Hari Ini, 12 Tahun Lalu, Lion Air Flight 904 ‘Berenang’ di Laut Bali Gegara Pilot Indonesia Remehkan Pilot India

Pada hari ini, dua belas tahun lalu, bertepatan dengan 13 April 2013, pesawat Boeing 737-800 PK-LKS Lion Air mengalami overrun dan terjun bebas ke laut Bali sebelah barat runway Bandara Internasional Ngurah Rai. Hasil penyelidikan menunjukkan kecelakaan ini terjadi akibat human error. Meski badan pesawat sampai terbelah dua, namun kecelakaan ini tak sampai menimbulkan korban jiwa.

Baca juga:Hari Ini, MD-90 Lion Air Tergelincir Gegara Pilot ‘Berburu’ Bonus dan Paksakan Pendaratan

Dari laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), pesawat dengan nomor penerbangan 904 itu diketahui berangkat dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat dengan tujuan akhir Denpasar, Bali. Selama perjalanan pesawat relatif aman dan tanpa kendala.

Barulah saat mendekati bandara, hujan deras dan kabut tebal melanda wilayah-wilayah di sekitaran bandara. Awalnya, pesawat dikendalikan oleh kopilot, lalu ketika dalam posisi akan mendarat pilot mengambil alih kendali. Pada saat itulah, persoalan dimulai hingga akhirnya pesawat tergelincir ke laut.

Usai tergelincir, pesawat akhirnya terbelah dua. Foto: @AirCrashMayday

Dalam laporan akhir KNKT disebutkan pilot gagal melihat secara akurat apa yang ada di depan. Hal itu disebabkan hujan deras dan kabut tebal. “Pilot tidak menyadari karakteristik badai, terutama jenis cumulonimbus. Kondisi ini dapat disimpulkan sebagai ketidakmapuan untuk menyadari situasi,” demikian isi laporan tersebut.

Di tengah situasi genting, pilot sudah berusaha keras untuk membawa pesawat go around dan menjauh dari runway. Namun, karena sudah kadung dekat dengan runway 9 Bandara Internasional Ngurah Rai, pesawat akhirnya terpaksa mendarat dengan kecepatan di atas rata-rata hingga mengalami overrun dan terjun ke lautan.

Tak lupa, laporan itu juga menyebutkan adanya faktor lain di samping faktor SDM penerbang. “Pilot tidak diberi perkembangan secara terus menerus mengenai perubahan kondisi cuaca,” tulisnya.

Untuk memudahkan proses evakuasi, pesawat yang sudah tak lagi bisa diperbaiki itu akhirnya dipotong-potong. Foto: @AirCrashMayday

Banyak kalangan menyebut, sebetulnya, keputusan kapten pilot untuk mengambil alih pesawat dari kopilot untuk proses pendaratan sebetulnya tidak salah. Justru memang harus dilakukan bilamana kondisinya jauh berbeda dibanding kondisi normal.

Baca juga: Penumpang Lion Air JT-797 Melahirkan di Kabin, Penerbangan Sempat Dialihkan ke Bandara Terdekat

Hanya saja, mengapa ketika diambil alih oleh pilot pesawat justru tak mampu menghindar dari kesulitan dan pada akhirnya terlibat kecelakaan? Banyak pengamat pun yang pada akhirnya sampai berandai-andai.

Andai Kapten Pilot Mahlup Ghazali (WNI) tidak berlaku angkuh dan menganggap kopilot Chirag Kalra (warga negara India) cukup berpengalaman untuk melakukan itu, bukan tak mungkin kecelakaan dapat terhindar.

Dua Nama Kereta Api Sebenarnya Berstatus ‘Fakultatif’, Namun Tetap Berjalan Setiap Hari, Apa Saja?

Tak hanya perjalanan reguler, ada beberapa kereta api yang berjalan hanya pada hari-hari tertentu seperti libur nasional dan hari raya. Pada libur Lebaran lalu, banyak kereta api tambahan dengan status Perjalanan Luar Biasa (PLB) dan ada juga perjalanan secara Fakultatif (berjalan pada waktu tertentu). Nah, pada perjalanan kereta api selain reguler atau berjalan setiap hari, ternyata ada pula perjalanan kereta api dengan status Fakultatif yang juga berjalan setiap hari. Terlihat pada aplikasi Access by KAI, ada jadwal kereta api Fakultatif namun berjalan setiap hari. Berikut nama kereta apinya:

• Kereta Api Sancaka Utara
Kereta api Sancaka Utara merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani relasi Surabaya Pasarturi-Cilacap melalui lintas utara Jawa (via Bojonegoro-Gambringan-Solo Balapan). Kereta api Sancaka Utara menjadi layanan kereta api penumpang di jalur kereta api Gambringan-Gundih yang sebelumnya hanya digunakan sebagai jalur darurat saat terjadi gangguan pada lintas Brumbung-Gambringan maupun Brumbung-Gundih. Sebelum kembali dioperasikan, jalur ini terakhir digunakan untuk layanan kereta api ketel relasi Rewulu-Cepu, yang berhenti beroperasi pada 2005.

Kereta api ini beroperasi menggunakan rangkaian jenis baja ringan, yang mana merupakan bekas rangkaian kereta eksekutif Gaya Baru Malam Selatan dan cadangan kereta bisnis Gumarang. Pada tanggal 8 Maret 2025, layanan kelas bisnis pada kereta api ini diganti dengan kelas ekonomi generasi terbaru hasil modifikasi dari Balai Yasa Manggarai.

KA Sancaka Utara Fakultatif ini berhenti di berbagai stasiun yang dilewatinya, seperti: Cilacap, Gumilir, Maos, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, Klaten, Solo Balapan, Salem, Gundih, Gambribgan, Kradenan, Randublatung, Cepu, Bojonegoro, Babat, Lamongan dan berakhir di Surabaya Pasar Turi. Harga tiket untuk KA Sancaka Utara Fakultatif ini dimulai dari Rp180.000-Rp300.000 untuk kelas ekonomi dan Rp265.000-Rp440.000 untuk kelas eksekutif.

KA Sancaka Utara

• KA Ijen Ekspres
Nama Ijen Ekspres sendiri berasal dari gunung api stratovolcano yang terletak di kedua perbatasan Tapal Kuda di Jawa Timur adalah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi yaitu Gunung Ijen. Kereta api Ijen Ekspres merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh PT KAI untuk melayani relasi Ketapang–Malang. Kereta api ini akan membantu tugas Kereta api Tawang Alun yang memiliki kelas ekonomi bersubsidi (PSO).

Sebelum adanya kereta api Ijen Ekspres rute Banyuwangi–Malang, dahulunya ada rumor layanan kereta api ini dengan rute Jember–Jakarta pada Gapeka 2023, meskipun kereta api Ijen Ekspres belum terdaftar dalam Grafik perjalanan kereta api tahun 2023. Namun kereta ini dibatalkan dan digantikan dengan layanan kereta api Pandalungan rute Jakarta–Jember melewati lintas utara Jawa. Pada tahun 2025, layanan kereta api ini muncul kembali di Gapeka 2025 dengan rute Banyuwangi–Malang, yaitu kereta api Ijen Ekspres.

Walaupun berstatus Fakultatif KA Ijen Ekspres juga ramai dipesan oleh masyarakat yang hendak berwisata ke wilayah Banyuwangi terutama yang ingin menyeberang ke Pulau Bali dengan pemberhentian terakhir di Stasiun Ketapang. Walaupun tarifnya diatas harga PSO dan hampir menyamai tarif KA Mutiara Timur, KA Ijen Ekspres terap menjadi daya tarik penumpang untuk menjelajah destinasi yang berada di wilayah paling timur Pulau Jawa. KA Ijen Ekspres di kenakan tarif mulai dari Rp135.000-Rp175 000 untuk kelas ekonomi, dan Rp200.000-Rp265.000 untuk kelas eksekutif.

KA Ijen Ekspres.

Untuk perjalanan kedua kereta yang berstatus Fakultatif ini dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI di ponsel berikut dengan jam keberangkatan dan kedatangannya. Serta lebih mudah untuk melihat dan memilih kursi sesuai keinginan sebelum melakukan pembayaran. Atau bisa juga melakukan pembelian tiket di loket-loket stasiun yang melayani pembelian tiket kereta api dengan bantuan customer service di stasiun.

Jalur Brumbung-Solo Jadi Acuan Alternatif Jika Terjadi Gangguan Perjalanan Kereta Api

12 Tahun Resmi Beroperasi Pelabuhan Tanjung Api-Api Layani Angkutan Penumpang dan Barang

Terletak sekitar 68 kilometer dari Kota Palembang, Pelabuhan Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, memegang peran penting sebagai penghubung utama antara Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. ​Pembangunan fisik pelabuhan ini dimulai sejak 2004 dan selesai tiga tahun kemudian atau tepatnya tahun 2007.

Pembangunan Pelabuhan Tanjung api-Api sendiri merupakan usulan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Di mana pelabuhan ini akan menggantikan pelabuhan penyeberangan 35 Ilir Palembang.

Sejak selesainya dibangun, Pelabuhan Tanjung Api-Api tak langsung beroperasi secara penuh. Namun baru mulai beroperasi penuh sejak 11 Desember 2013 lalu setelah diresmikan oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Alex Noerdin.

Sebagai pelabuhan penyeberangan, Tanjung Api-Api melayani rute utama menuju Pelabuhan Tanjung Kalian di Muntok, Bangka Barat. Pelabuhan ini menjadi jalur vital bagi mobilitas penumpang dan distribusi barang antara Sumatera dan Bangka Belitung.

Menjadi salah satu pelabuhan besar di Indonesia, pelabuhan ini terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-Api. Rencananya, pelabuhan ini juga akan terintegrasi dengan jalur kereta api batu bara dari Tanjung Enim ke Tanjung Api-api. Selain itu direncanakan juga akan dibangun jalan tol dari Palembang menuju Tanjung Api api.

Pada masa libur Lebaran 2025, tepatnya arus mudik menuju ke Pelabuhan Tanjung Kalian di Pulau Bangka, ada lebih ari 35 ribu penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Api-Api. Bahhkan perjalanan tambahan juga diberikan guna mempermudah akomodasi pemudik yakni menjadi 14 trip sehari dari Pelabuhan Tanjung Api-Api menuju ke Tanjung Kalian.

Selain menjadi pelabuhan penumpang, Tanjung Api-Api juga menjadi pelabuhan barang. Ini karena berada dekat dengan kawasan industri dan pergudangan.

Dengan adanya pelabuhan ini diharapkan kawasan Banyuasin berkembang. Sehingga pendapatan asli daerah provinsi Sumatera Selatan meningkat dan diharapkan juga kawasan industri dan pelabuhan tanjung api-api akan menjadi kawasan industri yang baru dan berkembang, serta dapat menyerap tenaga kerja.

Selain itu, pelabuhan ini mempersingkat jarak tempuh dari Pulau Sumatra ke Bangka Belitung menjadi sekitar 4 jam saja. Untuk diketahui, Pelabuhan Tanjung Api-api memiliki dermaga seluas (50×20) m², trestle (121,25×8) m², causeway (96×8) m², lapangan penumpukan (51 x 48) m², dermaga peti kemas, lapangan kontainer, gedung kantor, pagar pelabuhan, gapura, signpost darat dan laut, dan pos jaga.

Tanjung Kalian, Pelabuhan di Ujung Barat Pulau Bangka

COMAC C949 – Desain Pesawat Penumpang Supersonik ‘Senyap’ dengan Jangkauan Lebih Jauh dari Concorde

Peneliti Cina mengungkap desain pesawat supersonik yang sangat senyap sehingga dapat melaju dengan kecepatan Mach 1 tanpa suara – lebih senyap daripada mobil.

Perusahaan dirgantara COMAC (Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd.) memiliki rencana besar untuk mengubah wajah perjalanan udara seperti yang kita ketahui dengan konsep pesawat supersonik baru mereka, C949.

Meskipun banyak jet yang menghasilkan ledakan sonik saat melaju dengan kecepatan supersonik, C949 dirancang untuk lebih senyap daripada mobil saat melaju dengan kecepatan Mach 1. Jarak tempuhnya akan lebih jauh, bahkan lebih jauh dari Concorde, yang berarti penerbangan lintas benua tanpa henti dapat dilakukan.

COMAC melakukannya lagi dengan rencana untuk pesawat supersonik baru, dan kali ini, mereka harus berterima kasih kepada para insinyur mereka.

Diterbitkan dalam jurnal ilmiah Acta Aeronautica Sinica edisi 14 Maret 2025, para insinyur COMAC yang dipimpin oleh ahli aerodinamika pemenang penghargaan Wu Dawei, memberikan rincian tentang konsep pesawat terbaru mereka.

Mereka menjelaskan bagaimana mereka berhasil mengurangi suara ledakan sonik hampir sepenuhnya dalam perjalanan supersonik.

C949 akan lebih baik daripada Concorde karena beberapa alasan, yang utama adalah pengurangan kebisingan yang sangat dipuji, serta jangkauan yang jauh. C949 memiliki hidung panjang berbentuk seperti jarum yang akan mengurangi gelombang kejut dari yang menjadi supersonik menjadi tiga denyut yang lebih kecil, sehingga mengurangi kebisingan.

C949 memiliki tonjolan khusus di dekat mesin yang akan membantu menyebarkan turbulensi pesawat dan mengurangi suara ledakan. Badan pesawat juga digambarkan sebagai ‘berubah bentuk’, yang seharusnya juga melemahkan guncangan.

XB-1 Boom Supersonic “Son of Concorde” Terbang dengan Memecahkan Hambatan Suara

Arus Mudik Usai, KAI Berlakukan Tarif Khusus Baru, Benarkah Alami Kenaikan?

Pasca libur Lebaran usai, kali ini PT KAI kembali mengeluarkan tarif khusus yang berlaku mulai 7 April 2025. Tarif khusus ini dikeluarkan untuk kereta api mulai dari kelas ekonomi hingga kelas eksekutif dengan rute yang telah ditentukan. Tarif khusus ini pun beragam, dari harga yang paling terendah yaitu Rp30.000 hingga Rp170.000 untuk kelas ekonomi, Rp35.000 hingga Rp180.000 untuk kelas bisnis, dan Rp40.000 hingga Rp250.000 untuk kelas eksekutif.

Tarif ini memungkinkan pelanggan bepergian dengan harga yang lebih hemat ke berbagai tujuan favorit di berbagai kota di Pulau Jawa. Kebijakan ini mulai berlaku pada 7 April 2025 dan diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Tiket dengan tarif khusus tersebut dapat dibeli melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, atau langsung di loket stasiun. Kebijakan tarif khusus ini merupakan bagian dari upaya PT KAI dalam memperluas jangkauan layanan serta memberikan pilihan perjalanan yang lebih ekonomis dan kompetitif bagi masyarakat.

Tarif khusus ini diberlakukan untuk mengisi kursi yang belum terjual di rute tertentu. Contoh KA Argo Wilis Rute Surabaya-Bandung ada seat yang belum terjual Surabaya Madiun, tapi rute Madiun Bandung sudah terjual. Nah seat yang kosong itu bisa di beli 2 jam sebelum keberangkatan dengan harga khusus dan murah.

Penumpang kereta api di Stasiun Gambir. (Foto: Dok. BUMN)

Nah selain pembelian melalui aplikasi KAI Access, informasi pembelian secara Go Show atau pembelian langsung di loket stasiun pun dikabarkan harga tiket naik pasca libur Lebaran.

Meski tarif Khusus dianggap berhasil menarik minat penumpang kereta api, namun perlahan PT KAI menaikkan harga tiket pada tarsus tersebut. Dari tahun ke tahun mengalamai kenaikan harga. Selama masih ada penumpang kereta api yang menggunakan tarif khusus, maka psikologi harga tersebut dianggap wajar dan biasa. Menaikkan harga merupakan test pasar apakah masih laku atau semakin ditinggalkan penumpang kereta api. Terakhir mengalami kenaikan harga pada Bulan Mei 2024.

Menanggapi narasi tersebut, dilansir dari laman kompas bahwa kenaikan harga tiket kereta api go show per 7 April 2025, dapat kami luruskan bahwa informasi tersebut kurang tepat. Tarif tersebut merupakan penyesuaian tarif khusus dan bukan kenaikan tarif secara umum. Tarif khusus justru memberikan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan tarif tiket normal. penyesuaian tarif khusus ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelarasan antara nilai layanan dan tarif. Artinya, meski disesuaikan, tarif khusus ini tetap lebih rendah dibanding tarif normal. Sehingga diharapkan mampu memberikan kemudahan dan pilihan harga yang kompetitif bagi masyarakat.

Tak Perlu Biaya Mahal, KAI Tawarkan Tarif Khusus yang Lebih Murah di KA Cakrabuana dan Gunung Jati

Pergantian Gapeka 2025 untuk rute lama Jakarta-Cirebon maupun Tegal kini berubah destinasi tujuannya. Masih tetap menggunakan rangkaian yang sama dengan nama KA Argo Cheribon (Gapeka 2023), kini berubah nama menjadi KA Cakrabuana dengan rute Gambir-Cirebon-Purwokerto pp. dan KA Gunung Jati rute Gambir-Cirebon-Semarang Tawang.

Rute yang diperpanjang inilah, PT KAI sudah berkomitmen dan optimistis bahwa penumpang sebagian besar lebih banyak mengunjungi destinasi seperti Purwokerto dan Semarang. Walaupun banyak kereta api yang mempunyai perjalanan yang dilewati sama, namun penumpang saat ini sudah bisa memilih perjalanan kereta api dengan rute tersebut sesuai dengan jadwal waktu yang dimiliki penumpang itu sendiri.

Namun siapa sangka, mulai 10 April KA Cakrabuana dan Gunung Jati bisa didapatkan dengan tarif khusus pada pembelian tiket 2 jam sebelum keberangkatan. Tarif khusus ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan dan pilihan harga yang kompetitif bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan transportasi kereta api pada relasi tertentu.

PT KAI Daop 3 Cirebon siapkan KA Gunung Jati dan Cakrabuana dengan tarif khusus yang harganya mulai dari Rp25.000,-. Diharapkan melalui tarif khusus ini dapat memberikan kemudahan dan pilihan harga yang kompetitif bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan transportasi kereta api.

Nah, berikut ini kabarpenumpang akan memberikan informasi daftar tarif khusus untuk KA Cakrabuana dan Gunung Jati, sebagai berikut:

Relasi Cirebon – Brebes/Tegal :
Ekonomi Rp25.000
Eksekutif Rp35.000

Relasi Cirebon/Cirebon Prujakan – Jatibarang/Haurgeulis/Pegadenbaru :
Ekonomi Rp50.000
Eksekutif Rp70.000

Relasi Cirebon/Cirebon Prujakan – Tegal/Pemalang :
Ekonomi Rp55.000
Eksekutif Rp80.000

Relasi Jatibarang/Haurgeulis/Pegadenbaru – Tegal/Pemalang :
Ekonomi Rp60.000
Eksekutif Rp90.000

Relasi Cirebon/Cirebon Prujakan – Purwokerto :
Ekonomi Rp45.000
Eksekutif Rp110.000

KA Gunung Jati.

Untuk pemesanan tiket kedua KA tersebut, bisa di beli melalui aplikasi Access by KAI di ponsel, berikut dengan jam keberangkatan dan kedatangannya. Serta lebih mudah untuk melihat dan memilih kursi sesuai keinginan sebelum melakukan pembayaran. Atau bisa juga melakukan pembelian tiket di loket-loket stasiun yang melayani pembelian tiket kereta api dengan bantuan customer service di stasiun. Pastikan untuk kembali memeriksa tiket yang sudah sesuai dengan pilihan stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan.

Trans Metro Dewata Akan Kembali Beroperasi? Tunggu Tanggal Mainnya!

Angin segar sepertinya berhembus baik pada perjalanan transportasi umum di Pulau Bali dengan Tran Metro Dewata (TMD). Pasalnya Pemerintah Kota (Pemkot) denpasran sudah menyiapkan dana sebesar Rp16 miliat untuk mengaktifkan Kembali Trans Metro Dewata.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara sudah rapat bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan untuk membahas teknis berbagai hal menjelang kembali beroperasinya bus TMD. Menurutnya, Pemkot Denpasar dan bupati se-Bali NTT telah sepakat bergotong royong demi mengaktifkan layanan bus itu.

Baca juga: Trans Metro Dewata Berhenti Beroperasi, Besoknya Dishub Bali Luncurkan Trans Sarbagita

“Kami gotong royong (membiayai TMD), karena tidak adanya alokasi dari pusat,” kata Jaya Negara.

Dirangkum dari berbagai laman sumber, Jaya Negara menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan mengucurkan dana 30 persen untuk operasional TMD. Sedangkan, 70 persen sisanya diambil dari APBD Denpasar, Badung, dan Gianyar (Sarbagia).

Tak hanya itu pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Bali pun mulai mempercepat persiapan bus dengan warna merah hitam ini, yang rencananya akan dioperasikan Kembali pada April 2025 ini. Kadishub Bali, I Gde Wayan Samsi Gunarta, meminta doa agar proses pengoperasian bus TMD cepat tuntas.

“Mudah-mudahan tanggal 18 sudah bisa,” kata Samsi kepada awak media.

Dalam operasional kembali ini, sebanyak 75 armada dibutuhkan untuk melayani enam koridor. Dishub Bali pun akan menambah bus bila jumlah penumpang meningkat.

Baca juga: 26 Bus Trans Metro Dewata Dijual Demi Bayar Gaji dan Biaya Operasional

“Rutenya rute terakhir yang mulai di bulan Agustus 2024 dan itu memang rutenya sudah matang dan bagus. Jadi, kami akan mulai dari situ. Tolong dong suruh pada naik bus,” ujar Samsi.

Untuk waktu operasional bus Trans Metro Dewata akan disesuaikan dan dirapatkan untuk operasional pagi dan sore. Sedangkan pengoperasian di siang hari, naninya akan dikurangi.

Hal ini untuk meminimalisir kekosongan bus saat beroperasi. Dishub Bali juga akan melakukan pembaharusan pada aplikasi bus Trans Metro Dewata. Untuk diketahui, Trans Metro Dewata berhenti beroperasi sejak 1 Januari 2025.

Empat Tahun Beroperasi, Trans Metro Dewata Vakum Sejak 1 Januari 2025

Ini Perbedaan Penerbangan Jarak Jauh dan Jarak Pendek dari Perspektif Pilot

Banyak yang menganggap penerbangan jarak jauh lebih menyenangkan. Namun, yang menganggap penerbangan jarak pendek lebih menyenangkan juga tak kalah banyak. Lantas, bagaimana dari sudut pandang pilot terkait penerbangan jarak jauh dan jarak pendek. Mana yang lebih menyenangkan dari segi pengalaman dan mungkin saja pundi-pundi uang yang dibawa pulang?

Baca juga: Bagaimana Hitungan Jam Penerbangan Pilot? Ini Jawabannya

Setiap maskapai dan bandara cukup beragam dalam mendefinisikan penerbangan ultra jarak jauh, jarak jauh, menengah, dan jarak pendek. Maskapai-maskapai seperti Cathay Pacific, Singapore Airlines tentu sudah jelas, hanya mengoperasikan penerbangan jarak jauh.

Bandara Hong Kong menganggap sebagian besar tujuan Asia tergolong sebagai penerbangan jarak pendek. Sedangkan tujuan lainnya seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Australia merupakan penerbangan jarak jauh.

American Airlines menggunakan jarak penerbangan sebagai ukuran apakah itu penerbangan jarak jauh atau jarak pendek. Maskapai lain ada yang menilainya dari segi durasi. Penerbangan jarak pendek berkisar satu sampai tiga jam.

Sedangkan penerbangan jarak jauh berkisar enam sampai 12 jam. Adapun penerbangan tiga sampai enam jam merupakan jarak menengah.

Ada lagi maskapai yang menganggap itu penerbangan jarak jauh dan jarak pendek dari kapasitas kursi dan pesawat. Kapasitas kursi pada penerbangan jarak pendek biasanya hanya 100-200, menggunakan pesawat narrowbody Boeing 737 dan Airbus A320.

Sedangkan untuk jarak jauh mengangkut lebih dari 200 penumpang menggunakan pesawat widebody, seperti Boeing 777, 787, 767, 747, Airbus A330, A340, A350, dan A380.

Baca juga: “Take To The Skies” – Program Kontroversial yang Alihkan Peran Pilot Menjadi Awak Kabin

Dari sudut manapun penerbangan jarak jauh dan dekat dinilai maskapai, yang pasti, bagi pilot itu sama saja. Baik penerbangan jarak jauh 12 jam maupun penerbangan jarak dekat 30 menit, prioritasnya sama-sama keselamatan penumpang.

Tetapi tentu, dari sudut pandang pengalaman pilot, terdapat banyak perbedaan antara penerbangan jarak jauh dan pendek.

Dilansir differencebetween.net, dari segi pengalaman, penerbangan jarak jauh lebih menarik bagi pilot. Selain dibayar jauh lebih besar dibanding pilot lain di penerbangan jarak pendek, pengalaman baru, bertemu orang baru dengan latar belakang berbeda, serta kesempatan untuk liburan ke destinasi wisata favorit di banyak negara menjadi daya tarik dan nilai lebih tersendiri untuk pilot penerbangan jarak jauh.

Sudah begitu, dari jam kerja, biasanya pilot penerbangan jarak jauh memiliki waktu istirahat lebih lama dibanding pilot pada penerbangan jarak pendek. Meski demikian, jarak yang terlampau jauh dan perbedaan zona waktu pada umumnya membuat penerbangan jarak jauh lebih melelahkan dibanding penerbangan jarak pendek.

Yang paling menarik dari penerbangan jarak jauh tentu adalah bayaran yang didapat. Disebutkan, pilot jarak jauh dibayar berkisar US$125.000 hingga US$250.000. Sedangkan pilot jarak pendek dibayar antara US$100.000 sampai US$200.000.

Baca juga: Peran Kopilot, Tak Sekedar Memperingan Kerja Pilot

Singkatnya, bagi pilot yang ingin selalu berkumpul bersama keluarga, penerbangan jarak pendek tentu menjadi pilihan tepat. Demikian juga sebaliknya.

Terlepas dari itu, di maskapai manapun, biasanya, untuk bisa terbang di rute jarak jauh atau penerbangan jarak jauh, pilot harus melewati banyak penerbangan jarak pendek. Bisa dibilang, penerbangan jarak jauh hanya untuk pilot senior.

e-paper Papercast, Sistem Informasi Digital di Halte Bus dengan Tenaga Surya

Sebagai bagian dari strategi nasional yang lebih luas untuk mengembangkan sistem cerdas dalam menangani meningkatnya permintaan untuk transportasi berkelanjutan, pelancong di dua Pulau Yunani akan mendapat manfaat dari informasi penumpang real-time pada display halte e-paper bertenaga surya. Dikembangkan dan dipasok oleh perusahaan Inggris Papercast, layar e-paper telah digunakan di resor populer di Santorini dan Syros sebagai hasil dari proyek kota pintar yang dipimpin oleh Amco Inspired Technologies yang berbasis di Athena.

Baca juga: Global Solar Energy Rilis Shuttle Bus Bertenaga Surya Pertama di Bandara

Kedua proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup penduduk dan pengunjung dengan meningkatkan penggunaan transportasi umum sekaligus mengurangi emisi kendaraan pribadi. Amco telah menjadi penyedia terkemuka pengumpulan tarif dan sistem informasi penumpang untuk transportasi umum di Yunani, dan telah berhasil mengimplementasikan ratusan proyek untuk perusahaan sektor swasta dan publik di seluruh negeri.

Di Santorini ruang lingkupnya adalah untuk mengembangkan dan mengoperasikan platform telematika yang cerdas untuk layanan bus umum. Teknologi ini akan memungkinkan kotamadya untuk mengoptimalkan perencanaan rute dan menyediakan penumpang dengan informasi terkait perjalanan real-time.

Amco menyediakan solusi komprehensif yang mencakup Sistem Manajemen Transit (TMS) dengan Automated Vehicle Location (AVL) dari mitra Papercast LIT Transit, dan Sistem Informasi Penumpang (PIS). Ini mencakup pusat kendali lengkap yang mengkonsolidasikan informasi dari konsol pengemudi bus untuk memberikan informasi penumpang real-time.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari traffictechnologytoday.com (20/3/2020), informasi layanan langsung ini dikirimkan melalui halte bus pintar menggunakan tampilan e-paper Papercast dan aplikasi sistem terkait seperti aplikasi seluler dan situs web.
Sedangkan di Syros Ermoupolis Municipality, Amco menyediakan sistem informasi multi-channel terintegrasi untuk transportasi bus menggunakan komponen teknologi serupa ke Santorini.

Masyarakat akan dapat memperoleh informasi tentang rute angkutan umum dan perkiraan waktu kedatangan di halte secara real-time pada tampilan informasi penumpang e-paper Papercast. Sistem ini mencakup tampilan informasi penumpang LED dan LCD di dalam bus kota yang menunjukkan rute perjalanan, perhentian berikutnya, dan waktu perjalanan.

Informasi langsung juga tersedia secara real-time melalui aplikasi seluler smartphone, teks SMS, dan aplikasi web yang disesuaikan. Semua data akan dikumpulkan di platform manajemen pusat, menampilkan fungsionalitas canggih dan menyediakan pemantauan dan manajemen jarak jauh.

Solusi informasi penumpang halte generasi berikutnya dari Papercast menggunakan tampilan e-paper nirkabel bertenaga surya, dengan sistem manajemen konten komprehensif yang dikembangkan secara eksklusif untuk kebutuhan transportasi umum. Atribut e-paper yang unik membuatnya ideal untuk penggunaan luar, dengan visibilitas layar yang tinggi, bahkan di bawah sinar matahari langsung.

Ini digabungkan dengan konektivitas nirkabel dan konsumsi daya yang sangat rendah, memungkinkan display untuk terus bertenaga surya tanpa mengganti baterai, tanpa kabel daya atau konektivitas yang diperlukan. Operator sekarang dapat memberikan informasi langsung kepada penumpang di halte yang sebelumnya tidak memungkinkan.

Sistem manajemen berbasis cloud yang canggih dari Papercast juga menawarkan integrasi sederhana dengan standar data terbuka, serta kemampuan untuk mengontrol semua aspek tampilan dan kontennya dari jarak jauh.

“Para operator pada awalnya mempertimbangkan teknologi signage alternatif, tetapi lebih terkesan dengan teknologi e-paper,” komentar Iraklis Kitsonas, manajer penjualan internasional Amco.

Baca juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api

Papercast menawarkan solusi mandiri yang sepenuhnya bertenaga surya dan dipasang di luar jaringan tanpa persyaratan daya atau konektivitas. Ini juga berkinerja sangat baik sebagai tampilan luar, dengan visibilitas yang sangat baik bahkan di bawah sinar matahari langsung. Secara keseluruhan, Papercast menawarkan teknologi cerdas yang berpadu sempurna dengan pemandangan indah kepulauan”

Tanjung Kalian, Pelabuhan di Ujung Barat Pulau Bangka

Bangka dan Belitung, merupakan dua pulau berbeda yang menjadi satu provinsi Bangka Belitung (Babel). Di Bangka tepatnya di Kabupaten Bangka Barat, ada salah satu pelabuhan yang menghubungkan antara Pulau Bangka dengan Pulau Belitung, Palembang dan beberapa daerah lainnya.

Pelabuhan ini bernama Tanjung Kalian di Muntok, Bangka Barat. Berada di ujung barat Pulau Bangka, Pelabuhan Tanjung Kalian memegang peran penting dalam sejarah dan aktivitas maritime Indonesia.

Pelabuhan ini tidak hanya menjadi penghubung Utama antara Pulau Bangka dan Sumatera melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api di Sumatera Selatan. Tetapi juga menyimpan banyak jejak sejarah kolonial yang signifikan.

Lebih dari satu setengah abad lalu, atau tepatnya tahun 1862, pemerintah Kolonial Belanda membangun sebuah mercusuar setinggi 56 meter di Tanjung Kalian. Pembangunan ini bertujuan untuk mendukung aktivitas penambangan timah di Bangka dan mengendalikan lalu lintas maritim di Selat Bangka.

Mercusuar ini tetap berdiri kokoh hingga kini, menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan perkembangan pelabuhan. ​Mercusuar yang dibangun pada era kolonial masih berfungsi hingga kini, membantu navigasi kapal yang melintasi Selat Bangka.

Dengan ketinggian 56 meter, mercusuar ini menawarkan pemandangan panorama laut dan sekitarnya, menjadikannya daya tarik wisata sejarah yang memikat. ​Sebagai pelabuhan kargo dan penumpang, Tanjung Kalian melayani penyeberangan feri roll-on/roll-off (Ro-Ro) ke Pelabuhan Tanjung Api-Api.

Penyeberangan ini menjadi jalur vital bagi mobilitas orang dan distribusi barang antara Bangka dan Sumatra. Selama periode Lebaran 2025, pelabuhan ini mencatat lonjakan penumpang hingga 6.000 orang per hari, menunjukkan perannya yang krusial dalam mendukung arus mudik. ​

Meskipun memiliki peran penting, Pelabuhan Tanjung Kalian menghadapi tantangan, terutama dalam mengatasi kemacetan saat puncak arus mudik. Prediksi kepadatan sering muncul menjelang musim liburan, menyoroti kebutuhan akan peningkatan fasilitas dan manajemen lalu lintas yang lebih baik.

Pelabuhan Tanjung Kalian di Muntok merupakan simpul penting dalam jaringan transportasi maritim Indonesia, menghubungkan Pulau Bangka dengan Sumatra. Dengan warisan sejarah yang kaya dan peran strategis dalam perekonomian regional, pelabuhan ini terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan zaman, sembari mempertahankan nilai historisnya sebagai bagian integral dari perjalanan maritim Indonesia.

Sejarah Pelabuhan Tertua di Dunia – Titel Sebagai Pusat Perdagangan Tak Pernah Bergeser!