Menteri Luhut Belum Mau Ungkap Identitas Investor Untuk Proyek LRT Jakarta

Dalam mewujudkan proyek Light Rail Transit (LRT), salah satu investor yang berbasis di Singapura menunjukkan minatnya untuk mendanai proyek yang akan disandingkan dengan moda transportasi berbasis massal lainnya, seperti TransJakarta, Commuter Line Jabodetabek (KRL Jabodetabek), dan Mass Rapid Transit (MRT) yang hingga kini masih dalam proses pembangunan. Pemerintah sebenarnya mengharapkan campur tangan dari investor lokal yang juga turut serta dalam pengadaan LRT ini, yaitu PT. Adhi Karya.

Baca Juga: Di Jakarta Segera Beroperasi MRT dan LRT, Tahukah Artinya?

Diketahui, perkembangan pembangunan proyek LRT Jakarta ini sudah mencapai 15 persen. Bisa dikatakan, proyek ini akan mirip dengan KRL Jabodetabek, yang menghubungkan daerah sub-urban, seperti Bogor, Depok, dan Bekasi dengan titik-titik penting di pusat kota. Bedanya, dalam jaringan LRT ini, Tangerang tidak akan dilalui oleh LRT.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman globalindonesianvoices.com (29/8/2017), Menteri Koordinator Kelautan, Luhut binsar Pandjaitan belum mau membuka identitas dari calon investor yang akan mendanai proyek LRT tersebut. Luhut bersama jajarannya pun mengaku tengah melakuan pengawasan terhadap beberapa kementerian, salah satunya adalah Kementerian Perhubungan.

Lebih lanjut, Luhut hanya memberikan bocoran mengenai kesediaan calon investor tersebut untuk mendanai proyek yang bernilai Rp 2 triliun tersebut. Pada awalnya, proyek ini akan didanai oleh negara. Diinfokan, pada laporan keuangan sebelumnya, jumlah dana yang harus dikeluarkan untuk menyelesaikan proyek LRT ini adalah senilai Rp 27 triliun dan uang tersebut akan masuk ke PT KAI sebagai investor proyek.

Dilansir dari sumber terpisah, Rp 27 triliun tersebut terbagi dari dua sumber, yaitu Rp 9 triliun merupakan dana negara, sedangkan Rp 18 triliun sisanya merupakan pinjaman dari bank pemerintah, seperti Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI, serta satu perusahaan pembiayaan infrastruktur, Sarana Multi Infrastruktur.

Baca Juga: Sebagai Kota Termacet di Dunia, DKI Jakarta Raih Posisi Ketiga!

Seperti yang diketahui sebelumnya, Pemerintah Pusat dan Pemkot DKI tengah bahu membahu dalam menghadirkan salah satu moda transportasi yang diharapkan mampu menjadi solusi kemacetan di Jakarta, yaitu MRT yang dijalankan oleh PT MRTJ. Dalam pembangunan fase I MRT Jakarta yang akan menghubungkan Lebak Bulus – Bundaran HI, Direktur Utama PT MRTJ, William P. Sabandar mengaku membutuhkan dana ekstra guna menyelesaikan proyek tersebut. PT MRTJ mengajukan form kekurangan dana kepada Pemerintah sebesar Rp 2,56 triliun. Dengan begitu, total dana yang dikeluarkan untuk menyelesaikan fase I ini mencapai Rp 16 triliun.

Dengan dana super fantastis tersebut, maka tidak heran jika banyak elemen masyarakat yang mengharapkan kehadiran moda-moda transportasi baru ini dapat menjadi solusi kemacetan di Jakarta yang semakin hari semakin “memerah” ini. Pada tahun 2016 kemarin, Jakarta dinobatkan sebagai kota termacet ketiga di Dunia oleh sala satu pengembang aplikasi asal Negeri Kincir Angin, TomTom. Sungguh prestasi yang tidak membanggakan.

Komunitas Fotografi Iran Gelar Pameran Foto Bertema “Terminal”

Karena dikenal sebagai rival berat Amerika serikat dan Israel, Iran dalam banyak anggapan orang adalah negara yang serba tertutup, konservatif dan terkucilkan. Terlebih beragam peraturan, terutama terkait keamanan di dalam negeri dibuat cukup ketat di Negeri Para Mullah ini, namun faktanya Iran adalah negara maju yang berkembang secara pesat baik itu dari sisi teknologi, pendidikan, budaya maupun olahraga.

Masih dalam kaitan sosial budaya, belum lama ini komunitas fotografi di Tehran, Iran menggelar pameran foto dengan tema ‘terminal.’ Kebanyakan terminal fungsinya hanya untuk naik dan turun bus serta angkutan moda darat lainnya. Padahal, tempat ini bisa menjadi sebuah objek foto yang unik dan menarik. Ya, terlebih yang di pamerkan adalah foto-foto di terminal Tehran.

Baca juga: Tips dan Trik Fotografi dari Dalam Kabin Pesawat

Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari financialtribune.com (25/7/2017), tujuh orang fotografer yang tergabung dalam satu kelompok yang bernama Mosaferan melakukan pameran fotografi di City Photo Museum di Tehran pada 31 Juli hingga 17 Agustus 2017 lalu. Ketujuh orang tersebut yakni Rouhollah Ebrahimi, Mozhdeh Afrousheh, Ata Rashidiani, Yasaman Moradi, Razieh Mousavi, Sara Norouzi dan Abbas Vahedi.

Ketujuh fotografer ini sebelum melakukan pameran, telah menghabiskan waktu selama lima bulan di terminal bus antar kota Tehran untuk menemukan foto dengan hasil seperti gambaran kehidupan Asli. Karena para fotografer ini benar-benar ingin menggambarkan kehidupan natural dalam gerak dan ketenangan masyarakat saat berada di sebuah terminal bus.

(financialtribune.com)

Foto yang didapat para fotografer ini bukan hanya dari luar dan kehidupan para masyarakat pengguna bus, melainkan foto dari interior, bentuk bangunan dan seluk beluk terminal di Tehran. Saat pameran yang lalu tersebut, para fotografer ini memajang foto-foto penumpang yang menunggu, para pekerja terminal, bus dan semua yang terlihat di terminal baik di dalam maupun diluar terminal atau bisa dikatakan kondisi terminal saat itu selama lima bulan.

“Terminal memang kontroversial, mereka dibangun untuk memfasilitasi transportasi umum secara paradoks dan juga tempat dimana banyaknya masyarakat yang menggunakan transportasi bus. Waktu juga sepertinya lama saat menunggu sebelum menaiki bus. Keheningan ini berbeda dengan terminal tujuan akhir, semuanya di sini lebih tertahan,” ujar juru bicara acara pameran tersebut.

Baca juga: Tiga Tahun Pembangunan, MRT Jakarta Buka Pameran Foto

Terminal Beyhaqi

Diketahui, ketujuh orang yang tergabung dalam satu kelompok ini memulai proyek foto mereka ada musim gugur 2016 lalu. Mereka mencari subjek disetiap sudut dan celah empat terminal yakni selatan, timur, barat dan Terminal Beyhaqi yang terbesar di bagian utara Tehran. Di empat terminal ini, setiap orang bisa melihat penumpang yang berbeda dari berbagai belahan negara. Keragaman dalam penampilan, pakaian, kebiasaan dan budaya mereka juga terlihat sangat jelas dalam foto-foto tersebut.

Jajal Tuk Tuk, “Bajaj” dengan Argometer di Bangalore, India

Siapa tak kenal Bajaj? Bagi warga DKI Jakarta sosok Bajaj identik sebagai etalase transportasi yang telah melekat dari masa ke masa. Dan dari namanya kami yakin sebagian besar dari Anda sudah mahfum, bahwa kendaraan roda tiga yang kondang disebut BMW (Bajaj Merah Warnanya) ini berasal dari India. Sesuai perkembangan jaman dan tuntutan modernisasi, kini Bajaj di Jakarta sudah bertransformasi, seperti sebagian sudah tak lagi menggunakan mesin dua tak yang bising, dan di cat berwarna biru.

Baca juga: Bemo Tereliminasi, Bajaj Qute Jadi Solusi

Lantas bagaimana dengan Bajaj di negara asalnya? Apakah seperti di Indonesia? Pertanyaan tersebut kerap disampaikan kepada warga Indonesia yang pernah bertandang ke India. Dan KabarPenumpang.com pada 13 – 18 Februari lalu berkesempatan untuk melihat dan menjajal langsung Bajaj di Bangalore, kota yang dikenak sebagai basis perusahaan IT di kawasan Asia. Di India, Bajaj kondang disebut sebagai rickshaw atau “Tuk Tuk,” mirip dengan penyebutan kendaraan sejenis di Bangkok, Thailand.

IMG_0700

Dibanding Bajaj Jakarta, Tuk Tuk punya dimensi sedikit lebih panjang, meski daya muatnya sama, yakni tiga orang di bangku bekalang. Dengan dimensi yang lebih panjang, menjadikan ruang gerak kaki penumpang lebih besar, dan pastinya lebih fleksibel dimuati barang bawaan. Tuk Tuk dirancang menggunakan atap dari bahan kanvas, tak beda dengan Bajaj Jakarta. Warna atap kanvas boleh dibilang serangam, yakni kuning, sementara dibagian bawah bodi di cat warna hijau, meski beberapa Tuk Tuk terlihat memakai cat kuning hitam.

Tuk Tuk di Bangalore sebagian besar masih mengadopsi mesin bensin, tapi yang jelas bukan mesin dua tak yang bising. Kecepatan pun dipatok maksimal di kisaran 56 km per jam. Untuk rute tempuh, tiada batasan, selain di jalan tol, pengemudi Tuk Tuk di Bangalore bahkan terlihat percaya diri membawa ngebut kendaraannya di atas fly over. Beradaptasi dengan panasnya cuaca di Bangalore, penumpang Tuk Tuk dapat menikmati hembusan angin kencang dari sisi samping, pasalnya ‘ruang terbuka’ di Bajaj India ini sangat lebar. Namun, karena terjangan debu yang keras, bekal masker saat naik Tuk Tuk dirasa sangat diperlukan di musim panas.

meter

Lain dari itu semua, Tuk Tuk berlaku ibarat taksi, sebab sudah dilengkapi argometer digital. Tarif yang dipatok adalah 13 rupee per kilometer jarak tempuh. Jika menggunakan argometer ada tarif minimum untuk sekali naik, yaitu 25 rupee. Sebagai informasi 1 rupee setara 200 rupiah. Menyesuaikan dengan kondisi trafik dan demand penumpang, Tuk Tuk juga mengenakan tarif berbeda, seperti waktu malam hari (mulai pukul 22.00 – 05.00) dengan harga 1,5x lebih tinggi dari tarif argo reguler.

Baca juga: Bemo, Mencoba Eksis Ditengah Himpitan Zaman

Selain bisa di pesan langsung dari jalan, Tuk Tuk juga dapat dipesan lewat aplikasi dari smartphone. Meski begitu tidak ada keharusan bagi pengemudi untuk memakain argometer, seperti kami pernah memakai jasa Tuk Tuk dengan cara menawar untuk ke suatu tujuan di tengah kota. Bagi yang tak mengenal seluk beluk kota, nego tarif tidak disarankan. Sementara yang jadi tantangan terbesar adalah tak semua pengemudi TukTuk lancar berbahasa Inggris, dan belum tentu pengemudi Tuk Tuk paham seluk beluk kota dengan penduduk 11,5 juta jiwa (2016).

Penulis dengan latar Tuk Tuk.
Penulis dengan latar Tuk Tuk.

Kini tak kurang 10.000 unit Tuk Tuk beroperasi di Bangalore, moda transportasi ini memang menjadi solusi ditengah kepadatan lalu lintas yang cukup parah pada jam-jam sibuk. (Adjie Seno, India)

Tips – Sebelum Masuk ke Kargo Pesawat, Pastikan Koper Anda Cukup Kuat

Tak jarang kita merasa was-was saat koper atau tas dimasukkan ke dalam konter check in, setelah melewat tahap pemberian label, barang bawaan akan melalui serangkaian tahap untuk masuk ke dalam ruang kargo pesawat, dan akhirnya koper kita terima kembali di ban berjalan saat tiba di bandara tujuan. Namun, salah satu yang kerap dicemaskan adalah kondisi tas/koper saat berada di penanganan bagasi.

Kali ini bukan karena faktor keamanan, pasalnya tas/koper Anda mungkin sudah dikunci ekstra, tapi lebih kepada kekuatan koper itu sendiri. Seperti diketahui, dalam penerbangan, penangangan bagasi tak selalu mulus, ada saja kabar bahwa koper yang diterima di bar berjalan sudah diterima dalam kondisi kotor, terkoyak, bahkan ada pegangan tas/koper yang terlepas. Seorang pegawai perusahaan penerbangan, Tricia Davis mengatakan dirinya banyak mendengar cerita dari para pelancong tentang barang bawan mereka yang rusak setelah sampai ketangan mereka.

Baca juga: Global Locator, Alat Pelacak Posisi Bagasi Dalam Penerbangan

KabarPenumpang.com merangkum dari independent.co.uk (24/8/2017), Davis mengatakan bahwa tidak semua penanganan bagasi di bandara bermasalah. “Dalam sembilan tahun saya bekerja untuk sebuah perusahaan penerbangan, saya telah menangani ribuan tas. Saya juga merupakan seorang musafir yang kompulsif sepanjang hidup dan selalu mencari tas besar. Namun yang jelas kondisi tas/koper memang harus memadai untuk dibawa ke bagasi, yang dimaksud memadai adalah dirancang cukup kuat untuk menerima tekanan, maklum tas/koper di bagasi (kargo) akan disusun atau ditumpuk,” kata Davis.

Untuk menangani masalah ini, Davis memberikan beberapa tips yang sekiranya bermanfaat tentang koper.

1. Garansi Koper
Sebelum membeli koper, sebaiknya Anda meminta jaminan atau garansi. Biasanya koper memiliki garansi jika tas rusak, simpan tanda terima pembelian di dalam sebuah amplop dan tinggalkan di tas. Jika Anda perlu mengembalikannya atau membuktikan kepada maskapai, maka ini bisa memperkuat argumen untuk komplai kepada maskapai bila terjadi kerusakan pada tas/koper Anda.

2. Roda
Saat ini perusahaan koper banyak menggunakan roda empat dibanding roda dua, tetapi sebenarnya ini adalah hal yang kurang tepat. Roda yang terlihat justru akan memperburuk keadaan saat diangkat, karena bisa saja mengganggu, sedangkan roda yang agak tersembunyi bisa membawa koper Anda lebih baik.

3. Bahan
Koper dengan cover plastik tidak dibuat dengan cukup kuat, kasus koper plastik retak dalam cuaca dingin, atau terkena tekanan akibat ditindih pada ruang kargo menjadi kelemahan tersendiri pada jenis koper ini. Bisa dikatakan dibanding koper bercover plastik, maka akan lebih baik menggunakan tas dari bahan kain yang lebih awet.

4. Name Tag
Gunakan tanda nama yang berisikan, nama, alamat hingga nomor telepon Anda. Sebab dengan tanda ini bisa memudahkan untuk menemukan dan mengidentifikasi tas/koper Anda. Perlu dicatat name tags ini penting dipasang, mengingat kemungkinan tas/koper tertukar.

Baca juga: Singapura Buka Tender Untuk Otomatisasi Penanganan Bagasi di Changi

5. Cover tas
Biasa, koper saat ini dilengkapi dengan cover depan untuk melindungi koper dari lecet atau rusak parah. Baiknya bila memang tidak memiliki cover yang diberikan saat membeli koper, Anda bisa membelinya sendiri dan cari yang pas agar tidak lepas dan membuatnya tersangkut hingga sobek.

6. Ritsleting
Pastikan semua ritsleting tertutup, sebab jika terbuka sesuatu dalam sistem conveyer bisa merobek bagian depan tas.

7. Lepaskan Straps
Tali yang longgar dan tidak rapi bisa menjadi bencana dalam penanganan bagasi, bisa jadi straps yang tidak dilepas atau longgar akan menyulitkan petugas penanganan bagasi.

8. Lepas Label Penerbangan Lama
Lepaskan semua bekas tanda kode penerbangan lama yang ada di koper. Ini dilakukan agar koper Anda lebih mudah diidentifikasi dan tidak membingungkan petugas penanganan bagasi.

Mobile Game Ini “Ajarkan” Penumpang Hadapi Situasi Darurat Selama Mengudara

Sebagai salah satu penyedia jasa layanan transportasi, dunia aviasi memiliki satu masalah yang dianggap sudah mendarah daging dan dianggap belum menemukan satu jalan keluar, yaitu terkait kesadaran penumpang dalam memperhatikan dan memahami instruksi keselamatan yang diberikan oleh pihak maskapai penerbangan, baik melalui briefing atau kartu keselamatan penerbangan.

Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing

Bukan tanpa alasan, sebuah penelitian mengenai keselamatan penerbangan menunjukkan bahwa pemahaman penumpang terhadap instruksi keselamatan selama mereka mengudara bisa dibilang berada di level bawah. Poin inilah yang selalu menjadi perhatian para penyedia jasa layanan penerbangan untuk memperbaiki sistem yang sudah ada agar mereka bisa memberikan pelayanan terbaik kepada para penumpang.

Kartu Keselamatan Penerbangan. Sumber: flickr

Salah satu cara yang ditempuh beberapa pihak dalam mengentaskan masalah ini adalah dengan menghadirkan sebuah game yang berupa simulasi terhadap keadaan darurat selama penerbangan yang bernama “Prepare for Impact”. Melalui game simulasi darurat 3D ini diharapkan para penumpang dapat lebih meningkatkan pemahaman terhadap petunjuk keselamatan selama penerbangan. Para penumpang juga dapat lebih paham tentang apa saja yang harus mereka lakukan jika pesawat mengalami kecelakaan.

Dalam game simulasi keluaran Human-Computer Interaction Lab of the University of Udine (HCI Lab Udine) ini juga memiliki banyak varian level dan skema darurat, seperti dekompresi selama penerbangan, pesawat jatuh, landas pacu yang terlewat, hingga pendaratan di perairan. “Kami  berusaha untuk mendorong pentingnya pemahaman penumpang terhadap kondisi darurat melalui permainan seperti ini,” ungkap profesor Luca Chittaro, direktur dari HCI Lab Udine, sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman hcilab.uniud.it.

“Dengan cara ini, orang bisa membiasakan diri dengan keadaan darurat yang mungkin saja mereka alami selama berada di dalam sebuah penerbangan dengan memainkan skenario ‘What – If’, mereka juga dapat menentukan langkah apa yang akan mereka tempuh, dan melihat konsekuensi positif atau negatif yang secara realistis digambarkan oleh permainan 3D semacam Prepare for Impact ini,” tambah Luca.

Baca Juga: Sejumlah Fakta dari Proses Emergency di Pesawat Terbang

Diketahui, game ini juga menyediakan level dimana proses evakuasi pesawat menjadi lebih kompleks, seperti kebakaran di dalam kabin, pintu pesawat yang tidak bisa digunakan, dan masih banyak lagi. Hingga saat ini, game Prepare for Impact dapat diunduh melalui Google PlayStore untuk device Android dan AppStore untuk device iOS secara gratis.

Jadi, tidak ada salahnya untuk mengunduh game ini dan mencoba bagaimana mendebarkannya situasi darurat selama penerbangan. Layaknya game lain, pilihan Anda amat menentukan akhir cerita dari simulasi ini, apakah Anda bisa selamat dari situasi darurat atau Anda harus terus mengulang sebuah skema untuk melanjutkan ke level lainnya yang lebih menantang, so, prepare for the impact!

Gelar Investigasi Kecelakaan Bus Rosalia Indah, KNKT Terbitkan Rekomendasi

Tepat sehari jelang Idul Fitri bulan Juni lalu, bus Rosalia Indah dengan nomor polisi AB1505AU jurusan Jakarta-Yogyakarta mengalami kecelakaan masuk jurang di Desa Banyeman Purbalingga (24/6/2017). Dalam musibah tersebut, 4 dari empat puluh penumpang dinyatakan tewas. Terkait musibah tersebut, belum lama ini Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginvestigasi kasus tersebut.

Baca juga: Gandeng BMKG, UnDip dan Lion Group, KNKT Kembangkan Sistem Informasi/Peringatan Dini di Bandara

Dirunut dari peristiwanya, bus Rosalia Indah pada pukul 03.00 pagi berada di ruas jalan Jalur Bayeman dan pengemudi tidak mampu mengendalikannya saat berada di ruas jalan berliku dan tikungan ‘S’ sehingga masuk ke jurang sedalam kurang lebih sepuluh meter. Letak jurang ini tepat berada di sebelah kiri jalan. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, kondisi jalan dan fasilitasnya seperti marka jalan saat ini masih dalam kondisi laik.

(Istimewa)

“Memang kondisi topografinya cukup ekstrim sehingga sangat membahayakan bagi pengemudi yang baru melintas ruas jalur tersbut. Sampai saat ini  KNKT masih menitikberatkan investigasi pada faktor sarananya saja, sedangkan penyebab kecelakaan adalah multifaktor seperti faktor prasarana jalan dan pagar pengaman jalan,” jelas Soerjanto melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (30/8/2017).

Dia menambahkan, pihaknya saat ini sedang memperluas investigasi untuk mencari faktor dari manajemen operator bus tersebut. Namun, hingga kini belum diketahui apakah operator bus telah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kemampuan dari penggemudi bus saat kondisi jalan yang berbeda termasuk jalan ekstrim.

“KNKT juga melakukan investigasi terkait kemampuan pengemudi dalam mengendalikan kendaraan saat memasuki tikungan,” jelas Soerjanto.

Baca juga: Akhirnya! KNKT Ungkap Penyebab Kebakaran Kapal Zahro Express

Saat ini ada beberapa upaya yang dilakukan KNKT untuk mengurangi angka kecelakaan pada lokasi yang sama dengan mengeluarkan rekomendasi segera. Adapun isi rekomendasi segera adalah :

a. Perlu segera dilakukan survei Inspeksi Keselamatan jalan pada ruas jalan Randudongkal – Purbalingga untuk me-review kembali standar keselamatan jalan maupun fasilitas perlengkapannya mengingat daerah yang dimaksud tergolong ekstrim dan menjadi lokasi rawan kejadian kecelakaan.

b. Khusus pada lokasi kejadian perlu segera merekontruksi alinyamen utamanya pada superelevasi masing-masing tikungan se-ideal mungkin agar kendaraan yang melalui tikungan tidak mengalami gejala bodyroll karena gaya sentrifugal yang terakomodir oleh superelevasi.

c. Perlu segera merevitalisasi pagar pengaman jalan dengan kekuatan pondasi dan ketinggian yang sesuai standar sebagai pencegahan dan penyelamatan bagai kasus dengan sudut tumbukan lebih landai sehingga kendaraan dapat dikembalikan ke jalurnya.

d. Melarang kendaraan sedang, terutama bus/truk dengan lebar 2,5 meter dan panjang 12 meter untuk melewati ruas jalan tersebut, atau dijadikan jalur alternatif, mengingat tidak semua pengemudi memahami medan jalan serta memahami begaimana cara menangani medan tertentu.

e. Delineator beton perlu diganti menggunakan delineator standar berbahan besi atau plastik yang dilengkapi reflektor.

f. Perlu ada tambahan garis kejut setiap 100 meter dengan spesifikasi ketebalan 2 sentimeter dan jarak antar garis sebanyak 5 garis pertitiknya pada jalur turun untuk meningkatkan kewaspadaan pengemudi.

(Istimewa)

Hadirkan Bus Otonom, DeNA Terbentur Regulasi Tentang Bangku Pengemudi

Kementerian Pertanahan, Infrastuktur, dan Transportasi Jepang mulai melakukan uji coba terhadap salah satu bus otonom yang nantinya akan beroperasi khusus untuk pengiriman paket dan melayani perjalanan orang-orang lanjut usia.

Robot Shuttle, begitulah moda ini disebut, merupakan mahakarya dari sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada e-commerce dan entertain, DeNA. Adapun uji coba ini dilakukan di prefektur Tochigi yang terletak di pulau utama Jepang, Honshu.

Baca Juga: Waymo Pastikan Penumpang Mobil Otonom Aman Dengan Teknologi Ini

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman techwireasia.com (17/8/2017), Robot Shuttle mampu melakukan perjalanan di jalan-jalan pada umumnya. Walaupun uji coba ini dilakukan di jalur khusus yang bebas kendaraan, namun pada akhirnya bus ini akan beroperasi di jalur normal. Berbeda dengan sistem otonom yang dikembangkan oleh beberapa perusahaan raksasa di seluruh dunia, seperti Google, Apple, Land Rover, Nissan, dan lain sebagainya, eksperimen khusus ini sama sekali tidak dilengkapi dengan kursi pengemudi, sehingga DeNA sempat mengalami kendala terkait tidak memenuhinya persyaratan yang tercantum di Undang-Undang mengenai kehadiran kontrol manual (kursi pengemudi).

Layaknya kelengkapan yang ada di moda otonom lainnya, Robot Shuttle juga dilengkapi oleh real-time sensor serta kamera yang terpasang di kendaraan tersebut, sehingga memungkinkan bus ini untuk mengurangi kecepatannya dan berhenti jika ada objek yang terdeteksi oleh kamera pengawas yang dinilai menghalangi laju kendaraan. Untuk kecepatan moda ini sendiri, Anda tidak perlu khawatir karena DeNA sudah mengatur semuanya sehingga moda ini hanya melaju sekitar 10km/jam.

Baca Juga: Keluar dari Zona Nyaman, Apple Coba Peruntungan Rancang Bus Otonom

Rencananya, sekitar 13 uji coba lanjutan sudah dijadwalkan dalam beberapa bulan ke depan, dengan tujuan agar moda otonom ini dapat membuka layanan komersialnya pada tahun 2020 mendatang. Terlepas dari itu semua, diketahui MIT spin-off nuTonomy juga akan meluncurkan taksi otonom yang akan segera beroperasi di Singapura pada 2018 mendatang. Hingga saat ini, layanan taksi tersebut hanya boleh melakukan layanan sekitar 12km saja di salah satu distrik di daerah utara, namun tetap saja taksi ini seolah dijadikan pionir untuk merealisasikan transportasi otonom oleh negara-negara yang ingin segera mengadopsi sistem transportasi serba otomatis seperti Singapura.

Sementara itu, Richard Holman dari General Motor Amerika mengungkapkan perubahan prediksi tentang kedigdayaan mobil otonom di jalanan yang semula diprediksi akan mulai beroperasi pada 2035. Namun ia mengatakan bisa saja per tahun 2020, mobil-mobil otonom sudah mulai menggeser peran dari mobil konvensional.

Antisipasi Kecelakaan di Jalur Kereta, Kemenhub Datangkan Kereta Derek

Ternyata, bukan mobil saja yang punya mobil derek, kereta pun punya kereta Derek. Dengan fungsi yang hampir serupa dengan mobil derek, kereta derek seolah menjadi suatu moda penting yang dapat membantu berjalannya pengoperasian kereta api di Indonesia, terutama jika terjadi kecelakaan. Inilah yang menjadi dasar Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk menghadirkan kereta derek untuk “ditugaskan” di Sumatera Utara.

Baca Juga: PT INKA, Kepercayaan Dunia Dalam Industri Kereta di Dalam Negeri

Sebenarnya, daerah Sumatera Selatan sudah memiliki kereta derek, namun usianya sudah terlalu tua untuk beroperasi. Peremajaan telescopic rail crane asal Jerman ini diharapkan dapat menggantikan peran dari kereta derek yang sudah ada sebelumnya. Adapun kereta penunjang keselamatan perkeretaapian ini telah dipesan pihak Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan senilai Rp 96,76 miliar pada tahun 2015 silam.

“Kereta derek sudah ada di Sumatera Selatan, tetapi usianya sudah tua dan kemampuannya di bawah 100 ton. Ketika ada kecelakaan di Sumatera Selatan, proses evakuasinya jadi lama karena kemampuan peralatan yang terbatas,” terang Dirjen Perkeretaapian Kemenhub kala itu, Hermanto Dwiatmoko. Adapun kereta derek baru ini berkekuatan 120 ton.

“Nanti kalau rel kereta antara Sumatera Utara dan Selatan sudah tersambung, kereta derek ini akan ditempatkan di tengah-tengah, mungkin di Riau,” tambahnya. Untuk menunjukkan keseriusannya, pemesanan ini ditandai dengan penandatanganan kontrak pengadaan peralatan berat untuk mengangkat dan menggeser beban akibat kecelakaan kereta. Sementara itu, Direktur Utama PT Multi Graha Teknika, Martin Moeljono menambahkan pembangunan kereta derek ini diharapkan selesai dalam 660 hari atau 22 bulan.

Perakitan kereta derek ini sendiri akan dilakukan di Leipzig, Jerman, bekerja sama dengan pembuat kereta Kirow. Walaupun dirakit di Jerman, Martin mengatakan tidak semua bagian dirakit di sana. “Gerbong di depan ini dibuat oleh PT Inka. Kegunaannya untuk melindungi kereta derek,” tambah Martin seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman merdeka.com (8/11/2015).

Adapun spesifikasi dari kereta derek ini adalah load moment 120 ton x 10 meter, lokomotif dengan beban maksimum 108 ton dan panjang maksimum 19 meter. Selain itu, kereta derek ini juga memiliki gerbong terbuka untuk mengangkut batubara muatan penuh dengan berat maksimum 72 ton dan panjang maksimum 15 meter serta kereta dengan berat maksimum 33 ton dan panjang maksimum 20 meter.

Baca Juga: Terima Tawaran dari Taiwan, PT INKA Siap-Siap Kembali “Kebanjiran” Order

Berbeda dengan kereta derek lainnya yang memiliki empat penyangga, kereta seberat 120 ton ini hanya membutuhkan maksimal dua penyangga. “Dengan tanpa penyangga maka apabila lokasi kecelakaan berada di tepi jurang atau di dekat tebing, kereta yang terguling atau keluar dari rel, tetap bisa dikembalikan ke rel. Kalau dulu, kereta derek membutuhkan empat penyangga di kiri-kanan agar kokoh dan kuat mengangkat beban,” jelas Martin.

Indonesia sendiri sebenarnya memiliki lima kereta derek, tiga berada di pulau Jawa dan sisanya ada di pulau Sumatera. PT KAI sendiri berencana untuk menambah sekitar enam kereta derek lagi untuk mengantisipasi perkembangan lalu lintas perkeretaapian yang akan semakin ramai.

Praktik Tanim Bala, Cara Licik Oknum Bandara Untuk Peras Para Pelancong

Beberapa waktu yang lalu, Ninoy Aquino International Airport (NAIA) yang merupakan bandara utama di Filipina sempat dibuat heboh dengan isu tentang tanim bala atau yang dikenal sebagai penanaman peluru. Seorang pria paruh baya terpaksa digelandang ke pos penjagaan akibat kepemilikan senjata api lengkap dengan amunisinya. Diketahui, pria tersebut sedang dalam perjalanan untuk berlibur.

Baca Juga: Pulau Miangas, Garda Terdepan Yang Eksotis di Utara Indonesia

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman khaleejtimes.com (28/8/2017), pria bernama Silvestre Mendoza Roque (52) mengaku lupa untuk melepaskan peluru berkaliber 45 dari senjata api yang ia bawa. Selain senjata api yang lengkap dengan amunisi tersebut, kepolisian setempat juga mengamankan 16 peluru berkaliber 45 lainnya serta dua majalah yang ia bawa.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Silverstre mengaku lisensi kepemilikan senjata api tersebut sudah kadaluarsa. Itu berarti ia tidak mengantongi izin untuk membawa senjata berjenis handgun tersebut. Diketahui, ini bukan kali pertama pihak keamanan NAIA mengamankan penumpang yang ketahuan membawa amunisi. Sebelumnya, beberapa pelancong juga pernah diamankan oleh petugas keamanan bandara karena masalah serupa.

Kebanyakan dari mereka yang tertangkap kedapatan membawa amunisi mengatakan bahwa peluru tersebut digunakan sebagai semacam jimat untuk menolak bala atau mengusir kejahatan. Banyaknya kasus pengamanan penumpang yang memiliki senjata api atau amunisinya saja lalu dikaitkan dengan kenakalan oknum bandara yang dengan sengaja menyimpan sejumlah peluru ke dalam tas para pelancong secara diam-diam atau biasa disebut tanim bala. Diketahui, praktik tanim bala ini sudah mulai beredar sejak September 2015.

Baca Juga: Serba Serbi Check In Online di Masing-Masing Maskapai Penerbangan

Praktik tanim bala yang dilakukan ini bertujuan agar oknum petugas di bandara ini dapat memeras para pelancong. Akibatnya, banyak pelancong yang merasa ketakutan terjebak praktik tinam bala dan sontak berita ini tersebar luas dan menjadi viral. Tidak hanya wisatawan lokal yang takut terjebak praktik kotor semacam ini, tapi wisatawan mancanegara juga jadi gentar untuk berkunjung ke pulau yang berada di sebelah timur laut pulau Sulawesi ini. Beruntung, praktik tanim bala di atas sudah tidak pernah terjadi lagi di bawah kepemimpinan presiden Filipina yang baru, Rodrigo Duterte.

Tentu saja, ini merupakan aksi perseorangan yang terbukti dapat merugikan negara. Bagaimana tidak, dengan beredarnya isu seperti praktik tanim bala, maka secara otomatis sektor wisata Filipina akan mengalami penurunan karena pelancong merasa ketakutan untuk berkunjung dan lama kelamaan, aksi ini bisa merugikan negara.

8 Aplikasi Ini Bisa Maksimalkan Anda Selama Melancong di Negeri Orang

Berjalan-jalan ke luar negeri kerap meninggalkan sebuah cerita yang tidak akan dapat dilupakan. Namun, mungkin Anda akan sedikit mengalami kesulitan jika berkunjung ke negara yang belum pernah Anda sambangi sebelumnya, entah terkait soal bahasa, kuliner tata letak kota, dan point of interest lainnya.

Dewasa ini, sudah jarang sekali kita melihat seorang pelancong dari luar negeri yang membawa guidebook sebagai bekal mereka bertualang di negeri orang, semua keperluan mereka sudah dapat dipenuhi oleh aplikasi yang tersedia di smartphone. Berikut, KabarPenumpang.com sarikan 8 aplikasi yang sangat direkomendasikan bagi para pelancong versi huffingtonpost.com.

Baca Juga: Siapkan yang Penting, Tinggalkan yang Tak Perlu saat Traveling

Viber
Viber adalah sebuah aplikasi yang wajib dimiliki untuk komunikasi ke luar negeri. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengirim teks dan menelepon ke manapun di dunia secara gratis saat Anda tersambung ke jaringan WiFi. Ini bekerja paling baik bila digunakan untuk berkomunikasi dengan pengguna Viber lainnya, namun juga berisi fitur ViberOut yang memungkinkan Anda menghubungi kontak di telepon Anda meskipun mereka tidak ingin menguduh aplikasi, tentu sebelumnya Anda harus mengisi pulsa prepaid dengan nilai tertentu. Namun, kehadiran Viber kini mulai tersaingi oleh keberadaan WhatsApp, Line, dan BlackBerry Messenger yang sama-sama bisa melakukan panggilan gratis ke sesama pengguna aplikasi.

Tile
Kini Anda tidak perlu khawatir lagi jika barang bawaan Anda hilang atau dicuri selama perjalanan, karena aplikasi Tile akan membantu Anda menemukan barang Anda yang hilang tersebut. Aplikasi ini dapat diunduh dari PlayStore atau AppStore, namun Anda harus merogoh kocek untuk membeli alat Tile itu sendiri di Amazon yang nantinya akan dipasang di barang-barang bawaan Anda. Nantinya, alat berukuran kecil tersebut akan memancarkan sinyal Bluetooth yang dapat terdeteksi oleh aplikasi di smartphone Anda. Alat Tile itu juga tahan air, tahan bantingan hingga beberapa kali, serta daya tahan baterai tahan hingga satu tahun tanpa harus mengganti baterai atau men-chargenya. Canggih bukan?

SayHi Translate
Seperti yang sudah disebutkan di atas, masalah bahasa memang kerap kali menjadi penghalang para pelancong untuk berkomunikasi dengan warga lokal. Maka dari itu, keberadaan aplikasi ini akan sangat membantu, karena Anda cukup mengucapkan kalimat yang hendak Anda lontarkan ke iPhone atau iPad, lalu aplikasi ini akan secara otomatis menerjemahkan kalimat yang Anda ucapkan tadi ke bahasa sasaran.

Amount
Nampaknya aplikasi ini akan sangat membantu Anda yang kebingungan dengan konversi mata uang. Aplikasi Amount sendiri tidak hanya membantu Anda menavigasi pertukaran mata uang, namun juga menampilkan informasi mengenai speed limit kendaraan yang sedang Anda tumpangi, pengunaan bahan bakar, hingga ukuran pakaian yang hendak Anda beli di luar negeri. Sangat komplit bukan?

Entrain
Hadirnya aplikasi ini dapat membantu Anda untuk memerangi masalah jetlag yang kerap kali mengganggu waktu istirahat Anda. Cara kerjanya adalah dengan memberikan jadwal pencahayaan matematis yang akan membantu Anda menyesuaikan diri dengan zona waktu baru dalam sekejap. Aplikasi mencatat riwayat pencahayaan Anda dan membuat rekomendasi agar Anda menyesuaikan tingkat cahaya di sekitar Anda sepanjang hari untuk membantu Anda beraktifitas di negara tujuan.

Baca Juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel

Foodspotting
Gambar di menu makanan memang sering kali menipu, terlihat menarik namun belum tentu itu gambar tersebut sesuai dengan rasanya. Nah, aplikasi Foodspotting ini membantu Anda untuk menampilkan review dari berbagai orang yang sudah pernah mencicipi penganan tersebut. Aplikasi ini juga dapat merekomendasikan makanan apa saja yang patut dan layak untuk dicoba, pasalnya Foodspotting memiliki lebih dari empat juta data penganan yang tersebar dari seluruh dunia.

Like a Local
Sebenarnya, aplikasi ini hampir mirip dengan Foodpotting, namun yang ditampilkan bukanlah soal penganan, namun lokasi-lokasi wisata yang recommended yang patut untuk dikunjungi.

Speedspot
Tidak bisa dipungkiri, kehadiran Wi-Fi memang selalu dicari oleh setiap orang. Nah, kehadiran aplikasi ini dapat membantu mencari dan mengukur kemampuan dari Wi-Fi yang disediakan oleh hotel, restoran, ataupun tempat umum lainnya.