Kelas Imperial Royal Damri Jakarta-Malang Promo Mulai 21 April Sampai 21 Mei 2025

Kota wisata Malang, Jawa Timur, kini menjadi salah satu tujuan para pelancong untuk menikmati liburan mereka. Hal ini terbukti dari persaingan ketat yang terjadi di antara operator bus Jakarta-Malang.

Para operator bus ini bahkan berlomba memberikan pelayanan yang terbaik bagi penumpang dan juga memberi “insentif”. Damri, salah satu operator bus yang ikut dalam persaingan ketat operator bus AKAP (antarkota antarprovinsi) dari Jakarta menuju Malang.

Di mana, operator bus milik negara tersebut meluncurkan tarif spesial untuk layanan kelas Imperial Royal dengan trayek Jakarta-Surabaya-Malang dan sebaliknya. Adapun tarif tersebut sudah berlangsung sejak 21 April 2025 kemarin hingga 21 Mei 2025 mendatang.

Tarif untuk kelas Imperial Royal yakni Rp400 ribu dengan promo yang berlaku keberangkatan dari Terminal Damri Kemayoran, Jakarta setiap Sabtu hingga Rabu pukul 18.30 WIB. Promo juga berlaku dengan keberangkatan Terminal Damri Malang setiap Selasa hingga Sabtu pukul 18.30 WIB.

Padahal tarif yang sebernarnya adalah Rp540 ribu hingga Rp640 ribu. Dirangkum dari berbagai laman sumber, kelas Imperial Royal dilayanai dengan bus double decker terbaru. Penumpang akan merasakan kenyamanan kelas satu dengan fasilitas premium seperti kursi ergonomis, USB charger, makanan dan minuman, serta ruang bagasi luas.

Trayek jakarta-Surabaya-Malang, menjadi yang terfavorit pelanggan Damri di setiap libyr momen libur nasional maupun Panjang seperti Lebaran dan Nataru. Ini terlihat dari bus yang memenuhi kapasitas yang dihadirkan oleh operator bus.

Head of Corporate Communication Damri, Atikah Abdullah, menjelaskan bahwa inisiatif DAMRI menghadirkan tarif spesial ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menurunkan biaya logistik nasional dan meningkatkan efisiensi distribusi antar wilayah.

“Pemerintah melalui RPJMN 2025–2029 menargetkan penurunan biaya logistik hingga 12 persen dan peningkatan indeks kinerja logistik nasional, dengan memperkuat tata kelola sistem logistik, pembangunan infrastruktur, serta digitalisasi layanan transportasi,” jelasnya.

Damri juga mendukung upaya tersebut dengan menghadirkan layanan transportasi penumpang dan logistik yang terjangkau, efisien, serta mudah diakses masyarakat. Atikah berharap tarif spesial Imperial Royal ini dapat membantu menekan biaya perjalanan darat, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta memberikan alternatif transportasi yang kompetitif.

Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, layanan Damri juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat konektivitas nasional. Transportasi yang efisien memungkinkan distribusi barang dan jasa berjalan lancar, membantu industri lokal, serta membuka akses ke wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau

Operator bus yang berdiri sejak tahun 1946 itu menyatakan berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik demi mendukung kebijakan pemerintah menuju logistik dan transportasi murah.

“Dengan promo kelas Imperial Royal, Damri berharap dapat menjadi solusi perjalanan darat yang nyaman, aman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelas Atikah.

PO Sinar Jaya Gantikan Damri di Rute Malioboro-Parangtritis

Sebagai Bagian Jaringan Lintas Solo-Yogya, KAI Lakukan Beautifikasi di Stasiun Klaten

Stasiun Klaten termasuk dalam salah satu stasiun di Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta. Stasiun ini merupakan stasiun tertua di Indonesia, yang dibuka pada tanggal 9 Juli 1871 dan merupakan bagian dari jalur kereta api pertama di Indonesia, yang menghubungkan Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogya).

Stasiun yang terletak di tengah Kabupaten Klaten ini ternyata sempat menjadi bagian penting dari jalur perdagangan era kolonial. Bangunan stasiun ini terletak di Tonggalan, Klaten Tengah, Jawa Tengah, pada ketinggian 151 meter di atas permukaan laut. Dengan posisinya yang strategis, Stasiun Klaten tidak hanya melayani perjalanan antarkota, tetapi juga menjadi jalur penting bagi para pedagang dan masyarakat.

Dilansir dari laman resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada masa awal pengoperasiannya, Stasiun Klaten melayani enam rute perjalanan kereta api. Di antara rute tersebut adalah perjalanan pulang-pergi antara Solo dan Yogya, serta perjalanan dari Semarang ke Yogya. Waktu tempuh dari Klaten ke Solo mencapai sekitar 45 menit, sedangkan perjalanan ke Yogyakarta hanya memerlukan waktu sekitar setengah jam.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan ekonomi di Klaten semakin pesat. Dengan pertumbuhan industri perkebunan yang mendukung perdagangan gula, stasiun ini menjadi semakin vital dalam transportasi masyarakat dan barang. Stasiun Klaten pun menjadi salah satu tempat pemberhentian kereta api yang strategis, tidak hanya bagi perjalanan jarak jauh tetapi juga bagi penumpang kereta komuter.

Suasana peron Stasiun Klaten. (Foto: Dok. Istimewa)

Seiring berjalannya waktu, Stasiun Klaten tidak hanya berfungsi sebagai perhentian kereta api, tetapi juga sebagai saksi bisu sejarah perdagangan dan pertumbuhan wilayah Klaten. Keberadaannya mencerminkan perjalanan waktu dan perkembangan masyarakat yang terus berjalan hingga sekarang.

Stasiun Klaten yang sudah berdiri sejak abad ke-19 ini telah menjadi salah satu fokus beautifikasi oleh Kementerian Perhubungan. Proyek ini bertujuan untuk mempercantik dan memperindah stasiun, serta meningkatkan kenyamanan penumpang. Ruang tunggu dan sirkulasi naik turun penumpang akan dioptimalkan yang akan meningkatkan menciptakan pengalaman perjalanan.

PT KAI Daop 6 Yogyakarta terus memperkuat peran Stasiun Klaten sebagai bagian penting dari jaringan transportasi yang menghubungkan Solo dan Yogyakarta. Stasiun Klaten kini menjadi titik vital bagi masyarakat yang bekerja, belajar, maupun beraktivitas di kedua kota besar ini serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi kereta api.

Stasiun Klaten, Jadi Stasiun Pertama yang Dibangun Antara Jalur Solo-Yogyakarta

Garuda Indonesia Raih Perpanjangan Sertifikasi Pengiriman Kargo Produk Farmasi

Garuda Indonesia kembali menerima sertifikasi Pharmaceutical Good Distribution Practice (GDP) yaitu sertifikasi jaminan kualitas layanan pengiriman kargo farmasi. Sertifikat tersebut diserahkan secara langsung oleh Direktur Layanan Industri Sucofindo, Budi Utomo kepada Direktur Operasi Garuda Indonesia, Tumpal M. Hutapea, pada Jumat (25/4) di Kantor Pusat Garuda Indonesia.

Sertifikasi ini merupakan perpanjangan dari sertifikasi GDP yang pertama kali diterima Garuda Indonesia pada tahun 2020, sebagai bagian dari upaya strategis untuk percepatan distribusi vaksin di tengah situasi pandemi Covid-19.

Perolehan kembali sertifikasi ini mencerminkan komitmen Garuda Indonesia dalam menjaga kualitas tinggi layanan kargo farmasi yang sesuai dengan regulasi internasional, sekaligus menjadi pionir maskapai di Indonesia yang berhasil memperoleh standardisasi kualitas angkutan kargo farmasi.

Direktur Operasi Garuda Indonesia Tumpal M. Hutapea menyampaikan, “Diraihnya kembali sertifikasi GDP di tahun ini, menandai komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia dalam mengoptimalkan upaya pengembangan lini bisnis angkutan kargo yang aman dan terpercaya dalam menjaga kualitas mutu produk farmasi”.

Lebih lanjut, sertifikasi diperoleh setelah melalui serangkaian proses audit menyeluruh yang dilakukan oleh lembaga audit independen Sucofindo terhadap kapabilitas Garuda Indonesia untuk mengangkut produk farmasi, mulai dari handling of acceptance, storage and delivery, hingga pelatihan GDP untuk karyawan yang bekerja di bidang warehouse dan cargo handling yang mengacu kepada 180 kriteria standardisasi World Health Organization (WHO) terkait Handling of Acceptance, Storage and Delivery of Pharmaceutical Products.

Optimisme pangsa pasar angkutan produk farmasi terlihat pada performa kinerja di tahun 2024 di mana Garuda Indonesia mencatatkan peningkatan pengangkutan produk farmasi yang cukup signifikan, dari 994 ribu kilogram naik 31% menjadi 1,3 juta kilogram. Jika dibandingkan dengan angka pengangkutan tahun 2022 yang hanya mencapai 594 ribu kilogram, pencapaian ini menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan signifikan. Angka pertumbuhan tersebut diproyeksikan akan terus menguat di tahun ini.

“Adanya sertifikasi ini juga mencerminkan kesiapan infrastruktur penunjang yang mengacu pada standarisasi internasional dalam layanan angkutan kargo produk farmasi misalnya seperti vaksin, obat-obatan, hingga vitamin. Sehingga diharapkan kedepannya layanan pengangkutan kargo farmasi ini akan terus menjadi pangsa pasar potensial tersendiri yang akan dimaksimalkan oleh Garuda Indonesia,” tutup Tumpal.

Mengenal Envirotainer, Kontainer Pembawa Vaksin Covid-19 Pertama Indonesia Buatan Sinovac

Layanan Night Ride, Perjalanan Ekspres Tanpa Banyak Hentian

Juragan 99 (J99) baru-baru ini Kembali menghadirkan pesona dan nostalgia perjalanan bus malam dengan rute yang disebut sebagai Night Ride. Untuk rute ini ada empat armada bus yang menggunakan sasis dari Mercedes-Benz OH1626.

Bus ini memiliki kapasitas 18 kursi sleeper, J99 Trans membuka layanan Night Ride trayek Malanng menuju Jakarta PP serta Surabaya menuju Jakarta PP. Rute ini mulai berangkat pukul 18.00-21.00 WIB.

Perjalanan ini bisa dikatakan ekspres dengan armada yang nyaman tanpa banyak titik hentian. Jadi bisa dikatakan kalau Juragan99 Trans Night Ride menjawab kebutuhan pelanggan yang ingin menikmati perjalanan malam hari.

“Di masa lalu, perjalanan AKAP identik dengan bus malam; kemudian hal itu bergeser seiring dengan pembangunan dan kemajuan zaman di mana perjalanan dapat dilakukan kapan pun dan bahkan menggerus jam malam. Namun rupanya jam keberangkatan malam hari juga banyak dicari masyarakat. Jadi dengan rute Night Ride Juragan99 Trans, perjalanan dari Malang dan/atau Surabaya bisa ditempuh pada malam hari dan tiba di Jakarta sebelum jam 7 pagi,” ujar Gilang W. Pramana, Senin (28/4/2025).

Untuk diketahuii, rute Night Ride dirancang untuk penumpang dan mengutamakan kenyamanan serta kecepatan. Apalagi bus ini tak mampir ke tempat makan sehingga perjalanan sudah dijamin kelancaran dan efisiensi Waktu.

Meski tak berhenti di tempat makan, tetapi di rute ini penumpang akan menikmati makan malam yang disajikan langsung di dalam bus. Tak hanya itu, fasilitas terbaik seperti kursi elektrik yang super lega dan nyaman hadir untuk penumpang.

Kursi ini dilengkapi dengan bantal dan selimut untuk menemani tidur penumpang di perjalanan hingga tiba ditujuan dan memastikan perjalanan menyenangkan. Selama perjalanan, penumpang juga dapat menikmati hiburan melalui smart TV dan Netflix, menambah kenyamanan selama perjalanan malam yang panjang.

Armada bus yang digunakan, yakni unit yang diberi julukan The Bear, Labubu, Boboiboy, dan Sylvester, telah diperbaharui untuk memberikan pengalaman perjalanan terbaik. Setiap bus dilengkapi dengan fasilitas toilet, menjadikan perjalanan lebih nyaman tanpa gangguan.

Perjalanan panjangan Surabaya-Jakarta PP dan Malang-Jakarta PP, Juragan99 melengkapi dengan para kru kabin yang ramah dan professional. Mereka akan melayani sepenuh hati dan memastikan penumpang merasa aman dan terjaga selama perjalanan.

Juragan99 Trans juga memastikan kesehatan kru dan driver melalui program fit-to-work yang diterapkan setiap hari, sehingga perjalanan tetap aman dan nyaman—bagi kru maupun penumpang.
Dengan penambahan jadwal keberangkatan di malam hari, pelanggan dapat memilih waktu yang sesuai dengan kebutuhan. Layanan Night Ride yang beroperasi setiap hari dan memiliki tarif antara Rp590 ribu – Rp650 ribu sekali jalan ini, memberikan alternatif bagi mereka yang mencari perjalanan malam cepat tanpa harus terganggu oleh jeda waktu yang lama.

Crazy Rich Malang Hibahkan Bus Mercedes-Benz 1626 Seharga Rp2 Miliar untuk RANS Cilegon FC

Stasiun Sukabumi Dipindahkan, Kemenhub Akan Bangun Mall di Terminal Lingkar Selatan

Stasiun Sukabumi merupakan jalur kereta api yang berada pada lintas selatan dari Bogor hingga Bandung. Kereta api yang melintas di Stasiun Sukabumi pun tak sebanyak jalur kereta api di wilayah lain yaitu Kereta Api Pangrango rute Bogor – Sukabumi dan Kereta Api Siliwangi rute Cipatat – Sukabumi.

Stasiun Sukabumi merupakan stasiun kelas II yang memiliki 3 jalur aktif dan biasa dilakukan pemberhentian terakhir kedua tersebut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +584 meter ini adalah stasiun yang lokasinya paling selatan di Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan satu-satunya stasiun kereta api yang berada di Kota Sukabumi dengan jarak 111,8 km arah tenggara dari Jakarta Kota.

Bangunan yang merupakan cagar budaya ini pun ternyata sedang ramai di perbincangkan khusus wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Mengutip dari lama sukabumiupdate mengabarkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Perhubungan berencana membangun dan mengembangan kawasan transportasi di Sukabumi.

Rencana pembangunan pusat kegiatan ekonomi seperti mall di sekitar terminal Type A, KH Ahmad Sanusi Lingkar Selatan hingga pemindahan stasiun utama KA di Kota Sukabumi ke wilayah Kecamatan Cibeureum. Seperti diketahui, lokasi stasiun ini terletak di Gunungparang, Cikole, Sukabumi. Tujuan dari rencana tersebut untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. darn mengoptimalkan layanan transportasi dan serta pengembangan wilayah Kota Sukabumi.

Naik KA Lintas Bogor – Sukabumi? Jangan Lupakan Stasiun Tertinggi Ini

Diketahui dua fasilitas yang akan dikembangkan ini merupakan pusat infrastruktur transportasi di sukabumi. Stasiun KA di Cikole Kota Sukabumi merupakan tujuan akhir dua rangkatan kereta yaitu Kereta Api Pangrango dan Kereta Api Siliwangi. Sementara Terminal lingkar selatan adalah tujuan akhir dari semua bus AKDP dan AKAP Sukabumi.

Belum diketahui selanjutnya mengenai riwayat dari Stasiun Sukabumi ini. Meski rencana dipindahkan hanya sebatas lokasi, namun keberadaan Stasiun Sukabumi masih menjadi titik nadi pusat kedatangan dan keberangkatan kereta api dari Bogor maupun Cianjur yang sudah jelas menjadi lokasi strategis untuk masyarakat pengguna setia kereta api.

Stasiun Sukabumi, Tak Jadi Dipindah dan Tetap Berada di Pusat Kota

Cerita Pengemudi Ojek Online Pilih Ambil Orderan Makanan Dibanding Penumpang

Pengemudi ojek online semakin hari jumlahnya pun semakin bertambah banyak. Ini kemudian menjadi persaingan yang ketat antar sesame pengemudi ojek online baik dari Gojek, Grab, hingga ke Maxim.

Namun, tidaklah menyurutkan para pengemudi ojek online untuk mencari nafkah di jalan dengan mengangkut penumpang, antar pesanan makanan ataupun barang. Tetapi belakangan ini, banyak dari pengemudi ojek online yang memilih tidak untuk mengangkut penumpang dan barang.

Mereka lebih memilih untuk mengambil pesanan makanan pelanggan. Padahal kerap kali terjadi orderan fiktif yang membuat para ojek online harus menanggung beban biaya makanan dan membuat penghasilan mereka berkurang banyak.

Seorang pengemudi Gojek bernama Agus yang ditemui KabarPenumpang.com di Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) mengaku memilih mengambil orderan makanan. Menurutnya, ini lebih cepat mendapatkan hasil yang bisa dibawa pulang.

“Saya sekarang mengambil orderan pesanan makanan mbak. Umur sudah segini, berasa juga kalua angkut penumpang atau barang yang jaraknya cukup jauh,” kata Agus, Sabtu (26/4/2025).

Dia mengaku, hasil yang didapat dari saat mengangkut penumpang dan makanan perbedaannya pun tidak terlalu jauh. Agus juga mengatakan bila ambil orderan penumpang haruslah keluar rumah lebih pagi dibandingkan dengan orderan makanan.

“Saya itu Anak empat, yang ketiga masih sekolah SMP, nah ini harus saya antar karena takut dihadang Anak sekolah lain. Makanya saya tidak bisa ambil order penumpang kalau pagi. Saya hanya bisa keluar siang sampai malam dan itu pesanan makanan,” jelasnya.

“Kan makanan biasanya orang makan siang tuh sama malam, nah ini pas siang orderan cukup banyaklah. Saya antar daerah PIK sini saja. Paling jauh Pluit,” tambah Agus.

Agus mengatakan, memilih ambil orderan di PIK karena jarak dari rumah tidak terlalu jauh yakni disekitaran Kapuk. Menurutnya, PIK Kawasan yang cukup potensial selain menjadi tempat wisata, restoran, kafe atau makanan cepat saji ada di sini.

“PIK ada perumahan, biasanya saya ambil order ya dari orang-orang yang tinggal di sini sih. Lumayan jadi abis anter, suka langsung dapat,” kata Agus.

Dia mengatakan, setiap hari bisa mengantongi uang Rp150 ribu bersih setelah potongan dari aplikasi. Terkadang pun diakui Agus, dirinya sering mencari lebihan untuk sekedar jajan atau bensin.

“Hari ini nih, saya sudah target mbak Rp150 ribu. Ini jajan sambal charger handphone karena mati. Ini nunggu order satu atau dua lagi untuk bensin lalu pulang,” kata Agus.

Bapak empat anak ini mengaku, target Rp150 ribu mencukupi kebutuhan harian di rumah.

Sepinya Jalanan Ibukota, Bawa Rejeki Bagi Pengemudi Taksi dan Ojek Online

ASDP Buka Pintu Wisata Dunia dan Dukung Konektivitas Raja Ampat

Kawasan di Indonesia timur, saat menjadi salah satu destinasi dengan keindahan yang masih alami seperti belum tersentuh tangan manusia. Namun, sayangnya transportasi ke Papua terbilang cukup menguras kantong.

Meski begitu PT ASDP Indonesia Ferry terus memperkokoh peran mereka untuk menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia termasuk bagian timur Indonesia. Untuk menunjang ini, di Papua Barat Daya ASDP mengoperasikan empat kapal yang berada di Pelabuhan Klademak Kota Sorong dan Pelabuhan Arar Kabupaten Sorong sebagai simpul utama layanan penyeberangan.

Layana ini pun tidak hanya menopang kebutuhan transportasi masyarakat di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), tetapi juga menjadi pintu gerbang bagi wisatawan menuju surga dunia, yaitu Raja Ampat. Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin menjelaskan bahwa kehadiran ASDP di Sorong merupakan wujud nyata komitmen untuk membangun konektivitas yang adil dan merata.

“Kami hadir di seluruh pelosok Indonesia, termasuk Papua, untuk memperkuat ekosistem transportasi nasional sekaligus membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat dan wisatawan menuju wilayah 3T,” ujar Shelvy.

Kehadiran ASDP di wilayah ini juga selaras dengan program pemerintah dalam upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Pelabuhan Klademak kota Sorong dan Pelabuhan Arar Kabupaten Sorong melayani berbagai lintasan strategis yang menghubungkan titik-titik penting di Papua Barat Daya dan sekitarnya yaitu sebanyak 17 lintasan.

ASDP melayani lintasan Sorong–Waisai/Waigeo untuk mengantar wisatawan dan masyarakat dari kota Sorong menuju Pulau Waisai/Waigeo yang merupakan salah satu pulau utama di Raja Ampat sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Raja Ampat. Selain itu, ASDP juga melayani rute Sorong–Babo, Babo–Bintuni, Sorong-Fakfak, Fakfak-Wahai, yang menjadi akses vital ke provinsi Papua Barat maupun Maluku Tengah.

Lintasan lain yang tak kalah penting adalah Sorong–Arefi–Pam, serta Sorong–Wejim–Kofiau dan Sorong–Folley yang melayani jalur ke gugusan pulau-pulau kecil nan eksotis di sekitarnya. Berbagai lintasan ini dioperasikan menggunakan armada kapal andalan ASDP, antara lain KMP Terubuk I, KMP Kurisi, KMP Arar dan KMP Kalabia. Tidak hanya melayani penumpang, ASDP Sorong juga menangani pergerakan kendaraan dan logistik penting.

Sepanjang tahun 2024, tercatat lebih dari 106.000 penumpang, 13.700 kendaraan dan 22.000 ton barang telah dilayani melalui Pelabuhan Klademak kota Sorong dan Pelabuhan Arar Kabupaten Sorong. Adapun barang yang diangkut sebagian besar berupa barang curah seperti bahan bangunan, hasil pertanian, sembako, telur, mie instan dan kebutuhan pokok lainnya yang sangat vital untuk menopang aktivitas masyarakat dan ekonomi daerah.

ASDP berperan aktif mendorong kemajuan kawasan timur Indonesia. Sorong menjadi titik strategis bagi para pelancong yang hendak menjelajahi keajaiban Raja Ampat, wilayah yang dikenal memiliki biodiversitas laut tertinggi di dunia. Pulau-pulau seperti Misool, Wayag, Kofiau, dan Salawati menawarkan keindahan bentang alam dengan laguna tersembunyi, puncak karst mempesona, hingga pasir putih yang tak berujung.

Bagi wisatawan, Raja Ampat menjadi surga bagi aktivitas snorkeling, diving, trekking, dan interaksi budaya dengan masyarakat pesisir. Ragam ekowisata ini membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata berkelanjutan.

Dengan layanan penyeberangan yang terjadwal dan armada yang andal dari ASDP, akses menuju destinasi wisata dunia ini kini menjadi lebih mudah, terjangkau, dan aman bagi semua kalangan. Kehadiran ASDP di Sorong bukan sekadar membuka jalur transportasi, melainkan juga menjadi katalisator kemajuan sosial dan ekonomi.

Dengan memperlancar mobilitas barang dan manusia, ASDP turut mendorong pemerataan pembangunan di Papua Barat Daya dan sekitarnya. Melalui integrasi layanan transportasi laut yang prima, ASDP memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun konektivitas nasional.

“Kami berharap upaya kami dalam memperkuat konektivitas di berbagai daerah 3T mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, dan mempercepat kemajuan ekonomi nasional. ASDP berkomitmen untuk terus hadir, menghubungkan negeri, dan membawa lebih banyak kemajuan untuk Indonesia,” ujar Shelvy menandaskan.

Tiga Kapal Penumpang Milik PT Pelni Kembali Beroperasi di Pelabuhan Agast Asmat Papua

Tanpa Membahayakan Penumpang, Boeing 777-200LR China Airlines Tembus Mach 1

Dalam pertunjukan penerbangan yang luar biasa, Boeing 777-200LR China Airlines baru-baru ini mencapai kecepatan yang kebanyakan orang hanya kaitkan dengan jet tempu, yakni melampaui kecepatan suara. Namun, ini bukan penerbangan supersonik biasa. Pesawat, yang terbang dari Los Angeles ke Taipei, mendarat hampir satu jam lebih cepat dari jadwal setelah mencapai kecepatan 1.329,3 km/jam (825 mph).

Namun, bagaimana pesawat komersial, yang dirancang untuk kecepatan subsonik, berhasil melakukan hal ini tanpa menyebabkan ledakan sonik atau membahayakan penumpang?

Melampaui Mach 1 kecepatan suara, yang biasanya berkisar sekitar 1.200 km/jam di permukaan laut—biasanya menjadi indikator penerbangan supersonik, sesuatu yang biasanya terlihat pada jet seperti Concorde atau pesawat militer. Namun dalam kasus ini, Boeing 777-200LR, yang biasanya melaju dengan kecepatan maksimum 950 km/jam (Mach 0,89), mampu mencapai kecepatan luar biasa ini tanpa melanggar aturan penerbangan atau menyebabkan gangguan bagi penumpang.

Jadi, bagaimana ini mungkin? Ini bukanlah terobosan dalam teknologi pesawat. Melainkan, ini adalah bantuan aliran jet—arus udara yang bergerak cepat yang sering digunakan pilot untuk memangkas konsumsi bahan bakar dan mengurangi waktu tempuh.

Profil China Airlines, Maskapai Nasional Taiwan yang ‘Alergi’ Pakai Nama ‘China’

Aliran jet khusus ini, yang diperkuat oleh El Niño, memberikan angin kencang yang membantu kecepatan pesawat di darat melampaui kecepatan suara, sehingga memungkinkannya tiba hampir satu jam lebih awal.

Meskipun melampaui Mach 1 dalam hal kecepatan di darat, pesawat itu tidak pernah benar-benar menembus batas suara. Ini karena kecepatan udaranya—kecepatan relatif terhadap udara di sekitarnya—tetap di bawah tingkat supersonik. Dalam penerbangan, fisika penerbangan diatur oleh kecepatan udara, bukan kecepatan di darat, itulah sebabnya kinerja dan keselamatan pesawat tidak terpengaruh oleh peningkatan kecepatan di darat.

Analogi yang bagus adalah bersepeda melawan arah angin. Jika angin bertiup dengan kecepatan yang sama ke arah yang berlawanan, gerakan efektif Anda relatif terhadap tanah mungkin nol, meskipun Anda masih bergerak di udara.

Sebaliknya, jika angin mendorong Anda dari belakang, kecepatan darat Anda akan meningkat drastis tanpa Anda perlu mengerahkan tenaga ekstra. Dalam kasus penerbangan ini, aliran jet bertindak seperti akselerator alami, membantu pesawat mencapai kecepatan darat yang lebih tinggi tanpa mengubah kecepatan udaranya.

Aliran jet adalah senjata rahasia pilot untuk mengoptimalkan waktu penerbangan. Arus udara berkecepatan tinggi ini, yang biasanya ditemukan di atmosfer atas, dapat membantu pesawat menghemat bahan bakar, memangkas waktu tempuh, dan dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, menghasilkan rekor kecepatan yang tidak terduga seperti ini.

Sementara aliran jet menguntungkan penerbangan yang mengarah ke arah angin, aliran jet dapat membuat penerbangan yang berlawanan arah menjadi lebih menantang, yang sering kali menyebabkan waktu tempuh yang lebih lama atau konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi.

Untuk penerbangan China Airlines ini, kekuatan aliran jet mendorong kecepatan pesawat melampaui batas desainnya, sehingga memungkinkannya mendarat 58 menit lebih cepat dari jadwal. Ini bukan pertama kalinya aliran jet memecahkan rekor kecepatan—banyak penerbangan transatlantik juga mencetak tonggak baru berkat angin kencang ini.

Meskipun mudah membayangkan pesawat komersial melaju ke wilayah supersonik, penerbangan yang memecahkan rekor ini lebih tentang penggunaan kekuatan alam secara cerdas daripada kemajuan teknologi baru. Penerbangan ini tetap berada dalam spesifikasi desain 777-200LR, dan sebagian besar penumpang mungkin tidak menyadari seberapa cepat mereka melaju.

Yang benar-benar disoroti oleh peristiwa ini adalah bagaimana penerbangan terus berkembang dengan memahami dan memanfaatkan fenomena alam yang ada di sekitar kita. Dengan memanfaatkan sumber daya seperti aliran jet, pesawat dapat mencapai hasil yang luar biasa dalam hal kecepatan dan efisiensi—sekaligus memastikan keselamatan dan kepatuhan.

Destinus S – Pesawat Penumpang Supersonik Bertenaga Mesin Hidrogen, Tampil di Paris AirShow 2023

‘Legend is Back!’ KRL JALITA Kini Bertugas di Jalur Tanjung Priok

Ada pemandangan tak biasa pada lintas jalur Jakarta Kota – Tanjung Priok. Rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang beroperasi di jalur tersebut kini mengundang antusias masyarakat khususnya pecinta kereta api.

Ya, inilah KRL seri Tokyu 8518 – 8618 yang menggunakan sarana julukan JALITA ini beroperasi dengan rute Stasiun Jakarta Kota – Stasiun Tanjung Priok pp. mulai Senin (28/4) ini.

Rangkaian seri ini ditukar dengan sarana yang semula adalah seri Tokyo Metro (TM) 05.010. Rangkaian TM tersebut tengah disimpan di area Balai Yasa Manggarai untuk dilakukan pengecekan. Tukar sarana rangkaian tersebut dilakukan pada malam hari sebelumnya tanggal 27 April 2025 sekitar pukul 9 malam.

KRL Jalita diberangkatkan dari Depo KRL Depok menuju Stasiun Jakarta Kota melewati Stasiun Manggarai, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Kampung Bandan dan mengakhiri di jalur 7 Stasiun Jakarta Kota. Informasi yang dikabarkan bahwa rangkaian KRL Jalita ini berangkat sejak pagi hari pada jam pertama pukul 05.00 menuju Stasiun Tanjung Priok.

Dilansir dari laman IRPS tentang perjalanan panjang soal Jalita yaitu menggunakan rangkaian KRL seri 8500 dengan nomor rangkaian 8613F. KRL yang dibeli dari Tokyu Railway, sebuah perusahaan kereta bawah tanah swasta di Jepang. Tokyu Railway memiliki nama lengkap Tōkyō Kyūkō Denki Tetsudō Kabushikigaisha, atau Tokyo Express Electric Railway Co., Ltd. Rangkaian 8613F mengawali operasionalnya sebagai rangkaian 4 kereta.

Namun, secara berangsur-angsur rangkaian ini diperpanjang dengan unit-unit KRL seri 8500 baru yang keluar dari pabrik. Puncaknya, di tahun 1986 rangkaian ini telah berubah menjadi rangkaian 10 kereta. Susunan rangkaian ini bertahan hingga sebelum rangkaian ini dijual ke Indonesia di tahun 2009. Setibanya di Jakarta, proses adaptasi wilayah dilakukan di antaranya dengan memasang cowcatcher dan perubahan livery. Tak banyak yang tahu kalau rangkaian ini awalnya menggunakan livery warna kuning-hijau, hanya dengan logo KCJ.

KRL Jalita persiapan dinas pertama keberangkatan Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Tanjung Priok.

Tiba-tiba, livery berubah dengan warna dasar merah, abu-abu, hitam, dan kuning. “Topeng” berwarna merah dengan kelir abu-abu dan hitam menutupi muka KRL, sementara bagian samping garis sederhana berwarna merah dan kuning menghiasi warna baja tahan karat yang memang tidak diapa-apakan.

Tulisan “JALITA” ditempel pada penampil tujuan di bagian dahi kereta berkabin sebagai identitas dari rangkaian ini. Sebenarnya tidak banyak cerita menarik dari operasional rangkaian 8613F “JALITA” selama di Jakarta, sebagaimana ketika masih berada di Tokyo. Tapi livery dari rangkaian ini yang berbeda dari yang lain dan menjadi satu-satunya rangkaian yang memiliki nama, menjadikan rangkaian ini ikonik, bahkan menurut perusahaan pemiliknya sendiri.

Setelah sukses diselenggarakan acara 100 tahun operasional KRL dengan menampilkan parade KRL termasuk yang paling ikonik ini, akhirnya dilakukan sebagai perjalanan reguler untuk pelanggan Commuter Line dengan rute Jakarta Kota – Tanjung Priok pp.

Belum adanya kabar lanjut sampai kapan rangkaian KRL ini kembali tukar sarana untuk pengecekan lebih lanjut. Yang jelas masyarakat pecinta kereta api kembali bernostalgia dengan hadirnya KRL Jalita ini bertugas mengantar penumpang, meskipun berbeda nomor seri yang semula telah dijelaskan.

Rayakan 100 Tahun Operasional, ‘Pasukan KRL’ Parade di Stasiun Manggarai dan Tanjung Priok

Bandara Istanbul Resmikan Operasional ‘Triple Runway’ – Tingkatkan Kapasitas Penerbangan dan Mengurangi Waktu Delay

Sebagai bandara utama dan tersibuk di Turki, Bandara Internasional Istanbul (IST) belum lama ini telah mengumumkan beroperasinya ‘triple runway’ guna meningkatkan kapasitas penerbangan.

Seperti dikutip BTN Europe (22/4/2025), IGA (Istanbul Grand Airport) Havalimanı İşletmesi A.Ş selaku operator Bandara Istanbul menyebut bahwa tiga landas pacu (runway) kini dapat beroperasi secara bersamaan. Layanan ini dibuka dengan penerbangan tiga pesawat Turkish Airlines yang lepas landas secara bersamaan.

Dari segi kapasitas, kapasitas per jam Bandara Istanbul akan meningkat dari 120 menjadi 148 penerbangan. “Tambahan 28 pergerakan pesawat per jam berarti waktu tunggu yang lebih singkat bagi maskapai penerbangan, lebih sedikit penundaan (delay) bagi penumpang, dan berkurangnya emisi karbon bagi lingkungan,” kata juru bicara IGA dalam sebuah pernyataan.

Menurut laporan dari Airports Council International (ACI) World, Istanbul menduduki peringkat kedua bandara tersibuk di Eropa pada tahun 2024 – di belakang London Heathrow. Bandara Istanbul melayani 80,1 juta penumpang tahun lalu tetapi pada akhirnya menargetkan untuk melayani 200 juta pelancong setiap tahunnya.

Mehmet Kalyoncu, anggota dewan Bandara Istanbul, mengatakan: “Ini bukan hanya pencapaian teknis bagi kami, tetapi juga tonggak strategis. Kami telah mengambil langkah signifikan menuju tujuan kami untuk menjadi salah satu pusat terdepan yang dilengkapi dengan teknologi canggih dalam penerbangan global.

“Ini berarti tidak hanya Istanbul, tetapi juga wilayah udara Eropa akan menjadi lebih efisien. Istanbul bukan lagi sekadar tujuan – sekarang menjadi pusat transportasi udara global.”

Salah satu penerima manfaat utama dari peningkatan kapasitas penerbangan di Bandara Istanbul adalah Turkish Airlines yang hub nya berada di Bandara Istranbul.

Operasi Triple Runway Operations (TRO), seperti yang diterapkan di Bandara Istanbul, memungkinkan tiga pesawat melakukan pendaratan atau lepas landas secara bersamaan di tiga landasan paralel. Implementasi TRO memerlukan sejumlah persyaratan teknis dan operasional yang ketat untuk memastikan keselamatan dan efisiensi.

Bandara Baru Istanbul Diharapkan Menjadi Aerotropolis