Walaupun Jepang terkenal sebagai salah satu kiblat perkembangan teknologi dunia, bukan berarti Negeri Matahari Terbit tersebut lantas berada di atas awan. Mereka selalu menciptakan inovasi terbaru yang siap digunakan di masa yang akan datang. Seperti contohnya kereta peluru di sana, Shinkansen yang baru saja meluncurkan preview armada terbarunya yang siap mengular di masa depan. Tentu saja, ada beberapa perubahan yang akan menghiasi tubuh dari Shinkansen sendiri.
Seperti yang KabarPenumpang.com himpun dari laman asahi.com (2/10/2017), hanya bagian kerangka depannya saja yang dipertunjukkan di depan awak media setempat. Pada momen tersebut, Central Japan Railway Co. (JR Central) yang bertindak sebagai tuan rumah mengumumkan bahwa hanya ada dua varian dari kereta N700S baru ini, kecuali bagian kepala depan dan ekor belakang. Sebagai perbandingan, N700A yang kini beroperasi memiliki enam varian yang berbeda.
Sumber: asahicom.jp
Sedikitnya varian ini dikarenakan adanya penyederhanaan pada bagian bawah lantainya. Dalam acara yang digelar pada 1 Oktober 2017 kemarin di Aichi Prefecture, pihak JR Central berharap berkurangnya varian ini akan meningkatkan penjualan Shinkansen ke operator kereta lain, baik dari dalam maupun luar negeri. Ini dikarenakan pengaturan yang lebih fleksibel, seperti kereta 8 gerbong dan kereta 12 gerbong, tidak seperti pengaturan 16 gerbong seperti yang ada saat ini.
Rencananya, armada anyar tersebut akan diluncurkan di Tokaido Shinkansen Line yang menghubungkan Tokyo dan Osaka pada tahun fiskal 2020 mendatang. Sedangkan untuk peresmiannya sendiri, kereta peluru asli Jepang tersebut akan dilakukan di Pabrik Nippon Sharyo di Toyokawa. Dari segi fisik, tampilan bagian depan kereta peluru N700S sedikit lebih tajam daripada model N700A, pendahulunya. Perubahan desain tersebut akan berdampak pada berkurangnya osilasi horizontal yang dirasakan penumpang dengan cara mengubah aliran udara.
Tidak hanya itu, kereta baru ini juga disinyalir lebih ramah lingkungan, dengan konsumsi listrik yang lebih rendah 7 persen dari model sebelumnya. Sistem pengereman darurat otomatis di N700S juga berubah, jika N700A membutuhkan jarak 3.000 meter untuk berhenti sempurna, lain cerita dengan N700S yang hanya membutuhkan 2.800 meter untuk berhenti sempurna.
Sepertinya terlalu muluk-muluk bagi Indonesia jika hendak mengaplikasikan kereta peluru seperti di Jepang, mengingat banyaknya kekurangan yang mesti diperbaiki terlebih dahulu, seperti menutup perlintasan sebidang, hingga penggantian rel secara menyeluruh.
Siapa yang tak kenal Bandara Husein Sastranegara? Bandara terbesar di wilayah Bandung ini terletak di tengah kota dan menyuguhkan pemandangan apik ketika hendak mendarat. Sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki banyak akses masuknya, tidak jarang juga wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Kota Kembang melalui jalur udara. Tapi tahukah Anda siapa itu Husein Sastranegara? Apa yang membuat namanya diabadikan sebagai salah satu nama bandar udara?
Lansiran KabarPenumpang.com dari berbagai sumber menyebutkan bahwa, Husein Sastranegara merupakan salah satu perintis TNI AU, selain Agustinus Adisucipto, Halim Perdanakusuma, Abdulrahman Saleh dan Iswahyudi. Pria kelahiran Cilaku, Cianjur pada 20 Januari 1919 ini merupakan anak ke 8 dari 14 bersaudara. Anak dari pasangan Raden Demang Ishak Sastranegara dan Raden Katjih Lasminingrum ini menghabiskan bangku pendidikannya di HBS KW III Jakarta pada tahun 1938.
Saat bersekolah di sana, Ia bertemu dengan Koriyati Mangkuatmaja, seorang wanita kelahiran Bandung, 5 Mei 1923, yang kemudian diperistri oleh Husein Sastranegara. Pecahnya perang Dunia II pada tahun 1939 sedikit banyaknya berdampak langsung pada nasib, pendidikan, dan perjalanan hidup Husein. Kala itu Jerman sukses menduduki sebagian besar wilayah Eropa, termasuk Belanda. Tak hanya di Eropa, wilayah jajahan Belanda di Asia juga banyak direbut Jepang, dan saat itu Belanda membutuhkan banyak “amunisi hidup”, oleh karenanya pemerintah Hindia Belanda yang tengah berjaya di Indonesia membuka peluang bagi anak bangsa untuk mencoba karir di dunia penerbangan militer.
Tanpa pikir panjang, Husein langsung mencoba kesempatan itu. Ia rela meninggalkan bangku kuliahnya dan mendaftarkan diri ke Militare Luchvaart School atau yang akrab disebut Luchtvaart di Kalijati, Subang pada tahun 1939. Keseriusan Husein membuahkan hasil mana kala ia menjadi salah satu dari lima murid yang mendapatkan lisensi menerbangkan pesawat. Bersama dua rekannya, Sujono dan Sulstiyo, Husein berhasil meraih Kleine Militaire Brevet atau lisensi menerbangkan pesawat-pesawat bermesin tunggal, sedangkan dua lainnnya, yaitu Agustnus Adisucipto dan Sambudjo Hurip mendapatkan lisensi menerbangkan pesawat yang lebih bergengsi.
Ternyata lisensi yang Husein dapatkan tidak melulu melancarkan pendidikan Husein, terbukti ia gagal meneruskan pendidikan lanjutannya di Sekolah Pengintai yang terletak di Lapangan Andir, Bandung. Kegagalan ini lantas menjadi batu sandungan Husein untuk masuk ke Sekolah Penerbang Darurat di Bandung. Tidak hilang semangat, ia lalu banting stir dan masuk Sekolah Inspektur Polisi di Sukabumi pada tahun 1941.
Kondisi tanah air yang mulai tidak kondusif akibat menyerahnya pasukan Jepang kepada Belanda yang disusul oleh serangkaian revolusi fisik, memaksa Husein yang diketahui pula sebagai mantan anggota Pembela Tanah Air (PETA) mempelopori pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Bogor. Bersama Ibrahim Adjie, Husein membangun BKR pada bulan Oktober 1945.
Monumen Husein Sastranegara di Bandung. Sumber: istimewa
Kembali, nasib belum menjodohkan Husein dengan BKR, mana kala ia kembali dipanggil ke dunia penerbangan oleh Suryadi Suryadarma, yang waktu itu menjabat sebagai ketua BKR sektor udara. Pemanggilan tersebut sehubungan dengan kurang staf ahli untuk mengurus Lapangan Udara Andir, yang kini dikenal sebagai Bandara Husein Sastranegara. Pada saat itu, para pejuang berhasil merebut kembali lapangan udara tersebut dari tangan penjajah, dan Husein dipercaya untuk menjaganya.
Sayangnya, belum sempat Husein mengurus lapangan udara tersebut, laporan menyebutkan bahwa lokasi tersebut kembali diambil alih oleh penjajah, bahkan dengan skala yang lebih besar. Akibatnya, para pejuang harus meninggalkan kota Bandung dan mengungsi ke daerah lain yang lebih aman. Husein pun turut mengungsi ke daerah Yogyakarta.
Hijrahnya Husein ternyata mendekatkannya kepada Sang Khalik. Opsir Udara I Husein Sastranegara gugur bersama ahli tehnik pesawat, Sersan Mayor Udara Rukidi saat latihan dengan menggunakan pesawat Cukiu yang jatuh di kampung Gowongan Lor, Yogyakarta pada 26 September 1946. Pesawat tersebut sedianya disiapkan sebagai pesawat cadangan untuk menjemput Perdana Menteri kala itu, Sutan Sjahrir. Sejatinya, pesawat tersebut jatuh karena kerusakan pada bagian mesin yang mengakibatkan pesawat terbakar dan terjun bebas.
Kepergian Husein menuju Sang Pencipta meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, mengingat Ia masih memiliki tiga anak balita dan seorang istri. Ia lalu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Berdasarkan Keputusan Kasau No. 76 Tahun 1952, namanya kini diabadikan di Bandara Internasional Husein Sastranegara & Pangkalan Udara Husein Sastranegara, Bandung, untuk menggantikan nama Pangkalan Udara Andir.
Selain itu, atas jasanya terhadap negara, Husein Sastranegara juga dinaikkan pangkatnya menjadi (Anumerta) Komodor Udara atau yang kini setara dengan Kolonel Udara. Tidak berhenti sampai di situ, Husein pun mendapat sejumlah anugrah tanda jasa dari pemerintah, seperti Bintang Garuda, Bintang Satyalencana Perang Kemerdekaan RI, Piagam Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI Tahun 1957.
Kombinasi nama untuk kereta di Inggris ini memang terasa unik, Azuma Virgin. Azuma menyiratkan nama asal Jepang, karena Azuma sendiri memang diambil dari Bahasa Jepang yang berarti “Timur”. Penamaan Azuma Virgin tentu bukan tanpa alasan, pasalnya kereta ini merupakan buah kerjasama antara Virgin Railway dengan Hitachi. Azuma memiliki arti mendalam bagi perkeretaapian di Inggris, yakni selayaknya matahari yang terbit dari timur. Selain itu nama Azuma sendiri juga dipilih karena kereta ini akan beroperasi di lintas pesisir timur Britania.
Kereta api Azuma Virgin 800 baru akan beroperasi di jalur utama Pantai Timur Inggris tahun 2018 mendatang. Kereta ini merupakan bagian dari jaringan Intercity Express dengan nilai produksi 5,7 miliar Poundsterling atau sekitar US$7,71 miliar.
KabarPenumpang.com merangkum dari railway-technology.com, kereta ini diresmikan pada Maret 2016 dan uji coba pertama Azuma ini pada 16 Agustus 2017 kemarin di Skotlandia sebagai bagian dari program peningkatan konektivitas kereta api antara Edinburgh dan London. Nantinya armada Azuma Virgin ini akan terdiri dari 65 kereta dan diharapkan bisa mengurangi perjalanan anatara Edinburgh dan London selama 22 menit, sehingga jaraknya hanya empat jam perjalanan.
Dari 65 kereta ini akan dikombinasi dengan kereta diesel dan listrik dual mode. Dengan menawarkan 12.200 kursi tambahan dan menyediakan rute langsung ke destinasi baru seperti London – Middlesbrough dan juga meningkatkan layanan dari London ke Bradford, Harrogate dan Lincoln. Kereta ini nantinya akan menjadi armada lintas batas pertama yang melewati stasiun-stasiun di utara dan timur Inggris. Kerangka kereta ini dibuat di Kasado Jepang dengan rumah produksi Hitachi dan fasilitas manufaktur kendaraan rel berlokasi di Newton Aycliffe County Durham.
Azuma Virgin ini akan menjadi yang pertama beroperasi di bawah IEP (Intercity Express Programme) pemerintah Inggris dimana menjadi salah satu kereta penumpang paling maju di jaringan kereta api Inggris. Kereta baru ini akan menawarkan kecepatan dan lebih banyak keamanan dan ruangan.
Baca juga: Inilah 10 Kereta Tercepat di Dunia
Awalnya, Azuma Virgin akan beroperasi dengan kecepatan 201 km per jam dan bisa meningkat hingga 225 km per jam. Kecepatan 205 km per jam dapat ditempuh dalam waktu 4,5 menit. Diharapkan, kereta Azuma menghasilkan emisi lebih sedikit dan menjadi salah satu kereta paling ramah lingkungan di Inggris.
Nantinya setelah diluncurkan Azuma Virgin akan menawarkan fasilitas WiFi lebih cepat dan gratis, soket listrik di setiap tempat duduknya, kompartemen lebih besar di atas tempat duduk. Untuk interior Azuma, pihak Hitachi bekerja sama dengan DCA Design yang berbasis di Warwick.
Kursi yang ergonomis di rancang pada kelas pertama dan standar, karpet hingga ruang kaki juga lebih besar dari biasanya. Untuk tempat duduknya juga diberi lampu, jika lampu tempat duduk berwarna merah maka dicadangkan dan saat berwarna kuning tempat duduk tersebut saat ini tersedia, namun telah di pesan untuk stasiun berikutnya dalam perjalanan. Sedangkan jika lampu di tempat duduk berwarna hijau tandanya tempat duduk ini tersedia hingga tujuan akhir.
Hadirnya toilet yang layak dan bersih tentu menjadi kebutuhan esensial di pra sarana transportasi, khususnya di halte bus di Jakarta yang selama ini terlanjur identik dengan kesan kotor dan kumuh. Dan untuk pertama kali dalam sejarah, pada Senin 9 Oktober lalu, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan beroperasinya Smart Toilet di dua halte TransJakarta.
“Smart Toilet ini sudah ada di halte TransJakarta Monas dan Balai Kota,” ujar Humas TransJakarta, Wibowo yang dihubungi KabarPenumpang.com (11/10/2017).
Smart Toilet ini merupakan toilet umum yang lebih higienis dibanding toilet umum lainnya dan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Nantinya Smart Toilet ini bukan hanya ada di dua halte melainkan di 33 halte TransJakarta lainnya. “Toilet ini selain di halte TransJakarta juga akan ada di pasar, taman kota dan ruang terbuka lainnya,” ujar Djarot.
SIstem tapping untuk membayar dan membuka pintu (Transjakarta.co.id)
Disebut Smart Toilet lantaran fasilitas buang hajat ini dilengkapi dengan teknologi tinggi guna meningkatkan kualitas dan efisiensi. Smart Toilet memiliki tangki air dan septic tank yang mampu mengolah air limbah dari toilet sehingga efluennya aman untuk di buang ke pembuangan air.
Untuk tiga bulan pertama, pengguna toilet ini tidak dikenakan biaya dan selanjutnya akan dikenakan Rp2 ribu untuk sekali menggunakan. Smart Toilet di halte TransJakarta ini menggunakan sistem tapping dalam pembayarannya.
Selain sebagai alat pembayaran, kartu tapping (emoney) ini juga untuk membuka pintu toilet ini. Di dalam toilet ini dilengkapi dengan lampu dan exhaust fan untuk menghemat listrik.
Sistem toilet ini juga bisa mengumpulkan data pemakaian toilet seperti jumlah pengguna, tren penggunaan dan durasi pemakaian. Dengan adanya sistem identifikasi tersebut, maka akan memudahkan fungsi pemeliharaan dan dukungan logistik lain. Penggunaan air di toilet ini juga sudah diatur dengan teknologi khusus, pasalnya air yang dikeluarkan per flush-nya hanya 2-4 liter dan menggunakan sistem keran. Uniknya, Smart Toilet ini diterapkan dengan konsep anti vandalisme, yakni sanitary ware–nya yang tidak mudah rusak.
Seperti keran air, dispenser sabun, tempat tisu dan tempat sampah berada di dalam tembok yang tidak langsung tersentuh tangan, sehingga meminimalisir kerusakan yang disebabkan oleh interaksi pengguna dengan sanitary ware yang ada.
Sistem pintu Smart Toilet (Transjakarta.co.id)
Bagi penyandang disabilitas, toilet ini juga sangat ramah, sebab ada tempat atau ruang kosong untuk kursi roda. Toilet ini juga dilengkapi dengan hand rail serta tombol SOS yang disambungkan ke petugas kasir di halte TransJakarta.
Untuk mempertahankan kebersihan Smart Toilet di halte Transjakarta, sarana ini didukung petugas cleaning service, serta dilengkapi dengan pewangi ruangan. Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Budi Kaliwono memastikan bahwa PD PAL Jaya akan melakukan pengawasan secara berkala. “Pemeliharaan fungsi mekanis toilet dilakukan oleh tenaga professional,” ungkapnya.
Anda mau menjajal Smart Toilet? Yuk melipir ke halte Monas atau Balai Kota, Smart Toilet siap melayani kebutuhan biologis Anda setiap hari, mulai dari pukul 07.00 sampai 18.00 WIB.
Beberapa waktu yang lalu, Bandara Detroit Metropolitan di Amerika Serikat tengah ramai diperbincangkan oleh banyak orang. Bukan karena masalah penerbangannya, melainkan sabun yang terdapat di toilet mereka. Alih-alih membersihkan tangan, para pengunjung malah mendapati tangan mereka menjadi lengket setelah cairan yang dikeluarkan dari dispenser sabun memiliki tekstur yang sedikit aneh. Sontak, insiden ini menjadi viral dan dibicarakan oleh banyak pihak.
Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, tidak semua kamar kecil atau toilet di bandara ini berisikan cairan menjijikan tersebut, hanya beberapa di North Terminal, dan tidak ada sama sekali di McNamara Terminal. Mendapati keluhan dari “para korban”, petugas bandara langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan mendapati laporan tersebut benar adanya.
Dari insiden yang terjadi pada pertengahan bulan September kemarin ini, para petugas bisa menyimpulkan bahwa cairan tersebut bukanlah air ludah, melainkan cairan lain yang dikeluarkan dari tubuh manusia. “Bagian keamanan publik kami tengah menyelidiki zat yang tidak biasa tersebut,” ungkap salah satu pihak bandara dalam sebuah pernyataan.
Zat yang tidak biasa tersebut belum diuji karena sumber mengatakan bahwa isinya cukup jelas, dan mengerucut kepada sperma. Tapi pihak bandara tidak mau sesubar dan lebih memilih untuk bungkam sampai hasil uji coba keluar. Pertanyaan lain muncul, mengapa sampai ada orang yang tega melakukan hal seperti itu? Pihak bandara melihat bahwa ini merupakan suatu tindakan balas dendam yang dilakukan oleh seseorang, yang mungkin merasakan adanya ketidakadilan.
Sejak kejadian tersebut, pihak bandara lantas mencopot semua dispenser sabun yang ada di setiap kamar kecil dan menggantinya dengan yang baru. “Terkait insiden yang berhubungan dengan kesehatan ini, kami akan lebih meningkatkan pelayanan dan lebih sering untuk melakukan pemantauan ke setiap kamar kecil, agar insiden serupa tidak terjadi di masa yang akan datang,” imbuh salah satu otoritas di Bandara Detroit Metropolitan.
Sejatinya, toilet merupakan sarang dari kuman yang dapat menimbulkan masalah serius terhadap kesehatan seseorang. Dapat dibayangkan, berapa banyak orang yang mengakses keran wastafel, handle pintu kamar kecil, hingga tombol dispenser sabun setiap harinya? Sudah barang tentu, mereka yang menyentuh benda-benda tersebut, tidak hanya menambah koleksi kuman di tangan mereka, tapi juga turut berperan serta menyimpan kuman yang selama ini ada di tangan mereka di setiap benda yang mereka sentuh di toilet. Hiii!
Dewasa ini, banyak perusahaan kedirgantaraan yang berlomba untuk menghadirkan inovasi yang berdampak positif bagi penumpangnya hingga lingkungan sekitar, tidak terkecuali sebuah startup yang berbasis di Seattle, Zunum Aero. Firma ini mendapatkan dukungan langsung dari Boeing dan JetBlue Airways untuk meluncurkan pesawat komuter bermesin hybrid dalam jangka waktu lima tahun ke depan.
KabarPenumpang.com melansir dari laman dezeen.com (9/10/2017), Zunum Aero telah mengumumkan rencana peluncuran pesawatnya yang menggunakan dua motor listrik dan baterai yang terintegrasi dengan sayap, ditambah dengan mesin jet-fuel tambahan. Zunum Aero sendiri yakin model pesawat tersebut akan mengisi celah di pasar penerbangan Low Cost Carrier (LCC). Moda udara bertenaga hybrid ini sendiri rencananya akan mulai dipasarkan pada tahun 2022 mendatang.
Zunum Aero pun memprediksi bahwa perkembangan teknologi dan jaman tidak menutup kemungkinan pesawat terbang dengan menggunakan daya baterai. “Pesawat ini akan mengubah cara kita hidup dan bekerja,” kata pendiri Zunum Aero, Matt Knapp. “Kami memastikan diri untuk menentang kebijaksanaan konvensional dan batasan teknik untuk menghadirkan pesawat terbang yang sangat kita banggakan. Selain menawarkan efisiensi, pesawat ini juga menampilkan kinerja yang optimal,” imbuhnya.
Zunum Aero juga mengatakan bahwa dengan kapasitas 12 orang tersebut juga akan mengurangi biaya dan durasi perjalanan dengan jarak di bawah 1000 mil. Setiap pesawat akan emiliki kecepatan jelajah maksimum hingga 340 mil per jam, dengan jangkauan terbang maksimum 700 mil. Startup tersebut mengatakan bahwa rute regional seperti dari Bandara Republik di Suffolk County, New York ke Bandara Cleveland Burke Lakefront, bisa ditempuh hanya dengan 2 jam 36 menit dengan biaya USD$ 160.
Sebagai perbandingan, penerbangan dari Bandara John F. Keneddy, New York menuju Bandara Internasional Cleveland Hopkins saat ini memakan waktu penerbangan 4 jam 23 menit dengan biaya penerbangan USD$ 288. “Kami ingin mendemokratisasikan akses terhadap perjalanan berkecepatan tinggi dengan harga yang terjangkau,” ungkap pihak Zunum Aero.
Sebagai informasi tambahan, bulan lalu, EasyJet mengumumkan rencananya untuk mengembangkan pesawat bertenaga baterai , hasil kerja samanya dengan perusahaan AS Wright Electric. Sementara itu, perusahaan seperti Lilium, Airbus, Uber Technologies Inc., dan Kitty Hawk semuanya seolah terburu-buru mengembangkan pesawat listrik untuk pertama kalinya di pasar penerbangan.
Dalam pengembangan terpisah namun terkait, Boeing mengumumkan pada awal bulan kemarin, mereka baru saja mengakuisisi Aurora Flight Sciences, sebuah perusahaan yang berfokus pada sistem penerbangan otonom yang dirancang untuk membuat pesawat dan kendaraan nirawak.
Indonesian National Shipowners Association (INSA) atau organisasi perusahaan pelayaran angkutan niaga menyebutkan bahwa tol laut penting karena Indonesia berada di negara yang dikelilingi lautan luas. Ini yang membuatnya menguntungkan dari segi pelayaran baik dari dalam maupun luar negeri.
Keuntungannya bukan hanya dari ekspor dan impor peti kemas, melainkan dari segi angkutan penumpangnya. Saat ini banyak kapal-kapal penumpang baik pesiar maupun kapal biasa yang juga menggunakan jalur tol laut untuk mengantarkan penumpang menyeberang dari satu pulau ke pulau lainnya.
Hal tersebut terlihat adanya kenaikan dari capian target pemerintah tahun 2014-2016 kemarin dari empat juta orang pada kapal milik Pelni menjadi 4,3 juta orang tahun 2017-2019 mendatang. Kenaikan ini juga ditargetkan pada kapal perintis yang tadinya 1,7 juta orang naik menjadi 1,9 juta penumpang.
Dengan adanya kenaikan jumlah penumpang ini, INSA mengharapkan lebih banyak pengusaha yang menggunakan kapal dengan bendera Indonesia dibandingkan menggunakan kapal berbendera asing. Dari data yang dikumpulkan INSA, tahun 2017 ini, pemerintah memiliki tujuh trayek tol laut dimana empat diantaranya diintegrasikan dengan trayek eksisting PT ASDP Indonesian Ferry (Persero) dan tiga lainnya akan di lepaskan pada pelayaran swasta nasional.
Tak hanya itu, sebagai negara kepulauan yang menggunakan tol laut, Nova Y Mugiyanto, Ketua Bidang Angkutan Lepas Pantai INSA mengatakan, harus adanya alat keamanan dan keselamatan untuk penumpang. Sebab untuk kapal penumpang seperti yang ada di Kepulauan Seribu atau Kapal Kepulauan lainnya yang mengakut lebih dari 12 orang penumpang harus memiliki alat keselamatan. Bentuk keamanan dan keselamatan ini juga menjadi bagian terpenting pada pelayaran Indonesia.
“Melalui tol laut sendiri Indonesia bisa memberdayakan kapal-kapal milik negara Indonesia yang memiliki kenaikan kapal nasional dari 2005 hingga 2014 mencapai 14.150 unit atau tumbuh 134 persen, dengan jumlah perusahaan pelayaran nasional mencapai 3080 atau tumbuh 93 persen tahun 2014 dibandingkan pada tahun 2005 yang hanya terdapat 1591 perusahaan pelayaran,” ujar Nova di panel diskusi Indonesia Transport, Logistics & Maritime 2017 (11/10/2017).
Tol laut sendiri merupakan suatu upaya pemerintah untuk menghubungkan wilayah kepulauan di Indonesia yang sebagian besar terpisahkan oleh perairan agar aktivitas perpindahan penumpang dan barang antar satu wilayah dengan yang lain lebih efisien, efektif dan ekonomis melalui transportasi laut. Hingga kini, diketahui tol laut yang sudah melayani penumpang yakni Pelabuhan Tanjung Priok menuju ke Pelabuhan Panjang di Bakauheni dan sebaliknya.
Kemampuan beradaptasi dalam kompetisi menjadi kunci setiap perusahaan untuk tetap unggul di segmennya. Setelah menghadapi tekanan dari tumbuhnya layanan transportasi berbasis online, penyedia layanan taksi papan atas seperti Blue Bird kemudian berkolaborasi dengan Go-Jek dalam wujud integrasi sistem pemesanan dari aplikasi mobile. Lepas dari hal tersebut, armada taksi Blue Bird Group kini cenderung masih oversupply akibat dampak persaingan dengan penyedia layanan taksi online.
Meski begitu, demand and supply dalam bisnis taksi bersifat situasional, momen seperti jam pulang kantor dan libur hari raya misalnya, bisa membalikkan keadaan, justru taksi terasa langka dan sulit didapat akibat demand dari pengguna jasa yang melonjak. Terkhusus pada jam pulang kantor, pihak Blue Bird dalam perbincangan di ajang “Indonesia Transport, Logistics & Maritime Week 2017,” menyebut bahwa jam sibuk di Jakarta di klasifikasikan antara pukul 17.00 sampai 20.00 WIB. “Permintaan taksi di daerah segitiga emas – Sudirman, Thamrin dan Kuningan – terbilang sangat tinggi,” ujar Amelia Nasution, Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk di JIExpo Kemayoran, Selasa kemarin (10/10/2017).
Namun meski memiliki armada 25 ribu unit taksi, faktanya bukan perkara mudah untuk ‘menangkap’ demand di jam-jam sibuk, pasalnya jumlah armada taksi tersebar di beberapa wilayah, dan untuk mengarahkan taksi ke daerah bisnis bukan perkara mudah, maklum tingkat kemacetan sangat tinggi, menjadikan mobilitas armada taksi terbatas.
Boleh jadi saat terjadi demand yang tinggi di suatu area, maka di daerah lain akan terjadi oversupply armada taksi, dimana taksi banyak dalam posisi standby namun minim mendapatkan order penumpang. Menyiasati fenomena diatas, pihak Blue Bird berupaya ‘memberdayakan’ armada taksi yang menganggur, caranya dengan mengupayakan taksi untuk mendukung kegiatan e-commerce. “Bisa jadi nanti taksi Blue Bird akan berperan juga sebagai pengantar pesanan barang dari satu titik ke titik lain,” papar Amelia.
Serupa tapi tidak sama, model operasinya mirip dengan pengemudi motor Go-Jek yang melayani jasa pengantaran barang (Go-Send). Meski begitu, belum dijelaskan lebih lanjut seperti apa teknis penerapannya nanti, apakah akan disatukan dalam aplikasi My Blue Bird? Kita tunggu saja.
Sebagai salah satu langkah nyata untuk mempersiapkan Olimpiade Musim Dingin yang akan digelar di Korea Selatan tahun depan, raksasa elektronik asal Negeri Ginseng, LG Electronics, telah menguji coba robot baru di Bandara Internasional Incheon beberapa waktu yang lalu. Diketahui, bandara terbesar di Seoul, Korea Selatan tersebut akan menjadi rumah bagi dua robot prototipe terbaru milik LG, yaitu Robot Pemandu dan Robot Pembersih Bandara.
Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman theverge.com (21/7/2017), Robot Panduan Bandara ini pertama kali diperkenalkan secara luas pada ajang Costumer Electronics Show (CES) yang digelar di Las Vegas, awal tahun 2017 kemarin. Sesuai dengan namanya, robot ini akan menjalankan tugasnya masing-masing. Robot Panduan Bandara akan berkeliling mengitari bandara, selalu siaga memberikan petunjuk dan informasi kepada para wisatawan dan calon penumpang mengenai jadwal keberangkatan.
Robot Panduan Bandara sendiri bisa berbicara menggunakan empat bahasa, Inggris, Korea, Cina, dan Jepang, dan hebatnya lagi, robot ini bisa memindai boarding pass para wisatawan dan mengantarkan mereka menuju pintu keberangkatan. Berbeda dengan robot biasa, semua pergerakan robot ini diatur oleh sebuah sistem mutakhir yang dapat meningkatkan pelayanan bandara terhadap para calon penumpang. Mereka akan berjalan dengan kecepatan yang stabil dan berhenti jika Anda tertinggal, jadi robot ini sudah di program agar bisa membantu Anda tidak ketinggalan pesawat.
Sementara itu, Robot Pembersih Bandara pada dasarnya adalah Roomba (robot pembersih terpintar dan terbaik dari iRobot) yang dilengkapi dengan tangki sehingga terlihat seperti boneka salju tanpa lengan. “Robot ini sendiri akan mendeteksi area mana saja yang butuh sering dibersihkan, menyimpannya ke database, dan mempertimbangkan rute mana yang paling efisien untuk tiba di lokasi tersebut,” tutur salah satu pihak LG. “Pastikan tidak ada yang membalik sakelar di belakang kepala robot itu, dari ‘Bersihkan’ jadi ‘Bunuh’,” kelakarnya.
Dalam siaran pers yang diterbitkan oleh pihak LG, perusahaan multinasional ini mengatakan bahwa pengadaan robot ini merupakan ambisi perusahaan untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan salah satu peluang bisnis ini. “Bisnis robot komersil ini merupakan gambaran pertumbuhan dunia elektronika di masa yang akan datang,” tulisnya dalam siaran pers tersebut. Pihak LG sendiri mengatakan, penggunaan robot untuk membantu manusia, khususnya di pra-sarana transportasi akan menjadi populer di depannya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa konsep robotika yang selama ini muncul ke permukaan lebih banyak mengambil peranan sebagai pembantu pertunjukan saja, tidak seperti yang LG lakukan. Lebih lanjut, LG mengatakan bahwa robot ini akan tetap aman selama ia terhindar dari segala sesuatu yang mampu menimbulkan konslet, seperti terjatuh dari tangga atau terkena cipratan air mancur. “Kami tidak ingin insiden robot keamanan di DC terulang kembali, dimana robot keamanan tersebut tercebur ke kolam air mancur.” Tutupnya.
Sebuah perusahaan manufaktur asal Amerika yang berfokus pada perancangan dan pembuatan kendaraan nol emisi, Proterra, baru-baru ini memperkenalkan salah satu inovasi teranyarnya yang mampu membuat bus listrik menjadi lebih efisien dalam pengoperasiannya. Drivetrain DuoPower yang dirancang khusus untuk bus bertenaga baterai, Catalyst ini diperkenalkan dalam pertemuan tahunan dengan American Public Transit Association (APTA), Senin (9/10/2017) kemarin.
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman proterra.com (9/10/2017), penggunaan drivetrain DuoPower ini mampu membuat bus Catalyst memiliki tenaga dan akselerasi hampir dua kali lipat dari bus lainnya. Tidak hanya itu, dengan menggunakan drivetrain DuoPower, bus Catalyst akan menjadi lima kali lebih efisien ketimbang bus diesel standar yang beroperasi di luar sana. Ditambah dengan kinerja drivetrain DuoPower mewakili peningkatan 20 persen efisiensi melalui sistem ProDrive standar milik Proterra.
Untuk Catalyst E2 max, drivetrain DuoPower memungkinkan bus menjangkau jarak 426 mil atau setara dengan 686 km, hanya dengan sekali charge. Baru-baru ini juga Proterra baru saja menguji sistem drivetrain DuoPower yang mereka kembangkan di Navistar Proving Grounds di Indiana, dimana Catalyst E2 max mampu menempuh jarak 1.101,2 mil (1771km) hanya dengan sekali charge. Jarak tempuh tersebut pun tercatat di buku rekor dunia sebagai jarak terjauh yang pernah ditempuh oleh kendaraan listrik dalam sekali charge.
Setelah menelurkan baterai padat energi, Proterra kini seolah menetapkan standar tinggi untuk efisiensi dan kekuatan sebuah moda listrik. Drivetrain DuoPower milik Proterra memiliki dua motor listrik yang mampu menghasilkan 510 tenaga kuda, dan juga meningkatkan akselerasi dari bus Catalyst, dimana bus listrik tersebut mampu meningkatkan kecepatan dari 0 hingga 20 mph hanya dengan 4,5 detik saja.
“Hadirnya drivetrain DuoPower milik Proterra membuka peluang untuk menghadirkan rute baru. Sebut saja rute antara Salt Lake City dan Park City melalui Parleys Canyon, itu merupakan jalur penting bagi kami, dan kini dengan hadirnya drivertrain baru tersebut, rute itu bisa ditempuh dengan menggunakan bus listrik,” ungkap ketua tim operasi Park City Transit, Destry Pollard. “Kami terkesan dengan inovasi ini, dimana Proterra tidak hanya mempertimbangkan medan pegunungan yang kami tempuh, tetapi juga menjaga kualitas udara di Park City,” imbuhnya.
Pada awalnya, Proterra hadir dengan membawa teknologi EV ke industri transit, dan membuktikan bahwa teknologi mereka mampu bersaing dengan moda berbahan bakar fosil, dan mampu mengalahkan eksistensi dari bus diesel di sebagian kota. “Kami terus melakukan inovasi, dan hari ini kami mengumumkan sebuah drivetrain yang benar-benar mengungguli mesin berbahan bakar diesel atau CNG internal di setiap kategori kinerja utama, seperti efisiensi, keandalan, percepatan, dan daya tempuh medan,” ungkap CEO Proterra, Ryan Popple. “Bagi pelanggan yang menginginkan armadanya memiliki kecepatan, kekuatan, efisiensi dan keandalan terbaik, drivetrain DuoPower untuk Electric Vehicle adalah jawabannya.” Tutup Ryan seraya mempromosikan inovasinya tersebut.