Jaga Barang Agar Tak Dicuri, Ini Dia Tips Pencegahannya

Sebagai seorang pelancong yang sering sekali bepergian pastinya sudah tahu barang apa saja yang akan dibawa selama perjalanan Anda. Apalagi jika Anda melancong keluar negeri, dengan jangka waktu yang tidak sebentar sehingga membuat Anda membawa tas mungkin lebih dari satu. Tas yang Anda bawa juga pastinya harus masuk dalam bagasi bila ukurannya cukup besar.

Baca juga: Bosan Antri Lama di Bandara, Begini Cara Cepat Ambil Barang di Klaim Bagasi

Namun, terkadang Anda berpikir barang tersebut bisa saja hilang saat akan dilakukan kalim bagasi. KabarPenumpang.com melansir dari chicagotribune.com (4/10/2017), baru-baru ini pihak kepolisian di Amerika Serikat menangkap sepasang pencuri di kota Phoenix yang dicurigai telah mencuri hampir 1000 tas dari penumpang di Bandara Internasional Phoenix Sky Harbor. Meskipun maskapai mengatakan telah mengembalikan semua tas yang dilaporkan hilang oleh pemiliknya dan hanya sebagian kecil yang benar-benar hilang karena di curi, salah tempat atau hal lainnya.

Berikut ini KabarPenumpang.com memberikan 10 tips untuk mencegah barang Anda di curi dalam perjalanan.

1. Jangan terlalu sering cek tas
Jika bepergian ke tempat yang tidak terlalu jauh dan baiknya jangan terlalu sering mengecek tas Anda. Bila masih bisa masuk ke kabin dan tidak dikenakan biaya tambahan bawa bersama Anda.

2. Simpan barang berharga bersama Anda
Jangan pernah memasukkan barang berharga dalam bagasi, ada baiknya tetap bawa bersama tas yang Anda jinjing masuk ke kabin. Ini bisa mencegah Anda kehilangan barang atau tas.

3. Membuat tas berbeda dari yang lain
Bila bepergian, bawa tas yang sedikit mencolok, sebab akan mudah di temukan. Jika hilang pastinya tas Anda bisa langsung ketahuan. Biasanya untuk membuat tas mencolok pilih warna yang sedikit lebih terang dan berbeda dengan yang lainnya.

4. Gunakan barang murah
Setiap bepergian, jangan pernah menggunakan barang yang mewah atau berlebihan apalagi tas. Sebab tas yang mahal pasti menjadi incaran para pencuri.

5. Jangan bermalas-malasan
Saat akan bepergian harus semangat jangan pernah berpikir untuk bermalas-malasan apalagi akan mengambil barang di klaim bagasi. Usahakan sampai di bagasi klaim lebih cepat untuk bisa melihat dan mengambil barang Anda.

Baca juga: Koper Anda Hilang atau Tertukar? Baggage Claim Jadi Solusinya

6. Tetap waspada
Selalu waspada dan perhatikan barang bawaan Anda dimana pun berada, apalagi di bandara. Jangan lengah karena bisa mengakibatkan barang bawaan Anda hilang.

7. Hindari transit
Jika Anda bepergian usahakan untuk melakukan direct flight, pasalnya dengan transit probabilitas barang untuk terselip atau hilang saat berpindah pesawat akan lebih besar di bandara transit.

8. Ajukan klaim segera mungkin
Saat tahu tas hilag, ajukan klaim ke bagian klaim bagasi maskapai. Ini untuk memudahkan Anda bila barang tidak hilang bisa di kembalikan atau ada penggantian dari pihak maksapai jika barang Anda benar-benar hilang.

10. Mempertimbangkan asuransi
Jika tak ingin mengambil risiko, sebelum berangkat baiknya asuransikan tas Anda, apalagi dengan brand tas ternama. Setidaknya, jika barang Anda hilang ada penggantian dari pihak asuransi.

Rencana Rilis Layanan Bus, Uber Ogah Bentrok Dengan Transportasi Umum (Lagi)

Sebagai salah satu penyedia jasa layanan transportasi berbasis aplikasi paling sukses di dunia, Uber lantas tidak cepat puas dengan pencapaiannya hari ini. Diketahui, perusahaan yang menjamur di lebih dari 600 kota di dunia tersebut ingin melebarkan sayap di bidang kendaraan darat berukuran besar, bus dengan target yang dituju adalah Mesir. Adaun alasan paliing vokal yang diutarakan oleh pihak Uber adalah padatnya penduduk dan lalu lintas di Mesir, sehingga dibutuhkan satu moda transpotasi yang dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di negara yang terkenal dengan Piramidanya tersebut.

Baca Juga: Di Kanada Uber Jadi Transportasi Umum Dengan Trayek Khusus

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman qz.com (22/9/2017), Uber optimis dalam menghadirkan layanan bus antar daerah di Mesir, karena menurut data yang mereka miliki, Ibu Kota Mesir, Kairo merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan pengemudi tercepat di dunia. Tecatat, lebih dari 30.000 driver yang bergabung dengan Uber di sepanjang tahun 2016. Hingga saat ini, Uber hanya beroperasi di seputaran kota Kairo saja.

Tidak hanya Uber, layanan ride sharing lainnya, Careem juga menunjukkan angka perkembangan yang cukup signifikan. Baik Uber dan Careem saat ini tengah menyusun strategi agar pengemudi taksi lokal tidak berinvestasi pada startup baru yang menyediakan layanan perjalanan menggunakan bus AC berpenampilan modern, SWVL. Tentu tindakan preventif ini bertujuan agar Uber tidak kehilangan pasar mereka yang bisa dibilang sangat banyak di Kairo. Mengingat potensi pertumbuhan perusahaan tersebut terbuka sangat lebar di sana.

Diperkirakan layanan Uber akan meningkat ke angka 5,2 juta penumpang setiap harinya dalam waktu dekat. Ini merupakan imbas dari harga tiket Metro yang naik dua kali lipat dan bercokol di harga 2 pound Mesir. Jika Uber membuka layanan bus mereka dalam waktu dekat, maka dalam pengoperasian perdananya, mereka dapat meraup untung besar, karena masyarakat masih lebih memilih untuk menggunakan sarana transportasi lain selain Metro Kairo.

Layaknya di dalam negeri, pada awal 2016 kemarin, operator taksi Mombasa di Kenya mengklaim bahwa peluncuran Uber berdampak negatif terhadap perkembangan bisnis mereka. Namun respon berbanding terbalik ditunjukkan oleh para penumpang yang menganggap kehadiran Uber dapat memudahkan mereka berkendara dengan tarif yang lebih murah.

Baca Juga: Bukan Sekedar Isapan Jempol, Dubai Mulai Uji Coba Taksi Drone

Menurut juru bicara Uber, mereka belum mau memberikan bocoran tentang peraturan mengenai bus tersebut, baik dari segi biaya, moda yang digunakan, hingga jadwal pengoperasian. “Kami masih melakukan diskusi lebih lanjut dengan pihak berwenang,” tukas juru bicara Uber tersebut.

Lebih lanjut, pihak Uber juga berharap agar pemerintah mengeluarkan peraturan progresif tentang penggunaan aplikasi di ruang lingkup transportasi, sehingga kejadian menentang layanan berbasis aplikasi seperti yang terjadi di banyak negara tidak terulang kembali.

CityAirbus, Prototipe Taksi Drone Lansiran Airbus, Mengudara di Akhir Tahun Depan

Merujuk pada laporan World Health Organization (WHO), persentase populasi global di kota-kota yang sedang mengalami pertumbuhan meningkat dari angka 34 menjadi 54 persen antara tahun 1960 dan 2014, dan nilai tersebut sama sekali tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perlambatan.

Melonjaknya populasi, peningkatan laju lalu lintas, dan polusi memang menjadi tiga hal yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Maka dari itu, perusahaan multinasional asal Eropa yang merancang, memproduksi, dan menjual produk aeronautika, Airbus tengah mempersiapkan sebuah langkah besar untuk mengentaskan masalah tersebut.

Baca Juga: Terima Kucuran Dana Segar, Volocopter Fokus Kembangkan VTOL Andalannya

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (4/10/2017), pada tahun 2016, Airbus mencanangkan proyek CityAirbus, sebuah kendaraan otonom yang mampu menerbangkan penumpang ke sekitaran daerah perkotaan, semacam taksi drone.

Tidak main-main, minggu ini Airbus mencatatkan tonggak sejarah baru, yaitu menyalakan sistem propulsi CityAirbus untuk pertama kalinya. Ini menunjukkan bahwa perusahaan yang terkenal dengan produk A380-nya ini memahami betul kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang ramah lingkungan dan tidak menambah ruwet jalanan di kota.

Tidak hanya Airbus, diketahui perusahaan lain seperti Volocopter juga tengah memantapkan armadanya agar bisa sesegera mungkin digunakan oleh kota yang terkenal dengan menara Burj Khalifa-nya, Dubai. Volocopter menggunakan moda udara bersistem Vertical Take-Off and Landing (VTOL). Dari laman sumber, diketahui pula bahwa Uber ingin menambahkan layanan ride-sharing via udara dan memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan pihak Airbus.

Namun, diantara semua rencana pengadaan moda udara otonom, konsep CityAirbus inilah yang paling memungkinkan hadir dalam waktu dekat. Pernyataan ini dilandasi oleh uji coba regular yang dilakukan oleh pihak CityAirbus terhadap armadanya, setidaknya itu menunjukkan bahwa konsep mereka sudah benar-benar matang dan siap untuk mengambil bagian di dunia aviasi. Ditambah lagi dengan dipamerkannya sebuah mock-up CityAirbus di Paris AirShow pada awal tahun 2017 kemarin, menampilkan drone VTOL bertenaga baterai yang mampu mengangkut empat penumpang sekaligus.

Kendaraan futuristik yang mampu melaju hingga kecepatan 120 km per jam ini juga didukung pula oleh delapan motor listrik dengan kapasitas mencapai 100 kW yang akan menggerakkan delapan buah baling-baling. Bukan sesuatu yang mustahil jika CityAirbus akan memulai operasi perdananya setelah pengujian sistem propulsi skala penuh pertama kali pada Selasa (3/10/2017) kemarin. Hasil uji coba tersebut menunjukkan bahwa tim pengembang berhasil mengintegrasikan dua dari empat pasang baling-baling pesawat.

Baca Juga: Bukan Sekedar Isapan Jempol, Dubai Mulai Uji Coba Taksi Drone

“Kami sekarang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kinerja sistem propulsi listrik inovatif seperti yang diterapkan di CityAirbus,” ungkap Marius Bebesel, Chief Engineer dari CityAirbus. “Kami juga akan terus melakukan pengujian sebelum melakukan uji coba CityAirbus dalam skala penuh,” imbuhnya. Rencananya, CityAirbus akan mengambil peran sebagai angkutan pemadu moda, dengan menempatkannya di pra-sarana transportasi, seperti bandara dan stasiun kereta api.

Adapun pihak Airbus memberikan bocoran tentang langkah selanjutnya yang akan mereka lakukan. Pertama, mereka akan menguji “power on” pada semester pertama tahun depan, dimana semua motor dan sistem listrik di CityAirbus akan dinyalakan untuk pertama kalinya. Jika uji coba tersebut berjalan lancar, maka CityAirbus berencana untuk melakukan penerbangan pertamanya di akhir tahun 2018 mendatang.

Dibutuhkan Segera! Peraturan Baku Bagi Para Vapers

Sebagai salah satu fenomena yang kini sedang menjamur, vaping dianggap sebagai cara ampuh bagi siapa saja yang hendak berhenti merokok atau hanya sekedar mengikuti perkembangan jaman. Memang, tidak ada yang bisa memungkiri bahwa asap yang dihasilkan oleh vaporizer (alat untuk vaping) memiliki aroma yang lebih bersahabat daripada rokok biasa, walaupun asap tersebut jauh lebih tebal dan pekat. Lalu, apakah vaping boleh dilakukan dimana saja? Atau adakah permasalahan sosial yang mungkin ditimbulkan dari generasi penerus rokok elektrik ini?

Baca Juga: Berani Langgar Aturan, Tak Ada Ampun Bagi Perokok di Dalam Kereta

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman standard.co.uk (21/9/2017), Public Health England meluncurkan iklan di televisi di Inggris yang berisikan dorongan bagi para perokok untuk berhenti dan beralih menggunakan vaporizer. Namun, karena fenomena ini masih terhitung baru, jadi belum ada aturan baku yang berlaku mengenai vaping. Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum vaping.

Sebuah otoritas etiket tertinggi di Inggris, Debretts menyarankan agar tidak vaping di sembarang tempat, terutama di ruang publik tertutup, seperti lift, tempat mengantri tiket, hingga biskop. Jika Anda ingin vaping, sebaiknya Anda menggunakan fasilitas publik yang sudah tersedia sebelumnya, seperti di smoking area. Selain Anda tidak akan mengganggu orang lain yang memiliki alergi terhadap asap, Anda juga tidak akan mengganggu sekitar dengan kepulan asap tebal yang dihasilkan dari vaping.

Jika Anda tidak menemukan smoking area, Anda bisa menjauh dari kerumunan dan mulai melakukan vaping. Dari contoh kasus ini, Debretts menyarankan Anda untuk menggunakan akal sehat sebelum vaping dan memikirkan tentang lingkungan sekitar Anda. Hal ini juga berlaku ketika Anda tengah berada di transportasi umum.

Untuk di Indonesia sendiri, memang tidak diperbolehkan untuk merokok di sarana transportasi umum berbasis massal seperti Commuter Line dan TransJakarta, namun kembali lagi ke salah satu poin yang sudah disebutkan di atas tentang belum adanya aturan baku yang mengatur soal vaping. Jadi sebaiknya Anda menyamaratakan vaping dengan merokok dan tidak menggunakannya di sarana dan pra-sarana transportasi.

Baca Juga: Nekad! Pria di Atas Bus Duduk Tenang Sambil Merokok

Contoh kasus diperlukannya peraturan tentang vaping di sarana transportasi umum pernah KabarPenumpang.com temui sendiri di lapangan, tepatnya di kereta Argo Parahyangan awal Mei kemarin, dimana seorang pria melakukan vaping di bordes kereta. Walaupun hanya beberapa kali hisapan saja, dan asapnya langsung dikeluarkan melalui kaca di kamar mandi, namun tetap saja aroma dari vaporizer tersebut tercium hingga kabin.

Ini merupakan satu bukti nyata tentang diperlukannya sebuah aturan baku tersebut. Walaupun asap yang dikeluarkan berupa uap air dan berbeda dengan asap rokok, namun tetap saja hal tersebut bisa mengganggu kenyamanan publik.

Puncak HUT TNI Ke-72, Sejumlah Maskapai Alihkan Penerbangan Menuju Bandara Soetta

Sehubungan dengan HUT TNI ke-72 yang jatuh pada pada Kamis, 5 Oktober 2017, sejumlah pra-sarana transportasi dijadikan sebagai “panggung” bagi pasukan garda depan Republik Indonesia ini untuk merayakan hari jadinya. Selain Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten yang akan menjadi saksi bisu bersandarnya puluhan kapal perang TNI AL dalam berbagai jenis. Begitupun dengan markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI AU yang juga beroperasi sebagai bandara penerbangan sipil, Halim Perdanakusuma yang rencananya akan ditutup sementara untuk memperingati hari jadi TNI.

Baca Juga: HUT TNI 5 Oktober 2017, Inilah Rekayasa Layanan Penyeberangan Ferry di Pelabuhan Merak

Sejumlah maskapai dikabarkan akan dialihkan sementara ke Bandara Internasional Soekarno Hatta selama beberapa hari, terhitung sejak tanggal 1 hingga 5 Oktober besok. Walaupun dalam beberapa hari ke belakang masih ada penerbangan sipil dari bandara ini, namun mereka semua terpaksa ditunda keberangkatannya karena bandara tersebut dijadikan tempat latihan anggota TNI AU yang akan unjuk gigi besok.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID7533 tujuan Yogyakarta yang dijadwalkan berangkat pada Senin (2/10/2017) pukul 13.05 WIB terpaksa mengalami delay selama beberapa jam karena kesibukan di bandara yang terletak di Jakarta Timur tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang petugas Batik Air, bahwa hampir seluruh penerbangan komersial dari Bandara Halim Perdanakusuma dipaksa menyesuaikan jadwal mengingat kesibukan di tarmac dalam rangka menjelang HUT TNI ke-72, terhitung sejak Minggu (1/10/2017). Atas keterlambatan pemberangkatan tersebut, pihak maskapai menyampaikan permohonan maaf dengan alasan operasional penerbangan.

Begitu pula nasib yang dirasakan oleh maskapai Citilink, dimana mereka harus menjalani pengoperasian penerbangannya sementara melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta. Total jumlah penerbangan yang disesuaikan tercatat ada 49 penerbangan dari dan menuju Bandara Halim Perdanakusuma, diantaranya adalah destinasi Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Palembang, Solo, Malang, Denpasar, Lombok, Medan dan Padang.

Baca Juga: Dorong Potensi Wisata, Citilink Buka Rute Baru Medan-Yogyakarta

“Kegiatan operasional penerbangan Citilink akan melakukan penyesuaian jadwal penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma,” ungkap Vice President Corporate Communications Citilink Indonesia, Benny Butarbutar dilansir dari sumber terpisah. Akibat penyesuaian jadwal ini, seluruh calon penumpang diimbau untuk datang lebih awal menuju bandara, serta menggunakan fasilitas web check-in. “Hal tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang di bandara dan calon penumpang dapat mengikuti seluruh prosedur di bandara tanpa harus terburu-buru,” imbuh Benny.

Sesuai prosedur sebelumnya, pihak Citilink juga telah menginformasikan kepada para calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan pada tanggal tersebut melalui call center. Tak hanya itu, Citilink juga menyediakan opsi re-schedule dan re-route penerbangan yang prosesnya dapat dilakukan dengan menghubungi call center Citilink.

Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru

Guna meningkatkan kenyamanan para penumpang, Singapore Airlines diketahui tengah mempersiapkan peluncuran suite kelas satu mereka yang dipasang di armada Airbus A380 miliknya. Demi menghapuskan rasa penasaran para pecinta pesawat, pihak Singapore Airlines lantas mengunggah beberapa gambar kabin berkonsep mewah yang nantinya akan menghiasi salah satu sudut pesawat ini ke dunia maya. Rencananya, pesawat superjumbo ini akan mulai beroperasi pada 2 November 2017 mendatang.

Baca Juga: Staf Bandara Changi Resmi Gunakan Kacamata Augmented Reality

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman ausbt.com.au (29/9/2017), anggota The Star Alliance tersebut akan meluncurkan produk ini seiringan dengan perhelatan media internasional yang akan diadakan di Singapura. Tidak hanya mengenalkan suite mewah tersebut, Singapore Airlines juga akan mengubah tampilan untuk kelas ekonomi dan ekonomi premium. Tentunya, desain baru ini akan memberikan “penyegaran” terhadap modelnya yang sudah berusia hampir satu dekade.

Sumber: ausbt.com.au

Disebutkan, kelas satu juga akan dipindahkan ke dek atas, bukan lagi di ujung dek utama pesawat superjumbo ini. Jacques Pierrejean, dari Pierrejean Design Studios mengatakan bahwa mock-up ini dapat mewujudkan gagasan perjalanan mewah bersama Singapore Airlines. “Perombakan desain besar-besaran ini merupakan bagian dari kesuksesan tender untuk tugas bergengsi tersebut,” ungkap Jacques. Dihimpun dari sumber terpisah, diharapkan desain baru ini dapat diaplikasikan di seluruh armada A380 milik Singapore Airlines.

Untuk desain kelas satu yang baru disinyalir akan memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari maskapai lainnya yang sama-sama menggunakan pesawat Airbus A380, walaupun secara otomatis akan memangkas jumlah bangku yang tersedia. Diperkirakan, desain kelas satu yang baru hanya berisikan enam hingga delapan seat saja, sementara di armada yang lama berisikan hingga 12 bangku.

Baca Juga: Penumpang Emirates Kini Bisa Mandi Shower Selama Penerbangan, Khusus Kelas Satu Lho!

Jika Anda berencana untuk menghadiri acara ini pada 2 November mendatang, maka Anda akan berkesempatan untuk masuk ke dalam armada baru ini dan mendapatkan penjelasan lebih mendalam tentang armada anyar Singapore Airlines ini. Tentu saja penjelasan tersebut bukan dilakukan oleh sembarang orang, melainkan oleh Jacques Pierrejean sendiri. Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi perhelatan ini dan melihat armada baru dari Singapore Airlines?

Kereta Cepat Haramain Siap Layani Tamu Allah Akhir Tahun Ini

Bagi Anda yang berencana untuk menunaikan Ibadah ke Tanah Suci tahun depan, kemungkinan Anda sudah bisa menikmati sarana transportasi baru di sana berupa kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan beberapa kota penting di Jazirah Arab. Diketahui jarak total jalur kereta cepat yang tengah dalam masa pembangunan ini mencapai 4.492 km. Jalur ini juga rencananya akan terhubung dengan jaringan kereta nasional Arab Saudi yang terletak di kota Jeddah.

Baca Juga: Al Mashaaer Al Mugaddassah Metro, MRT Unik di Kota Suci Makkah

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Kereta Cepat Haramain ini akan menghubungkan Kota Suci umat Islam Madinah dan Makkah melalui Kota Ekonomi Raja Abdullah, Rabigh, Jeddah dan Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Jalur kereta ini direncanakan sebagai sarana transportasi kereta listrik yang aman dan nyaman, dengan kecepatan maksimum mencapai 320 km per jam.

Adapun tahap pertama konstruksi dari proyek Haramain yang dimulai pada Maret 2009 ini mencakup pembangunan sebuah stasiun kereta api bagi jamaah Haji dan Umroh. Rencananya proyek kereta cepat ini akan memiliki total lima stasiun, dengan stasiun utama di Makkah. Stasiun utama yang melayani jamaah umroh dan haji ini rencananya memiliki lounge terpisah untuk kedatangan dan keberangkatan. Juga terdapat beberapa fasilitas penunjang lainnya, seperti masjid yang mampu menampung 600 orang sekaligus, sebuah helipad, 10 peron lajur untuk kereta, ruang untuk penumpang VIP, parkiran yang mampu menampung 500 mobil.

Terlepas dari pra-sarana yang bisa dinikmati, untuk urusan keretanya sendiri pihak Saudi Railways Organization (SRO) sudah melakukan uji coba perdananya pada 25 Juli 2017 kemarin. Kereta berlari dari Rabigh, Jeddah menuju Madinah dengan kecepatan 330 km per jam, dan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit, lebih cepat 15 menit dari estimasi awal. Tentu saja hadirnya kereta cepat ini seakan ditunggu-tunggu oleh banyak orang, karena dapat memangkas waktu perjalanan dari Jeddah ke Madinah yang jika ditempuh menggunakan bus atau mobil akan menghabiskan waktu hingga 5 jam.

Dalam acara uji coba tersebut, turut hadir Pangeran Abdullah Bin Bandar Bin Abdulaziz, Menteri Transportasi Saudi, Sulaiman Al-Hamdan, dan tim dari perusahaan Spanyol sebagai kontraktor pembuatan kereta.

Baca Juga: Ingin Menikmati Sensasi Kereta Cepat, Bentang Lebar Rel Harus Diganti

Jalur kereta listrik tersebut didesain untuk melayani 60 juta penumpang setiap tahunnya dengan menggunakan 35 kereta. Untuk melancarkan proyek kereta cepat tersebut, otoritas setempat membangun 138 jembatan layang yang difungsikan sebagai jalur kereta, hingga 12 perlintasan mandiri untuk lalu lintas unta di berbagai kawasan gurun.

“Kami sudah siap untuk peluncuran secara resmi. Semua bekerja sesuai dengan rencana. Kereta akan dioperasikan segera setelah pemerintah Saudi memberikan kami lampu hijau,” ungkap manajer proyek kereta cepat Haramain, Mariano De La Vega dilansir dari sumber berbeda. Sedangkan manajer teknis proyek Haramain, Nayef Fawaier mengatakan baru ada 11 dari 35 kereta yang akan beroperasi di jalur ini. Adapun manufaktur produksi rolling stock asal Jerman, German DB menjadi penyedia sarana transportasi ini.

Dijadwalkan, kereta cepat Haramain ini akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2017 ini.

Di Bandara Soetta – Perut Lapar Tapi Budget Ngepas, Yuk Makan di Sini!

Meski ukuran mahal untuk setiap orang tidak sama, namun sebagian orang beranggapan makan di restoran bandara terbilang mahal, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Mungkin wajar disebut mahal, lantaran pengenaan pajak restoran dan gerai kelontong di bandara juga dipatok lebih tinggi. Lantas bagaimana dengan Anda yang mungkin ber-budget pas-pasan, apakah masih bisa menikmati panganan yang murah, enak dan bersih di Bandara Soetta?

Baca juga: Wow! Bandara-Bandara Ini Memiliki Restoran Bintang 5 di Dalamnya

Jawabannya tentu pasti bisa, seperti halnya bandara-bandara lainnya, di Bandara Soetta memiliki kantin karyawan dengan harga makanan jauh lebih murah dari gerai yang ada di dalam bandara. Bandara Soetta memiliki kantin yang letaknya di Terminal 1, Terminal 2 D dan F serta di Terminal 3. Bila saat Anda berangkat dengan jadwal pagi dan tidak membawa sarapan, bisa makan di areal kantin-kantin tersebut yang buka selama 24 jam.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, di Terminal 1 tepatnya di tengah parkiran mobil ada yang namanya Joglo. Karena memang berbentuk joglo tempat makan ini terbilang jauh lebih murah dari di restoran dalam bandara. Bisa dikatakan untuk makan di kantin ini Anda dengan budget pas-pasan bisa makan kenyang kurang dari Rp20 ribu.

Sementara di Terminal 2 untuk cari makan murah, para penumpang yang menunggu pesawat bisa menuju parkiran motor. Mungkin bila tidak lapar bisa ngopi atau sekedar minum teh sembari berbincang dan menunggu keberangkatan. Di kantin-kantin ini juga, karyawan bandara sering berkumpul untuk makan.

Bagi para karyawan kebanyakan, makan di kantin ini bukan lantaran bosan dengan makanan ada di dalam bandara, melainkan para karyawan bandara pun memiliki gaji yang sama dengan pekerja lainnya sehingga adanya kantin dapat menghemat pengeluaran. Sebagai bandara internasional, dan Terminal 3 sebagai keberangkatan penumpang internasional, juga ada tempat makan murah alias kantin karyawannya.

Kantin Terminal 3 berada agak sedikit kepelosok, berada tak jauh dari pagar pembatas dan dekat taman disitu terlihat bangunan yang lengkap dengan meja serta kursinya. Tempatnya cukup nyaman dan besar, makanan yang dijual pun seperti warteg, warung padang, warung soto dan penjual minuman. Harga jual makanannya pun sama seperti saat Anda berada di pinggir jalan atau sekedar mampir di warteg.

Nasi dengan soto ayam dihargai sekitar Rp13 ribu, sedangkan nasi yang dijual di warteg dengan berbagai pilihan lauk pauknya paling mahal Rp18 ribuan. Untuk air mineral pun cukup terjangkau dengan botol standar 600ml dihargai Rp5 ribu, lebih murah bila dibadingkan membeli di mesin otomatis dengan mengeluarkan kocek Rp10 ribu dan di dalam bandara Rp18 ribu.

Tak ayal saat makan masakan Padang pun dihargai paling mahal Rp20 ribu. Bukan hanya makan murah, saat makan di kantin karyawan ini pun Anda akan merasakan kenyamanan dan kebersihan tempat ini walaupun sedikit jauh untuk berjalan.

Baca juga: Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang

Uniknya, di kantin-kantin karyawan, bukan hanya karyawan bandara dan penumpang lokal, tetapi juga terlihat pelancong (backpacker) mancanegara ikut makan di kantin ini. Mereka menikmati makanan murah tanpa harus merogoh kocek yang dalam seperti makan di restoran. Terkadang pun Anda yang memang berada di parkiran sering melihat para penjual kopi, pop mie ataupun gorengan dengan pecel sayuran yang bisa di beli di tengah-tengah area parkir. Harga kopi yang dijual pedagang keliling ini dengan harga nongkrong di coffee shop dalam bandara dengan jarak perbedaan harga bisa Rp30 ribuan.

Sayangnya jalur untuk menuju area kantin tidak akrab bagi Anda yang membawa koper dengan roda. Tapi ada solusi lain, bagi Anda yang malas untuk jalan ke kantin, setiap terminal di bandara juga ada ritel baik Indomaret ataupun Alfamart yang juga menyediakan makanan beku di panaskan atau mie instan lengkap dengan air panasnya. Makan beku ini pun di jual dengan harga tak sampai Rp20 ribu, sehingga bisa dikatakan cukup untuk kocek kantong dengan budget rendah.

Singapore Airlines Jalin Kerjasama Codeshare dengan Lufthansa Group

Maskapai internasional papan atas, Singapore Airlines dan Lufthansa Group baru saja meluncurkan usaha kerjasama baru yang mencakup penerbangan dari Singapura, Australia dan Jerman, Swiss, Austria dan Belgia. Kerjasama ini digadang bisa memudahkan penumpang saat memilih jadwal perjalanan dan harga yang sesuai.

Baca juga: Jerman Datangkan Saksi Bisu Pembajakan Lufthansa 1977, Indonesia Juga Punya Sejarah Yang Mirip

Gagasan dari kerjasama ini adalah karena banyaknya jadwal dan harga yang ditawarkan oleh kedua perusahaan penerbangan. “Kami senang dapat meluncurkan usaha bersama dengan Lufthansa Group, dimana dapat memberikan fondasi yang kuat untuk bekerja sama yang memungkinkan banyaknya frekuensi penerbangan dan pilihan perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan dua maskapai penerbangan ini. Usaha bersama ini menunjukkan apa yang bisa kita capai dengan mitra yang tepat. Kami berharap dapat bekerja lebih intens lagi dengan Lufthansa Group,” ujar Tan Kai Ping, Singapore Airlines Senior Vice President Market Palanning yang KabarPenumpang.com kutip dari laman spicenews.com.au (3/10/2017).

Sebenarnya tandatangan perjanjian kerjasama ini sudah dilakukan sejak November 2015  dan memperluas kapasitas penerbangan antara Singapura, Jerman dan Swiss. Peluncuran kerjasama ini juga termasuk pengenalan penerbangan rute baru yang dioperasikan Singapore Airlines, yakni dari Singapura menuju Dusseldorf, Jerman yang telah dibuka pada Juli 2016.

Tak hanya itu, pada Maret 2017, Swiss Airlines yang merupakan bagian dari Lufthansa Group menghadirkan pesawat Boeing 777-300ER terbarunya pada penerbangan harian dari Singapura menuju Zurich (Swiss) dan sebaliknya. Di kesempatan yang sama, Lufthansa juga mengumumkan rencana membuka kembali layanan penerbangan dari Singapura menuju Munich yang akan dimulai Maret 2018 mendatang.

Layanan penerbangan ini juga akan meningkatkan pengaturan antar kedua grup penerbangan ini, yang secara signifikan meningkatkan hubungan codeshare di lebih dari 130 kota yang di tawarkan untuk pasar Eropa, Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya.

Baca juga: Zonal Employee Discount, Inilah Rahasia Terbang Murah Untuk Para Pekerja Maskapai

Mr Dieter Vranckx, Wakil Presiden Lufthansa Group President Sales Asia Pasifik mengatakan, “Ini adalah tonggak sejarah yang luar biasa bagi Lufthansa Group dan Singapore Airlines. Dengan diluncurkannya joint venture ini, dua grup maskapai penerbangan premium kini bersama-sama dapat mengoptimalkan penawaran produk dan layanan berkualitas tinggi di pasar yang sangat kompetitif di seluruh Eropa, Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya. Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan Singapore Airlines, mitra high-end yang memiliki reputasi baik dan andal, memberi pilihan terbaik bagi pelanggan kami.”

HUT TNI 5 Oktober 2017, Inilah Rekayasa Layanan Penyeberangan Ferry di Pelabuhan Merak

Dua hari lagi puncak HUT TNI 5 Oktober akan digelar di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten. Tidak hanya ratusan kendaraan tempur darat yang ikut memeriahkan defile di hajatan besar-besaran tersebut, namun di perairan Cilegon saat ini juga bersandar puluhan kapal perang TNI AL dalam berbagai jenis. Dan mengingat puncak HUT TNI akan dilangsungkan dengan defile dan atraksi penembakkan roket ke arah lautan, maka aktivitas tersebut akan berdampak langsung pada pelayanan kapal ferry di Pelabuhan Merak.

Baca juga: KRI Tanjung Kambani 971, Kapal Ferry RoRo dengan Cita Rasa Militer

Bila dirunut dari lokasi perhelatan, antara Dermaga Indah Kiat dan Dermaga Ferry PT ASDP hanya berjarak kurang dari 1,2 kilometer. Untuk menjamin keamanan dan keselamatan dalam layanan penyeberangan ferry, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Provinsi Banten, Kementerian Perhubungan telah menerbitkan pola operasi pada pelayanan di Pelabuhan Merak menjelang dan saat puncak HUT TNI.

Pada 5 Oktober 2017, pelayanan Angkutan Penyeberangan di Dermaga VI Pelabuhan Merak akan ditutup pada pukul 01.30 WIB, selanjutnya akan digunakan tempat sandar bagi KRI Tanjung Nusanive pada pukul 02.00 sampai dengan 15.00 WIB. Sedangkan Dermaga III dan IV Pelabuhan Merak akan ditutup mulai pukul 05.00 sampai dengan 13.00 WIB. Dengan adanya penutupan ini maka kapal kapal yang beroperasi di Dermaga III, IV dan VI akan dikeluarkan dari jadwal lintasan.

Sementara pelayanan di Dermaga I dan II tetap beroperasi dengan jumlah kapal beroperasi sebanyak 12 kapal. Di Pelabuan Merak sejatinya masih ada Dermaga V, namun hingga kini sedang dalam proses perbaikan pasca penabrakan KMP Prima Nusantara milik PT. Jembatan Nusantara pada tanggal 12 Juli 2017 dan diperkirakan baru selesai pada akhir Oktober ini.

Terkait keseluruhan aktivitas HUT TNI, seluruh dermaga di Pelabuhan Merak akan mulai beroperasi kembali setelah selesai acara puncak yakni pada pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Beroperasi 2018, PT ASDP Lakukan Ground Breaking Pembangunan Dermaga Eksekutif Merak – Bakauheni

Untuk hari ini (3/10), dilaksanakan Gladi Bersih dan Tabur Bunga, Dermaga VI di Pelabuhan Merak digunakan untuk sandar KRI DR. Soeharso mulai pukul 05.00 sampai 18.00 WIB, sedangkan untuk mendukung kegiatan Gladi Bersih Dermaga III dan Dermaga IV ditutup mulai pukul 06.00 sampai 11.00 WIB. Kapal kapal yang beroperasi di Dermaga III, IV dan VI sementara dikeluarkan dari jadwal lintasan, selama penutupan maka jadwal kapal yang beroperasi menyesuaikan dengan jumlah Dermaga yang tersedia. Untuk besok, Rabu (4/10) merupakan hari tenang, tidak ada kegiatan latihan dan gladi dari pihak TNI, pelayanan ferry PT ASDP berlangsung normal.