PT INTI Dukung Modernisasi Online Ticketing Untuk Penumpang Ferry ASDP

Sudah setahun belakangan PT ASDP Indonesia Ferry meluncurkan layanan online ticketing, namun harus diakui adopsi sistem dan user interface yang diterapkan masih jauh tertinggal dari penyedia layanan moda transportasi lainnya, salah satunya belum ada aplikasi untuk penggunaan di smartphone dan sistem pembayaran yang masih terbatas menggunakan ATM di bank-bank tertentu.

Baca juga: Tiket Online Ferry ASDP – Animo Menurun Pasca Lebaran, Optimis Meningkat di Liburan Akhir Tahun

Untuk menjawab tantangan tersebut, hari ini PT ASDP Indonesia Ferry menjalin kerja sama strategis dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia alias PT INTI untuk melakukan modernisasi pada sistem penjualan tiket online, khususnya untuk target penumpang kapal ferry yang tidak membeli tiket di pelabuhan.

Kedua BUMN ini bersepakat untuk melakukan sinergi pengembangan modernisasi ticketing di lingkungan ASDP melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) yang digelar Senin (27/11/2017). MOU yang ditandatangani Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara serta Direktur Utama PT ASDP Faik Fahmi ini merupakan langkah awal peningkatan sinergi kedua belah melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak dalam rangka sinergi badan usaha milik negara (BUMN).

Rencananya, kerja sama akan mencakup sinergi bidang industri telekomunikasi, elektronika, informatika, kelistrikan, dan energi. Selain itu, kedua belah pihak menyepakati sinergi bentuk lainnya yang relevan bagi kedua pelat merah ini. “Tujuan besarnya untuk mendapatkan efisiensi dan pertumbuhan bisnis perusahaan melalui kerja sama yang saling menguntungkan,” ungkap Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara, usai penandatanganan MOU, di Kantor Pusat PT ASDP Indonesia Ferry, Jakarta, Senin (27/11).

Dalam kerja sama ini, PT INTI menyediakan perangkat M-POS untuk e-ticketing PT ASDP yang memiliki kelebihan dalam perangkat terintegrasi atau All-In-One Embedded yang meliputi smartphone, mobile printer, e-KTP Reader, dan fingerprint. Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan kerja sama pemanfaatan layanan INTIPay atau alat bantu pembayaran tunai dan non tunai yang terintegrasi dengan aplikasi pencatatan penjualan serta verifikasi kartu identitas elektronik sebagai media alternatif pembayaran dalam pembelian tiket ferry.

Baca juga: Sambut HUT RI Ke-72, PT ASDP Buka Layanan Tiket Online di Tujuh Lintasan

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Faik Fahmi menyatakan apresiasi atas kerja sama dengan PT INTI terkait modernisasi sistem ticketing di lingkungan ASDP. Menurut dia, selain dapat meningkatkan performa bisnis dan memberikan keuntungan bagi kedua perusahaan, kerja sama layanan dalam transaksi e-ticketing ini akan semakin memudahkan pengguna jasa saat membeli tiket ferry.

Diungkapkan, dengan adanya perangkat terintegrasi layanan transaksi tiket akan lebih praktis, manifest penumpang lebih akurat karena langsung membaca data dari e-KTP, dan layanan pembayaran INTIPay mendukung rencana PT ASDP dalam penerapan transaksi non tunai dalam pembayaran tiket.

Darman ikut menambahkan, sinergi komprehensif ini rencananya akan berlaku selama setahun sejak nota kesepahaman ini disepakati. “Harapannya, kerja sama ini akan berkelanjutan tidak hanya pada induk perusahaan, tapi juga pada anak usaha dan afiliasi,” tuturnya.

Pihak PT ASDP Indonesia Ferry rencananya akan memprioritaskan penyediaan layanan baru ini pada cabang utama seperti di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Padangbai, Lembar, Kayangan dan Pototano. Meski begitu, belum ada informasi lebih detail tentang jadwal soft launch layanan baru dari dua BUMN ini, sumber internal ASDP menyebut masih diperlukan penyelarasan dalam sisi regulasi. Sementara untuk pembelian tiket kendaraan tetap melalui jalur pelabuhan, pasalnya penentuan golongan kendaraan ditentukan lewat sistem berbasis sensor.

Bandara Changi Uji Coba Remote Air Traffic Control

Bandara Changi Singapura kian memantapkan penggunaan teknologi terbaru untuk segala aktivitasnya, baik untuk penanganan bagasi hingga yang terbaru penanganan lalu lintas untuk pesawat. Mengikuti jejak kecanggihan bandara-bandara di Eropa, ATC (Air Traffic Control) Changi mulai menguji coba sistem penanganan lalu lintas secara remote dari jarak jauh. Sejenis dengan teknologi yang sebelumnya telah diperkenalkan oleh Saab di Swedia.

Baca juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote 

KabarPenumpang.com melansir dari laman straitstimes.com (22/11/2017), teknologi ini  memungkinkan melakukan pengendalian lokasi ATC yang jauh dari bandara seperti Jurong atau Seletar di Singapura. Uji coba ini disebut-sebut bernilai $7 juta oleh Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) yang akan mengembangkan dan menguji prototipe menara digital cerdas.

Untuk uji coba ini, CAAS memberikan kontrak tersebut kepada perusahaan pengelola lalu lintas udara Nats yang berbasis di Inggris dan telah mengelola bandara Heathrow London. Perkiraan untuk memulai proyek ini pada awal tahun depan dan menyelesaikan dengan memakan waktu 22 bulan.

Kemudian akan dievaluasi kelayakan operasional sebelum menentukan teknologi yang cocok untuk bandara sibuk seperti Changi. Sejauh ini hanya bandara kecil yang mengadopsi teknologi serupa.

Sebagai contoh Ornskoldsvik, sebuah bandara kecil di Swedia, adalah bandara pertama di dunia dimana penerbangan dikendalikan dari jarak jauh. Pesawat yang lepas landas atau mendarat di bandara tersebut dipandu oleh pengendali lalu lintas udara dengan jarak  hampir 170 km jauhnya, di kota Sundsvall.

Adapun negara lain yang mempelajari hal tersebut yakni Hungaria, Inggris, Amerika Serikat dan Jerman. CAAS mengatakan, teknologi ini merupakan sebuah menara digital yang cerdas, dilengkapi dengan berbagai fungsi dan fitur, dapat membantu meningkatkan manajemen lalu lintas udara, keamanan landasan pacu dan operasi darat serta meningkatkan efisiensi operasional di Bandara Changi.

Kontrak CAAS dengan Nats mencakup pemasangan beberapa kamera fixed-position untuk memberi makan gambar video langsung, dengan memberikan pandangan serupa terhadap pengendali lalu lintas udara yang sekarang dilihat dari menara kontrol. Percobaan ini juga akan menggunakan kamera canggih dan teknologi video-stitching yang memungkinkan tampilan informasi lebih baik.

Seperti, kamera video akan dapat secara otomatis menggeser, memiringkan, dan memperbesar, untuk memungkinkan tampilan lebih dekat. Direktur Jenderal CAAS Kevin Shum mengatakan, dalam konser dengan drive Smart Nation di Singapura, kami memanfaatkan teknologi digital untuk mengubah industri penerbangan.

“Kami sangat senang dengan kemungkinan dan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra industri kami untuk menyediakan layanan pengelolaan lalu lintas udara berkualitas tanpa mengorbankan tingkat keselamatan dan pelayanan,” ujarnya.

Baca juga: Staf Bandara Changi Resmi Gunakan Kacamata Augmented Reality

Pelelangan untuk prototipe menara digital dibuka pada 28 Februari 2018 mendatang. Dari pelelangan ini pihak CAAS menarik tiga tawaran yang dievaluasi berdasarkan berbagai kriteria, seperti keahlian teknis, rekam jejak perusahaan dan daya saing harga.

Penutupan Sementara Bandara Ngurah Rai, 445 Penerbangan Terdampak

Akibat penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai mulai pagi ini, berdampak langsung pada penerbangan berjadwal untuk rute domestik dan internasional. Sampai saat ini terdapat 445 penerbangan yang terdampak, baik penerbangan menuju maupun dari Bali. Penerbangan yang berangkat dari Bali dibatalkan atau ditunda. Sedangkan penerbangan menuju Bali yang sudah berangkat sebelum 07.15 WITA akan dialihkan pendaratannya ke beberapa bandara sekitar Bali.

Baca juga: Giliran Airnav Terbitkan NOTAM, Bandara Ngurah Rai Ditutup Sementara Mulai Pagi Ini

“Kami perkirakan ada 445 penerbangan yang akan mengalami pembatalan, yaitu 196 rute internasional dan 249 rute domestik. Untuk mengantisipasi penerbangan yang akan datang ke Bali, kami sudah menyiagakan 5 alternatif airport yaitu Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok Praya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta,” ujar Israwadi, Corporate Secretary PT Angkasa Pura I dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com hari ini.

Adapun langkah-langkah persiapan, khususnya yang berkaitan dengan layanan kepada para penumpang, yaitu menyiagakan bus untuk alih moda transportasi para calon penumpang dengan tujuan Terminal Mengwi dan Pelabuhan Padang Bai, pusat pusat informasi layanan refund & reschedule tiket, counter khusus konsulat jenderal untuk melayani kebutuhan warga negaranya masing-masing, memberikan hiburan berupa musik dan tarian tradisonal bali serta layanan tambahan berupa minuman dan makanan ringan.

Bandara Lombok Dibuka Pagi Ini, Lion Air JT 651 Menjadi Penerbangan Perdana

Setelah mengalami penutupan sementara sejak hari Minggu, 26 November 2017, maka pada Senin pagi ini (27/11/2017), tepat pukul 06.00 WITA Bandara Internasional Lombok Praya kembali dibuka. Bandara Internasional Lombok Praya sudah beroperasi normal di mana proses check-in sudah dimulai sejak pukul 06.00 WITA. Hingga pukul 08.30 WITA, sudah terdapat 3 penerbangan yang berangkat yaitu Lion Air JT 651 tujuan Bandara Soekarno Hatta Jakarta dengan 211 penumpang, Garuda Indonesia GA 7024 tujuan Bima dengan 34 penumpang, dan Wings Air IW 1882 tujuan Sumbawa dengan 42 penumpang.

Baca juga: Ditjen Perhubungan Udara Keluarkan NOTAM, Bandara Lombok Ditutup Sementara

Total penumpang yang sudah berangkat sejak bandara dibuka pagi hari ini yaitu 287 penumpang. Sedangkan penerbangan yang batal berangkat hari ini dari Bandara Lombok yaitu Wings Air IW 1857 dengan tujuan Denpasar dengan 66 penumpang. “Bandara Lombok sudah kembali dibuka sejak pukul 06.00 WITA. Namun kami tetap melakukan antisipasi terkait dampak ditutupnya Bandara Bali pukul 07.15 WITA Senin ini. Kegiatan antisipasi tersebut yaitu berkoordinasi dengan instansi terkait seperti pihak maskapai dan ground handling terkait antisipasi penumpukan penumpang akibat pembatalan penerbangan rute Denpasar-Lombok-Denpasar atau sebaliknya. Selain koordinasi, kami juga melakukan persiapan pemaksimalan kapasitas parking stand untuk antisipasi adanya pesawat udara yang dialihkan akibat penutupan Bandara Bali,“ jelas Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi dalam siaran pers hari ini.

Adapun kapasitas parking stand yang tersedia di Bandara Lombok yaitu selama pukul 07.00 – 08.00 WITA untuk 2 pesawat tipe Boeing 737-900 dan selama pukul 08.00 – 10.00 WITA untuk 2 pesawat tipe Boeing 737-900 dan 2 ATR. Mengenai penerbangan yang batal datang menuju Bandara Lombok yaitu:
1. Lion Air JT 954 B737 900
2. Wings Air IW 1850 ATR72
3. Wings Air IW 1848 ATR72
4. Garuda Indonesia GA 7052 ATR72
5. Garuda Indonesia GA 450 B738
6. Garuda Indonesia GA 7048 ATR72

Sedangkan penerbangan yang batal berangkat dari Bandara Lombok yaitu:
1. Lion Air JT 955 B739
2. Wings Air IW 1857 ATR72
3. Wings Air IW 1851 ATR72
4. Garuda Indonesia GA 7053 ATR72
5. Garuda Indonesia GA 451 B738
6. Garuda Indonesia GA 7049 ATR72

Giliran Airnav Terbitkan NOTAM, Bandara Ngurah Rai Ditutup Sementara Mulai Pagi Ini

Setelah kemarin pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengeluarkan NOTAM (Notice to Airmen) untuk penutupan Bandara Internasional Lombok, maka giliran pagi hari ini, 27 November 2017, pihak Airnav Indonesia menerbitkan NOTAM dengan nomor A4242/17 yang memberikan info kepada seluruh stakeholder penerbangan mengenai kondisi terkini di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Yang karena kondisi dampak abu vulkanik Gunung Agung, bandara terbaik di dunia tersebut untuk sementara waktu ditutup mulai pukul 07:15 WITA.

Baca juga: Ditjen Perhubungan Udara Keluarkan NOTAM, Bandara Lombok Ditutup Sementara

Dikutip dari siaran pers Airnav Indonesia, Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono menjelaskan bahwa NOTAM tersebut berisi mengenai waktu dan alasan penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Abu vulkanik Gunung Agung telah menutup ruang udara di atas Denpasar, sehingga dikarenakan alasan keselamatan, ruang udara tersebut tidak dapat digunakan sehingga operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar ditutup sementara. Pada NOTAM yang telah diterbitkan, penutupan berlangsung hingga pukul 07:00 WITA besok (28/11), akan tetapi perkembangan situasi terkini dan update informasi dari pihak-pihak terkait seperti BMKG dan PVMBG akan selalu kami perbarui kepada para stakeholder penerbangan melalui NOTAM terbaru,” ungkapnya.

Dijelaskannya, penerbangan Internasional dan Domestik terdampak atas penutupan ini. “Pesawat yg terbang baik domestik maupun internasional tujuan Denpasar yang tengah mengudara saat ini, akan dialihkan ke Bandara-bandara terdekat seperti Juanda, Makassar, Lombok atau Kupang. Data yang masuk sementara ini terdapat tujuh penerbangan yang sudah dialihkan. Update terkini akan kami sampaikan kemudian,” paparnya.

Baca juga: Operasional Bandara Ngurah Rai di Bawah Bayang-Bayang Erupsi Gunung Agung

Ketujuh penerbangan yang menuju Bali tersebut antara lain adalah Garuda Indonesia GA 5150 Zhengzou-Denpasar dialihkan ke Surabaya, GA 897 Guangzhou-Denpasar dialihkan ke Surabaya, GA 859 Shanghai-Denpasar dialihkan ke Jakarta, China Easter MU 5029 Shanghai-Denpasar dialihkan ke Jakarta, MU 781 Beijing-Denpasar dialihkan ke Singapura, Citilink CTV 856 Jakarta-Denpasar dialihkan ke Surabaya, serta Lion Air JT927 Makassar-Denpasar dialihkan ke Surabaya.

Wisnu menambahkan bahwa stakeholder di lapangan terus berkoordinasi dan bersinergi secara aktif dalam menangani kondisi ini. “Kami terus meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalisir dampaknya terhadap konektivitas di ruang udara Indonesia. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia khususnya untuk seluruh personel yang tengah bertugas menangani kondisi saat ini dan situasi Gunung Agung dapat segera kondusif,” pungkas Wisnu. (USH)

 

 

Ditjen Perhubungan Udara Keluarkan NOTAM, Bandara Lombok Ditutup Sementara

Terkait dengan dampak letusan Gunung Agung di Bali pada hari Minggu, 26 November 2017, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan NOTAM (Notice to Airmen) B8868/17 untuk seluruh maskapai di Indonesia terkait penutupan Bandara Internasional Lombok pada pukul 17.55 WITA sampai dengan senin, 27 November 2017 pukul 06.00 WITA, NOTAM dikeluarkan untuk mengantisipasi dampak langsung abu vulkanik (Volcanic Ash) Gunung Agung.

Baca juga: Aktivitas Magma Gunung Agung Meningkat, Angkasa Pura I Siap Antisipasi Dampak Erupsi

Penutupan Bandara Internasional Lombok dilakukan setelah dilaksanakannya rapat kordinasi dengan Otoritas Bandara Wilayah IV, Airlines, Ground Handling, Airnav Indonesia serta BMKG hari ini pada pukul 17.00 WITA serta melalui pengamatan dilapangan dalam bentuk Paper Test untuk mengetahui kondisi Volcanic Ash di area bandara, serta update VA Advisory dan SIGMET serta monitor informasi dari Crew.

Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi mengatakan dalam siaran pers, “atas penutupan Bandara Internasional Lombok ini berdampak terhadap 16 operasional penerbangan dari dan menuju Lombok yg terdiri dari 13 penerbangan domestik yaitu: 7 Penerbangan Garuda Indonesia, 3 Penerbangan Lion Air, 2 Penerbangan Air Asia, 1 penerbangan Citilink, 1 penerbangan Wings Air dan 1 penerbangan Batik Air dan 3 penerbangan internasional yaitu 2 penerbangan Air Asia ke Kuala Lumpur serta 1 penerbangan Silk Air ke Singapore. Untuk 1 penerbangan domestik Batik Air dari Jakarta telah dialihkan ke Bali,”.

Selain langkah-langkah antisipasi atas aktivitas Gunung Agung, Lombok International Airport juga melakukan persiapan dampak terhadap operasional penerbangan antara lain, membuka Crisis Center dan melakukan persiapan apabila berdampak terhadap operasional baik yang berhubungan dengan pesawat maupun penumpang, Mengaktifkan Posko Terpadu dan Media Center serta berkordinasi dengan airlines untuk persiapan langkah penanganan penumpang. Angkasa Pura I juga telah menyiapkan Bandara Internasional Juanda Surabaya serta Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali untuk pengalihan penerbangan menuju Lombok akibat aktivitas Volcanic Ash Gunung Agung yang terus meningkat.

Baca juga: Operasional Bandara Ngurah Rai di Bawah Bayang-Bayang Erupsi Gunung Agung

“Saat ini Bandara I Gusti Ngurah Rai sudah menampung 1 pesawat Batik Air ID 6658 dari Jakarta menuju Lombok,” tambah Israwadi. Untuk update informasi perkembangan kondisi Lombok International Airport dapat menghubungi posko terpadu (0370) 6157000 ext. 888 atau dapat menghubungi call center PT. Angkasa Pura I (Persero) di 172

Ajak Calon Penumpang Relax, Bandara Denver Hadirkan Kelas Yoga

Bepergian jarak jauh dengan pesawat udara, terlebih bila melalui proses transit, maka besar kemungkinan akan melalui proses yang sangat banyak. Hal ini menyebabkan penumpang merasa jenuh dan lelah, apalagi di bandara internasional ada proses administrasi keamanan, antri di konter check in sampai ke ruang tunggu.

Baca juga: Bandara Lapisi Lantai dengan Karpet, Ternyata Ini Alasannya!

Adanya kejenuhan seperti ini, membuat beberapa bandara menampilkan kenyamanan setelah memperhatikan gerak gerik penumpangnya. KabarPenumpang.com melansir dari laman abc15.com (23/11/2017), salah satu pendiri Yoga on the Fly, Elizabeth Feinstone mengatakan pihaknya ingin menjadi tempat pelarian penumpang dikala jenuh. Sebab dengan adanya tempat yoga ini, stress dan kejenuhan bisa menghasilkan ketengan sendiri. Diketahui, Yoga on the Fly adalah studio yoga pertama yang hadir di bandara.

“Kami ingin jadi tempat penumpang menghilangkan stres,” kata Feinstone. Sebenarnya, Feinston mendapat ide membuat tempat yoga ini dikarenakan dirinya pernah menjadi korban perjalanan selama ke Nikaragua. Dia mengatakan, dirinya bersama penumpang lain sangat terpukul saat perjalanan ke Nikaragua yang mereka lakukan. “Menaiki pesawat kecil, kemudian menumpang mobil panjang, dan kami tahu pasti ada cara yang lebih baik untuk merasa nyaman saat sampai di tempat tujuan,” jelas Feinstone.

Kelas yoga di Denver International Airport (denver Channel)

Dia mengatakan, saat ini penumpang bisa lebih berfokus sebelum lepas landas dan merasa lebih rileks. Ini karena ketika berada di tempat yoga tersebut, penumpang bisa memilih antara kelas meditasi atau kelas pernapasan.

Untuk menjalankan kelas-kelas yoga ini, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan pakaian yang dikenakan saat itu. Di setiap kelas juga tidak diperlukan instrutur.

“Di setiap ruangan, kita memiliki iPad yang sarat dengan kelas. Angka ditikar bisa membantu Anda berada di posisi yang tepat,” ujar Feinstone. Waktu yang dihabiskan dalam masing-masing kelas sekitar 8-20 menit. Saat Anda memilih kelas ini, bisa langsung masuk ke dalam studio mini kemudian memasang headphone untuk mengikuti kelas tersebut.

“Mereka menutup tirai kelas dan melakukan gerakan yoga dan setelah keluar biasnya mereka lebih tenang dibanding saat datang,” kata Feinstone.

Heath Montgomery juru bicara Bandara Internasional Denver mengatakan sering orang terkejut melihat sebuah studio yoga di concourse tersebut. Namun dia mengatakan konsep seperti ini adalah cara bandara mencoba untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, terutama pada saat liburan dimana jutaan penumpang diperkirakan akan terbang.

“Kami melakukan yang terbaik untuk menjadikannya pengalaman yang paling santai dan menyenangkan dan yoga berperan dalam hal itu. Ada banyak orang di luar sana yang menyukai yoga dan konsep semacam ini memberi orang kesempatan untuk benar-benar melepaskan diri dari kekakuan dan tekanan dari pengalaman perjalanan itu,” kata Montgomery. Dengan adanya ini penumpang bisa merasakan ketenangan sebelum terbang dan mengubah cara bepergian dengan hal baru yang lebih merilekskan pikiran dan hati.

Wanita Pirang Ini Sulap Convair CV-440 Jadi Sebuah Salon Mewah!

Setelah sebelumnya ramai diberitakan soal pesawat yang dialihfungsikan menjadi sebuah restoran dan hotel, beberapa waktu yang lalu muncul kabar bahwa seorang wanita dari Carluke, Lanarkshire mentransformasikan Air Atlantique Convair CV-440 Metropolitan menjadi sebuah salon mewah. Adalah Amber Scott, wanita 25 tahun ini memanfaatkan pesawat yang dibeli oleh orang tuanya 10 tahun yang lalu.

Baca Juga: Boeing 727 Ini Berubah Jadi Penginapan Mewah di Tepi Pantai

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (14/9/2017), adapun harga pesawat itu ketika dibeli oleh orang tuanya adalah senilai £25.000 atau setara dengan Rp400 juta. Padahal, tujuan awal dari orang tua Amber membeli pesawat tersebut adalah untuk dijadikan rumah hunian super mewah. Pesawat Convair CV-440 yang kini dimiliki oleh keluarga Amber tersebut mampu menyediakan ruang untuk empat make-up artist, dua hairdresser, dan ahli perawatan kuku.

Sumber: dailymail.co.uk

Diketahui, Amber menghabiskan £30.000 atau yang senilai dengan Rp480 juta untuk menyulap pesawat yang sudah pensiun tersebut menjadi sebuah salon mewah, layaknya yang kerap kita temui di pusat-pusat perbelanjaan. Pada awal pembeliannya, orang tua Amber kehabisan dana untuk membenahi pesawat yang sudah mereka beli itu, karena ongkos yang mereka keluarkan untuk memboyong pesawat tersebut sangatlah besar, berkisar £20.000 atau setara dengan Rp320 juta. Alhasil, pesawat yang sudah diboyongnya tersebut dibiarkan terbengkalai di halaman belakang rumahnya selama dekade terakhir.

“Ini semua merupakan kombinasi dari ide kami untuk mengubah pesawat ini menjadi sebuah salon,” kenang Amber seraya mengingat transformasi dari pesawat tersebut. “Saya tidak menyangka banyak orang-orang baik di sekitar saya, dimana mereka membantu sepenuh hati untuk mewujudkan mimpi saya,” imbuhnya.

Sumber: dailymail.co.uk

Kecintaan Amber pada dunia solek bersolek ternyata tidak sebatas hobi saja. Ia bahkan rela menyambangi Negeri Paman Sam, hanya untuk menyerap ilmu lebih banyak lagi tentang dunia make-up. “Ketika saya berusia 13 tahun, ayah dan ibu mengadakan pesta Halloween besar-besaran dan menyewa seorang make-up artist. Olehnya, saya disuruh untuk mendalami dunia tersebut,” ucap Amber.

Baca Juga: Jumbo Hostel Boeing 747, Penginapan Premium di Lingkungan Bandara Arlanda

Tidak hanya antusias Amber yang menarik perhatian banyak orang, bahkan para pecinta pesawat pun rela menyambangi kediaman orang tua Amber untuk melihat langsung pesawat yang mereka beli. Bukan untuk sekedar melihatnya saja, bagi para pecinta pesawat, Convair CV-440 itu merupakan sebuah pesawat bersejarah yang pernah mengarungi dunia sejauh tujuh juta mil. Belum lagi pesawat dengan tipe yang sama juga pernah dimiliki oleh legenda musik dunia, Elvis Presley.

Bantu Penderita Kanker, AirAsia Jual T-Shirt Bergambar Awak Kabin dan Pilot

Maskapai penerbangan berbiaya rendah AirAsia, melakukan penjualan t-shirt yang bergambar seragam awak kabin dan pilot. Maskapai yang berpusat di Malaysia tersebut melakukan hal ini untuk mengajak penumpang sadar akan kanker sekaligus mengumpulkan dana bagi pasien kanker yang kurang mampu melalui kampanye #AisAsiaMAKNA.

Baca juga: AirAsia Hadirkan WiFi dalam Penerbangan Domestik dan Internasional

KabarPenumpang.com melansir dari laman marketing-interactive.com (23/11/2017), dengan dibuatnya #AirAsiaMAKNA tujuannya adalah mengkampanyekan kekuatan dan keberanian para pejuang kanker yang bisa memberi inspiratif. Sehingga bagian dari kampanye tersebut adalah AirAsia menjual koleksi t-shirt ini eksklusif untuk dewasa dan anak-anak saat di kabin ataupun toko online yang bekerjasama dengan AirAsia.

T-shirt yang di jual AirAsia dihargai RM30 yang hasilnya akan diberikan kepada penerima manfaat jangka panjang maskapai ini yaitu MAKNA (National Cancer Council of Malaysia). Tak hanya melakukan penjualan t-shirt, AirAsia juga melakukan kontes Instagram dan pemilihan pemenang akan di umumkan bulan Februari 2018 mendatang.

Hadiah yang diberikan pada kontes ini adalah destinasi AirAsia Berhad pilihan mereka. Caranya mudah hanya dengan mengenakan kaos dan memasang foto diri dengan pose terbaik seperti orang akan bertempur di Instagram serta mencantumkan hashtag #AisAsiaMAKNA.

Aireen Omar, CEO AirAsia Berhad mengatakan, kanker mempengaruhi semua orang secara langsung atau tidak langsung, baik itu orang tua, saudara kandung, kolega atau teman. AirAsia dengan bangga terus bekerja sama dengan National Cancer Council of Malaysia (MAKNA) untuk mengumpulkan dana dan mempercepat laju kesadaran akan kanker.

#AirAsiaMAKNA adalah bukti misi bersama dalam memerangi kanker dan kemitraan ini menggarisbawahi komitmen jangka panjang AirAsia untuk mendukung sebuah organisasi yang membantu pasien kanker kurang mampu dan melakukan penelitian menyelamatkan nyawa.

“Selama dua tahun terakhir, kami telah mengumpulkan hampir RM700.000 untuk MAKNA. Kami sangat antusias untuk menjual kembali t-shirt yang diterima dengan baik oleh penumpang, t-shirt ini tersedia untuk anak-anak dan orang dewasa. Kali ini, kami juga senang berkolaborasi dengan platform belanja online terkemuka di Malaysia, FashionValet dalam membuat penjualan tersedia secara online,” ujar Omar.

Farahida Mohd Farid, manajer umum MAKNA mengatakan, pihaknya merasa terhormat mendapat dukungan konstan dari AirAsia dalam misi melawan kanker dengan kampanye tersebut. Inisiatif ini tidak hanya mengumpulkan dana, yang terpenting adalah tentang menciptakan kesadaran akan bahaya kanker.

Baca juga: Ada ‘Turn Back Crime’ di Airbus A320 AirAsia

“Pesan penting inilah yang memberdayakan masyarakat untuk mengambil alih kesehatan mereka dan kami bersyukur memiliki AirAsia bergabung dalam kampanye ini untuk menjangkau Malaysia dan wilayah ini,” kata Farid

Tuai Kontroversi Hadirkan Kereta Cepat, Akankah California Rasakan Nasib Seperti Indonesia?

Sebagai salah satu operator kereta terkemuka di dunia, Deutsche Bahn dari Jerman diketahui mendapat tawaran kontrak kerja sama dalam merencanakan dan merancang proyek kereta cepat di California. Saat ini, dibutuhkan waktu satu setengah jam untuk menempuh perjalanan sejauh 77 km dari San Francisco menuju San Jose yang letaknya saling berjauhan. Dengan diikutsertakannya pihak Deutsche Bahn dalam proyek pengerjaan kereta cepat ini, diharapkan jarak antar dua kota tersebut dapat dipersingkat menjadi 30 menit saja.

Baca Juga: Thailand Setujui Mega Proyek Kereta Peluru dengan Cina

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman global.handelsblatt.com (21/11/2017), Senat negara bagian California mengatakan proyek ini dijadwalkan rampung pada tahun 2029 mendatang. Lebih lanjut, kehadiran kereta berkecepatan 250 km per jam ini akan menggiring para pelancong yang hendak bertolak dari California menuju Los Angeles Union Station yang terpisah jarak sekitar 530 km dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam saja.

Tidak hanya Deutsche Bahn yang mendapat tawaran kerja sama, DB Engineering & Consulting selaku anak perusahaan dari operator kereta Jerman tersebut juga diketahui memenangkan tender untuk membangun proyek kereta yang membentang dari San Jose ke Bakersfield senilai USD$30 juta atau senilai dengan Rp405 miliar.

Megaproyek pengadaan kereta cepat di California diperkirakan akan menelan dana senilai USD$68 miliar atau setara dengan Rp919 triliun. Diharapkan hadirnya kereta cepat ini dapat membantu meredam masalah kemacetan di Negeri Paman Sam tersebut.

Walaupun masih dalam ranah perencanaan, ada banyak oknum yang menyangsikan proyek ini karena mereka mengklaim California tidak memiliki dana yang segitu besar untuk menyelesaikan megaproyek ini. Para penentang proyek ini juga mengharamkan pembiayaan proyek ini dilakukan dengan cara obligasi. Jika hal tersebut terus berkecamuk, maka bukan tidak mungkin akan mengganggu  kelancaran dari proyek pengadaan kereta cepat ini.

Jika proyek ini rampung, ditargetkan sebanyak 19 juta penumpang setiap tahunnya akan menggunakan layanan ini. Tidak hanya itu, pengadaan kereta cepat ini juga akan memberikan dampak positif kepada lingkungan, seperti penghematan 897 juta liter bensin mobil dan 132 juta liter minyak tanah saat kebanyakan orang meninggalkan kendaraan pribadinya dan mulai beralih menggunakan kereta yang menggunakan energi terbarukan ini.

Untuk modanya sendiri, beberapa manufaktur sudah mengajukan penawaran kepada pihak yang bersangkutan guna menyanggupi pengoperasiannya kelak. Sebut saja Siemens, Alstom, Bombardier, Hitachi, hingga China CRRC diketahui siap untuk mengemban tugas sebagai penyedia kereta cepat di proyek ini.

Jika ditelaah lebih dalam, kasus yang dialami oleh Amerika ini bisa dibilang hampir mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia, yaitu sama-sama masih terbelakang dalam urusan kereta cepat. Tidak seperti negara-negara lain di belahan dunia lainnya, seperti Jerman, Cina, Jepang, hingga Perancis yang disinyalir sudah sangat berpengalaman di bidang kereta cepat.

Baca Juga: Jalan di Tempat, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Masih) Terbelit Pembebasan Lahan

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Indonesia menjalin kerja sama dengan Cina dalam proyek pengadaan kereta cepat Jakarta – Bandung. Namun dalam pengaplikasiannya, PT Kereta Cepat Indonesia Cina (PT KCIC) selaku ‘masinis’ dari proyek ini terkesan berjalan di tempat dan masih terbelit soal pembebasan lahan yang nantinya akan digunakan sebagai lintasan dari kereta cepat ini.

Akankah proyek kereta cepat di California ini sama-sama mangkrak seperti yang terjadi di Indonesia?