Imbangi Pertumbuhan Smart City, Konsorsium ini Hadirkan Halte Bus Pintar Pertama di Jepang!

Sebagai salah satu inovator teknologi tinta elektronik terkemuka, E Ink Holdings diketahui baru saja mengumumkan kemitraan mereka dengan penyedia teknologi display informasi bertenaga surya, Papercast Ltd. Tujuan dari kerja sama yang terjalin diantara dua perusahaan ini adalah untuk mengembangkan papan informasi di halte bus pintar pertama di Jepang. Sebagai langkah awal, kedua perusahaan ini menjadikan kota Aizuwakamatsu sebagai lokasi uji cobanya.

Baca Juga: 10 Halte Bus Ini Jelas Tidak Biasa

Sebagaimana informasi yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman printedelectronicsworld.com (7/3/2018), jika papan display ini sudah terpasang, penumpang akan dapat mendapatkan informasi kedatangan bus, jadwal keberangkatan, rute, hingga perubahan layanan yang tidak terencana secara real-time. Halte bus pintar ini nantinya akan mengkombinasikan solusi ePaper E Ink dan low power wide area wireless technology.

“Dengan memanfaatkan solusi display ePaper E Ink, kami telah mengembangkan platform yang hemat biaya, berdaya rendah dan mudah digunakan,” tukas Rado Skender, direktur Business Development di Papercast Ltd. Dengan display halte bus pintar yang tengah dikembangkan oleh E Ink Holdings dan Papercast Ltd ini, akan mengganti papan tulis kertas tradisional dengan teknologi mutakhir. Dengan begitu, biaya memperbarui informasi secara manual pun dapat ditekan.

Selain dapat memberikan informasi  secara real-time kepada para penggunanya, ketersediaan layanan multi bahasa dalam inovasi ini juga dapat memudahkan para pelancong untuk bepergian. “Tidak menutup kemungkinan kemitraan kami ini akan banyak diadopsi yang akhirnya meluas di Jepang dan negara-negara lain. Karena inovasi ini terbukti dapat meningkatkan pengalaman para penggunanya dan mendorong niat masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi umum,” terang Rado.

Proyek ini sendiri dikelola oleh Aizu Riding Car Development, sebuah konsorsium yang diprakarsai oleh Michinori Holdings, operator layanan bus Aizuwakamatsu, Aizu Bus. Adapun tujuan utama dari  konsorsium ini adalah untuk mengingkatkan kenyamanan layanan dan mengurangi biaya operasional dengan cara menghubungkan halte bus secara digital.

Di Negeri Sakura sendiri, terdapat lebih dari 500.00 halte bus yang 90 persen diantaranya tidak memiliki sumber listrik. Fakta tersebut seolah menjadi prasyarat yang harus dipenuhi oleh konsorsium terkait untuk menghadirkan sebuah inovasi berdaya rendah dan dapat dipasang dengan mudah tanpa terhubung ke jaringan atau menggunakan kabel jaringan.

Baca Juga: Seorang Desainer Industri Rancang Halte Bus yang Dilengkapi Pengisian Daya EV Nirkabel!

“Karena cepat atau lambat, kota dan negara ini akan berkembang menjadi sebuah kota pintar, dan E Ink akan terus memainkan bagian integral dalam pengembangan smart signage untuk transportasi, ritel dan arsitektur,” tutur wakil presiden eksekutif penjualan di E Ink Holdings, Dr. FY Gan. “Kemitraan kami dengan Papercast adalah contoh sempurna bagaimana kami mengaktifkan inovasi yang lebih nyaman dan hemat biaya yang berdampak positif pada pengalaman pengguna dan lingkungan.” Tutupnya.

Demi Raih ‘Follower’ dan ‘Like,’ YouTuber India Buat Aksi Nekad di Jalur Kereta

Untuk mendapatkan pengikut (follower) dan mendapat like (disukai) oleh penggemarnya, tak sedikit YouTuber yang melakukan hal-hal tak wajar. Meski yang dilakukannya itu adalah sesuatu yang berbahaya dan bisa mengancam jiwa orang tersebut. Namun, sepertinya hal itu sengaja dilupakan dan yang ada di pikiran mendapat sesuatu yang menarik.

Baca juga: Mendengkur Keras Selama di Kereta, Pria India Ini Dilarang Tidur Oleh Penumpang Lainnya

Seperti baru-baru ini dilakukan seorang YouTuber VJ Pawan Singh asal India mempertunjukkan keberaniannya di sekitaran jalur kereta api untuk memberikan sesuatu yang menarik di media sosialnya. KabarPenumpang.com melansir dari laman mid-day.com (13/3/2018), Pawan telah mengunggah video leluconnya yang ditembak di dalam gerbong kereta api. Bahkan, dirinya telah mengganggu masinis dan staf lainnya saat akan mengoperasikan kereta api.

Karena aksi nekadnya, The Railway Protection force (RPF) akhirnya melakukan penyelidikan terhadap Pawan atas tindakannya yang membahayakan. Sebab pejabat kereta api mengatakan Pawan mengganggu dengan berbaring di jalur kereta api lokal. Kemudian dia sempat menanyakan pertanyaan aneh kepada masinis.

Salah satu videonya di Youtube, Pawan terlihat memegang tongkat baseball dan mengancam penumpang kereta ekspress. Gangguan ini semakin meningkat hingga beberapa penumpang mengajukan keluhan tentang Pawan di Twitter yang membuat RPF akhirnya turun tangan untuk menangani hal tersebut.

Tak hanya di YouTube, Pawan juga dikenal melalui Instagram dan Facebook. Dalam salah satu videonya dia terlihat tidur di depan jalur kereta tepat di depan kereta lokal yang sebentar lagi akan berangkat dan sempat berteriak “Bukan, Paman, apa kau pergi?”.

Sedangkan dalam video lain dirinya mengatakan kepada masinis dan penumpang yang berdiri di dekat pintu, “Paman, mobil ini tidak akan terlambat? Ayo dapatkan hadiah Siddhivinayak.” Diketahui akun YouTube miliknya sudah di subscribe oleeh 390 ribu pelanggan.

Baca juga: Layanan First Class Emirates Undang Decak Kagum Youtuber!

Komisaris Keamanan Divisi Senior Sachin Bhalode mengatakan, pihaknya menerima keluhan melalui Twitter, setelah itu mereka menginformasikan semua pos RPF untuk menemukan pria itu dan menyanyakan alasan kenapa melakukan hal tersebut. “Awalnya, setelah menonton video, sepertinya dia membuat lelucon di stasiun kereta Vitthalwadi,” kata seorang perwira RPF.

Hingga video tersebut beredar di YouTube diketahui sudah di lihat oleh sebanyak 403 ribu orang, namun khusus untuk video yang diperkarakan oleh pihak kereta api India, nampaknya kontennya telah dihapus oleh yang bersangkutan.

SPIONAM, E-Tilang dan E-Ticketing, Aplikasi Baru dari Kementerian Perhubungan

Pelayananan di bidang transportasi darat akan ditingkatkan oleh Kementerian Perhubungan dengan meluncurkan tiga sistem aplikasi online. Tiga sistem tersebut adalah Sistem Perizinan Online Angkutan Moda (SPIONAM), E-Tilang dan E-Ticketing.

Baca juga: Seabreg Tantangan Implementasi E-Ticketing Pada Transportasi Massal

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, peluncuran ketiga sistem aplikasi online ini adalah langkah yang harus dilakukan agar Indonesia bisa meningkatkan daya saing secara internasional. Untuk sistem aplikasi SPIONAM sendiri memberikan kemudahan bagi operator angkutan dalam melakukan pengurusan perizinan di bidang angkutan dan multimoda.

“Operator angkutan tidak harus hadir di kantor pelayanan Kementerian Perhubungan, namun cukup membuka aplikasi secara online melalui website: http://spionam.dephub.go.id,” ujar Budi Karya yang dikutip KabarPenumpang.com dari dephub.go.id (4/3/2018). Hadirnya aplikasi ini, bukan hanya memberikan kemudahan bagi operator, melainkan juga bisa memberikan pertumbuhan ekonomi. Budi mengatakan, peningkatan pelayanan ini, adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi di Indonesia menjadi lebih baik.

Adapun sistem pelayanan aplikasi SPIONAM sendiri meliputi perizinan stadar pelayanan minimal angkutan sungai, danau dan penyeberangan. Kemudian izin pengoperasian kapal angkutan sungai, danau dan penyeberangan.

Izin penyelenggaraan angkutan orang dalam trayek, tidak dalam trayek serta penyelenggaraan angkutan barang khusus. Tak hanya itu, pada saat yang bersamaan, aplikasi E-Tilang juga diluncurkan Kemenhub. Aplikasi berbasis Android ini hadir untuk  mempermudah masyarakat dalam pengurusan tilang tanpa perlu pergi ke pengadilan dengan mengikuti sidang. Nantinya, masyarakat yang terkena tilang juga akan dimudahkan dalam pembayaran melalui bank atau mobile banking.

“Sementara aplikasi E-Tilang adalah aplikasi berbasis sistem Android yang akan mempermudah masyarakat dalam mengurus pelanggaran tilang tanpa perlu lagi pergi ke pengadilan. Dengan aplikasi ini, akan memberikan kemudahan dan memberi kondisi yang governance. Dengan kondisi ini, kita akan mendapatkan level of service yang bagus,” jelasnya.

Hadirnya E-Tilang ini, Kemenhub bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam implementasinya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

“Melalui MoU dengan BRI ada suatu lompatan bagaimana kita memberikan pelayanan secara online dan ini memutus kegiatan yang selama ini tidak efektif dalam melayani masyarakat. Saya minta kepada stakeholder yang termasuk dalam kegiatan ini menindaklanjuti secara konsisten,” lanjut Budi.

Saat yang bersamaan itu juga, E-Ticketing diluncurkan. Dimana aplikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan di bidang transportasi darat baik dalam hal pelayanan maupun untuk penjualan tiket perjalanan.

Baca juga: Akhir Maret 2018, Bus Damri Bandara Soekarno-Hatta Mulai Uji Coba Pembayaran Tiket Cashless

“Saya ingin sekali angkutan darat juga berkembang sama baiknya dengan angkutan udara bagaimana kita membuka aplikasi membeli tiket melakukan perjalanan antara moda beberapa moda itu bisa dilakukan dengan satu gadget,” lanjutnya.

Adapun kini, penumpang angkutan darat dapat memperoleh tiket dengan aplikasi E-Ticketing melalui beberapa mitra di antaranya, yakni Bank Mandiri, DPP Organda (DOKU, Alfamart, bosbis.com).

Bantu Implementasi Program Ganjil-Genap, Dishub DKI Rangkul Waze Hadirkan Fitur Khusus

Guna melancarkan program Ganjil-Genap yang diberlakukan di semua ruas jalan protokol Ibukota, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meluncurkan fitur navigasi yang sudah dilengkapi dengan, implementasi program tersebut. Dengan menggaet perusahaan software navigasi terkemuka, Waze, Dishub DKI Jakarta berharap dapat memudahkan para pengguna jalan di Ibukota.

Baca Juga: Duh! Terlalu Sering Gunakan GPS Bisa Turunkan Kinerja Otak

Tidak bisa dipungkiri, pergantian program Three-in-One menjadi Ganjil-Genap masih memusingkan sebagian lapisan masyarakat, terutama bagi para pendatang yang belum mengetahui secara rinci tentang pemberlakuan program pemecah konsentrasi kepadatan lalu lintas ini. Terbukti, dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan oleh para pengguna jalan, ini menunjukkan bahwa masyarakat masih bingung dengan aturan yang berlaku dari program ini.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Kepala Dishub DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan bahwa program ini telah diluncurkan beberapa waktu yang lalu. “Tanggal 18 Oktober 2017, kita bersama Waze telah resmi meluncurkan fitur navigasi dengan implementasi kebijakan Ganjil Genap,” paparnya, dikutip dari laman beritajakarta.id (19/10/2017).

Lebih lanjut, Andri menuturkan bahwa kerja sama yang pihaknya jalani dengan Waze sudah terjalin sejak tahun 2016 silam, dimana perwakilan dari Dishub dan Jakarta Smart City mempresentasikan kebijakan pengaturan lalu lintas Ganjil-Genap yang diterapkan di ruas jalan protokol Sudirman – Thamrin. “Presentasi dilakukan dengan menggunakan olahan data Waze pada acara Waze-CCP Summit Meeting yang bertempat di Google Paris. Dari situ disepakati kerjasama ini,” jelas Andri.

Fajar Nugrahaeni selaku Kepala Seksi Angkutan Orang dalam Trayek Dishub DKI Jakarta menyebutkan bahwa untuk mengaktifkan fitur terbaru dari Waze ini, para pengguna bisa masuk ke menu “setting”, lalu mengklik pilihan “navigasi”, pilih opsi “licence plate restriction”, dan masukkan dua digit terakhir plat nomor kendaraan pengguna. Dengan begitu, sistem navigasi akan menampilkan jalur mana  yang dapat diakses oleh pengguna jalan, tanpa harus pusing dengan  program Ganjil-Genap.

“Nanti secara otomatis Waze akan me-rerouting dan memberikan arahan rute lintasan dengan menyesuaikan implementasi kebijakan Ganjil Genap tersebut,” tukas Fajar. Ia menambahkan, fitur unik dari Waze ini baru diberlakukan di dua tempat, yaitu Jakarta dan Ro De Janeiro (Brasil). Tidak berhenti sampai di situ, Waze juga menghadirkan fitur dimana pengguna bisa menghindari persimpangan yang mengalami konstruksi dan daerah yang memiliki koneksi internet kurang bagus.

Baca Juga: Uber Hadirkan Beacon LED, Mudahkan Navigasi Pengemudi

“Bahkan khusus di Jakarta juga sudah menambahkan lokasi parkir off street yang tersedia di dekat lokasi tujuan pengguna jalan. Contohnya seperti parkir off street di IRTI Monas dan Thamrin 10.” Tutupnya.

Lakukan Pendaratan Darurat, Penumpang Southwest Airlines Dibuat Bingung dengan Sosok Misterius di Sayap

Pengalaman buruk dialami oleh penumpang dan awak kabin dari maskapai Southwest Airlines dengan nomor penerbangan 3562. Pasalnya, burung besi yang mereka tunggangi dipaksa melakukan pendaratan darurat, sesaat setelah pesawat nahas tersebut lepas landas dari Phoenix, Amerika Serikat. Untungnya, kejadian yang terjadi pada malam hari ini, keseluruhan isi pesawat selamat tanpa ada korban jiwa.

Baca Juga: Akibat Bau Kentut, Pesawat Transavia Lakukan Pendaratan Darurat di Wina

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (13/3/2018), pesawat yang dijadwalkan terbang menuju Dallas Love Field ini tidak mengalami kendala apapun saat take-off. Namun satu jam setelah mereka mengudara, beberapa penumpang dan awak kabin mencium aroma tidak wajar di dalam kabin. Tidak hanya itu, tanda lain yang menunjukkan bahwa penerbangan pada Minggu (11/3/2018) malam ini tidak beres adalah ketika mereka mendapati udara panas dari arah ventilasi, sesaat sebelum pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat.

Sadar akan situasinya yang semakin mencekam, beberapa penumpang bahkan menyalakan mobile data mereka dan mulai mengirimkan beberapa pesan teks kepada orang-orang yang mereka sayangi. Tak lama berselang, pesawat nahas tersebut menghantam tanah dengan keras dan berhasil melakukan pendaratan darurat di Albuquerque International Sunport.

Sesaat setelah pesawat tersebut kembali menyentuh tanah, seorang penumpang bernama Brandon Cox merekam kejadian yang hampir merenggut nyawanya dan 140 penumpang lainnya. Dalam video yang ia unggah ke jejaring sosial Twitter ini, nampak seorang penumpang yang tidak diketahui identitasnya sudah berada di luar dan ia nampak berdiri di atas sayap pesawat. Samar-samar, pria misterius itu mengatakan cara bagaimana ia bisa keluar dengan selamat dari dalam pesawat.

Pria Misterius di Sayap Pesawat. Sumber: thesun.co.uk

Penumpang lain yang masih panik di dalam pesawat lalu mencoba untuk memastikan kepada di pria tersebut, “Apakah kami harus melompat ke arah sayap juga?”. Namun awak kabin maskapai Southwest Airlines lalu berupaya untuk membuat kondisi di dalam kabin tetap kondusif. Sejurus sesaat, pintu daruratpun terbuka dan semua penumpang dapat dievakuasi.

“Sungguh penerbangan yang tidak bisa dilupakan, semoga kami semua tidak mengalami kejadian seperti ini lagi di lain hari,” kenang Brandon. “Anda mungkin sering melihat kejadian seperti ini di film-film, namun Anda tidak pernah menyangka bahwa kejadian ini kini menimpa Anda! Yang terpenting adalah semua selamat, namun pria misterius yang berdiri di sayap pesawat tersebut sempat membuat semua orang di dalam pesawat kebingungan dan takut,” imbuhnya.

Penumpang lain, David Fleck mengatakan ia terkejut ketika tidak ada slide darurat di dekat sayap. “Entah bagaimana ia bisa berada di atas sayap. Padahal kondisi di luar gelap, dingin, dan tengah diguyur hujan,” paparnya kebingungan. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Departemen Pemadam Kebakaran Albuquerque melarikan dua orang penumpang ke rumah sakit terdekat karena cidera.

Baca Juga: (Lagi) Penumpang Mabuk Berhasil Paksa Pilot Untuk Mendarat Darurat

Sementara itu, pihak Southwest Airlines mengkonfirmasi bahwa Penerbangan 3562 yang melakukan perjalanan terakhir dari Phoenix Sky Harbour menuju Dallas Love Field terpaksa dialihkan ke Albuquerque International Sunport. “Sesaat setelah awak kabin mencium aroma tidak wajar dari dalam kabin,” tulis pihak Southwest dalam keterangan tertulisnya.

Perayaan Nyepi di Bali, Bandara Ngurah Rai Tak Beroperasi Selama 24 Jam

Bali menjadi salah satu destinasi wisata yang paling banyak pengunjungnya baik itu dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, setiap tahunnya, pada hari raya Nyepi, suasana Bali tak akan seperti hari-hari lainnya dimana keadaan sunyi sepi tanpa penerangan dan hingar bingar kota.

Baca juga: Bandara I Gusti Ngurah Rai Raih Predikat “Best Airport 2017” dari Airport Council International

Bahkan, masyarakat asli maupun pendatang tidak keluar rumah karena Nyepi di wajibkan untuk merasakan kesunyian dalam satu hari tanpa listrik, musik, menghentikan pekerjaan hingga tidak ada kendaraan yang berlalu lalang. Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1940/2018 M, ini, bukan hanya listrik tetapi jaringan internet pun akan dimatikan sementara selama 24 jam.

Sama seperti aktivitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang tidak beroperasi selama 24 jam terhitung mulai Sabtu 17 Maret 2018 pukul 06.00 WITA dan akan mulai beroperasi kembali pada Minggu 18 Maret 2018 pukul 06.00.

Penghentian sementara operasional penerbangan ini mengacu pada Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Bali pada Hari Raya Nyepi.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan menghentikan semua aktifitas pelayanan di bandara selama 24 jam saat pelaksanaan Nyepi Sabtu mendatang. Penutupan ini merupakan bentuk penghormatan Angkasa Pura I bagi umat Hindu di Bali agar dapat melakukan ibadah dengan tenang,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (AP I) Faik Fahmi yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (15/3/2018).

Dengan penutupan ini artinya semua penerbangan berjadwal dan charter, baik rute domestik maupun internasional, akan ditiadakan. Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 482 penerbangan tidak beroperasi pada saat Nyepi yang terdiri dari 244 penerbangan domestik dan 238 penerbangan internasional. Rute terbanyak tujuan Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Perth dan Surabaya. Adapun potensi jumlah orang yang tidak berangkat dan datang ke Bali pada saat Nyepi yaitu 56.478 orang.

Untuk mengatur jadwal penerbangan yang akan datang dan berangkat dari Bali, pihak Angkasa Pura I bekerja sama dengan Airnav Indonesia Cabang Denpasar telah menerbitkan pemberitahuan kepada maskapai dan bandara di seluruh dunia melalui Notice to Airman (NOTAM) nomor A0117/18.

“Rencana penutupan bandara ini sudah diketahui semua pelaku penerbangan di dunia, kami juga sudah berkoordinasi secara intens dengan para maskapai penerbangan. Mereka sudah menyesuaikan dan mengatur jadwalnya dengan periode penutupan bandara,” kata General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Yanus Suprayogi. Kendati mengalami penutupan, pihak bandara akan tetap melayani penerbangan yang bersifat darurat.

Baca juga: Setelah Dua Hari Ditutup! Siang Ini Bandara Ngurah Rai Kembali Dibuka

“Saat Nyepi nanti akan ada 368 personil kami yang siaga di bandara. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi adanya permohonan emergency landing, technical landing atau medical evacuation. Kami juga didukung oleh Airnav, Imigrasi, Bea Cukai, KKP, TNI AU Ngurah Rai, Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, pihak maskapai, ground handling, dan pecalang,” ungkap Yanus.

Berdasarkan data penerbangan berjadwal, Garuda Indonesia (GA897) dari Guangzhou-China dan GA7049 dari Lombok menjadi penerbangan pertama yang mendarat pasca penutupan. Sedangkan Indonesia AirAsia (QZ550) tujuan Kuala Lumpur dan Garuda Indonesia (GA401) tujuan Jakarta-Cengkareng direncanakan menjadi penerbangan pertama yang bertolak dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Jelang Launching, Bandara Kertajati dan Madinah Kerja Sama Layani Haji dan Umrah 2018

Pada Mei 2018 mendatang, Bandara Kertajati di Majalengka sudah memasuki tahap soft launching, dan pada Juni 2018 dicanangkan untuk beroperasi melayani penumpang keberangkatan internasional, khususnya untuk rute Haji dan Umrah.  Sebagai wujud kesiapan pelayanan Haji dan Umrah 2018, belum lama ini telah dilakukan kesepakatan kerja sama antara pihak bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) dan Bandara Kertajati.

Baca juga: Tahun 2018, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka Mulai Beroperasi

Kerja sama yang dilakukan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) tersebut dipimpin oleh Direktur Utama Virda Dimas Ekaputra saat berkunjung ke Bandara AMAA Madinah Senin lalu. “Dalam mewujudkan hal tersebut kami dengan sederhana mengusulkan beberapa konsep kerja sama terkait pelayanan penumpang Haji dan Umrah antara Bandara Madinah dan Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati ini,” kata Virda yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (13/3/2018).

Virda mengatakan optimalisasi kualitas pelayanan dibutuhkan, mengingat jumlah masyarakat Indonesia yang pergi Haji dan Umrah tidak sedikit setiap tahunnya. Pemerintah Indonesia memperkirakan 17 persen orang Jawa Barat melakukan kunjungan Haji setiap tahunnya, sedangkan 20 persen lainnya melakukan Umrah.

Adapun kenaikan rata-rata penumpang Umroh dari Indonesia ke Madinah tumbuh 53 persen per tahunnya. Bisa dikatakan, Indonesia memberi kontribusi cukup besar pada kunjungan ke Madinah sehingga kawasan Asia Pasific menjadi traffic yang cukup sibuk yakni sekitar 31 persen di banding empat benua yang lain.

“Oleh karena itu kerja sama tersebut kita lakukan. Sebab saat Kertajati beroperasi kita juga ingin melakukan pelayanan prima dan memberikan berbagai fasilitas memadai untuk kebutuhan haji dan umroh,” sebut Virda.

Sebagai bandara yang ingin menumbuhkan ramah kepada halal traveler BIJB sendiri tengah menunjukan hal tersebut. Salah satunya membangun lounge umrah eksklusif dan 12 ruang salat untuk membuat para jamaah nyaman saat di bandara. Sebagai upaya menarik perhatian jemaah haji BIJB juga akan membangun fasilitas manasik Haji dan Umroh yang di dalamnya terdapat miniatur Kabah.

“Jadi kami menempatkan sebuah wilayah untuk Haji dan Umrah. Ini akan menjadi cara yang efektif untuk menangkap bisnis potensial tidak hanya bagi jemaah tetapi juga banyak pihak yang terlibat di dalamnya,” terangnya.

Managing Director Tibah Airports Operation Sofiene Abdessalem mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya kerja sama yang dibangun PT BIJB. Kerja sama bilateral ini tentu akan saling menguntungkan karena bisa sama-sama mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam hal pelayanan kebandarudaraan. “Kami menyambut baik kesempatan untuk bekerja sama dengan rekan-rekan kami BIJB untuk berbagi pengetahuan dan keahlian. Ini dilakukan untuk meningkatkan pengalaman perjalanan penumpang antara dua bandara yang sedang fokus pada penumpang Haji dan Umrah,” papar Sofiene.

Baca juga: Tak Ada Pembagian Daerah, Angkasa Pura II Kini Kelola Bandara Banyuwangi

Bandara Kertajati yang saat ini masih memiliki landasan pacu atau runway sepanjang 2.500 meter tengah menggenjot untuk bisa terealisasi hingga 3.000 meter pada grand opening Juni 2018 mendatang. Dengan runway 3.000 X 60 meter,‎ berarti pesawat terbang berbadan lebar seperti Boeing 777 yang biasa melayani penumpang haji dan umroh akan bisa mendarat tanpa hambatan.

Sedangkan terminal yang pada tahap satu akan memiliki luas 9.6000 meter persegi akan diperluas sampai 209.500 meter persegi. Kapasitas awal yang semula hanya menampung 5 juta penumpang, nantinya akan ultimate sampai 29 juta penumpang setiap tahunnya

JR East Pasang Safety Guards, Apa Sih Bedanya Dengan Platform Screen Doors?

Keselamatan penumpang merupakan aspek yang sama sekali tidak bisa dikesampingkan dengan alasan apapun. Alih-alih mengambil tindakan preventif setelah sebuah kecelakaan terjadi, maka tidak heran jika belakangan ini banyak perusahaan yang bergerak di bidang transportasi mulai memasang instrumen keselamatan. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk meningkatkan pelayanan dan meningkatkan rasa aman kepada setiap para penumpang.

Baca Juga: Tuas Rem Darurat, Instrumen Keselamatan di Kereta Yang Bisa Datangkan Masalah Baru. Kok Bisa?

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman asahi.com (7/3/2018), salah satu operator kereta asal Negeri Sakura Jepang, East Japan Railway Co. (JR East) menggelontorkan dana segar sekira US$4,7 miliar atau yang setara dengan Rp64,7 triliun untuk menghadirkan instrumen keselamatan berupa safety gates di 243 stasiun di Tokyo. Adapun upaya ini dilakukan JR East guna mencegah penumpang jatuh ke rel ketika menunggu kereta datang.

Menurut salah satu juru bicara dari pihak JR East, pekerjaan ini sudah mulai berjalan karena ditargetkan pemasangan safety gates ini rampung sepenuhnya pada tahun fiskal 2032. “Itu berarti semua stasiun yang berada di 24 jalur utama JR East dengan radius 50km ini sudah memiliki safety gates,” terangnya.

Dalam pemasangannya, pihak JR East memprioritaskan beberapa stasiun, seperti stasiun Tokyo, Shinbashi , Yokohama, Shinanomachi, dan Sendagaya. Hal tersebut dilandaskan pada letak stasiun yang berdekatan dengan National Stadium, lokasi utama dari perhelatan Tokyo Olympic and Paralympic Games 2020. “Safety gates harus terpasang terlebih dahulu di stasiun-stasiun tersebut,” tambah pihak JR East.

Dalam hal ini, kehadiran safety gates memiliki fungsi yang serupa dengan Platform Screen Doors (PSD) yang kerap ditemui di stasiun-stasiun jaringan kereta bawah tanah. Walaupun fungsinya sama, namun bentuk dan tugas yang diemban oleh kedua instrumen keselamatan ini berbeda.

Bisa kita bayangkan, PSD yang terpasang di stasiun bawah tanah tidak hanya berfungsi sebagai penahan penumpang agar tidak jatuh ke rel, melainkan berfungsi juga sebagai pengaturan sirkulasi udara dan penyesuaian suhu ruangan. Bentuknya yang  menjulang seperti tembok dan menutupi keseluruhan bangunan stasiun juga mampu meredam hempasan angin dan polusi suara yang ditimbulkan saat kereta lewat.

Berbeda dengan safety guards yang rencananya akan terpasang di sejumlah stasiun di Jepang. Mengingat kondisi stasiun yang kebanyakan outdoor, maka pemasangan PSD pun sepertinya terdengar terlalu muluk-muluk. Seperti yang sudah disinggung di atas, tugas yang diemban oleh safety guards ini tidaklah seberat PSD, hanya sebatas memberikan barikade tambahan agar penumpang tidak nyelonong ke dalam rel.

Baca Juga: Tingkatkan Keamanan di Peron, Stasiun MRT Jakarta Akan Dilengkapi Platform Screen Doors

Dikaitkan dengan isu yang terjadi di dalam negeri, PT MRTJ, yang kini tengah disibukkan dengan beragam persiapan menjelang peluncuran layanan pertamanya pada bulan Maret 2019 mendatang pun pernah menegaskan bahwa nantinya stasiun-stasiun yang berada di bawah tanah akan dilengkapi dengan PSD.

Jika warga Ibukota masih bingung dengan konsep PSD yang nantinya akan diberlakukan oleh PT MRTJ, instrumen keselamatan ini hampir serupa dengan automatic doors yang pernah menjadi ‘pengaman’ di halte Bus TransJakarta pada awal kemunculannya. Namun seiring berjalannya waktu dan sifat buruk sebagian oknum yang tidak bertanggung jawab, automatic doors yang semula dicanangkan untuk mencegah penumpang jatuh ke lintasan TransJakarta, kini sudah tidak berfungsi lagi dan dibiarkan terbengkalai begitu saja.

600 Stasiun di India Akan Dibenahi dan Miliki Titik “Selfie”

Dengan jumlah penduduk kedua terbesar di dunia (1,3 miliar jiwa) dan memiliki jaringan kereta api yang tersebar luas, membuat India kembali berbenah untuk menempatkan layanan yang layak bagi perkeretaapiannya. Hal ini terlihat dari pihak Indian Railway Station Development Corporation (IRSDC), yang akan membenahi lebih dari 600 stasiun dengan bantuan pihak swasta yang diajukan melalui proposal.

Baca juga: India Lakukan Survei Stasiun Terbersih, Indonesia Kapan?

KabarPenumpang.com yang melansir dari laman hindustantimes.com (11/3/2018), bahwa kemungkinan pengguna kereta akan mendapatkan sesuatu yang unik dari proyek pembenahan stasiun tersebut, yakni disediakannya titik poin untuk ber-selfie atau swafoto di stasiun kereta. Tak hanya itu, lift, eskalator dan perbaikan di bagian luar stasiun-stasiun tersebut juga akan dilakukan  untuk membuat penumpang lebih nyaman nantinya.

Perbaikan fasilitas di 70 stasiun ini harus diselesaikan pada Desember 2018 mendatang. Dari 70 stasiun tersebut yang di tawakan oleh Indian Railway dalam proposal yang diajukan adalah Lonawala di Pune, Mumbai, Nagpur, Lucknow, Varanasi, Jaipur, Delhi dan Mysore.

“Telah diupayakan Railway untuk membangun dan memperbaiki kembali stasiun kereta api untuk memberikan pengalaman lebih baik dan kaya kepada penumpang. Sekitar 600 stasiun telah diidentifikasi dan pilih untuk tujuan pengembangan perkeretaapian India kepada IRSDC. Namun, sebagai langkah awal akan ada 70 stasiun akan dibenahi,” ujar ketua Dewan Kereta Api Ashwani Lohani.

Manajer Divisi Perkeretaapian India diketahui, telah diminta untuk menunjuk konsultan arsitektural dalam mempersiapkan rencana pembenahan dan perbaikan stasiun-stasiun tersebut.

“Pekerjaan untuk memperbaiki dan membenahi stasiun-stasiun ini harus selesai pada Desember 2018. Pekerjaan tersebut mencakup perbaikan bagian-bagian yang jelas terlihat pandangan mata maupun yang tidak pada bangunana stasiun,” ujar seorang pejabat kereta api lainnya.

Adapun yang masuk dalam perbaikan adalah daerah sirkulasi penumpang yang harus dibangun kembali untuk menyediakan jalur baik penurunan maupun penjemputan serta lahan parkir yang memadai. Tempat sampah besar juga harus di sediakan untuk memudahkan pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir.

Baca juga: Dukung Promosi Kendaraan Elektrik, India Hadirkan Stasiun Pengisian Daya di Dua Stasiun Kereta

Untuk pencahayaan, dalam proposal tersebut juga menyebutkan akan menggunakan lampu LED demi menerangkan semua titik lokasi, baik itu untuk swafoto, titik pertemuan, kios atau tempat makan. Pihak perkeretaapian juga memutuskan untuk mengizinkan struktur komersial baik itu hotel atau rumah sakit dibangun dekat stasiun kereta.

Selain itu, pihak kereta api India juga menyewakan tanahnya selama 99 tahun kepada pihak swasta untuk memanfaatkannya dalam tujuan komersial. Ini akan dilakukan pada 600 stasiun yang akan dikembangkan IRSDC.

Tanpa Alasan yang Jelas, Penumpang Kapal Pesiar Ini Terjun ke Laut Lepas!

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Mungkin peribahasa ini tepat untuk menggambarkan seorang penumpang kapal pesiar Norwegian Epic yang terjatuh pada Selasa (6/3/2018) malam. Kesiapan dan kegesitan regu penyelamat dalam menindaklanjuti kecelakaan ini patut di apresiasi, pasalnya insiden yang terjadi di dekat Bahama ini tidak menelan korban jiwa.

Baca Juga: MSC Meraviglia, Kapal Pesiar Terbesar dari Mediterranean Shipping Cruises

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (8/3/2018), insiden yang sempat diabadikan oleh seorang penumpang ini terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat, tepat setelah jam makan malam usai. Ketika dimintai keterangan sebagai saksi mata, seorang penumpang yang bernama Kareen Kennedy tengah berada di ruang makan dek kelima. Ia mendengar pengumuman melalui interkom yang menyebutkan “Code Oscar portside” sebanyak tiga kali.

“Ketika hendak memesan makanan penutup, saya bertanya kepada pelayan yang tetiba melihat ke luar jendela, ‘Apa yang terjadi?’ lalu ia menjawab, ‘Seseorang melompat dari kapal,’” kenang Kareen. Mendengar jawaban pelayan tersebut, Kareen langsung bergegas menuju balkon kabin dek ke-14 untuk menyaksikan kejadian tersebut. Dari situ, ia melihat dua buah kapal penyelamat diturunkan dari kapal induk dan mulai berpatroli menggunakan lampu sorot.

Tak lama setelah ia melihat pemandangan tersebut, Kapten kapal kembali mengumumkan bahwa regu penyelamat telah berhasil menemukan seorang penumpang wanita yang tidak diketahui identitasnya, dimana wanita ini yang disinyalir melompat keluar dari jendela kapal. Sontak, seluruh penumpang yang berada di atas Norwegian Epic pun dapat bernafas lega.

“Regu penyelamat berhasil menemukan seorang wanita mengambang di atas air, dan segera menjemputnya. Guna menghindari kondisi yang tidak diinginkan, kini wanita tersebut telah mendapatkan penanganan medis,” ungkap Kapten pelayaran, sebagaimana yang dicatat oleh Kareen. “Perlu Anda ketahui, kami harus terlebih dahulu mengembalikan kapal penyelamat sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Port Canaveral,” lanjut sang kapten.

Baca Juga: Kenapa Kapal Pesiar Bisa Tahan Terjangan Badai? Ternyata Jawabannya Sangat Sederhana!

Setibanya di Port Canaveral pada Rabu pagi, wanita yang terjun ke laut lepas tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit setempat guna mendapatkan pengangan lebih lanjut. “Pikiran yang terlintas pertama kali di pikiran saya adalah ‘Apa yang akan dilakukan oleh regu penyelamat?’ karena pada saat itu, kapal kami tengah melaju dalam kecepatan yang tinggi, sehingga saya salut dengan apa sudah dilakukan oleh regu penyelamat,” ujar Kepala Pemadam Kebakaran, Mark Schollmeyer.

“Kami bersyukur tim kami bereaksi cepat dan mampu menyelamatkan wanita tersebut,” demikian pernyataan Norwegian Cruise Line. “Semoga korban bisa cepat lekas pulih,” imbuhnya.