American Airlines Diskriminasi Orang Kulit Hitam, NAACP Turun Tangan

National Association for Advancement of Colored People (NAACP) mengajukan tuduhan kepada American Airlines terkait masalah diskriminasi terhadap orang Afrika-Amerika yang menaiki penerbangan maskapai tersebut. Tuduhan yang dilayangkan terkait hak asasi manusia dimana budaya korporat tentang ketidakpekaan rasial dan bias ras terhadap orang-orang Afrika-Amerika.

Baca juga: Berat Badan Dianggap Berlebih, Awak Kabin Ini Ajukan Tuntutan ke Maskapai

KabarPenumpang.com melansir dari laman paddleyourownkanoo.com (25/10/2017), bahwa NAACP memperingatkan orang Afrika-Amerika jika mereka bisa mendapatkan perlakuan tidak sopan, diskriminatif dan tidak aman saat bepergian dengan American Airlines. Hal ini membuat NAACP membuat keputusan untuk menerbitkan peringatan tersebut dengan mengikuti pola insiden yang mengganggu dan atas laporan penumpang tersebut khusus untuk American Airlines.

Ada beberapa insiden yang terjadi pada orang Afrika-Amerika saat menggunaka American Airlines yakni dimana seorang pria Afrika-Amerika menjadi korban diskriminasi oleh penumpang lain dan terpaksa menyerahkan kursinya. Selain itu ada pula penumpang kulit hitam yang duduk di kelas satu kemudian diturunkan dari kabin sedangkan temannya tetap duduk di kelas satu.

Seorang ibu dan putrinya juga dikeluarkan dari penerbangan karena meminta kereta dorong dipindah dari tempat sebelum kereta tersebut jatuh dan terguling. Beberapa insiden ini cukup menjatuhkan karena layanan pelanggan seperti membedakan warna kulit, kebangsaan, agama hingga jenis kelamin.

Namun, NAACP mengatakan insiden ini kemungkinan hanya fenomena pucak gunung es dan menganggap sebagai budaya perusahaan yang tidak dapat diterima dan mengklaim bahwa perilaku tersebut terjadi secara acak. Sebagai tanggapan masalah ini, beberapa penumpang American Airlines yang menggunakan media sosial memberikan hashtag #Happened2MeOnAA untuk menyoroti insiden lain yang diduga melakukan perilaku diskriminatif.

Tapi, dengan adanya ini American tampak bingung dengan tuduhan tersebut, Doug Parker yang merupakan CEO American Airlines menulis surat terbuka kepada staf dan mengatakan dirinya kecewa. Parker mengatakan, sebenarnya prioritas utama dari awak kabin dan staf lainnya adalah membawa orang-orang bersama mereka dalam penerbangan.

Baca juga: Diskriminasi Penumpang Israel, El Al Tolak Turunkan Dana Kompensasi

Diketahui surat tersebut berisi, “Kami terbang melintasi perbatasan, dinding dan stereotip untuk menghubungkan orang-orang dari berbagai ras, agama, kebangsaan, latar belakang ekonomi dan orientasi seksual. Kami membuat dunia menjadi tempat yang lebih kecil dan lebih inklusif. Serta kami melakukannya dengan profesional dan aman setiap hari untuk lebih dari 500 ribu pelanggan di lima benua.”

Parker menambahkan, bahwa maskapainya telah menghubungi pihak NAACP untuk secepatnya mendiskusikan masalah tersebut dan mengatakan bahwa American tidak mentolerir diskriminasi dalam bentuk apapun. Dia juga meminta serta mendesak stafnya untuk memperlakukan pelanggan dengan hormat serta bertindak secara profesional dan aman.

NAACP merupakan organisasi hak sipil tertua di Amerika Serikat, yang didirikan di Springfield, Illinois pada tahun 1909. Dengan lebih dari 500 ribu anggota di Amerika Serikat, kelompok tersebut mengatakan bahwa misinya adalah untuk memastikan masyarakat di mana setiap orang memiliki hak yang sama tanpa diskriminasi berdasarkan ras.

United Airlines Buka Rute Direct Flight Terjauh, Los Angeles – Singapura

United Airlines kini mengukuhkan status sebagai maskapai yang melayani rute direct flight terjauh dari Amerika Serikat. Dengan adopsi pesawat wide body terbaru Boeing 787-9 Dreamliner, United Airlines kini telah melayani rute penerbangan langsung jarak jauh (nonstop) dari Los Angeles ke Singapura dengan jarak 14.000 km. Penerbangan ini memakan waktu tempuh selama 17 jam 55 menit.

Baca juga: Inilah 10 Penerbangan “Direct Flight” dengan Waktu Terlama di Dunia

Jarak dan lamanya waktu tempuh ini melampaui jarak terjauh United Airlines sebelumnya yang berangkat dari San Francisco menuju Singapura dalam waktu 17 jam 15 menit nonstop. KabarPenumpang.com melansir dari laman forbes.com (29/10/2017), penerbangan sebaliknya atau kembali dari Singapura menuju Los Angeles dengan United Airlines terpaut dua jam yakni hanya 15 jam 15 menit.

Rute baru ini dilayani satu kali dalam sehari menggunakan pesawat Boeing 787-9 Dreamliner. Konfigurasi dalam penerbangan lintas Pasifik ini terdiri dari tiga kelas dengan total 252 kursi, komposisinya terdiri dari kelas ekonomi sebanyak 116 kursi, kelas ekonomi plus 88 kursi dan kelas bisnis 48 kursi. Pelayanan penerbangan rute Los Angeles tujuan Singapura ini di buka pada 29 Oktober 2017 kemarin.

Kilas balik ke tahun 2013, Singapore Airlines justru sudah pernah melayani rute penerbangan trans pasifik nonstop ke Los Angeles. Namun akhirnya rute tersebut dihentikan lantaran penggunaan pesawat Airbus A340-500 dipandang kurang efisien. Sebagai informasi Airbus A340 adalah pesawat dengan empat mesin, sementara Boeing 787 hanya disokong dua mesin.

Dengan berhentinya rute Singapura – Los Angeles yang dilayani Singapore Airlines, maka saat itu turut berakhir penerbangan nonstop trans atlantik dari Singapura ke New York yang juga dilayani oleh Singapore Airlines. Tetapi penerbangan kedua tujuan ini masih tetap ada dengan sistem transit dan bukan lagi perjalanan panjang nonstop.

Setelah adanya rute nonstop yang dibuka baru oleh United Airlines, Singapore Airlines juga mengumumkan rencananya  kembali mengudara melayani rute New York dan Los Angeles nonstop pada tahun 2018 mendatang. Diperkirakan, Singapore Airlines akan menggunakan pesawat Airbus A350-900ULR pertamanya.

Antara United Airlines dan Singapore Airlines punya kesamaan dalam rute lainnya, kedua maskapai kini melayani direct flight dari Singapura – San Francisco, dengan menempuh jarak 13.600 km. United Airlines menggunakan Boeing 787-9, sementara Singapore Airlines menggunakan Airbus A350-900.

Baca juga: Terbang Lintas Benua! Inilah 10 Rute Terpanjang Penerbangan Non Stop Komersial

Pesawat ini merupakan varian ultra jarak jauh dari generasi berikutnya. Rencananya Singapore Airlines akan membagi kursi pesawat menjadi dua kelas yakni kelas ekonomi premium dengan 94 kursi dan kelas bisnis sebanyak 68 kursi.

Penerbangan United Airlines dengan rute baru ini, bisa dikatakan menjadi rute dengan jarak tempuh terjauh dan waktu terlama dibandingkan rute penerbangan maksapai lainnya yang juga memiliki rute nonstop.

Dublin Port Kedatangan Ferry Ro-Ro Terbesar di Dunia “MV Celine”

Pada hari Senin lalu (23/10), Dublin Port di Irlandia kehadiran tamu istimewa yang juga menjadi bagian dalam sejarah moda laut. Ya, pelabuhan tersebut kedatangan MV Celine, ferry pengangkut bersistem Roll-on/roll-off (ro-ro) terbesar di dunia. Bukan sengaja datang, newbuild raksasa tersebut disinyalir telah melakukan debut perjalanan menuju Rotterdam menyusul sebuah perjalanan pengiriman.

Baca Lagi: KRI Tanjung Kambani 971, Kapal Ferry RoRo dengan Cita Rasa Militer

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman afloat.ie, Operator CLdN ro-ro SA (Cobelfret Ferries) menyambut MV Celine dari galangan kapal Korea Selatan ke pelabuhan Belanda dimana lalu lintas barang akan diangkut menggunakan kapal raksasa yang berkapasitas 8000 lane meter ini. Selain itu, kapal dengan panjang 234 meter dan lebar 38 meter ini akan menjadi kapal ro-ro terbesar yang pernah bersandara di Dublin Port, dimana kapal itu juga akan beroperasi dari pelabuhan Zeebrugge di Belgia.

M.V. Celine merupakan kapal roro shortsea terbesar yang pernah ditugaskan oleh perusahaan yang berbasis di Luxembourg tersebut. Dari segi penampilannya sendiri, kapal ini lebih mirip dengan modern car-carrier dibandingkan dengan desain pendahulunya yang lebih banyak mengandalkan desain kapal ferry bertingkat terbuka, kecuali untuk beberapa seri kapal dalam beberapa tahun belakangan ini.

Menurut Dublin Port Company, MV Celine mampu membawa lebih dari 600 unit pengangkutan, dimana angka tersebut mendekati dua kali ukuran ferry terbesar yang dioperasikan oleh pelabuhan tersebut. Laman sumber menambahkan bahwa kehadiran kapal ini mengacu pada Ulysess, kapal pesiar raksasa asal Irlandia yang mampu melayani Holyhead.

Pihak Dublin Port mengakui adanya kenaikan jumlah volume sebanyak 30 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Perusahaan pelabuhan tersebut juga menyoroti MV Celine, terutama mengingat penggunaan newbuild ini akan meningkatkan kapasitas angkut untuk mengatasi permintaan terhadap layanan kontinental langsung.

Baca Juga: BC Ferries Operasikan Kapal Ferry Pertama dengan Bahan Bakar Ganda

Chief Executive Dublin Port, Eamonn O’Reilly memprediksi bahwa pelabuhan tersebut akan menambahkan lebih banyak layanan baru ke benua Eropa pada tahun 2018 mendatang. Berdasarkan rekap yang dimiliki oleh Dublin Port Company, sektor ro-ro mengindikasikan pertumbuhan yang sangat pesat dengan 736.462 unit pengangkutan dalam rentang waktu sembilan bulan pertama, atau meningkat sebesar 5,3 persen dari tahun sebelumnya. Dari presentasi tersebut, layanan ro-ro antara Irlandia dan Inggris-lah yang menunjukkan pertumbuhan pesat.

Namun, volume penggangkutan kendaraan impor baru mengalami penurunan sebesar 5,5 persen selama periode tersebut, itu berarti peningkatan terjadi dalam kasus impor kendaraan bekas dari Inggris menuju Irlandia.

Wanita Hamil Viralkan Video di MRT dan Jadi Bahan Pembicaraan Netizen Singapura

Seorang wanita yang disebut-sebut sedang hamil mengunggah sebuah video ke media sosial untuk mempermalukan pasangan muda karena duduk di salah satu kursi yang sudah ‘dipersiapkan’ di dalam MRT (Mass Rapid Transit). Sayangnya bukan menerima dukungan, video yang diunggah wanita hamil ini justru tak diterima oleh netizen.

Baca juga: Teganya Penumpang Kereta Bikin Seorang Ibu Menyusui Sambil Berdiri

Salah satunya adalah netizen yang diduga menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi dalam kereta tersebut. Netizen tersebut saat menemukan video, mengatakan dirinya berada disitu saat video tersebut direkam. Dia mengklaim bahwa wanita hamil tersebut sudah duduk di kursi lain yang tepat berada di depan sepasang muda mudi tersebut.

KabarPenumpang.com melansir dari laman mothership.sg (23/10/2017), wanita hamil itu masih terus mencari kesalahan sepasang muda mudi tersebut. Menurut saksi mata, wanita hamil tersebut ingin yang duduk di tempat muda mudi itu adalah suaminya, namun sang pemuda yang merupakan pacar si perempuan tersebut mendatangi dan duduk disebelahnya.

“Kasus ini khas Singapura. Dia adalah wanita hamil dengan empat orang anak dan bersama suami, ibunya serta asistennya di kereta. Dia sudah menyiapkan kursi yang dicadangkan tepat di seberang orang ini saat dia merekam video tersebut. Jadi saat itu pasangan muda mudi turun, kemudian sang suami mengambil tempat duduk yang telah ‘disiapkan’ bahkan dia sempat memarahi asistennya yang tidak cukup cepat mendapatkan tempat duduk di kereta.”

Beberapa orang lainnya yang menanggapi video tersebut mengatakan si wanita bisa mencoba meminta kursi tersebut dengan baik. Biasanya dengan bertanya sudah cukup, tetapi dengan mengambil video seperti ini justru membuat sesuatu hal yang biasa saja menjadi tidak sopan.

Mengecam seseorang dalam video yang diviralkan di media sosial juga bukanlah contoh yang terbaik untuk mendidik anak. Sebenarnya kursi bisa saja diberikan jika memang orang tersebut sangat membutuhkan.

Baca juga: Tak Mau Ikut Antrian, Calon Penumpang Bergaya Difabel di Bandara

Seperti kursi prioritas yang memang diperuntukan untuk orang tua, penyandang cacat serta wanita hamil. Sebelum diminta kursi prioritas ini pastinya akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Sebab siapapun yang berada di dalam kereta berhak mendapatkan kursi bila membutuhkan dan bisa meminta dengan sopan untuk kursi tersebut. Namun sayangnya, wanita hamil ini justru mengambil jalan lain dengan mudah memviralkan video dan dikecam netizen yang melihatnya.

Citilink Indonesia Buka Rute Bandara Halim Perdanakusuma – Silangit

Setelah kedatangan pesawat ke-50, Airbus A320neo dengan nomor lambung PK-GTF dengan kapasitas 180 penumpang yang tiba dari Toulouse, Perancis pada 26 Oktober 2017 kemarin, Citilink tak ingin lama berdiam diri, low cost carrier ini dikabarkan telah membuka penerbangan langsung dari Bandara Halim Perdanakusuma tujuan Silangit, Sumatera Utara. Rute baru ini juga ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara tepatnya di wisata Danau Toba.

Baca juga: Menanti Kedatangan Pesawat Ke-50, Citilink Optimis Penuhi Target di Akhir Tahun

Dalam pembukaan rute baru ini, Citilink menerbangakan Menteri Pariwisata Arief Yahya dari Halim menuju Silangit pada Sabtu (28/10//2017). “Penerbangan perdana ke Silangit ini merupakan bukti nyata dukungan dan komitmen Citilink Indonesia membantu pengembangan pariwisata nasional. Dibukanya Bandara Silangit sebagai gerbang masuk wisatawan internasional diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan, perdagangan dan investasi di Kawasan Danau Toba,” ujar Arief yang dikutip KabarPenumpang.com dari wartaekonomi.co.id (30/10/2017).

Arief mengatakan, bandara Silangit telah menunjukkan pengembangan infrastruktur yang baik sehingga mendorong pertumbuhan yang progresif atau dengan kata lain “supply creates demand” sehingga mempercepat internasionalisasi Danau Toba.

“Dengan diresmikannya Bandara Silangit sebagai bandara Internasional akan mempercepat proses pencapaian target pemerintah dan menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu pelaku utama untuk memenuhi target tersebut,” ujar Arief .

Adanya rute baru ini Citilink Indonesia berharap dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Tapanuli Utara sehingga bisa turut serta dalam mewujudkan Danau Toba sebagai salah satu lokasi wisata Indonesia selain pulau bali.

“Pembukaan rute penerbangan langsung ke Silangit ini merupakan momentum yang tepat dengan tiga pertimbangan yang mendasar yaitu pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang cukup tinggi sebesar 5,09 persen (BPS), mempercepat konektivitas Nusantara serta sebagai bentuk dukungan maskapai terhadap program pemerintah,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo.

Baca juga: Citilink Buka Rute Bersejarah, Koneksikan Semarang, Banjarmasin dan Palembang

Rute Jakarta tujuan Silangit melalui bandara Halim Perdanakusuma merupakan rute keenam yang dibuka Citilink tahun ini. Sebelumnya Citilink Indonesia membuka rute Jayapura, Dili, kendari, Gorontalo dan Ambon.

Belum lama tepatnya 29 Oktober 2017 kemarin, Citilink Indonesia juga membuka rute penerbangan yang menghubungkan tiga pulau besar di Indonesia yakni Jawa, Sumatera dan Kalimantan denga rute Semarang – Palembang dan Semarang – Banjarmasin.

Guestlogix Angkat Citra Layanan Kabin di Low Cost Carrier

Penumpang pesawat yang menggunakan maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) umumnya tidak bisa mendapatkan pelayanan seperti di maskapai dengan layanan penuh. Untuk makan saja harus beli dan terkadang kehabisan sebelum troli yang di bawa awak kabin sampai di tempat duduk Anda.

Baca juga: Inilah Deretan Aplikasi Cuaca Terbaik Untuk Smartphone Android dan iOS

KabarPenumpang.com melansir laman paddleyourownkanoo.com (4/10/2017), layanan penjualanan makanan memang tidak ramah penumpang selain cepat habis, dan membuat penumpang jenuh serta tidak nyaman dalam perjalanan. Ini merupakan masalah yang dilihat oleh Guestlogix sebagai spesialis penyedia layanan tambahan dalam penerbangan yang ingin menangani secara langsung setiap peluang dengan platform yang ada pada maskapai.

Mungkin nama Guestlogix tidak terlalu enak didengar, namun sistem ini bisa membuat maskapai penerbangan tampil lebih eksklusif. Ide ini didapat untuk memperkenalkan layanan ramah pelanggan yang sama seperti ditawarkan oleh perusahaan di darat untuk memperbaiki pengalaman penumpang dan pendapatan tambahan.

Namun, ini bukan hanya mengedepankan point of sale agar pekerjaan awak kabin lebih mudah, melainkan untuk memberikan lebih banyak peluang bagi maskapai untuk mendapatkan tambahan revenue. Sistem ini bisa digunakan dengan baik untuk cara menjual makanan dan minuman dengan membayar di kabin. Aplikasi tersebut dapat terhubung ke sistem penerbangan saat Anda akan mengupgrade kursi penerbangan dan akses lounge.

Baca juga: Delapan Aplikasi Ini Bisa Pantau Pergerakan Pesawat via Smartphone

Guestlogix mengklaim bahwa pengalaman di darat menunjukkan bahwa konsumen sangat mengadopsi teknologi seperti ini yang menyebabkan kenaikan peningkatan signifikan. Cara kerja aplikasi ini sama seperti aplikasi pemesanan makanan lainnya, hanya bedanya saat penumpang sudah membeli tiket, aplikasi ini bisa digunakan untuk memesan barang yang akan dibawa pada penerbangan Anda. Biasanya pesanan berupa makanan atau minuman serta barang lainnya dan memungkinkan perusahaan penerbangan mengelola pesanan dengan mudah dan memastikan pelayanan ke pelanggan diterima dengan baik.

Mengambil data dari sistem yang ada, platform dapat mengidentifikasi peluang penjualan yang melonjak, memberikan penawaran dan pesan yang dipesan lebih dahulu kepada pelanggan untuk memaksimalkan pendapatan. Data tambahan dari program frequent flyer dapat digunakan untuk menawarkan diskon dan penawaran khusus kepada pelanggan yang membeli dengan harga tinggi.

Selama di dalam pesawat, tidak perlu menunggu troli makanan sampai di depan kursi. Penumpang bisa membuka aplikasi dan pesan dari tempat duduk mereka. Dengan memanfaatkan jaringan local area network, pesanan dikirim langsung ke aplikasi awak kabin. Pembayaran diproses dengan aman melalui aplikasi yang membuat pekerjaan awak kabin lebih mudah dan cepat.

Dan setelah penerbangan selesai, Guestlogix kemudian dapat menjual paket tujuan dan mengumpulkan umpan balik yang penting dari penumpang. Data tersebut kemudian diumpankan kembali ke maskapai untuk lebih meningkatkan proposisi layanan mereka. Guestlogix telah mendaftarkan sejumlah maskapai penerbangan untuk sistem ini dan lebih banyak lagi diharapkan segera bergabung. Sampai saat mayoritas penggunanya adalah maskapai bertarif rendah.

“Waroeng ASDP,” Model Kantin Baru di Kapal Ferry Yang Hangat dan Higienis

Menyambut momen Sumpah Pemuda ke-89 pada 28 Oktober lalu, BUMN PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola pelabuhan dan penyedia layanan penyeberangan ferry nasional, mencanangkan kampanye baru yang diberi label #asdpSERU, ini merupakan semangat peningkatan kualitas layanan on board. Lewat kampanye tersebut, PT ASDP perlahan-lahan ingin merubah paradigma pengguna jasa pada layanan di dalam kapal, khususnya pada fasilitas kantin di kapal dan penyediaan On Board Entertainment berupa akses WiFi di kabin penumpang.

Baca juga: Pelabuhan Bojonegara, Mungkinkah Jadi “Pesaing” Pelabuhan Ferry Merak?

Selama ini ada stigma diantara pengguna jasa ferry bahwa kantin di dalam kapal ‘jorok, makanan yang disajikan terkesan tidak higienis serta dilayani dengan petugas yang berpakaian tanpa seragam. Nah, lewat kampanye #asdpSERU kini PT ASDP telah meluncurkan kantin yang lebih bersih, modern dan hangat bagi penumpang. Dari ornamen, kantin ini sarat dengan motif kayu, bahan marmer serta penggunaan lampu LED strip white warm.

“Hadirnya kantin ini diharapkan bisa memberikan kesan yang natural, hangat serta ramah. Kami menyebutnya sebagai Waroeng ASDP dan saat ini telah hadir di KMP Sebuku,” ujar Mario S Oetomo, Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry kepada KabarPenumpang.com. Ia menambahkan, “Waroeng ASDP” memang saat ini baru hadir di KMP Sebuku dan menjadi pilot project untuk re-desain kantin di seluruh kapal PT ASDP nantinya.

Di awal peresmian, menu yang jadi andalan di kantin adalah nasi goreng bakso, nasi uduk, nasi campur bali dan popmie bakso. Menu pada Waroeng ASDP mengacu pada standar makanan dan minuman yang ada di PT KAI. “Kami menggunakan produk dari Popso yang serupa di gerbong PT KAI, sehingga makanan cepat saji terjamin kualitas rasa dan kebersihannya,” kata Mario. Untuk menyiapkan sajian hangat 24 jam, kantin ini dilengkapi dengan microwave.

Baca juga: Francisco, Kapal Ferry Wisata dengan Kecepatan 51,8 Knot!

Waroeng ASDP tidak berada di lounge khusus, namun posisinya berada di kelas eksekutif. Dalam peresmian yang dihadiri para direksi, PT ASDP memberi gratis makanan dan minuman untuk penumpang yang bertandang ke Waroeng ASDP. Mario menuturkan bahwa Waroeng ASDP dijalankan dengan pola kerja sama dengan mitra, adanya inovasi ini menjadi poin untuk meningkatkan pendapatan dari sektor aneka usaha dan jasa.

Kopi dengan Cita Rasa Tinggi Kini Hadir Dalam Penerbangan

Masih ingat air panas yang disediakan di pesawat dalam penerbangan? Ya, ada yang melansir bahwa yang digunakan adalah air keran dengan kandungan bakteri yang cukup banyak. Hal ini membuat banyak penumpang tidak memilih untuk memesan kopi atau teh yang harus di seduh dengan air panas.

Baca juga: Teh dan Kopi Panas Tak Baik Dipesan Dalam Penerbangan? Ini Alasannya!

Tak hanya itu, terkadang kopi yang di sajikan dalam pesawat pun kurang bisa dinikmati, ini bukan karena air yang digunakan, melainkan rasa yang ada terasa kurang nikmat. Tetapi beberapa maskapai saat ini sudah mulai membuka mata dan beralih ke pembuatan minuman yang sudah disempurnakan, khususnya bagaimana menyajikan kopi dengan baik.

KabarPenumpang.com melansir dari laman ausbt.com.au (18/10/2017), tiga maskapai besar internasional saat ini sudah mengganti kopinya dengan berbagai macam kopi, baik itu dengan alat baru bernama Nespresso, ataupun racikan maskapai sendiri. Mesin Nespresso menghasilkan espresso dengan menggunakan jumlah bubuk kopi yang optimum serta sumber daya air dan listrik sesedikit mungkin.

1. Air New Zealand beralih ke kopi Kiwi organik
Para penikmat kopi di darat dan di udara tak akan merasakan perbedaan berarti setelah mencicipi kopi dari kabin Air New Zealand, yakni campuran kopi biasa dan organik diproduksi oleh Hummingbird di Christchurch. Maskapai ini memberikan inovasi kopi baru dan membuat banyak penumpang mengunjungi lounge di bandara yang ada di Sydney dan Melbourne di Australia. Penumpang bisa memesan secangkir kopi segar seperti yang disukai dengan menggunakan aplikasi smartphone maskapai ini dan meminta penumpang untuk memesan saat mereka memasuki lounge. Diketahui sebanyak 2,8 juta pesanan dari kopi sudah masuk ke aplikasi AirNZ.

Baca juga: Nikmati Perjalanan dengan Makanan dan Minuman Sehat

2. Virgin Australia mengekstrak Nespresso di kelas bisnis
Sebagai penumpang Virgin Australia saat berada di pesawat Airbus A330 atau Boeing 777 akan dilayani dengan mesin Nespresso di kabin saat meminta secangkir kopi. Dengan mesin ini, kopi yang Anda pesan seperti espresso, cappuccino dan macchiato bisa disajikan dengan rasa yang berkelas.

“Akhirnya Anda bisa mendapatkan kopi yang layak di pesawat terbang. Saya tahu kedengarannya seperti hal kecil, tapi saya tidak dapat menemukan orang yang menyukai kopi maskapai. Sekarang kopi Nespresso yang ada di maskapai kami sama baiknya dengan yang Anda dapatkan di rumah atau kafe,” ujar CEO AirNZ, John Borghetti.

Kabar baiknya, para penumpang bisa menyesuaikan selera dengan pilihan antara Ristretto Intenso, Espresso Forte atau Espresso Decaffeinato. Layanan kopi ini juga ditawarkan Virgin Australia beserta baristanya di lounge yang mereka miliki di bandara Australia.

3. United Airlines sediakan kopi Illy Italia
Maskapai yang satu ini menyediakan latte mewah dengan menggunakan kopi campuran yang sudah di saring. United diketahui sudah menyediakan kopi hampir 200 ribu cangkir perharinya. Kopi ini di panggang di Italia oleh Illy dengan menggunakan biji kopi yang bersumber dari Brazil, Central Amerika, India dan Afrika. Pencampuran ini karena pelancong akan kehilangan rasa mereka dalam menikmati makanan atau minuman seekitar 30 persen saat berada di ketinggian.

Maskapai ini juga mengetes kopi dan memadukan beragam jenis dan suhu air di kabin. Sebab suhu air bisa mempengaruhi rasa kopi itu sendiri. Di pesawat Boeing 787 Dreamliner milik United, tekanan kabin setara dengan 6000 kaki di ketinggian dan air mendidih harus sekitar 93,6 derajat Celcius. Sedangkan untuk Boeing 767 dan 777 yang bertekanan 8000 kaki lebih tinggi, suhu mendidih turun menjadi 91,6 derajat Celcius. Penumpang United mengatakan, perpaduan baru ini untuk menumbuhkan selain aroma juga rasa yang kuat.

“Aroma bagus, rasa yang kuat tetapi tidak terlalu kuat,” ujar beberapa penumpang.

Dari Italia Sampai Ke Inggris, Berikut 10 Bandara Tersibuk di Benua Biru!

Pemandangan hilir mudik penumpang di bandara memang bukanlah suatu hal yang aneh, terutama jika mendekati peak season, maka tidak heran jika salah satu gerbang masuk dan keluar suatu negara ini mulai dipadati oleh banyak orang. Di luar konteks peak season, berikut adalah 10 bandara tersibuk di daratan Eropa yang KabarPenumpang.com himpun dari laman businessrevieweurope.eu.

  1. Bandara Leonardo da Vinci-Fiumicino, Italia
    Terletak di luar kota Roma, Italia, bandara ini melayani 41,2 juta penumpang pada tahun 2016. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 3 persen dari tahun sebelumnya. Di tahun yang sama, Bandara Leonardo da Vinci-Fiumicino mencatat 314.167 pergerakan pesawat sepanjang tahun 2016.
  2. Bandara Munich, Jerman
    Sepanjang tahun 2016, bandara yang terletak di dekat Freising, Jerman ini melayani 42 juta penumpang. Dalam kasus tertentu, bandara ini juga memegang beberapa predikat; bandara tersibuk ke-15 di dunia yang melayani penumpang internasional, bandara tersibuk kedua di Jerman, dan bandara dengan tujuan penerbangan terbanyak di dunia (248 destinasi). Pada 2016, Bandara Munich ini juga menangani hampir 395.000 pergerakan pesawat dan 354.000 metrik ton kargo.
  3. Bandara London-Gatwick, Inggris
    Bandara terbesar kedua di Eropa ini melayani 43.119.628 penumpang dalam periode tahun 2016 atau meningkat 7 persen dari tahun sebelumnya. Bandara London-Gatwick ini juga mencatat 281.000 pergerakan pesawat dari 115 destinasi yang ditawarkan pada tahun 2016 kemarin.
  4. Bandara Barcelona El Prat, Spanyol
    Bandara Barcelona El Prat ini menangani lebih dari 44,1 juta penumpang pada tahun 2016 kemarin atau meningkat sebesar 11,2 persen dari tahun 2015. Angka tersebut lalu mencatatkan sejarah tersendiri bagi bandara ini. Tidak hanya dari segi penumpang, Bandara Barcelona El Prat ini juga mencatat peningkatan pergerakan pesawat yang cukup signifikan, yaitu 307.864 pergerakan pesawat sepanjang tahun 2016 atau meningkat 6,6 persen dari tahun sebelumnya.
  5. Bandara Adolfo Suárez-Madrid Barajas, Spanyol
    Posisi keenam ditempati oleh Bandara terbesar di Spanyol, Bandara Adolfo Suarez-Madrid Barajas, dimana pada tahun 2016 silam, bandara ini tercatat melayani 50,4 juta penumpang. Bandara ini juga menangani 378 pergerakan pesawat dan 415.000 metrik ton kargo pada tahun yang sama.
  6. Bandara Istanbul Atatürk, Turki
    Bandara Ataturk Istanbul, yang terletak di Istanbul, Turki ini melayani total 60.119.215 penumpang sepanjang tahun 2016 silam, dengan 41 juta diantaranya merupakan penumpang Internasional. Data terbaru menyebutkan bahwa bandara ini merupakan bandara yang melayani rute penerbangan terbanyak kedua di dunia.
  7. Bandara Frankfurt, Jerman
    Sebagai kota terbesar kelima di Jerman, Frankfurt dinominasikan sebagai bandara tersibuk keempat di Eropa. Data statistik menyebutkan bahwa bandara ini menangani hampir 60,8 juta penumpang yang terbang dari dan ke Bandara Frankfurt pada periode 2016. Bandara ini juga menangani lebih dari 2,1 juta ton kargo dan memfasilitasi lebih dari 462.000 pergerakan pesawat pada 2016.
  8. Bandara Amsterdam Schiphol, Belanda
    Melayani lebih dari 63,6 juta penumpang, memproses sekitar 1,7 juta ton kargo, dan memiliki catatan 479.000 gerakan pesawat menjadikan Bandara Amsterdam Schiphol ini menduduki peringkat ketiga bandara tersibuk di Eropa. Bandara ini juga diketahui menyediakan 176 rute penerbangan yang dapat Anda pilih.
  9. Bandara Charles de Gaulle, Perancis
    Per tahun 2016 kemarin, bandara yang terletak di kota Paris ini melayani hampir 66 juta penumpang dan menjadikannya bandara tersibuk kedua di Benua Biru. Bandara yang juga dikenal sebagai Bandara Roissy-Paris ini menawarkan penerbangan langsung ke sekitar 256 kota di seluruh dunia.
  10. Bandara Heathrow, Inggris
    Menurut volume lalu lintas penumpang, Bandara Heathrow yang melayani 75,7 juta penumpang pada tahun 2016 ini menjadikannya jawara bandara tersibuk di Eropa. Bandara ini juga menangani lebih dari 1,54 juta metrik ton kargo dan memfasilitasi hampir 475.000 pergerakan pesawat. Bandara Heathrow menyediakan lebih dari 180 destinasi di 90 negara.

Sebagai perbandingan, Bandara Atlanta Hartsfield-Jackson di AS dianugerahi gelar bandara tersibuk di dunia, dengan melayani lebih dari 104 juta penumpang pada tahun 2016 kemarin. Kira-kira, Bandara Internasional Soekarno Hatta berada di posisi berapa ya?

 

Iwasaki Yataro – Titisan Keluarga Samurai Yang Sukses Mendirikan Mitsubishi

Dari mulai L300, beragam truk, hingga Pajero Sports, hampir tidak ada orang yang meragukan kualitas produk Mitsubishi. Sejak ditemukan pada 1870 atau sekitar 147 tahun yang lalu, tentunya perusahaan ini sudah banyak sekali memakan asam garam dalam memproduksi bermacam kendaraan. Lalu, kira-kira siapa ya pendiri perusahaan ini? Kalau dilihat dari nama perusahaannya sih, kemungkinan besar yang merintis usaha ini pertama kali adalah orang Jepang, benar tidak ya?

Baca Juga: Joseph Armand Bombardier – Ketika Minat, Bakat, dan Kegigihan Membuahkan Hasil Manis

Perkenalkan, Iwasaki Yatarō, pria kelahiran 9 Januari 1835 ini merupakan founder dari perusahaan multinasional yang kini sudah merangkul beberapa anak perusahaan dan mengganti namanya menjadi Mitsubishi Group. Iwasaki terlahir dari keluarga petani di Aki, provinsi Tosa, dimana kondisi keluarganya bisa dibilang kurang mampu. Terbukti bahwa ia merupakan cicit dari seorang pria yang telah menjual status samurai yang melekat di keluarganya untuk membayar hutang. Iwasaki memulai karirnya sebagai pegawai di klan Tosa, yang disinyalir klan ini memiliki beragam kepentingan bisnis yang tersebar luas di hampir seluruh wilayah di Jepang.

Ketika menginjak usia 19 tahun, Iwasaki memilih untuk bertolak menuju Edo atau yang kini dikenal  dengan Tokyo untuk mengenyam bangku pendidikan. Sayangnya, setahun berselang ia terpaksa untuk berhenti sekolah sementara dan kembali ke kampung halamannya mengingat kondisi ayahnya yang terluka parah setelah terlibat perselisihan dengan kepala desa.

Sudah jatuh, terimpa tangga pula. Mungkin peribahasa ini cocok untuk menggambarkan situasi yang dialami Iwasaki kala itu. Ketika ia tengah berusaha untuk menuntaskan kasus ayahnya, pihak pengadilan justru lebih berpihak pada sang kepala desa, dan malah menuduh Iwasaki telah melakukan tindak korupsi. Sedihnya, bukan keadilan yang di dapat, melainkan Iwasaki terpaksa mendekap di balik jeruji besi selama tujuh bulan atas tuduhan tersebut. Selepas masa kurungan, Iwasaki berencana untuk memutihkan status mantan narapidananya terlebih dahulu sebelum akhirnya kembali bekerja sebagai guru.

Sekembalinya Iwasaki ke Edo, ia lalu bersosialisasi dengan para aktivis politik dan belajar di bawah asuhan seorang reformis bernama Yoshida Toyo, yang akhirnya sedikit banyak memengaruhi pola pikir Iwasaki. Sejak menerima banyak ilmu dari Yoshida, gagasannya pun mengerucut untuk membuka dan mengembangkan industri lokal Jepang yang kala itu tertutup oleh industri dan perdagangan luar negeri. Tidak hanya itu, Yoshida juga berperan dalam kembali diangkatnya Iwasaki sebagai pegawai pemerintahan di Tosa hingga ia berhasil membeli kembali status samurai yang pernah digadaikan oleh keluarganya ketika ia masih kecil.

Iwasaki Yatarō. Sumber: iostream.info

Sejurus kemudian, ia dipromosikan ke posisi puncak di kantor perdagangan klan Tosa di Nagasaki, dan Iwasaki bertanggung jawab untuk mengurus pertukaran minyak kapur barus dan kertas dengan kapal, senjata, dan amunisi.

Meledaknya Restorasi Meiji pada tahun 1868 memaksa Iwasaki hengkang ke Osaka untuk menyewakan hak perdagangan untuk klan Tsakio Trading Company milik Tosa. Lima tahun berselang, perusahaan yang dipegang oleh Iwasaki berganti nama menjadi Mitsubishi. Nama tersebut dipilih karena memiliki etimologinya sendiri. Mitsu artinya tiga ; sedangkan Bishi, sering digunakan dalam bahasa Jepang untuk mengganti kata berlian. Maka tidak heran jika lambing Mitsubishi bergambarkan tiga berlian.

Periode 1874 hingga 1875, Iwasaki dan perusahaan tengah fokus terhadap perintah dari pemerintah Jepang yang memintanya untuk bisa mengatasi masalah transportasi para serdadu Jepang dan pengangkutan senjata. Mitsubishi menerima sejumlah kapal pada tahun 1875 pasca Japanese Expedition yang bergulir sejak 1874. Hal tersebut menguatkan hubungan yang dijalin oleh Mitsubishi dan pemeritah Jepang sendiri. Sebagai rasa terima kasih, perusahaan yang dikomandoi oleh Iwasaki tersebut terjun langsung untuk memfasilitasi dan membawa pasukan Jepang memenangi Satsuma Rebellion di tahun 1877.

Baca Juga: Gottlieb Wilhelm Daimler – Serap Ribuan Ilmu Jadi Kunci Kesuksesan Bapak Otomotif Asal Jerman Ini

Sejak saat itu, Iwasaki yang berada di balik otak perusahaan Mitsubishi turut tumbuh berkembang seiring transformasi Jepang menuju negara modern. Lepas saat itu, Iwasaki lalu berinvestasi di sektor pertambangan, perbaikan kapal, dan keuangan. Pada tahun 1884, Mitsubishi berpeluang untuk membuat kapal dalam skala besar setelah Iwasaki menandatangani kontrak kerja sama dengan Nagasaki Shipyard.

Di usianya yang menginjak 50 tahun, Iwasaki dipaksa kembali untuk pulang, bukan ke kampung halamannya melainkan ke hadapan Sang Pencipta pada 7 Februari 1885. Ia harus menyerah pada penyakit kanker lambung yang kian hari kian menggerogoti tubuhnya. Mitsubishi pun diambil alih oleh saudara laki-lakinya, yang kemudian diambil alih oleh Hisaya, anak dari Iwasaki.

Arigatō gozaimashita, Iwasaki!