Delapan Aplikasi Ini Bisa Pantau Pergerakan Pesawat via Smartphone

Aplikasi dengan genre penerbangan sudah beredar sangat banyak, namun diantara yang paling atraktif adalah kemampuan aplikasi untuk memontor penerbangan secara langsung, alias real time. Menjadi konsol di smartphone atau desktop PC Anda laksana monitor petugas ATC (Air Traffic Control) di bandara. Sensasi aplikasi ini terasa berbeda, karena detail informasi penerbangan, sampai arah pesawat diseluruh belahan dunia bisa Anda pantau, contoh seperti aplikasi Flight Radar (RadarBox) yang ada di portal ini.

Baca juga: Real Time Flight Radar

Nah, kali ini KabarPenumpang.com memilihkan beberapa aplikasi flight tracker yang mungkin pas untuk Anda gunakan di smartphone, mulai dari yang gratis hingga berbayar.

1. FlightAware Flight Tracker
Selain melacak penerbangan real time dan lokasi setiap penerbangan komersial di seluruh dunia. Aplikasi ini menggunakan sistem GPS yang memungkinkan Anda menentukan lokasi sendiri dimana bisa melihat pesawat terbang mana yang berada disekitar dan melihat kemana arahnya. Anda bisa memperbesar di peta dunia, aplikasi ini membawa Anda bertualang dalam penerbangan. Aplikasi ini gratis dan bisa di unduh di iOS dan Android.

2. FlightTrack 5
Sebuah laporan tahun 2013 dari Institut Pengembangan Metropolitan Chaddick dari DePaul University mengindikasikan bahwa semakin banyak penumpang maskapai penerbangan menggunakan perangkat portabel dalam penerbangan. Lebih dari 35 persen penumpang yang menggunakan perangkat portabel, 10 persennya menggunakan layanan WiFi. FlightTrack sendiri memiliki kemampuan offline dalam pembaruan penundaan, gerbang dan pembatalan untuk lebih dari 3000 bandara dan peta dapat diperbesar. Sayangnya aplikasi ini tidak gratis baik untuk iOS dan Android dikenakan biaya $4,99

3. GateGuru
Aplikasi yang satu ini memberikan kemampuan melacak penerbangan dasar, dimana bisa menyesuaikan rencana perjalanan Anda. Setelah menetapkan rincian, Anda bisa memasukkan jadwal perjalanan dan GateGuru membantu menghubungkan titik-titiknya untuk memudahkan informasi yang rinci tempat untuk Anda check in, kondisi cuaca bandara, perkiraan waktu tunggu, fasilitas bandaran dan transaksi menit trakhir hingga tarif sewa mobil. Aplikasi ini pun disediakan gratis mengunduh untuk iOS maupun Android.

4. FlightBoard
Penampilan aplikasi ini sangat sederhana dengan mencantumkan semua keberangkatan dan kedatangan. Jenis tampilan FlightBoard sendiri menawarkan 14 ribu penerbangan dan lebih dari 3000 bandara dengan update selama lima menit sekali. Desainnya memang old school atau jaman dulu, hal ini karena pembuatannya berdasarkan dewan penerbangan Bandara Charles de Gaulle di Paris. Untuk meggunakan aplikasi ini, Anda harus membayar $3,99 untuk perangkat iOS dan Android.

5. FlightView
Dengan aplikasi ini, Anda bisa langsung mengatur jadwal perjalanan dengan meneruskan semua email konfirmasi perjalanan milik Anda. Nantinya, aplikasi FlightView yang akan melakukan pengaturannya, untuk memudahkan, aplikasi ini diberikan untuk di unduh secara gratis di iOS dan Android.

6. iFly Airport Guide
Tidak ada dua bandara yang diciptakan sama, dan juga tidak ada fasilitasnya. Aplikasi gratis untuk iOS dan Android ini adalah suatu keharusan bagi wisatawan yang sering bepergian, menawarkan informasi penting lebih dari 700 bandara, termasuk daftar restoran mana yang paling dekat dengan gerbang Anda, ada atau tidaknya jaringan WiFi, tarif parkir dan lokasi, bank dan ATM serta pilihan transportasi Anda jika Anda mencapai tujuan akhir.

7. Flightwise Flight Tracker Pro
Meskipun ada versi Lite seharga $0,99, edisi pro Flightwise sangat berharga bagi para penggemar penerbangan yang rajin bepergian. Kemampuan canggihnya mencakup serangkaian data arsip, yang akan terus berlanjut sampai tahun 2001. Anda dapat menarik posisi saat ini, tujuan, dan waktu kedatangan pesawat apa pun di wilayah udara Amerika dan Kanada. Tapi dengan sentuhan beberapa tombol, Anda juga bisa dengan mudah mengambil gambar dan detail pesawat, termasuk riwayat terbangnya. Untuk iOS, Anda perlu membayar $9,99 demi mendapatkan aplikasi ini.

Baca juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote

8. Flightradar24
Putar pengatur lalu lintas udara dengan Flightradar24, sebuah aplikasi yang mendidik dan menghibur. Pada tingkat yang paling dasar, Anda dapat meninjau info status penerbangan real time seperti waktu keberangkatan dan kedatangan yang dijadwalkan dan aktual, ditambah rute, kecepatan, dan ketinggian penerbangan individual. Bagian yang menyenangkan hadir dengan fitur seperti Cockpit View, yang memungkinkan Anda melihat melalui mata seorang pilot, dan Augmented Reality View, yang mengidentifikasi pesawat terbang di atas kepala saat Anda mengarahkan kamera telepon Anda ke langit. Bisa di unduh dengan membayar $2,99 untuk perangkat iOS dan Android.

Inilah Portal Maskapai Terbaik Versi WebAward

Selain beradu pelayanan di on-board dan tarif, antar maskapai penerbangan juga berkompetisi dalam menampilkan website yang apik dengan desain, menu dan user interface yang atraktif. Bukan sekedar menarik perhatian, website maskapai yang baik juga harus mampu memudahkan calon konsumen dalam bernavigasi. Maka tak heran, selain bicara kemampuan armada, keberadaan website juga menjadi tolok ukur performance suatu maskapai.

Baca juga: Berat Badan Dianggap Berlebih, Awak Kabin Ini Ajukan Tuntutan ke Maskapai

Web Marketing Association lewat webaward.org sejak tahun 1997 telah memberikan penghargaan tahunan pada website maskapai penerbangan. Biasanya untuk memberikan sebuah penghargaan Asosiasi Pemasaran Web melalui Web Best Airlines menentukan beberapa kriteria pada web maskapai penerbangan. Ada tujuh kriteria dalam pemberian penghargaan tersebut yakni desain, kemudahan penggunaan, copywriting, interaktivitas, penggunaan teknologi, inovasi dan konten di dalamnya.

Dalam pemilihan web Best Airlines, para website maskapai kontestan akan mendapat evaluasi independen dari para ahli yang juga disebut-sebut independen. Selain itu ajang ini juga memberikan umpan balik yang berharga untuk membantu benchmark bagi para maskapai untuk pengembangan website di industri penerbangan.

Tak hanya itu, situs web maskapai yang turut serta dalam ajang ini juga akan menerima patung penghargaan serta sertifikat, dan visibillitas yang tinggi untuk perusahaan. Ajang ini juga menjadi peluang promosi di beberapa media, umumnya tautan ke situs maskapai dari kanal WebAward berperingkat tinggi dalam SEO (Search Engine Optimization) dan kinerja tentang web maskapai.

Sementara web maskapai yang tidak dipilih sebagai web Airline terbaik juga berhak mendapatkan Outstanding Website Award atau Standard of Excellence Award. Memasuki WebAwards dapat membantu maskapai mempertahankan Tren Maskapai Penerbangan dengan menunjukkan bagaimana maskapai dapat memenuhi parameter penilaian dalam standar WebAward.

Berikut ini ada nama-nama pemenang dari tahun 2003 hingga 2016 kemarin

2016 – SapientNitro & China Airlines China Airline Website Re-design
2015 – DigitasLBi Virgin Atlantic Airways
2014 – Icelandair & TM Software Icelandair
2013 – ROKKAN JetBlue
2011 – Carlson Marketing JetBlue “TrueBlue Be True”
2010 – Lufthansa in partnership with Amadeus Lufthansa in partnership with Amadeus
2009 – Blast Advanced Media Nature Air – Eco Friendly Costa Rica Airline
2008-  Atmosphere BBDO emirates.com
2007 – Cramer-Krasselt AirTran Raceway
2006 – TM Interactive American Airlines – We Know Why You Fly
2005 – TM Interactive We Know Why You Fly
2004 – Cramer-Krasselt AirTran Airways – E-Annual 2003
2003 – Agence Braque Jetsgo

Misterius! Perempuan Ini Terkena Ledakan dari Headphone

Saat berada di dalam pesawat, pastinya Anda selalu mendengar perintah untuk melepaskan headphone sebelum landing ataupun take off. Hal tersebut didasarkan agar telinga para penumpang tidak mengalami cedera akibat perbedaan tekanan udara dalam kabin dengan di luar kabin.

Baca juga: Sejumlah Fakta dari Proses Emergency di Pesawat Terbang

Bisa dikatakan, telinga merupakan indera paling sensitif saat Anda berada di pesawat. KabarPenumpang.com melansir dari telegraph.co.uk (15/3/2017), seorang penumpang perempuan yang tidak disebutkan namanya terkena luka bakar akibat headphone yang dipakainya. Australian Transport Safety Bureau (ATSB) atau Biro Keselamatan Transportasi Australia mengatakan bahwa penyebab dari terbakarnya headphone tersebut kemungkinan dari baterai lithium ion yang digunakan pada headphone.

Diketahui, insiden ini terjadi pada sebuah pesawat yang melakukan perjalanan dari Beijing ke Melbourne. Saat itu, si penumpang perempuan tertidur setelah dua jam penerbangan dan mendengar ada sebuah ledakan keras. Dirinya kemudian merasakan ada yang terbakar di bagian wajah sebelum headphone-nya terlepas dari leher.

“Ketika saya terbangun, saya merasa terbakar di bagian wajah. Saya hanya bisa meraba wajah dan menyebabkan headphone menyentuh leher,” ujar perempuan tersebut. Dia kemudian menarik headphone-nya dan melemparkannya ke lantai kabin sehingga membuat api kecil di lantai. Tak lama dari itu, penumpang tersebut bergerak dan ternyata awak kabin sudah berada di dekatnya dengan membawa ember air serta menyiram headphone yang terbakar tersebut.

Kemudian, headphone tersebut di masukkan ke ember dan di bawa ke bagian belakang pesawat. Dari kejadian tersebut, headphone yang digunakan perempuan tersebut rusak dengan baterai serta penutupnya meleleh dan menempel di lantai kabin pesawat.

Atas kejadian ini, penumpang perempuan mengalami luka bakar dibagian tangan saat melempar headphone-nya. Pada sisa penerbangan menuju Melbourne, penumpang lainnya mau tak mau harus mencium bau plastik cair, elektronik yang terbakar dan rambut yang terbakar memenuhi kabin. “Orang-orang batuk dan tersedak sepanjang perjalanan,” kata perempuan tersebut.

ATSB mengatakan, baterai tersebut bisa jadi tidak mendukung perangkat atau headphone yang digunakan. “Seiring dengan berbagai produk yang menggunakan baterai potensi masalah dalam penerbangan meningkat,” kata ATSB dalam sebuah laporan.

Baca juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing

Sayangnya tidak ada keterangan tentang jenis headphone yang digunakan perempuan malang tersebut. Bila headphone menggunakan baterei, maka boleh jadi yang dipakai adalah wireless headphone dengan koneksi Bluetooth ke ponsel.

Selain insiden ini ada sejumlah lainnya yang terkait baterai dalam pesawat beberapa tahun terakhir ini. Pada Oktober 2016, sebuah baterai e-cigarette membakar koper penumpang saat akan dimasukkan dalam penerbangan dengan United Airlines. Mei 2017, dalam penerbangan dari Sydney ke Dallas, awak kabin Qantas diberitahu ada asap dalam kabin dan setelah ditelusuri ATSB ternyata asap tersebut dari kursi 19F kelas bisnis. Ini karena perangkat elektronik yakni telepon yang hancur karena terjepit di kursi penumpang.

Elon Musk – Sosok Dibalik Transportasi Ultra Modern

Siapa sangka dibalik tenarnya nama SpaceX dan Tesla Motors, ada seorang pria paruh baya yang menjadi ide dibalik setiap terobosan yang mereka keluarkan. Tidak hanya menelurkan ide-ide brilian, ia juga diketahui sebagai CEO dari kedua perusahaan besar tersebut. Lahir pada 28 Juni 1971 di Pretoria, Transvaal, Afrika Selatan, pria dengan nama asli Elon Reeve Musk ini digadang-gadang sebagai Bapak Transportasi Ultra Modern, terlebih dengan idenya dalam menciptakan Hyperloop, salah satu solusi transportasi masa depan.

Baca juga: Elon Musk Pertegas Eksistensinya Dalam Kompetisi Pengadaan Moda Futuristik

Elon merupakan anak pertama dari pasangan Maye Musk, seorang wanita berkebangsaan Kanada dan Errol Graham Musk, yang diketahui berkebangsaan Afrika Selatan. Di awal masa pendidikannya, Elon yang lulus dari Pretoria Boys High School lalu hijrah ke Kanada di usianya yang ke 17 untuk menghindari proses wajib militer di Afrika Selatan. Pada tahun 1990, Elon sempat mengenyam bangku perguruan tinggi di Queen’s University, Kingston, Ontario. Dua tahun berselang, Elon kembali pindah ke Wharton School di University of Pennsylvania dan berhasil menyabet gelar sarjana dalam bidang ekonomi.

Tidak hanya sarjana ekonomi, Elon juga meraih gelar sarjana dalam bidang fisika. Tidak puas dengan double degree yang ia miliki, Elon lalu pindah ke California untuk mengejar gelar Ph.D dalam bidang fisika terapan di Stanford, namun takdir berkata lain. Hanya dua hari ia habiskan di bangku S2, Elon ternyata lebih memilih untuk mengejar keinginannya untuk berwiraswasta di sektor internet, energi terbarukan, dan luar angkasa.

Elon mendirikan Zip2, sebuah perusahaan perangkat lunak web, bersama adiknya, Kimbal Musk. Perusahaan ini mengembangkan dan memasarkan “panduan kota” Internet untuk industri penerbitan surat kabar. Elon mendapatkan kontrak dari media setempat, seperti New York Times dan Chicago Tribune dan membujuk dewan direkturnya agar mau membatalkan rencana merger dengan perusahaan CitySearch. Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman biography.com, sebuah perusahaan asal California, Amerika Serikat, Compaq lalu mengakuisisi Zip2 senilai US$307 juta secara tunai dan US$34 juta dalam bentuk opsi saham pada tahun 1999. Sementara itu, Elon hanya mendapatkan 7 persen dari nilai tersebut, atau setara dengan US$22 juta dari penjualan tersebut.

Lalu pada Juni 2002, Elon mendirikan SpaceX, dimana ini merupakan perusahaan ketiga yang Elon Musk bangun setelah X.com dan PayPal. SpaceX sendiri mengembangkan dan memproduksi wahana luncur antariksa sembari memajukan teknologi roket. Dua wahana luncur pertama yang dibuat oleh perusahaan ini adalah roket Falcon 1 dan Falcon 9. SpaceX memenangkan kontrak NASA senilai $1,6 miliar pada 23 Desember 2008 untuk 12 penerbangan roket Falcon 9 dan wahana antariksa Dragon ke International Space Station, menggantikan program Space Shuttle yang dihentikan pada tahun 2011.

Setelah SpaceX, Elon juga diketahui sebagai salah satu pendiri Tesla Motors dan saat ini diketahui ia menjabat sebagai kepala desain produk. Tesla Motors awalnya membuat mobil sport listrik, Tesla Roadster, yang berhasil terjual 2.500 unit di 31 negara. Elon sendiri lebih memilih produksi mobil subkompak di bawah US$30.000 dan membuat serta menjual komponen powertrain mobil listrik agar produsen mobil lainnya bisa memproduksi mobil serupa dengan harga terjangkau tanpa perlu mengembangkan sendiri komponennya. Dari situ, sejumlah majalah dan surat kabar kenamaan serta merta membanding-bandingkan Elon Musk dengan Henry Ford atas usahanya yang mempercanggih powertrain mobil.

Baca juga: Elon Musk, CEO SpaceX Ini Paparkan Ide Entaskan Masalah Kemacetan

Yang terakhir, tertanggal 12 Agustus 2013, duda lima anak ini meluncurkan rencana mode transportasi baru yang akan menghubungkan wilayah Los Angeles Raya dan Wilayah Teluk San Francisco setelah dikecewakan oleh sistem California High-Speed Rail yang sebelumnya sudah disetujui pemerintah. Elon merancang hyperloop, moda transportasi masa depan yang berjalan di sebuah pipa kedap udara dan mampu melaju hingga kecepatan 1000 km per jam.

Salah satu orang yang masuk Majalah Forbes ini juga diketahui merupakan ketua dari Musk Foundation yang berfokus pada program filantropi di bidang pendidikan sains, kesehatan pediatrik, dan energi hijau.

Tips Kenalan “Ampuh” di Moda Transportasi, Intinya Tidak Boleh Dipaksakan!

Menghabiskan waktu selama perjalanan memang banyak caranya, dari mulai mendengarkan musik, tidur, hingga bermain game. Tidak sedikit juga para penumpang yang memilih untuk menonton film melalui ponsel untuk membunuh waktu. Namun, diantara kita pasti ada yang pernah tertarik untuk mengobrol dengan orang baru yang kebetulan berada dalam satu moda, terutama dengan lawan jenis. Entah itu hanya untuk teman ngobrol selama perjalanan saja, atau mungkin ada maksud lain di balik semua itu.

Baca Juga: Dilema Penyandang Disabilitas di Transportasi Publik

Jika Anda masih bingung bagaimana caranya untuk membuka sebuah obrolan dengan seseorang yang belum pernah Anda kenal sebelumnya, berikut KabarPenumpang.com akan membeberkan cara yang dapat Anda tiru, dilansir dari laman wikihow.com. Pertama, pastikan Anda rebut dulu perhatiannya dengan cara melakukan kontak mata, karena dengan cara seperti ini, kedua dari Anda akan saling menyadari keberadaan masing-masing.

Setelah itu, lemparkanlah senyum padanya. Senyum yang tulus akan membuat si calon lawan bicara menilai bahwa Anda merupakan pribadi yang hangat dan ramah. Selain itu, gesture juga akan mempengaruhi penilaian mereka terhadap Anda. Tunjukkanlah dengan cara duduk dengan posisi yang sopan, seperti tidak menyilangkan kaki, tidak membungkuk, serta perhatikan jarak antara Anda berdua, karena jarak yang terlalu dekat akan membuat ia merasa terancam.

Selain memperhatikan gerak-gerik Anda sendiri, perhatikan pula gesture mereka, apakah sekiranya ia mau diajak berbicara atau tidak. Jika tidak, janganlah dipaksakan karena akan membuat ia merasa risih dan semakin menutup diri. Jika semua langkah di atas sudah dilakukan, maka mulailah pembicaraan dengan pertanyaan basa-basi, seperti tanyakan tujuannya, dan lain-lain. Obrolan akan terus terjalin jika Anda tidak kehabisan ide dan tidak menyinggung privasi mereka.

Baca Juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus

Usahakan juga untuk tidak melontarkan pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban “iya” atau “tidak”, karena dengan begitu Anda dipaksa untuk mencari topik pembicaraan baru. Biasanya, kesamaan latar belakang akan memudahkan Anda berdua mencari topik pembicaraan, seperti kuliah di universitas yang sama, atau pernah bekerja di gedung yang sama, dan lain-lain. Tidak hanya itu, perhatikan pula pakaian yang ia gunakan, jika mereka menggunakan kaos band, Anda bisa memujinya dan memulai suatu topik pembahasan baru dengannya. Mudah bukan?

Tapi, kasus seperti ini mungkin akan sedikit sulit dilakukan di Indonesia, karena kebanyakan orang akan berlaku defensive jika diajak bicara oleh orang yang sebelumnya belum pernah mereka kenal. Ini dilandaskan pada maraknya tindakan kriminal yang terjadi seperti hipnotis, membuat si calon lawan bicara Anda terkesan lebih menutup diri. Pada akhirnya, semua dikembalikan pada pribadi Anda sendiri. Namun satu yang patut digarisbawahi, janganlah terlalu memaksa jika ia sudah menunjukkan respon yang kurang mengenakkan, seperti menjawab seperlunya saja, atau bahkan hingga pindah tempat duduk.

April 2018, Qantas Buka Penerbangan Langsung Perth – London

Tidak terbayangkan bagaimana rasanya jika Anda menghabiskan lebih dari 20 jam mengudara dalam sekali penerbangan, tanpa transit untuk mengisi bahan bakar dan meregangkan kaki Anda yang terus melipat selama perjalanan. Tentu kasus seperti ini patut untuk diteliti lebih dalam mengingat keuntungan serta kerugian yang akan penumpang rasakan layaknya mata koin yang memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang.

Baca Juga: Qantas dan JetStar Izinkan Car Seat Dibawa ke Dalam Kabin

Hipotesa tersebut muncul setelah CEO Qantas Airways, Alan Joyce mengutarakan rencananya untuk memiliki sebuah penerbangan marathon dari Australia menuju London. Penerbangan non-stop Sydney menuju London tersebut akan menjadi jalur penerbangan komersial terpanjang di dunia dengan estimasi waktu perjalanan 20 jam 20 menit. Tentu ini bukanlah perjalanan sebentar, namun keuntungan yang akan diperoleh oleh penumpang adalah waktu tempuh yang lebih cepat ketimbang harus transit terlebih dahulu di Timur Tengah untuk mengisi bahan bakar.

Rencananya, Alan ingin menghadirkan direct flight ke London dan New York pada tahun 2022 mendatang. Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman nzherald.co.nz (27/8/2017), salah satu tembok penghalang Qantas dalam mengadakan jalur ini adalah kesiapan armada yang diketahui belum mampu untuk menempuh jarak Sydney – London dalam sekali penerbangan tanpa henti. Maka dari itu, Alan menantang pihak Boeing dan Airbus untuk mengembangkan pesawat yang sesuai klasifikasi dala jangka waktu lima tahun ke depan.

Yang sudah di depan mata dan sudah dipromosikan, Qantas akan meluncurkan penerbangan jarak jauh non-stop perdananya pada April 2018 dengan rute Perth – London. Diperkirakan, direct flight menggunakan Airbus A380 tersebut akan memakan waktu 17 jam perjalanan dengan jarak 14.498 km. Ini jelas menunjukkan perkembangan yang terjadi di dunia aviasi, ketika jauh sebelum rencana Alan untuk mengadakan penerbangan langsung jarak jauh, pihak Qantas pernah menyediakan perjalanan rute Kangguru menuju London pada tahun 1947, dimana perjalanan tersebut memakan waktu empat hari dengan sembilan kali pemberhentian.

Dari peluncuran penerbangan jarak jauh perdananya pada April 2018 mendatang, Qantas tidak akan  menyia-nyiakan  kesempatan ini untuk melihat respon penumpang terhadap rute penerbangan jarak jauh ini. Sebenarnya, rute penerbangan antar benua seperti Australia – Eropa ini sangat kompetitif, tercatat ada sekitar dua lusin maskapai penerbagan yang menawarkan penerbangan ruter serupa. Qantas berharap layanan yang akan mereka buka ini akan menjadi pembeda dengan maskapa lainnya, dimana maskapai-maskapai tersebut harus berhenti di Timur Tengah atau Asia untuk mengisi bahan bakar.

Baca Juga: Inilah 10 Penerbangan “Direct Flight” dengan Waktu Terlama di Dunia

Tidak hanya itu, rute baru Qantas ini juga akan menjadi bahan penelitian bersama University of Sydney tentang penerbangan jarak jauh yang tidak begitu menyenangkan. Adapun fokus penelitian ini adalah tentang strategi untuk melawan jetlag, persiapan pra dan pasca penerbangan, lingkungan kabin termasuk pencahayaan dan suhu, hingga waktu pelayanan.

Lagi, terlepas dari semua keuntungan yang ditawarkan oleh pihak Qantas, berlangsungnya layanan ini ditentukan oleh para penumpangnya sendiri. Mungkin sebagian lapisan masyarakat yang menggunakan layanan penerbangan jarak jauh akan lebih senang jika mereka transit terlebih dahulu, dengan alasan kenyamanan selama mengudara. Namun ada saja yang lebih ingin cepat sampai dan tidak terlalu memikirkan kondisi mereka selama perjalanan. Kira-kira, Anda masuk kategori penumpang yang mana?

Global Locator, Alat Pelacak Posisi Bagasi Dalam Penerbangan

Acap kali penumpang pesawat dibuat ketar ketir memikirkan perjalanan bagasi dar mulai counter check in hingga diangkut ground crew untuk dimasukkan ke dalam ruang kargo. Tambah kepikiran lagi bila Anda menggunakan penerbangan transit, terlebih transit yang mengharuskan Anda berganti pesawat. Saat berganti pesawat, otomatis barang bawaan di ruang kargo ikut berpindah dari satu pesawat ke pesawat lainnya.

Baca juga: Alasan Politik, Pemerintah Mesir Perintahkan Taksi Online Gunakan Aplikasi Pelacak

Meski teknologi penanganan bagasi kian tertib dan canggih, toh tetap saja muncul berita barang bawaan penumpang di bagasi yang tertinggal, tidak ikut terbawa oleh si empunya barang. Berangkat dari kasus tersebut, kini ada solusi untuk mengatasi perasaan deg-dengan tak karuan tersebut, pasalnya beberapa pabrik koper seperti high end TUMI telah bekerjasama dengan AT&T serta perusahaan pelacak teknologi LugTrack untuk memberikan Global Locator.

KabarPenumpang.com melansir apex.aero (22/8/2017), Global Locator merupakan alat pelacak barang yang mungkin saja terbawa atau hilang dengan bantuan konektivitas GPS, WiFi, GSM dan Bluetooth. Tak hanya itu, Global Locator juga memiliki Mode Hotel dan Mode Proximity yang bisa mengingatkan penumpang bila koper milik mereka bergerak dari lokasi yang semestinya.

“Tujuan dari TUMI Global Locator adalah untuk membuat barang yang hilang dari barang bawaan menjadi perhatian masa lalu, memberi pelanggan kami ketenangan pikiran dan memastikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan. Global Locator TUMI mewujudkan semua ini dengan fokus untuk melindungi barang-barang milik pelanggan kami,” ujar TUMI General Manager Amerika Utara, Rob Cooper.

Dia mengatakan Global Locator merupakan salah satu sistem perangkat mandiri yang baru saja diluncurkan sehingga wisatawan bisa menggunakannya dan memasukkan dalam koper dengan menghubungkannya ke Internet of Things (IoT). LugLoc dan Trakdot, keduanya menggunakan GSM dan Bluetooth, dan melakukan pencariannya di bagasi yang diperiksa. Produk ini masing-masing memerlukan konektivitas penuh.

Selain itu ada juga Tile yang awalnya dipasarkan untuk membantu menemukan kunci atau ponsel yang hilang. Tile ini menggunakan Bluetooth sebagai konektivitas untuk pelacakaannya dalam keadaan darurat.

Setiap jenis konektivitas memiliki kekuatan dan kelemahannya. Misalnya, konektivitas GPS tidak bergantung pada jaringan seluler, dinding dan lantainya adalah kryptonitenya dimana ketepatannya terasa di bangunan-bangunan besar, seperti di bandara. Sama seperti telepon Anda bekerja di bandara, demikian juga pelacak barang bawaan Anda, jika menggunakan GSM. Namun, melakukan ping ke menara seluler tidak menawarkan keakuratan GPS atau Bluetooth. Sementara itu, Bluetooth menawarkan tingkat akurasi yang tinggi, namun hanya jika tas Anda berada di sekitar 100 kaki ponsel Anda.

Baca juga: Tas Anda Hilang di Perjalanan? Tenang, Gadget ini Akan Tunjukkan Lokasinya!

Diketahui, koper yang hilang dan salah bawa ada enam tas dari seribu penumpang pada tahun 2016 lalu dari hasil laporan bagasi 20161 SITA. Maskapai penerbangan akan diminta untuk melacak bagasi penumpang mulai tahun depan, namun bisa dimengerti bahwa penumpang ingin memantau properti mereka selama perjalanan. Sekarang ada beberapa pilihan untuk melakukannya.

Soal Keputusan MA, Menhub Perjuangkan Nasib Taksi Online dalam 3 Bulan

Sengkarut seputar transportasi online, khususnya yang menyangkut ‘taksi’ online di Indonesia kian bertambah runyam. Pasalnya Mahkamah Agung (MA) baru-baru ini telah mengetok palu dan mencabut 14 poin Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) tentang taksi online. Karena menimbulkan keresahan di kalangan pengemudi online, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi lantas meminta pada semua operator transportasi online tidak gelisah tentang keputusan MA tersebut.

Baca juga: Kenaikan Tarif Taksi Online Tak Terlalu Banyak Terasa

14 poin tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. “Kami sampaikan kepada masyarakat terutama pengguna taksi dan operator taksi online jangan resah karena waktu efektif dari MA itu adalah tiga bulan,” ujar Budi Karya yang dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com (22/8/2017).

Adanya pencabutan 14 poit PM 26 ini, membuat Budi akan mengumpulkan para ahli untuk meminta masukkan terhadap permasalah ini. Dengan dialog yang nantinya akan dilakukan, Budi berharap ada solusi yang bisa didapat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Selain itu, Budi mengatakan pihaknya belum bisa menyampaikan bentuk solusi seperti apa. “Dalam satu hingga dua minggu ini kami akan mengumpuklan para ahli untuk memberikan masukan,” katanya.

Walau dengan keputusan MA seperti itu, Budi tetap menghargai dan mengatakan ingin ide mengenai kesetaraan pengaturan transportasi dapat terlaksana. Karena hal ini, MA dalam putusan Nomor 37 P/HUM/2017 pada 20 Juni 2017 menyatakan bahwa 14 poin dalam PM 26 tahun 2017.

Pasal-pasal tersebut yakni Pasal 5 ayat (1) huruf e, Pasal 19 ayat (2) huruf f dan ayat (3) huruf e, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 27 huruf a, Pasal 30 huruf b.

Pasal 35 ayat (9) huruf a angka 2 dan ayat (10) huruf a angka 3, Pasal 36 ayat (4) huruf c, Pasal 37 ayat (4) huruf c, Pasal 38 ayat (9) huruf a angka 2 dan ayat (10) huruf a angka 3.

Pasal 43 ayat (3) huruf b angka 1 sub huruf b, Pasal 44 ayat (10) huruf a angka 2 dan ayat (11) huruf a angka 2, Pasal 51 ayat (3), dan Pasal 66 ayat (4).

MA menilai 14 pasal tersebut telah melanggar Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah, serta melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Karena itu, MA meminta pada Menteri Perhubungan mencabut ke 14 poin tersebut.

Baca juga: Ini Dia Alasan Ojek Online Belum “Naik Kelas”

Terkait munculnya ketetapan dan keputusan MA, dari pihak para operator transportasi onlien, seperti GoJek dan Uber mengatakan masih mempelajari hal ini dan jika ada info lanjutan, pihaknya akan memberikan informasi. Sedangkan dari pihak Grab hingga kini belum ada tanggapan apapun keputusan MA. Sebagai informasi, hingga Februari 2017, setidaknya populasi taksi online di seluruh Indonesia sudah mencapai 11.000 anggota yang terfaftar resmi.

Ubah Tampilan dan Mesin, Royal Mail Siap Kejutkan Warga Inggris Minggu ini

Dalam upayanya untuk mengikuti perkembangan jaman dan meminimalisir kadar emisi yang dihasilkan oleh kendaraan konvensional, sebuah perusahaan yang melayani jasa pengiriman, Royal Mail kini tengah bersiap untuk mengoperasikan armada barunya. Diketahui, Royal Mail akan melakukan uji coba skala penuh terhadap van pengantar surat bertenaga listrik mahakarya Arrival, sebuah perusahaan asal Inggris. Royal Mail sendiri sudah akrab di telinga orang Inggris, terutama setelah namanya terpajang di salah satu mobil mainan di serial Mr. Bean, dengan judul “Mind the Baby, Mr. Bean”.

Baca Juga: Atasi Masalah Polusi, Inggris Larang Mobil Diesel dan Bensin di Tahun 2040

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (24/8/2017), kendaraan dengan dominasi warna merah tersebut rencananya akan digunakan untuk pengiriman di dalam kota, dan akan mulai beroperasi pada minggu-minggu ini. Arrival sendiri, yang sebelumnya dikenal dengan nama Charge Auto, merancang electric vehicle yang khusus untuk digunakan oleh Royal Mail, dengan menggunakan material komposit ultralight dan rasio baterai terhadap berat yang menawarkan jangkauan sejauh 100 mil atau setara dengan 160 km.

Tidak sedikit warga London yang ingin melihat wajah baru dari armada Royal Mail. Rencananya, mobil van pengantar surat ini akan diluncurkan dari depot Mount Pleasant milik Royal Mail di pusat kota London dan akan mulai berbaur dengan kendaraan lainnya di London untuk mengambil atau mengantarkan paket antar pos di sekitaran kota.

Sumber: youtube.com

Melalui Managing Director Royal Mail, Paul Gatti, dirinya mengutarakan kegembiraanya karena bisa bekerja sama dengan Arrival. “Kami senang bisa berkolaborasi dengan Arrival, dan moda ini menjadi pelopor adopsi kendaraan elektrik besar untuk kepentingan komersial di Inggris,” tutur Paul. “Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap armada baru ini, terutama dalam beberapa bulan ke depan,” tambahnya singkat.

Baca Juga: Nissan Leaf, Mobil Listrik Favorit Perusahaan Taksi dan Pengguna Pribadi

Lebih lanjut, Paul juga mengatakan pemantauan tersebut bertujuan untuk melihat daya tahan dari van merah tersebut. “Untuk melihat bagaimana mereka bisa beroperasi dalam mengatasi permintaan pengiriman surat,” kata Paul. Sebelumnya, pihak Royal Mail memang sudah melakukan uji coba terhadap beberapa truk bertenaga listrik, namun tidak dengan moda dengan desain yang inovatif seperti ini. “Semoga kehadirannya bisa memberikan dampak positif.” Tutupnya.

Textalyzer, Aplikasi Canggih yang Tuai Kontroversi Dalam Berkendara

Tidak selamanya perkembangan teknologi yang diaplikasikan di kehidupan sehari-hari menuai pujian, mesti ada saja beberapa elemen masyarakat yang menolak terobosan tersebut. Sebut saja textalyzer, sebuah perangkat lunak yang diketahui dapat memungkinkan pihak kepolisian untuk merunut kejadian sebelum kecelakaan lalu lintas melalui ponsel si korban. Ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya kasus kecelakaan disebabkan oleh pengemudi yang memainkan ponselnya ketika tengah berkendara.

Baca Juga: Pelatihan Terhadap Pengemudi Bus Akan Meminimalisir Tingkat Kecelakaan

Textalyzer dapat mencegah pengemudi untuk tidak terdistraksi oleh ponsel selama berkendara. Namun sebagian orang menyatakan bahwa kehadiran aplikasi tersebut sebagai pelanggaran privasi, karena petugas kepolisian bisa mengunduh setiap informasi dari ponsel pengemudi dan mengidentifikasi setiap aktifitas ponsel beberapa waktu sebelum kecelakaan terjadi. Banyak pihak yang mengasosiasikan textalyzer ini dengan breathalyzer, sebuah perangkat yang dapat mengecek kandungan alkohol dalam darah hanya dari hembusan nafas.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman today.com (21/6/2017), dari data yang diunduh polisi melalui textalyzer, mereka dapat menentukan apakah pengemudi tersebut terdistraksi oleh ponsel sebelum kecelakaan terjadi. Tidak hanya sebelum kecelakaan, apabila Indonesia juga menggunakan software kontroversional ini, pihak kepolisian bisa menggunakannya ketika tengah melakukan razia. Berkendara sembari memainkan ponsel merupakan perbuatan ilegal yang tidak hanya berlaku di 47 negara bagian dan District of Columbia, tapi juga di seluruh dunia.

Adapun textalyzer dikembangkan oleh Cellebrite, sebuah perusahaan asal Israel yang bergerak dibidang ekstraksi data. Serangkaian uji coba pun telah dilakukan guna menyempurnakan aplikasi ini. Dalam salah satu uji coba yang terlampir di laman sumber, terlihat alat ini mampu menganalisa aktifitas yang dilakukan seseorang dengan ponselnya.

“Setelah data diunduh, saya dapat mengetahui Anda membuka WhatsApp pada pukul 14.45, lalu mengakses Facebook, lalu menerima panggilan masuk pada pukul 14.59, dan mengirimkan sebuah pesan singkat pda pukul 15.00,” ungkap Jim Grady, CEO dari Cellebrite. Dan hebatnya, semua aktifitas yang dijabarkan Jim amatlah akurat.

Baca Juga: Atasi Risiko Tertabrak Kereta, Inggris Ciptakan Aplikasi “Peringatan” Berbasis LBS

Namun dibalik usaha pengadaan software tersebut, masalah privasi seakan berdiri di garda depan untuk menolak kehadirannya. “Tidak ada yang bisa menjamin pihak kepolisian yang sudah mengunduh informasi melalui ponsel Anda tidak melihat atau menyalin semua jenis data pribadi tentang Anda,” tutur Jay Stanley dari American Civil Liberates Union. Namun pihak Cellebrate langsung membantah persepsi tersebut. “Textalyzer tidak akan mengambil informasi seperti itu,” tukasnya.

“Kami tidak akan mendapatkan informasi seperti yang ditakutkan oleh banyak pihak, Textalyzer hanya mendapatkan informasi mengenai sentuhan dan gerakan menggeser di layar ponsel saja,” tepis Jim. Hingga saat ini, Textalyzer masih dalam wujud beta dan masih dalam tahap pengembangan. Jim mengatakan pihak kepolisian belum bisa menggunakan software ini selama otoritas di negara bagian belum meloloskan undang-undang tentangnya.