Koridor 13 Transjakarta Rutenya Diperpanjang Sampai CBD Ciledug

Layanan bus Transjakarta Koridor 13 kini rutenya di perpanjang hingga ke Ciledug, Tangerang, Banten. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang mendukung penuh pelaksanaan uji coba ruta Transjakarta Koridor 13 CBD Ciledug, Tangerang menuju ke Tegal Mampang, Jakarta.

Rute ini sendiri merupakan perpanjangan Koridor 13 yang sebelumnya hanya dari atau sampai ke Puri Beta Saja. Yang mana pada rute Ciledug menuju Tegal Mampang tersebut akan dilayani oleh 22 armada bus.

Baca juga: Transjabodetabek Layani Alam Sutera-Blok M, Transjakarta Layani Depok-Jakarta

Bus-bus ini akan melintasi 14 titik perhentian. Kepala Dishub Kota Tangerang Achmad Suhaely mengatakan, pihaknya menyambut baik segala persiapan pengoperasian kembali layanan Transjakarta Koridor 13 yang sudah ditunggu-tunggu masyarakat.

Transjakarta Koridor 13 akan terhubung langsung dengan Bus Rapid Transit Tangerang Ayo Koridor 3 (CBD Ciledug-Tangcity Mall). Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, mengatakan, kehadiran Halte Ciledug ini makin memudahkan masyarakat Kota Tangerang dalam mengakses moda transportasi umum yang terintegrasi.

Baca juga: Menuju Lima Abad Jakarta, Transjakarta Kolaborasi Hadirkan Pengalaman Baru Wisata Sejarah

Maryono mengatakan, hadirnya perhentian baru ini melengkapi fasilitas oda transportasi massal terintegrasi di Kota Tangerang.

“Ini semakin melengkapi fasilitas moda transportasi massal terintegrasi di Kota Tangerang. Saat ini, sudah ada Bus Tayo, BRT, dan juga angkot Si Benteng. Tentunya, dengan beroperasinya kembali Halte Ciledug, masyarakat semakin mudah bepergian menggunakan transportasi umum yang mudah, murah, aman, dan nyaman,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (14/6/2025).

Baca juga: Hari Angkutan Nasional, Transjakarta Terapkan Tarif Rp1 dan Transjatim Gratis

Uniknya, koridor 13 ini merupakan Bus Rapid Transit (BRT) pertama yang menggunakan jalur layang atau elevated bus rapid transit. Sama seperti layanan Transjakarta, bus Transjabodetabek Koridor 13 ini beroperasi setiap hari dengan tarif Rp3.500 pada pukul 07.01 – 24.00 WIB .

Namun, ada tarif khusus pada pukul 05.00 – 07.00 WIB, yaitu yaitu Rp 2.000. Untuk pembayaran menggunakan kartu uang elektronik.

Taiwan Hadirkan Bus Self-Driving Level 3 yang Bisa Tahu Kondisi Pengemudi

 

Ini Wilayah yang Bikin Perjalanan KA Lebih Kencang Hingga 120 Km/Jam, Dimana Saja?

Dengan kereta api, perjalanan saat ini sudah semakin cepat dan praktis. Menggunakan kereta api tak perlu antre karena terbebas dari kemacetan. Tak seperti dulu, kecepatan kereta api hanya sanggup mencapai batas maksimal 90 km/jam saja. Tapi bagaimana kereta api saat ini?

Ya, kecepatan kereta api saat ini sudah bisa melebihi 90 – 100 km/jam bahkan hingga 120 km/jam. Banyak kereta api yang sudah mengganti rangkaian dan bogie pada roda dengan kecepatan melebihi diatas rata-rata tersebut. Kecepatan yang sudah diijinkan biasanya berada di wilayah atau daerah tertentu yang minim dari tikungan, keramaian, hingga kejadian alam seperti pergerakan tanah yang mengharuskan kecepatan dibatasi maksimal 50 km/jam saja.

Dalam Gapeka 2025, waktu perjalanan kereta api akan semakin singkat karena peningkatan kecepatan pada 1.076 perjalanan kereta, dengan peningkatan kecepatan mencapai 5-120 km/jam. Waktu tempuh kereta api sangat berkaitan dengan kecepatan kereta selama perjalanan dari stasiun awal sampai stasiun tujuan akhir. Kecepatan kereta ditentukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus mengupayakan agar kecepatan kereta api ditambah terutama pada kereta komersil baik kelas ekonomi maupun kelas eksekutif.

Nah, berikut ini peningkatan kecepatan maksimum kereta api hingga 120 km/jam di beberapa wilayah sebagai berikut:
• Cikarang – Cikampek
• Cikampek – Haurgeulis
• Cirebon – Cirebon Prujakan
• Cirebon Prujakan – Tegal
• Cirebon Prujakan – Prupuk
• Tegal – Comal
• Kalibodri – Semarang Poncol
• Semarang Tawang – Ngrombo
• Ngrombo – Kradenan
• Kebasen – Kutoarjo
• Banjar – Kawunganten
• Jeruklegi – Kroya
• Kutoarjo – Yogyakarta
• Lempuyangan – Solobalapan
• Solojebres – Walikukun
• Gundih – Solobalapan
• Walikukun – Mojokerto
• Kertosono – Blitar
• Cepu – Lamongan
• Mojokerto – Wonokromo
• Wonokromo – Surabaya Gubeng
• Leces – Probolinggo
• Probolinggo – Pasuruan

Wilayah yang disebutkan diatas memang merupakan petak jalur kereta api dengan kecepatan 120 km/jam. Namun masih adanya batas maksimal kecepatan kereta api hanya sampai dengan 90 km/jam. Itu karena bogie maupun roda masih belum bisa ditingkatkan kecepatan hingga diatas 100 km/jam. Tipe bogie yang bisa mencapai kecepatan hingga 100 km/jam adalah minimal tipe K8 atau NT-60.

Peningkatan kecepatan dalam Gapeka 2025 ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pelanggan dan mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat secara optimal. Inovasi ini juga diharapkan dapat memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi yang aman, cepat, dan efisien.

Mengenal Marka Batas Kecepatan Kereta Api

Taiwan Hadirkan Bus Self-Driving Level 3 yang Bisa Tahu Kondisi Pengemudi

Negara di Asia semakin barkan ayap dalam pengembangan teknologi moda transportasi umum. Kali ini Taiwan menghadirkan inovasi baru yang belum digunakan oleh negara manapun.

Meski belum seterkenal pabrikan bus asal Cina dalam rekayasa bus listrik, tetapi Taiwan mengembangkan Automotive Research & Testing Center (ARTC). Pengembangan ini dilakukan bersama-sama dengan sejumlah kampiun teknologi seperti Elan Microelectronik, oToBrite Electronic, CubTex, Rotatech International Corp, DFI, Arcadyan dan Chimei Motor.

Baca juga: Kian Matang Menuju Komersialiasi Bus Otonom, Beijing Perluas Zona Demonstrasi Hingga 500 Km2

Di mana mereka berhasil membuat bus listrik otomatis AI Level 3 untuk pertama kalinya di Taiwan. Bahkan, belum lama ini kinerja bus dengan teknologi baru tersebut didemonstrasikan.

Banyak hal baru yang ditunjukkan yakni seperti pemantauan fitur kokpit, analisis getaran, dan kebisingan server AI. Tak hanya ini, hal lainnya adalah kinerja kaca spion elektronik.

Bus berdaya listrik ini memiliki kepintaran yang ditanamkan berbagai kemampuan canggih self-driving, antara lain adalah menjaga lajur dan juga fitur preventif tabrakan. Bus juga bisa memantau kondisi pengemudi atau pramudi yang Kesehatan tubuhnya terganggu.

Kemampuan canggih lainnya bus juga mampu memantau penumpang yang terjatuh baik di dalam maupun luar bus. Sehingga pengembangan bus yang memanfaatkan teknologi UN R157 Level 3 ini, memiliki kecanggihan yang lebih dibandingkan bus pintar lainnya.

Baca juga: Yutong dan WeRide Kembangkan Bus Tanpa Pengemudi

Dikutip dari taiwannews.com, Direktur ARTC, Wang Zheng-jian mengatakan, perkembangan elektronik kendaraan dan teknologi Artificial Intelegence nyata sangat pesat. Perkembangan itu semakin memudahkan upaya untuk mengadopsinya di sebuah kendaraan bermotor berbagai jenis.

Untuk diketahui, bus pintar berdaya listrik ini dibangun dengan basis buatan Cheng Yun Automobile. Dalam pengembangannya sendiri, ARTC memprediksi bahwa tahun 2030 mendatang, penjualan mobil kemudi otomatis global akan didominasi oleh model self-driving Level 1 dan Level 2.

Kemudian disusul adanya pelebaran pasar atas kendaraan pintar Level 3. Diyakini pula bahwa pemanfaatkan teknologi pintar buatan Level 3 juga bisa mengurangi beban kerja pengemudi secara signifikan.

Ini 3 Karoseri Pembuat Sleeper Bus Mewah di Indonesia

PT DI – Intercrus Kembangkan Taksi Udara, Perkuat Ekosistem Dirgantara di Sektor Advanced Air Mobility

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menegaskan perannya dalam membangun ekosistem kedirgantaraan nasional yang inovatif dan berdaya saing melalui kerja sama strategis dengan PT Intercrus Aero Indonesia (Intercrus), sebuah Perusahaan start-up dalam negeri yang bergerak di bidang riset dan pengembangan pesawat Vertical Take-Off & Landing (VTOL) elektrik untuk sektor Advanced Air Mobility (AAM).

Intercrus SOLA merupakan produk inovasi terbaru yang dikembangkan PT DI bersama Intercrus, termasuk sekelompok insinyur muda Indonesia di dalamnya yang memiliki visi besar untuk menciptakan solusi mobilitas udara masa depan yang lebih ramah lingkungan, efisien dan adaptif terhadap berbagai kebutuhan operasional – baik untuk sektor sipil maupun militer.

Dirancang sebagai kendaraan udara elektrik berkonsep VTOL, Intercrus SOLA hadir sebagai taksi udara masa depan yang mampu mengangkut tiga penumpang dan satu pilot. Tak hanya itu, platform ini juga dapat dikembangkan untuk misi militer seperti pengiriman kargo dan dukungan logistik dengan muatan presisi maupun konvensional.

Dengan kemampuan daya angkut hingga 360 kg dan jarak tempuh mencapai 200 km, serta sistem propulsi elektrik penuh yang rendah kebisingan, Intercrus SOLA dirancang cocok untuk berbagai lingkungan operasi, dari kawasan urban padat hingga daerah terpencil. Sebagai bagian dari inisiatif green aviation, Intercrus SOLA mencerminkan arah baru PT DI dalam menghadirkan produk berbasis energi bersih dan mendukung pengembangan ekosistem AAM di Indonesia.

Kolaborasi antara PT DI dan Intercrus mencakup pengembangan teknologi, proses sertifikasi, manufaktur, hingga komersialisasi Intercrus SOLA. Pada pembukaan Indo Defence 2024 Expo & Forum hari pertama (11/06), PT DI dan Intercrus menghadirkan demonstrasi prototipe sub-skala 1:7 dari Intercrus SOLA, bernama SOLITA. Demo ini memperlihatkan kemampuan dasar manuver dan hovering di hadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Direktur Utama PT DI, Gita Amperiawan menyatakan, “Kemitraan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang PTDI untuk memperkuat kapasitas inovasi industri dirgantara nasional. Kami percaya bahwa AAM dapat menjadi salah satu solusi nyata untuk menjawab tantangan konektivitas di wilayah urban maupun daerah dengan akses terbatas. Di saat yang sama, teknologi ini juga memiliki potensi adaptasi untuk mendukung kebutuhan operasi militer seperti pengiriman logistik ke medan sulit, misi pengintaian, hingga dukungan taktis di area operasi dengan tingkat risiko tinggi.”

Melalui kemitraan dengan Intercrus, PT DI mengambil perannya dalam membentuk arah baru ekosistem mobilitas udara nasional — tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pertahanan dan transportasi sipil, tetapi juga dalam mendorong lahirnya solusi teknologi inovatif di sektor kedirgantaraan masa depan. Lebih dari sekedar produk, Intercrus SOLA yang ditargetkan siap terbang dan melayani Indonesia pada tahun 2028 ini juga menjadi simbol transformasi dan masa depan transportasi udara Indonesia.

Volocopter dan Grab Canangkan Uji Coba Taksi Udara di Asia Tenggara

Terminal Teluk Bintuni Hadir Untuk Tingkatkan Konektivitas Antar Wilayah

0

Terminal tipe B di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat baru saja diresmikan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Pengoperasian terminal ini merupakan upaya peningkatan konektivitas antar wilayah.

Peresmian ini juga dihadiri oleh berbagai elemen pemerintah daerah dan masyarakat setempat,yang turut merasakan manfaat langsung dari adanya fasilitas transportasi yang lebih modern. Selain itu, kehadiran Terminal Teluk Bintuni juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu masyarakat pun dimudahkan dalam pelayanan terhadap mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi darat. Diharapkan,fasilitas baru ini akan mempermudah pergerakan barang dan orang,serta memberikan dampak positif dalam peningkatan pelayanan publik di Bintuni.

Dominggus mengatakan, dengan dukungan infrastruktur terminl, pelaku usaha dan masyarakat pengguna transportasi darat akan semakin nyaman.

“Pembangunan terminal ini tidak hanya simbol kemajuan infrastruktur, tetapi wujud nyata dari komitmen pemerintah provinsi memperbaiki kualitas pelayanan bidang transportasi darat,” ujar Dominggus dikutip dari Antaranews.com.

Saat ini, pemerintah provinsi melalui instansi teknis akan melakukan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten setempat. Adapun kolaborasi tersebut kedepannya akan memberikan dampak positif sesuai ekspektasi Bersama.

“Aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah menjadi salah satu isu strategis pembangunan daerah,” ujar Dominggus.

Untuk diketahui, pembangunan infrastruktur terminal ini dimulai sejak akhir tahun 2019 lalu. Sayangnya, saat itu pembangunan tak berlangsung dengan baik dan terkendala anggaran karena refocusing.

Sehingga pemerintah provinsi kemudian mengalokasikan biaya penyelesaian pembangunan terminal dua lantai disertai dengan fasilitas bagi pelaku UMKM selama lima tahap atau lima tahun anggaran.

“Waktu itu COVID-19 jadi tidak bisa lanjut, makanya dibagi lima tahap. Ada fasilitas kios yang nanti dikelola pihak ketiga untuk menghasilkan PAD,” jelas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat Max L Sabarofek.

Selain itu, kata dia, pemerintah provinsi telah menandatangani kerja sama dengan Perum PT Damri untuk menyediakan pelayanan transportasi publik yang berkualitas dalam mendukung mobilitas masyarakat.

“Setelah terminal diresmikan, lima unit bus Damri digeser ke Kabupaten Teluk Bintuni,” ucap Max.

Bentuk Pembangunan Sosial Berkelanjutan, PT NHM Hadirkan Bus Sekolah Gratis

Pilihan Waktu Naik Kereta Api Antara Siang dan Malam. Ternyata Ini Perbedaannya

Naik kereta api semakin hari semakin menjadi andalan masyarakat khususnya wilayah Jawa dan Sumatera. Kereta api menjadi transportasi yang paling diandalkan mengingat dapat menempuh waktu singkat dan pelayanan selama perjalanan pun nyaman. Apalagi naik kereta api banyak sekali fasilitas yang disediakan untuk kebutuhan penumpang.

Perjalanan kereta api bagi masyarakat lebih dominan pada waktu siang hari khususnya saat libur panjang. Selain menyenangkan, penumpang bisa dimanjakan dengan pemandangan yang indah. Namun jika perjalanan pada malam hari, penunpang lebih cenderung memanfaatkan perjalanan kereta api dengan beristirahat atau sekadar mencicipi kuliner untuk mengisi waktu agar tidak mengantuk.

Ternyata dari perjalanan kereta api antara siang maupun malam ada lagi perbedaan yang mengharuskan masyarakat bisa memilih waktu keberangkatan untuk mencapai tujuan. Kalian bisa mempertimbangan keberangkatan antara siang maupun malam dengan penjelasan berikut ini:

Rangkaian KA melewati hamparan sawah dengan latar belakang pegunungan. (Foto: Dok. Istimewa)

1. Kebutuhan Diri Sendiri
Jika Anda memiliki anak kecil, pilihlah kereta api yang berangkat pada siang hari. Anak-anak akan lebih mudah untuk bermain dan beraktivitas selama perjalanan. Hal itu pun juga memberikan kesempatan untuk menikmati kuliner lokal di sepanjang perjalanan. Jika pada malam hari kalian bisa menghemat biaya akomodasi. Kalian juga bisa pilih waktu perjalanan sesuai dengan kondisi, apakah akan akan bepergian sendiri atau bersama keluarga. Namun, selain memilih waktu perjalanan, ada beberapa hal yang tak kalah penting untuk kalian persiapkan.

2. Beraktivitas Selama Perjalanan
Pilihan perjalanan pada siang hari, kalian bisa beraktivitas selama perjalanan. Tak hanya berkaitan dengan yang dilakukan secara pribadi, Namun kalian dapat melihat keindahan panorama alam, seperti sawah, perbukitan, dan pegunungan, yang akan membuat perjalanan lebih menarik dan menyenangkan. Namun untuk perjalanan malam hari, Kalian dapat beristirahat atau tidur selama perjalanan. Pada saat tiba di tujuan pastinya kondisi sudah kembali lebih segar. Perjalanan malam hari juga cocok untuk kalian yang ingin menghindari keramaian di stasiun keberangkatan dan stasiun saat tiba ditujuan.

3. Harga Tiket
Ini yang paling penting untuk penumpang dalam mempertimbangkan perjalanan siang atau malam. Secara umum, biaya tiket perjalanan kereta api siang memiliki perbedaan dengan kereta api perjalanan malam hari. Hal ini karena karena ada beberapa faktor.

Tiket kereta api untuk keberangkatan siang hari umumnya lebih mahal daripada tiket untuk keberangkatan malam hari. Hal ini karena kereta api siang hari biasanya lebih ramai dan menawarkan fasilitas yang lebih lengkap. Sedangkan untuk malam hari umumnya lebih murah. Hal ini karena kereta api malam hari biasanya tidak seramai kereta api siang hari dan menawarkan fasilitas yang lebih sederhana.

Nah, itulah beberapa perbedaan perjalanan kereta api pada siang atau malam hari. Memilih waktu keberangkatan kereta api yang tepat dapat membantu kalian untuk menikmati perjalanan yang nyaman, menyenangkan, dan sesuai dengan budget. Kira-kira kalian lebih senang perjalanan siang atau malam, ya?

Ini 3 Karoseri Pembuat Sleeper Bus Mewah di Indonesia

Sleeper bus kini menjadi tren baru dalam perjalanan darat. Bahkan berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi pilihan favorit penumpang bus jarak jauh.

Perkembangan ini karena para pengusaha bus ingin menawarkan kenyamanan bagi para pengguna layanan mereka. Bahkan perusahaan otobus (PO) bukan hanya menghadirkan kursi untuk tidur saja, tetapi kemewahan yang setara dengan kabin kelas bisnis pesawat.

Sleeper bus milik para perusahaan otobus, kini tidak lagi hanya melayani Pulau Jawa, tetapi kini sudah menyeberang ke Pulau Sumatera dan Bali. Namun, di balik kenyamanan dan kemewahan yang ditawarkan sleeper bus, karoseri lokal memiliki peran penting dan menjadi pelopor dalam menghadirkan inovasi ini.

Penasaran karoseri apa saja yang punya andil dalam mempelopori lahirnya sleeper bus di Indonesia? Tenang, KabarPenumpang.com sudah merangkum ada tiga karoseri yang menjadi terdepan dalam lahirnya sleeper bus di Indonesia.

1. Adiputro
Siapa yang tak kenal dengan karoseri asal Malang Raya, Jawa Timur ini? Pastinya sudah tak asing lagi berseliweran namanya di berbagai bus milik para perusahaan otobus. Adiputro sendiri juga dikenal kaya akan inovasi. Salah satu sleeper bus yang dibuat mereka menggunakan sasis Mercedes Benzh OH 1626 Sleeper.

Dilengkapi dengan 22 sleeper seat yang disusun bertingkat. Uniknya dan kemewahan yang dihadirkan adalah setiap seat dilengkapi dengan fitur pijat dibagian sandarannya.

2. Laksana
Nama ini sudah wara wiri bukan hanya di bus-bus AKAP (antarkota antarprovinsi), tetapi juga di bus angkutan dalam kota. Laksana merupakan karoseri asal Semarang, Jawa Tengah ini dikenal sangat detail bila menyangkut faktor kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Mereka juga mementingkan estetika pada bus-bus yang dibuat. Produk ungggulan dalam sleeper bus Laksana adalah Legacy SR3-Suite Class dengan 22 seat. Memiliki konfigurasi kursi 2-1, Legacy SR3-SUite Class menjadi sleeper bus mewah besutan Laksana.

3. Tentrem
Sama dengan dua karoseri lainnya, Tentrem juga memiliki produk unggulan sleeper bus mereka yakni Avante D2 dengan sasis Scania K40 IB. Bus besutan karoseri asal Malang, Jawa Timur ini menawarkan berbagai fasilitas seperti layar audio visual pribadi atau video ond deman (AVOD), selimut, bantal, lampu baca, AC, serta toilet.

Bus ‘Dream Coach’ Adiputro, Hadirkan Sensasi Rebahan Sambil Pijat Sepanjang Jalan.

Rahasia LRT Jabodebek Halau Water Spots Setelah Dicuci Otomatis

Kereta LRT Jabodebek dicuci menggunakan mesin otomatis setiap hendak memasuki depo. Menariknya, walau tanpa dikeringkan, baik menggunakan kain ataupun angin berkecepatan tinggi, tidak ada water spots atau bercak air di kereta. Apa sebabnya?

Baca juga: LRT Jabodebek Terapkan Sistem Cuci Kereta Otomatis dengan Teknologi Canggih dan Ramah Lingkungan

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan, hal tersebut dikarenakan kereta dibilas menggunakan air demineralisasi di tahap akhir pencucian kereta otomatis (ATWP).

Air demineralisasi ini digunakan karena mengandung sedikit atau tidak ada mineral, sehingga tidak akan meninggalkan noda atau sisa pada permukaan kereta setelah proses pencucian.

 

“Jadi di tahap akhir itu menggunakan air yang telah dibersihkan dari mineral-mineral seperti kalsium, magnesium, dan besi. Proses demineralisasi menghilangkan ion-ion mineral ini dari air, sehingga air menjadi lebih bersih dan tidak mudah meninggalkan noda atau sisa,” ujarnya kepada KabarPenumpang.com.

Selain mencegah water spots atau noda air, air demineralisasi tersebut juga mencegah tidak ada sisa sabun atau detergen yang menempel serta kotoran lainnya yang menempel di permukaan kereta. Dengan begitu, kereta tidak bergaris noda setelah dicuci.

Baca juga: Optimalkan Kebersihan Kereta, KAI Services Datangkan Mesin Cuci Kereta High Pressure dari Italia

Lebih jauh lagi, air demineralisasi juga mencegah korosi pada kereta. Diketahui, mineral-mineral pada air dapat menyebabkan korosi pada kereta. Dengan digunakannya air demineralisasi di tahap akhir pencucian kereta otomatis, memastikan tidak adanya korosi akibat pencucian.

Sistem pencucian kereta yang menggunakan air demineralisasi juga dapat mengurangi pemborosan air karena air bekas dapat diolah dan digunakan kembali.

Muncul “Kode Huruf” Saat Pesan Tiket Kereta Api via Aplikasi. Ternyata Ini Jawabannya

Sebelum melakukan perjalanan menggunakan kereta api biasanya kalian melihat aplikasi pemesanan tiket di Access by KAI ataupun melalui laman KAI. Terdapat nama-nama kereta api dengan rute yang diinginkan serta jadwal perjalanan, kelas, maupun harga tiket yang disediakan. Pemesanan tiket juga sudah bisa dibeli 45 hari sebelum keberangkatan. Tapi tahukah kalian saat memesan tiket kereta api pada beberapa kelas khususnya ekonomi terdapat kode huruf yang berada di samping tulisan “ekonomi” dalam memilih kursi.

PT KAI membagi kereta ekonomi menjadi beberapa kelas dengan harga yang berbeda. Namun dikutip dari media sosial PT KAI di X @KAI121, harga tiap kelas tidak lantas membedakan layanan yang diterima penumpang. Dalam sistem kereta api Indonesia, ada kode tertentu yang menandakan subclass tiket, di antaranya CA, CB, dan CC. Kode ini berfungsi membedakan harga tiket dalam satu kelas layanan, termasuk kereta ekonomi. Perbedaan utama pada subclass adalah harga tiket, bukan fasilitas yang diperoleh penumpang.

Karena adanya sistem subclass, penumpang sebaiknya membeli tiket lebih awal jika ingin mendapatkan harga yang lebih murah. Semakin mendekati hari keberangkatan, kemungkinan besar subclass tiket dengan harga lebih rendah sudah habis. Ini berarti penumpang harus membeli tiket dengan harga lebih mahal. Secara umum, gambaran harga tiket kereta ekonomi kelas C, CA, CB, CC, CD adalah sebagai berikut.

Kode CA adalah subclass dengan harga tiket paling mahal dalam suatu kelas layanan kereta. Kode ini juga berarti harga tiket dengan batas paling atas yang diterapkan untuk rute dan jadwal kereta tertentu. Kode CB pada tiket kereta menandakan bahwa harga tiket tersebut lebih murah daripada tiket dengan kode CA. Perbedaan kode kereta CC dengan yang lain adalah harganya yang jauh lebih rendah dan merupakan tiket dengan harga paling terjangkau. Selain kode CA, CB, dan CC, ada pula beberapa kode lain yang tertera pada tiket kereta, misalnya P, Q, dan S. Kode-kode tersebut memiliki arti yang sama dengan kode berawalan C. Intinya, perbedaan kode ini hanya terletak pada harga tiket, bukan pada fasilitas atau layanan yang didapatkan.

Rangkaian KA Airlangga rute Pasarsenen-Surabaya Pasarturi. (Foto: Dok. Istimewa)

Berikut contoh perbandingan harga tiket kereta ekonomi C, CA, CB, CC, CD jurusan Pasar Senen-Cirebon Prujakan:
– Kereta ekonomi C: Rp 49 ribu
– Kereta ekonomi CA: Rp 250 ribu
– Kereta ekonomi CB: Rp 255 ribu
– Kereta ekonomi CC: Rp 265 ribu
– Kereta ekonomi CD: Rp 280 ribu.

Kemudian contoh harga tiket ekonomi C, Q, dan S rute Kiaracondong – Leles:
– Kereta ekonomi C: Rp 63 ribu
– Kereta ekonomi Q: Rp 105 ribu
– Kereta ekonomi S: Rp 105 ribu.

Lalu contohnya untuk KA Papandayan jurusan Bandung (BD)-Leles (LL):
– Kereta ekonomi Q dan S: Rp 50 ribu
– Kereta ekonomi CA dan CD: Rp 35 ribu.

Bentuk Pembangunan Sosial Berkelanjutan, PT NHM Hadirkan Bus Sekolah Gratis

Di berbagai daerah Indonesia, bus sekolah mulai digalakkan pemerintah daerah masing-masing melalui dinas perhubungan (Dishub). Tetapi untuk pengadaan bus, Dishub juga terkadang meminta bantuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Namun, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui Departemen NHM Peduli menjadi salah satu perusahaan swasta yang meluncurkan layanan transportasi bagi para pelajar. Bus-bus ini digunakan bagi pelajar tingkat menengah pertama hingga atas (SMP dan SMA).

Kehadiran bus tersebut juga sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan sosial berkelanjutan di wilayah lingkar tambang. Bus ini mulai beroperasi pada 2 Juni 2025 kemarin.

Satu unit bus dengan nomor B028 tersebut beroperasi untuk melayani rute antar-jemput para pelajar dari Desa Pediwang, Kecamatan Kao Utara hingga ke wilayah Kecamatan Kao, Halmahera, Maluku Utara. Layanan bus sekolah gratis ini akan beroperasi setiap hari dengan keberangkatan pukul 06.20 WIT.

Untuk pengantaran dari sekolah Kembali ke desa asal akan dioperasikan pada siang hari. Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif Departemen NHM Peduli dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekitar tambang terhadap akses transportasi yang aman dan layak, khususnya bagi para pelajar yang selama ini menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki untuk mengenyam pendidikan.

Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan, Departemen NHM Peduli, Muhammad Irwan Malaka, menjelaskan bahwa program ini selaras dengan komitmen perusahaan untuk mendorong terciptanya kesempatan belajar yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi generasi muda di lingkar tambang.

“Inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian NHM terhadap masa depan anak-anak di sekitar wilayah operasi kami. Dengan tersedianya transportasi sekolah yang aman dan nyaman, kami berharap dapat mengurangi beban harian siswa sekaligus mendorong semangat belajar mereka,” ujar Irwan.

Program transportasi sekolah ini menjadi bagian dari pilar Pengembangan Sosial dalam strategi keberlanjutan NHM. Melalui Departemen NHM Peduli, perusahaan terus memperkuat kontribusinya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, dengan menghadirkan solusi nyata atas tantangan yang dihadapi komunitas lingkar tambang.

Bantul Kembangkan Bus Sekolah, Minta Dua Unit Armada dari Kementerian Perhubungan