan Kereta Api (DKA) yang saat ini menjadi KAI masih mengoperasikan kereta api Rangkasbitung menuju Parungpanjang.

Hanya saja untuk melewati Parungpanjang menuju Serpong tidak bisa dikarenakan jalur kereta api dirusak pejuang untuk siasat pertempuran. Dari stasiun Rangkasbitung ini juga, ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno menapaki jalan pertamanya menuju Jakarta.

Soekarno di stasiun Rangkasbitung pada masa Kemerdekaan Indonesia

Menjadi saksi sejarah, berarti stasiun ini sudah cukup lama dan tua, berada di Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung, Lebak. Sayangnya perkembangan stasiun ini cukup lamban, sebab setelah Indonesia Merdeka 70 tahun, jalur ini baru berkembang hingga stasiun Maja.

Itupun dari Parungpangjang menuju Maja masih satu rel meski sudah dibangun double track. Tetapi pengoperasiannya sempat mangkrak, padahal jika berjalan baik, bisa mengurangi kemacetan Tol Merak-Jakarta.

Stasiun ini terletak pada ketinggian +22 meter dan masuk dalam Daerah Operasional I. Stasiun Rangkasbitung juga menjadi salah satu Benda Cagar Budaya berdasarkan UU No.5/1992 tentang Benda Cagar Budaya, oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten.

Semua kereta api yang melintasi jalur kereta api Tanahabang-Merak pasti berhenti di stasiun ini. Keberadaan jalur ini sangatlah strategis karena bukan saja menghubungkan Jakarta dengan kota Rangkasbitung tapi jalur ini juga menghubungkan pelabuhan Merak. Sehingga jalur ini terintegrasi dengan moda penyebarangan laut.

Sebab pada era tahun 70 hingga awal 80-an, PJKA (Perusahan Jasa Kereta Api) kala itu juga menyediakan fasilitas kapal penyeberangan menuju pulau Sumatra. Di stasiun ini juga terdapat dipo kereta dan dipo lokomotif yang menyimpan serta merawat gerbong KA Lokal Merak dan lokomotif jenis CC201, CC203 atau CC206 yang didatangkan dari Dipo lokomotif Jatinegara dan Tanahabang.

Dulu, terdapat jalur kereta api menuju Labuan melewati Pandeglang. Jalur ini sudah tidak aktif sejak tahun 1984. Pada jalur ini terdapat percabangan jalur kereta api di Saketi menuju Bayah. Jalur ini dibangun oleh tawanan perang Jepang yang lebih dikenal sebagai romusha pada masa pendudukan Jepang saat Perang Dunia II. Ribuan orang meninggal karena perlakuan tentara Jepang yang tak berperikemanusiaan.

Baca juga: Jalur Kereta di Sulawesi, Nyaris Tak Terdengar Tapi Ada Bukti Jejak Sejarahnya

Sempat beredar kabar, jalur mati ini akan dibuka kembali karena banyaknya peminat kereta api yang berasal dari Pandegalang dan sekitarnya. Pada 1 April 2017 kemarin, stasiun ini sudah melayani KRL Commuter Line Green Line dengan relasi Rangkasbitung-Tanahabang PP setelah adanya pemasangan kabel listrik aliran atas di halur lintas Maja-Rangkasbitung.

Saat Ada Penumpang Flu di Kabin, Maka Virusnya Tak Menyebar Pada Semua Orang

Selama ini, banyak anggapan ketika naik pesawat dan ada yang sakit pernafasan seperti batuk atau influenza di dalam pesawat akan menularkan ke seluruh pesawat. Namun, ternyata anggapan itu terbantahkan dengan kesimpulan dari sebuah studi baru yang dilakukan oleh para penelliti.

Baca juga: Sering Sakit Saat Turun Pesawat? Mungkin Ini Penyebabnya!

KabarPenumpang.com merangkum dari laman livescience.com (19/3/2018), bahwa virus penyakit pernapasan tidak akan menyebar kepada penumpang lain, selain yang duduk sebaris, satu kursi di depan dan belakang penumpang yang terinfeksi penyakit tersebut. Hal ini baru saja dipublikasikan di jurnal Prosiding National Academy of Sciences.

Juru bicara Infectious Disease Society of America, dokter Amesh Adalja mengatakan, laporan yang ada di media belum tentu informasi akurat terkait risiko penularan infeksi di dalam kabin pesawat terbang. Sebab virus tidak akan menyebarkan ke semua orang, kalaupun terkena, orang tersebut berada di sekitaran pembawa virus infeksi.

Hal ini dibuktikan dengan tim peneliti yang melakukan uji coba dan terbang dengan sepuluh penerbangan lintas negara yang berbeda di Amerika Serikat saat musim flu. Penerbangan yang dilakukan peneliti berkisar 3,5-5 jam dengan pesawat penuh serta hanya memiliki satu lorong.

Para peneliti juga mencatat seberapa sering penumpang meninggalkan tempat duduk mereka dan berinteraksi dengan orang lain. Tak hanya itu, mereka juga sebelum dan setelah penerbangan mengumpulkan sampel dari udara di pesawat dan permukaan yang sering tersentuh seperti sabuk pengaman, meja lipat hingga pegangan pintu kamar mandi.

Sample yang didapat ternyata tidak menunjukkan adanya 18 virus pernafasan umum. Para peneliti menggunakan data pada gerakan penumpang dan kru untuk membuat model komputerisasi yang mensimulasikan risiko penularan flu dari penumpang terinfeksi yang duduk di kursi lorong di tengah pesawat.

Sebab, lokasi tempat duduk ini memiliki potensi terbesar untuk berbagi infeksi karena orang ini akan memiliki lebih banyak kontak dengan penumpang lain saat bergerak melalui kabin dan penumpang di kursi lorong lebih sering meninggalkan kursi mereka.

Analisis menunjukkan bahwa penumpang yang duduk di kedua sisi orang yang terinfeksi flu, serta mereka yang duduk satu baris di depan dan satu baris di belakang individu ini, memiliki sekitar 80 persen kemungkinan sakit. Tapi penumpang lain sebagian besar aman dari infeksi. Karena mereka memiliki kurang dari tiga persen kemungkinan terkena flu.

“Penelitian tersebut menggunakan pengukuran yang ketat dan menunjukkan pola kontak dan pergerakan penumpang serta anggota awak pesawat, yang dapat memfasilitasi atau menghambat transmisi virus pernafasan. Ketika bepergian selama musim flu, cara terbaik yang mungkin dapat dihindarkan oleh para penumpang adalah dengan melakukan suntikan flu,” kata Adalja.

Baca juga: Didera Sinus Saat Berada di Pesawat? Ambil Langkah Ini Agar Derita Tak Bertambah

Jika Anda terjebak di samping seseorang yang sakit, kemungkinan besar, Anda tidak akan dapat mengubah tempat duduk. Tapi masih ada beberapa langkah yang bisa di ambil untuk mengurangi kesempatan tertular penyakit. Bila berada dekat penumpang yang batuk atau bersin, berpaling dari mereka. Ini dilakukan untuk meminimalkan paparan kuman Anda, hindari menyentuh wajah dan mata Anda, batasi kontak dengan permukaan bersama dan gunakan pembersih tangan.

Ada beberapa keterbatasan dalam studi baru ini. Itu tidak mengevaluasi penerbangan yang lebih pendek dari 3,5 jam atau lebih lama dari 5 jam, dan itu hanya terlihat di satu lorong pesawat. Selain itu, para peneliti membangun model mereka menggunakan data hanya dari 10 penerbangan. Para peneliti juga mengakui bahwa beberapa penyebaran infeksi pernafasan bisa terjadi saat penumpang menunggu di bandara atau saat mereka naik dan keluar dari pesawat.