Transformasi Kereta Api, Dirut PT KAI: Stasiun Kita Lebih Bersih dari Eropa

Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Didiek Hartantyo, mengungkapkan bahwa saat ini transformasi kereta api di Indonesia berhasil menarik perhatian dunia. Salah satunya terkait kebersihan di stasiun yang mengalahkan stasiun-stasiun di Eropa.

Baca juga: Dipuji Dunia, KAI Wisata Segera Operasikan Dining on Train: Gandeng Chef Kenamaan

Mulanya, Dirut yang mengawali karir di PT KAI sejak awal 2016 tersebut bercerita terkait suksesnya gelaran ASEAN Railway CEOs’ Conference (ARCEOs’ Conference) ke-44 di Bandung. Para delegasi yang datang dibuat takjub dengan transformasi perkeretaapian di Indonesia, terutama terkait konektivitas dan hospitality.

Dari Bandung, para delegasi ARCEOs’ diajak naik kereta cepat Whoosh. Kemudian turun di Stasiun Halim dan melanjutkan perjalanan menggunakan LRT Jabodebek (yang stasiunnya terkoneksi dengan Stasiun Whoosh Halim), melihat kereta buatan anak bangsa dengan teknologi mutakhir.

Rombongan menyelesaikan perjalanan di Stasiun Dukuh Atas yang nantinya akan menjadi pusat hub berbagai moda transportasi. Dari Stasiun Dukuh Atas, para CEO operator kereta api di ASEAN diajak naik Transjakarta menuju Stasiun Gambir dan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) berbagai kereta andalan yang dimiliki PT KAI Group, salah satunya kereta Dining on Train (DoT) keluaran terbaru dari KAI Wisata.

Dari berbagai pengalaman tersebut, para CEO kereta api di ASEAN mengungkapkan ketertarikannya untuk belajar lebih dalam ke Indonesia. Salah satu yang menarik adalah terkait kebersihan stasiun-stasiun di Indonesia.

Baca juga: Sudah Tahu Beda Kereta Wisata by KAI Wisata dengan Kereta Api Reguler by KAI? Simak Di Sini

“Termasuk stasiun-stasiun kita ini ya, kalau rekan-rekan ke luar negeri, ini ga kalah loh. Silahkan ke Jerman. Silahkan ke Perancis. Even terakhir kita ke Ceko, ke Praha, kita lebih bersih. Ini yang ingin saya membangun suatu kebanggaan,” jelas Didiek.

Lebih lanjut, Dirut yang sebelumnya dikenal sebagai bankir ini, mengatakan bahwa kebersihan stasiun-stasiun di Indonesia bahkan sudah bisa sejajar dengan di bandara. Bila dibandingkan dengan toilet di stasiun di Eropa, toilet stasiun di Indonesia bahkan masih lebih bersih meskipun tidak dikenakan tarif alias gratis.

“Kita dibandingkan dengan airport, silahkan. Di Indonesia stasiun kereta api, toilet tidak berbayar. Silahkan cek di Eropa. Masuk toilet pasti bayar dan tidak bersih juga. Hospitality inilah yang mereka (CEO kereta api ASEAN) ingin belajar pada kita. Kenapa stasiun kita bisa bersih,” tambahnya.

“Turis-turis misalnya dari Swiss dan Perancis. Dia bilang ‘stasiun kita sekarang ini tanamannya banyak’ green. Banyak banget. Mereka merasakan ada sesuatu yang berubah,” sambungnya.

Selain itu, di dalam sarana kereta dan prasarana di stasiun juga ditingkatkan. Di dalam kereta, peningkatan bukan hanya di kelas atas, tetapi juga kelas ekonomi. Demikian juga di stasiun, peningkatan bukan hanya dilakukan di Stasiun Gambir (eksekutif) tapi juga Stasiun Pasar Senen.

Baca juga: PT KAI, PT INKA dan CRRC Qingdao Sifang Tandatangani MoU Terkait Pendalaman Kerjasama Dalam Sarana Perkeretaapian di Indonesia

“Kereta api itu sekarang melayani kelas ekonomi, bisnis, eksekutif, luxury, sleeper, panoramic, dan compartment suites. Jadi semua kelas kita layani. Kelas ekonomi pun kita benahi. Dahulu 106 (penumpang) dalam satu gerbong sekarang menjadi 72 (satu gerbong). Yang dahulu berhadap-hadapan, sekarang satu menghadap ke depan,” terangnya.

“Stasiun-stasiun kita benahi, termasuk Stasiun Pasar Senen. Yang dahulu pakai tangga manual, kita pasang eskalator. Sekarang berfungsi empat. Sebelum Nataru, ada 12 eskalator yang berfungsi. Sekarang juga kita AC. Jadi, kelas ekonomi pun kita layani dengan sangat baik,” tutupnya.

JR East Operasikan Kereta Peluru Tanpa Pengemudi Sejauh 55,7 Km di Tahun 2028

JR East (East Japan Railway Company) mengatakan akan mulai mengoperasikan kereta peluru tanpa pengemudi di beberapa bagian Jalur Joetsu Shinkansen untuk layanan komersial pada tahun anggaran 2028 dengan pengemudi di dalamnya untuk menangani keadaan darurat, yang dapat menjadi layanan kereta berkecepatan tinggi pertama di dunia.

Baca juga: JR East Terapkan Kereta Peluru Tanpa Masinis di Tahun 2030, Dimulai dari Jalur Tokyo-Niigata

Kereta otonom akan berjalan sejauh 55,7 kilometer antara stasiun Nagaoka dan Niigata, keduanya di Prefektur Niigata, barat laut Tokyo, dan JR East bertujuan untuk memulai layanan tanpa pengemudi sepenuhnya di semua bagian Jalur Joetsu Shinkansen pada pertengahan tahun 2030-an.

Perusahaan kereta api tersebut mengatakan sistem otomatis tersebut akan mengurangi kesalahan manusia, meningkatkan keselamatan, dan membantu mengatasi kekurangan pengemudi di masa mendatang di tengah menyusutnya populasi usia kerja.

Presiden JR East Yoichi Kise mengatakan bahwa teknologi tanpa pengemudi memungkinkan perusahaan untuk merencanakan jadwal kereta dengan lebih fleksibel sekaligus memungkinkan “anggota staf kereta untuk terlibat dalam berbagai tugas yang lebih luas.”

Perusahaan tersebut akan mengoperasikan kereta peluru yang sepenuhnya otonom dan tidak beroperasi antara Stasiun Niigata dan stasiun kereta api di dekatnya pada tahun fiskal 2029, setelah mengoperasikan kereta tanpa pengemudi dengan pengemudi untuk keadaan darurat.

Di antara operator kereta peluru lainnya di Jepang, JR Central, operator Jalur Tokaido Shinkansen yang menghubungkan Tokyo dan Osaka, telah menyatakan bahwa mereka bermaksud untuk memperkenalkan kereta peluru tanpa pengemudi sekitar tahun 2028.

JR East menyatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memperluas pengoperasian kereta tanpa pengemudi ke layanan kereta peluru lainnya, seperti jalur Hokuriku dan Tohoku Shinkansen, yang menghubungkan antara Tokyo dan wilayah pesisir Laut Jepang serta antara ibu kota dan prefektur timur laut negara tersebut.

JR East Rilis Game Simulator Kereta dengan Realitas Maksimal

Hamil Delapan Bulan Mau Naik Pesawat? Pilih Penerbangan Komersial atau Charter Jet Bisnis ala Erina Gudono

Isu mengenai penerbangan ibu hamil menjadi perbincangan hangat. Salah satu kasus yang menonjol melibatkan Kaesang Pangarep dan istrinya, Erina Gudono, yang sedang hamil 8 bulan. Pasangan ini menggunakan jet pribadi untuk terbang ke Amerika Serikat, dan keputusan ini memicu kontroversi karena dinilai sebagai gratifikasi oleh masyarakat.

Baca juga: Gulfstream G650ER – Jet Bisnis Ultra Long Range yang Diduga Ditumpangi Kaesang ke AS, Bisakah Terbang Langsung dari Halim?

Alasan sedang hamil tua, menjadi alasan mereka untuk tidak menggunakan penerbangan komersial untuk penerbangan jarak jauh ke Amerika Serikat. Nah, bagaimana sebenernya standar penerbangan yang berlaku di maskapai untuk wanita yang sedang hamil tua?

Untuk wanita yang sudah hamil delapan bulan (sekitar 32–36 minggu), terdapat beberapa standar khusus yang perlu diperhatikan saat bepergian dengan pesawat. Beberapa aturan ini terkait dengan kesehatan dan keselamatan ibu serta janin, yang sering kali diatur oleh maskapai penerbangan dan dokter.

1. Untuk wanita yang sudah hamil delapan bulan (sekitar 32–36 minggu), terdapat beberapa standar khusus yang perlu diperhatikan saat bepergian dengan pesawat. Beberapa aturan ini terkait dengan kesehatan dan keselamatan ibu serta janin, yang sering kali diatur oleh maskapai penerbangan dan dokter.

1. Surat Keterangan Medis Wajib
Pada usia kehamilan 32 minggu ke atas, sebagian besar maskapai memerlukan surat keterangan dari dokter. Surat ini harus menyatakan bahwa kehamilan dalam kondisi sehat, tidak berisiko tinggi, dan ibu diizinkan untuk bepergian dengan pesawat. Surat keterangan ini umumnya harus diterbitkan dalam waktu 72 jam sebelum penerbangan.

2. Batas Usia Kehamilan untuk Terbang
Setelah 36 minggu, banyak maskapai membatasi penerbangan bagi ibu hamil, karena risiko persalinan mendadak meningkat. Beberapa maskapai mungkin memberlakukan batas lebih ketat, terutama untuk penerbangan internasional. Sebagai contoh, maskapai seperti Qatar Airways dan Emirates sering tidak mengizinkan ibu hamil untuk terbang setelah 36 minggu.

3. Kondisi Kesehatan Khusus
Jika ibu hamil delapan bulan mengalami komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia, tekanan darah tinggi, atau kehamilan ganda, dokter mungkin akan melarang penerbangan untuk menghindari risiko bagi ibu dan bayi. Riwayat persalinan prematur atau masalah lain juga dapat menjadi pertimbangan khusus, dan dalam kasus seperti ini, penerbangan biasanya tidak dianjurkan.

4. Langkah Pencegahan Selama Penerbangan
Hidrasi yang baik dan sering bergerak dianjurkan untuk mencegah dehidrasi dan deep vein thrombosis (DVT). Pada usia kehamilan lanjut, risiko DVT meningkat karena durasi duduk yang lama dan perubahan tekanan kabin. Stoking kompresi juga disarankan untuk membantu melancarkan sirkulasi darah.

5. Kebijakan Maskapai yang Berbeda:
Setiap maskapai memiliki kebijakan yang berbeda, jadi sangat penting untuk memeriksa syarat dan ketentuan sebelum bepergian. Sebagai contoh British Airways mengizinkan ibu hamil terbang hingga 36 minggu jika mereka membawa surat keterangan dokter.

Saipan Jadi Kota Wisata Melahirkan, Pelancong Wanita Wajib Tes Kehamilan Sebelum Naik Pesawat!

Wanita yang hamil delapan bulan perlu mengikuti kebijakan khusus maskapai penerbangan yang mencakup batas usia kehamilan untuk terbang, serta harus menyediakan surat keterangan medis. Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum bepergian untuk memastikan keselamatan selama penerbangan.

Hari Ini, 30 Tahun Lalu, Pesawat Airbus Beluga Terbang Perdana

Hari ini, 30 tahun lalu, bertepatan dengan 13 September 1994, pesawat kargo Airbus Beluga sukses terbang perdana. Pesawat ini diplot menjadi pengganti pesawat kargo Aero Spacelines Super Guppy. 

Baca juga: Airbus Pensiunkan Beluga Pertama di Dunia, Pertanda Apa?

Sebagaimana pesawat kargo pada umumnya, Airbus Beluga juga dikembangkan berdasarkan pesawat penumpang mereka, Airbus A300-600. Itu kenapa Airbus Beluga juga pernah disebut sebagai Airbus A300-600ST (Super Transporter).

Selain mengandalkan jalur pengiriman darat, kereta, dan laut, Airbus juga mengandalkan pengiriman via udara untuk mempercepat proses perakitan. Setiap bulannya, dari 11 fasilitas perakitan Airbus, ada jutaan komponen pesawat yang harus disatukan sebelum terbang.

Dilihat dari desainnya, pesawat kargo Airbus ini sejatinya terinspirasi dari paus putih Beluga Arktik. Tetapi, entah mengapa, dilihat dari sisi manapun, Airbus Beluga juga disebut mirip dengan pesawat kargo andalan Airbus sebelumnya, Aero Spacelines Super Guppy, yang didasari dari pesawat penumpang Boeing 377 Stratocruiser.

Dihimpun dari berbagai sumber, sebelum memutuskan mengembangkan pesawat kargo sendiri, Airbus sempat membuat daftar tujuh pesawat kargo untuk mendukung bisnis perusahaan. Tujuh itu termasuk Antonov An-124, Antonov An-225, Ilyushin Il-86, Boeing 747, Boeing 767, Lockheed C-5 Galaxy, dan McDonnell Douglas atau Boeing C-17 Globemaster III.

Tetapi, ketujuh pesawat itu dianggap tak memiliki ruang kargo yang cukup sesuai keinginan Airbus. Meski Boeing sempat merayu Airbus untuk dibuatkan pesawat varian kargo khusus berdasarkan Boeing 767, tetapi mereka menolak dan pada akhirnya Airbus tetap ingin mengembangkan pesawat kargo sendiri berdasarkan Airbus A300-600R.

Pada bulan Agustus 1991, Aérospatiale dan DASA , dua dari mitra utama Airbus, membentuk perusahaan patungan dengan kepemilikan saham 50/50, Super Airbus Transport International (SATIC), yang berbasis di Toulouse , Perancis, untuk mengembangkan pengganti versi baru untuk armada Super Guppy.

Konstruksi Airbus Beluga pun dimulai pada September 1992. Dua tahun berikutnya atau pada 13 September 1994, Airbus Beluga berhasil terbang perdana. Setelah menjalani total 335 jam terbang, Beluga dinyatakan lulus uji sertifikasi Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

Airbus A330-600ST atau Beluga pertama kemudian memasuki tahun layanan untuk pertama kalinya pada Oktober 1995.

Pesawat yang mampu mengangkut 45 ton kargo ini dijadikan Airbus andalan untuk mengirim sayap pesawat A350. Mengingat dimensinya tak lebih panjang dari suksesornya, Airbus Beluga XL,Beluga ST hanya sanggup mengangkut satu sayap pesawat A350, lebih sedikit dibanding Beluga XL yang sanggup membawa dua sayap sekaligus dengan payload 51 ton.

Tercatat, ada lima Beluga ST yang diproduksi Airbus. Mengingat Airbus kini sudah aktif didukung dua Beluga XL, yaitu XL2 dan XL3, dan akan kedatang dua Beluga XL lainnya, XL1 dan XL4, Beluga ST pun perlahan mulai dipensiunka Airbus.

Baca juga: Akhirnya! “Si Manis Paus Terbang” Airbus Beluga XL Resmi Mengudara

Sejak pertengahan 2018 lalu, bersamaan dengan dilakukannya serangkaian tes untuk Beluga XL, dan puncaknya saat Beluga XL akhirnya resmi dioperasikan pada Januari 2020, Airbus memang sudah bersiap mempensiunkan lima Beluga ST miliknya.

Beluga ST pertama yang dipensiunkan tercatat dilakukan Airbus pada 6 Oktober 2020. Ketika itu, Beluga ST nomor dua yang teregistrasi sebagai F-GSTB diterbangkan dari Toulouse ke Bordeaux, Perancis untuk penyimpanan jangka panjang. Adapun Beluga ST lainnya disebut segera menyusul.

 

Jadi Official Airline MotoGP Mandalika 2024, Garuda Indonesia Siapkan 8 Ribu Kursi Penerbangan

Garuda Indonesia secara berkelanjutan terus memperkuat komitmennya untuk mendukung peningkatan kinerja sektor pariwisata nasional, di mana pada kali ini dukungan tersebut direpresentasikan melalui kerja sama Garuda Indonesia bersama dengan Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai official airline untuk penyelenggaraan ajang balap motor internasional, MotoG Indonesian Grand Prix 2024 “Ignite Your Thrills” yang diselenggarakan pada tanggal 27-29 September 2024 mendatang di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Inilah Rekomendasi Penginapan Nyaman Saat Menyaksikan MotoGP di Mandalika

Adapun komitmen dukungan Garuda Indonesia sebagai official airline tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Garuda Indonesia dan ITDC oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dan Direktur Utama ITDC Ari Respati pada Rabu (11/9) bertempat di Hanggar 2, GMF AeroAsia.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, “Dukungan Garuda Indonesia terhadap gelaran MotoGP 2024 melalui penyediaan layanan transportasi udara yang mengedepankan keramahtamahan khas Indonesia bukan hanya memperkuat value kami sebagai national flag carrier, melainkan juga diharapkan dapat memberikan pengalaman mengudara yang berkesan khususnya bagi para pecinta otomotif dan balap motor di Tanah Air,” ungkap Irfan.

“Selain itu, hadirnya para penunggang kuda besi terbaik di dunia pada ajang balap motor MotoGP™️ 2024 ke Indonesia ini tentunya diharapkan turut menambah antusiasme tingkat jumlah kunjungan wisatawan ke Mandalika sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Indonesia termasuk wilayah Lombok dan sekitarnya sehingga menjadi dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan kinerja sektor pariwisata nasional,” jelas Irfan.

Dalam kerja sama ini Garuda Indonesia sebagai official airline menawarkan sejumlah benefit di antaranya berupa potongan harga tiket rute internasional hingga 20 persen, pemasangan logo IndonesianGP dan The Mandalika pada livery pesawat Boeing 737-800NG (PK-GFW), ekstra bagasi, dedicated PIC dan check-in counter di bandara hingga berbagai benefit lainnya.

Lebih lanjut untuk menyambut animo momentum MotoGP 2024 tersebut, Garuda Indonesia turut menyiapkan ketersediaan kursi sedikitnya 8 ribu kursi─termasuk pengoperasian 10 extra flight dan 14 bigger flight─di mana untuk bigger flight sendiri akan menggunakan armada Airbus A330-300, Airbus A330-900neo, dan Boeing B777-300ER, yang akan berlangsung selama periode 26 September hingga 1 Oktober 2024 mendatang untuk rute dari dan menuju Lombok.

Gegara ‘Masalah Komputer’, Boeing 777-300ER Air New Zealand Tujuan Singapura RTB Setelah Tujuh Jam Mengudara

Penerbangan Air New Zealand NZ284, yang ditujukan untuk perjalanan 11 jam ke Singapura, dijadwalkan berangkat dari Auckland tak lama setelah pukul 10 pagi, tetapi lepas landas pada pukul 1.14 siang. Kemudian terbang ke Sydney sebelum berputar balik di udara dan kembali (return to base) ke Selandia Baru.

Baca juga: Saat Pesawat ‘Terpaksa’ Return to Base dan Divert Landing, Pilot Harus Penuhi Empat Syarat Ini

Kepala petugas integritas dan keselamatan operasional Air New Zealand Kapten David Morgan mengatakan pilot mengidentifikasi masalah komputer di pesawat yang memerlukan perawatan. “Keputusan dibuat untuk kembali ke Auckland agar tim kami dapat melakukan tindakan perawatan yang tepat dan memastikan pesawat dapat kembali beroperasi secepat mungkin.”

Morgan mengatakan masalah tersebut tidak menimbulkan risiko keselamatan bagi pelanggan di dalam pesawat. “Penumpang yang terdampak akan diakomodasi kembali pada layanan berikutnya yang tersedia. Kami berterima kasih kepada pelanggan atas kesabaran dan pengertian mereka saat kami berupaya membawa mereka ke tujuan.”

Data Flightradar24 menunjukkan Boeing 777-300ER berputar-putar di lepas Pantai Barat Auckland sekitar pukul 7 malam. Diperkirakan pesawat mendarat sesaat sebelum pukul 8 malam, hampir tujuh jam setelah lepas landas.

Air NZ mengonfirmasi bahwa itu bukan insiden darurat. Hal itu terjadi setelah penerbangan domestik Air NZ dari Auckland ke Wellington terpaksa dialihkan ke Christchurch pagi ini karena masalah pada sistem hidrolik.

Morgan mengatakan Air New Zealand mengatakan pesawat itu membutuhkan “landasan pacu yang lebih panjang” untuk mendarat. Seorang penumpang di dalam pesawat NZ0405 mengatakan bahwa mereka yang berada di dalam pesawat diberi tahu bahwa dua dari tiga rem dilaporkan tidak berfungsi.

Masalah Hidrolik, Airbus A330-300 Garuda Indonesia Rute Jakarta-Melbourne Terpaksa Return to Base

Hari ini 53 Tahun Lalu, Bede BD-5 Terbang Perdana – Pesawat Jet Mini Ikonik di Film James Bond “Octopussy”

Anda yang besar di dekade 80-an, mungkin mengenal sekuel film James Bond “Octopussy” yang dibintangi aktor Roger Moore. Sebagai adegan pembuka, ditampilkan sosok pesawat jet ultramini yang meluncur secara tak terduga dari trailer pembawa kuda. Meski terkesan futuristik, namun pesawat yang digunakan bukan rekaan, alias memang ada, yakni Bede BD-5. Dan tepat hari ini 53 tahun lalu, bertepatan dengan 12 September 1971, menjadi momen penerbangan perdana BD-5.

Baca juga: Courchevel, Bandara Ekstrem di Adegan James Bond “Tomorrow Never Dies”

Pesawat jet mini Bede BD-5 adalah salah satu desain pesawat yang paling ikonik dan kontroversial dari tahun 1970-an. Diciptakan oleh insinyur penerbangan Jim Bede, BD-5 dirancang sebagai pesawat homebuilt (pesawat rakitan sendiri) yang bisa dibeli sebagai kit.

Desainnya unik karena ukurannya yang sangat kecil dan fleksibilitasnya untuk dikonfigurasikan baik sebagai pesawat dengan propeller maupun jet.

Jim Bede merancang BD-5 untuk menyediakan pesawat kecil yang dapat diakses oleh penggemar penerbangan. Proyek ini diluncurkan pada awal 1970-an dengan iklan yang menarik perhatian karena menjanjikan kecepatan tinggi dan performa layaknya pesawat jet dalam bentuk yang kecil dan terjangkau.

Versi awal BD-5, yang dikenal sebagai BD-5A dan BD-5B, menggunakan mesin piston dengan propeller. Namun, masalah produksi dan ketidakmampuan untuk menemukan mesin yang andal menjadi kendala utama bagi pengiriman pesawat ini ke pembeli.

Versi jet, BD-5J “Acrostar”, dikembangkan kemudian, menggunakan mesin jet Microturbo TRS-18-046 dari Perancis. BD-5J dikenal sebagai pesawat jet terkecil di dunia, dengan bobot hanya sekitar 160 kg. Meskipun desainnya menarik perhatian, BD-5J tetap menghadapi masalah teknis dan finansial, yang menyebabkan runtuhnya perusahaan Bede Aircraft pada akhir 1970-an.

BD-5J mendapatkan ketenaran luas setelah digunakan dalam film James Bond “Octopussy” pada tahun 1983. Dalam salah satu adegan pembuka yang ikonik, agen 007 (diperankan oleh Roger Moore) menggunakan BD-5J untuk melarikan diri dari markas musuh. Keterlibatan BD-5J dalam film ini memberikan pesawat tersebut status sebagai pesawat jet mini paling terkenal di dunia.

Dalam film, BD-5J dipilih karena ukurannya yang sangat kecil dan kemampuannya untuk bermanuver dalam ruang yang sempit, yang cocok dengan kebutuhan produksi film yang ingin menunjukkan aksi spektakuler. Pesawat ini berhasil melewati gudang hanggar dalam film, memberikan visual yang dramatis dan tak terlupakan.

Corkey Fornof, seorang pilot akrobatik dan stuntman, menerbangkan BD-5J untuk adegan tersebut. Fornof adalah salah satu penggemar pesawat ini dan menjadi bagian dari proses produksi karena pengalamannya menerbangkan BD-5J. Penggunaan BD-5J dalam film James Bond juga memberikan pengaruh budaya pop yang signifikan, memperkenalkan pesawat kecil ini kepada audiens global, yang mungkin tidak pernah mengetahui sejarah penerbangan homebuilt sebelumnya.

Meskipun Bede Aircraft gagal sebagai perusahaan, dan banyak pemesan BD-5 tidak pernah menerima pesawat yang mereka bayar, BD-5 tetap menjadi ikon penerbangan homebuilt. Pesawat ini meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah penerbangan berkat desainnya yang inovatif, meskipun bermasalah secara teknis dan finansial.

Atlantic Road Jadi “James Bond Road,” Jalur Legendaris nan Eksotis di Norwegia

Dipuji Dunia, KAI Wisata Segera Operasikan Dining on Train: Gandeng Chef Kenamaan

Layanan kereta Dining on Train di gerbong kereta retro dalam waktu dekat akan dibuka untuk umum. Hal itu disampaikan langsung Direktur Utama KAI Wisata, Hendy Helmi, dalam sambutan perayaan Momen 15timewa di Kereta Luar Biasa rute Gambir-Sukabumi, Rabu (11/9/2024).

Baca juga: Demi Gaet Wisman, KAI Wisata Promosikan Kereta Wisata di Malaysia

Sebagai informasi, Kereta Dining on Train atau makan mewah di atas kereta di bekas kereta Retro adalah inovasi terbaru dari KAI Wisata. Sampai saat ini, kereta Dining on Train baru empat kali digunakan, salah satunya adalah menyambut delegasi ASEAN Railway CEOs’ Conference (ARCEOs’ Conference) ke-44 di Bandung beberapa waktu lalu.

Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, mengungkapkan bahwa kala itu para tamu undangan dibuat takjub dengan suasana di dalam kereta. “Para CEO (kereta di ASEAN) kaget, keretanya sudah seperti di Eropa,” ujarnya. Selain itu, kebersihan dan keramahan juga menjadi poin penting yang disorot para tamu undangan.

Saat ini, KAI Wisata sedang mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari harga tiket, rute, rangkaian kereta fine dining itu sendiri, menu, sampai target market yang ingin dicapai.

Bila tak ada aral melintang, beberapa bulan mendatang, kereta Dining on Train KAI Wisata akan dibuka untuk umum. “Mungkin dalam bulan-bulan depan,” jelas Hendy.

Andai tak ada perubahan, tiket layanan Dining on Train akan dijual seharga sekitar Rp 1 jutaan dengan kapasitas 16 kursi di setiap gerbong.

Harga tersebut dirasa cocok dengan suguhan set up peralatan, appetizer, main course, dan dessert dari chef layaknya restoran bintang lima, ditambah pelayanan maksimal dari prama-prami berjas dan seragam khusus. Terlebih apabila chef yang dikerahkan adalah chef kenamaan. Rencana menggandeng chef kenamaan sedang dipertimbangkan secara matang.

Target pasarnya sendiri adalah para pebisnis yang ingin memfokuskan obrolan bisnisnya tanpa terganggu.

Baca juga: Peringati Hari Pelanggan, KAI Wisata Bawa Rombongan ASEAN Railway CEOs’ Naik Kereta Wisata

Meski begitu, waktu perjalanan diatur agar tak terlalu lama dan terlalu singkat, sekitar tiga jam perjalanan, seperti rute Gambir-Cirebon atau Gambir-Bandung. Kereta Dining on Train juga bisa disewa oleh masyarakat untuk agenda-agenda tertentu.

Mengingat ini adalah inovasi terbaru, jumlah kereta Dining on Train KAI Wisata saat ini hanya ada satu unit. Cukup jauh tertinggal jumlahnya dibanding kereta Panoramic berjumlah enam unit, Priority 12 unit, Kereta Wisata Tematik (Nusantara, Jawa, Bali, Sumatera) masing-masing satu unit, dan Imperial tiga unit.

 

Face Recognition Boarding Gate Kini Hadir di 19 Stasiun Jawa dan Sumatera

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyediakan fasilitas face recognition boarding gate di 19 stasiun di Jawa dan Sumatera. Stasiun-stasiun yang kini menyediakan layanan ini meliputi:

• Daerah Operasi 1 Jakarta: Gambir dan Bekasi
• Daerah Operasi 2 Bandung: Bandung dan Kiaracondong
• Daerah Operasi 3 Cirebon: Cirebon
• Daerah Operasi 4 Semarang: Semarang Tawang Bank Jateng, Pekalongan, dan Tegal
• Daerah Operasi 5 Purwokerto: Purwokerto dan Kutoarjo
• Daerah Operasi 6 Yogyakarta: Yogyakarta, Lempuyangan, dan Solo Balapan
• Daerah Operasi 7 Madiun: Madiun
• Daerah Operasi 8 Surabaya: Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, dan Malang
• Daerah Operasi 9 Jember: Jember
• Divisi Regional I Sumatera Utara: Medan

“Kami kini menyediakan pendaftaran untuk layanan face recognition melalui aplikasi Access by KAI untuk mempermudah pelanggan dalam mengakses layanan yang sederhana, mudah, dan efisien,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Tata Cara Pendaftaran Face Recognition via Aplikasi Access by KAI:

1. Buka tab menu akun pada Access by KAI.
2. Pilih menu Registrasi Face Recognition.
3. Bacalah syarat dan ketentuan registrasi dan klik “Setuju” setelah memahami.
4. Periksa kembali data diri seperti Nama Lengkap, NIK, dan Tanggal Lahir. Klik “Foto Selfie” untuk melengkapi proses verifikasi.
5. Ikuti ketentuan pengambilan foto selfie yang benar. Klik “Ambil Foto KTP” untuk mengambil foto selfie.
6. Setelah foto selfie dan data diri sudah lengkap dan sesuai, klik “Daftar Sekarang”.
7. Konfirmasi data yang diberikan, lalu klik “Ya, Daftar” untuk menyelesaikan pendaftaran.
8. Proses registrasi berhasil dan selesai.

Face Recognition Boarding Gate adalah fasilitas boarding yang dilengkapi dengan kamera untuk mengidentifikasi dan memvalidasi identitas seseorang melalui wajah yang terintegrasi dengan data tiket kereta serta status vaksinasi pelanggan. Proses verifikasi hanya memerlukan 1 detik, sehingga memperlancar antrean dan proses boarding.

Penambahan layanan face recognition ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat. KAI Group mencatat volume penumpang yang signifikan hingga Agustus 2024, dengan total 299.752.109 penumpang, mencakup berbagai jenis layanan kereta api.

Korean Fried Chicken Jadi Hidangan Utama Pelancong Asing di Luar Seoul

Pelancong yang berkunjung ke Korea Selatan (Korsel) menghabiskan lebih banyak uang untuk menyantap ayam goreng Korea (Korean Fried Chicken) daripada makanan lain selama mereka tinggal di luar Seoul.

Baca juga: Mulai 1 Mei, Kereta Peluru KTX Cheong-ryong Resmi Beroperasi – Seoul – Busan Ditempuh 2 Jam 10 Menit

Hal tersebut diungkapkan BC Card, pada hari Minggu lalu, perusahaan pemrosesan pembayaran terbesar di negara itu mengatakan ayam goreng Korea adalah hidangan paling populer di antara 15 makanan Korea yang dipilih sebagai hidangan lokal untuk masing-masing wilayah.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata dan Organisasi Pariwisata Korea bersama-sama membuat daftar 15 makanan khas musim panas ini untuk enam wilayah di luar ibu kota negara tersebut. Daftar tersebut mencakup total 33 hidangan, makanan ringan, bahan, dan minuman beralkohol yang mewakili tradisi kuliner masing-masing wilayah.

Enam wilayah tersebut adalah Korea timur laut, tengah, tenggara, dan barat daya, sebelah barat Seoul, dan Pulau Jeju paling selatan di negara itu.

Ayam goreng Korea, yang dipilih sebagai hidangan yang paling mewakili Daegu di Korea tenggara, menduduki peringkat teratas dalam hal pembayaran yang dilakukan wisatawan internasional untuk hidangan lokal selama tiga tahun dari 2022 hingga 2024, kata BC Card.

Daegu adalah rumah bagi beberapa waralaba ayam goreng lokal. Namun, BC Card tersebut tidak memberikan rincian lain, seperti angka penjualan.

Disebutkan pula bahwa jajangmyeon, mi Cina ala Korea yang diberi saus kacang hitam, menduduki peringkat ke-2 selama tiga tahun yang sama. Jajangmyeon terdaftar sebagai salah satu hidangan paling representatif di wilayah barat Seoul, atau wilayah yang meliputi Provinsi Gyeonggi dan Incheon. Incheon adalah rumah bagi Pecinan terbesar di negara tersebut.

Juga dari wilayah barat Seoul, kepiting yang diasinkan dengan kecap asin menempati posisi ketiga, naik dari posisi keenam pada tahun 2022.

BC Card menilai peningkatan peringkat kepiting yang diasinkan dengan kecap asin patut dicatat karena sebelumnya tidak termasuk makanan yang umum dicoba karena rasa dan penampilannya, selain alasan lainnya.

“Peningkatan penjualan kepiting yang diasinkan dengan kecap asin ini terkait dengan popularitas drama, film, dan media Korea lainnya di dunia, yang menampilkan berbagai hidangan Korea dan mengundang rasa ingin tahu penonton internasional,” kata BC Card.

Di antara makanan khas lain yang sebelumnya kurang populer tetapi dengan cepat menarik perhatian wisatawan internasional adalah tahu lembut dari Korea timur laut dan sup nasi babi dari Korea tenggara.

BC Card mengatakan lebih banyak wisatawan asing yang mengonsumsi makanan khas lokal dan pengeluaran rata-rata mereka untuk makanan ini 4,8 kali lebih tinggi daripada orang Korea yang merupakan penduduk asli daerah tersebut.

Buntut Kebakaran yang Hanguskan 40 Kendaraan, Korea Selatan Pertimbangkan Larangan Mobil Listrik Parkir di Basement