Jadi Magnet Wisata, Ribuan Orang Sambangi IKN di Musim Lebaran 2025

Delapan ribu pengunjung tercatat mengunjungi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan timur pada 1 April 2025 kemarin. Adanya peningkatan jumlah pengunjung ini ditanggapi oleh otorita IKN dengan menambah jam kunjungan, aramada bus, dan mengatur alur kunjungan serta sistem parkir demi kenyamanan pengunjung.

IKN sendiri menjadi magnet pariwisata baru dikarenakan masyarakat dari berbagai daerah yang penasaran untuk melihat langsung pembangunan proyek ambisius ini. Mereka ingin menyaksikan dari dekat bagaimana wajah masa depan pemerintahan Indonesia dibangun dari nol.

Bahkan bukan hanya masa libur Lebaran, tetapi setiap harinya ada saja wisatawan dari warga lokal, pelancong dari luar daerah sampai para akademisi dan investor yang mengunjungi IKN ini. Beberapa dating untuk tujuan studi, sedangkan yang lainnya ingin melihat sejauh mana perkembangan infrastruktur yang tengah digarap tersebut.

Ramainya kunjungan ke IKN pun membuat Otorita IKN menerapkan sistem kunjungan berbasis aplikasi IKNOW yang tersedia di Play Store maupun App Store. Adapun jam kunjungan dibatasi mulai pukul 09.00 hingga 17.30 WITA.

Pengunjung akan mulai perjalanan mereka dari Rest Area Nusantara dengan bus listrik yang disediakan secara gratis. Nantinya pengunjung akan diturunkan di Halte Bus Kemenko 3 dan dapat mengunjungi Plaza Seremoni, Galeri UMKM, serta Taman Kusuma Bangsa.

Selanjutnya setelah selesai, pengunjung Kembali menunggu bus di Halte Menara Pandang Sumbu Barat dan Halte Kemenko 3 untuk Kembali. Otorita IKN pun menyediakan pos pelayanan Kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan medis pengunjung.

Di Kawasan KIPP juga terdapat beberapa rumah sakit seperti RS Hermina dan RS Mayapada serta akomodasi hotel yakni Swissotel Nusantara dan Qubika Hotel. Untuk diketahui, IKN dirancang sebagai kota berbasis konsep smart city dan forest city, yang berarti mengedepankan teknologi cerdas serta keberlanjutan lingkungan.

Jalan-jalan yang dirancang untuk kendaraan listrik, kawasan hijau yang luas, serta sistem tata kelola air yang modern menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Pemerintah terus menggenjot pembangunan tahap awal, termasuk penyelesaian infrastruktur dasar seperti jalan, gedung pemerintahan, serta fasilitas pendukung lainnya.

Namun, pembangunan IKN juga menghadapi tantangan, seperti kebutuhan logistik yang besar dan kesiapan sumber daya manusia lokal untuk mendukung transisi ini. Tak hanya itu, seiring bertumbuhnya infrastruktur, IKN juga berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Indonesia.

Banyak orang yang datang bukan hanya untuk melihat ibu kota baru, tetapi juga untuk menjelajahi kawasan sekitarnya, termasuk wisata alam Kalimantan yang masih alami. Dengan terus bertambahnya pengunjung dan perhatian terhadap pembangunan ini, IKN diprediksi akan menjadi simbol kemajuan dan inovasi Indonesia di masa depan.

Kota ini nantinya bukan hanya sekadar pusat pemerintahan baru, tetapi juga harapan bagi generasi mendatang yang ingin melihat Indonesia lebih maju dan berkelanjutan.

Cessna Citation Longitude, Profil Pesawat Jet Angkut Penumpang yang Mendarat Perdana di Bandara Nusantara

Arus Balik Lebaran 2025, Penumpang Kereta Api Lebih Banyak Turun di Stasiun Bekasi

Arus balik di musim libur Lebaran 2025 menggunakan kereta api sudah mulai terasa dampaknya saat H+1 Lebaran. Penumpang yang menggunakan kereta api dari berbagai kota di Pulau Jawa pun sudah mulai berdatangan ke Jabodetabek. Rute tujuan untuk arus balik biasanya masyarakat memadati stasiun-stasiun besar di Jakarta, seperti Stasiun Jatinegara, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Gambir.

Namun kali ini cukup banyak masyarakat yang menggunakan kereta api turun di Stasiun Besar Bekasi. Ini karena Stasiun Bekasi menjadi perjalanan dengan tujuan akhir yang sangat praktis bagi penumpang yang berdomisili di Kabupaten Bekasi dan sekitarnya. Apalagi stasiun ini sudah banyak kereta yang berhenti dari arah timur termasuk kereta api tambahan angkutan lebaran.

Menurut Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko yang dikutip dari kompas.com bahwa “Sekarang sudah terpecahkan bahwa stasiun Bekasi sebagai ketiga terbanyak selain stasiun Pasar Senen dan Gambir”. Seperti diketahui bahwa penumpang yang menjadi acuan naik dan turun kereta api jarak jauh kali ini adalah Stasiun Bekasi. Selain lebih praktis, penumpang pun bisa menjadi alternatif kedua jika dalam keadaan waktu tak memungkinkan untuk naik dari stasiun awal seperti Gambir atau Pasar Senen.

Begitu pun jika penumpang turun yang bukan di stasiun tujuan seperti Pasar Senen atau Gambir, bisa menjadi alternatif turun di Stasiun Cikarang maupun Bekasi. Saat memesan tiket, calon penumpang sebelumnya pun sudah diberikan beberapa opsi mau turun di stasiun mana. Dan penumpang pun bisa memantau posisi kereta yang sedang dinaiki melalui aplikasi KAI Access di ponsel.

Opsi yang ditawarkan untuk turun di stasiun sebelum pemberhentian terakhir ini juga sudah terintegerasi menggunakan KRL Commuter Line yang selalu sedia dengan waktu yang relatif terjangkau. Pemudik bisa menggunakan KRL dengan stasiun tujuan yang dijangkau KRL dengan tiket Karti Multi Trip (KMT) yang sangat praktis.

Arus balik pun sudah mulai terlihat ramai di beberapa stasiun besar kereta api jarak jauh di Jakarta. Ixfan menambahkan bahwa berdasarkan data dari PT KAI, untuk tanggal 2 April 2025, tercatat ada 41.040 orang yang akan masuk ke Jakarta, baik melalui Stasiun Pasar Senen maupun Stasiun Gambir. Dengan adanya informasi ini jauh sebelum musim mudik, penumpang banyak yang memilih Stasiun Bekasi sebagai tujuan akhir mereka saat kembali ke Jabodetabek.

Jembatan Bekasi – 130 Tahun Beroperasi dan Masih Setia Layani Lalu Lintas Kereta

Penyesuaian Rute Akhirnya Berakhir, Kini Rute Lokal Rangkasbitung-Merak Kembali Normal

KA Lokal dengan rute Rangkasbitung-Merak akhirnya kembali normal. Sebelumnya kereta ini melayani rute hanya Rangkasbitung sampai dengan Cilegon saja. Guna informasi mengenai hal tersebut untuk mencegah penumpukan penumpang di Stasiun Merak.

KA Lokal yang seharga Rp3.000 ini sekarang bisa melayani penumpang hingga Stasiun Merak. Ini karena pemerintah sudah melihat kondisi masyarakat yang saat ini tengah ramainya arus balik dari kampung halaman khususnya dari Pulau Sumatera. Pelabuhan Merak masih terlihat ramai, namun tak sepadat arus mudik pada beberapa hari yang lalu.

Menurut data dari PT KAI Daerah Operasi I Jakarta menyebutkan bahwa jumlah pengguna kereta api tujuan Stasiun Merak pada (31/3) kemarin atau hari Raya Idul Fitri tercatat ada 2.161 orang. Adapun selama masa angkutan Lebaran 2025, tercatat 119.001 orang yang menggunakan kereta api Merak. Stasiun pun merupakan satu-satunya yang sangat diminati masyarakat karena terjangkaunya dengan akses langsung ke Pelabuhan Merak.

Imbauan KAI: Mulai 25 Maret Perjalanan KA Lokal Merak Hanya Sampai Stasiun Cilegon

Lalu untuk Stasiun Rangkasbitung tercatat bahwa sebagai stasiun terpadat mencapai 54.614 orang yang berangkat dan 45.035 orang yang turun. Kemudian layanan operasional kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Rangkasbitung disesuaikan pada 25-30 Maret 2025. Sebab pada periode tersebut diprediksi ada lonjakan pengguna jasa kendaraan (pemudik berkendara) yang akan memasuki Pelabuhan Penyeberangan Merak.

Saat kembalinya operasional KA Lokal dari Rangkasbitung hingga Merak ini penumpang bisa kembali layanan di beberapa stasiun yang sebelumnya hanya beroperasi hanya Stasiun Cilegon. Stasiun-stasiun yang melayani tersebut meliputi Stasiun Krenceng sampai Stasiun Merak. Pelayanan naik dan turun stasiun tersebut sudah bisa kembali dirasakan.

Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry

Untuk Stasiun Krenceng sendiri merupakab stasiun yang cukup padat dengan penumpang yang merupakan akses dari dan menuju wilayah Anyer menggunakan sarana transportasi jalan raya. Meski stasiun ini terbilang kecil, okupansi penumpang pun cukup banyak baik naik dan turun penumpang.

Dengan dinormalkan kembali rute Rangkasbitung hingga Merak, KAI Commuter juga mengimbau pengguna agar selalu berhati-hati terhadap barang bawaan, meletakkannya di rak bagasi, serta memastikan anak-anak tetap dalam pengawasan saat berada di dalam kereta maupun di stasiun. Selain itu, penumpang disarankan untuk tidak terburu-buru saat turun dari kereta dan memberikan prioritas bagi penumpang yang hendak turun lebih dahulu.

Kisah Stasiun Cilegon, Selain Penumpang Juga Sibuk dengan Langsiran Gerbong Era PJKA

Tarif Murah, Bus Listrik di Medan Jadi Incaran saat Libur Lebaran

Kota Medan kini semakin berkomitmen dalam mengurangi polusi udara dan meningkatkan kenyamanan transportasi publik dengan menghadirkan bus listrik sebagai salah satu solusi ramah lingkungan. Kehadiran armada bus listrik ini disambut baik oleh masyarakat yang mendambakan moda transportasi modern, nyaman, dan bebas emisi.

Pemerintah Kota Medan bekerja sama dengan perusahaan transportasi menghadirkan bus listrik yang mulai beroperasi di beberapa rute utama. Bus ini dilengkapi dengan teknologi canggih, termasuk motor listrik yang tidak menghasilkan polusi udara maupun suara bising, menjadikannya pilihan ideal bagi kota metropolitan seperti Medan yang sering mengalami kemacetan dan polusi udara.

Menurut Wali Kota Medan, program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan berbahan bakar fosil dan sekaligus meningkatkan kualitas udara di perkotaan.

“Bus listrik ini adalah langkah awal menuju transportasi publik yang lebih ramah lingkungan dan efisien,” ujarnya.

Bus listrik di Medan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menawarkan kenyamanan lebih bagi penumpang. Dengan kursi ergonomis, pendingin udara (AC), serta konektivitas Wi-Fi gratis, penumpang dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman. Selain itu, bus ini juga memiliki sistem pembayaran digital yang memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi tanpa uang tunai.

Salah satu warga Medan, Arman (35), mengungkapkan kepuasannya setelah mencoba bus listrik ini.

“Busnya nyaman, tidak bising, dan terasa lebih bersih. Harapannya semakin banyak armada seperti ini di masa depan,” katanya.

Selain itu penumpang lain juga mengatakan hal yang sama, menurut mereka tarifnya pun cukup murah yakni hanya Rp5 ribu saja. Sehingga saat libur Lebaran saat ini, menggunakan bus listrik menjadi pilihan yang murah dan meriah serta nyaman.

Untuk diketahui, sebagai bagian dari program keberlanjutan, bus listrik ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon secara signifikan. Menurut data yang dirilis oleh dinas perhubungan, setiap unit bus listrik yang beroperasi dapat mengurangi emisi karbon hingga 50 persen lebih sedikit dibandingkan bus konvensional.

Selain itu, pemerintah juga berencana menambah jumlah halte dan rute yang dapat dijangkau oleh armada ini agar semakin banyak masyarakat yang beralih ke transportasi publik ramah lingkungan. Dengan adanya bus listrik, Medan semakin menunjukkan komitmennya dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan.

Ke depan, diharapkan akan semakin banyak unit bus listrik yang beroperasi, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan transportasi yang nyaman, modern, dan tentunya lebih bersih bagi lingkungan.

Stasiun Labuan di Medan, Jalur Pertama Perkeretaapian Sumatera Utara

Pelabuhan Sri Bintan Pura Tambah Dua Kapal Ferry di Momen Mudik Lebaran

Kepulauan Riau (Kepri) merupakan salah satu Provinsi di Sumatera yang memiliki hampir dua ribu pulau besar dan kecil dengan luas sekitar 90 persen perairan dan empat persen lainnya daratan. Beribukota Provinsi Tanjungpinang, Kepri sudah barang tentu memiliki banyak pelabuhan untuk aktivitas masyarakatnya.

Di antaranya adalah Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) yang berada di Tanjungpinang. Pelabuhan ini menghubungkan Kota Tanjungpinang dengan pelabuhan di kabupaten kota lainnya di Kepulauan Riau seperti Batam (Telaga Punggur, Galang), Karimun (Tanjung Balai Karimun, Tanjung Batu, Moro), Lingga (Daik Lingga, Dabo Singkep, Jagoh, Senayang, dan pulau kecil lainnya), serta Kepulauan Anambas (Letung dan Tarempa).

Kapal PELNI juga melayani pelayaran dari Pelabuhan Sri Bintan Pura menuju berbagai pulau di Natuna, Tambelan (Bintan), Sintete (Kalimantan Barat), dan Belinyu (Bangka Belitung). Terdapat pula pelayaran menuju daerah di Riau seperti Dumai, Bengkalis, Tembilahan, dan Selat Panjang.

Untuk tujuan internasional, Pelabuhan Sri Bintan Pura melayani jalur pelayaran tujuan Singapura (Tanah Merah) dan Malaysia (Stulang Laut). Pada masa libur Lebaran tahun 2025 ini, Pelabuhan Sri Bintan Pura mengalami lonjakan penumpang yang akan bepergian ke Singapura.

Hal ini kemudian membuat pihak Pelabuhan menambahkan dua kapal ferry untuk tujuan Tanjungpinang-Singapura. Padahal biasanya perjalanan dari Tanjungpinang menuju ke Singapura hanya dilayani dengan kapal ferry.

Namun, karena adanya lonjakan tersebut, membuat perjalanan dalam sehari menjadi enam kapal yang akan beroperasi. Penambahan armada kapal ferry ini merupakan komitmen Pelindo dan KSOP Tanjungpinang untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan nyaman bagi para penumpang, terutama saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri.

Meski adanya peningkatan jumlah penumpang dari operasional biasanya, jam operasional Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura tetap berjalan seperti biasa. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari sebelum Hari Raya Idul Fitri, jumlah penumpang ferry di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura pada H-1 Lebaran mencapai 580 orang untuk kedatangan, baik warga negara asing (WNA) maupun warga negara Indonesia (WNI).

Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 599 orang. Dengan adanya tambahan kapal ferry, diharapkan arus mudik dan perjalanan internasional dari Pelabuhan SBP Tanjungpinang ke Singapura tetap lancar dan nyaman bagi para penumpang.

 

Catat! Ini Jadwal dan Harga KAI Wisata Ambarawa Spesial Idul Fitri 1446H

Wisata kereta api di Museum Ambarawa memang sangat edukatif dan memberikan ilmu yang menambah wawasan soal perkeretaapian. Dilansir dari laman KAI Wisata, Museum Kereta Api Indonesia (Indonesian Railway Museum) awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I.

Stasiun ini dibangun oleh Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 bersamaan pembukaan lintas Kedungjati-Ambarawa. Tahun 1907. Stasiun Ambarawa dipilih karena Ambarawa memiliki latar belakang historis yang kuat dalam perjuangan kemerdekaan yakni Pertempuran Ambarawa, selain itu Stasiun Ambarawa pada saat itu masih menyimpan teknologi kuno yang masih bisa dioperasikan.

Museum Ambarawa atau Indonesian Railway Museum (IRM) menampilkan koleksi perekeretaapian dari masa Hindia Belanda hingga pra kemerdekaan RI yang meliputi sarana, prasarana dan perlengkapan administrasi. Beberapa koleksi sarana perkeretaapian heritage seperti 26 Lokomotif Uap, 4 Lokomotif Diesel, 5 Kereta dan 6 Gerbong dari berbagai daerah. Para pengunjung juga dapat menikmati perjalanan wisata dengan menaiki Kereta Api Wisata relasi Ambarawa-Tuntang (pp) dengan lokomotif penarik jenis lokomotif uap maupun kereta diesel vintage. Selain itu terdapat rute kereta Api Wisata Ambarawa-Jambu-Bedono (pp) yang menggunakan lokomotif uap bergigi yang melewati rel bergerigi. Rel bergerigi tersebut satu-satunya yang masih aktif di Indonesia.

Rangkaian Kereta Api Wisata Ambarawa. (Dok: Instagram @ambarawarailways)

Selain menjadi tempat wisata sejarah, museum ini dapat disewa untuk kegiatan Pameran, Ruang Pertemuan, Pemotretan, Shooting, Pesta Pernikahan, Festival, Bazar, Pentas Seni, Workshop, dll. Saat ini Wisata Ambarawa menggunakan kereta api rute Stasiun Ambarawa-Stasiun Tuntang sudah merilis jadwal terbaru dan tarif pada momen spesial Idul Fitri 1446 H.

Jadwal dan tarif tersebut sudah bisa dilihat di instagram/@museum.keretaapiambarawa. Untuk ketentuan pada saat memesan tiket perjalanan, pengunjung diharapkan datang 30 menot sebelum jadwal perjalanan kereta wisata. Apabila terlambat naik kereta, tidak ada pengembalian tiket dan tidak berlaku pada jam keberangkatan berikutnya.

Untuk pelayanan tiket kereta api Wisata pada hari H keberangkatan dimulai pukul 08.00 di loket Museum Kereta Api Ambarawa selama persedian tempat duduk masih ada. Masyarakat juga bisa memesan KA Wisata ini sebelum H-14, namun tidak bisa melakukan pemesanan pada hari H. Jadwal dan tarif kereta wisata ini berlaku selama selama Bulan April 2025. Berikut ini jadwal dan tarif selengkapnya:

Kedungjati, Stasiun yang Direncanakan Cukup Lama Sebagai Penghubung Menuju Ambarawa

Malang Hadirkan shuttle Bus Gratis, Ini 14 Check Pointnya!

Malang kembali menghadirkan inovasi transportasi publik yang menarik perhatian wisatawan. Kini, para pelancong yang berkunjung ke Kota Apel dapat menikmati shuttle bus gratis yang disediakan untuk mempermudah mobilitas mereka di berbagai destinasi wisata.

Program shuttle bus gratis ini diinisiasi oleh pemerintah kota bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta sebagai bentuk dukungan terhadap pariwisata ramah lingkungan. Bus ini beroperasi di jalur strategis yang menghubungkan pusat kota dengan berbagai tempat wisata populer, seperti Alun-Alun Malang, Kampung Warna-Warni Jodipan, hingga Batu.

Shuttle bus gratis ini berhenti di 14 check point, yakni Terminal Kota Batu, Hotel Golden Tulip, Jatim Park 2, Jatim Park 1, Hotel Agro Kusuma, Hotel Aston Inn, Museum Angkut, Tempat Oleh-oleh Deduwa, Warung Wareg, Baloga, Alun-Alun Kota Batu, Lippo Plaza, Jatim Park 3, dan Hotel Singhasari.

Layanan ini beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB dengan interval setiap 90 menit. Uji coba ini akan berlangsung hingga 7 April 2025. Seorang wisatawan asal Jakarta, Dina (28), mengungkapkan kegembiraannya dengan hadirnya layanan ini.

“Sangat membantu, apalagi buat wisatawan yang baru pertama kali ke Malang. Nggak perlu bingung cari transportasi atau negosiasi harga ojek, tinggal naik shuttle bus ini gratis!” ujarnya.

Dina mengatakan karena Waktu tunggu cukup lama, baiknya shuttle bus ini ditambah. Selain memudahkan pelancong, Dina mengaku, fasilitas shuttle bus gratis juga pastinya menjadi incaran karena tak lagi mengeluarkan biaya bila ingin menikmati keindahan Kota Malang.

Untuk diketahui, shuttle bus gratis ini menggunakan bus low deck dari Adiputro. Sehingga tamu hotel yang ingin mengunjungi berbagai wahana wisata, restoran, hingga pusat oleh-oleh bisa menggunakan shuttle bus itu.

Kehadiran shuttle bus gratis sendiri memudahkan pelancong dan pemudik untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi mereka. Kehadiran shuttle bus gratis, selain menggurangi volume kendaraan, juga mengurangi polusi Udara.

Dengan adanya layanan shuttle bus gratis ini, Malang semakin menunjukkan komitmennya sebagai kota wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga fasilitas yang mendukung kenyamanan wisatawan. Jadi, bagi Anda yang berencana berkunjung ke Malang, jangan lewatkan kesempatan mencoba transportasi gratis ini!\

Tunggu Kabar dari Investor, Monorail Jadi Solusi Kemacetan di Kota Malang

Bus Super Mewah Milik Sinar Jaya, Punya Kabin Bawah Mirip First Class Pesawat

Menjadi salah satu perusahaan otobus (PO) bus dengan perjalanan favorit, Sinar Jaya lagi-lagi menghadirkan gebrakan baru. Di mana bus tingkat dengan bodi buatan Adiputro hadir Kembali melengkapi bus milik Sinar Jaya.

Memiliki tampilan interior mewah, kelas Utama busa tingkat ini seperti kelas satu atau first class di pesawat terbang. Dari akun Instagramnya @adiputro_official, bodi terbaru yang digunakan adalh Adiputro Jetbus5 SDD (Super double Decker).

Sasis yang digunakan pun premium milik Mercedes-Benz O500 RSD 2445. Dari foto-foto yang disebar di media sosial Adiputro, kelas satu bus Sinar Jaya ini, berada di kabin bawah.

Baca juga: Mudik ke Jogja dan Surabaya? Bus Sinar Jaya Bisa Jadi Pilihan

Kursi penumpang mewah dengan bentuk yang lebar dengan kompartemen tambahan di bagian sampingnya. Memiliki layanan hiburan dimasing-masing kursi berupa AVOD (Audio-Video On Demand), juga memiliki tatakan meja yang bisa dilipat.

Aura interior bus mewah ini membuat terpana dan Jetbus5 SDD ini menjadi yang termewah milik Sinar Jaya. Selain itu, bus ini juga memiliki fasilitas toilet, dispenser, serta mini pantry.


Lanjut ke bagian dek atas, ada kursi kelas konvensional dengan format 2-1. Pada kursi baris paling depan disediakan fasilitas layar AVOD. Sementara untuk kursi-kursi pada baris belakangnya tak diberikan fasilitas tersebut. Namun masih ada dua layar televisi berukuran besar di depan dan bagian tengah.

Baca juga: PO Sinar Jaya Buka Rute Bogor – Malang dengan Armada Suites Class

Bus baru ini terlihat sangat elegan di bagian interiornya. Bodinya dicat dengan dasar warna putih yang dikombinasi livery pelangi berbentuk jajaran genjang, khas PO Sinar Jaya. Bus tingkat terbaru Sinar Jaya ini akan melayani rute Kalideres-Pakis Malang.

Bus mewah Sinar Jaya tersebut sudah mulai beroperasi sejak tanggal 29 Maret 2025 kemarin. Adapun harga tiketnya dijual mulai dari Rp 770 ribu.

Jadi kalian pecinta bus akankan mencobanya?

Redbus dan PO Sinar Jaya Berkolaborasi di Layanan Jakarta Airport Connexion

Banting Harga! KAI Promosikan Tiket Murah Kereta Panoramic dan Priority Saat Momen Libur Lebaran

Yang belum pernah merasakan kereta api wisata, di musim libur Lebaran ini harus dicoba. Karena PT KAI mengeluarkan tarif khusus saat libut lebaran untuk perjalanan destinasu ke berbagai kota di Pulau Jawa. Tarif khusus lebaran ini di peruntukan untuk KA Wisata Panoramic dan Priority. Kedua kereta wisata tersebut bisa digunakan ke berbagai perjalanan yang digandeng dengan perjalanan kereta api reguler. Harga tiketnya pun dibabderol mulai dari Rp135.000 untuk Kereta Panoramic dan Rp105.000 untuk Kereta Priority.

Seperti diketahui bahwa tersedianya tiket oada masa angkutan lebaran 2025 adalah 11.666 tiket untuk Kereta Panoramic, dan 5.280 tiket untuk Kereta Priority. Untuk total okupansi Kereta Panoramic sudah mencapai angka 6.482, walaupun masih tersisa tempat duduk hingga sebanyak 5.185. Sedangkan untuk okupansi Kereta Priority saat ini sudah diangka 3.217 dengan sisa tempat duduk sebanyak 2.063.

Untuk rute dan jadwal kereta Panoramic, mengikuti rangkaian kereta eksekutif regular yang telah tersedia. Seperti, Bandung – Surabaya Gubeng (PP), Gambir – Banjar (PP), Gambir – Garut (PP), Gambir – Bandung (PP), dan Ketapang – Surabaya Gubeng (PP). Dan untuk Kereta Priority, saat ini yang tersedia yaitu Gambir – Jember (PP), Gambir – Bandung (PP), Gambir – Malang (PP), Gambir – Surabaya (PP).

Adapun tarif khusus lebaran untuk Kereta Panoramic dan Priority sebagai berikut:

1. Kereta Priority
• KA Java Priority (Tipe Priority dan Imperal) rute:
– Kutoarjo-Yogyakarta/Lempuyangan: Rp105.000-Rp155.000,
– Gambir-Cirebon: Rp350.000,
– Cirebon-Purwokerto: Rp150.000-Rp200.000,
– Purwokerto-Yogyakarta: Rp190.000-Rp240.000

• Manahan Priority rute
– Kutoarjo-Solo Balapan: Rp155.000,
– Yogyakarta-Solo Balapan: Rp105.000

• Gajayana Priority rute:
– Yogyakarta-Malang: Rp365.000,
– Yogyakarta-Kediri Rp225.000,
– Madiun-Yogyakarta: Rp200.000,
– Madiun-Malang Rp230.000,
– Madiun-Blitar: Rp130.000,
– Blitar-Malang: Rp130.000,
– Kediri-Malang: Rp170.000

• Gajayana Tambahan rute Madiun-Solo Balapan: Rp155.000

• Brawijaya Priority rute:
– Madiun-Semarang Tawang: Rp175.000,
– Gambir-Cirebon: Rp300.000,
– Cirebon-Semarang tawang: Rp190.000,
– Madiun-Blitar: Rp130.000,
– Madiun-Malang: Rp130.000,
– Kediri-Malang: Rp170.000

• Sembrani Tambahan Priority rute Gambir-Cirebon: Rp300.000.

• Sembrani Priority rute Cirebon-Semarang Tawang: Rp190.000

• Pandalungan Priority rute Surabaya Pasar Turi-Probolinggo: Rp105.000

Interior Kereta Wisata Priority.

2. Kereta Panoramic
• Argo Wilis Panoramic rute:
– Yogyakarta-Surabaya Gubeng: Rp410.000
– Madiun-Yogyakarta: Rp200.000
– Madiun-Solo Balapan: Rp155.000
– Madiun-Surabaya Gubeng: Rp210.000
– Madiun-Jombang: Rp135.000
– Bandung-Banjar: Rp200.000
– Tasikmalaya-Kroya: Rp155.000
– Kroya-Yogyakarta: Rp190.000
– Jombang-Surabaya Gubeng: Rp135.000

• Turangga Panoramic rute:
– Yogyakarta-Surabaya Gubeng: Rp410.000
– Madiun-Yogyakarta: Rp200.000
– Madiun-Solo Balapan: Rp155.000
– Madiun-Surabaya Gubeng: Rp210.000
– Madiun-Jombang: Rp135.000
– Bandung-Banjar: Rp200.000
– Tasikmalaya-Kroya: Rp155.000
– Kroya-Yogyakarta: Rp190.000
– Jombang-Surabaya Gubeng: Rp135.000

• Mutiara Timur Panoramic rute:
– Surabaya Gubeng-Probolinggo: Rp105.000
– Surabaya Gubeng-Ketapang: Rp180.000
– Jember-Ketapang: Rp140.000

Interior Kereta Wisata Panoramic.

Nah, itulah harga tiket khusus Lebarang untuk Kereta Panoramic dan Priority. Tarif khusus tersebut berlaku mulai dari 29 Maret-11 April 2025. Pastikan pembelian tiket tarif khusus ini dibeli 2 jam sebelum keberangkatan kereta api. Pembelian tarif khusus Lebaran kereta wisata ini hanya dilakukan pembelian di loket stasiun yang melayani pemberhentian kereta api reguler yang disebutkan tadi. Untuk tarif khusus ini tidak termasuk layanan makan dan minum gratis saat perjalanan kereta. Gimana, tertarik untuk mencoba?

Sepinya Jalanan Ibukota, Bawa Rejeki Bagi Pengemudi Taksi dan Ojek Online

Libur Lebaran di Ibukota Jakarta, jalanan terlihat lenggang dan cenderung sepi. Bahkan perjalanan yang biasanya menuju ke Tebet atau Taman mini bisa menempuh sekitar satu jam, kini terpangkas 15-30 menit untuk tiba ditujuan.

Meski masih suasana libur Lebaran, tak menyurutkan para pengemudi taksi dan ojek online. Mereka tetap beroperasi dan mencari nafkah untuk dibawa pulang ke rumah.

Seorang pengemudi taksi online Aming mengatakan dirinya memanfaatkan kosongnya jalanan Jakarta untuk mencari nafkah di tengah libur Lebaran ini. Dia mengaku bisa mendapatkan lebih banyak pundi-pundi dibandingkan hari-hari normal.

“Saya pas Lebaran hari pertama benar-benar kumpul keluarga. Nah hari kedua ini, saya bingung dari pada nggak ngapa-ngapain di rumah, ya saya narik saja. Lumayan penghasilannya,” kata Aming kepada KabarPenumpang.com, Selasa (1/4/2025).

Aming juga mengaku, bila hari libur banyak teman-teman taksi online yang pulang mudik dan juga liburan Bersama keluaga.

“Saya memanfaatkan Waktu lenggang Jakarta karena pengemudi juga sedikit kan. Saya pikir bukan hanya lumayan, tapi penumpang juga yang butuh kendaraan bisa dapat kendaraan,” kata dia lagi.

Tak hanya itu, pengemudi bernama Purba pun mengaku, menikmati pekerjaannya karena bisa tiba di tujuan penumpang lebih cepat dan dapat orderan tidak menunggu lama.

“Saya dari bogor ini rumah, makanya plat saya F. Pas ada penumpang dari Bogor ke Jakarta ya sekalian jalan. Mumpung sepi orderan jadi banyak karena banyak yang butuh,” ungkap Purba.

Dia mengatakan, hari libur Lebaran setiap tahunnya, penghasilan yang didapatkan bisa dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa. Bukan hanya mencari penghasilan, Purba juga mengaku untuk membuat dirinya aktif dibandingkan di rumah.

“Usia saya 64 tahun, saya lebih baik aktivitas begini dari pada hanya di rumah. Lumayan biar tidak cepat pikun, dan dapat penghasilan serta bisa bertemu penumpang sambil bercengkrama seperti ini,” aku Purba.

Sedangkan para pengemud ojek online mengaku, meski orderan penumpang belum sebanyak biasanya, tetapi untuk orderan makanan serta barang masih banyak dan lancar. Mereka mengatakan, ini pun bisa mendapatan lebih banyak dari biasanya.

“Kita kan kalau bawa barang sama makanan penghasilan cukup banyak. Ada insentif juga kalau lagi Lebaran gini. Jadi lumayan lah hasilnya untuk makan,” ungkap Andra seorang pengemudi ojek online.

Hadirkan Pembersih Udara di GoCar, GoJek Beri Kenyamanan Penumpang dan Pengemudi