Tiru Kehigienisan Reska, PT ASDP Coba Peruntungan Tawarkan PopSo di Kapal Ferry

Tidak melulu setiap penumpang tertarik dengan penganan yang disajikan oleh moda yang ia tumpangi, mulai dari pesawat, kereta api, hingga kapal ferry. Tren membawa bekal untuk menangkal rasa lapar selama perjalanan nampaknya masih erat melekat di benak orang Indonesia, dengan alasan utama harga yang tidak ‘mencekik’ serta kehigienisan dari makanan itu sendiri.

Baca Juga: PT ASDP Mulai Bangun Fasilitas Pariwisata di Labuan Bajo

Namun, persepsi tentang makanan yang kurang higienis tersebut perlahan memudar pasca anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang menggeluti usaha katering, PT Reska Multi Usaha menggandeng PT. Nusapangan Sukses Makmur yang terkenal dengan produk makanan dalam kemasan siap santap, PopSo. PopSo sendiri memiliki beragam varian makanan yang terkenal higienis karena berbentuk makanan beku. Sebelum disajikan kepada penumpang, para petugas restorasi kereta api akan menghangatkan PopSo terlebih dahulu di dalam microwave selama beberapa menit, lalu disajikan kepada penumpang dalam keadaan panas.

Untuk soal harga, PopSo memang sedikit lebih mahal ketimbang makanan yang kerap kali ditemui di pinggir jalan. Untuk nasi goreng bakso saja, PT Nusapangan Sukses Makmur mematok harga Rp25.000 hingga Rp30.000, tergantung varian rasa yang kita pilih. Tak ayal, sebagian penumpang terkesan ogah-ogahan untuk membeli penganan ini. Namun sebagian lainnya malah antusias dengan tingkat kehigienisan dari PopSo itu sendiri dan visualisasi makanan yang terpampang di bagian tutup dari PopSo itu sendiri.

“Jujur saya tertarik dengan visualnya, walaupun saya tidak terlalu lapar pada saat itu. Dan ternyata pas dicoba, rasa dan makanan di dalamnya tidak sesuai dengan visualisasi tersebut,” ungkap salah satu penumpang Fajar Bisnis kepada KabarPenumpang.com, Jumat (24/11/2017). “Tapi untuk masalah higienis, memang harus saya akui. Bahkan sendok dan garpunya sudah tersedia di dalam kemasan yang masih disegel,” imbuh pria yang enggan menyebutkan identitasnya tersebut.

PopSo milik PT KAI. Sumber: istimewa

Berangkat dari poin higienis tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry ingin mencoba peruntungan dengan menghadirkan PopSo di Waroeng ASDP, fasilitas kantin baru di kapal yang juga menyediakan layanan On Board Entertainment berupa akses WiFi. Di sini, hadirnya fasilitas kantin baru ini merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh PT ASDP untuk merubah stigma pengguna jasa ferry bahwa kantin di dalam kapal terkesan ‘jorok’, makanan yang disajikan terkesan tidak higienis, serta dilayani dengan petugas yang berpakaian tanpa seragam.

Tidak hanya layanan, Waroeng ASDP pun menyajikan tampilan anyar. Kantin ini sarat dengan unsur kayu, bahan marmer, serta penggunaan lampu LED strip white warm. “Hadirnya kantin ini diharapkan bisa memberikan kesan yang natural, hangat serta ramah. Saat ini (Waroeng ASDP) telah hadir di KMP Sebuku,” ujar Mario S Oetomo, Manager Humas PT ASDP.

Baca Juga: “Waroeng ASDP,” Model Kantin Baru di Kapal Ferry Yang Hangat dan Higienis

“Kami menggunakan produk dari Popso yang serupa di gerbong PT KAI, sehingga makanan cepat saji terjamin kualitas rasa dan kebersihannya,” tambah Mario.

Dari sini, bisa kita simpulkan bahwa visi PT ASDP adalah untuk mencoba merubah paradigma penumpang tentang kantin dan penganan yang disajikan di kapal itu terkesan jorok. Maka dari itu, PT ASDP menggaet PT. Nusapangan Sukses Makmur dengan PopSo sebagai produk andalannya, agar bisa merealisasikan visinya tersebut. Tentunya, ini merupakan salah satu cara PT ASDP untuk meningkatkan layanan kepada para penumpangnya.

Dua Hari Ditutup, PT Angkasa Pura I Lakukan Perbaikan dan Pemeliharaan Bandara Ngurah Rai

Lewat dua kali NOTAM, sejak Senin 27 November hingga 24 jam kedepan, yakni 29 November 2017 pukul 07.00 WITA, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dinyatakan ditutup untuk segala aktivitas penerbangan. Perpanjangan penutupan tersebut didasarkan kondisi pancara abu vulkanik dari Gunung Agung yang masih dianggap rentan untuk keselamatan penerbangan dari dan ke bandara terbaik di dunia tersebut. NOTAM sendiri dapat diperpanjang jika kondisi udara belum dinyatakan aman oleh otoritas penerbangan.

Baca juga: Ini Dia Serba-Serbi NOTAM, Pemberitahuan Yang Terkesan “Menakutkan”

Dengan status penutupan bandara, tidak lantas aktivitas kerja di Bandara Ngurah Rai berhenti, justru momen ini dimanfaatkan PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk melakukan pengoptimalan pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan area air side. Hal ini dilakukan seiring dengan pelayanan yang terus dilakukan terhadap para penumpang pesawat terdampak penutupan bandara akibat erupsi Gunung Agung.

“Di luar pekerjaan pemeliharaan rutin yang terjadwal, untuk memanfaatkan status penutupan operasional bandara akibat erupsi Gunung Agung, manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga melakukan pekerjaan-pekerjaan non-rutin seperti perbaikan apron yang progress-nya sudah mencapai 90 persen dan grill saluran air,“ kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com hari ini.

Adapun pekerjaan pemeliharaan rutin yang dilakukan yaitu pengecatan marka runway taxiway dan apron, pemotongan rumput runway strip, serta pembersihan rubber deposit. Pekerjaan lainnya yang dilakukan untuk memanfaatkan status penutupan Bandara Bali ini yaitu overlay runway 09-27 yang progress-nya diestimasikan mencapai 23 persen.

Masih terkait penutupan bandara, pada Selasa (28/11), hingga pukul 12.00 WITA, Angkasa Pura I Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali bekerja sama dengan instansi terkait telah memfasilitasi 510 penumpang terdampak penutupan bandara menggunakan bus untuk menuju Terminal Mengwi sebanyak 406 penumpang dan langsung ke Surabaya sebanyak 104 penumpang. Akumulasi total penumpang yang difasilitasi Angkasa Pura I menggunakan transportasi darat sejak Senin (27/11) lalu sebanyak 1.297 penumpang.

Baca juga: Ditutup 24 Jam Kedepan, Bandara Ngurah Rai Sementara Tak Layani Penumpang

Hingga Selasa (28/11) ini terdapat pembatalan 443 penerbangan domestik dan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang terdiri dari 242 penerbangan domestik dan 201 penerbangan internasional.

Kereta Premium Siap Ramaikan Rute Lubuk Pakam-Pematangsiantar

Sektor pariwisata Sumatera Utara saat ini mulai dikembangkan dengan dukungan bandara Silangit yang sudah menjadi bandara internasional juga akan di dukung dengan moda transportasi lainnya. Salah satunya adalah layanan kereta dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang akan mengoperasikan kereta premium rute Lubuk Pakam menuju Pematangsiantar.

Jalur ini masuk dalam Divisi Regional (Divre) 1 Sumatera Utara dan Naggroe Aceh Darussalam (NAD). Vice President KAI Divre Sumut Aliskan mengatakan, kereta yang akan digunakan adalah kereta premium baru dan diharapkan bisa sampai ke Sumatera Utara tahun ini juga.

“Nantinya pada tahap awal kereta api premium akan melayani rute Lubuk Pakam menuju Pematangsiangtar masing-masing dua kali perjalananan,” ujar Aliskan yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman okezone.com (8/11/2017).

Baca juga: Bandara Silangit Terintegrasi Shuttle Bus Menuju Pulau Samosir

Dia mengatakan, dengan adanya operasional kereta premium ini, maka kedepannya rute Medan tujuan Pematangsiantar akan dilayani tiga kali sehari. Aliskan tidak mengatakan berapa banyak kereta yang akan dioperasikan, namun diketahui, satu gerbong kereta akan berisi 80 kursi.

“Yang pasti fasilitas kereta api premium ini cukup bagus. Sesuai dengan tujuan calon penumpang untuk berwisata,” kata Aliskan.

Sedangkan untuk sampai ke Danau Toba, penumpang kereta dari Siantar akan dilayani dengan bus Damri. Tak hanya itu, Aliskan mengatakan ada wacana akan ada pembangunanan rel kereta api rute Siantar menuju Parpat.

Saat ini, rencana tersebut sedang dalam proses pengkajian di kementerian terkait yakni Kementerian Perhubungan termasuk besar investasinya. Diketahui, sebenarnya rute Medan tujuan Pematangsiantar atau Lubuk Pakam tujuan Siantar sudah ada kereta Siantar Ekspress yang merupakan kereta ekonomi.

Baca juga: Di Sawahlunto, Ternyata Juga Ada Museum Kereta Api

Dengan jadwal keberangkatan awal KA dari Siantar pukul 06.20 pagi dan tiba di medan pukul 10.25 pagi. Kemudian kereta ini akan berangkat kembali dari Medan pukul 14.00 dan tiba di Siantar pukul 17.50 sore. Akan memakan waktu sekitar empat jam perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 103 km dan harga tiket sekali jalan Rp22 ribu baik dari Medan menuju Siantar ataupun sebaliknya.

Video Garbarata Berhantu di Phuket Menjadi Viral di Media Sosial

Apa jadinya jika sebuah jembatan aero (aero bridge) atau garbarata yang biasa digunakan untuk penumpang masuk dan keluar pesawat bukan digunakan penumpang biasa? Di Thailand pada Agustus 2017, sebuah video viral di media sosial tentang garbarata angker.

Baca juga: Ternyata! Penggunaan Garbarata Penuh Perhitungan dan Terjadwal

Video garbarata angker ini diambil di Phuket International Airport tepatnya di Gate 206. KabarPenumpang.com melansir dari laman asiancorrespondent.com (1/8/2017), viralnya video ini membuat para netizen yang melihat merinding dan ketakutan. Video yang diambil seorang amatiran ini, berdurasi 31 detik dan diunggah ke laman Facebook serta sudah ditonton oleh jutaan pasang mata dalam waktu kurang dari satu hari setelah diposkan di media sosial.

Dalam video tersebut memperlihatkan hal yang aneh sebab tidak ada pesawat yang terparkir dan garbarata tersebut tampak kosong pada awalnya dengan lampu yang menyala. Kemudian secara tiba-tiba dan misterius terlihat banyak penumpang seperti keluar dari pesawat yang melalui jembatan tersebut menuju ke terminal kedatangan bandara.

Gerakan penumpang dalam video tersebut tampak cepat dan diambil seperti dari dalam sebuah pesawat. Menurut situs berita Malaysia, seorang pengguna Facebook bernama Richard Ker yang memasang video pendek tersebut di akunnya mengatakan rekaman itu diambil beberapa hari sebelum dirinya mengunggah ke media sosial.

Seorang teknisi pesawat terbang yang dihububungi mengatakan bahwa dirinya tidak bisa memastikan keaslian rekaman tersebut. Tetapi teknisi tersebut mengatakan penumpang hanya menggunakan platform tersebut saat turun dari pesawat. Diketahui pada awal di posting ke Facebook tanggal 1 Agustus 2017, video ini sudah dilihat 5,3 juta kali dan sudah dibagikan sebanyak 5000 kali oleh para pengguna Facebook.

Baca juga: ST Engineering Kembangkan Sistem Garbarata Otomatis

Namun hingga kini video sudah di bagikan 44.216 kali dan mendapat 74 ribu emoji dan banyak netizen yang memberikan aneka komentar di video tersebut.

Ximena Suarez, Saksi Korban Kecelakaan Pesawat Klub Bola Chapecoense

Selamat dari sebuah insiden besar merupakan sebuah mukjizat yang tiada terkira. Namun di sisi sebaliknya, kejadian tersebut akan meninggalkan trauma yang sangat mendalam bagi si survivor. Kegundahan semacam inilah yang dirasakan oleh Ximena Suarez, seorang pramugari yang selamat dalam kecelakaan pesawat yang menimpa klub bola asal Brazil, Chapecoense pada 28 November tahun lalu. Ibu dua anak yang berdomisili di Bolivia, India ini menjadi salah satu dari enam orang lain yang selamat dalam kecelakaan nahas tersebut.

Baca Juga: Lima Penyebab Umum Terjadinya Kecelakaan Pesawat

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (26/11/2017), Ximena mengaku mengalami trauma berat pasca kecelakaan yang menewaskan 71 orang tersebut. Pesawat nahas tersebut jatuh di kawasan pegunungan ketika tengah mengudara menuju kota Medellin, Kolombia, dimana Tim Chapecoense sedianya bertanding dalam final Copa Sudamericana, kompetisi antarklub terbesar kedua di Amerika Selatan, melawan tim dari kota Medellin, Atletico Nacional.

Sumber: dailymail.co.uk

Penerbangan carter yang terbang dari Brazil melewati Bolovia ini berujung nahas tatkala pesawat tersebut mengalami kegagalan listrik yang menyebabkan pesawat kehilangan daya angkat dan terjun bebas menghempas tanah. Sebelum pesawat menyentuh tanah, Ximena sempat pindah ke bagian belakang dan ia sangat percaya bahwa momen itulah yang akhirnya menyelamatkan nyawanya. Tentu, tidak dapat dibayangkan betapa ngerinya kejadian yang dialami oleh Ximena kala itu, sampai-sampai ia mengaku tidak bisa tidur selama beberapa waktu pasca kecelakaan tersebut.

“Beberapa malam mereka (korban meninggal) menyambangi mimpi saya, sebuah mimpi buruk! Saya bahkan tidak bisa tidur karenanya,” tutur Ximena dikutip dari laman sumber. “Walaupun saya sudah meminum obat tidur, tetapi itu semua tidak mempan karena saya tetap terbangun pada malam hari sehingga saya harus meminumnya lagi untuk kembali tidur,” imbuhnya.

Memang, beban batin Ximena tidaklah mudah untuk diterima begitu saja dengan akal sehat. Bagaimana tidak, dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat puluhan penumpang meregang nyawa, dan itu meninggalkan jejak kuat dipikirannya. “Saya percaya bahwa campur Tangan Tuhan-lah yang akhirnya menyelamatkan nyawa saya dan beberapa rekan lainnya,” tutur Ximena.

Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing

Ximena mengatakan bahwa semua korban selamat diikat oleh belenggu trauma kecelakaan itu. “Saya menganggap orang-orang yang selamat sebagai saudara laki-laki, karena pada hari yang sama tanggal 28, kita dilahirkan kembali. Kita adalah sebuah keajaiban. Kita harus memberikan kesaksian untuk membantu orang lain,” katanya.

Letusan Gunung Eyjafjallajökull Jadi Tolok Ukur Penetapan Tingkat Toleransi Abu Vulkanik

Peristiwa meletusnya Gunung Agung di Bali pada Minggu (26/11/2017) menyita perhatian banyak pihak dan pembatalan serangkaian penerbangan dari  dan menuju Bali menjadi menarik untuk dibahas, mengingat betapa masifnya impact dari letusan salah satu gunung berapi di Pulau Dewata ini. Diketahui, pagi ini, Senin (27/11/2017) Bandara Internasional I Gusti NgurahRai menutup sementara operasionalnya, setelah Airnav Indonesia mengeluarkan a Notice to Airmen (NOTAM) dengan nomor A4242/17 yang menyatakan  bahwa langit Bali sedang tidak kondusif untuk melayani lalu lintas udara.

Baca Juga: Ditjen Perhubungan Udara Keluarkan NOTAM, Bandara Lombok Ditutup Sementara

Kejadian penutupan lalu lintas udara di Bali ini tentu mengingatkan kita dengan hal serupa yang pernah terjadi di Islandia beberapa tahun yang lalu, manakala Gunung Eyjafjallajökull memuntahkan material isi bumi pada tahun 2010 silam. Sejak saat itu, Civil Aviation Authority (CAA) Inggris mengatakan bahwa pihaknya telah menentukan berapa banyak jumlah aman material abu vulkanik yang diperbolehkan masuk ke dalam mesin jet pesawat.

Seperti yang diketahui sebelumnya, material abu vulkanik gunung berapi dapat membahayakan sebuah penerbangan jika abu tersebut terhisap ke dalam mesin jet pesawat dalam jumlah yang sangat banyak. Penumpukkan abu yang terhisap oleh mesin jet dikhawatirkan akan merusak sejumlah komponen yang dapat mengakibatkan gangguan pada mesin, dimana kemungkinan paling buruknya adalah pesawat mengalami kecelakaan.

CAA Inggris menerbitkan revisi peraturan tersebut tepat setelah salah satu media asing menyoroti kinerja sejumlah regulator dan perusahaan manufaktur mesin pesawat yang terkesan mengabaikan penetapan standar mengenai nilai aman jumlah abu vulkanik yang masuk ke dalam mesin tersebut. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newscientist.com, layanan cuaca Inggris, Met Office, mengatakan akan menafsirkan ulang hasil perhitungan dari perangkat lunak yang dapat memetakan penyebaran polutan seperti abu. Hal ini bertujuan untuk memperhitungkan kembali tingkat keamanan abu yang masuk ke dalam mesin jet.

“Prosedur internasional saat ini merekomendasikan untuk menghindari abu gunung berapi setiap saat,” ungkap pihak CAA.

CAA mengatakan bahwa pihaknya mengacu pada dua sumber untuk menetapkan standar baru ini. Pertama adalah temuan dari pesawat uji coba berbasis baling-baling milik UK National Environmental Research Council’s, dan yang kedua adalah penerbangan uji coba selama tiga jam yang dilakukan oleh Boeing 747 milik British Airways. Data kemudian diperoleh setelah kedua mesin dari pesawat uji coba tersebut dipreteli dan diidentifikasi bagian mana saja yang mengalami kerusakan.

Baca Juga: Penutupan Sementara Bandara Ngurah Rai, 445 Penerbangan Terdampak

“Produsen mesin General Electric, Pratt & Whitney, dan Roll-Royce terlibat dalam menyusun standar baru ini. Begitupun dengan Boeing, Airbus, dan Bombardier,” papar Jim McKenna, kepala kelaikan kelajuan CAA.

Dari situ, CAA menerbitkan sebuah peraturan baru yang menetapkan bahwa tingkat toleransi abu vulkanik adalah pada konsentrasi 0,002 gram per meter kubik pada ketinggian penerbangan normal. Setiap wilayah udara dengan  konsentrasi abu yang lebih besar akan dikategorikan ke dalam zona larangan terbang.

Ditutup 24 Jam Kedepan, Bandara Ngurah Rai Sementara Tak Layani Penumpang

Berdasarkan NOTAMR A4274/17, selama 24 jam kedepan atau hingga pukul 07.00WITA pada 29 November 2017 besok, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan kembali ditutup. Keputusan tersebut berdasarkan hasil Rapat Kordinasi Erupsi Gunung Agung yang dilaksanakan oleh Komunitas Bandar Udara seperti Otoritas Bandara Wilayah IV, maskapai, Ground Handling, Airnav Indonesia, dan BMKG dini hari ini pada pukul 00.00 WITA.

Baca juga: Penutupan Sementara Bandara Ngurah Rai, 445 Penerbangan Terdampak

Meteorological Watch Office pada pukul 23.10 WITA telah menerbitkan berita meteorologi significant untuk penerbangan yang didasarkan dari informasi pengamatan dari Volcanic Ash Advisory Centre Darwin, bahwa semburan Volcanic Ash dari Gunung Agung telah mencapai pada ketinggian 30.000 kaki bergerak ke arah selatan-barat daya dengan kecepatan 5-10 knots dan masih mengarah ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

“Perpanjangan penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk 24 jam kedepan dilakukan karena mempertimbangkan ruang udara bandara yang masih tertutup oleh sebaran Vulcanic Ash Gunung Agung sesuai dengan ploting Volcanic Ash Advisory Centre. Hal ini harus dilakukan demi menjaga keselamatan penerbangan meskipun hasil Paper Test yang dilakukan hingga pukul 00.00 WITA hasilnya NIL Vulcanic Ash di bandara,” ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi.

Bandara Internasional Lombok Beroperasi Setelah Ditutup Sementara

Bandara Internasional Lombok Praya kembali beroperasi normal setelah sempat ditutup sementara pada Senin, 27 November 2017 pukul 19.50 WITA. Berdasarkan pemantauan BMKG, pergerakan Volcanic Ash Gunung Agung mengarah dari arah timur ke arah barat daya dengan kecepatan 10-15 Knots di ketinggian 5.000-30.000 kaki dan tidak mengarah ke Bandara Internasional Lombok Praya.

Baca juga: Dampak Erupsi Gunung Agung, ASDP Siap Antisipasi Lonjakan Penyeberangan Jawa-Bali-Lombok

“Berdasarkan rapat kordinasi serta pengamatan yang dilakukan oleh seluruh komunitas bandara disepakati Bandara Internasional Lombok untuk beroperasi kembali sejak pukul 06.00 WITA,” ujar Israwadi.

Maskapai Lion Group dan Silk Air telah menyatakan kesiapannya untuk kembali beroperasi pasca diterbitkannya NOTAM B8926/17.

Kebanjiran Pesanan, Boeing 737 MAX Toreh Sejarah Penjualan Pesawat Tercepat di Dunia

Sebagai perusahaan manufaktur dirgantara papan atas, Boeing memiliki catatan penjualannya sendiri. Dari sekian banyak pesawat yang diproduksinya, terselip satu jenis pesawat yang tercatat sebagai pesawat dengan penjualan tercepat di dunia, yaitu jenis pesawat narrow body Boeing 737 MAX. Diketahui, pesawat jenis ini sudah diproduksi untuk memenuhi jumlah pesanan yang banyaknya melebihi angka 4.000 pesawat dari 92 pelanggan yang berbeda.

Baca Juga: Flydubai, LCC Yang Hadirkan Kenyamanan Kelas Bisnis di Boeing 737Max

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman bizjournals.com (20/11/2017), pesawat tipe MAX ini menggabungkan teknologi CFM International LEAP-1B Engine teranyar, pengaplikasian sayap berteknologi advanced, dan beberapa perbaikan minor dari seri sebelumya. Bisa disimpulkan, sejumlah operator penerbangan menilai pengaplikasian beberapa teknologi baru pada Boeing 737 MAX ini dirasa cocok dengan apa yang dibutuhkan oleh masing-masing armadanya.

Pihak Boeing sendiri kini tengah sibuk untuk menyelesaikan pesanan senilai $11 miliar atau setara dengan Rp14 triliun untuk 75 buah Boeing 737 MAX-nya. Di luar dari kesibukkannya belakangan ini, perusahaan yang berbasis di Chicago, Illinois, Amerika tersebut baru saja menyelesaikan pesanan dari Avolon, perusahaan penyewaan pesawat internasional  yang bermarkas di Dublin. Avolon diketahui memesan 55 pesawat Boeing 737 MAX 8s, dan 20 buah Boeing 737 MAX  10s, dengan pilihan 20 pesawat Boeing 737 MAX 8s sebagai tambahan.

Boeing 737 MAX 10 merupakan keluaran anyar yang baru saja diperkenalkan pada perhelatan Paris Airshow 2017 silam. Pesawat ini memiliki biaya seat-mile terendah di kelas pesawat single-aisle. Spesifikasi pesawat ini memperkuat kebutuhan Avolon yang melihat adanya peningkatan permintaan di segmen pesawat berbodi sempit.

“Hadirnya Boeing 737 MAX ini akan memperkuat komitmen Avolon untuk menyediakan pesawat terbang berteknologi tinggi yang efisien kepada konsumen di pasar,” kata Presiden dan CEO Boeing Commercial Airplanes, Kevin McAllister.

Tidak hanya Avolon, Boeing juga disinyalir baru saja meneken nota pembelian terhadap seri 737 MAX-nya dengan salah satu maskapai raksasa asal Timur Tengah, FlyDubai. Kerja sama dengan FlyDubai tersebut dilakukan beberapa hari sebelum Avolon melayangkan pesanannya kepada Boeing. Satu nama lain yang turut menggembungkan kas keuangan Boeing adalah Singapore Airlines, dengan jumlah pesanan senilai US$14 juta atau setara dengan Rp189 miliar.

Baca Juga: Lion Air Pesan 50 Unit Boeing 737 MAX 10 Senilai US$6,24 Miliar

“Dengan lebih dari 140 pesawat Boeing 737 MAX yang sekarang sudah menjadi bagian dari armada yang kita miliki, kami yakin bahwa tingkat efisiensi dan keandalan dari keluarga pesawat 737 MAX akan terus memungkinkan pelanggan kami untuk mengembangkan bisnis mereka secara menguntungkan selama beberapa tahun mendatang,” ungkap CEO Avolon, Dómhnal Slattery.

Terungkap! Banyak Belokan Ke Kiri, Buat Calon Penumpang Lebih Banyak Belanja di Bandara

Sadarkah Anda bahwa jalur di dalam bandara menuju ke gerbang ruang tunggu lebih banyak berbelok ke kiri atau tidak searah dengan jarum jam. Jalan ini dirancang sebenarnya untuk membuat penumpang tertarik dengan apa yang ada di bandara.

Bagi penumpang, aktivitas paling sederhana adalah menunggu, berangkat dan tiba. Itu adalah istilah sederhananya, tetapi saat tiba di bandara, sembari menunggu keberangkatan terkadang banyak hal yang dilakukan penumpang. Apalagi banyak penumpang yang berpikir untuk menghabiskan uang tanpa terkena pajak pembelian.

Baca juga: Inggris Kembangkan Teknologi ‘Intip’ Isi Tas Calon Penumpang Saat Belanja di Bandara

Dirangkum KabarPenumpang.com dari telegraph.co.uk (23/11/2017), berikut ini ada beberapa hal yang membuat Anda sebagai penumpang menghabiskan uang di terminal keberangkatan.

1. Toko bebas pajak dan harus melewatinya
Setelah melalui serangkaian pemeriksaaan yang melelahkan, pelancong bisa langsung menuju area perbelanjaan bebas pajak. Para pelancong saat sudah sampai di area ini, cenderung memiliki suasana hati yang ceria dan ingin memanjakan diri. Intervistas, seorang konsultan penerbangan menggambarkan ritel bandara adalah zona re-compsure.

“Pemandangan ritel akan memberi isyarat kepada otak para pelancong bahwa sekarang saatnya untuk berbelanja,” ujarnya. Julian Lukaszewicz seorang perancang bisnis senior di Designit mengatakan, desain bandara klasik memaksa setiap pelancong melewati toko bebas pajak untuk sampai ke gerbang ruang tunggu.

2. Jalan melengkung ke kiri dan tanda dimana-mana
Sebagian besar pelancong tidak menyadari bahwa jalan menuju gerbang ruang tunggu biasanya melengkung ke kiri. Alasan ini bagus karena mayoritas penumpang menarik kopernya dengan tangan kanan mereka dan berjalan berlawanan arah jarum jam agar seimbang.

“Melihat ke kanan lebih jauh dan lebih mudah ke sebelah kiri. Akibatnya lebih banyak penjualan yang dihasilkan,” kata Intervistas.

Selain itu ada banyak cara dimana desain bandara mempengaruhi perilaku belanja penumpang. Misalnya papan tanda yang memberikan informasi gerbang yang dituju para pelancong memiliki jarak cukup jauh. Ini membuat penumpang yang melihat jarak tersebut berpikir untuk berbelanja sebelum sampai ke gerbang tujuan mereka.

3. Jam emas adalah kunci
Yang dimaksud dengan jam emas adalah dimana saat penumpang harus menunggu penerbangan mereka. Dikatakan jam emas karena banyak pelancong yang akan berbelanja di bandara. “Banyak bandara yang ingin memperpanjang dan memperluas jam ini, karena itu berarti pendapatan,” kata Lukaszewicz.

Dia mengatakan, semakin banyak waktu yang dihabiskan penumpang di jam emas, semakin banyak uang yang dikeluarkan dalam hitungan menit.

4.Relaksasi
Stres yang dihadapi penumpang dari administrasi keamanan hingga menunggu pesawat adalah hal yang sering terjadi. Sehingga bandara menawarkan kursi pijat, kabin untuk tidur hingga kamar mandi yang nyaman.

5. Cahaya alami dan fitur menarik
Lebih banyaknya cahaya alami yang ada di bandara, adalah nilai plus dan ini juga meningkatkan kemungkinan penumpang untuk masuk ke toko. Toko ini telah dibangun untuk mengundang penumpang yang ramah, dengan lorong toko yang lebar dan cukup menampung orang dengan koper dan perlengkapan ditempatkan secara strategis.

6. Tata letak toko
Tata letak toko yang berada tidak jauh dari jalan penumpang menuju gerbang biasanya mencapai penjualan 60 persen lebih tinggi daripada konfigurasi lainnya.

Dampak Erupsi Gunung Agung, ASDP Siap Antisipasi Lonjakan Penyeberangan Jawa-Bali-Lombok

Meletusnya Gunung Agung yang menyemburkan abu vulkanik pada hari Minggu, 26 November 2017 menyebabkan penutupan sementara akses di beberapa bandara, seperti Bandara I Gusti Ngurai Rai di Bali dan Bandara Lombok Praya di Nusa Tenggara Barat. Penutupan kedua bandara tersebut berdampak terganggunya layanan penerbangan bagi masyarakat dan wisatawan yang keluar masuk Bali.

Baca juga: Mau Melintasi Selat Bali? Kenali Dulu Tarif Ferry Ketapang – Gilimanuk

Menyikapi bencana alam tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi layanan penyeberangan khususnya di lintasan yang menghubungkan pulau Jawa – Bali dan Lombok pasca erupsi Gunung Agung. “Dengan situasi tersebut, PT ASDP siap untuk menampung perpindahan para penumpang yang tidak bisa mengakses layanan penerbangan dengan menggunakan kapal ferry. Sampai saat ini, pelabuhan ASDP baik di Ketapang-Gilimanuk dan Padangbai – Lembar tetap beroperasi normal,” ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi , Senin (27/11).

Berdasarkan data Posko Padangbai, sejak Minggu (26/11) sore terjadi peningkatan penumpang pejalan kaki yang menyeberang menuju Padangbai, Lombok dari rata-rata harian sebanyak 175 orang menjadi 509 orang atau naik 191 persen. Disusul sepeda motor dari rata-rata harian 400 unit menjadi 537 unit atau terjadi peningkatan 34 persen.

Faik mengungkapkan, dengan melihat kondisi di lapangan, apabila terjadi lonjakan pengguna jasa penyeberangan maka akan diberlakukan skenario pola operasi sangat padat. Kesiapan terminal dan fasilitas umum bagi pengguna jasa juga menjadi perhatian utama, agar pengguna jasa tetap mendapatkan layanan penyeberangan yang nyaman, aman dan selamat.

Sejumlah strategi telah disiapkan, mulai dengan optimalisasi alat produksi dan pengoperasian kapal berukuran besar, percepatan port time, penambahan trip, penambahan loket, penyediaan kantong parkir di luar pelabuhan, dan prioritas layanan di pelabuhan yang mengalami lonjakan trafik.

“Jika terjadi lonjakan penumpang signifikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk, kami akan alihoperasikan kapal berukuran besar dari lintasan lain. Kami juga akan tambah kapal di lintasan long distance ferry Surabaya-Lombok dengan mengoperasikan KMP Jatra III,” sebutnya.

Baca juga: KMP Legundi – Long Distance Ferry, Kapal RoRo Terbesar di Indonesia

Terkait erupsi Gunung Agung tersebut, PT ASDP juga membuka Posko Tanggap Darurat Bencana Gunung Agung di pelabuhan Gilimanuk, Padangbai, Ketapang, dan Lembar. Selain itu, juga dibagikan masker gratis kepada penumpang yang akan menyeberang ke Bali dan Lombok.

GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar Yanus Lentanga mengatakan, dari total 36 unit kapal yang berada di lintasan Padangbai-Lembar, terdapat 15 unit kapal yang siap beroperasi reguler setiap harinya. “ASDP sendiri akan mengoptimalkan 4 unit kapal yang beroperasi di lintasan ini. Kami juga mempercepat port time dari biasanya sekitar 1,5-2 jam menjadi 1 jam saja,” tutur Yanus.

Meski terjadi lonjakan jumlah penumpang pejalan kaki dan roda dua, sampai saat ini belum dilakukan penambahan loket tiket baik di Padangbai, Bali maupun yang di Lembar, Lombok. “Namun, jika terjadi lonjakan yang signifikan, kami akan tambah loket penumpang dan kendaraan dari jumlah eksisting saat ini. Dan sebagai bentuk komitmen pelayanan terhadap pengguna jasa, kami juga telah membagikan 500 masker gratis kepada pengguna jasa yang akan menyeberang ke Bali,” tutur Yanus.

Sementara itu, dari pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang juga dilaporkan trafik penumpang masih normal dan terkendali. Dari total 52 unit kapal eksisting di lintasan Ketapang-Gilimanuk, beroperasi reguler 32 unit kapal yang siap melayani pengguna jasa. Pelabuhan Gilimanuk juga siap melayani trafik bus yang mengangkut calon penumpang pesawat dari Denpasar ya