Tingkatkan Pelayanan, AirAsia Gaet Inmarsat Untuk Pengadaan On Board Broadband

Demi meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya, AirAsia menandatangani kontrak dengan perusahaan penyedia layanan komunikasi satelit mobile terkemuka di dunia, Inmarsat perihal pengadaan layanan broadband. Adapun kontrak ini ditujukan untuk memasok solusi di lebih dari 120 pesawat Airbus milik AirAsia, termasuk tipe A320 dan A330 yang dioperasikan oleh seluruh grup AirAsia, termasuk AirAsia X.

Baca Juga: Delta Airlines Tawarkan Akses Chatting Gratis via WiFi di Smartphone

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, penandatanganan hubungan kerja sama ini dilakukan oleh anak perusahaan AirAsia, ROKKI pada Rabu, 27 September 2017 kemarin. Layanan ini juga nantinya akan turut menyertai perjalanan dari Airbus A350 yang direncanakan akan menjadi armada teranyar AirAsia dalam beberapa tahun mendatang. Instalasi pertama GX Aviation di seluruh armada AirAsia Group ini rencananya akan diluncurkan pada paruh pertama tahun 2018 mendatang, berbarengan dengan peluncuran layanan komersialnya. GX Aviation sendiri merupakan solusi konektivitas in-flight pertama di dunia dengan jangkauan global berkecepatan tinggi.

“AirAsia Group merupakan salah satu inovator di industri penerbangan terkemuka dan kami senang bahwa GX Aviation akan memainkan peran kunci dalam penawaran layanan masa depan mereka,” ungkap Aviation President Inmarsat, Philip Balaam. “Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini merupakan bukti kepercayaan AirAsia terhadap GX Aviation dan membangun rekam jejaknya sebagai pelanggan utama layanan SwiftBroadband kami,” imbuhnya.

Inmarsat berkeyakinan bahwa kerja sama yang mereka jalin dengan pihak AirAsia merupakan salah satu gerbang untuk melebarkan sayap bisnisnya. “Setelah kesepakatan ini, diperkirakan lebih dari 1.300 pesawat akan ada di dalam kontrak lainnya, sebagai solusi GX Aviation dan European Aviation Network (EAN) generasi selanjutnya,” terang Philip percaya diri. Diketahui, ini merupakan salah satu order terbesar yang pernah ditangani oleh Inmarsat.

Baca Juga: Iklan Menjurus Seksis, AirAsia Menuai Kecaman dari Netizen

CEO AirAsia Group, Tony Fernandes mengatakan bahwa GX Aviation akan menjadi tulang punggung penawaran kabin digital AirAsia. “Kami akan menyediakan konektivitas tanpa batas selama penerbangan, baik untuk streaming video, membuka media sosial, chatting, hingga mengakses email,” kata Tony. “Ditambah dengan platform hiburan dan e-commerce ROKKI yang menampilkan film, musik, artikel dan permainan gratis,” tambanhnya. Dengan begitu, para penumpang AirAsia dapat segera menikmati perjalanan udara bertemakan digital terkaya di Asia. Ini merupakan salah satu inisiasi untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya.

Dibalik Insiden Jet Blast Garuda Indonesia, Senantiasa Waspada Saat Berada di Apron!

Meski terlihat sebagai area yang lapang, namun setiap orang yang melintasi apron pesawat harus tetap waspada dan mengikuti instruksi dari ground crew, maklum di apron terdapat banyak aktivitas, mulai dari urusan bongkar muat kargo, pengisian bahan bakar sampai lalu lalangnya shuttle bus. Namun indisen yang terjadi di Bandara Ahmad Yani, Semarang pada Senin sore kemarin (9/10) merupakan sesuatu yang berbeda.

Baca juga: Crosswind, Terjangan Angin dari Samping, Juga Jadi Ancaman di Moda Darat

Akibat efek dari jet blast atau engine blast, tangga pesawat yang nampak kokoh pun dapat terdorong dan rubuh. Persisnya jet blast diakibatkan ‘hentakan’ mesin jet dari pesawat Bombardier CRJ700 milik Garuda Indonesia. Akibatnya hembusan angin jet dari ‘knalpot’ pesawat bermesin dua tersebut, tangga belakang pesawat Airbus A320 milik Batik Air ID 6356.

Jet blast yang terjadi sore hari pukul 15.47 WIB menyebabkan tangga yang sedang dipasang di pesawat Batik Air ID 6356 jatuh dan menimpa 3 orang. Ketiga orang korban adalah petugas ground handling, petugas PT Angkasa Pura I, dan seorang penumpang Batik Air. Diantara ketiganya, petugas ground handling yang disebut-sebut mengalami luka berat, sementara dua lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Di dunia penerbangan Tanah Air, istilah jet blast jarang disebut. Merujuk dari definisinya, jet blast adalah fenomena pergerakan udara secara cepat yang dihasilkan oleh dorongan tenaga mesin jet. Umumnya jet blast terjadi pada proses sebelum pesawat tinggal landas. Sebuah pesawat dalam ukuran besar (wide body), secara teori dapat menghasilkan tekanan angin dengan kecepatan 190 km per jam hingga jarak 60 meter. Bila ada material dalam radius 60 meter di belakang mesin jet, maka akan merasakan 40 persen dari daya maksimum mesin jet tersebut.

Dampak jet blast bisa berujung fatal, selain melukai orang, kendaraan pun bisa mengalami kerusakan akibat hembusan dari angin jet tersebut. Untuk itu selama pesawat bermanuver di dalam apron diharuskan mematuhi ketentuan tentang batas penggunaan kekuatan mesin (cool power). Dalam kasus yang terjadi di Bandara Ahmad Yani, seharusnya pilot Bombardier CRJ700 dapat lebih hati-hati mengingat area apron di bandara tersebut terbilang kecil.

Baca juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim

Jadi Atraksi Wisata
Meski mengundang maut, sensasi hembusan dari tekanan angin mesin jet rupanya menjadi sensasi tersendiri bagi wisatawan pencari adrenalin. Di Karibia, Jet Blast jadi fenomena ‘menyenangkan’ bagi turis di kawasan pantai kepulauan St Marteen.Di sana, para turis bermain dengan jet blast karena bandara tepat di kawasan pantai. Namun, belum lama ini, seorang turis asal Selandia Baru dikabarkan meninggal dunia gara-gara jet blast di dekat salah satu bandar udara paling berbahaya di dunia.

Perempuan 57 tahun tersebut dikabarkan tengah menyaksikan sebuah pesawat yang akan lepas landas dari bandara Putri Juliana di St Maarten, saat dia terdorong embusan salah satu mesin jet pesawat itu. Setelah terjatuh dan tak sadarkan diri, perempuan itu dilarikan ke rumah sakit. Namun, akhirnya dia dinyatakan meninggal dunia akibat luka di bagian kepalanya.

Punya Kualitas Rendah Karbon, Halte di Inggris Raih Predikat Ramah Lingkungan

Setelah bus hadir dengan teknologi ramah lingkungan, maka halte sebagai pra sarana transportasi idealnya juga harus mendukung kampanye yang sama. Namun pada penerapannya, terasa jauh lebih sulit mengimplementasikan halte yang ramah lingkungan. Namun nun jauh di Inggris, tepatnya kota Norwich, justru ada halte yang dibangun dengan tak hanya ramah lingkungan, tapi juga dapat memberi rasa nyaman bagi calon penumpang bus.

Baca juga: Teknologi Ultra Broadband Sambangi Halte Bus di Selandia Baru

KabarPenumpang.com melansir dari laman uea.ac.uk (6/10/2017), sebuah halte bus di Univesity of East Anglia (UEA) di Inggris mendapat penghargaan dari Asosiasi Arsitek Norfolk atas keahlian dan desain yang dihadirkannya. Halte ini mendapat penghargaan lantaran dianggap sebagai salah satu tempat yang memiliki kualitas karbon rendah.

Sebab, proyek halte bus ini bangun oleh MJS dengan menggunakan bahan yang berkelanjutan dan memiliki atap hijau untuk memberikan kesan keanekaragaman hayati dan sangat ramah lingkungan. Sedangkan untuk desain halte ini sendiri dibuat oleh arsitek LSI yang membuat struktur bangunanan dengan baja Kantilever sederhana yang di susun di bagian tengah halte.

Tempat duduk untuk menunggu bus di halte ini pun dibuat sedikit unik dengan menjadikan beberapa ayunan dan sisanya seperti tempat duduk biasa. Selain membuat nyaman, menunggu bus pun menjadi tidak bosan. Tak hanya ramah lingkungan dan nyaman, halte bus ini juga sudah dilengkapi dengan papan informasi elektronik dengan jadwal real time terkait kedatangan dan keberangkatan bus.

Baca juga: Nunggu Bus di Halte ini Bisa Bikin Tambah Pintar, Lho!

“Halte bus ini merupakan proyek kolaborasi dengan gagasan dan umpan balik dari pengguna bus, termasuk mahasiswa yang memang akses ke kampusnya menggunakan bus. Selain itu ide rancangan halte ini mendapat masukan kreatif dari para arsitek LSI. Ini menghasilkan tempat penampungan yang menarik atas beberapa gagasan dan memberi cetak biru untuk area tunggu di masa depan,” ujar Dawn Dewar, Koordinator Transportasi Univesity of East Anglia.

Diketahui, halte bus ramah lingkungan di Univesity of East Anglia sudah ada dan dibuka pada November 2016 lalu yang juga menjadi bagian dari skema Dewan Norfolk County dan pihak univestitas untuk meningkatkan citra, efektivitas dan penggunaan transportasi umum di area kampus.

Sopir Pesan Kebab Sambil Mengemudi Kencang, Penumpang Panik dan Minta Turun

Seorang penumpang taksi bernama Harry Miskin di Inggris mengkalim bahwa saat menaiki taksi, sang pengemudi membahayakan dirinya. Ini terjadi saat Harry menaiki taksi dimana sang pengemudi membawa mobil dengan kecepatan 70 km per jam sembari bertelepon

Baca juga: Bukan Sekedar Isapan Jempol, Dubai Mulai Uji Coba Taksi Drone

KabarPenumpang.com melansir dari laman mirror.co.uk (5/10/2017), saat itu Harry baru pulang dari rumah kakek neneknya dan menumpang taksi. Sayangnya, pengemudi taksi yang ditumpanginya tidak membuatnya nyaman, melainkan memberikannya ancama  dan bahaya yang cukup besar.

Pengemudi taksi yang diketahui berusia 22 tahun ini mengemudikan mobilnya dengan satu tangan memegang telepon  sembari memesan kebab ayam untuk dibawa pulang dalam kecepatan 70 km per jam. Harry menceritakan bahwa pengemudi tersebut memesan ayam doonner dan naan sebelum diberitahukan pesananan tersebut akan diambilnya.

“Dia menempatkan orang-orang dalam bahaya yang semestinya tidak terjadi. Mengapa hidupku harus menjadi seorang yang akan berisiko karena seseorang?,” ujar Harry.

Dia bercerita, teman baiknya satu tahun lalu meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, ini adalah rasa yang membuatnya mengingat temannya tersebut dan akhirnya meminta berhenti agar tidak terjadi sesuatu risiko tinggi terhadap dirinya.

“Sebuah mobil adalah benda yang berbahaya dan hanya butuh satu detik untuk sebuah kecelakaan terjadi jika tidak dalam konsentrasi baik,” aku Harry.

Harry saat itu juga merekam kejadian dirinya dalam bahaya tersebut dn mengunggahnya ke Facebook. Video tersebut diberi caption “Saya telah menggunakan taksi Silsden & Steeton Private Hire selama bertahun-tahun tetapi setelah malam ini saya bisa mempertimbangkan kembali sebelum menggunakannya. Berkendara dengan kecepatan 70 km per jam dan menuju bypass, mengemudi dengan santai sambil telpon dan memesan takeaway.”

Baca juga: Biar Tak Bingung, Ini Panduan Pilih Taksi di Bandara

Karena kejadian ini, Harry kemudian turun dan memberikan pengemudi £10 dan melanjutkan perjalanan pulangnya dengan jalan kaki. Video buatan Harry ini pun sudah sampai ke West Yorkshire Police.

Atas kejadian ini Silsden & Steeton Private Hire telah diminta untuk mengomentar insiden tersebut. Sebab undang-undang yang baru menuliskan bagi pengemudi yang menggunakan ponsel mereka di belakang kemudi akan dikenanan denda dua kali lipat hingga £200.

Mudahkan Identifikasi Penumpang, Bandara Dubai Rencanakan Bangun Smart Tunnel

Bandara Dubai di Uni Emirat Arab dikenal luas sebagai salah satu tempat transit dan tersibuk di dunia. Dalam konteksi untuk memudahkan pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan, otoritas bandara kini sedang merencanakan untuk mengadopsi solusi baru untuk memudahkan identifikasi penumpang. Solusi ini wajar disebut baru, pasalnya yang digunakan adalah konsep terowongan pintar (smart tunnel) yang bisa mempercepat identifikasi melalui sistem pengenalan biometrik.

Baca juga: Agar Proses Imigrasi Lebih Cepat, Yuk Manfaatkan Autogate di Bandara Soekarno-Hatta

KabarPenumpang.com merangkum dari gulfnews.com (9/10/2017), General Directorate of Residence and Foreigners Affairs di Dubai (GDRFA) memperkenalkan teknologi baru ini pada hari pertama acara Gitex 37 di World Trade Center. Mayor Khalif Al Felasi Assistant General Director of Smart Services di GDRFA mengatakan Smart Tunnel akan menjadi masa depan untuk mengendalikan dan memindai paspor baru di Dubai.

“Ini adalah yang pertama di dunia dan menjadi sistem biometrik yang memungkinkan calon penumpang untuk berjalan melalui terowongan tanpa melakukan apapun. Mereka bahkan tidak lagi perlu menunjukkan paspor. Terowongan dengan teknologi pengenalan wajah yang di sematkan ini bisa menyelesaikan prosedur masuk dalam waktu 15 detik,” ujar Al Felasi.

General Directorate of Residence and Foreigners Affairs melakukan koordinasi dengam maskapai Emirates untuk proyek Smart Tunnel sebagai bagian dari inisiatif akselerator pemerintah. Sistem terowongan pintar ini menggunakan teknologi pengenalan iris pada mata, penumpang harus berdiri di depan terowongan sebelum melalui pengenalan wajah.

Terowongan ini berwarna putih, dengan desain lantai digital berwarna hijau yang berubah warna menjadi merah saat penumpang berjalan menelusurinya hingga prosedur selesai.

“Ini adalah proyek masa depan dan kami memiliki satu terowongan yang dipresentasikan di Gitex. Kemudian kami akan pergi ke bandara untuk memeriksa fitur terowongan dan melihat apa yang dapat kami tambahkan sebelum melaksanakan proyek ini,” kata Al Felasi.

Namun untuk pembuatan terowongan ini di bandara Dubai belum jelas kapan akan dilakukan. Dia hanya mengatakan proyek tersebut akan mencakup mobil listrik Tesla untuk mengangkut penumpang ke bandara dan mendaftarkan berkas mereka selama perjalanan ke bandara.

Baca juga: Pangkas Durasi Security Check, Ini yang Dilakukan Beberapa Bandara dan Maskapai

“Mobil tersebut akan mengumpulkan informasi penumpang, termasuk bobot barang bawaan, dalam perjalanan ke bandara dan akan mengantarkan boarding pass ke mobil itu sendiri. Itu semua dilakukan oleh smartphone, “tambahnya.

Saat penumpang tiba di bandara, barang bawaan otomatis melewati sistem cerdas tanpa perlu membawanya. Penumpang kemudian bisa melanjutkan melalui smart tunnel untuk menyelesaikan prosedur kontrol paspor dalam beberapa detik.

Layani 35.000 Konektivitas Internasional Per Hari, Bandara Soetta Satu Poin Di Bawah Changi

Megahubs Internasional Index 2017 menobatkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara paling terkoneksi ke tujuh di dunia atau ke dua di Asia Pasifik. Penobatan ini juga dipublikaskan secara langsung oleh air travel intelligence kenamaan asal Inggris, OAG.

Baca juga: Di Bandara Soetta – Perut Lapar Tapi Budget Ngepas, Yuk Makan di Sini!

Pada hasil laporannya nilai indeks konektivitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) adalah 256 atau hanya terpaut satu poin dengan Bandara Internasional Changi Singapura yang memiliki nilai koneksi 257. Nilai indeks ini menggambarkan bahwa dalam satu hari di bandara Soetta terdapat 35 ribu kemungkinan konektivitas internasional.

Dalam menentukan nilai indeks tersebut, OAG menghitung berdasarkan total kemungkinan konektivitas bandara untuk penerbangan kedatangan dan keberangkatan dalam masa jendela waktu enam jam atau six hour window. Sedangkan kriteria untuk menentukan konektivitas diantaranya adalah penerbangan internasional menuju dan dari bandara tersebut atau single international connections dan penerbangan internasional yang masuk baik domestik ke internasional atau internasional ke domestik serta internasional ke internasional.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, Bandara Soetta merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai 60 juta per tahunnya dan terus meningkat.

Baca juga: Agar Proses Imigrasi Lebih Cepat, Yuk Manfaatkan Autogate di Bandara Soekarno-Hatta

“Guna mengakomodir tumbuhnya permintaan penerbangan dari berbagai negara ke depannya maka AP II kini tengah melakukan pengembangan baik itu di sisi udara maupun sisi darat sehingga bandara ini dapat maksimal dalam memanfaatkan potensinya. Di Bandara Soetta juga terdapat rute internasional tersibuk ke-2 di dunia yaitu Jakarta – Singapura dengan jumlah penumpang mencapai 322.488 setiap bulannya. Hal ini menandakan bahwa Bandara Soetta mampu mempertahankan stabilitas operasional bahkan semakin baik dengan sejumlah rute baru yang dibuka baik itu penerbangan domestik maupun internasional,” jelas Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (6/10/2017).

Adapun stabilitasi operasional Bandara Soetta didukung tiga hal yakni kesiapan infrastruktur bandara baik udara maupun darat termasuk didalamnya teminal penumpang, SDM yang kompeten serta efisiensi dan efektifitas operasional yang semakin meningkat secara berkelanjutan seiring dengan implementasi program smart airport.

Terkait infrastruktur, dapat diinformasikan bahwa AP II tengah melakukan pengembangan secara masif yang mencakup tiga sektor yaitu pembangunan Bandara yakni revitalisasi Terminal 1 dan 2, pembangunan Terminal 3 dan 4, serta peningkatan kapasitas Runway 1 dan 2, lalu pembangunan Runway 3. Sektor lainnya adalah Aksesibilitas yakni dengan menghadirkan layanan transportasi kereta api baik itu jalur commuter rail maupun express rail.

“Di samping Airport dan Accessibility, AP II juga mengembangkan sektor bisnis penunjang yang dalam hal ini disebut dengan Arena. Sektor Arena ini merupakan upaya AP II dalam meningkatkan pendapatan dari non aeronautika dengan membangun cargo village, integrated building, dan skycity,” jelas Awaluddin.

Melalui pengembangan sektor Airport, Accessibility, dan Arena, maka bandara Soetta dapat memanfaatkan potensi yang dimilikinya untuk secara maksimal menjadi bandara kebanggaan bangsa dan ikut menopang pertumbuhan pariwisata dan perekonomian Indonesia.

AirAsia Tawarkan Rute Baru, Bali – Kolkata dengan Lama Penerbangan 7,5 Jam

Sebagai salah satu maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC), AirAsia kembali membuka rute penerbangan baru dari Indonesia menuju India, tepatnya dari Pulau Bali menuju Kolkata (d/h Kalkuta), salah satu kota besar di pesisir Barat India yang dikenal sebagai pusat industri tekstil dan goni. Rute ini diresmikan pada 4 Oktober 2017 kemarin.

Baca juga: Mudahkan Akses Penumpang, AirAsia India Jalin Kerjasama dengan Zoomcar

KabarPenumpang.com melansir dari laman airasia.com (2/10/2017), pengoperasian rute baru ini menyusul dari rute sebelumnya ke India tepatnya ke Mumbai dari Bali pada Mei 2017. Penerbangan rute baru ke Kalkota tak dilakukan setiap hari, namun baru sebanyak empat kali dalam seminggu.

Penerbangan perdana rute ini dari Bandara Internasional Netaji Subhas Chandra Bose di Kolkata dan mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan menggunakan pesawat Airbus A320-200 disambut dengan water canon. Tak hanya itu, para penumpang maskapai ini, juga disambut oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso, Staf Khusus Meneteri Bidang Infrastruktur Pariwisata Kementerian Pariwisata Judi Rifajantoro, Pejabat Bandara Ngurah Rai dan CEO Grup AirAisa di Indonesia Dendy Kurniawan.

Sebenarnya walaupun baru diresmikan, penjualan tiket rute ini sudah dibuka sejak tanggal 17 Agustus lalu bersamaan dengan peringatan Kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Adanya layanan baru ini, membuat penerbangan dari Bali menuju Kolkata hanya ditempuh dengan waktu tujuh setengah jam dan ini sudah termasuk dengan transit sebentar di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Rute ini merupakan bagian dari ekspansi kami tahun ini yang merupakan rute internasional keempat dari Grup AirAsia di Indonesia, setelah Bali – Mumbai, Bali – Narita, dan Jakarta – Makau. Kami juga ingin sekali lagi menekankan bahwa ekspansi kami ini hanya dimungkinkan berkat kerja keras yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sehingga saat ini kita berada dalam kategori 1 peringkat keselamatan FAA, oleh karena itu kami sangat menghargai hal tersebut,” ujar Dendy.

Baca juga: Mau Wisata Ke Makau? Kini AirAsia Tawarkan Penerbangan Langsung dari Jakarta

India diketahui memiliki persentase pertumbuhan tertinggi kedua bagi jumlah wisatawan ke Indonesia dengan 27 persen per tahun, tepat di belakang Cina dengan 45 persen per tahun. Sebagai bekas ibukota India, Kolkata memamerkan beragam situs sejarah, mulai dari bangunan peninggalan sejarah, tembok kolonial dan artefak yang berasal dari masa penjajahan Inggris. Pengunjung dapat mengagumi Victoria Memorial yang menakjubkan yang dirancang untuk memperingati mangkatnya Ratu Victoria pada tahun 1901, mengunjungi Taman Nasional Sundarbans yang dilindungi UNESCO, dan juga menikmati kehidupan malam Kolkata yang marak dengan pub dan klub malam.

Terima Pesan Hoax, Eurofighter Typhoon Inggris Paksa Mendarat Ryanair

Akibat peringatan keamanan palsu alias hoax, sampai-sampai jet tempur Eurofighter Typhoon dari Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) harus terbang untuk mencegat dan menurunkan paksa sebuah pesawat penumpang Boeing 737 yang diketahui milik Ryanair. Kejadian tersebut bukan adegan dalam film, melainkan benar telah berlangsung di ruang udara kota London.

Sebenarnya wajar adanya bila reaksi Garnisun Udara Inggris sigap terhadap setiap ancaman, maklum dalam beberapa waktu belakangan, Inggris lumayan sering menghadapi aksi serangan teror. Maka setiap potensi ancaman teror, terlebih yang menyangkut keamanan publik akan direspon secara cepat dan keras. Inilah yang dialami penerbangan Ryanair dari Kaunas, Lithuania menuju Luton, London. Atas ‘perintah turun paksa’ dari jet tempur RAF, akhirnya pesawat dialihkan pendaratannya ke Bandara Stansted.

Baca juga: Tangkal Aksi Teror di Bandara, Angkasa Pura Airports Gandeng TSA

KabarPenumpang.com melansir dari laman bbc.com (4/10/2017), penerbangan ini dialihkan ke London Stansted sudah sesuai dengan prosedur setelah pihak berwenang di Lithuania menerima peringatan keamanan tiruan bom yang dicurigai. Juru bicara Ryanair mengatakan, pesawat mendarat normal di Stansted dan penumpang dipindahkan ke Luton saat pesawat sedang disisir untuk keamanan.

Ryanair menjelaskan tipuan tersebut bahwa adanya seseorang yang mengatakan ada paket bom di pesawat. Adanya kejadian ini sampai menimbulkan pertanyaan mengapa pesawat bisa lepas landas padahal peringatan tersebut masih berada di bandara Lithuania.

Setelah lepas landas, penerbangan tersebut kemudian di desak oleh pihak keamanan Inggris untuk mengalihkan ke Stansted dimana bandara ini biasa menangani pembajakan dan peringatan keamanan utama seperti bom. Hal ini membuat wilayah udara disekitar bandara di tutup sementara.

Setelah pesawat ini mendarat, polisi Essex mengatakan tidak menemukan hal yang mencurigakan dari pesawat tersebut. Seorang penumpang, Jonathan Zulberg menyebutkan penerbangan tersebut tertunda hingga 40 menit di Lithuania.

“Ketika kami diizinkan naik ke pesawat, kami melihat mesin pemadam kebakaran dan sebuah mobil polisi namun tidak diberitahu apa-apa dan kami berangkat,” ujar Jonathan. Dia mengatakan, seorang awak kabin memberitahukan kepadanya bahwa telah terjadi ancaman bom di Lithuania. Sedangkan penumpang lainnya mengetahui bahwa adanya ancaman bom saat kapten pesawat membuat pengumumang setelah pesawat tersebut mendarat di Inggris.

Inspektur Richard Phillibrown mengatakan, pihaknya sebagai pihak intelijen mengambil alih semua dan menerima ancaman potensial terhadap keselamatan publik yang sangat serius, sebab keamanan di Inggris tengah menjadi isu yang sensitif.

Baca juga: Antisipasi Terorisme, Bandara-Bandara di Australia Dihimbau Perketat Keamanan

Quick Reaction Alert Pesawat Typhoon diluncurkan pagi ini dari RAF Coningsby untuk mencegat pesawat sipil. Pesawat tersebut dikawal dengan aman ke bandara Stansted. Pesawat Typhoon diberi wewenang untuk melesat dengan kecepatan supersonik karena alasan operasional dan keamanan nasional,” ujar juru bicara RAF.

Teknologi Ultra Broadband Sambangi Halte Bus di Selandia Baru

Dalam mendukung konsep smart city, beberapa kota di negara maju telah mengadaptasi halte bus menjadi ‘tempat cerdas’ dalam model smart shelter. Disebut cerdas pasalnya halte bus ini tak biasa, di tempat orang menunggu bus ini sudah dilengkapi berbagai teknologi yang bisa membuat orang tidak bosan dan mengalami kejenuhan.

Baca juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus

KabarPenumpang.com melansir dari smartcitiesworld.net, di Amerika Serikat diperlukan dana yang cukup besar untuk membangun halte bus, berkisar US$2000 sampai US$15.000 dengan biaya perawatan dari US$500 sampai US$30.000 per tahunnya. Biaya ini pun biasanya tergantung ukuran, lokasi, tingkat vandalisme dan kualitas lingkungan tempat tinggal.

Untungnya biaya pemeliharan halte bus tak melulu ditanggung Pemerintah Kota, space pada halte dapat menjadi pemasukan pendapatan lewat iklan. Bahkan tak sekedar menyewakan space untuk iklan, sejak 15 tahun lalu, beberapa kota seperti Chicago dan lainya mulai mengalihkan pembangunan dan kepemilikan halte pada perusahaan periklanan.

Kini tren mulai berubah, masih dalam konteks bisnis, konsep smart shelter dimunculkan, yakni halte dilengkapi dukungan koneksi ultra broadband guna meningkatkan pengalaman pengguna jasa dan tentunya membuka peluang bisnis baru, baik di segmen advertising dan retail. Percobaan halte dengan koneksi ultra broadband baru-baru ini dilakukan di Auckland, Selandia baru oleh otoritas transportasi dan konsorsium ng Connect yang terdiri dari perusahaan-perusahaan ternama seperti Chorus, Downer, Nokia dan Solta.

Halte percobaan ini terdiri dari desain fisik baru, koneksinya mengandalkan Chorus broadband yang mengusung oleh teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) dari Nokia, layanan router Nokia, layar sentuh interaktif dan teknologi lainnya yang dikembangkan oleh Solta. Guna mendukung penerimaan smart shelter oleh warga, dilakukan survei yang dilakukan oleh Univerisity Auckland Techology (AUT) untuk menilai penerimaan dan pengalaman pengguna yang terkait dengan tempat penampungan baru yang lebih dari ini.

Dari hasil survei ternyata hanya dalam waktu singkat jumlah pengguna yang berinteraksi di halte begitu mengejutkan dengan mencoba berbagai jenis konten yang tersedia. Ini dilakukan tanpa instruksi atau pelatihan sebelumnya.

Baca juga: Barcelona Terapkan Internet of Things di Transportasi Publik

Hal tersebut menunjukkan bahwa pengguna menganggap display interaktif berguna dan lebih banyak fitur yang dapat digunakan untuk mendukung model bisnis seperti ini. Tak hanya itu, kemampuan WiFi juga memiliki respon positif yang pesat dengan hampir 85 persen pengguna mengatakan ingin adanya koneksi WiFi di halte. Selain itu juga di pasang CCTV yang membuat penggunan nyaman dan aman serta 44 persen pengguna mengatakan mereka ingin dapat mentransfer informasi dari tampilan interaktif ke perangkat mobile untuk mempertimbangkan fitur dan model bisnis masa depan.

Secara bisnis, pemilik halte bus dapat menyewakan ruang pemasangan pra sertifikasi untuk sel kecil dan lalu lintas nirkabel offload menggunakan koneksi ultra-broadband. Pada saat yang sama, iklan dapat beralih dari iklan statis yang jarang berubah ke iklan dinamis yang berubah berdasarkan informasi kontekstual. Tanda-tanda interaktif dapat mengadopsi kemampuan seperti kios yang memungkinkan dinamika fitur untuk menghasilkan pendapatan. Sensor dapat dipasang dengan cara yang sama seperti sel kecil untuk memungkinkan koleksi, analisis, dan monetisasi data dengan memungkinkan akses ke pihak ketiga yang membayar.

Di Selandia Baru, ekosistem yang terlibat dalam percobaan ini mulai tertarik untuk mengeksplorasi kemampuan tambahan dan menguji model bisnis terkait untuk solusi tempat peristirahatan yang terhubung. Di masa depan, konsep ini akan diperluas lagi dalam kerangka multi modal untuk memasukkan bus, kereta api, kapal feri, dan moda transportasi lainnya.

Punya Lebar Trotoar 12 Meter, Beginilah Tampilan Jalan Jenderal Sudirman Nantinya

Lewat kampanye #TrotoarKita yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat pada 8 Oktober 2017, nantinya trotoar di perlintasan jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin akan memiliki lebar maksimal 12 meter. Kabar yang tentu sangat menyenangkan bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas ini tentu punya implikasi pada desain di ruas jalan tersebut.

Baca juga: Tata Ulang Trotoar Sudirman-Thamrin, Pemprov DKI Jakarta Canangkan #TrotoarKita

Bila di jalan MH Thamrin saat ini sudah meniadakan jalur lambat, maka di jalan Jenderal Sudirman kini masih mempertahankan keberadaan jalur lambat. Namun dalam kampamye #TrotoarKita yang merancang lebar trotoar 12 meter, maka bisa dipastikan bahwa jalur lambat di Jalan Sudirman akan dihilangkan. Selain untuk mendukung tata ulang trotoar di sepanjang Sudirman – Thamrin, lebar trotoar hingga 12 meter juga diperlukan untuk kebutuhan implementasi proyek MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta, dimana posisi pintu masuk stasiun bawah tanah akan menggunakan area trotoar tersebut.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam kesempatan jumpa bersama media di Balai Kota awal bulan ini, telah memperlihatkan desain trotoar di jalan Jenderal Sudirman. Seperti terlihat pada gambar di headlline, posisi atas adalah desain Jalan Sudirman saat ini, sementara di bawahnya adalah desain Jalan Sudirman setelah implementasi #TrotoarKita terlaksana.

Meski nantinya tidak ada lagi jalur lambat di Jalan Sudirman, jalur cepat akan ditambah menjadi lima lajur, kondisi saat ini jalur jepat terdiri dari tiga lajur. Walau ditargetkan lebar trotoar 12 meter, namun dalam implementasi lebar trotoar akan disesuaikan dengan kondisi jalan.

Proses pengerjaan tata ulang jalur pedestrian akan mulai dilakukan pada bulan Desember 2017 hingga Juli 2018, dengan menutup jalur pedestrian dan jalur lambat yang ada sekarang. Pemprov DKI Jakarta mengajak para pemilik gedung di sepanjang jalan Sudirman – Thamrin untuk mendukung pengaturan akses jalan alternatif keluar masuk para penghuni gedungnya. Dinas Perhubungan Prov. DKI Jakarta akan bekerjasama dengan Polantas untuk memfasilitasi manajemen rekayasa lalu lintas supaya publik tetap dapat melalui jalan Sudirman – Thamrin dengan lancar.

Baca juga: Kondisi Trotoar Buruk Jadi Penyebab Warga Jakarta ‘Malas’ Berjalan Kaki

Panjang total jalur trotoar yang dikerjakan sepanjang 6,6 kilometer dan digarap oleh beberapa elemen yang terlibat dalam proyek di kawasan tersebut, yaitu:

1. PT MRT Jakarta akan mengerjakan area di sekitar 6 stasiun bawah tanah (Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia) sepanjang 1,4 kilometer;

2. Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengoordinasi PT Mitra Panca Persada (Patung Pemuda Senayan – Kali Krukut) dan Keppel Land (Kali Krukut – Patung Arjuna Wiwaha) sepanjang 5,2 kilometer.

Terkait dengan pepohonan yang ada di sepanjang Jalan Jend. Sudirman hingga ujung Jalan MH Thamrin, Dinas Lingkungan Hidup Prov. DKI Jakarta telah menganalisis pengelolaan dan penataannya. Berdasarkan simulasi perhitungan di setiap 500 meter dari total 6,6 km, terdapat: 326 pohon dipertahankan, 266 pohon dipindahkan, dan 139 pohon baru.