Lima Hari Dibuka, Penjualan Tiket Kereta Api Lebaran Baru 9-10 Persen

Meski Hari Raya Idul Fitri 2018 masih tiga bulan lagi, tetapi PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai berbenah untuk mengantisipasi lonjakan pembelian tiket. Sebab H-90 sebelum keberangkatan KAI sudah membuka pemesanan tiket.

Baca juga: Persiapkan Musim Mudik 2018, PT KAI Sudah Buka Pemesanan Tiket Sejak 1 Maret Kemarin!

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, Corporate Deputy Director of Passenger Transport Marketing and Sales PT KAI, Mukti Jauhari mengatakan pihaknya sudah menyadari sejak tahun lalu dimana server sempat mengalami gangguan. Hal ini lantaran banyak calon penumpang yang memesan tiket kereta.

Ternyata masalah tersebut tidak hanya terjadi pada sistem KAI tetapi pada mitra KAI yang juga menjual tiket.

“Mesin kami sudah modern dari tahun 2015. Selama ini juga tidak ada masalah. Kalau akses, memang diakui agen kami sangat unik. Jadi, lonjakan demand sangat tinggi dibanding hari biasa kalau menjelang lebaran. Tahun lalu tiket.com mengalami down. Karena tidak pernah antisipasi lonjakan demand yang masuk,” kata Mukti.

Dengan adanya perbaikan manajemen untuk atasi lonjakan pemesanan tiket, pihaknya optimis bisa melayani penjualan tiket tanpa ganguan.

“Memang mesin server kami cukup besar, tapi dampaknya karena tidak bisa memenuhi semua permintaan dalam waktu yang berdekatan, kami perbaiki manajemen antreannya di server kami. Jadi nanti ada yang timed out mungkin. Tapi mesin kami Insya Allah siap,” ujarnya.

Dari sisi teknis, Ia mengaku telah memperbesar kapasitas nilai konsumsi transfer data atau bandwidth dari 150 Mb menjadi 400 Mb untuk kelancaran akses pemesanan tiket agar tidak terjadi kerusakan atau down pada server saat terjadi lonjakan pemesanan online.

Selain kesiapan server untuk mengatasi momok lonjakan pembelian tiket Lebaran, KAI tahun ini menyiapkan kapasitas tempat duduk sebanyak 236.210 kursi per hari untuk arus mudik. Jumlah tersebut naik 3,5 persen dari tahun 2017 yang disiapkan sebanyak 228.158 kursi per harinya. Namun, hingga hari kelima ini, tiket yang baru terjual sembilan sampai sepuluh persennya saja.

“Untuk tiket yang terjual baru lima hari sejak penjualan dibuka, yang terjual masih sangat kecil belum ada sepuluh persen tepatnya ada di angka sembilan sampai sepuluh persen,” ujar Mukti.

Dia mengatakan, untuk tarif kereta tidak ada perubahan seperti tahun lalu. Untuk KA komersial angkutan lebaran pada H-9, pihaknya akan menarik tarif batas atas. Mukti juga menghimbau agar pengguna layanan KAI untuk mudik Lebaran 2018 tidak menggunakan jasa calo untuk membeli tiket. Sebab tiket bisa dipesan selama 24 jam melalui aplikasi KAI Access atau mitra.

Baca juga: Redam Lonjakan Penumpang KA Argo Parahyangan, PT KAI Hadirkan Empat Rangkaian yang Serba Baru!

“Tarif seperti tahun lalu untuk angkutan hari lebaran H-9 kami menarik batas atas. Sementara itu, tetap di batas atas tidak ada yang melewati ketentuan di batas atas. Antisiapasi calo, kami sudah tidak punya agen kecil tanpa ada badan usaha. Dulu kami pernah pakai agen kecil namun sekarang kami pakai business to business (B to B) semua. Agen kami berbadan hukum semua,” tegas Mukti.

Dalam mengantisipasi daerah rawan bencana, PT KAI juga menyiapkan alat metrial untuk siaga (AMUS) yang berfungsi untuk mengontrol dan memonitor kualitas rel.

Bosan Dengan Tampilan Google Street View? Coba Google Dog’s View!

Sebagai pelancong yang belum pernah mengunjungi suatu daerah, tentu Anda akan membutuhkan warga lokal yang siap untuk menjadi  tour guide Anda selama mengeksplorasi tempat tersebut. Namun, bagaimana jika peran warga lokal tersebut digantikan oleh anjing? Ya, walaupun anjing terkenal sebagai salah satu hewan peliharaan paling setia di dunia, namun apakah bisa binatang ini mengemban tugas sebagai tour guide?

Baca Juga: Ini Lho! Tampilan Baru Google Maps

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman wtsp.com (10/3/2018), salah satu mesin pencarian paling populer di dunia saat ini, Google, telah menjawab pertanyaan di atas. Melalui Google Jepang, perusahaan ini telah memungkinkan para calon pelancong untuk mengikuti ‘tur virtual’ yang dipimpin oleh seekor anjing. Untuk saat ini, sebut saja beragam tempat favorit di Kota Odate, prefektur Akita, Jepang dapat dinikmati oleh para calon pelancong dari sudut pandang si anjing.

Mungkin Anda akan sedikit kebingungan di sini, namun inilah yang terjadi. Melalui fitur teranyar dari Google Jepang ini, Anda mampu melihat pemandangan 360 derajat melalui kamera khusus yang terpasang di punggung si anjing. Jadi para peneliti dari Google Jepang membiarkan kamera tersebut merekam setiap tempat yang dikunjungi oleh si anjing. Sederhananya, fitur ini memiliki cara kerja yang sama persis dengan Google Street View, namun gambar yang ditampilkan diambil dari kamera yang terpasang di punggung anjing. Unik bukan?

Tapi, sehubungan dengan fitur ini dikembangkan di prefektur Akita, maka tidak heran jika anjing ras Akita-lah yang menjadi ‘aktor utama’ dari penelitian fitur Google Dog’s View terbaru ini. Lalu, jika kamera terpasang di punggung anjing, bukannya gambar yang dihasilkan akan terhalang oleh kepala si anjing? Tentu di sini letak keunikkannya! Anda akan merasa seolah-olah duduk di punggung anjing ras Akita dan diajak berjalan-jalan keliling kota yang diketahui sebagai sentral dari ras anjing ini.

Baca Juga: Mirip Hachiko, Seekor Anjing di India Menunggu di Peron Setiap Jam 11 Malam

Sebut saja beberapa titik terkenal dari kota ini seperti Akita Dog Museum, hingga replika tugu Hachiko yang ada di Shibuya menjadi beberapa titik henti perjalanan virtual Anda bersama si anjing. Ternyata, selain terkenal sebagai salah satu sahabat manusia paling setia, anjing juga dapat turut serta dalam pengembangan teknologi ya!

Penggunaan GPS Diperdebatkan, Inilah Tips Aman Menggunakannya!

Penggunaan Global Positioning System atau yang biasa disingkat GPS ini memang seperti koin yang memiliki dua sisi. Di satu sisi, aplikasi ini sangat membantu para pengemudi yang masih asing dengan suatu daerah. Sementara di sisi lainnya mengatakan bahwa aplikasi ini berbahaya jika digunakan sembari mengemudi.

Baca Juga: Duh! Terlalu Sering Gunakan GPS Bisa Turunkan Kinerja Otak

Khusus di Indonesia, para pengemudi yang kerap menggunakan GPS sempat dibuat ketar-ketir karena pernyataan dari Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto yang menyebutkan bahwa penggunaan GPS ketika berkendara merupakan sebuah pelanggaran.

Namun Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra menganggap penggunaan GPS tidaklah masalah selama digunakan secara bijaksana. Tapi sebenarnya, apa saja sih yang menyebabkan penggunaan GPS ini diperdebatkan?

Sebagaimana data yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman elkandelk.com, penggunaan GPS ketika mengemudi memaksa si sopir untukmemecah konsentrasinya ke dua fokus, pertama jalanan dan GPS yang terpasang di gadgetnya. Secara tidak langsung, ini membahayakan para pengguna jalan termasuk dirinya sendiri.

Belum lagi interaksinya dengan gadget semisal layar ponsel mati atau gangguan sinyal yang menghambat kinerja GPS tersebut, hal ini tentu menjadi masalah lanjutan dari poin pertama yang sudah disebutkan tadi. Lalu soal pencahayaan layar ponsel yang terlalu terang akan menimbulkan masalah tersendiri ketika si pengemudi berkendara pada malam hari.

Lalu bagaimana jika di tengah perjalanan, si pengemudi harus mencari rute alternatif karena macet atau masalah lain? Secara otomatis ia harus kembali berinteraksi dengan gadgetnya, dimana hal tersebut berarti memecah konsentrasinya.

Ketika sejumlah permasalahan tadi bermuara pada satu titik, yaitu memecahkan konsentrasi selama berkendara, lalu kira-kira, apa yang harus dilakukan agar si pengemudi bisa tetap fokus, walaupun daerah yang ia lewati masih asing untuknya?

Sebelum berkendara, ada baiknya jika si pengemudi mempelajari dan memahami terlebih dahulu seluk beluk rute yang sekiranya hendak ia lewati. Lebih baik jika ia sudah bisa merencanakan opsi rute lain, alih-alih rute utama dilanda kemacetan.

Lalu, si  pengemudi harus mengupayakan agar gadget yang ia gunakan untuk membuka aplikasi GPS terletak di posisi yang mudah untuk di lihat, semisal di samping kemudi (biasanya menggunakan alat khusus agar gadget bisa berdiri). Dengan begitu, ia tidak perlu terus-terusan melihat ke gadgetnya yang mungkin ia simpan di sela-sela paha atau di tempat lain yang memaksanya untuk mengalihkan pandangan dari depan.

Baca Juga: 1 April 2018, India Wajibkan Penggunaan GPS di Angkutan Umum, Indonesia Bagaimana?

Usahakan juga untuk memaksimalkan fitur voice command yang kini sudah tersedia di kebanyakan aplikasi GPS. Setidaknya dengan mengikuti petunjuk arah dalam bentuk suara, si pengemudi tidak harus memalingkan pandangan dari depan.

Terakhir, jikalau kondisinya sangat mendesak dan  memaksa driver untuk melihat aplikasi GPS-nya, maka menepilah di tempat yang aman terlebih dahulu.

Mudahkan Penumpang Cari Kursi Kosong, Mulai September 2018 Kereta Komuter Inggris Gunakan Sensor

Tak mendapat duduk di kereta komuter dan harus berdiri selama perjalanan panjang? Ini adalah hal yang tidak diinginkan semua orang dan terkadang banyak yang akhirnya memilih menunggu kereta selanjutnya agar bisa duduk nyaman dan tenang sampai tujuan.

Baca juga: Agar Tak Bikin Kecewa Penumpang, Bus Tingkat di London Hadirkan Monitor Sisa Kursi di Dek Atas

KabarPenumpang.com melansir dari laman telegraph.co.uk (16/2/2018), bahwa perkeretaapian Inggris akan memudahkan penumpang dengan membantu memberitahukan tempat duduk yang kosong. Nantinya sistem ini sendiri akan memberitahukannya secara real time sesuai kereta yang akan datang di stasiun.

Pemberitahuan tersebut akan dibuat secara teks pada stasiun kereta. Sehingga memudahkan penumpang yang akan naik kereta tahu bagian mana kursi kosong untuk diduduki.

Smart Train nama sistem tersebut dan pertama kali dijalankan di Inggris. Sistem ini akan menggunakan sensor yang ditempatkan di langit-langit gerbong kereta untuk menghitung orang-orang di dalam kereta dan mendeteksi tempat duduk yang diduduki penumpang baik yang terisi maupun kosong.

Untuk proyek sistem Smart Train ini, pemerintah Inggris mengucurkan dana hibah senilai £330.995 untuk mengembangkan konsep pada perusahaaan yang akan mengoperasikannya yakni Enable Internasional. Pemerintah Inggris berharap sistem ini dapat selesai pada akhir September 2018.

Arriva UK Trains merupakan sponsor utama dalam pengerjaan peluncuran komersial dengan operator kereta pada April 2019 mendatang. Uji coba Smart Train sendiri sudah dilakukan selama delapan minggu di Chiltern railway pada akhir 2017.

Disini sensor ditempatkan pada 24 gerbong sebagai uji cobanya. Sembilan dari sepuluh responden yang merasakan uji coba mengatakan, dengan akses real time, data ketersediaan kursi dipengaruhi dimana mereka berdiri di peron untuk mendapat tempat duduk. Adapun dana hibah yang diberikan pemerintah tersebut akan digunakan dalam pembuatan sistem pada berbagai jenis kereta.

Baca juga: Agar Tak Bikin Kecewa Penumpang, Bus Tingkat di London Hadirkan Monitor Sisa Kursi di Dek Atas

“Masalah besar yang dimiliki kereta pada saat ini pada umumnya adalah menawarkan pengalaman pelanggan yang terbatas bila dibandingkan dengan moda transportasi lainnya. Smart Train bertujuan untuk mendigitalkan perkeretaapian kita dan membawa mereka ke tingkat kencanggihan yang sama dengan departemen store serta menjadikan pengalaman perjalanan yang luar biasa,” ujar chief strategy officer di Enable International, Chirs Thompson.

Proposal Smar tTrain adalah satu dari 10 proyek yang akan mendapatkan sebagian dari uang tunai £3,5 miliar atau sekitar Rp66,9 triliun yang disisihkan untuk mendorong inovasi di industri perkeretaapian.

Dirjen Perhubungan Udara Keluarkan Edaran Terkait Powerbank dan Baterai Lithium Ion dalam Penerbangan

Insiden di pesawat terbang yang terkait keberadaan powerbank belakangan kembali mengemuka, setelah meledaknya powerbank pada Rabu (30/1/2018) yang terjadi sesaat setelah maskapai Aeroflot rute Moskow – Volgograd ini mendarat di tujuan.

Seolah ingin mengantisipasi berulangnya kejadian meledaknya powerbank di pesawat,Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso selaku regulator penerbangan nasional telah menerbitkan Surat Edaran Keselamatan terkait ketentuan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan pada pesawat udara. Surat Edaran ini ditujukan pada maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yg terbang di atau dari wilayah Indonesia.

Baca juga: Tentang Kasus Power Bank Meledak di Kabin, Inilah Regulasi dari IATA Yang Wajib Dipatuhi!

Peraturan ini muncul sebagai upaya nyata perlindungan keselamatan dalam penerbangan di Indonesia, mengingat baru-baru ini terjadi ledakan kebakaran power bank akibat meledaknya power bank di tas jinjing yang diletakkan di hatrack dalam sebuah penerbangan di China oleh maskapai penerbangan China, yang menjadi alarm seluruh dunia terhadap potensi ancaman keselamatan penerbangan dengan adanya perkembangan teknology dan kebiasaan sosial penumpang pesawat membawa powerbank kemana-mana.

Menurut Agus, dikeluarkannya SE Nomor 015 Tahun 2018 yang ditetapkan pada tanggal 09 Maret 2018 ini berkaitan dengan adanya potensi resiko bahaya meledak/kebakaran pada powerbank atau baterai lithium cadangan yang membahayakan keselamatan selama penerbangan. Seperti yang baru-baru ini terjadi dalam sebuah penerbangan di China, yang menjadi alarm seluruh dunia terhadap potensi ancaman keselamatan penerbangan dengan adanya perkembangan teknology dan kebiasaan sosial orang membawa powerbank kemana-mana.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Surat Edaran ini untuk mencegah agar hal tersebut tidak terjadi di Indonesia. Mengingat sudah adanya kejadian dan kajian terkait bahayanya membawa powerbank dan baterai lithium cadangan dengan ukuran daya tertentu pada penerbangan. Jadi kami mengawasi dari awal terutama terkait besaran daya dari peralatan-peralatan tersebut. Hanya peralatan dengan daya yang besar yang kami tangkal, yang kecil silahkan saja dengan perlakuan tertentu sesuai aturan, hal ini juga mulai diatur diberbagai negara maju dalam hal penerbangan, yang selalu responsif demi menjaga keselamatan penerbangan” ujar Agus.

Menurut Agus, pencegahan ini sangat perlu karena terkait dengan keselamatan penerbangan yang tidak bisa ditawar. Dengan adanya Surat Edaran ini, petugas regulator dan operator di lapangan mempunyai pegangan terhadap penanganan barang-barang tersebut baik di bandara maupun di saat penerbangan.

Agus berharap SE ini dapat dilaksanakan dengan baik, kontinyu dan penuh tanggung jawab. Petugas di lapangan harus dilatih dan diinformasikan terkait surat edaran ini dengan baik. Termasuk diantaranya juga dengan memberi informasi yang jelas kepada para penumpang dan melakukan pemeriksaan tetap dengan simpatik.

Di sisi lain, Agus juga menghimbau para penumpang untuk mengikuti dan mematuhi ketentuan dalam aturan tersebut serta bekerjasama dengan petugas terkait segala sesuatu pengaturan dalam SE ini demi keselamatan dan keamanan penerbangan. Karena keselamatan dan keamanan penerbangan adalah tanggung jawab bersama semua pihak, baik regulator, operator maupun penumpang.

Dalam SE Keselamatan ini, maskapai domestik dan asing diinstruksikan untuk menanyakan kepada setiap penumpang pada saat proses lapor diri (check-in) terkait kepemilikan powerbank atau baterai lithium cadangan.

Maskapai juga harus memastikan bahwa powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa penumpang dan personel pesawat udara harus memenuhi beberapa ketentuan. Diantaranya bahwa powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa di pesawat udara tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain. Maskapai harus melarang penumpang dan personel pesawat udara melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan powerbank pada saat penerbangan.

Powerbank atau baterai lithium cadangan tersebut harus ditempatkan pada bagasi kabin dan dilarang pada bagasi tercatat. Peralatan yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam (watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh. Sedangkan peralatan yang mempunyai daya per jam (watt-hour) lebih dari 100 Wh (Wh < 100) tapi tidak lebih dari 160 Wh (100 ≤ Wh ≤ 160) harus mendapatkan persetujuan dari maskapai dan diperbolehkan untuk dibawa maksimal dua unit per penumpang.

Untuk peralatan yang mempunyai daya per jam lebih dari 160 Wh (Wh ≥ 160) atau besarnya daya per jam (watt-hour) tidak dapat diidentifikasi, maka peralatan tersebut dilarang dibawa ke pesawat udara.

Untuk peralatan powerbank atau baterai lithium cadangan yang tidak mencantumkan keterangan jumlah Wh maka perhitungan jumlah Wh dapat diperoleh dengan beberapa cara seperti yang tercantum di SE tersebut. Apabila jumlah tegangan/ voltase (V) dan jumlah arus/ kapasitas (Ah) diketahui maka perhitungan daya per jam (Wh) dapat dikalkulasikan dengan rumus E = V x I.

E = daya per jam, satuannya adalah watt-hour (Wh),
V = tegangan, satuannya adalah volt (V),
I = arus, satuannya adalah ampere (Ah).

Apabila hanya diketahui miliampere (mAh) maka untuk mendapatkan ampere-hour (Ah) harus dibagi 1000. Contohnya jika jumlah voltase 5 V dan jumlah kapasitas 6000 mAh, maka jumlah daya per jam adalah 6000 mAh : 1000 = 6 Ah. Sedangkan daya perjamnya adalah 5 V x 6 Ah = 30 Wh sehingga masih boleh dibawa dalam penerbangan.

Baca juga: (Lagi) Kasus Ponsel Meledak, Kali Ini Dialami Air Canada Flight 101

Untuk semua Penyelenggara Bandar Udara diinstruksikan untuk menginfomasikan kepada setiap penumpang dan personel pesawat udara terkait ketentuan membawa Powerbank atau baterai lithium cadangan pada pesawat udara sebagaimana tercantum dalam ketentuan di atas.

Penyelenggara bandara harus memastikan penumpang dan personel pesawat udara tidak membawa Powerbank atau baterai lithium cadangan dalam bagasi tercatat. Serta harus memastikan daya per jam powerbank atau baterai lithium cadangan yang ditemukan saat pemeriksaan keamanan di Security Check Point (SCP) sesuai dengan ketentuan-ketentuan di atas.

Saab Pasok Teknologi Pengawas Landasan dan Lalu Lintas Udara di Bandara Juanda

Meski lebih dikenal sebagai manufaktur persenjataan global, Saab AB dari Swedia juga punya reputasi dalam penyediaan sistem navigasi bagi kepentingan sipil. Seperti kabar terbaru datang dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Di bandara ketiga terbesar di Indonesia yang dikelola PT Angkasa Pura I ini, Saab diwartakan telah memasok sistem operasional landasan.

Baca juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers Saab.com (12/3/2018), teknologi yang digunakan di Bandara Juanda adalah Advanced-Surface Movement Guidance and Control System (A-SMGCS). Sistem ini disebut-sebut dapat memberikan pengawasan terhadap area landas pacu, taxiway, dan stand and om approach.

Dalam paket pengadaan di Bandara Juanda, Saab memasok sistem multilaterasi permukaan, vehicle locates (VeeLo), fusion processing, peringatan keamanan dan posisi kerja pengontrol. Sistem ini dilengkapi RU7, stasiun induk multilaterasi Saab yang canggih ditambah sistem pemrosesan modern untuk menciptakan kesadaran situasional (situational awareness) bagi operator ATC (Air Traffic Control).

“Kami bangga dapat bekerjasama dengan mitra di Indonesia untuk meningkatkan keamanan lewat alat manajemen lalu lintas yang canggih,” ujar Mike Gerry, head of business unit Air Traffic Management.

Baca juga: Bandara Cranfield Bakal Adopsi Digital Air Traffic Solution dari Saab

Selain A-SMGCS, Saab di Bandara Juanda juga melakukan implementasi Air Traffic Management (ATM) mencakup operasi bandara, sensor pengawas, Air Traffic Control (ATC), otomasi, pengambilan keputusan kolaboratif dan menara digital. Sampai saat ini solusi sejenis telah dihadirkan Saab di 100 lokasi pada 45 negara.

Diskon 50 Persen di Sabtu-Minggu, Akankah Kereta Bandara Soekarno-Hatta Makin Diminati?

Dalam periode tiga bulan, angka 100 ribu penumpang dirasa cukup besar, meski acap kali terlihat rangkaian gerbong kereta bandara Soekarno-Hatta sepi penumpang. Dan dengan dalih promosi wisata di hari Sabtu dan Minggu, kini PT Railink selaku operator kereta memberikan diskon tarif khusus sampai 50 persen di akhir pekan.

Baca juga: Belum Genap Satu Bulan Beroperasi, KA Bandara Soekarno-Hatta Angkut 75 Ribu Penumpang

Pemberian diskon ini dikatakan Railink adalah bentuk apresiasi terhadap antusiasme masyarakat yang berwisata dengan kereta Bandara. Diskon 50 persen ini sudah mulai dijual sejak 10 Maret 2018 kemarin dan berakhir pada 27 Mei 2018 mendatang.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber dan akun Twitter milik Railink KA Bandara, promo diskon ini berlaku untuk semua jadwal dan stasiun keberangkatan KA Bandara. Mulai dari Stasiun BNI City (SDB), Batu Ceper (BPR) dan Bandara Soekarno-Hatta (SHIA).

Promo diskon tiket KA Bandara Soetta Sabtu-Minggu (Twitter PT Railink)

Penumpang berangkat dari BNI City hingga ke SHIA atau sebaliknya, biasa tarif yang dikenakan Rp70 ribu dan kini menjadi Rp35 ribu. Sedangkan dari BPR menuju SHIA atau sebaliknya yang tadinya Rp35 ribu menjadi Rp17500.

Untuk pembelian tiket ini sama seperti pembelian tiket biasanya, penumpang bisa melakukan pemesanan tiket Pro Sami (Promo Sabtu Minggu) melalui internet booking di website Railink yakni reservation.railink.co.id atau melalui aplikasi mobile Railink. Sedangkan untuk pembalian di hari yang sama, penumpang bisa membelinya melalui vencing machine di stasiun.

Namun, setelah adanya pemesanan atau pembelian tiket Pro Sami ini, penumpang tidak bisa menunda ataupun membatalkan tiketnya.

“Diharapkan dengan diberlakukan promo diskon 50 persen ini, KA Bandara Soekarno-Hatta bisa menambah alternatif liburan keluarga di akhir pekan sekaligus bisa mengedukasi anak-anak dan generasi muda untuk mencintai kereta api”, kata Direktur Utama Railink Heru Kuswanto dalam keterangannya.

Baca juga: PT Railink Rilis Jadwal Perjalanan KA Bandara Soekarno Hatta-Stasiun Sudirman Baru

Heru menambahkan, KA Bandara Soekarno-Hatta bukan hanya sebagai pengantar penumpang ke bandara melainkan sebagai destinasi wisata bagi keluarga. Dengan adanya diskon ini tidak menutup kemungkinan pihak Railink akan memperpanjangnya, jika antusiasme masyarakat terhadap KA Bandara terus meningkat dengan bertambahnya jumlah perjalanan pada Arpil 2018 mendatang.

Yakin, Uber Mau Rajai Operasional Bus Inggris?

Perusahaan bus di Inggris kini sedang berada di titik terendahnya selama 28 tahun meski perusahaan teknologi sudah melakukan langkah baru dalam sistem angkutan masalnya. Namun, pihak perusahaan teknologi ini juga memiliki risiko kerugian lebih besar.

Baca juga: Uber Eats, Serasa Tak Percaya Diri Masuk ke Pasar Indonesia

Hal ini membuat Uber ingin menjalankan sistemnya pada bus kota London. Tetapi izin Ubers sebagai angkutan berbasis aplikasi kini tengah dalam banding setelah sempat dicabut untuk tidak beroperasi lagi di London, Inggris oleh Transportation for London (TfL).

KabarPenumpang.com merangkum dari laman wired.co.uk (19/2/2018), bahwa jika pemerintah pusat dan daerah tidak menginvestasikan lebih banyak pada angkutan umum hal ini bisa disampaikan kepada pihak Uber untuk membantu. CEO Uber, Dara Khosrowshahi mengatakan, dirinya ingin Uber menjadi pilihan pasar transportasi.

Sebab kini Uber tidak hanya hadir dengan mobil biasa saja melainkan sepeda, pengiriman makanan dan berkendara secara bersama atau sharing dengan penumpang lainnya.

“Saya ingin menjalankan sistem bus untuk sebuah kota. Ingin membawa Uber ke dekat jaringan bawah tanah untuk memudahkan penumpang mendapatkan kendaraan lainnya untuk berpindah,” ujarnya.

Saat ini yang sudah berjalan selain mobil adalah UberEats yang merupakan layanan pesan antar makanan. Kemudian uji coba sepeda di San Francisco dan layanan bus melalui UberHOP yang sudah tak lagi berfungsi saat ini.

Sebenarnya Uber juga bekerja sama dengan kota-kota di Amerika serikat dan memberikan diskon pada penumpang yang tinggal di daerah dengan transportasi buruk. Tak hanya itu, di Kanada pihaknya sudah menjadi transportasi alternatif yang lebih murah dan berada di jaringan bus.

Menurunnya penggunaan bus dalam 28 tahun belakangan ini sebanyak delapan persen. Hal ini juga dikarenakan London sebagai ibu kota Inggris yang macet sehingga jalan bus pun menjadi lamban dan membuat penurunan pendapatan sebesar £25 juta atau sekitar Rp477 miliar.

Ternyata, adanya masalah penurunan penumpang ini, Uber dan berbagai transportasi basis aplikasi sudah dilirik untuk menjadi solusi dalam perbaikan layanan publik tersebut. Menteri Transportasi Chris Grayling, mengatakan, tahun lalu Uber Style bisa menggantikan layanan bus tradisional.

Dalam membantu peningkatan pelayanan, Uber dan Lyft yang disediakan untuk membantu menyelesaikan masalah ini pada tahun 2017 lalu, terlihat cukup sukses dan tidak mengherankan ketika biaya sebelum uji coba $45 per perjalanan dikurangi sekitar 18 persen. Hal ini menunjukkan bahwa cara baik menggunakan aplikasi untuk menopang transportasi umum sehingga pengguna hanya perlu memastikan menggunakannya dengan benar.

Selain Uber dan Lyft, Chariot serta Ford juga menjalankan bus komuter di lima kota AS dan melakukan uji coba empat jalurnya di London. Sedangkan Citymapper juga menguji coba busnya di London Timur setelah data menunjukkan rute yang di layaninya.

Uber, Chariot, Citymapper dan angkutan basis aplikasi lainnya harus digunakan untuk menopang angkutan umum hanya jika memang masuk akal dalam jalurnya. Sama seperti Boston menemukan penggunaan aplikasi yang mengendarai sepeda untuk membantu penumpang yang cacat serta bus yang sesuai permintaan bisa berguna untuk menawarkan layanan kereta api pada malam hari bahkan bagi penumpang yang pulang setelah konser atau pertandingan sepak bola, kata Dr Junfeng Jiao, asisten profesor dalam perencanaan masyarakat di University of Texas.

Tapi Uber tidak perlu memasok kendaraan karena otoritas publik dapat meminjam berdasarkan permintaan dan menjalankannya sendiri. Memang, pemerintah tidak perlu bergantung pada Uber untuk mengatasi tantangan ini sebab ada pilihan lain.

Bridget Fox, juru kampanye transportasi yang lestari di Campaign for Better Transport, mengatakan, “mungkin ada daerah dimana pembagian perjalanan dapat berperan dalam melengkapi layanan bus, namun ini mungkin tidak layak secara finansial di wilayah yang sangat kekurangan dan masyarakat membutuhkan layanan bus. Kebanyakan komunitas berpenghasilan minim atau rendah.”

Baca juga: Anda Ingin Diberi Rating 5 oleh Pengemudi Uber? Ikuti Tips Ini!

Bus yang dikelola masyarakat mengangkut sekitar penumpang di West Dales di Inggris dan Jerman bahkan ada kereta independen yang memiliki jalan bebas hambatan yang berada di samping Deutsche Bahn. Tapi terlepas dari siapa yang menyediakan bus yang lebih baik maka dibutuhkan dana yang cukup menunjang.

“Jika kita tidak menjaga infrastruktur kita dengan baik itu akan menyakiti hidup kita. Kita seharusnya tidak menganggap bus akan selalu ada di sana,” kata Jiao.

Duh! Terlalu Sering Gunakan GPS Bisa Turunkan Kinerja Otak

Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa kehadiran Global Positioning System atau yang akrab disingkat GPS ini sudah membantu jutaan umat manusia ketika mereka berkendara. Di awal kemunculannya, aplikasi berbasis peta virtual ini memang belum secanggih sekarang yang sudah bisa menunjukkan jalur tercepat untuk sampai di tujuan. Belum lagi fitur penghitung estimasi perjalanan dan voice direction yang akan memudahkan perjalanan Anda.

Baca Juga: Fake GPS, Jurus Pengemudi Online Akali Order Pelanggan

Dengan segala kelebihan yang dimilikinya, kehadiran fitur GPS ini masih menjadi perdebatan di Indonesia lantaran dianggap mengganggu konsentrasi dalam berkendara. Namun, tahukah Anda bahwa GPS dapat berbahaya bagi kesehatan, terutama otak Anda? Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, sejumlah pakar kesehatan dunia menyebutkan bahwa kebiasaan mengandalkan navigator GPS ini bisa menurunkan kinerja otak.

Pakar kesehatan dari University College London menelurkan sebuah hipotesa yang berisikan bahwa saat kita mengandalkan navigator ini, otak ternyata cenderung menjadi lebih malas. Hal yang berbeda terjadi jika otak harus mengingat atau memilih jalan secara langsung sehingga menjadi lebih aktif. Guna membuktikan hipotesa tersebut, para pakar tersebut melakukan sebuah penelitian terhadap partisipan yang kerap mengandalkan GPS ketika berkendara.

Ternyata, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa bagian otak yang berperan besar dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, hippocampus, memiliki aktifitas yang berbeda antara partisipan yang berkendara dengan menggunakan GPS dengan yang tidak. Aktifitas otak ketika berkendara dengan menggunakan GPS cenderung datar-datar saja. Sedangkan ketika partisipan ditempatkan di daerah yang cenderung baru tanpa kehadiran GPS, aktifitas otak terlihat mengingkat. Hal ini menunjukkan bahwa hippocampus  dan korteks prefontal pada otak bekerja dengan baik karena otak dipaksa untuk mengambil keputusan (memilih jalan).

Seorang pakar kesehatan bernama Dr. Hugo Spiers menyebutkan bahwa jika otak tidak banyak digunakan untuk berpikir, maka lambat laun otak akan kehilangan kekuatannya. Amat disayangkan, navigasi GPS yang bisa memberikan arahan pada kita secara jelas untuk menentukan jalan, bisa memberikan dampak yang sama, yaitu membuat otak lama kelamaan akan kehilangan kekuatannya.

Baca juga: 1 April 2018, India Wajibkan Penggunaan GPS di Angkutan Umum, Indonesia Bagaimana?

Sementara itu, pakar kesehatan lainnya dari University of Cardiff, Wales, Dr. Dean Burnett juga menyarankan kita untuk tidak terlalu sering menggunakan GPS saat berkendara, agar kekuatan otak kita dapat terus terlatih dan tidak kehilangan kekuatannya.

Vanithashree, Kisah Masinis Wanita Sukses dari Mangaluru

Wanita tak hanya saja sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga bisa menjadi seorang pekerja yang tak lupa mengurus rumah. Mungkin pekerjaan seorang wanita hanya duduk di kantor menyelesaikan berkas, namun apa jadinya jika seorang wanita menjadi masinis atau asisten masinis lokomotif kereta?

Baca juga: Mau Jadi Masinis PT KAI, Baca Dulu Beberapa Persyaratannya!

Ini adalah hal yang bukan baru lagi memang, tetapi di negara dengan jaringan kereta terluas ternyata masinis wanita juga sudah banyak. KabarPenumpang.com merangkum dari laman thehindu.com (8/3/2018), Vanithashree salah masinis lokomotif kereta di India seakan menghancurkan benteng dimana hanya pria yang bisa mengerjakan hal tersebut.

Hal ini dikarenakan dirinya menjadi satu dari beberapa orang yang bergabung dengan perkeretaapian India sebagai asisten masinis lokomotif pada tahun 2006 lalu. Vanithashree sendiri kini menjadi seorang masinis lokomotif yang berangkat dari stasiun Mangaluru Junction.

Dia merupakan ibu dari dua orang anak laki-laki dan pernah menempuh studi di Teknik Automobile, Politeknik Karnataka di Mangaluru. Sebelum menjadi seorang masinis, Vanithashree terpilih sebagai Assistant Pilot Loco (APLs) setelah melakukan tes kliring yang dilakukan oleh Railway Recruitment Board (RRB), Thiruvananthapuram dengan uji coba menjalankan lokomotif dari Erode dan Uttukkuli setelah menjalani pelatihan enam bulan.

Kemudian menjadi seorang masinis utuh sejak tahun 2010 dan menjalankan lokomotif tunggal di Divisi Palakkad Southern Railway yang memiliki rekor 12 tahun layanan tanpa kecelakaan. Vanithashree mengatakan, bekerja di lingkungan yang dominan pria sangat sulit sebenarnya, tetapi mengingat dukungan dari masinis lokomotif Babu di Mangaluru Central dia tetap menjalankannya.

Diketahui, keinginan dirinya untuk menjadi masinis awalnya di dorong oleh orang tuanya kemudian oleh suami Vanithashree yang merupakan seorang kepala polisi di Kankanadi. Saat ini dia mampu menjalankan lokomotif diesel maupun listrik dan mampu menanganinya sendiri. Kini di divisi tempatnya bekerja ada enam perempuan sebagai APLs. Vanithashree sendiri pernah menerima penghargaan Manager Operasional Divisi dan Chief Operation Manager.

Baca juga: Indonesian Train Simulator, Rasakan Sensasi Menjadi Masinis Kereta Indonesia

Tak hanya Vanithashree, tetapi di South Western Railway yang mengoperasikan Sangamitra Express dari Bengaluru menuju Patna para krunya semua wanita setiap hari Kamis. Selain di India, ternyata Indonesia juga memiliki masinis perempuan.

Ada sekitar sembilan orang wanita tangguh yang kini menjadi masinis kereta rel listrik (KRL) atau commuter di Indonesia. Namun, untuk kereta jarak jauh belum terlihat adanya masinis perempuan. Apakah nantinya di Indonesia juga semakin berkembang masinis-masinis wanita?