Delta Airlines Tawarkan Akses Chatting Gratis via WiFi di Smartphone

Delta Airlines mulai 1 Oktober 2017 memberikan pelayanan chatting gratis melalui iMessage, WhatsaApp dan Facebook Messanger. Namun layanan yang diberikan hanya mendukung untuk pesan teks saja dan tidak bisa mengunduh ataupun mengunggah file baik foto, suara maupun video.

Baca juga: Delta Airlines dan JetBlue Gunakan Mesin Pemindai Wajah di Bandara

KabarPenumpang.com melansir dari laman theverge.com (27/9/2017), layanan ini akan ada di semua penerbangan Delta dengan menggunakan aplikasi Gogo WiFi di smartphone Android dan iOS. Namun layanan ini bisa digunakan secara gratis bila Anda sebagai penumpang menambahkan biaya minimal US$2,95 atau tergantung dari penerbangan Delta yang Anda naiki.

“Kami tahu banyak pelanggan Delta Airlines yang ingin atau perlu tetap terhubung saat di udara, apalagi untuk para pekerja. Oleh karena itu kami memberikan layanan dengan cara yang mudah dan bebas untuk mengirim dan menerima pesan melalui beberapa platform global yang paling populer,” ujar Tim Mapes, Wakil Presiden Senior Delta dan Chief Marketing Officer.

Mapes menambahkan, layanan ini ada di belakang kursi di tambah dengan hiburan gratis dan WiFi berkecepataan tinggi untuk berkirim pesan gratis menjadi salah satu cara agar pelanggan dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan Delta sebaik-baiknya. Adanya layanan ini, menjadikan Delta sebagai yang pertama di dalam maskapai penerbangan Amerika Serikat dengan menawarkan fasilitas pesan gratis dalam penerbangan. Untuk bisa menikmati layanan instant messaging tersebut, sebelum naik pesawat, para penumpang diharuskan mengunduh aplikasi Gogo WiFi secara gratis di toko aplikasi.

Selain Delta Airlines, di Amerika Serikat masih ada beberapa maskapai besar, seperti United dan American Airlines. Namun, untuk diketahui, Alaska Airlines menjadi maskapai penerbangan utama Amerika Serikat yang mengenalkan hal ini secara khusus.

Baca juga: Delta Airlines Siap Gunakan Pemindai Wajah Untuk Pangkas Antrean Check In

Karena adanya penawaran pesan gratis tanpa suara sudah berlaku sejak awal tahun 2017 ini. Sehingga bisa dikatakan, Delta mengikuti jejak Alaska dan menjadi yang pertama dari tiga besar maskapai di Amerika Serikat.

Setelah Delta melakukan pemberian layanan pesan gratis selama penerbangan, diperkirakan American dan United Airlines akan menyusul. Saat ini juga JetBlue sudah menawarkan layanan WiFi gratis tanpa batas untuk semua penumpang dalam penerbangangannya tanpa mengenakan biaya sedikitpun.

AutoHaul, Kereta Diesel Otonom di Australia Barat

Kini tidak hanya mobil yang bisa bergerak tanpa pengemudi alias otonom, melainkan moda darat yang lebih bersar dan berat, seperti kereta api juga ikut menghangatkan perbincangan mengenai moda masa depan nirawak. Di Australia, sebuah perusahaan pertambangan, Rio Tinto, diketahui baru saja menyelesaikan sebuah percobaan menjalankan kereta otonom, dimana tidak ada satupun orang yang mengemudikan moda berjuluk ular besi tersebut.

Baca Juga: Cina Luncurkan ART, Kereta Otonom Tanpa Rel Untuk Kota Kecil

Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman digitaltrends.com (4/10/2017), Rio Tinto mengklaim bahwa kecelakaan kereta yang terjadi selama ini diakibatkan oleh faktor manusia (human error). Berangkat dari situ, Rio Tinto berusaha untuk merubah semua itu menuju dunia transportasi yang lebih baik dan aman.

Perjalanan kereta diesel otonom bernama AutoHaul tersebut bertempat di daerah pertambangan wilayah Pilbara, Australia Barat. Diketahui, jarak tempuh dari kereta tersebut mencapai 60 mil atau setara dengan 96,56 km. Pada perjalanan pertamanya, selain disaksikan oleh para pejabat perusahaan, turut hadir pula perwakilan dari Office of the National Rail Safety Regulator yang seakan menjadi saksi suksesnya perjalanan tersebut.

“Peluncuran ini berjalan dengan sukses dan menempatkan kami di jalur yang tepat untuk memenuhi salah satu tujuan kami, yaitu mengoperasikan jaringan kereta jarak jauh yang benar-benar otonom,” ungkap Chief Executive , Chris Salisbury. “Terobosan ini akan membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan produktivitas dalam bisnis ini secara signifikan,” imbuhnya.

“Keuntungan dari AutoHaul sudah direalisasikan termasuk variabilitas yang berkurang dan peningkatan kecepatan di keseluruhan jaringan, yang secara otomatis akan mengurangi waktu perjalanan,” tambah Chris. Diketahui, Rio Tinto bangga menjadi perusahaan yang memimpin perkembangan inovasi dan teknologi kereta otonom dalam ruang lingkup industri pertambangan global. “Ini akan memberikan keuntungan bagi kami saat mengelola suatu tambang di masa depan,” tukas Chris.

Baca Juga: The Dolphin Blue dan Golden Phoenix, Kereta Peluru Terbaru Tembus 400Km Per Jam

Diketahui, Rio Tinto pertama kali memulai perjalanan kereta otonomnya pada kuartal pertama tahun ini, walaupun hingga kini, selalu ada pengemudi yang mendampingi kereta otonom ini jika sang lokomotif membutuhkan bantuan tangan manusia. Namun jangan salah, kereta milik Rio Tinto ini berbeda dengan kereta kebanyakan yang mengangkut orang, AutoHaul akan ditugaskan untuk tetap membawa hasil tambang dan mengantarnya ke lokasi yang sudah ditentukan.

Gunakan Teknologi Mobile-Encoding, Netflix Siap Manjakan Penumpang Pesawat

Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di industri hiburan, Netflix berencana untuk memfasilitasi para penumpang pesawat dengan layanan streaming. Ini bertujuan agar penumpang tidak merasa bosan karena terpaksa menempuh perjalanan jauh. Seperti sudah menjadi rahasia umum dimana sebagian penumpang merasa tidak nyaman selama mengudara karena estimasi perjalanan yang sangat menyita waktu.

Baca Juga: Tahun 2020, Dipercaya 14.419 Pesawat Komersial Gunakan Akses WiFi di Kabin

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman variety.com (25/9/2017), Netflix mempercayakan teknologi mobile-encoding, dimana penumpang dapat menonton siaran di Netflix dengan kualitas tinggi selama mereka mengudara dan bisa menghemat pengeluaran data hingga 75 persen.

Sebagaimana yang tertera di laman sumber, pada tahun 2015 silam, Netflix menandatangani kesepakatan dengan Virgin America (yang sekarang menjadi bagian dari Alaska Air Group) untuk menawarkan layanan WiFi gratis dalam beberapa perjalanan. Sejak itu, Netflix telah meluncurkan kemitraan serupa dengan beberapa maskapai lain, seperti Aeromexico, Qantas dan Virgin Australia.

Pada maskapai yang sudah menjadi mitra, Netflix menawarkan akses WiFi generasi selanjutnya, dimana akses tersebut dilengkapi dengan KaK-band dan Gogo 2Ku. Layanan tersebut berfungsi agar penumpang dapat mengakses Netflix melalui gadget (smartphone dan tablet) yang mereka bawa tanpa dikenakan biaya tambahan. Dalam kasus ini, Netflix melihat kesepakatan yang mereka jalin dengan pihak maskapai merupakan salah satu jalan untuk mengakuisisi pelanggan lainnya. Seperti ajang promosi abu-abu, dimana maskapai yang belum bermitra dengan Netflix akan terpicu untuk bekerja sama dengan perusahaan yang berbasis di California tersebut.

Netflix mengatakan bahwa mobile-encoding yang lebih efisien yang tengah mereka kembangkan dapat menghadirkan video berkualitas DVD pada gadget Anda seharga 250 kilobit per detik. Secara keseluruhan, penggunaan mobile-encoding dapat memberikan kualitas video setara dengan menggunakan bandwidth hingga 36% lebih rendah daripada menggunakan teknik pengkodean konvensional.

Baca Juga: Ini Lho Fungsi Lain dari Airplane Mode!

Sementara itu dari segi maskapainya, selain dapat memanjakan penumpang, mereka juga bisa mendapatkan model layanan terbaru di seputaran WiFi. Menurut Netflix, kerja sama semacam ini juga bisa memberikan kesadaran pada maskapai lain yang belum berinvestasi di bidang layanan jaringan selama penerbangan, yang akan berdampak positif pada kepuasan pelanggan.

Netflix mengumumkan prakarsa in-flight baru untuk maskapai penerbangan ini di perhelatan APEX Expo 2017, yang diselenggarakan pada 25-28 September 2017 di Long Beach, California.

Singapore Airlines dan Grab Integrasikan Layanan Ridesharing di Satu Aplikasi

Integrasi layanan aplikasi pemesanan di moda transportasi berbasis online sudah terbukti sukses, seperti yang dilakukan antara Go-Jek dan BlueBird di Tanah Air. Namun di Singapura, integrasi serupa dihadirkan dengan lebih maju lagi, yakni berupa integrasi layanan pemesanan antara maskapai Singapore Airlines dan pengelola taksi online Grab untuk fitur Ridesharing.

Kedua perusahaan tersebut menyatakan telah mengintegrasikan aplikasi mobile yang mereka miliki untuk memudahkan pelanggan memesan Grab Rides melalui aplikasi milik Singapore Airlines ke bandara.

Baca juga: Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru

Pengintegrasian aplikasi ini sudah bisa digunakan oleh pelangggan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Kedua perusahaan tersebut mengatakan para pengguna aplikasi mobile Singapore Airlines akan melihat opsi pemesanan Grab untuk tujuan dari dan ke bandara, dan dapat dipesan tujuh hari sebelum jadwal penerbangan mereka.

Cara penggunaan untuk memanggil Grab pun sama seperti dengan menggunakan aplikasi milik Grab yang biasa, dimana saat pengguna masuk ke aplikasi dan memilih Grab menuju bandara, akan secara otomatis terdaftar sebagai tujuan.

Untuk menggunakan aplikasi ini, pengguna harus memasukkan pick up point atau tempat dan waktu penjemputan yang diinginkan. Anggota GrabRewards juga memiliki fleksibilitas untuk mengubah point menjadi miles KrisFlyer Singapore Airlines.

“Kami memiliki komitmen bersama terhadap inovasi dan memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan bermutu tinggi kepada penumpang. Pada saat yang sama, kami terus membuat platform Grab lebih bermanfaat bagi pelanggan kami. Dengan mengintegrasikan program loyalitas Grab dan SIA, pengguna jasa dapat menggunakan poin mereka saat merencanakan liburan berikutnya. Kemitraan ini merupakan pengakuan yang signifikan oleh salah satu maskapai paling bergengsi di dunia dan saya sangat gembira dengan apa yang akan kita raih bersama, ” ujar Jason Thompson, kepala GrabPay yang dikutip KabarPenumpang.com  dari laman business.inquirer.net (6/10/2017).

Baca juga: Singapore Airlines Jalin Kerjasama Codeshare dengan Lufthansa Group

Aplikasi tersebut saat ini sudah menyambangi 100 kota di tujuh negara yakni Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Myanmar. Sedangkan Singapore Airlines sendiri sudah mengoperasikan layanannya ke lebih dari 60 destinasi di lebih dari 30 negara di lima benua seluruh dunia.

“Kami terus berupaya meningkatkan aplikasi mobile dan KrisFlyer SingaporeAir kami untuk memastikan bahwa kami memberikan lebih banyak manfaat bagi pelanggan kami,” kata wakil presiden senior penjualan Campbell Campbell Wilson.

Demi Efisiensi Grup, SilkAir Besar Kemungkinan Dilebur Ke Singapore Airlines

SilkAir, maskapai penyedia penerbangan regional yang berbasis di Changi, statusnya adalah maskapai yang berada di bawah manajemen Singapore Airlines Group. Tetapi uniknya SilkAir maupun Singapore Airlines saat ini masih harus terpisah, alias belum bisa bersatu dengan penuh. Hal ini disampaikan Chief Executive SilkAir Foo Chai Woo.

“Kami masih melihat manfaat untuk mempertahankan operasi terpisah dengan nama SilkAir,” ujar Foo yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman asia.nikkei.com (4/10/2017). Dengan pernyataan tersebut, membuat para analis percaya bahwa penggabungan dua maskapai premium ini hanya masalah waktu. Menurut mereka, jika keduanya bergabung harus ada perbaikan terkait operasionalnya agar bisa bersaing lebih efektif di pasar penerbangan.

Baca juga: Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru

“Kami tentu melihat permintaan produk, Boeing 737 Max 8 memberi kita kesempatan besar untuk berbuat lebih banyak. Max 8 menempatkan kita pada posisi yang lebih kuat untuk bersaing dan menawarkan proposisi nilai yang lebih baik,” kata Foo.

SilkAir yang menjadi maskapai layanan penuh (full service) sebenarnya berada di bawah naungan Singapore Airlines yang terbang di Asia. Grup maskapai ini juga menjadi induk masakapai penerbangan berbiaya rendah yakni Scoot.

Kabar yang beredar di dunia penerbangan menyebut bahwa bahwa SilkAir akan diintegrasikan ke Singapore Airlines untuk meningkatkan efisiensi. Juli 2017 lalu, Scoot yang berada di bawah SIA bersatu dengan Tigerair untuk merampingkan operasi di penerbangan.

“Penggabungan SilkAir dengan Singapore Airlines terasa masuk akal, ini akan menghasilkan efisiensi dan memastikan produk yang konsisten pada layanan akhir. Mereka telah mengejar integrasi yang lebih erat dalam beberapa tahun terakhir, dan saya pikir pasti mereka akan melihat penggabungan keduanya sepenuhnya,” menurut Brendan Sobie, Chief analis dengan penerbangan think tank CAPA.

CEO Crucial Perspective, Corrine Pgn mengatakan, saat ini struktur biaya operasional SilkAir 71 persen lebih tinggi, tetapi layanannya cenderung kurang mencapai bisnis utama. “Singapore Airlines Group hanya akan menyimpan dua merek, satu maskapai penerbangan premium dan satu maskapai penerbangan biaya rendah,” kata Png.

Baca juga: Rajai Pasar Low Cost Carrier, Tigerair Kini Satu Naungan Dengan Scoot

“Kami tidak akan meninggalkan batu pada tempatnya,” kata kepala eksekutif kelompok tersebut, Goh Choon Phong. Pendapatan luar negeri untuk SilkAir dan Singapore Airlines telah digabungkan awal tahun ini. Tapi, kata Nicholas Ionides, wakil presiden Singapore Airlines untuk urusan publik, “Tidak ada langkah pararel antara Singapore Airlines dan SilkAir, seperti halnya merger baru-baru ini antara Scoot dan Tigerair.”

Tata Ulang Trotoar Sudirman-Thamrin, Pemprov DKI Jakarta Canangkan #TrotoarKita

Menjelang berakhir masa jabatannya selaku Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, terus mengupayakan langkah-langkah perbaikan untuk menata Jakarta agar lebih baik. Salah satu perhatian kali ini ada di sektor trotoar, dimana kondisi trotoar di Ibu Kota masih jauh dari kata layak. Bahkan tak bisa dipungkiri, akibat buruknya kondisi trotoar menjadi penyebab warga Jakarta ‘malas’ untuk berjalan kaki.

Baca juga: Kondisi Trotoar Buruk Jadi Penyebab Warga Jakarta ‘Malas’ Berjalan Kaki

Faktanya dari total 2.600 kilometer jalan di Jakarta, baru 2,6 persen trotoar yang diperbaiki pada tahun 2016. Berangkat dari kenyataan di atas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ingin mewujudkan trotoar yang lebih ramah bagi pejalan kaki. Sebagai langkah pertama Pemprov akan melakukan penataan ulang trotoar di sepanjang
Jalan Sudirman – Jalan MH. Thamrin.

Upaya penataan ulang ini dikemas dalam pencanangan #TrotoarKita oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Bundaran HI, Jakarta Pusat
pada hari Minggu, 8 Oktober 2017. Pencanangan #TrotoarKita dimulai dari Patung Pemuda (Senayan) hingga ke air mancur Patung Arjuna Wiwaha.

Acara pencanangan #TrotoarKita ini dilaksanakan pukul 06.00 hingga 09.00 WIB di Jalan Imam Bonjol, di samping Hotel Mandarin Oriental. Acara akan diisi berbagai hiburan dan juga paparan oleh Gubernur Djarot tentang pembangunan #TrotoarKita. Untuk lebih memeriahkan acara, masyarakat diharapkan turut hadir dengan menggunakan kaos berwarna biru.

“Trotoar Kita adalah momentum untuk mengingatkan publik bahwa perubahan baik
dapat dilakukan dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, sejak proses
pembangunan hingga ketika fasilitas jalur pedestrian ini siap dinikmati warga. Sudah
lama kita menantikan adanya fasilitas umum, seperti jalur pedestrian, yang ramah
bagi penggunanya. Partisipasi publik akan meningkatkan rasa memiliki dari jalur
pedestrian ini sehingga akan dijaga bersama-sama,” jelas Gubernur Provinsi DKI
Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (5/10).

Baca juga: Shibuya Crossing, Fenomena Perlintasan Padat Manusia Bebas Senggolan

Djarot menambahkan pembangunan trotoar sepanjang Jalan Sudirman – Jalan MH. Thamrin ini menjadi awal yang baik untuk mengubah Jakarta menjadi lebih baik terutama dalam hal kenyamanan mobilitas warganya. “Kami berharap warga Jakarta mendukung bersama pembangunan trotoar ini. Pembiayaan penataan trotoar berasal dari kompensasi pelampauan kelebihan lantai bangunan (KLB) PT MRT, PT Kepland Investama, dan PT Mitra Panca Persada. Untuk pembagian pengerjaannya adalah sebagai berikut:

1. PT MRT Jakarta mengerjakan penataan trotoar di enam stasiun, ± 200 meter di setiap area stasiun.
2. PT Kepland Investama mengerjakan penataan trotoar segmen Patung Kuda sampai dengan Kali Krukut.
3. PT Mitra Panca Persada mengerjakan penataan trotoar segmen Kali Krukut sampai dengan Patung Pemuda dan segmen Kartika Candra hingga Jakarta Convention Center.

Dengan dimulainya program penataan ulang jalur pedestrian yang memadai di Jalan Sudirman – Jalan MH. Thamrin, diharapkan ke depannya Jakarta akan berkembang menjadi kota yang ramah bagi pejalan kaki, pengguna sepeda, dan para penyandang disabilitas. Partisipasi publik akan meningkatkan rasa memiliki dari jalur pedestrian ini sehingga akan dijaga bersama-sama.

KA Ekonomi Premium “Wijayakusuma,” Dilengkapi Gerbong Untuk Difabel

Ada yang special di HUT PT KAI (Kereta Api Indonesia) ke-72 pada 28 September lalu, secara khusus BUMN Transportasi ini telah merilis layanan KA baru yang diberi nama “Wijayakusuma” atau populer disebut Wius dan Wikus Premium. Kereta ini merupakan kereta api ekspress kelas eknonomi AC Premium relasi Cilacap – Yogyakarta dan Cilacap – Solo Balapan.

Baca juga: “Kelas Ekonomi Rasa Eksekutif,” PT KAI Siap Luncurkan 66 Gerbong Ekonomi Premium

Rangkaian kereta ini mulai beroperasi pada 26 September 2017 yang disertai pembukaan Stasiun Cilacap. KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa sumber, kereta ini memanfaatkan kereta ekonomi premium yang sebelumnya dioperasikan di kereta Argo Parahyangan tambahan premium (Gambir – Bandung PP) di trainset pertama.

Kereta Wikus ini sendiri berhenti dibeberapa stasiun yakni Cilacap, Maos, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Purwosari dan Solo Balapan. Untuk tiketnya sendiri selama promosi dari Cilacap menuju Kroya Rp20 ribu, Cilacap menuju Yogyakarta Rp50 ribu dan Cilacap menuju tujuan akhir di Solo Balapan Rp70 ribu.

“Kereta ini diharapkan akan makin memudahkan masyarakat untuk bepergian ke kota-kota tersebut. Ini bentuk apresiasi dari kami kepada pelanggan,” kata Executive Vice President PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Yusren di sela peluncuran Kereta Wijayakusuma yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman antaranews.com (26/9/2017).

Kereta ini memanfaatkan rangkaian 10 gerbong ekonomi premium plus satu gerbong pembangkit dengan kapasitas 768 tempat duduk, dimana dua gerbong untuk penyandang disabilitas dengan kapasitas masing-masing 64 orang. Satu kereta makan dan pembangkit serta delapan kereta ekonomi premium dengan kapasitas 80 orang, kereta ini diketahui buatan PT INKA.

Baca juga: Bon Bon, Mengenal Legenda Lokomotif Listrik Indonesia

KA Wijayakusuma berangkat dari Cilacap pukul 05.00 WB dan sampai di Yogyakarta pukul 08.20 WIB dan kembali berangkat dari Tugu pukul 09.30 WIB, tiba di Cilacap pukul 13.30 WIB. Kemudian pada pukul 14.10 WIB, kereta ini akan diberangkatkan menuju Solo Balapan dan akan tiba pukul 19.13 WIB dan kembali berangkat menuju Cilacap pukul 19.45 WIB dengan perkiraan tiba pukul 01.00 WIB.

Untuk pemesanan tiket KA Premium Wikus ini sama dengan kereta lainnya yang bisa dibeli 90 hari sebelum keberangkatan. Nama Wijayakusuma sendiri berasal dari nama bunga dengan nama sama, pemilihan nama ini dikarenakan bunga ini tumbuh di daerah Cilacap. Sebelumnya kereta ini sempat diisukan akan diberi Nusakambangan Ekspres yang merupakan salah satu pulau di Cilacap.

Uber Berlakukan Sistem Denda Bagi Penumpang yang Terlambat

Bagi Anda yang hendak bepergian ke Singapura dan berencana untuk menggunakan jasa transportasi berbasis aplikasi seperti Uber, ada baiknya Anda tidak terlambat tiba di titik penjemputan, karena pihak Uber Singapura mulai menerapkan denda bagi penumpang yang terlambat. Penerapan aturan baru ini mesti dilandasi oleh berbagai alasan, salah satunya yang paling vokal adalah karena pihak pengemudi terlalu lama menunggu penumpangnya, dan hal tersebut dapat merugikan sang pengemudi.

Baca Juga: Travis Kalanick dan Garrett Camp, Dua Inovator Dibalik Nama Besar Uber

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (4/10/2017), setiap penumpang yang mengalami keterlambatan akan dikenakan biaya tambahan seharga Sin$ 20 sen per menit jika pengemudi sudah menunggu di lokasi penjemputan selama tiga menit. Biaya keterlambatan tersebut harus langsung dibayarkan kepada pengemudi ketika Anda hendak membayar keseluruhan biaya perjalanan. Lalu, bagaimana jika penumpang terlambat namun tidak mencapai tiga menit? Penumpang harus tetap membayar biaya keterlambatan mereka senilai Sin$ 10 sen.

Dalam laman jejaring sosial, Facebook, pihak Uber Singapura menunggah sebuah postingan yang berisikan pemberitahuan tentang pemberlakuan peraturan baru ini dann alasan mereka mengeluarkan maklumat ini. “Tujuan kami adalah untuk memberikan pengalaman baru kepada setiap pengemudi kami, selain itu, penerapan biaya tunggu ini merupakan semacam biaya pengganti operasional mereka,” tulisnya di Facebook.

Layaknya notifikasi yang diterima ketika ada pengemudi yang mengambil orderan kita, begitupun halnya dengan pemberitahuan tentang biaya tunggu yang mulai berjalan. Uber sendiri kembali menganjurkan kepada para penumpang agar hanya melakukan pemesanan jika mereka sudah berada di dekat titik penjemputan. Biaya Sin$ 20 sen per menit berlaku untuk layanan UberX saja. Biaya ini akan lebih tinggi untuk layanan premium Uber, seperti UberEXEC, pilihan mobil mewah, dan UberXL, untuk memesan mobil berukuran lebih besar yang bisa menampung hingga enam penumpang.

Baca Juga: Hindari Penyalahgunaan Nomer Ponsel, Uber Siapkan Fitur Chat di Dalam Aplikasi

Untuk UberEXEC, biaya tunggunya adalah Sin$ 45 sen per menit, sedangkan untuk UberXL, harganya Sin$ 35 sen per menit. Uber juga menyatakan di situsnya bahwa biaya tunggu tersebut berlaku kelipatan, tetapi tidak dijelaskan secara mendetail.

Sementara itu, pesaing Uber, Grab, pun menerapkan peraturan yang sama, hanya nominalnya saja yang berbeda. Di Grab, setiap penumpang yang terlambat lebih dari lima menit, akan dikenakan biaya tambahan senilai Sin$ 3. Tidak hanya itu, kedua layanan transportasi berbasis aplikasi ini juga memberlakukan sistem denda bagi siapa saja yang membatalkan pemesanan selama tiga kali dalam seminggu. Nominal yang dikenakan dalam kasus ini adalah Sin$ 5.

Inilah 10 Kereta Tercepat di Dunia

Negara di Eropa dan Asia saat ini mengoperasikan kereta dengan kecepatan yang fantastis, bahkan jauh melampaui kecepatan maksimum helikopter. Perjalanannya pun kini sudah dengan rute yang jelas, seperti kereta api Shanghai Maglev dan Harmony CRH 380A. Dan dari sepuluh kereta tercepat di dunia, kedua kereta ini menduduki urutan pertama dan kedua. KabarPenumpang.com merangkum dari railway-technology.com, ada sepuluh kereta cepat di dunia yang saat ini sudah beroperasi baik di Eropa maupun Asia.

Baca juga: Introduire! Layanan Kereta Cepat di Perancis Pengganti TGV

1. Shanghai Maglev
Menjadi urutan nomor satu kereta tercepat di dunia, Shanghai Maglev beroperasi dengan kecepatan 430 km per jam dan kecepatan rata-rata 251 km per jam. Maglev sendiri mulai beroperasi April 2004 dan berjalan di jalur sepanjang 30,5 km yang terbentang dari stasiun Jalan Longyang Metro Line 2 dan berakhir di Bandara Internasional Shanghai Pudong. Dimana jalur ini merupakan jalur levitasi magnetik berkecepatan tinggi yang dioperasikan secara komersial untuk pertama kalinya. Shanghai Maglev dimiliki dan dioperasikan oleh Shanghai Maglev Transportation Development Co (SMTDC) dan dibangun oleh perusahaan Siemens dan ThyssenKrupp.

2. Harmony CRH 380A
Menjadi kereta tercepat di dunia kedua dengan kecepatan maksimum 380 km per jam. CRH 380A ini sendiri dioperasikan baru Oktober 2010 lalu dan beroperasi dari Beijing menuju Shanghai dengan layanan harian sepanjang rute Wuhan ke Guangzhou. Kereta cepat ini dibuat oleh CSR Qingdao Sifang Locomotive dan Rolling Stock.

3. AGV Italo
Ini adalah kereta pertama dari seri AGV yang memulai operasinya April 2012 lalu. Memiliki kecepatan maksimum 360 km per jam ini, dilengkapi dengan sistem traksi yang memecahkan rekor kecepatan 574,8 km per jam tahun 2007. Kereta ini dianggap paling modern di Eropa yang dibangun oleh Alstom. Kereta ini beroperasi melalui koridor Napoli – Roma – Firenze – Bologna – Milano. Kereta ini sudah sesuai dengan standar interoperabilitas TSI Eropa yang mencakup keamanan, keandalan dan ketersediaan hingga kompabilitas teknisnya.

4. Siemens Velaro E atau AVS 103
Kereta kecepatan tinggi ini berada di Spanyol dengan kecepatan 350 km per jam selama beroperasi. Kereta ini dioperasikan oleh Spanish National Railways Renfe dan beroperasi di jalur Barcelona – Madrid. AVS 103 mulai beroperasi Juni 2008.

5. Talgo 350 atau T350
Awal masuknya dengan nama RENFE AVE Class 10 dan memiliki kecepatan operasional 350 km per jam. T350 dikembangkan dan diproduksi oleh Pantentes Talgo (Tren Articulado Ligero Goicoechea Oriol) yang bekerja sama dengan Bombardier Transportation. Kereta ini beroperasi Madrid – Zaragoza – Lleida dari lini Madrid – Barcelona di Spanyol sejak tahun 2005. Saat ini ada lebih dari 46 kereta operasi dari seri di negara.

6. Seri E5 Shinkansen Hayabusa
Mulai beroperasi Maret 2011 dengan kecepatan maksimum 320 km per jam yang berjalan di jalur Tohoku Shinkansen. Kereta ini diproduksi oleh Kawasaki Heavy Industry (KHI) dan Hitachi sedangkan di operasikan oleh East Japan Railway Company (JR East).

7. Euroduplex Alstom
Ini adalah generasi ketiga TGV Duplex yang mulai beroperasi tahun 2011. Kereta ini disebut sebagai kereta api berkecepatan tinggi dua tingkat yang dapat dioperasikan di jarigan Eropa dengan kecepatan 320 km per jam. Euroduplex awalnya diperkenalkan di jalur rel berkecepatan tinggi Rhine-Rhone LGV. Kereta ini mampu mengangkut 1020 penumpang di bandingkan generasi lalu yang hanya mampu menampung 512 penumpang. Kereta ini beroperasi di jaringan kereta Perancis, Jerman, Swiss dan Luxembourg.

8. TGV Duplex
TGV Duplex diproduksi dari 1996-2004 dan dioperasikan oleh SNCF yang diproduksi oleh Alstom dan Bombardier. Kereta api bisa mencapai kecepatan maksimum 300 km per jam sampai 320 km per jam. TGV Duplex adalah kereta api double decker dan merupakan duplex generasi pertama dari Alstom. Kereta ini menyediakan ruang duduk untuk 512 penumpang di bagian atas dan bawahnya. Kereta terbuat dari aluminium untuk mengurangi berat. TGV Duplex berjalan di jalur TGV Méditerranée antara Paris dan Marseille. Lebih dari 450 kereta seri TGV saat ini melayani 230 destinasi.

Baca juga: Akankah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Mangkrak Seperti Pendahulunya?

9. Elettro Treno Rapido 500 (ETR 500)
Elettro Treno Rapido 500 (ETR 500) Kereta kereta api Frecciarossa mulai beroperasi pada tahun 2008. Kereta ini dirancang dengan kecepatan maksimum 360 km per jam dan saat ini berjalan pada kecepatan 300 km per jam pada jalur kecepatan tinggi. The Frecciarossa atau biasa disebut Red Arrow adalah versi direnovasi dari ETR 500 beroperasi antara Roma dan Milan. Kereta api di armada dioperasikan oleh Trenitalia dan diproduksi TREno Veloce Italiano (TREVI), sebuah konsorsium Alstom, Bombardier dan AnsaldoBreda.

10. THSR 700T
THSR 700T beroperasi pada jalur berkecepatan tinggi antara Taipei dan Kaohsiung di Taiwan. Kereta tersebut mulai beroperasi dengan Taiwan High Speed ​​Rail pada bulan Januari 2007. Kereta ini beroperasi pada kecepatan 300 km per jam dan mengurangi waktu perjalanan antara dua kota dari empat jam menjadi hanya 90 menit. Diproduksi Kawasaki, Hitachi dan Nippon Sharyo. Berdasarkan kereta seri 700 Shinkansen milik Kawasaki, 700T adalah stok rolling pertama di Taiwan untuk mengimpor teknologi rel kecepatan tinggi Jepang. Total investasi untuk pembuatan 30 kereta awal dalam seri mencapai sekitar NT $100 miliar ($3,4 miliar).

Masterplan Pariwisata Terintegrasi Solo Raya di Inisiasi oleh PT Aggkasa Pura I

Bandara Adi Soemarmo Solo menginisiasi pembuatan masterplan pariwisata terintergrasi (integrated travel and tourism masterplan) Solo Raya pada kegiatan focus group discussion (FGD) bertajuk Collaborative Destination Development (CDD) Solo Raya, Kamis (5/10/2017). Inisiasi dan kegiatan CDD Solo tahun 2017 yang bertopik 500 Thousand Foreign Tourist Arrivals to Solo Raya in 2025 ini merupakan tindak lanjut dari CDD Solo yang pernah dilakukan pada November 2015.

Baca juga: Tiga Bandara Angkasa Pura Airports Masuk Peringkat 10 Besar Dunia

CDD merupakan forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata di daerah yang diinisiasi oleh Angkasa Pura I sejak 2015. CDD bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata daerah di kawasan tengah dan timur Indonesia, sehingga sektor pariwisata dapat dijadikan sebagai motor pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pada 2025 ditargetkan 3,5 juta wisatawan datang ke Solo Raya, yang terdiri dari 3 juta wisatawan nusantara (wisnus) dan 500 ribu wisatawan mancanegara (wisman). Pada 2016 jumlah wisatawan yang mengunjungi Solo Raya berjumlah 2,1 juta orang. Angkasa Pura I menggelar rangkaian kegiatan CDD Solo Raya dengan beberapa fase. CDD Solo Raya 2017 kali ini diadakan untuk menginisiasi pembuatan integrated travel and tourism masterplan Solo Raya,” terang Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S Baskoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (5/10/2017).

Baca juga: Inilah Alasan PT Angkasa Pura I Berganti Jadi “Angkasa Pura Airports”

Danang mengatakan, pada masterplan ini, terdapat beberapa poin yang dibahas, yaitu atribut destinasi utama (eco-heritage-cultural tourism), infrastruktur (bandar udara, jalan tol, kereta api, akomodasi, dan kuliner), pengembangan SDM, budaya yang ramah pariwisata, keamanan, penyesuaian kebijakan udara, stimulus investasi, rencana konservasi lingkungan, dan pemasaran.

Adapun beberapa isu utama dalam mengembangkan pariwisata Solo Raya yaitu hal-hal yang terkait load factor penerbangan yang relatif rendah, kurangnya pengetahuan calon wisman dan wisnus akan wisata Solo Raya, kesiapan Bandara Adi Soemarmo, kesiapan intemoda transportasi Bandara Adi Soemarmo, serta status Bandara Adi Soemarmo Solo yang disiapkan Kementerian Perhubungan sebagai hub atau tempat singgah baru selain Bandara Soekarno Hatta. Selain itu juga promosi wisata di level internasional, dukungan stimulus dari Kementerian Pariwisata, Borobudur yang menjadi destinasi prioritas Kementerian Pariwisata untuk menjadi 10 Bali Baru, dan Joglosemar yang dijadikan Kementerian Pariwisata sebagai Top 10 Branding Destination.

Terkait kontribusi AP I terhadap pengembangan pariwisata Solo, Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I Asrori mengatakan bahwa Angkasa Pura I setelah menyelenggarakan CDD tahun 2015 telah melakukan beberapa upaya untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.

“Diantaranya adalah penambahan jumlah armada taksi yang beroperasi di bandara dari 80 unit menjadi 100 unit sejak Januari 2017, kegiatan Airport Running Series (ARS) tahun 2015 untuk menarik wisatawan ke Solo, dan fashion show Hari Batik pada September 2016. Juga pembangunan kereta bandara dengan rencana trase Yogyakarta – Maguwo – Solo Balapan – Bandara Adi Soemarmo yang ditargetkan selesai pada Agustus 2018, perluasan dan beautifikasi terminal penumpang dengan target penyelesaian Desember 2017, dan keikutsertaan pada event Asia Routes 2017 di Okinawa Jepang untuk mempromosikan Solo Raya,” terang Asrori.