Menyambut HUT RI Ke-72, PT Angkasa Pura II Beri Cash Back Pada Maskapai

PT Angkasa Pura II (Persero) memberikan kado yakni insentif untuk menyambut HUT RI Ke-72 berupa cash back pada maskapai yang melayani penerbangan domestik pada 17 Agustus 2017 di seluruh bandara yang berada di bawah naungan BUMN tersebut. Insentif Cash back ini diberikan seperti perayaan memperingati tanggal kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Baca juga: Angkasa Pura II Beri Insentif Maskapai Untuk Extra Flight Domestik

Cash back yang diberikan yakni sebesar 17 persen dari biaya Jasa Pendaratan, delapan persen dari biaya Jasa Counter dan 45 persen dari biaya Jasa Aviobridge. “Pemberian cash back ini merupakan salah satu cara AP II dalam merayakan Hari Kemerdekaan bersama-sama dengan stakeholder lainnya khususnya maskapai nasional. Semoga dengan kebijakan ini dapat turut membantu biaya operasional maskapai, di mana insentif dalam bentuk lainnya juga akan diberikan AP II pada kesempatan lainnya,” jelas
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (11/8/2017).

Baca juga: Barisan Menteri Ajak Warga Dukung PT Angkasa Pura II Untuk Penghargaan Internasional

Awaluddin menambahkan, untuk memastikan kebijakan cash back berjalan lancar, pihaknya mengimbau agar semua maskapai nasional berkoordinasi dengan Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan General Manager di 12 bandara yang berada di bawah naungan AP II.

Adapun sebelum kebijakan cash back dalam rangka Hari Kemerdekaan ini, AP II sebelumnya juga telah memberikan sejumlah insentif kepada maskapai guna mendorong pertumbuhan industri penerbangan nasional dan semakin luasnya jaringan penerbangan atau konektivitas udara sejalan dengan nawacita yang dicanangkan oleh pemerintah.

Berbagai insentif yang diberikan pada tahun ini ke maskapai diantaranya juga guna mendorong pertumbuhan penumpang, baik itu pebisnis maupun wisatawan, di seluruh bandara AP II. Pada semester 1 tahun 2017 pergerakan penumpang sebanyak 49,38 juta penumpang di mana hingga akhir tahun ditargetkan dapat mencapai 104 juta penumpang. Sementara itu, pergerakan pesawat pada Januari-Juni 2017 tercatat sebanyak 397.792 pergerakan dan hingga akhir tahun ini ditargetkan mencapai 756.943 pergerakan.

 

Setiap Pintu Toilet di Kabin Pesawat Ternyata Punya “Kunci Rahasia”

Banyak hal tersembunyi di pesawat yamg mungkin tidak diketahui orang awam, sehingga ada baiknya sebagai penumpang pesawat gunakanlah tempat-tempat di dalam pesawat dengan bijak. Sebab, salah-salah bukannya Anda mendapat privasi malahan bisa mendapat malu. Salah satu yang harus digunakan dengan bijak adalah toilet di kabin sebagai  tempat privasi untuk membuang hajat atau sekedar membasuh muka di wastafel.

Baca juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda

KabarPenumpang menlasir dari thesun.co.uk (1/8/2017), setiap orang di dalam pesawat berhak memiliki privasi dan merasakan kenyaman, namun apa jadinya bila sesuatu yang tadinya dianggap privasi, namun malah sebaliknya. Sebagai contoh adalah pintu pada toilet, bila Anda anggap bahwa pintu hanya bisa dibuka dan dikunci dari dalam, itu ternyata salah.  Pintu model lipat pada toilet kabin dapat dibuka dari luar. Lantas dimanakan panel pembuka pintu dari luar berada? Panel pembuka pintu toilet ternyata justru ada dibalik tulisan toilet atau lavatory, bila dibuka akan kait rahasia yang bisa membuka pintu toilet dari luar.

Pintu toilet pesawat (The Sun)

Mungkin bagi Anda penumpang awam di pesawat tidak akan mengetahui bahwa di balik tulisan toilet ada kait, tetapi para awak kabin pastinya sangat jelas mengetahui tentang seluk beluk pesawat termasuk kunci darurat otomatis toilet. Itu semua tentu ada maksudnya, terlebih bila terjadi kondisi darurat, maka awak kabin harus dapat membuka pintu toilet dari luar. Sebagai contoh, bila ada penumpang yang tiba-tiba mengalami serangan jantung, maka awak kabin harus mendapat akses untuk masuk ke bilik toilet.

Baca juga: Waspada! Inilah Lokasi Favorit Bakteri di Dalam Kabin Pesawat

Diantara kasus lain yang kerap terjadi adalah anak kecil yang tak  sengaja terkunci di dalam toilet. Bahkan dalam sedikit kasus, ada pasangan yang mencoba mesum di bilik toilet, maka dengan adanya tools khusus dari luar, jangan sangka pintu toilet tidak dapat dibuka oleh awak kabin.

Baca juga: Penumpang Wanita Ditemukan Tewas, Dibawa Keluar Pesawat dengan Diseret

Konfigurasi bilik toilet di Airbus A320

Bilik Toilet Terkoneksi di Airbus A320
Kebanyakan bilik toilet di kabin dirancang dengan ukuran pas-pasan, namun ada yang berbeda dari bilik toilet di pesawat Airbus A320/A321, pasalnya pada bagian belakang ada dua bilik toilet yang saling berjajar dan dapat dibuka sekat diantara keduanya. Seorang pramugari asal Swiss mengungkapkan dua bilik toilet yang terkoneksi tersebut pernah digunakan untuk tujuan mesum oleh pasangan penumpang yang nakal. Tentu saja Airbus mendesain toilet tersebut untuk maksud baik, yakni guna memudahkan akses ke toilet bagi penumpang difabel.

 

Ada ‘Turn Back Crime’ di Airbus A320 AirAsia

Maskapai AirAsia dan International Criminal Police Organization atau lebih dikenal sebagai Interpol telah bekerjasama untuk mengkampanyekan program Interpol yang sangat kondang, ‘Turn Back Crime.’ Sebagai wujudnya adalah pembuatan livery khusus ‘Turn Back Crime’ pada body pesawat AirAsia jenis Airbus A320.

Sebagai informasi, livery pesawat adalah sebuah skema logo dan gambar-gambar yang digunakan pada sebuah pesawat, dan biasanya sudah menjadi standar untuk sebuah maskapai penerbangan dan pesawatnya tersebut. Livery dapat digunakan pada bagian-bagian pesawat, seperti sayap, buntut, badan, dan sirip buntut pesawat.

Baca juga: Mau Wisata Ke Makau? Kini AirAsia Tawarkan Penerbangan Langsung dari Jakarta

KabarPenumpang.com mengutip dari akun Facebook milik AirAsia, ternyata kerjasama ini sudah berlangsung sejak 3 November 2014 dan diresmikan di Monaco saat sidang umum tahunan Interpol dengan tema “Turn Back Crime: 100 years of internasional police cooperation“. Livery pesawat pada AirAsia di desain untuk mempromosikan kampanye global dan mengajak seluruh pihak terkait yakni penegak hukum, publik hingga swasta bersatu melawan segala praktik kejahatan dan terorisme.

Kerjasama yang sudah ada ini, membuat AirAsia sejak Juni 2014 menjadi maskapai penerbangan pertama yang menerapkan sistem interpol I-checkit untuk melacak keaslian paspor penumpang berdasarkan database dokumen perjalanan yang hilang dan dicuri atau Stolen and Lost Travel Documents (SLTD) yang dimiliki Interpol. Sistem ini juga terintergrasi dengan seluruh area operasi internasional AirAsia yang meliputi 100 jaringan bandara di seluruh Asia dan 600 penerbangan internasional per hari di lebih dari 20 negara.

Group CEO AirAsia, Tony Fernandes mengatakan, “Kami sungguh bangga dengan diluncurkannya livery Turn Back Crime yang menambah livery terbaru di jajaran armada Grup AirAsia. Peluncuran livery ini merupakan komitmen kami dalam upaya peningkatan keamanan dan keselamatan penumpang. Pesawat ini akan membawa pesan penting untuk melawan terorisme dan kejahatan menuju ke-23 destinasi dalam jaringan AirAsia. Kami berharap kerja sama yang terjalin antara AirAsia dan Interpol semakin mendukung keamanan perjalanan udara dan menjadi sebuah tolok ukur bagi industri penerbangan dunia.”

Baca juga: Setelah 2 Jam Alami Guncangan Hebat, Airbus A330 AirAsia X Kembali ke Perth

Sunu Widyatmoko, Presiden Direktur AirAsia Indonesia mengatakan, “Sebagai salah satu tindak lanjut kerja sama tersebut, kami dengan bangga mendedikasikan satu unit pesawat Airbus A320 milik AirAsia Indonesia untuk dilakukan pengecetan livery dengan corak Interpol. Pesawat dengan livery khusus ini secara regular terbang dan mendarat di berbagai kota di Indonesia maupun sejumlah negara ASEAN lainnya, sehingga membuat kampanye keamanan yang dilakukan AirAsia dan Interpol dapat berjalan efektif.”

Sementara, itu, Sekretaris Jenderal Interpol, Ronald K. Noble mengatakan bahwa, AirAsia telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung keselamatan dan keamanan penumpang melalui penerapan sistem I-Checkit. Dengan mendukung kampanye Turn Back Crime ini, AirAsia telah membantu untuk menyebarkan pesan khusus yaitu mengajak masyarakat luas dalam memerangi kriminalitas.

Baca juga: AirAsia X Tujuan Kuala Lumpur Alami Turbulensi, Lima Penumpang Terluka

Istilah Turn Back Crime menjadi booming setelah terjadinya peristiwa pengeboman di dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada awal Januari 2016. Dalam peristiwa itu, tim kepolisian Daerah Metro Jaya terjun ke lokasi mengenakan kaus polo berwarna biru donker bertuliskan Turn Back Crime di dada kanan. Ditambah pantalon kargo berwarna khaki, dan low top sneakers berwarna senada, penampilan mereka tampak gagah. Dengan pistol teracung, mereka berlari, dan memburu penembak dan pelempar bom yang menewaskan empat orang dan puluhan orang luka-luka itu. Di Indonesia, kampanye Turn Back Crime diluncurkan pada akhir November 2015. Karena tujuannya merangkul warga kota, busananya pun “melebur” dengan lingkungan sekitar.

Parade Halte Unik Dengan Sokongan Promosi dan CSR

Ajang promosi bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan mengaitkan program CSR (Corporate Social Responsibility), dan bila melirik ke aspek transportasi, maka ‘menyulap’ halte menjadi sesuatu yang unik dan berkarakter bisa menjadi sebuah pilihan.

Brand awareness produk atau layanan dapat lebih luas dikenal publik, sementara disisi lain, kreasi dari atas halte dapat dirasakan manfaatnya oleh warga dan calon penumpang. Berbicara soal kampanye di infrastruktur transportasi tersebut, berikut KabarPenumpang.com sarikan tiga halte yang tampil keren setelah disulap oleh berbagai perusahaan

Baca Juga: Tekan Emisi Karbon, di Perth Dibangun Halte Bus Dengan Motion Sensor

Osram Bus Station

Sumber: creativeguerrillamarketing.com

Bermula dari ide untuk mengentaskan masalah krisis listrik di Afrika Selatan, Osram lalu merealisasikan ide tersebut dengan membangun sebuah halte bus yang cukup unik. Di halte tersebut, lampu akan mati ketika tidak ada orang yang menggunakannya, dan akan menyala ketika ada orang yang masuk. Lampu tersebut akan menyala dengan menggunakan sebuah sensor.

PlayStation 2 Bus Station

Sumber: pinterest

Sebuah konsol game populer, PalyStation juga pernah ikut mengkapanyekan produksinya. Bertempat di Malaysia, tepatnya pada tahun 2005 silam, perusahaan ini memasang iklan di sebuah halte bus. Tidak hanya memajang logo PlayStation, tapi juga memasang sebuah bubble wrap yang panjangnya setara dengan panjang halte. Sembari menunggu, para penumpang bisa memecahkan bubble wrap yang tersedia.

Baca Juga: North Carolina Canangkan Halte Bus dengan Tenaga Surya

Fitness First Bus Station

Sumber: viralblog.com

Di Belanda, halte bus yang disulap oleh Fitness First. Di sini para penumpang bisa menimbang berat badan mereka dengan duduk di bangku yang tersedia di halte tersebut. Jadi, sambil menunggu bus, Anda bisa mengetahui berat badan Anda sendiri.

 

Akibat Insiden Pintu Kereta, Jadwal MRT di Singapura Alami Penundaan

Land Transport Authority (LTA), otoritas jasa angkutan darat, dibawah Kementerian Transportasi Singapura telah meminta penyedia layanan Singapore Mass Rapid Transit (SMRT) untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap seluruh moda di layanan tersebut. Permintaan ini dilayangkan setelah ditemukannya sebuah pintu yang longgar dan menyebabkan beberapa kali penundaan keberangkatan di sepanjang jalur MRT dari jalur Utara-Selatan dan Timur-Barat pada hari Selasa (25/7/2017) pagi.

Baca Juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan

Dalam sebuah pernyataan, otoritas tersebut mengatakan bahwa insiden yang sempat menganggu pengoperasian SMRT secara keseluruhan tersebut diketahui manakala kereta melintasi sebuah terowongan di dekat stasiun Tiong Bahru di sepanjang Excess Weight Loss (EWL). Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com, otoritas setempat terpaksa mematikan tenaga pembangkit agar para teknisi bisa melepaskan pintu dengan aman.

Akibatnya, layanan kereta api antara stasiun Queenstown dan Bugis terpaksa berhenti selama 30 menit. Setelah pintu tersebut berhasil dilepas pada siang harinya, layanan kereta api pun bisa kembali beroperasi secara normal. Pihak LTA sendiri menambahkan perlu diadakan pengecekan menyeluruh sebelum moda beroperasi. “Sebagai tindakan pencegahan, kami telah meminta SMRT untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Kami tengah menyelidiki penyebab pintu yang longgar agar tidak terulang kembali,” ujarnya.

Pihak LTA menegaskan bahwa insiden ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan pengujian sistem persinyalan baru yang sedang berlangsung di jalur Utara – Selatan. Penundaan keberangkatan ini terjadi pada pukul 06.30 waktu setempat, dimana warga berbondong-bondong menuju stasiun MRT untuk memulai aktifitasnya. Bahkan, beberapa penumpang mengklaim bahwa mereka terjebak di stasiun Lakeside.

Baca Juga: Bus 3 Pintu, Calon Primadona Masyarakat Singapura

Dalam cuitannya, pihak SMRT mengatakan bahwa kereta beroperasi pada interval yang lebih lama karena sebuah kesalahan tenaga intermiten. Tidak hanya di jalur tersebut, Jalur Barat – Timur juga mengalami masalah yang mengharuskan para penumpang yang hendak bepergian dari stasiun Joo Koon menuju stasiun Commonwealth mengalami penundaan keberangkatan. Lalu pada sang harinya, tepatnya pukul 11.15 waktu setempat, tertulis di Facebook bahwa “panel lepas di dekat stasiun MRT Tiong Bahru, yang menyebabkan jalur Utara – Selatan dan Timur – Barat mengalami kelumpuhan sementara.

Tidak lama berselang dari postingan di jejaring sosial Facebook tersebut, salah satu halte bus yang berada di dekat stasiun MRT Queenstown diserbu oleh kerumunan warga yang nasibnya terombang-ambing akibat penundaan keberangkatan tersebut. Kejadian ini sempat menjadi viral di Singapura beberapa waktu yang lalu karena imbasnya yang sangat besar.

Tingkatkan Akselerasi Perusahaan, Angkasa Pura Airports Tambah Direksi Baru

Guna meningkatkan kinerja perusahaan dan merespon peluang usaha yang kian meningkat, PT Angkasa Pura I atau yang dikenal sebagai Angkasa Pura Airports mendapat perkuatan baru pada jajaran direksi. Lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) ada penambahan jabatan baru pada susunan direksi dengan diangkatnya Jhonny Tjitrokusumo sebagai Direktur Hubungan Internasional dan Pengembangan Usaha di Angkasa Pura Airports.

Baca juga: Tiga Bandara Angkasa Pura Airports Masuk Peringkat 10 Besar Dunia

Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (11/8/2017), penambahan Direksi diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) melalui surat Nomor: SK-155/MBU/08/2017 tentang Perubahan Nomenklatur Jabatan dan Pengangkatan Anggota Direksi Angkasa Pura Airports. Dalam surat tersebut Menteri BUMN Rini Soemarno mengangkat secara resmi Sardjono Jhonny Tjitrokusumo sebagai Direktur Hubungan Internasional dan Pengembangan Usaha.

“Bergabungnya Sardjono Jhonny Tjitrokusumo sebagai anggota Direksi di Angkasa Pura Airports tentu akan berdampak positif dimana saat ini perusahaan sedang fokus pada percepatan pembangunan terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan proyek pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo. Selain itu ada juga 9 bandara yang akan dikembangkan guna mengatasi cepatnya pertumbuhan penumpang di bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura Airports,”ujar Corporate Secretary Angkasa Pura Airports , Israwadi.

Sardjono Jhonny Tjitrokusumo lahir di Jakarta, 5 Agustus 1971 telah malang melintang di dunia penerbangan di Tanah Air. Ia mengawali karirnya sebagai Pilot di Merpati Airlines pada tahun 1991 hingga 2004. Pada tahun 2006 hingga 2007 ia menjadi Pilot pada maskapai internasional Qatar Airways. Sejak tahun 2008 ia menjadi Pilot Senior pada maskapai Internasional Etihad Airways sebelum akhirnya ditetapkan sebagai Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines pada 27 Mei 2010 hingga 13 Mei 2012.

“Kami dari jajaran manajemen Angkasa Pura Airports berharap penambahan Direksi ini dapat menambah akselerasi perusahaan khususnya untuk pembangunan dan pengembangan bandara yang telah ditargetkan,” tambah Israwadi.

Baca juga: Inilah Alasan PT Angkasa Pura I Berganti Jadi “Angkasa Pura Airports”

Adapun susunan Direksi PT Angkasa Pura I (Persero) adalah sebagai berikut: Direktur Utama, Danang S. Baskoro, Direktur Keuangan & Teknologi Informasi, Novrihandri, Direktur Operasi, Wendo Asrul Rose, Direktur Teknik, Polana B. Pramesti, Direktur Pemasaran & Pelayanan, Moch. Asrori, Direktur Personalia & Umum, Adi Nugroho dan Direktur Hubungan Internasional & Pengembangan Usaha, Sardjono Jhonny Tjitrokusumo.

Akhirnya! Kereta Wisata Priority Keluar Juga Dari Depo KAI

Setelah menanti sekian lama, PT KAI melalui anak perusahaannya, PT Kereta Api Wisata membuka layanan terbarunya, yaitu Kereta Priority. Pada awalnya, kereta wisata ini hanya diperuntukkan untuk rombongan atau hanya bisa dipesan satu gerbong. Kini bisa dinikmati secara personal. Tentu saja, dengan fasilitas yang sudah dipersonalisasi terlebih dahulu.

Baca Juga: India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman Kompas.com, Kereta Priority ini hanya beroperasi ketika akhir pekan saja. Hingga saat ini, baru ada dua tujuan dari kereta wisata ini, yaitu Jakarta (Gambir) menuju Yogyakarta, dan Jakarta (Gambir) menuju Solo. Untuk jadwalnya sendiri, PT KAI mengatakan kereta akan berangkat setiap hari Jumat malam, baik untuk tujuan Yogyakarta maupun Solo.

Untuk tujuan Yogyakarta, kereta akan berangkat setiap pukul 20.45 WIB dan pulang pada hari Minggu pukul 20.00 WIB. Sedangkan untuk tujuan Solo, kereta akan berangkat pada pukul 20.15 dan pulang pada hari Minggu pukul 20.00 WIB. Untuk masalah pemesanan tiket, tidak ada bedanya dengan pemesanan tiket perjalanan pada umumnya. Para penumpang bisa membeli langsung di loket hingga di channel-channel pembayaran tiket kereta, diantara lain via KAI Access, KAI 121, loket kereta api, konter KA Wisata, situs KAI, dan para partner online lainnya.

Baca Juga: Enam Kereta dengan Perjalanan Paling Romantis Bersama Pasangan

Jika Anda memesan tiket dari aplikasi KAI Access, kategori Prority akan muncul jika Anda memilih kereta Taksaka, Argo Lawu, dan Dwi Pangga di akhir pekan. Untuk masalah harga, PT KAI masih memberlakukan harga promo untuk periode Agustus hingga Oktober 2017 mendatang. Anda diwajibkan untuk merogoh kocek Rp750.000 untuk bisa menikmati layanan anyar tersebut. Harga itu sudah termasuk beragam penawaran gratis, seperti layanan restorasi dan penggunaan fasilitas yang tersedia.

Sedikit berbeda dengan layanan kereta lainnya, salah satu kebijakan yang diterapkan pihak KAI untuk KA Wisata Priority ini tidak berlaku reduksi atau pemotongan harga bagi karyawan, TNI, Polri dan siapapun. Jadi semua masyarakat sama rata untuk menggunakannya.

Diketahui, layanan ini baru dibuka pada Jumat (4/8/2017) kemarin. Presiden Direktur PT KA Pariwisata, Totok Suryono mengatakan ini merupakan perjalanan perdana Kereta Wisata Priority. “Ke depannya, kita akan menyediakan pilihan pada pengguna yang ingin menggunakan layanan lebih, seperti kelas Luxury, jadi kita namakan kelas priority,” jelas Totok.

Sumber: Kompas.com

Adapun fasilitas lain yang bisa dinikmati oleh para penumpang secara personal adalah Audio Video On Demand (AVOD) yang berfungsi layaknya karaoke perseorangan. AVOD ini tersedia di setiap bangku penumpang. Untuk layanan restorasi pun sudah tidak lagi menyajikan layanan prasmanan melainkan ala carte.

Baca Juga: Ratakan Persebaran Wisatawan di Bali, Pemerintah Tawarkan Jalur Kereta ke Investor Cina

Dari segi desain kereta pun memiliki perbedaan yang mencolok dengan kereta wisata sebelumnya. Dominasi warna coklat dan emas menunjukkan sisi eksklusif dan elegan. Direktur Operasi dan Administrasi PT KA Wisata, Sunarjo mengatakan, pelayanan yang diberikan di atas eksekutif, bahkan sekelas VVIP tamu kepresidenan. “Kita betul-betul menyajikan sesuatu yang berbeda, pengalaman yang benar-benar menarik selama perjalanan, dan harapannya memberikan kesan tersendiri bagi konsumen.” ungkap Sunarjo dilansir dari sumber yang sama.

Bandara Blimbingsari, Andalkan Konsep Green Airport dan Kearifan Lokal

Bandara Blimbingsari yang berada di Banyuwangi, Jawa Timur kondang disebut sebagai green Airport atau bandara berkonsep Hijau pertama di Indonesia. Green airport menekankan pada optimalisasi lahan pertanian yang ada di area bandara, serta keberpihakan pada masyarakat sekitar bandara. Konsep ini juga menggunakan desain interior dari produksi masyarakat setempat.

Baca juga: 28 Agustus 2017, Jadwal Ground Breaking Bandara Internasional Bali Utara

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagi sumber, pada konsep green airport tanah yang digunakan tidak dihabiskan untuk bandara tetapi untuk pembentukan landscape pertanian. Tak hanya itu, dalam konsep green airport ini, bandara sangat meminimalkan penggunaan air conditioner (AC). Terminal baru ini akan memanfaatkan sirkulasi udara yang diatur dengan kisi-kisi sebagai pendingin udara yang dibantu aliran air untuk menyejukkan udara disekeliling terminal.

Adapun atap terminal akan terhampar luas rerumputan hijau dan energi alamani dimanfaatkan mengatur pencahayaan matahari sebgai penerang ruangan di siang hari. Desain yang dibuat mengadopsi kearifan lokal dengan gaya arsitektur khas suku Osing yakni masyarakat asli Banyuwangi.

(Kabar Bisnis)

Atap terminal mengadopsi penutup kepala khas masyarakat suku Osing, Udeng. Terminal baru Bandara Blimbigsari ini juga banyak menggunakan ornamen kayu dan dibangun menggunakan dana APBD Banyuwangi sebesar Rp40 miliar. Konsep green airport ini hadir pada terminal baru Bandara Blimbingsari yang mulai beroperasi April 2017 lalu. Direktur Bandar Udara Direktorat Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Yudisari mengatakan, green airport Blimbingsari akan menjadi perwakilan desain bandara Indonesian Style.

Baca juga: Tahun 2018, Bandara Internasional Kertajati di Majalengka Mulai Beroperasi

Selain itu, Bandara Blimbingsari juga akan menjadi percontohan pembangunan bandara yang khas Indonesia. “Satu-satunya bandara dengan konsep Indonesian Style yang pernah dibangun. Terminal ini luar biasa, bagus sekali, sangat terasa Indonesianya. Terminal baru yang bagus ini akan menjadi percontohan nasional,” ujarya yang dikutip KabarPenumpang.com dari banyuwangikab.go.id (20/1/2017).

Bandara Blimbingsari merupakan salah satu aset Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi yang dikelola oleh Satuan Kerja Bandara Udara dibawah naungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Tahun 2003, Menhub mengeluarkan KM 49 Tahun 2003 tentang penetapan Bandara Udara di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Awal penggunaan bandara ini pada tahun 2009 yakni untuk take off dan landing pesawat jenis Cassa dan pada April di tahun yang sama para Flight Instructor (instruktur terbang) Bali International Flight Academy (BIFA) menggunakan Bandara Blimbingsari sebagai latihan take off dan landing untuk siswa-siswanya.

Peragaan busana di Bandara Blimbingsari Banyuwangi (Kompas)

Satu tahun kemudian, tepatnya 26 Desember 2010, bandara ini dilakukan uji kelayakan terbang dengan menggunakan pesawat C208 Grand Caravan miilik PT Sky Aviation oleh Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara sebagai salah satu syarat untuk penerbangan komersial untuk maskapai tersebut.

Empat hari setelahnya, penerbangan komersial perdana dilakukan oleh PT Sky Aviation dan sekaligus peresmian Bandara Blimbingsari sebagai bandara komersial domestik. Kemudian akhir tahun 2016 kemarin, maskapai Sriwijaya Air membuka rute Jakarta-Banyuwangi dan izin dari Kemenhub turun pada April 2017 setelah beroperasinya terminal baru Bandara Blimbingsari dan maskapai lainnya pun menyusul seperti Garuda Indonesia, Nam Air dan lainnya.

Baca juga: Saatnya Menikmati Musim Peragaan Busana di Bandara

Bandara dengan konsep green airport ini memiliki panjang landasan pacu 2.250 meter dan mampu menampung 250 ribu penumpang. Tak hanya itu, ternyata bandara ini juga menjadi yang pertama kali menampilkan gelaran busana kebaya pada 21 dan 22 April 2017 lalu dengan melibatkan 100 desainer.

Barisan Menteri Ajak Warga Dukung PT Angkasa Pura II Untuk Penghargaan Internasional

Barisan para menteri meminta agar semua orang Indonesia bantu memilih Angkasa Pura II dalam penghargaan internasional. Para menteri ini yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Baca juga: PT Angkasa Pura II Bangun Command Center AMC di Terminal 3

Kedua Menteri ini, berharap agar PT Angkasa Pura II dipilih di Bandara Internasional Riview 2017. “Mari dukung AP II untuk memenangkan International Airport Review Award 2017 dimana ada tiga nominasi untuk tiga kategori diikuti,” kata Budi, yang juga mantan direktur utama PT Angkasa Pura II yang dikutip KabarPenumpang.com dari TheJakartaPost (7/8/2017).

Pengharagaan ini total terdiri dari sembilan kategori dan AP II sendiri masuk dalam kategori nominasi pengalaman penumpang, arus udara dan lalu lintas udarat (ATC)/ pergerakan lalu lintas udara (ATM). Budi menambahkan, pihaknya mendukung pengembangan pariwisata untuk mencapai target kedatangan tamu.

Cara memilih untuk penghargaan AP II melalui aplikasi Internasional Airports (KabarPenumpang.com)

Arief Yahya mengatakan, penghargaan tersebut bisa menjadi batu loncatan untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. “Saya percaya bahwa jika kita bersatu untuk Merah Putih [bendera nasional Indonesia], tidak ada yang tidak bisa kita lakukan,” kata Arief. Proses pemungutan suara untuk penghargaan ini akan berlangsung dari 16 Juni kemaring hingga 31 Agustus 2017. Masyarakat bisa membantu memberikan suaranya melalui http://www.internationalairportreview.com.

Baca juga: Angkasa Pura II Beri Insentif Maskapai Untuk Extra Flight Domestik

Pada pemilihan ini, setiap satu alamat email dan satu IP hanya diperbolehkan memilih satu kali. Dalam memudahkan pemilihan ini, AP II sudah mengintegrasikan fitur pemungutan suara ke dalam aplikasi seluler Bandara Indonesia atau milik AP II yakni Indonesia Airports. Pada pemilihan ini, AP II bersaing dengan institusi lain yakni NATS, Brazil Civil Aviation Secretary (GOV),Imtradex, Leidos, Zurich Airport, Swiss Internasional Airlines, Bandara Zurich dan Airport Advisors.

Tampilan web untuk memilih AP II dalam penghargaan internasional (KabarPenumpang.com)

AP II Sebelumnya sudah mendapatkan penghargaan bandara 2017 yang paling baik dari Skytrax World Airport Survey dan empat penghargaan lain di ajang Stevie Awards Asia Pasifik 2017 pada Juli 2017 kemarin. “Penghargaan yang telah kami menangkan akan memperbaiki posisi kami di kancah internasional. Jika kita memenangkan ini, Indonesia, sebuah negara dengan 250 juta orang, akan diingat dalam skala global. Keyakinan dunia terhadap warga kita akan semakin kuat,” kata direktur utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Baca juga: PT Angkasa Pura II, Buat Transparasi Penanganan Bagasi

Pemenang akan diumumkan pada 1 November 2017 secara online dan pada ulang tahun ke 20 International Airport Review.

Bali Utara Kembangkan Pelabuhan Baru

Bulan September 2017, pelabuhan Benoa di Bali akan dikembangkan dengan penambahan dermaga untuk kapal pesiar. Nantinya di pelabuhan Benoa, fasilitas baru ini mampu menampung kapal dengan isi 5000 penumpang dengan kedalaman dermaga 11 meter.

Baca juga: Pelabuhan Benoa Berbeda dengan Tanjung Benoa di Bali

Dilansir KabarPenumpang.com dari seatrade-cruise.com (8/8/2017), selain pelabuhan Benoa, pemerintah Indonesia juga berencana mengembangkan fasilitas kapal pesiar di pelabuhan Celukan Bawang di Bali Utara. Dermaga pelayaran baru ini mampu menangani 2500 pengunjung sekaligus.

Proyek pengembangan ini akan ditangani oleh perusahaan pelabuhan milik negara yakni PT Pelindo III dan akan selesai pada akhir tahun 2018 mendatang. Untuk pengembangan di pelabuhan Celukan Bawang akan dimulai Desember 2017 dan selesai Maret 2018.

Nantinya akan menyediakan fasilitas dermaga yang bisa menangani tujuh kapal dengan masing-masing mengangkut 1000 penumpang per kapalnya. Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan, bahwa 200 ribu penumpang kapal pesiar mengunjungi Indonesia tahun lalu dan berharap ada perkembangan signifikan dengan pelabuhan baru ini. Arief menargetkan, 500 ribu pengunjung dengan kapal pesiar yang bisa dicapai pada akhir tahun 2019 mendatang.

Baca juga: Garap Wisata Bahari, Pelni Canangkan Layanan Kapal Pesiar

Selain itu Arief menambahkan pemerintah juga berencana mengembangkan fasilitas pelayaran di pelabuhan Belawan (Sumatera Utara), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Jawa Timur) dan Soekarno-Hatta (Sulawesi). Dalam pembangunnan ini juga, pemerintah mengusulkan untuk mengurangi biaya pelabuhan sebesar 50 persen untuk kapal pesiar yang menggunakan dermaga pelabuhan Benoa yang baru di Bali.

Sebenarnya, pada Pelabuhan Benoa tak hanya dermaga untuk kapal pesiar yang ditambah melainkan untuk pengiriman logistik dan penumpang kapal biasa. Pengembangan pelabuhan Benoa ini juga dikarenakan, kunjungan wisatawan ke Bali dengan kapal pesiar kecil semakin banyak dan padat.

Baca juga: Pelabuhan Batam Center, Pintu Masuk Utama Pebisnis dan Wisatawan Asing

Pengembangan pelabuhan untuk kapal pesiar di Bali juga dikarenakan, banyaknya tempat wisata yang semakin lama semakin berkembang di pulau Bali sendiri. Selain itu, Pulau Bali dekat dengan beberapa kota wisata seperti Lombok dengan Gili nya yang terkenal dan Jawa Timur yang terkendal dengan pulau Menjangan baik menjangan besar atau kecil. Sehingga pengembangan ini dirasa perlu agar para wisatawan bisa menikmati Indonesia yang dimulai dari Pulau Bali.