Pusat Gempa 5 SR Kab. Bandung Dekat Jalur Whoosh, PT KCIC: Sensor dan CCTV Deteksi Tak Ada Kerusakan

PT KCIC menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan sejumlah perjalanan kereta cepat Whoosh sebagai dampak terjadinya gempa bumi yang terjadi pada pukul 09.41 WIB dengan kekuatan 5 skala richter (SR) dengan titik lokasi gempa di Kabupaten Bandung yang berdekatan dengan lokasi jalur kereta cepat Whoosh.

Baca juga: Belum Genap Setahun Beroperasi, Penumpang Whoosh Sudah Tembus 5 Juta dari 154 Negara

Pembatalan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan seluruh perjalanan kereta cepat Whoosh.

Pada saat kejadian sistem pendeteksi gempa yang terpasang di jalur rel dan sarana Whoosh berfungsi dengan baik, getaran bahkan terdeteksi hingga wilayah karawang.

Berdasarkan informasi dari BMKG terjadi delapan kali gempa susulan dengan kekuatan yang berbeda. Atas kondisi tersebut, untuk keselamatan dan keamanan perjalanan kereta maka tim prasarana KCIC langsung melakukan pemeriksaan keseluruhan pada prasarana kereta cepat Whoosh menggunakan Rail Car atau kereta perawatan.

Meskipun konstruksi prasarana jalur kereta cepat Whoosh tahan terhadap gempa hingga kekuatan delapan skala richter (SR), tetapi dikhawatirkan ada kondisi eksternal yang berdampak pada jalur kereta Whoosh, seperti potensi longsor di area luar jalur, pohon tumbang ataupun pergerakan kondisi tanah di luar jalur rel atau dampak alam lainnya.

Pemeriksaan menyeluruh membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk memastikan tidak ada faktor eksternal yang dapat mengganggu Jalur KCJB, seperti: longsoran bukit batu di kanan kiri trase, longsoran tanah atau dampak alam lainnya.

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk semua Jalur sepanjang 144 Km dengan kondisi jalur yang sebagian besar melalui area perbukitan, adapun jalur kereta Whoosh terdiri :
– Struktur jembatan dengan total panjang 82 km,
– 13 terowongan dengan total panjang 17 km
– Jalur KA diatas tanah sepanjang 42 km

Sementara ini, berdasarkan pantauan awal di OCC (Operation Controll Center) Tegalluar atas semua sensor yang terpasang dan visualisasi dari pantauan 1.399 CCTV yang tersebar di semua jalur, sampai dengan saat ini tidak terlihat kerusakan di Prasarana KCJB

Berikut daftar sejumlah jadwal perjalanan Whoosh yang dibatalkan :
Rute Halim – Tegalluar
1. KA G1223 keberangkatan 09.47
2. KA G1225 keberangkatan 10.20
3. KA G1227 keberangkatan 10.55
4. KA G1269 keberangkatan 11.30
5. KA G1229 keberangkatan 12.00
6. KA G1231 keberangkatan 13.02
7. KA G1233 keberangkatan 14.02

Rute Tegalluar – Halim
1. KA G1224 keberangkatan 09.47
2. KA G1226 keberangkatan 10.20
3. KA G1228 keberangkatan 10.55
4. KA G1230 keberangkatan 12.00
5. KA G1232 keberangkatan 13.00
6. KA G1274 keberangkatan 13.30
7. KA G1234 keberangkatan 14.00

Untuk masyarakat yang sudah membeli tiket dan terdampak pembatalan jadwal dapat melakukan proses pembatalan dengan bea tiket yang akan dikembalikan 100 persen.

Baca juga: Gempa Jepang M 7,3, Teknologi Ini Bikin Kereta Shinkansen Berhenti Otomatis Sebelum Celaka

Proses pembatalan dapat dilakukan di seluruh loket Stasiun Whoosh Halim, Padalarang, Tegalluar Summarecon, dan Hall KA Feeder Stasiun Bandung.

Pembatalan dapat dilakukan hingga 3 hari setelah jadwal keberangkatan, pengguna yang tidak menunggu disarankan dapat melanjutkan perjalanannya menggunakan moda lain dan melakukan proses pembatalan di hari selanjutnya.

Pindad V-16, Vooridjer di Atas Rel Berlapis Baja Buatan Dalam Negeri

Jauh sebelum dikenal istilah KAIS (Kereta Api Inspeksi) yang digunakan sebagai tim pembuka (vooridjer) untuk rombongan Presiden dan tamu VVIP (Very Very Important Person), sejatinya di dekade tahun 50/60-an di Indonesia sudah ada kereta dengan fungsi serupa, hanya saja karena ditugaskan untuk mengawal rombongan kereta di jaman pergolakan yang marak gangguan keamanan, kereta vooridjer bukan sekedar melakukan inspeksi, melainkan kereta yang dimaksud dilengkapi persenjataan dan bodi berlapis baja.

Baca juga: KAIS RailOne, Mengenal Vooridjer Kereta Kepresidenan RI

Dikutip dari Indomiliter.com, yang dimaksud sebenarnya adalah panser rel V-16, lantaran hakekatnya mirip panser, hanya saja berada dalam platform rel. Ada kesamaan antara panser rel dengan KAIS RailOne, yakni mampu bergerak secara mandiri, tak lain keduanya dilenglapi mesin penggerak.

Panser rel buatan Bengkel Peralatan Angkatan Darat (PAL) atau saat ini dikenal sebagai PT Pindad. Berbeda dengan panser beroda ban, maka panser rel sifatnya khusus untuk misi perlindungan, yaitu pada konvoi dan jalur kereta dari ancaman gerombolan bersenjata. Hebatnya hasil karya Anak Bangsa ini sudah pula dilengkapi tenaga penggerak sendiri, panser rel V16 disokong mesin diesel Ford VBA65HI. Karena punya tenaga sendiri, panser rel V16 mampu melaju dengan kecepatan maksimum 80 km per jam.

Tidak dijelaskan berapa level ketebalan lapis baja pada Panser Rel V-16, namun ranpur roda rel yang kini bisa dilihat di Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Bandung, nampak dipersenjatai senapan mesin ringan pada sisi depan dan belakang. Tidak lupa, sebagai ranpur panser ini juga telah dilengkapi perangkat komunikasi berupa radio. Sementara pada sisi kiri dan kanan lambung panser ini dilengkapi lubang intip. Diatasnya terdapat palka yang dapat dibuka untuk sirkulasi udara, dan tentunya bantuan tembakkan dari awak bila diperlukan.

Debut Panser Rel V16 hadir dalam masa konflik DI/TII di daerah Jawa Barat pada periode 1955 – 1962. Sebagai ranpur lapis baja, sudah barang tentu operatornya adalah Satuan Kavaleri Kodam VI Siliwangi (sekarang Kodam III). Panser Rel ini digunakan untuk mengawal kereta api dari Ciawi ke Cicalengka (PP) yang sering mendapat gangguan dan penggulingan oleh gerombolan DI/ TII.

Baca juga: Berpendingin Es Balok, Inilah Kereta Kepresidenan Soekarno

Sebagai gambaran gawatnya suasana pada saat itu, mulai dari tahun 1948 sampai 1962, Anda yang ingin berangkat dari Jakarta,harus berangkat pagi dan harus yakin bahwa sebelum jam 4 sore sudah sampai di Bandung. Dari Bandung bila ada kendaraan yang berangkat keluar kota pada waktu agak sore, di perbasan kota, tentara akan melarang Anda untuk meneruskan perjalanan karena tidak aman.

Untungnya masa penuh teror berakhir pada 1962, yakni saat Kompi C Batalion 328 Kujang II Siliwangi menyergap pimpinan DI/ TII Sekarmaji Maridjan Kartosoewirjo di Gunung Geber Majalaya di selatan Kota Bandung. Semenjak itu KA ke Bandung berangsur aman dan tidak perlu lagi dikawal oleh panser.

18 September 1899, Pembukaan Jalur Kereta Api Perdana di Semenanjung Korea

Hampir semua negara di Asia seperti Indonesia, Cina dan Jepang memiliki jalur kereta api sejak pertengahan abad ke-19. Namun Korea Selatan baru muncul di akhir abad ke-19, yakni kereta api Seoul dan Jemulpo yang mana tidak banyak yang dipublikasi dalam bahasa Inggris meski dimulai sebagai perusahaan Amerika Serikat.

Baca juga: Kim Jong Un Mulai Membuka Diri, Jalur Kereta Trans Siberia Diharapkan Bisa Berakhir di Seoul

Dirangkum KabarPenumpang.com dari koreatimes.co.kr, sebuah buku baru oleh Patrick R. O’Donnell dengan judul “Seoul & Chemulpo Railroad: The First Railroad of Korea,” menceritakan kehadiran kereta pertama di Korea Selatan. Dalam buku ini memberikan banyak foto yang tidak diterbitkan atau jarang terlihat dari pembangunan rel kereta api dan orang-orang yang bertanggung jawab untuk membangunnya.

Buku setebal 331 halaman ini dibagi menjadi delapan bab dan tujuh lampiran. Tiga bab pertama didedikasikan untuk sejarah umum Korea termasuk yang membahas pembunuhan Ratu Korea. Dua bab berikutnya menjelaskan konstruksi rel kereta api dan akuisisi selanjutnya oleh kepentingan Jepang. Bab-bab ini diisi dengan informasi menarik dan anekdot termasuk asal mula Hari Kereta Nasional Korea 18 September.

Menurut O’Donnell, pada pagi hari tanggal 18 September 1899, sebuah kereta api khusus dikirim ke Yeongdeungpo untuk menjemput pejabat Korea dan asing yang diundang dan mengangkut mereka ke upacara pembukaan kereta api di Jemulpo (sekarang bagian dari Incheon). Setibanya di Jemulpo kereta disambut oleh banyak orang Jepang, Korea dan lainnya.

Menteri Luar Negeri Korea, Hayashi, Menteri Jepang Adachi, diidentifikasi sebagai kepala manajer dan insinyur kereta apimenyatakan bahwa jalur tersebut telah dimulai oleh Amerika dan sedang diselesaikan oleh Jepang. Ada pula pernyataan harapan bahwa kereta api akan memberikan ikatan persatuan di antara semua negara yang berkepentingan Setelah demonstrasi oleh pegulat Jepang dan susunan yang rumit.

Pada perjalanan perdana tersebut ada enam gerbong kereta yang diproduksi di Amerika Serikat. Kelas satu dan dua ada di gerbong sama dan kelas tiga berada di gerbong terpisah dengan akomodasi yang lebih sederhana. Ini terbukti dari foto-foto O’Donnell, acara ini berlangsung cukup meriah dan cukup sukses.

O’Donnell menggunakan sejumlah besar sumber untuk enam bab pertama ini terutama artikel dari surat kabar dan majalah berbahasa Inggris yang diterbitkan di Korea dan Jepang, artikel dari jurnal perkeretaapian dan pertambangan yang diterbitkan di Amerika Serikat dan laporan diplomatik dari perwakilan Amerika dan Inggris .

Bab tujuh, adalah bagian paling menarik dari buku ini, dengan halaman demi halaman dihiasi gambar-gambar indah dari koleksi O’Donnell. Menurutnya, foto-fotonya berasal dari album yang disusun pada tahun 1901 oleh Mr. T. Adachi, manajer kereta api Jepang, dan diberikan kepada Baldwin Locomotive Works sebagai hadiah penghargaan.

Baca juga: Hilangkan Kepenatan Karena Pandemi, Kereta Komuter Seoul Hadirkan Festival Film Kereta Bawah Tanah Internasional

Selain koleksinya sendiri, O’Donnell menyertakan gambar dari Terry Bennett pendiri dan pemilik Old Asia Photography dan dari Lusia I-A Park Foundation. Dikatakan bahwa sebuah gambar bernilai seribu kata, tetapi saya membutuhkan lebih dari itu untuk menggambarkannya. Sementara kebanyakan dari mereka berhubungan dengan kereta api, ada juga yang menggambarkan kehidupan sehari-hari di Seoul dan Jemulpo.

Long Weekend Maulid Nabi, LRT Jabodebek Diserbu Ratusan Ribu Penumpang

Selama periode libur panjang bertepatan dengan libur Maulid Nabi (14-16 September 2024), PT KAI Divisi LRT Jabodebek melayani 112.834 pengguna. Rata-rata harian pengguna LRT Jabodebek selama periode ini mencapai 37.611, meningkat sebesar 10 persen atau 3.447 pengguna dibandingkan dengan rata-rata harian pada akhir pekan sebelumnya (7-8 September 2024).

Baca juga: Jadwal LRT Jabodebek Agustus Terbaru, Keberangkatan Terakhir Jam 11 Malam

Selain itu, terdapat peningkatan sebesar delapan persen atau 2.629 pengguna jika dibandingkan dengan rata-rata pengguna harian saat akhir pekan pada bulan Agustus 2024.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menyatakan bahwa LRT Jabodebek terus menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian selama libur panjang.

“Peningkatan jumlah pengguna ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang memilih untuk memanfaatkan LRT Jabodebek selama libur Maulid Nabi. Lokasi stasiun yang strategis serta integrasi dengan moda transportasi lainnya menjadikan LRT Jabodebek pilihan yang praktis dan efisien,” ujarnya.

Selain itu, waktu tunggu antar kereta yang singkat turut mendorong minat masyarakat. Saat ini, waktu tunggu di lintas Cawang – Dukuh Atas pada jam sibuk adalah enam menit, sedangkan di lintas Jati Mulya – Cawang dan Harjamukti – Cawang mencapai 12,5 menit.

Baca juga: LRT “Bali Urban Subway” Resmi Dibangun, Fase Pertama Ditargetkan Tuntas Tahun 2028

KAI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna yang terus mempercayai layanan ini selama periode libur Maulid Nabi.

“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan serta memastikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengguna LRT Jabodebek,” tutup Mahendro.

Demo Statis, PT DI Pamerkan Pesawat N219 di Bali Airshow 2024

Pameran produk dan teknologi penerbangan bertaraf internasional digelar di Indonesia, Bali International Airshow 2024, yang akan dibuka sepanjang tanggal 18-21 September 2024 di General Aviation Terminal (Apron Selatan) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Baca juga: Hanya Hadir dalam Model Skala, Embraer Ramaikan Bali Airshow 2024

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) bersama Pemprov Bali dan beberapa partner strategisnya hadir sebagai exhibitor di Hall B No. 21, menyoroti inisiatifnya dalam mengembangkan ekosistem dirgantara di Bali Utara, dalam rangka mendukung program Transformasi Ekonomi Kerthi Bali yang diusung oleh Kementerian PPN RI/Bappenas.

Pada kesempatan ini, PT DI menerbangkan pesawat N219 dari PT DI Bandung ke Bali yang akan ditampilkan di area static display sebagai ikon yang dipamerkan dalam inisiatif pengembangan ekosistem dirgantara di Bali Utara. Adapun saat ini pesawat N219 tersebut juga sedang dilakukan pengembangan lanjutan menjadi versi amphibious untuk memenuhi kebutuhan pariwisata, yang dalam pelaksanaannya PTDI juga mendorong lokalisasi produk dan optimalisasi kontribusi industri dirgantara nasional.

Disampaikan oleh Gita Amperiawan, Direktur Utama PT DI bahwa “Secara geografis, Indonesia memiliki prospek yang sangat cerah bagi kemajuan industri dirgantara nasional. Didasari oleh potensi konektivitas yang ada di Indonesia, merupakan kesempatan baik bagi PTDI untuk melakukan langkah progresif dalam mengembangkan ekosistem dirgantara di beberapa daerah, seperti contohnya di Bali Utara, yang kemudian dapat mendorong pembangunan nasional dan perekonomian daerah itu sendiri. Yang mana itu bisa kita upayakan melalui pesawat N219, bahkan N219 amphibious untuk mendukung pariwisatanya.”

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman & Investasi RI selaku penyelenggara perhelatan ini menilai bahwa industri penerbangan di Indonesia merupakan pilar ekonomi inti dan perannya diantisipasi tumbuh secara signifikan dalam mewujudkan Indonesia Emas. Pasar dirgantara dan pertahanan Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar dan menjadi fokus Pemerintah dalam penguatan kemampuan pertahanan dan keamanan.

Melalui kehadirannya di Bali International Airshow 2024, PT DI menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri dirgantara di Bali Utara yang akan berpusat di Bandara Letkol Wisnu, Buleleng, bersama-sama dengan beberapa industri dirgantara yang terlibat, yaitu Bali International Flight Academy (BIFA), PT Mulya Sejahtera Technology (MS Tech) dan PT Nusantara Turbin Propulsi (PT NTP), dimana PTDI adalah sebagai lead ekosistem.

“Dengan dukungan penuh dari Bappenas dan Pemprov Bali, PT DI bersama industri yang terlibat berkomitmen untuk membentuk ekosistem industri dirgantara yang berkelanjutan di Bali Utara. Kami percaya bahwa seluruh pihak baik dari Pemerintah dan sektor industri, akan memperkuat kolaborasi dan memfasilitasi dialog yang konstruktif untuk mencapai tujuan bersama, yaitu menjadikan Bali Utara sebagai hub penerbangan pariwisata melalui pemanfaatan pesawat terbang karya anak bangsa, N219 dan N219 Amphibious,” tambah Gita Amperiawan.

PT DI Umumkan Penjualan Lima Unit Pesawat N219 untuk Republik Kongo

Swiss Freitag Ciptakan Tas Travel yang Bisa Dilipat!

Walaupun sudah berkecimpung di dunia produksi tas selama kurang lebih 24 tahun dan menghasilkan banyak varian seperti tas laptop, hand bag, ransel, hingga dompet, namun dua orang dibalik nama Swiss Freitag, Daniel dan Markus Freitag masih memiliki satu jenis tas yang hingga kini masih belum bisa mereka produksi, yaitu tas travel dengan bobot yang ringan.

Baca Juga: Baca Ini Dulu Sebelum Anda Beli Koper

“Kami belum pernah berhasil membuat tas travel ringan,” ungkap Daniel sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman wired.com. Dalam memproduksi barang-barangnya, Swiss Freitag menggunakan bahan upcycled tarpaulin, bahan yang sama dengan penutup bagian atas sebuah truk. Bahan yang lebih dikenal sebagai terpal di Indonesia ini terkenal dengan bahannya yang anti air dan cukup kuat.

Sedangkan untuk menghasilkan daya tampung yang cukup banyak, perusahaan tersebut harus menggunakan bingkai logam dan roda agar tas travel tersebut bisa diseret layaknya koper, namun ide tersebut bertentangan dengan salah satu tujuan mereka, yaitu menciptakan tas travel yang ringan. Ide tersebut lalu dibiarkan mengendap selama bertahun-tahun, hingga pada musim semi 2016, salah satu perancang di Swiss Freitag menemukan solusinya, yaitu menggantikan peran bingkai logam dengan tabung sepeda yang notabene jauh lebih ringan daripada bingkai logam.

Sumber: wired.com

Adalah Nicola Staeubli, pemberi solusi pergantian bahan tersebut yang akhirnya berhasil menelurkan The Zippelin, sebuah koper berkapasitas 22 gallon yang terbuat dari bahan terpal, sama seperti kebanyakan tas produksi mereka. Kelebihannya adalah tas travel ini bisa digulung seukuran sebuah kotak sepatu, sehingga tidak menghabiskan ruang penyimpanan ketika tidak digunakan. Untuk menghasilkan kapasitas maksimal, Anda bisa memompanya dan tas tersebut akan mengembang hingga mencapai ukuran maksimal.

Nicola yang diketahui pernah belajar tentang dunia arsitektur mengemukakan bahwa prinsip yang ia aplikasikan pada tas travel ini hampir serupa dengan inflatables, sebuah struktur yang kerap kali digunakan untuk menunjang pembangunan sebuah jembatan dan bangunan. Tabung sepeda tersebut akan membentuk bagian belakang tas dan dapat mengembang hingga 30 psi, atau setara dengan tekanan sebuah ban mobil. Setelah dikembangkan, tabung tersebut akan berperan sebagai bingkai tas yang memungkinkan Anda memasukkan barang bawaan yang lebih banyak.

Baca Juga: Supaya Tak Kehujanan Saat Bersepeda, Payung Under Cover Solusinya

Tanpa kerangka pembentuk tas, bahan terpal tersebut tidak akan bisa berdiri. “Salah satu tantangan terbesarnya adalah merancang tas agar bisa tegak berdiri setelah diisi penuh,” ungkap Nicola. Masalahnya, tas tersebut bukan jenis tas kaku karena bisa digulung serta bagian alasnya yang tidak berbentuk persegi panjang layaknya kebanyakan tas atau koper.

Jika diperhatikan, bagian bawah Zippelin berbentuk sedikit diagonal dengan roda terpasang berada di bagian atasnya, sehingga memungkinkan tas dapat digulung, dan dapat diberdirikan dengan sempurna setelah dipompa. Untuk mendapatkan tas travel ini, Anda bisa membuka laman Kickstarter karena tas ini masih diproduksi berdasarkan pesanan dan masih membutuhkan dana besar untuk memasarkannya.

Hanya Hadir dalam Model Skala, Embraer Ramaikan Bali Airshow 2024

Embraer, produsen pesawat terbang terbesar ketiga di dunia asal Brasil, bakal memamerkan pesawat terbang dan solusi inovatifnya dari sejumlah portofolio penerbangan komersial, pertahanan, dan jet eksekutif di ajang Bali Airshow 2024 di Bandara Internasional Ngurah Rai pada 18-21 September.

Baca juga: Setelah Scoot Airlines, Giliran Virgin Australia Order Delapan Unit Embraer E190-E2

Model skala pesawat terbaru Embraer, seperti seri jet berbadan sempit kecil E2 dan C-390 Millennium akan dipamerkan di stan Embraer di B11, Hall B.

Pesawat Embraer hadir di Indonesia – TNI AU Indonesia mengoperasikan armada A-29 Super Tucano dan armada jet bisnis Embraer yang cukup besar juga beroperasi di negara ini. PT Wira Jasa Angkasa (WJA) adalah pusat layanan resmi yang ditunjuk Embraer Executive Jets di Indonesia.

Model skala yang dipamerkan di stan Embraer adalah seri jet berbadan sempit kecil E2. Ini terdiri dari E190-E2 dan E195-E2, masing-masing mampu menampung hingga 114 dan 146 penumpang. Seri E2 adalah seri pesawat lorong tunggal yang paling senyap dan paling hemat bahan bakar yang diproduksi saat ini.  Selain keunggulan efisiensi dan keberlanjutannya yang terdepan di kelasnya, seri E2 menawarkan daya tahan terbang lebih dari enam jam sehingga memungkinkan maskapai penerbangan memiliki fleksibilitas operasional untuk menghubungkan kota-kota baru di seluruh wilayah, baik yang dekat maupun yang jauh. Contoh penting perkembangan konektivitas ini terjadi di Indonesia. Scoot, anak perusahaan Singapore Airlines, akan memulai penerbangan pada 28 September 2024 antara Singapura dan Bandara Internasional Kertajati (KJT) menggunakan pesawat Embraer E190-E2.

Pesawat C-390 mampu mengangkut muatan lebih banyak (26 ton) dibandingkan dengan pesawat angkut militer berukuran sedang lainnya dan terbang lebih cepat (470 knot) dan lebih jauh, serta mampu melakukan berbagai misi seperti mengangkut dan menurunkan kargo dan pasukan, evakuasi medis, pencarian dan penyelamatan (SAR), pemadam kebakaran, dan misi kemanusiaan. Pesawat ini bisa beroperasi di landasan pacu sementara atau tidak beraspal. Pesawat yang dikonfigurasikan dengan peralatan pengisian bahan bakar antar pesawat di udara, dengan nama KC-390, dapat beroperasi baik sebagai pesawat tanker maupun sebagai penerima. Pesawat ini bisa menerima bahan bakar dari KC-390 lain menggunakan pod yang terpasang di bawah sayap.

Armada pesawat saat ini yang beroperasi di Angkatan Udara Brasil dan Angkatan Udara Portugal telah mengumpulkan lebih dari 14.000 jam terbang, dengan tingkat keberhasilan misi sebesar 93% dan tingkat penyelesaian misi di atas 99%. Pesawat ini menunjukkan produktivitas luar biasa di kelas tersebut.

Mengenal Embraer Legacy 600, ‘Pesawat Terakhir’ Bos Wagner Yevgeny Prigozhin

 

Sudah Tahu Beda Kereta Wisata by KAI Wisata dengan Kereta Api Reguler by KAI? Simak Di Sini

Kereta Api Wisata atau KAI Wisata genap menginjak usia yang ke-15 tahun pada 8 September 2024 lalu. Banyak capaian yang telah berhasil dilakukan anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini, salah satunya adalah inovasi kereta Dining on Train (DoT) yang mendapat pujian dunia internasional, dalam hal ini insan kereta api di ASEAN.

Baca juga: Dipuji Dunia, KAI Wisata Segera Operasikan Dining on Train: Gandeng Chef Kenamaan

Seiring gencarnya inovasi dari KAI Wisata, tak sedikit masyarakat yang bingung atau menyamaratakan layanan KAI Wisata dengan kereta api reguler dari PT KAI. Padahal, keduanya jelas berbeda. Lantas, apa saja perbedaan dari KAI Wisata dan kereta api reguler?

Direktur Utama KAI Wisata, Hendy Helmi, menerangkan bahwa layanan KAI Wisata lebih menarik dibanding kereta api reguler.

Terdapat beberapa perbedaan signifikan, mulai dari kereta api itu sendiri, fitur, sampai layanan makanan-minuman, sampai fasilitas lainnya.

“Layanan kerata api wisata memang berbeda dengan KA reguler biasa. Kita memiliki kereta api yang khusus. Yang kedua layanannya juga berbeda,” jelasnya.

“Mungkin kalau di kereta api reguler perjalanan hanya dengan layanan makan dan fasilitas yang umum, misalnya dalam perjalanan dari Jakarta sampai Surabaya kita bisa memberikan main makanan layanan maupun fasilitas seperti hiburan dan yang lain kita bisa lebih macam-macam,” tambahnya.

Dari pengalaman KabarPenumpang.com menaiki kereta api reguler kelas eksekutif dan berbagai layanan kereta wisata, seperti kereta Panoramic, Tematik Bali, dan Piority, dan Dining on Train (DoT), letak perbedaan tentu ada di fasilitas yang ditawarkan, seperti karaoke, dining room, prama-prami yang khusus melayani penumpang kereta wisata, aneka kudapan sampai aneka minuman, sampai face towel, di samping pengalaman seru menikmati pemandangan selama perjalanan bersama kereta Panoramic.

Di beberapa kereta wisata seperti kereta wisata tipe Nusantara dan tipe Jawa, penumpang bahkan disediakan ruang atau kamar tidur layaknya di hotel. Di kereta wisata tipe Bali juga memungkinkan penumpang berbicara secara private di ruangan tertutup berkapasitas 4-8 delapan orang.

Semua kereta wisata dapat dirangkaikan dengan kereta api reguler untuk keberangkatan dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya ke berbagai rute atau tujuan, seperti Bandung, Cirebon, Purwokerto, Cilacap, Semarang, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya Turi & Gubeng, Malang, Tegal, Pekalongan, Jember, dan Ketapang (Banyuwangi).

Belum lagi soal kereta istimewa yang juga menjadi layanan unggulan KAI Wisata. Layanannya sudah pasti jauh berbeda dengan layanan kereta api reguler. Kereta Istimewa dilengkapi dengan fasilitas meja rapat, mini bar, kursi sofa, musala luas, sampai karaoke.

Cara memesan kereta api wisata (di luar kereta Panoramic dan Priority) dengan kereta api reguler juga berbeda. Bila kereta api reguler dan kereta wisata Panoramic serta Priority bisa melalui aplikasi KAI Access dan platform lainnya yang bekerja sama, maka untuk pemesanan kereta wisata hanya dapat melalui konter KAI Wisata di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kantor Pusat KAI Wisata ataupun melalui telepon dan email.

Saat ini, KAI wisata memiliki 27 gerbong kereta wisata dengan komposisi satu kereta Dining on Train. Kereta Panoramic berjumlah enam unit, Priority 12 unit, Kereta Wisata Tematik (Nusantara, Jawa, Bali, Sumatera, Toraja) masing-masing satu unit, dan Imperial tiga unit.

Baca juga: Demi Gaet Wisman, KAI Wisata Promosikan Kereta Wisata di Malaysia

Ke depan, KAI Wisata berencana akan menambah lebih banyak rute dan frekuensi perjalanan untuk menarik lebih banyak penumpang.

“Harapan Kami kedepannya KAI Wisata terus berinovasi dan meningkatkan lagi lini bisnisnya khususnya menambahkan jadwal perjalanan kereta wisata dan tujuan perjalanan wisata yang dikemas menarik dapat menggunakan kereta wisata dengan meningkatkan pelayanan eksklusif di atas kereta,” tutup Hendy Helmy.

Cessna Citation Longitude, Profil Pesawat Jet Angkut Penumpang yang Mendarat Perdana di Bandara Nusantara

Sebuah jet bisnis menjadi pesawat jet pertama pengangkut penumpang yang mendarat di bandara di ibu kota masa depan Indonesia, Nusantara, di Kalimantan Timur, pada 12 September 2024. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Raja Juli Antoni beserta rombongan menjadi penumpang pertama yang mendarat di bandara tersebut.

Baca juga: Saab Swedia Ubah Pesawat Jet Bisnis Bombardier Global 6000 Jadi AEW&C

“Hari ini (12 September) kami melakukan uji terbang dengan pesawat Cessna Citation Longitude, pesawat jet dengan klasifikasi yang sama dengan Boeing 737,” kata Budi dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan. “Alhamdulillah, pesawat yang kami tumpangi mendarat dengan lancar dan selamat di Bandara Nusantara.”

Cessna Citation Longitude dioperasikan oleh Pusat Kalibrasi Sarana Penerbangan milik Kementerian Perhubungan. Cessna Citation Longitude adalah jet bisnis super-midsize yang dikembangkan oleh Textron Aviation. Pesawat ini merupakan bagian dari keluarga Citation, yang terkenal dengan desain mewah, performa tinggi, serta kemampuan jarak jauh, menjadikannya pilihan bagi kalangan bisnis dan pribadi untuk penerbangan jarak jauh yang nyaman.

Dari spesifikasi, Citation Longitude memiliki jangkauan maksimum sekitar 3.500 mil laut (6.482 km), memungkinkan penerbangan non-stop lintas benua, seperti dari New York ke Paris tanpa pengisian bahan bakar. Pesawat ini ditenagai oleh dua mesin turbofan Honeywell HTF7700L, yang memberikan performa kuat dan efisiensi bahan bakar yang baik.

Citation Longitude memiliki kecepatan jelajah maksimum sebesar 476 knot (Mach 0.84), menjadikannya salah satu jet tercepat di kelasnya. Kapasitas Longitude biasanya mampu menampung 8 hingga 12 penumpang, dengan kabin yang bisa disesuaikan sesuai kebutuhan. Kabinnya mewah, memiliki lantai datar, kursi yang bisa direbahkan sepenuhnya, dan tinggi kabin yang cukup untuk berdiri dengan nyaman (sekitar 1,83 meter).

Sistem avioniknya dilengkapi dengan dek penerbangan Garmin G5000, yang menyediakan sistem navigasi dan manajemen penerbangan tercanggih, menjadikan pesawat ini sangat modern dalam hal teknologi penerbangan.

kabinnya didesain untuk penerbangan yang tenang dan halus, dengan isolasi suara yang baik, sistem kontrol iklim yang canggih, serta konektivitas dan hiburan dalam penerbangan yang modern.

Citation Longitude dikenal karena kombinasi antara jarak jangkauan, kecepatan, dan kenyamanan. Jet ini ideal untuk perjalanan jarak jauh dengan efisiensi tinggi, menawarkan keseimbangan antara kemewahan dan performa, namun dengan biaya operasi yang lebih rendah dibandingkan jet yang lebih besar di kelasnya. Pesawat ini juga memiliki kemampuan untuk beroperasi dari landasan pacu yang lebih pendek, sehingga bisa mengakses lebih banyak bandara.

Citation Longitude mulai beroperasi pada tahun 2019, dan sejak itu menjadi salah satu pilihan utama bagi perusahaan dan individu yang menginginkan jet bisnis dengan performa tinggi untuk perjalanan global.

Meski Serba Mewah, Penumpang Jet Bisnis Wajib Melalui Pemeriksaan Keimigrasian Saat Tiba di AS

Transformasi Kereta Api, Dirut PT KAI: Stasiun Kita Lebih Bersih dari Eropa

Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Didiek Hartantyo, mengungkapkan bahwa saat ini transformasi kereta api di Indonesia berhasil menarik perhatian dunia. Salah satunya terkait kebersihan di stasiun yang mengalahkan stasiun-stasiun di Eropa.

Baca juga: Dipuji Dunia, KAI Wisata Segera Operasikan Dining on Train: Gandeng Chef Kenamaan

Mulanya, Dirut yang mengawali karir di PT KAI sejak awal 2016 tersebut bercerita terkait suksesnya gelaran ASEAN Railway CEOs’ Conference (ARCEOs’ Conference) ke-44 di Bandung. Para delegasi yang datang dibuat takjub dengan transformasi perkeretaapian di Indonesia, terutama terkait konektivitas dan hospitality.

Dari Bandung, para delegasi ARCEOs’ diajak naik kereta cepat Whoosh. Kemudian turun di Stasiun Halim dan melanjutkan perjalanan menggunakan LRT Jabodebek (yang stasiunnya terkoneksi dengan Stasiun Whoosh Halim), melihat kereta buatan anak bangsa dengan teknologi mutakhir.

Rombongan menyelesaikan perjalanan di Stasiun Dukuh Atas yang nantinya akan menjadi pusat hub berbagai moda transportasi. Dari Stasiun Dukuh Atas, para CEO operator kereta api di ASEAN diajak naik Transjakarta menuju Stasiun Gambir dan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) berbagai kereta andalan yang dimiliki PT KAI Group, salah satunya kereta Dining on Train (DoT) keluaran terbaru dari KAI Wisata.

Dari berbagai pengalaman tersebut, para CEO kereta api di ASEAN mengungkapkan ketertarikannya untuk belajar lebih dalam ke Indonesia. Salah satu yang menarik adalah terkait kebersihan stasiun-stasiun di Indonesia.

Baca juga: Sudah Tahu Beda Kereta Wisata by KAI Wisata dengan Kereta Api Reguler by KAI? Simak Di Sini

“Termasuk stasiun-stasiun kita ini ya, kalau rekan-rekan ke luar negeri, ini ga kalah loh. Silahkan ke Jerman. Silahkan ke Perancis. Even terakhir kita ke Ceko, ke Praha, kita lebih bersih. Ini yang ingin saya membangun suatu kebanggaan,” jelas Didiek.

Lebih lanjut, Dirut yang sebelumnya dikenal sebagai bankir ini, mengatakan bahwa kebersihan stasiun-stasiun di Indonesia bahkan sudah bisa sejajar dengan di bandara. Bila dibandingkan dengan toilet di stasiun di Eropa, toilet stasiun di Indonesia bahkan masih lebih bersih meskipun tidak dikenakan tarif alias gratis.

“Kita dibandingkan dengan airport, silahkan. Di Indonesia stasiun kereta api, toilet tidak berbayar. Silahkan cek di Eropa. Masuk toilet pasti bayar dan tidak bersih juga. Hospitality inilah yang mereka (CEO kereta api ASEAN) ingin belajar pada kita. Kenapa stasiun kita bisa bersih,” tambahnya.

“Turis-turis misalnya dari Swiss dan Perancis. Dia bilang ‘stasiun kita sekarang ini tanamannya banyak’ green. Banyak banget. Mereka merasakan ada sesuatu yang berubah,” sambungnya.

Selain itu, di dalam sarana kereta dan prasarana di stasiun juga ditingkatkan. Di dalam kereta, peningkatan bukan hanya di kelas atas, tetapi juga kelas ekonomi. Demikian juga di stasiun, peningkatan bukan hanya dilakukan di Stasiun Gambir (eksekutif) tapi juga Stasiun Pasar Senen.

Baca juga: PT KAI, PT INKA dan CRRC Qingdao Sifang Tandatangani MoU Terkait Pendalaman Kerjasama Dalam Sarana Perkeretaapian di Indonesia

“Kereta api itu sekarang melayani kelas ekonomi, bisnis, eksekutif, luxury, sleeper, panoramic, dan compartment suites. Jadi semua kelas kita layani. Kelas ekonomi pun kita benahi. Dahulu 106 (penumpang) dalam satu gerbong sekarang menjadi 72 (satu gerbong). Yang dahulu berhadap-hadapan, sekarang satu menghadap ke depan,” terangnya.

“Stasiun-stasiun kita benahi, termasuk Stasiun Pasar Senen. Yang dahulu pakai tangga manual, kita pasang eskalator. Sekarang berfungsi empat. Sebelum Nataru, ada 12 eskalator yang berfungsi. Sekarang juga kita AC. Jadi, kelas ekonomi pun kita layani dengan sangat baik,” tutupnya.