‘Jalita’ Reborn. Saat KRL Gunakan Kembali Seragam Legendaris

Pemandangan tak biasa dan mengejutkan pada Senin, 14 April kemarin. Mengabadikan ke salah satu rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) seri 8500 (8518-8618). KRL seri ini diubah livery-nya pada bagian wajah depan dan belakang serta bagian badan KRL yang saat masih belum 100 persen selesai. Banyak menganggap livery dengan warna merah era KCJ (Kereta Commuter Jabodetabek) ini sebagai livery dengan julukan Jalita. Pecinta kereta api pun sudah beranggapan bahwa julukan nama Jalita ini sudah menguat lantaran corak dan warna KRL tersebut bak menggunakan livery legendaris dengan seri KRL yang, yaitu 8500.

Dikutip dari laman IRPS bahwa KRL seri 8500 rangkaian 8613F sendiri merupakan KRL yang dibeli dari Tokyu Railway, sebuah perusahaan kereta bawah tanah swasta di Jepang. Tokyu Railway memiliki nama lengkap Tōkyō Kyūkō Denki Tetsudō Kabushikigaisha, atau Tokyo Express Electric Railway Co., Ltd. Rangkaian ini termasuk ke dalam kelompok kedua KRL seri 8500, berteknologi field chopper control, yang beroperasi mulai tahun 1975 di Jalur Den-en-toshi, secara harfiah berarti “kota kebun”. Jalur ini menghubungkan Stasiun Shibuya dan Stasiun Chuo-Rinkan dengan layanan terusan hingga Stasiun Kuki di Jalur Isesaki dan Stasiun Minami-Kurihashi di Jalur Nikko, keduanya milik Tobu Railway, melewati Jalur Hanzomon milik Tokyo Metro.

Meski belum ada nama bertuliskan Jalita dibagian atas kaca kabin KRL, namun rangkaian dengan livery tersebut masih melakukan tugasnya mengantar penumpang dengan rute Bogor-Jakarta pp. Fyi, meski KRL dengan seri 8500 ini yang hanya satu-satunya berjalan dilintas Jabodetabek, tentu sudah sangat langka ditemukan saat masih beroperasi. Untuk seri KRL Tokyu Railway lainnya sudah tidak digunakan kembali mengingat suku cadang maupun usianya yang tidak sekuat lagi saat dijalankan.

Flashback mengenai KRL “Jalita” ini saat tahun 1999. Divisi Jabotabek dibentuk oleh KAI untuk mengurus operasional KRL komuter di wilayah Jabotabek. Di tahun 2008, statusnya dinaikkan menjadi anak usaha dengan nama KAI Commuter Jabodetabek, yang umum disingkat KCJ. Awalnya, KAI Commuter Jabodetabek mewarisi operasional armada KRL milik KAI tanpa memiliki armada sendiri. Di tahun 2009, KAI Commuter Jabodetabek membeli 1 rangkaian KRL seri 8500 dengan nomor rangkaian 8613F, yang kemudian dikenal dengan nama “JALITA”, akronim dari “Jalan-jalan Lintas Jakarta”, yang langsung menjadi ikon perusahaan.

Rangkaian 8618F sendiri merupakan rangkaian KRL terakhir yang didatangkan oleh KAI Divisi Jabotabek di tahun 2008. Pernah menjadi rangkaian 12 kereta, 8618F menjadi rangkaian KRL seri 8500 terakhir yang saat ini masih beroperasi. Sementara rangkaian KRL eks Tokyu Railway lainnya, termasuk JALITA, telah berhenti beroperasi: 8611F di tahun 2015, 8039F di tahun 2016, 8608F di tahun 2017, 8607F dan 8612F di tahun 2019, serta 8003F, 8604F, dan 8610F di tahun 2010. Rangkaian 8007F hilang secara administratif di tahun 2017 karena bergabung ke rangkaian 8003F dan 8604F.

 

Pelabuhan Agats, Jantung dan Urat Nadi Masyarakat Asmat

Agats, ibu kota Kabupaten Asmat, Papua memang unik, karena hampir seluruh kotanya berdiri di atas rawa dan sungai, bertumpu pada jutaan tiang kayu ulin. Di tengah bentang itu, Pelabuhan Agats menjadi denyut kehidupan utama jalur masuk keluar barang dan orang.

Pelabuhan Agats menjadi pusat aktivitas masyarakat dan urat nadi kehidupan Kabupaten Asmat. Pasalnya, banyak warga kampung di Asmat yang datang ke Pelabuhan ini untuk berdagang, mencari kebutuhan pokok, atau hanya sekedar menjemput kerabat.

Pelabuhan ini tidak hanya memfasilitasi perdagangan, tapi juga menjadi tempat berkumpulnya warga. Anak-anak bermain di tepi dermaga, pedagang menjajakan cemilan, dan nelayan sibuk memperbaiki jaring.

Pelabuhan Agats melayani kapal cepat atau speedboat untuk transportasi antar distrik atau kota besar seperti Timika dan Merauke. Selain itu juga ada kapal perintis dan kapal barang untuk distribusi logistik.

Masyarakat lokal juga mengandalkan perahu motor tradisional untuk transportasi mereka antar kampung. Untuk diketahui, pelabuhan ini menjadi jembatan antara peradaban modern dan kekayaan budaya tradisional Asmat. Sebab, membangun pelabuhan di atas rawa tentu tak mudah.

Namun masyarakat Asmat sudah hidup berdampingan dengan air sejak leluhur mereka. Struktur kayu dan jembatan papan bukan hal asing—justru menjadi warisan budaya. Memiliki kondisi geografis yang ekstrem tak membuat Agats tertinggal.

Justru dari pelabuhan inilah, daerah yang dahulu sulit dijangkau kini terbuka pada dunia luar. Pemerintah pun terus mendorong peningkatan fasilitas, termasuk memperluas dermaga dan memperbaiki akses logistik.

Pelabuhan Agats bukan hanya tempat datang dan pergi, tetapi di sinilah cerita Asmat bermula. Dari pelabuhan ini, seni ukir mereka tersebar ke galeri seni dunia. Dari sinilah juga para siswa berangkat sekolah ke kota, dan hasil tangkapan nelayan dikirim ke pasar.

Bagi masyarakat Asmat, pelabuhan adalah penghubung antara tradisi dan modernitas. Sebuah simpul antara masa lalu yang kaya, dan masa depan yang terus bergerak maju di atas papan dan air.

12 Tahun Resmi Beroperasi Pelabuhan Tanjung Api-Api Layani Angkutan Penumpang dan Barang

Peringatan 100 Tahun Operasional KRL. Siap-siap Bakal Ada Kejutan Spesial

Siapa sangka perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) akhirnya sudah seabad alias 100 tahun melayani operasionalnya di wilayah Jabodetabek. Sejak saat itu KRL Commuter Line, pertama kali beroperasi di Indonesia pada 6 April 1925 dengan nama Elektrische Staatsspoorwegen yang dikelola oleh perusahaan milik pemerintah Hindia Belanda, yaitu Staats Spoorwagen (SS).

Tepat pada 6 April 2025 atau beberapa hari lalu adanya aktivitas kunjungan para pecinta kereta api mengunjungi salah satu bangunan bersejarah di area PLTA Ublug yang berada di wilayah Sukabumi.

Nah, Kali pertama elektrifikasi, diterapkan untuk lintas Tanjungpriok- Meester Cornelis (Jatinegara). Proyek yang dimulai tahun 1923 ini selesai pada 24 Desember 1924. Listrik selanjutnya mengalir ke Gardu Induk Ancol dan Jatinegara. Sementara listrik dari PLTA Kracak juga mendukung suplai LAA lintas Manggarai-Bogor melalui Gardu Induk Depok dan Kedungbadak (Bogor).

Dilansir dari laman IRPS bahwa PLTA Ubrug adalah satu dari dua PLTA yang dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk mengalirkan listrik guna operasional kereta listrik di Jakarta, dahulu Batavia. PLTA ini dibangun mulai 1919 dan beroperasi sejak 1923, mengalirkan listrik 70 kilovolt menuju gardu yang dibangun di Bogor, Depok, Jatinegara, dan Ancol.

PLTA Ubrug adalah PLTA yang menyuplai listrik untuk rute Tanjung Priok-Jatinegara yang merupakan rute pertama kereta listrik di Indonesia yang diresmikan pengoperasiannya oleh anak usaha dari perusahaan kereta api pemerintah kolonial Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, yaitu Electrische Staatsspoorwegen pada 6 April 1925.

Para peserta melihat pipa inlet PLTA Ubrug. (Foto: Dok. IRPS)

Pembangunan jaringan kereta listrik di Batavia dilakukan mulai 1924, dengan uji coba jaringan kereta listrik mulai 24 Desember 1924. Pada 1 Maret 1925, jaringan elektrifikasi sudah siap dioperasikan. Saat pengoperasiannya pada 6 April 1925, kereta listrik di Batavia terdiri dari lokomotif listrik untuk menghela KA ekspres dan KA barang, serta KRL untuk angkutan komuter.

Sejak saat itu, kereta listrik menjadi sistem transportasi yang modern dan bersih dari dulu, kini, dan nanti, yang selalu menjadi andalan masyarakat di sekitar wilayah yang dilewatinya. Kereta listrik terus berbenah dan memperluas jaringannya agar menjangkau masyarakat lebih luas, serta menumbuhkan kecintaan dari masyarakat kepada kereta listrik.

Kejutan Spesial Rayakan 100 Tahun Operasional KRL
April 2025 ini memang menjadi momen bersejarah untuk perjalanan KRL yang sudah menginjak usianya satu abad. Namun ternyata pada genap 100 tahun ini rencananya akan menjalankan rangkaian kereta spesial yang bakal menjadi ikonik kejayaan KRL pada waktu jaman Kolonial Belanda dulu. Informasi yang sempat ramai di media sosial akan ada rangkaian khusus menggunakan lokomotif listrik pertama yang nantinya kembali akan di sayembarakan pada festival perayaan 100 tahun perjalanan KRL.

Ya, Lokomotif listrik ESS 3200 dengan julukan “bonbon” ini merupakan lokomotif listrik produksi pabrik Werkspoor yang pernah melayani jalur Batavia hingga ke Buitenzorg. Dan nantinya akan dijalankan bersamaan dengan rangkaiam 2 unit kereta Djoko Kendil. Untuk rute masih dalam pembahasan.

Meskipun begitu kemungkinan rute yang dijalankan masih sama yaitu Jakarta Kota – Kampung Bandan – Ancol – Tanjung Priok. Selain rangkaian tersebut, nantinya juga akan dijalankan KRL dengan livery Jalita yang menggunakan seri 8518. Saat ini KRL tersebut masih aktif sebagai perjalanan reguler lintas Jakarta Kota – Bogor pp. Untuk tanggal pelaksanaan acara masih menunggu info lanjut dari pihak KAI. Kita tunggu saja, ya.

“Bon Bon,” Mengenal Legenda Lokomotif Listrik Pertama di Indonesia

Walau Sudah Gunakan Coupler Genggam, Sambungan Gerbong Kereta Tetap Gunakan Rantai, Ini Sebabnya

Sering kita melihat bahwa bagian sambungan gerbong atau kereta khususnya di Indonesia pasti adanya alat pengaman. Nah, definisi dari sambungan rangkaian kereta api adalah terhubungnya antara 2 unit gerbong yang saling berkaitan antara gerbong satu dengan gerbong selanjutnya. sedangkan untuk menyambungkan antara gerbong satu dengan gerbong yang lainnya, kita harus menggunakan media yang dinamakan “coupler” penyambung.

Coupler ini akan dipasang pada ujuang badan kereta api, dengan tujuan agar proses penyambungan gerbong satu dengan gerbong yang lainnya bisa menjadi satu rangkian yang panjang. selain untuk menjadi satu rangkaian yang panjang, gerbong yang sudah tersusun rapi juga akan di sambungkan dengan badan lokomotif.

Media yang digunakan ini untuk menyambung rangkaian kereta api ini tidak hanya menggunakan Coupler, tetapi ada beberapa macam media yang wajib di pasang demi menjaga keselematan perjalanan kereta api. Media yang digunakan untuk perlengkapan penyambung / coupler ini, meliputi : alat tolak-tarik, saluran pengereman, dan saluran aliran listrik.

Pada saat ini, lokomotif indonesia lebih sering menggunakan coupler jenis genggam, seperti gambar di samping. cuupler jenis genggam ini dinamakan sesuai dengan penggunaannya, karena akan saling terkait seperti orang bersalaman. dan coupler genggam ini hanya perlu di dorong dan dibenturkan antara gerbong depan dengan gerbong selanjutnya.

Penyambung jenis ini terbilang sangat mudah dan aman, karena mereka akan terkatit dengan bantuan engkol yang hanya dapat di lepaskan oleh teknisi saja. sedangkan kelebihan lain dari coupler genggam ini adalah memiliki 2 fungsi sekaligus yang dapat digunakan sebagai penarik dan pendorong lokomotif sekaligus, tanpa bantuan buffer ‘pendorong’. Tetapi, untuk pemasangan alat pengereman dan aliran listrik, masih tetapi dilakukan secara manual.

Fyi, pada bagian dalam coupler genggam, dipasangi peredam yang terbuat dari karet, dengan tujuan untuk meredam benturan ketika kereta api dalam proses penyambungan. pada bagian coupler yang sering di ganti adalah bagian pengait saja. karena sering dibuka tutup ketika akan di sambungkan.

Selain coupler genggam yang saat ini terbilang aman pada kereta api di Indoesia, pengamanan antar rangkaian kereta api sejak dulu sudah ada. Pada saat lokomotif masih menggunakan penyambung jenis ganco, rantai pengaman yang terdapat pada coupler ganco masih tetap terpasang hingga saat ini.

Tujuan dari rantai ini adalah untuk pengamanan ketika gerbong terputus dengan rangkaian yang lainnya. Rantai pengaman ini juga tidak terlalu baik, karena jika gerbong putus dari rangkaian kereta api, rantai pengaman bisa di katakan akan ikut terputus. Tetapi, setidak-tidaknya akan memberikan kode hentakan yang terasa oleh masinis kalau ada gerbong yang terputus pada bagian belakang.

Jenis coupler ganco dengan rantai pengaman.

Pada saat digunakannnya coupler jenis genggam, kejadian rangkaian terputus sudah jarang terjadi. Disamping itu, coupler genggam juga dipasangi pengereman rem udara yang mampu mengerem secara otomatis ketika terdapat gerbong yang terputus.

Sekalipun PT KAI memiliki sistem pengereman udara, tidak semua gerbong yang ada di Indonesia dipasangi sambungan seperti ini. Karena pada sistem pengereman lokomotifnya menggunakan pengereman secara manual dan yang dapat mengerem lokomotif ini hanyalah petugas pegereman / PLKA. Kalau saja terjadi rangkaian terputus, maka siap-siap saja gerbong akan berjalan sendiri. Tetapi, rantai pengaman sudah pasti dipasang di rangkaian gerbong. Mengingat untuk memberikan kode kepada masinis berdasarkan hentakan ketika gerbong terputus dari rangkaiannya.

Fakta Bus Sekolah Tangsel, dari Angkutan Umum Hingga Gratis Bagi Pelajar

Setelah beberapa waktu lalu Pemerintah Tangerang Selatan (Tangsel) menambah armada bus sekolah. Ternyata ada banyak fakta menarik tentang bus sekolah ini.

Penasara apa saja fakta tentang bus sekolah di Tangsel? Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, berikut beberapa fakta terkait dengan bus sekolah di Tangsel.

1. Bernama Bus Trans Anggrek
Pada awal perdana mengaspal Bernama bus Trans Anggrek. Di mana bus tersebut untuk mengangkut masyarakat umum dan dilaunching oleh Wali Kota Tangsel terdahulu yakni Airin Rachmi Diany. Namun, perjalanan Trans Anggrek tidaklah berjalan lancar karena kurang diminati masyarakat umum. Sehingga akhirnya dipakai sebagai bus sekolah untuk mengangkut para pelajar.

2. Khusus anak sekolah
Beroperasi pada pagi, siang dan sore hari, bus ini gratis untuk semua pelajar di Tangsel. Masyarakat umum tidak diperbolehkan untuk menumpang bus ini. Bus sekolah ini melayani Sembilan rute.

3. Bus sekolah gratis melayani 9 rute
Berikut rute bus sekolah gratis:
Rute 1
Melati mas – Tandon Ciater (SMPN 11 Kota Tangerang Selatan) (PP)
Rute 2
Kantor Polsek Serpong – Pamulang Permai (SMPN 17 Kota Tangerang Selatan) (PP)
Rute 3
Komplek Dosen UI – Kel. Cirendeu (SMPN 2 KotaTangerang Selatan)
Rute 4
Kantor Kecamatan Serpong Utara – Paku Alam (SMPN 16 Kota Tangerang Selatan)
Rute 5
Perumahan South City – SKH Negeri 1 Kota Tangerang Selatan
Rute 6
Bus Stop Sasak Tinggi – SKH Negeri 1 Kota Tangerang Selatan
Rute 7
Kantor Kecamatan Pondok Aren – SMP Negeri 5 Kota Tangerang Selatan
Rute 8
Bus Stop Perumahan Pondok Kacang Prima – SMP Negeri 14 Kota Tangerang Selatan
Rute 9
Halte Alun – Alun Pamulang – SKH Assalam

4. Anak sekolah berkebutuhan khusus
Bus sekolah tidak hanya digunakan oleh pelajar biasa, tetapi dua dari sepuluh bus ini dikhususkan untuk pelajar berkebutuhan khusus. Ini diberikan khusus karena Pemkot Tangsel ingin anak kebutuhan khusus juga merasakan manfaat dari bus sekolah. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyatakan, 2 bus untuk antar jemput dikhususkan untuk ABK, demi keamanan dan kenyamanan para ABK.

“Dua bus dikhususkan untuk ABK, karena ABK ini kan treatmentnya berbeda, dan mereka juga membutuhkan sekali bus ini,” ujar Pilar beberapa waktu lalu.

5. Tambahan bus
Pilar mengaku, pihaknya akan melihat lebih jauh efektivitas dari sepuluh bus sekolah gratis ini. Bila memungkinkan dan semakin banyaknya peminat, bus sekolah kedepannya kan ditambah.

“Kita lihat efektivitasnya ya, kalau dirasa perlu ada penambahan, nanti kita tambah, kalau masih ada yang belum terakomodir. Tapi kita lihat tahun ini,” ujarnya.

Tambah Armada, Bus Sekolah di Tangsel Layani Siswa Kebutuhan Khusus

Akibat Belum Terealisasi, Pejabat Kota Terus Desak Agar KRL Dioperasikan Hingga Stasiun Karawang

Siapa yang tak mau perjalanan KRL Commuter Line yang saat ini hanya sampai Stasiun Cikarang bisa diperpanjang hingga Stasiun Karawang. Padahal wacana ini sudah direncanakan sejak tahun 2019 lalu. Pada 2024 lalu saat jumpa pers bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sempat menyinggung perpanjangan rute KRL sampai Karawang. Sebelumnya perpanjangan ini sempat jadi wacana sejak 2019.

Sayangnya belum jelas waktu yang disebutkan Menhub tersebut, apakah target beroperasi atau waktu memulai pembangunan. Adapun saat ini untuk rute Timur jalur KRL hanya sampai Cikarang, Kabupaten Bekasi, meskipun perpanjangan KRL hingga Karawang sudah jadi wacana lama.

Sejumlah pihak menilai wacana proyek perpanjangan jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line ke Karawang memang harus dilakukan. Ini karena angkutan rel perkotaan menjadi solusi untuk mengatasi padatnya kawasan perkotaan seperti Jabodetabek.

Ilustrasi penumpang KRL di area peron stasiun.

Memasuki tahun 2025 ini proyek perpanjangan tersebut belum sama sekali ada perkembangan yang mengabarkan bahwa rencana itu benar-benar akan dijalankan. Mengutip dari media online Karawang Bekasi bahwa hingga Bupati Karawang , Aep Syaepuloh terus mendorong percepatan pembangunan KRL itu hingga menjangkau wilayah Karawang. Pasalnya, hingga saat ini layanan KRL Commuter Line hanya beroperasi baru sampai Stasiun Cikarang, sehingga menyulitkan mobilitas warga Karawang yang bekerja di luar kota maupun para pekerja yang pulang ke wilayah Karawang.

Menurut Aep, pemerintah pusat perlu memandang serius urgensi proyek ini, mengingat Karawang merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia dengan tingkat mobilitas tenaga kerja yang sangat tinggi. Ia pun sangat menyambut baik dukungan dari pihak Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta yang siap mendorong pengusulan proyek ini kepada Kementerian Perhubungan. Sementara dukungan tersebut direspon baik oleh Executive Vice President (EVP) Daop 1 Jakarta, Yuskal Setiawan yang memberi dukungan atas rencana pengembangan jalur KRL ke Karawang. Menurutnya, integerasi moda transportasi harus terus diperkuat agar pelayanan terhadap masyarakat semakin optimal.

Saat ini perjalanan kereta api di Stasiun Karawang baru melayani angkutan kereta api lokal Commuter Line Walahar/Jatiluhur dengan rute Cikarang-Cikampek dan Purwakarta pp. KA Lokal ini dikenakan tarif Rp3.000 hingga Rp4.000 untuk sekali perjalanan. Meskipun tidak diwajibkan memilih kursi, namun kekurangan dari KA Lokal ini adalah keterbatasannya jumlah penumpang. Jika pada jam tertentu tiket terjual habis, maka penumpang diharuskan membeli tiket pada jam berikutnya.

 

Hari ini Dalam Sejarah, Pesawat Ulang-alik “Colombia” Pertama Kali Mendarat di Bumi

Hari ini, 44 tahun lalu yang bertepatan dengan 14 April 1981, selalu diingat sebagai momen besar dalam pencapaian besar di dunia penerbangan dan luar angkasa. Persisnya, untuk pertama kali, pesawat ulang-alik (space shuttle) mendarat kembali di Bumi. Pesawat space shuttle yang dimaksud adalah Colombia.

Baca juga: Intip Boeing 747 yang Disulap Jadi NASA Space Shuttle

Dari situs resmi NASA, disebutkan pendaratan pertama Space Shuttle dilakukan oleh pesawat ulang-alik Colombia pada 14 April 1981. Misi ini dikenal sebagai misi STS-1 dan menjadi penerbangan pertama dari program pesawat ulang-alik NASA.

Setelah dua hari di orbit, Colombia kembali ke Bumi dan berhasil mendarat dengan aman di landasan pacu Edwards Air Force Base di California, Amerika Serikat. Pendaratan ini menjadi momen penting dalam sejarah penerbangan antariksa karena menandai dimulainya era penerbangan pesawat ulang-alik dan membuka jalan bagi penjelajahan angkasa lebih lanjut.

Pesawat ulang-alik Colombia diluncurkan ke orbit pada tanggal 12 April 1981 dari Kennedy Space Center di Florida dengan dua astronaut, John W. Young dan Robert Crippen, di dalamnya.

Pada tanggal 14 April 1981, roda belakang pesawat ulang-alik pengorbit Columbia mendarat di danau kering Rogers di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, Pusat Penelitian Penerbangan Armstrong NASA (d/h Pusat Penelitian Penerbangan Dryden), di California selatan, untuk berhasil menyelesaikan masa tinggal di ruang lebih dari dua hari.

Area pangkalan udara disisihkan untuk publik melihat pendaratan, dan kerumunan berjumlah lebih dari 200.000 orang, dengan beberapa perkiraan setinggi 300.000 pengunjung yang berbondong-bondong ke situs tersebut. Media dari seluruh dunia menambah kerumunan, saat truk radio dan TV dari segala bentuk dan ukuran berdatangan dari mana-mana.

Baca juga: Inilah Space Shuttle Café, Food Truck Bertema Pesawat Luar Angkasa

James Young, Kepala Sejarawan Pusat Uji Penerbangan Angkatan Udara di Edwards AFB, mengingat pendaratan dengan baik. “Anda hanya harus berada di sana untuk mendengar, bahkan merasakan, dentuman ganda dari dentuman sonik,” kata Young. “Sungguh kegembiraan yang luar biasa untuk melihat sesuatu yang belum pernah dilihat sebelumnya, untuk menyaksikan peristiwa bersejarah seperti itu.”

Dari Gothenburg Swedia, 98 Tahun Lalu Volvo Resmi Berdiri

Siapa yang tak kenal dengan Volvo? Ini adalah salah satu merek otomotif  paling terkenal di dunia. Namun tahukah Anda sejak kapan Volvo didirikan? Ternyata secara resmi, Volvo berdiri sejak 14 April 1927. Saat itu seri OV 4 tersebut merupakan seri mobil Volvo yang pertama kali diproduksi.

Baca juga: Sabuk Pengaman Model “V,” Lambang Supremasi Teknologi Volvo

OV 4 sendiri adalah singkatan dari Oppen Vagn 4 cylindrar atau kendaraan terbuka 4 silinder. Mobil ini dirancang sejak 1926 dan sekitar satu tahun kemudian, saat OV 4 dikeluarkan dari pabrik, teknisi pembuatnya yakni Eric calberg memasukkan gigi pertama. Lucunya mobil bukan melaju kedepan, tetapi mundur.

KabarPenumpang.com menghimpun berbagai laman sumber, karena insiden ini maka peluncurannya ditunda sehari dan saat itu merupakan har Jakob menurut tradisi Swedia. Sehingga Volvo OV 4 ini dijuluki dengan “Jakob”. Sayang, mobil yang mesinnya dirancang oleh Gustav Larson, salah satu pendiri Volvo ini kurang laku di Swedia, alasannya karena kabinnya yang terbuka.

Padahal Swedia adalah negara bersuhu dingin, meskipun sedang di musim panas. Oleh karenanya Volvo membuat versi tertutupnya pada akhir 1928 dan disebut PV4. OV4 dibuat hanya 297 mobil di tahun peluncurannyan. Kemudian antara tahun 1927 dan 1929 dibuat 996 unit. Dengan mesin 4 silinder 1940cc, OV4 mampu menghasilkan 28 tenaga kuda serta kecepatan maksimum 90 km per jam.

Kini Jakob, mobil pertama Volvo itu mendapat tempat istimewa di Volvo Museum di Gothenburg, Swedia. Volvo adalah perusahaan pembuat sarana angkutan dari Swedia. Perusahaan yang dahulunya adalah produsen mobil ini didirikan pada 14 April 1927 di Göteborg, sebagai anak perusahaan SKF, perusahaan yang memproduksi bearing (kolaher).

Baca juga: Volvo Siap Rilis Mobil Otonom Super Mewah Tanpa Bangku Baris Depan

Saat ini, Volvo sudah dihapus dari daftar NASDAQ pada Juni 2007, tetapi masih terdaftar di Bursa Efek Stockholm. Perusahaan ini menghasilkan truk, bus, peralatan konstruksi, sistem penggerak (drive system) untuk peralatan kelautan serta aplikasi-aplikasi industri, suku cadang pesawat udara, dan perusahaan keuangan.

Benda Ini Sangat Penting Saat Kereta Api Akan Melintas di Perlintasan, Inilah Bentuk dan Cara Kerjanya

Jika melihat pos perlintasan resmi saat berkendara ataupun saat naik kereta api, pasti melihat benda yang satu ini. Posisinya berada disamping pos perlintasan terkadang pula di seberang jalur kereta api.

Nah, benda ini dinamakan genta. Sebenarnya genta ini sangat penting untuk informasi yang disampaikan dari petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) di stasiun kepada penjaga perlintasan. Alat yang dipasang di perlintasan berpintu ini berfungsi sebagai semboyan yang dikirim dengan sistim elektrik dari stasiun terdekat.

Cara kerjanya pun sesuai dengan Peraturan Dinas KAI yang tercantum di papan peraturan yang terpajang di setiap ruangan PPKA dan Pos Perlintasan. Genta yang merupakan semboyan ini, disebut sebagai Semboyan 55.

Caranya Semboyan 55 AI (1x rangkaian bunyi genta) = kereta api berjalan menuju hilir Semboyan 55 AII (2x rangkaian bunyi genta) = kereta menuju udik Semboyan 55 B (4x rangkaian bunyi genta) = penghapusan berita terakhir Semboyan 55 C (8x rangkaian bunyi genta) = bahaya Semboyan 55 D (3x rangkaian bunyi genta) = dinas terakhir Semboyan Percobaan (5x rangkaian bunyi genta) Genta PJL atau Genta Petugas Jaga Lintas merupakan alat bantu komunikasi yang mengirimkan berita terkait perjalanan Kereta Api. Bunyi lonceng yang digunakan untuk memberitahu PJL agar waspada karena ada kereta api yang akan lewat.

Bentuk genta PJL pun cukup unik, yakni berupa tabung besar dengan caping di atasnya dan di samping kanan kirinya terdapat palu untuk memukul besi sehingga terjadi bunyi bel. Di dalam genta PJL ada bandul pemberat fungsinya ketika aliran yang diberikan Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) / Pengawas Peron (PAP) secara otomatis akan menggerakkan bandul ke bawah dan menarik bel sehingga berbunyi. Genta dioperasikan secara induksi elektromagnetik oleh PPKA/PAP sehingga menimbulkan reaksi bunyi untuk memberitahukan petugas perlintasan.

Namun sayangnya, keberadaan genta ini sudah hampir langka meskipun didaerah luar Jabodetabek masih penting digunakan. Yang digunakan saat ini hanya alat perekam dengan urutan bunyi seperti genta asli pada umumnya yang disampaikan melalui pengeras suara. Tapi tak menutup kemungkinan keberadaan genta di pos perlintasan masih terus digunakan jika ada masalah pada kelistrikan. Namun, ada pula beberapa genta yang saat ini sebagai alat edukasi di museum kereta api seperti Ambarawa dan Museum Transportasi di TMII.

Ini Tips Nikmati Keindahan Sungai Musi

Sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan merupakan sungai lintas provinsi yang mengairi Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan. Tak hanya itu, Sungai Musi juga membelah Kota Palembang menjadi dua bagian yakni Ilir dan Ulu.

Keduanya dihubungkan oleh Jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang. Namun, selain Jembatan Ampera, ternyata Sungai Musi juga dekat dengan berbagai objek wisata tepi sungai lainnya.

Di mana dengan menjelajahi Sungai Musi, pelancong akan ditawarkan pengalaman wisata yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Nah, berikut ini ada tips untuk menikmati perjalanan wisata menjelajahi Sungai Musi.

1. Pilih moda transportasi air yang tepat
Untuk menyusuri Sungai Musi, Anda dapat memilih perahu tradisional seperti ketek atau perahu motor. Moda transportasi ini tersedia di bawah Jembatan Ampera atau di depan Benteng Kuto Besak. ​

2. Destinasi ikonik
Ada beberapa destinasi ikonik yang bisa dikunjungi melalui Sungai Musi yakni Pulau Kemaro yang letaknya sekitar enam kilometer dari Jembatan Ampera. Pulau ini terkenal dengan Klenteng dan pagoda yang menjadi tempat ziarah agam Konghucu.

Saat perayaan Cap Go Meh, Pulau Kemaro menjadi ramai dan bisa menjadi pilihan pelancong yang suka dengan wisata acara keagamaan. Selain itu juga ada Benteng Kuto Besak. Ini merupakan sebuah benteng bersejarah yang menawarkan pemandangan indah ke arah Sungai Musi dan Jembatan Ampera.

3. Kuliner khas warung terapung
Jangan lupa mampir di warung terapung untuk menikmati sajian kahs Palembang seperti pempek, tekwan, dan pindang. Warung terapung ini ada di sepanjang Sungai Musi dan pelacong bisa menikmai makanan sambil merasakan angin sepoi-sepoi yang memberikan sensasi unik.

4. Waktu terbaik
Saat menikmati Sungai Musi, waktu terbaik adalah saat menjelang malam hari. Pada waktu itu, Jembatan Ampera yang dihiasi oleh lampu-lampu akan menambah cantik pemandangan Sungai Musi.

5. Cuaca dan keamanan
Pelancong yang akan menikmati keindahan Sungai Musi, jangan pernah lupa untuk memperhatikan cuaca di Palembang. Pastikan untuk memeriksa prakiraan cuaca sebelum berangkat dan selalu mengenakan pelampung saat berada di atas perahu untuk keselamatan.​

Untuk Asian Games 2018, Jembatan Ampera Punya ‘Teman,’ Musi IV dan VI