Hari Ini 14 Tahun Lalu, Xian MA60 Merpati Nusantara Airlines Jatuh di Kaimana, Tewaskan 25 Orang di Dalamnya

Hari ini 14 tahun lalu, bertepatan dengan tanggal 7 Mei 2011, dikenal sebagai sejarah kelam dalam dunia dirgantara Indonesia, yakni terjadi kecelakaan yang menimpa pesawat angkut komuter turboprop Xian MA60 milik Merpati Nusantara Airlines (MNA) di Bandara Kaimana (KNG), Papua Barat, yang menewaskan 25 orang di dalamnya.

Kronlogi kecelakaan tersebut dimulai saat pesawat lepas landas dari Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, menuju Bandara Utarom, Kaimana, dengan 21 penumpang dan 4 awak. Saat mendekati Kaimana sekitar pukul 14.00 WIT, cuaca memburuk dengan hujan deras dan awan rendah.

Merespon cuaca buruk, pilot mencoba melakukan pendaratan dengan pendekatan visual (VFR) meskipun jarak pandang terbatas dan bandara hanya memiliki fasilitas navigasi minimal. Ketika mendekati landasan, pesawat mengarah terlalu rendah, tidak sejajar dengan landasan, dan akhirnya menabrak laut sekitar 500 meter sebelum runway.

Tidak ada tanda-tanda kerusakan mesin atau ledakan sebelum tabrakan; pesawat langsung pecah dan tenggelam ke laut sedalam 15 meter. Seluruh penumpang dan awak meninggal dunia. Beberapa jasad ditemukan terikat dengan sabuk pengaman, menunjukkan dampak langsung benturan.

Dari hasil investigasi, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) menyimpulkan adanya kesalahan manusia (pilot error), yang memaksa pendaratan visual dalam kondisi cuaca ekstrem. Kemudian terbukti kurangnya pelatihan dan familiarisasi kru dengan sistem avionik MA60. Selain itu ada faktor pendukung musibah, yaitu minimnya fasilitas navigasi di Bandara Kaimana, tidak adanya sistem pendaratan instrumen (ILS) di bandara dan cuaca buruk tidak direspons dengan pengalihan ke bandara alternatif (divert).

KNKT menyimpulkan bahwa pilot seharusnya membatalkan pendaratan dan kembali ke bandara asal atau alternatif.

Pasca musibah MA60, Merpati Nusantara Airlines semakin terpuruk dan akhirnya dihentikan operasinya pada 2014 karena berbagai masalah keuangan dan kepercayaan publik. Pemerintah Indonesia sempat menangguhkan pengoperasian MA60 di maskapai lain untuk evaluasi teknis.

Xian MA60 – Dicap Sebagai Pesawat Gagal Tapi Masih Dioperasikan oleh Lima Maskapai

Transjabodetabek Layani Alam Sutera-Blok M, Transjakarta Layani Depok-Jakarta

Transjabodetabek rute S61 Alam Sutera-Blok M diluncurkan Pemerintah Provinsi DKI Bersama Pemerintah Pronvisi Banten beberapa minggu yang lalu. Kehadiran Transjabodetak S61 tersebut karena kepadatan masyarakat yang cukup tinggi untuk aktivitas kerja setiap hari.

Perjalanan Panjang 59,7 km dari Alam Sutera menuju Blok M ini melintasi 26 halte. Saat uji coba pertama kali dengan lalu lintas yang padat, perjalanan antarprovinsi ini menempuh waktu sekitar 95 menit.

Untuk rute tersebut, akan ada 24 armada bus yang melayani dan interval kedatangan setiap 20 menit. Kehadiran rute ini diharapkan bisa mengurai kemacetan di jalan tol dan minat masyarakat yang tinggi akan penggunaan transportasi umum.

“Untuk Alam Sutera-Blok M ini yang pertama (diluncurkan) karena memang kepadatannya cukup tinggi. Maka nanti dalam kesehariannya, setiap hari akan ada 24 bus yang melayani,” kata Gubernur DKI Pramono.

Tarif Transjabodetabek Alam Sutera-Blok M ini adalah Rp3500 dan sudah terintegrasi. Tak hanya Transjabodetabek Alam Sutera-Blok M, baru-baru ini, Transjakarta juga hadir di kota Depok, Jawa Barat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok mengumumkan ada dua rute dari tiga rute Transjakarta yang disetujui. Rute tersebut yakni Terminal Saawangan-Lebak Bulus PP dan Terminal Margonda ke Terminal Rambutan PP.

Uji coba kedua rute ini sendiri sudah dilakukan sejak 24 April 2025 kemarin. Oleh karena itu, bila masyarakat kebetulan melihat bus Transjakarta ada di Depok, baik secara langsung maupun dari media sosial, itu baru tahap uji coba dan belum diperuntukkan bagi umum.

Sebelumnya, selain KRL Commuterline, sudah ada layanan bus JRC (Jabodetabek Residence Connexion) yang menyambungkan Depok dengan Jakarta. “Rute ini akan beroperasi sesuai jam bus Transjakarta, bukan seperti JRC yang mencakup jam pagi dan malam saja. Kami akan terus memantau di lapangan untuk memastikan kelancaran operasionalnya,” kata Kepala Dishub Kota Depok, Zamrowi,

Dengan disetujuinya dua rute bus Transjakarta di Depok, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan mobilitas warga Depok yang akan menuju Jakarta atau sebaliknya. Selain itu, diharapkan pula dapat mengurangi kemacetan di beberapa titik.

“Masuknya Transjakarta ke Depok merupakan langkah besar untuk meningkatkan integrasi transportasi antara Depok dan Jakarta,” kata Zamrowi.

Zamrowi juga berharap adanya layanan kendaraan umum ini dapat mendukung mobilitas yang lebih efisien bagi masyarakat.

“Sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi,” katanya.

D’Masiv Jadi Nama Halte Transjakarta Petukangan

Pendapatan Charter Tumbuh 92%, Kinerja Komersial Garuda Indonesia Menguat di Q1 2025

Meski tengah mengalami penurunan jumlah armada pesawat,  PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk secara konsolidasi mencatatkan penguatan kinerja komersial yang tumbuh positif sepanjang kuartal I 2025. Hal tersebut ditandai dengan pertumbuhan pendapatan dari segmen penerbangan tidak berjadwal (charter) yang meningkat sebesar 92,88% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan positif ini terutama ditopang oleh peningkatan trafik pada pasar charter umrah. Hal tersebut mencerminkan keberhasilan strategi Garuda Indonesia tahun ini untuk makin mengoptimalkan perjalanan umrah, serta didukung oleh pemulihan bisnis penerbangan global.

Adapun pendapatan pangsa pasar charter (penerbangan tidak berjadwal) Garuda Indonesia pada kuartal 1-2025 tercatat sebesar US$37.958.218. Pertumbuhan tersebut ditunjang oleh pencatatan trafik penumpang charter selama kuartal 1-2025 sebesar 24.618 penumpang tumbuh 104% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut turut terefleksikan melalui sedikitnya 69 penerbangan yang utamanya turut dikontribusikan oleh penumpang charter umrah.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menjadi sinyal positif atas keberlanjutan proses pemulihan dan transformasi bisnis yang tengah dijalankan perseroan.

“Penguatan kinerja charter ini menjadi fondasi penting dalam strategi diversifikasi pendapatan kami. Permintaan yang meningkat, khususnya pada segmen umrah dan perjalanan grup, turut memperkuat posisi Garuda sebagai penyedia layanan penerbangan yang adaptif terhadap dinamika pasar,” jelas Wamildan.

Secara keseluruhan, pendapatan operasional konsolidasian per 31 Maret 2025 tercatat sebesar US$723,56 juta, meningkat 1,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain pertumbuhan dari charter, pendapatan ini juga ditopang oleh peningkatan volume penumpang dan kargo.

Sepanjang Januari hingga Maret 2025, Garuda Indonesia Group mengangkut 5,12 juta penumpang, terdiri dari 2,64 juta penumpang Garuda Indonesia dan 2,48 juta penumpang Citilink. Tingkat keterisian kursi (seat load factor) tercatat sebesar 78,8%, naik 5% dibandingkan kuartal I 2024.

Di sektor kargo, volume angkutan meningkat 5% menjadi 58.145 ton, yang terdiri dari 34.715 ton oleh Garuda Indonesia dan 23.430 ton oleh Citilink. Kinerja ini memperlihatkan akselerasi pemulihan bertahap pada lini bisnis kargo yang sempat mengalami perlambatan pasca pandemi.

Sementara, rata-rata ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance/ OTP) Garuda Indonesia secara grup selama kuartal pertama mencapai 88,19%, menjadikannya salah satu maskapai dengan performa ketepatan waktu terbaik di kawasan regional.

Dari sisi keuangan, Garuda Indonesia juga berhasil mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar US$162,27 juta, meningkat 87,15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan peningkatan efisiensi operasional dan penguatan likuiditas perusahaan.

Oleh karena berbagai kinerja baik tersebut, perusahaan mampu menekan kerugian bersih secara signifikan yaitu sebanyak 12,54% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau dari US$86,82 juta di kuartal I 2024, menjadi US$75,93 juta di kuartal I 2025. Nilai rugi bersih tersebut terutama disebabkan oleh beban keuangan sebesar US$124,57 juta yang antara lain merupakan komitmen restrukturisasi pembiayaan, sebagai bagian dari strategi turnaround jangka panjang.

Water Taxi Direncanakan Urai Kemacetan Bali

Transportasi air bukan hanya kapal ferry atau kapal penumpang besat seperti biasa. Tetapi ada juga taksi air atau water taxi yang digunakan untuk mengatasi kemacetan.

Di Bali, Pemerintah Provinsi (Pemprov) saat ini tengah menyusun rencana pengoperasian transportasi berbasis air atau water taxi. Hal ini karena Bali sering kali macet dan membuat perjalanan menjadi lebih lama dengan tujuan yang dekat.

Sehingga bisa dikatakan, water taxi menjadi salah satu langkah strategis untuk mengatasi kemacetan dan menjadi alterlatif bagi masyaraka serta pelancong terkhususnya di Bali Selatan yang menjadi pusat aktivitas pariwisata.

Rencan menghadirkan water taxi, Gubernur Bali Wayan Koster telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Yang mana, Kemenhub siap untuk mendukung penyediaan dan pengoperasian water taxi itu.

Layanan water taxi sendiri akan berfokus pada rute Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju ke Kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung. Kehadiran water taxi juga menjadi harapan bagi masyarakat untuk mendapatkan opsi yang lebih banyak dalam menentukan perjalanan mereka baik melalui jalur darat maupun air.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Pariwisata Widiyanthi Putri Wardhana guna membahas berbagai langkah kolaboratif dalam meningkatkan infrastruktur transportasi di destinasi wisata unggulan.

Fokus utama pembahasan adalah pengembangan transportasi berbasis air untuk meningkatkan mobilitas pelancong serta memperkuat konektivitas antarwilayah. Tak hanya itu, pemerintah menilai dengan kehadiran water taxi bisa berkontribusi signifikan mengurangi Waktu tempuh dari bandara menuju sejumlah destinasi wiasata utama di Bali seperti Pantai Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, dan Uluwatu.

Water taxi ini juga diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas darat seperti yang selama ini menjadi permasalahan di Bali. Dirangkum dari bebagai laman sumer, sebagai langkah awal dalam implementasi proyek ini, telah dilakukan uji coba menggunakan jukung atau perahu tradisional untuk mengukur efisiensi layanan.

Dari hasil uji coba, diketahui bahwa perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Uluwatu dapat ditempuh dalam waktu sekitar 35 hingga 40 menit menggunakan perahu tradisional. Sementara itu, dengan penerapan water taxi yang lebih modern dan bertenaga, waktu tempuh diharapkan dapat dipersingkat menjadi sekitar 25 hingga 30 menit.

Selain pengoperasian water taxi, pemerintah juga tengah mengeksplorasi opsi lain untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di destinasi wisata utama, termasuk rencana pengoperasian seaplane di beberapa lokasi strategis seperti Bali, Labuan Bajo, dan Sumba. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat akses ke destinasi wisata prioritas serta mendukung pertumbuhan industri pariwisata berbasis kelautan atau marine tourism di Indonesia.

Taksi Air Jadi Salah Satu Solusi Transportasi Bagi Warga Kerala di India

Menakjubkan! Jalur Kereta Api Pasuruan – Banyuwangi Miliki Pemandangan yang Mempesona

Jika kita naik kereta api tentu saja yang terlihat di sepanjang perjalanan adalah pemandangan yang menawan. Saat diperjalanan tak hanya stasiun dengan bangunan yang bersejarah, namun memiliki panorama yang sangat indah dan luar biasa. Melewati jembatan dan terowongan tentu menjadi kebanggaan tersendiri saat melewatinya. Melintas diatas jembatan dengan jurang dibawahnya bak melayang dan masuk terowongan bak tertelan oleh bumi menjadikan sensasi yang menjadi nilai lebih saat bertransportasi berbasis rel ini.

Ada beberapa pemandangan indah yang dilewati saat naik kereta api. Pemandangan tersebut ada pada wilayah Jawa Barat seperti Bandung dan Garut, Jawa Tengah di kawasan Banyumas dan Jawa Timur di kawasan Jember dan Pasuruan. Namun, selain dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, jalur kereta api di wilayah Pulau Jawa bagian timur ini pun tak kalah menawan. Dari para penggemar kereta api ini pun selalu dibanjiri di media sosial mereka mengenai pemandangan indah lengkap dengan kereta api yang melintas khususnya jalur Pasuruan, Jember bahkan hingga Banyuwangi.

Enam Kereta dengan Perjalanan Paling Romantis Bersama Pasangan

Panorama pegunungan tersaji di sepanjang perjalanan kereta api yang melintasi lima kabupaten dan kota ini dari Pasuruan hingga Banyuwangi. Jalur berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember ini menawarkan panorama pegunungan tersaji di sepanjang perjalanan yang melintasi lima kabupaten dan kota ini, diantaranya: Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Tercatat ada sebanyak 24 perjalanan kereta api setiap harinya, melayani berbagai tujuan mulai dari lokal hingga antarkota, dengan rute yang membentang dari Stasiun Pasuruan hingga ujung timur di Stasiun Ketapang, Banyuwangi.

Pemandangan yang ditawarkan sepanjang lintasan Daop 9 begitu memanjakan mata. Dari pegunungan yang menjulang seperti Gunung Arjuno, Gunung Semeru, serta Gunung Ijen, hingga hamparan sawah, sungai, dan kawasan perbukitan yang menyejukkan.

Untuk menjelajahi surga alam di wilayah Daop 9 Jember, para penumpang dapat memilih berbagai layanan kereta api yang siap mengantar mereka dari berbagai kota besar. Beberapa pilihan kereta yang melayani rute ke dan dari wilayah Daop 9 antara lain:
• KA Mutiara Timur Rute Ketapang – Surabaya Pasarturi pp.
• KA Blambangan Ekspres Rute Ketapang – Pasarsenen pp.
• KA Pandalungan Rute Jember – Gambir pp.
• KA Ijen Ekspres Rute Ketapang – Malang pp.
• KA Wijayakusuma Rute Ketapang – Cilacap pp.
• KA Ranggajati Rute Jember – Cirebon pp.
• KA Logawa Rute Ketapang – Purwokerto pp.
• KA Probowangi Rute Ketapang – Surabaya Gubeng pp.
• KA Tawang Alun Rute Ketapang – Malang pp.
• KA Sritanjung Rute Ketapang – Lempuyangan pp.

Menikmati Pemandangan Jalur Timur dengan Kereta Panoramic, Catat Jadwal dan Harga Tiketnya

MS Insignia Tiba, Tutup Rangkaian Tiga Raksasa Kapal Pesiar di Buleleng

MS Insignia bersandar mulus di Dermaga II Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng pada Jumat, 25 April 2025. Tiba tepat pukul 08.15 WITA, MS Insignia menutup rangkaian tiga kapal raksasa di April 2025 kemarin.

Kapal pesiar ini tiba membawa 568 penumpang dan 402 kru dan setelah proses clearance rampung puk 08.45 WITA, pelancong mancanegara langsung mulai tur mereka ke berbagai destinasi unggulan di Bali Utara.

MS Insignia datang dari Tanjung Perak, dan dijadwalkan berlayar ke Benoa malam harinya pukul 20.00 WITA. Tiga kapal raksasa dalam satu bulan, bukan hanya angkat, tetapi ini sebuah sejarah.

MS Seven Seas Mariner, MS Seven Seas Voyager, dan kini MS Insignia. Rekor yang tak hanya mencerminkan lonjakan kunjungan, tapi juga kesiapan Pelabuhan Celukan Bawang menjawab tantangan kelas dunia.

General Manager PT Pelindo Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, mengaku perencanaan dan persiapan matang dalam hal teknis dan operasi adalah kunci dalam pelayanan prima penyandaran beberapa cruise di Celukan Bawang belakangan ini. Selain itu koordinasi dan sinergi dengan stakeholder seperti agen, KSOP, Bea Cukai, KKP, Pemerintah Daerah dan lainnya juga mempermudah Pelabuhan Celukan Bawang melayani cruise intersional selama singgah.

Ada tiga target pada Pelabuhan Celukan Bawang yakni konsisten untuk menerima pelayaran kapal besar, berstandar internasional, dan jadi Pelabuhan andalan untuk jalur cruise Asia-Pasifik. Selain itu juga hadirnya kapal pesiar sebagai “jendela global” untuk Bali Utara.

Harapan lainnya adalah bersandarnya MS Insignia bisa membawa cerita para pelancong tentang indahnya Buleleng. April 2025 akan dikenang sebagai titik balik.

Ketika sebuah pelabuhan di Bali Utara, yang sebelumnya tidak terlalu terdengar dalam peta besar pariwisata internasional, kini mulai bicara lantang bahwa kelas dunia bisa dimulai dari utara. Untuk diketahui, MS Insignia adalah kapal pesiar kelas menengah milik Oceania Cruises, bagian dari grup Carnival Corporation.

MS Insignia dibangun pada tahun 1998 oleh Chantiers de l’Atlantique dan awalnya berlayar untuk Renaissance Cruises. Kemudian, kapal ini menjadi bagian dari armada Oceania Cruises, dikenal dengan konsep “small ship cruising” dengan layanan yang sangat personal.

Lagi, Kapal Pesiar Internasional Sandar di Tanah Air, Siratkan Wisata Indonesia Tak Kalah Taji Dengan Luar Negeri

Ini Rute dan Jadwal Operasional Baru Bus Listrik Transjogja

Dinas perhubungan (Dishub) Yogyakarta pada 1 Mei 2025 melakukan perubahan rute uji coba bus listrik Transjogja. Kebijakan baru tersebut, diharapkan akan membuat antusiasme masyarakat menggunakan transportasi umum lebih tinggi lagi.

Di awal uji coba, rute bus listrik Transjogja melayani jalur Bandara Adisutjipto – Malioboro – Bandara Adisutjipto. kemudian pada 1 Mei 2025 ini, melalui akun isntagram esminya @dishubdiy, rute akan berubah menjadi Ngabean – Malioboro- Ngabean.

Rute baru ini, Dishub membuat titik keberangkatan dari mulai tempat parkir khusus (TKP) Ngabean yang berada di Jalan KH Wahid hasyim No.1-29, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Dari titik keberangkatan tersebut, bus akan melintas melalui Jalan Bhayangkara – Tentara Pelajar – Diponegoro – Mangkubumi – Kawasan Malioboro – Jalan Ahmad Dahlan dan kemudian Kembali ke Ngabean.

Pada rute baru Transjogja dengan bus listrik ini, juga berhenti di sejumlah halte yang tersebar di titik-titik strategis seperti halte Ngabean, KHA Dahlan 2, Bhayangkara, Sosrowijayan. Kemudian Halte Jlagaran, Jlagaran lor, Perpusda, SMP 14, Pasar Kranggan, Mangkubumi 1 dan Mangkubumi 2.

Lalu berhenti di halte Malioboro 1, Malioboro 2, dan Malioboro tiga. Setelah berhenti di halte Malioboro 3, bus listrik Transjogja akan melintasi halte KHA Dahlan 1 untuk Kembali ke titik awal di halte Ngabean.

Bukan hanya rute baru, bus listrik Transjogja juga mempebarui jam operasional mereka. Jika sebelumnya layanan hanya beroperasi dalam rentang waktu yang cukup singkat, yakni pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, kini jadwal tersebut telah diperpanjang.

Untuk rute terbaru, bus mulai beroperasi pada pukul 12.30 dan melayani penumpang hingga pukul 20.30 WIB. Berbeda dengan Bus TransJogja reguler yang menyediakan opsi pembayaran tunai (cash) dan non-tunai (cashless), Bus Listrik TransJogja hanya menerapkan sistem pembayaran non-tunai, yang berarti seluruh transaksi dilakukan menggunakan kartu.

Namun, selama masa uji coba masih berlangsung, Anda dapat menikmati layanan transportasi umum dari Dinas Perhubungan Yogyakarta ini secara gratis. Meski begitu, Anda tetap diminta untuk menempelkan kartu (tap-in) sebagai bagian dari prosedur. Jadi, setelah melakukan tap-in, saldo di dalam kartu Anda tidak akan terpotong.

Bus Listrik Wisata Beroperasi di Luar Trayek Trans Jogja

Setelah Bandung, Destinasi Favorit Berikutnya yang Cocok Gunakan Kereta Api adalah Banyuwangi

Jelajah perjalanan kereta api melalui jalur yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini ternyata semakin digemari masyarakat. Ya, tak hanya wilayah Bandung dan sekitarnya yang memperlihatkan panorama keindahan pemandangan yang menawan, jalur kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember ini pun memiliki keindahan yang sama hingga Banyuwangi.

Pilihan kereta apinya pun beragam yang melintas. Kelas ekonomi dan eksekutif serta kelas ekonomi lokal yang tiap hari melayani masyarakat setia penggunanya. Saat ini kereta api yang melintasan di wilayah Daop 9 Jember hingga Stasiun Ketapang, Banyuwangi bisa digunakan keberangkatan dari 2 kota besar di Jawa Timur, yakni Malang dan Surabaya.

Adapun keberangkatan dari Malang, penumpang bisa menggunakan KA Ijen Ekspres dan KA Tawang Alun. Sedangkan dari Surabaya bisa menggunakan KA Probowangi, KA Logawa, KA Sri Tanjung, KA Wijaya Kusuma, KA Blambangan Ekspres, dan KA Mutiara Timur. Lantas kenapa, ya masyarakat jadikan Banyuwangi sebagai destinasi favorit yang saat ini sedang ramai dikunjungi?

Suasana Stasiun Ketapang dan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi tampak dari atas. (Foto: Dok. seblang.com)

Tinggi peningkatan jumlah dengan destinasi tujuan yakni Stasiun Ketapang ternyata telah tercatat pada saat hari libur. Tak hanya libur panjang atau hari besar, hari libur seperti Sabtu dan Minggu pun penumpang yang berdomisili di wilayah Jawa Timur ini ternyata lebih cenderung menghabiskan waktu menggunakan kereta ali menuju Banyuwangi. Kereta api yang paling di favoritkan para penumpang untuk destinasi tersebut adalah KA Probowangi, KA Tawang Alun, dan KA Sri Tanjung. Bahkan kereta lokal seperti KA Pandanwangi dengan rute Jember – Ketapang pp. pun sangat digemari. Apalagi kalau bukan harga tiketnya yang murah meriah. Ya, kereta api tersebut masih bertarif subsidi ini menjadikan masyarakat bisa menghabiskan waktu liburannya dengan merogoh kocek yang sangat murah.

KA Probowangi rute Surabaya Gubeng – Ketapang pp. yang menjadi kereta favorite warga Jawa Timur dengan tarif yang sangat murah. (Foto: Dok. Radar Banyuwangi)

Melansir dari laman detik finance, Ketapang menempati posisi ke-3 yang menjadi stasiun dengan keberangkatan terpadat. Hal ini mengindikasikan Banyuwangi sebagai destinasi wisata makin terjangkau dengan kereta api. Sementara itu, Stasiun Pasarsenen tetap memimpin sebagai simpul pergerakan utama di Jakarta, melayani ratusan ribu pelanggan dari dan menuju berbagai daerah.

Tingginya okupansi penumpang menunjukkan meningkatnya minat masyarakat ke arah Ketapang, gerbang menuju Banyuwangi yang terkenal dengan wisata Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, dan wisata penyeberangan ke Bali. Nah, apakah tertarik juga untuk berkunjung ke Banyuwangi?

“Banyuwangi Baru,” Stasiun di Paling Ujung Timur Pulau Jawa

Kolaborasi Merek Parfum Ternama dan Maskapai Penerbangan, Perkuat Brand Image dan Pengalaman Pelanggan

Guna memperkuat image pada penerbangan full service, sejumlah merek parfum ternama telah menjalin kolaborasi dengan maskapai penerbangan untuk menciptakan pengalaman aroma yang khas bagi penumpang dan awak kabin.

Kolaborasi antara merek parfum dan maskapai penerbangan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman penumpang melalui elemen aroma yang khas dan mewah Dan secara khusus kami rangkum beberapa kolaborasi antara merek parfum ternama yang dinilai sukses.

1. Qatar Airways × Diptyque
Qatar Airways bekerja sama dengan rumah parfum asal Prancis, Diptyque, untuk menyediakan amenity kit eksklusif bagi penumpang First dan Business Class. Kit ini mencakup parfum seperti ‘Eau Rose’ dan ’34 Boulevard Saint Germain’, serta produk perawatan tubuh lainnya. Kemitraan ini mencerminkan komitmen Qatar Airways dalam menghadirkan pengalaman mewah bagi penumpangnya.

2. Air France × Francis Kurkdjian
Air France meluncurkan aroma khas bernama ‘AF001’, hasil kolaborasi dengan perfumer ternama Francis Kurkdjian. Aroma ini, yang memadukan musk, mimosa, melati, dan mawar, digunakan di lounge dan suite La Première untuk menciptakan suasana yang menenangkan dan elegan bagi penumpang.

3. Emirates × VOYA & Bvlgari
Emirates bekerja sama dengan merek organik asal Irlandia, VOYA, untuk menghadirkan Eau de Toilette eksklusif di kelas First dan Business. Selain itu, Emirates juga menjalin kemitraan jangka panjang dengan Bvlgari, menyediakan amenity kit yang mencakup parfum seperti ‘Omnia Coral’ dan ‘Le Gemme’ untuk penumpang premium.

4. Singapore Airlines × Scent by Six
Singapore Airlines memperkenalkan aroma khas ‘Batik Flora’, hasil kerja sama dengan label parfum lokal Scent by Six. Aroma ini, yang terinspirasi dari motif batik seragam awak kabin, digunakan dalam layanan handuk panas dan tersedia di lounge serta pusat layanan pelanggan.

5. Cathay Pacific × Air Aroma
Cathay Pacific menggandeng agen pemasaran aroma asal Australia, Air Aroma, untuk menciptakan aroma khas yang memadukan lavender, melati, bambu, dan teh. Aroma ini digunakan di lounge Cathay Pacific di seluruh dunia untuk menciptakan suasana yang menyenangkan bagi penumpang.

Secara umum, kolaborasi antara merek parfum dan maskapai penerbangan seperti yang disebutkan di atas dinilai cukup sukses, terutama dari segi brand image, pengalaman pelanggan, dan diferensiasi layanan. Kolaborasi seperti Qatar Airways × Diptyque dan Air France × Francis Kurkdjian mendapat pujian karena menambahkan unsur kemewahan sensorial dalam kabin, yang memperkuat kesan eksklusif. Penumpang kelas premium biasanya sangat menghargai detail seperti ini, sehingga memberi nilai tambah yang tidak langsung terkait harga tiket.

Maskapai seperti Singapore Airlines dan Emirates telah lama dikenal mengutamakan kualitas layanan. Aroma khas seperti “Batik Flora” atau parfum Bvlgari memperkuat identitas dan brand recall. Di sisi lain, merek parfum juga mendapatkan eksposur internasional di pasar yang mungkin belum tersentuh.

Parfum dan Aerosol, Jadi Barang Favorit Para Pencuri Bagasi di Bandara

Males Tunggu Lama Bus? Lacak Biskita TransPakuan dengan Aplikasi “Mitra Darat”

Biskita Tans Pakuan yang menjadi salah satu andalan masyarakat Bogor, kini mempermudah pengguna. Di mana penumpang yang akan menggunakan Biskita TransPakuan ini bisa melacak keberadaan atau posisi bus yang akan mereka tumpangi.

Aplikasi yang digunakan untuk melacak keberadaan bus tersebut yakni Mitra Darat. Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan, aplikasi tersebut adalah inovasi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjan Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pada aplikasi Mitra Darat, penumpang tidak lagi perlu gusar dan risau menunggu kedatangan bus. Pasalnya, aplikasi ini bisa melacak seluruh moda transportasi yang dikelola oleh Ditjen Hubdat tersebut termasuk alah satunya Biskita TransPakuan.

Dimas menyebutkan bahwa, posisi dan estimasi tiba di halte tempat penumpang naik akan disampaikan secara jelas. Menurutnya, estimasi yang disampaikan aplikasi Mitra Darat sangatlah akurat.

Hal ini karena Mitra Darat terhubung dengan GPS yang berada di setiap armada Biskita Transpakuan. Dimas menambahkan, untuk menikmati fitur ini, penumpang harus mengunduh aplikasi Mitra Darat dan masuk menggunakan akun Google.

Lalu pilih menu Biskita kemudian pilih Kota Bogor. Selanjutnya, pilih koridor yang akan dinaiki dan tentukan shelter atau halte tempat penumpang menunggu bus tujuan.

Dimas mengajak seluruh warga atau pun wisatawan Kota Bogor untuk mendownload dan memanfaatkan aplikasi Mitra Darat. Karena menurutnya aplikasi ini dapat semakin memudahkan calon penumpang dalam menikmati fasilitas Biskita Transpakuan.

“Berkaitan dengan Biskita, fitur yang ada baru pelacakan armada saja. Ke depan kami akan berkomunikasi dengan pengembang aplikasi ini untuk menghadirkan fitur-fitur lainnya,” ujar Dimas.

Untuk diketahui, setelah kembali beroperasi, Biskita TransPakuan hanya memiliki dua koridor. Koridor I dan II, rencananya akan ada 17 armada dan dua armada cadangan yang telah dicek dan dipersiapkan dengan pemeliharaan yang baik.

Tarif masih sama, yaitu Rp4 ribu atau sesuai tarif subsidi. Untuk metode pembayaran, kini ada tambahan opsi menggunakan QRIS. Adapun jam operasional Biskita pada Koridor I dan II dimulai pukul 05.00 hingga pukul 21.00 WIB.

TransPakuan, Solusi Kemacetan Bogor yang Kurang Perhatian