Proyeksi Boeing: “Lalu Lintas Penumpang Udara di Asia Tenggara Tumbuh 7,2 Persen di Tahun 2043”

Boeing memproyeksikan lalu lintas penumpang udara di Asia Tenggara akan meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam 20 tahun mendatang. Pertumbuhan ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata global serta meningkatnya kelas menengah.

Baca juga: Kata Petinggi Airbus: “Indonesia Butuh 1.000 Pesawat Baru Dalam 20 Tahun ke Depan”

Untuk memenuhi lonjakan permintaan perjalanan udara, armada pesawat di kawasan ini diperkirakan akan tumbuh lebih dari tiga kali lipat menjadi 4.960 pesawat, menurut Prospek Pasar Komersial Boeing 2024 (Commercial Market Outlook atau CMO), yang merupakan proyeksi jangka panjang perusahaan untuk pesawat komersial dan layanan pendukung.

Berdasarkan CMO, lalu lintas udara penumpang di Asia Tenggara akan tumbuh sekitar 7,2% per tahun hingga 2043, jauh melampaui tingkat pertumbuhan rata-rata global sebesar 4,7% per tahun.

“Dengan proyeksi Asia Tenggara sebagai kawasan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di dunia, peningkatan pendapatan rumah tangga akan membuka peluang bagi konsumen baru di pasar penerbangan. Hal ini akan mendorong perkembangan model bisnis berbiaya rendah dan segmen perjalanan wisata,” ujar David Schulte, Managing Director Boeing Commercial Marketing untuk Asia Timur Laut, Asia Tenggara, dan Oseania.

“Pertumbuhan armada di Asia Tenggara – terutama pesawat berlorong tunggal – akan menjadi kunci dalam meningkatkan konektivitas di kawasan kepulauan ini, sekaligus memenuhi permintaan perjalanan di seluruh Asia-Pasifik, terutama untuk rute menuju Tiongkok dan Asia Timur Laut,” tambah Schulte.

Hingga 2043, Boeing juga memproyeksikan:
– Maskapai di Asia Tenggara akan memperluas pangsa armada Asia-Pasifik mereka dari 17% menjadi 25%.
– Untuk memenuhi permintaan penerbangan jarak jauh, pesawat berbadan lebar seperti 787 Dreamliner akan menyumbang satu dari lima pengiriman di Asia Tenggara.
– Kawasan ini akan membutuhkan lebih dari 120 pesawat kargo baru dan yang dikonversi untuk mendukung rantai pasokan global yang semakin terdiversifikasi serta permintaan e-commerce yang terus meningkat.
– Operator di Asia Tenggara akan membutuhkan lebih dari 234.000 pilot baru, teknisi pemeliharaan, dan awak kabin – lebih dari tiga kali lipat jumlah personel aktif saat ini.

Industri penerbangan komersial di Asia Tenggara terus berfokus pada peningkatan keberlanjutan. Dalam 20 tahun mendatang, sekitar 1.200 pesawat baru yang lebih efisien bahan bakar akan menggantikan armada lama di kawasan ini. Selain itu, seiring dengan upaya industri penerbangan global untuk mencapai emisi karbon nol bersih (net-zero) pada 2050, sumber bahan baku bio di Asia Tenggara diproyeksikan mampu memenuhi sekitar 12% dari permintaan global untuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF), menurut riset penilaian bahan baku SAF yang didukung oleh Boeing.

Kata Petinggi Airbus: “Indonesia Butuh 1.000 Pesawat Baru Dalam 20 Tahun ke Depan”

Airbus memperkirakan bahwa Indonesia akan membutuhkan setidaknya 1.000 pesawat baru dalam 20 tahun ke depan, menjadikannya salah satu pasar dengan pertumbuhan tertinggi di dunia untuk sektor penerbangan.

Baca juga: Airbus dan Pertamina Berkolaborasi Jajaki Pengembangan SAF di Indonesia 

Airbus President Asia Pacific, Anand Stanley memaparkan pada acara media briefing di Bali International Airshow (BIAS), bahwa perkiraan ini berdasarkan angka pertumbuhan lalu lintas penumpang yang kuat sekitar 7,4 persen per tahun – lebih dari dua kali lipat dari rata-rata pertumbuhan global yang hanya sebesar 3,6 persen.

“Di negara besar yang terdiri dari 17.000 pulau dan berpenduduk 280 juta jiwa, yang mana sebagian besar penduduknya belum pernah terbang dengan pesawat, transportasi udara akan menjadi sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Anand.

“Dan seiring dengan meningkatnya minat untuk melakukan perjalanan udara, armada yang ada saat ini serta backlog pesanan yang telah dikonfirmasi jelas tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan.”

Saat ini, di Indonesia, jumlah pesawat yang beroperasi dan masing-masingnya memiliki lebih dari 100 kursi (dari semua pabrikan) adalah 480 pesawat, sementara pesawat tambahan yang telah dipesan berjumlah 490. Setengah dari pesawat yang beroperasi ini adalah pesawat Airbus, dan setengah dari backlog pesanan juga merupakan pesawat Airbus.

Anand membandingkan  beberapa koneksi perjalanan di dalam negeri berdasarkan pilihan jadwal penerbangan yang ada saat ini melalui jalur darat dan laut. Ia mencontohkan perjalanan antara titik paling timur dan barat Indonesia, dari Banda Aceh di Sumatera ke Merauke di Papua Barat. Melalui udara, perjalanan tercepat saat ini memakan waktu 13 jam 35 menit dengan dua kali transit, sementara melalui darat dan laut perjalanan memakan waktu sekitar 11 hari.

Dia menambahkan, bahkan untuk beberapa rute pendek seperti Jakarta ke Denpasar, menggunakan moda transportasi selain penerbangan akan bisa memakan waktu hampir 24 jam. Anand menjelaskan bahwa untuk membuka rute baru, A220 lorong tunggal generasi terbaru akan menjadi pilihan yang sempurna bagi maskapai penerbangan di Indonesia.

“A220 memiliki jangkauan terbang paling jauh jika dibandingkan dengan pesawat manapun di kategori ukurannya. Pesawat ini akan memungkinkan dibukanya penerbangan langsung tanpa henti antara dua titik di seluruh kepulauan Indonesia. Selain itu, pesawat ini juga hanya membutuhkan landasan pacu yang pendek sehingga memungkinkan maskapai untuk membuka jaringan penerbangan baru untuk melayani masyarakat di daerah yang lebih terpencil.”

Untuk rute-rute dengan permintaan jumlah penumpang yang lebih tinggi, serta untuk mengembangkan layanan internasional, Anand mengatakan bahwa minat negara ini terfokus pada A330neo, yang telah beroperasi dengan Garuda Indonesia dan Lion Group.

Sejarah Pesawat Airbus A300, Dari Proses Penamaan Hingga Sumbangsih Dirut Garuda Indonesia

“Versi terbaru dari pesawat berbadan lebar yang populer dan telah terbukti kemampuannya ini memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi. Kami melihat kemampuan tersebut terbukti di Indonesia, di mana maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengoperasikan pesawat ini dengan konfigurasi premium pada berbagai rute di seluruh kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, Lion Group menerbangkan versi pesawat dengan konfigurasi kepadatan tinggi yakni dengan kapasitas 440 kursi, yang digunakan baik di dalam negeri maupun penerbangan untuk ibadah ke Timur Tengah.”

Selain menjadi pasar utama bagi Airbus, Anand mengatakan bahwa Airbus ingin membangun kemitraan di Indonesia. Ia mengatakan bahwa salah satu prioritas perusahaan adalah untuk memajukan hubungan jangka panjang dengan PT DI, yang kini telah berlangsung selama hampir 50 tahun, dan mengembangkan kemitraan baru baik dengan sektor pemerintahan maupun swasta.

Sambut Hari Nasional, Saudia Luncurkan Livery Baru di Boeing 787-9 Dreamliner

Maskapai plat merah Arab Saudi, Saudia telah merilis foto-foto yang perdana yang memperlihatkan Boeing 787-9 Dreamliner yang dicat khusus dengan livery untuk merayakan Hari Nasional Saudi yang akan datang.

Baca juga: Saudia vs Etihad, Siapa Juara di Kelas Ekonomi?

Boeing 787-9 Dreamliner yang dipilih dengan livery khusus diketahui adalah pesawat dengan registrasi HZ-ARB. Pesawat itu difoto dengan penutup mesin hijau tua dan desain ekor baru yang menawan.

Maskapai penerbangan nasional Arab Saudi itu mengunggah foto-foto jet berbadan lebar itu melalui media sosial pada 10 September 2024, saat perayaan Hari Nasional Saudi mulai berlangsung pada 23 September 2024.

Saudia mengunggah foto-foto 787-9 Dreamliner saat pengerjaan untuk mengubah desain livery pesawat hampir selesai. Pada tanggal 23 September 1932, Raja Abdulaziz ibn Saud mengganti nama Kerajaan Nejd dan Hejaz menjadi Kerajaan Arab Saudi dan pada tahun 1965 Raja Faisal bin Abdulaziz memutuskan bahwa hari tersebut harus diperingati dengan perayaan nasional.

Setiap tahun, Hari Nasional Saudi diperingati dengan hari libur umum dan perayaan tradisional diadakan di seluruh Kerajaan.

Menjelang akhir tahun 2023, Saudia meluncurkan brand dan livery pesawat yang diperbarui yang juga mencakup logo baru dan seragam awak kabin.

Identitas warna logo baru, yang dicirikan oleh nuansa hijau, biru, dan pasir, melambangkan ambisi Saudia untuk memperluas armada dan destinasinya, sehingga mendorong konektivitas global dengan Arab Saudi.

Saudia juga menambahkan ekor yang didesain ulang, sekarang dihiasi warna hijau dan menampilkan logo baru, dengan kata “Saudia” di bagian bawah badan pesawat.

Ketika Hibah Pesawat DC-3 Presiden AS Jadi Sebab Lahirnya Maskapai Saudia

Hari Ini, 48 Tahun Lalu, Turkish Airlines Flight 452 Jatuh Gegara Pilot Mengira Jalan Raya Sebagai Runway

Hari Ini, 48 Tahun Lalu, bertepatan dengan 19 September 1976, pesawat Boeing 727-200 Turkish Airlines dilaporkan hancur berkeping-keping akibat menabrak lereng bukit dekat Isparta, Turki. Kecelakaan tersebut lebih diakibatkan oleh human error, tatkala pilot kukuh telah melihat runway Bandara Antalya sepanjang 4.000 meter dan tanpa pikir panjang langsung melakukan approach dengan menurunkan ketinggian. Alhasil, pesawat dengan nomor penerbangan 452 itu pun berakhir nahas dan menewaskan 154 orang (penumpang dan awak).

Baca juga: Hari Ini, 46 Tahun Lalu, Kecelakaan Terburuk Turkish Airlines Akibat Mekanik Tak Paham Bahasa Inggris

Seperti dilansir aviation-safety.net, Turkish Airlines flight TK452 diketahui berangkat dari Bandara Internasional Atatürk, Istanbul, pukul 22:45 waktu setempat untuk melahap penerbangan satu jam ke Bandara Internasional Antalya di Turki selatan.

Setelah melewati Bandara Afyon yang terletak 210 km di utara Antalya, pilot meminta turun dari flight level 250 (FL250) atau 25 ribu kaki ke FL130 13 ribu kaki (3.962 meter). Tak lama setelah itu, pilot dan co-pilot melaporkan ke air traffic controller (ATC) bahwa secara visual mereka telah melihat lampu-lampu Kota Antalya, termasuk runway sepanjang 4.000 meter. Atas dasar itu, pilot meminta izin untuk melalukan landing approach di runway 36 bandara.

Sampai di sini, sempat terjadi berdebatan alot antara petugas ATC dengan pilot. Petugas ATC menyatakan bahwa secara visual dan radar, Boeing 727-200 Turkish Airlines flight TK452 sama sekali belum terlihat. Namun, pilot tentu tak ingin kehilangan timing pendaratan mengingat hal itu cukup fatal. Singkat kata, pilot mengaku yakin dengan apa yang ia lihat, diikuti dengan approach landing dari semula di ketinggian 3.962 meter menjadi 3.000 meter, 2.500 meter, 1.500 meter, dan 1.000 meter.

Sambil terus diperingatkan ATC agar tak lebih dahulu mendarat sebelum diberi clearance, pesawat terus menurunkan ketinggian untuk melakukan pendaratan mulus dari arah utara ‘runway’ sepanjang 4.000 meter tadi.

Saat pesawat berada di ketinggian 150 meter di atas ‘runway’ barulah pilot menyadari bahwa pesawat sedang menuju ke jalan raya Isparta yang saat itu tengah dilalui oleh beberapa truk. Mengetahui pengelihatannya keliru, pilot berusaha menambahkan ketinggian pesawat untuk menuju bandara sebenarnya yang masih berada 100 km di Selatan.

Namun, apa mau dikata, pesawat berusia 1 tahun 10 bulan dengan nomor registrasi TC-JBH tak berada pada posisi yang tepat hingga sayap kanan menabrak lereng bukit di ketinggian 1130 m dan jatuh berkeping, tak lama usai sayap kanan hancur. Akibat kejadian itu, sebanyak 146 penumpang dan delapan orang kru dilaporkan tewas seketika.

Baca juga: Sempat Sesak Napas, Penumpang Turkish Airlines Coba Mendobrak Kokpit

Kecelakaan Boeing 727-200 Turkish Airlines flight TK452 pun melengkapi tiga kecelakaan sebelumnya dalam tempo dua tahun berturut-turut.

Catatan airsafe.com, pada 26 Januari 1974, pesawat Fokker F28 Turkish Airlines flight 301 jatuh dan menewaskan 66 penumpang dan kru. 3 Maret 1974, Douglas DC-10 flight 981 maskapai tersebut juga kecelakaan dan menewaskan 333 penumpang serta 12 kru. Di tahun berikutnya, 30 Januari 1975, pesawat Fokker F28 Turkish Airlines flight 345 jatuh dan menewaskan empat kru serta 37 penumpang.

Bisnis Makin Menggeliat, KAI Wisata Bukukan 772.313 Pelanggan

PT KA Pariwisata (KAI Wisata) mencatat sebanyak 772.313 pelanggan setia yang menggunakan jasa layanan fasilitasnya. Capaian ini tak lepas dari berbagai inovasi yang ditempuh perseroan, termasuk kereta panoramic dan layanan kereta wisata terbaru Dining on Train (DoT) yang terakhir dioperasikan saat perayaan ulang tahun ke-15 yang mengusung tema Momen Istimewa Luxurious Journey Inspiring the Future.

Baca juga: Sudah Tahu Beda Kereta Wisata by KAI Wisata dengan Kereta Api Reguler by KAI? Simak Di Sini

Pada periode Januari-Agustus 2024, KAI Wisata memberikan hasil nyata pada lini bisnisnya. Salah satu pencapaian signifikan adalah jumlah penumpang kereta wisata yang mencapai 11.121 orang untuk pola perjalanan perorangan dan sebanyak 381 kereta wisata yang terpakai untuk perjalanan pola carter. Perjalanan ini melintasi dua jalur utama, yaitu jalur selatan dan jalur utara.

Di jalur selatan, perjalanan mencakup rute Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, hingga Solo, yang menawarkan pemandangan alam serta pengalaman budaya khas Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sementara itu, di jalur utara, rute mencakup Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, hingga Surabaya Pasar Turi, dengan beberapa perjalanan juga dilanjutkan ke Malang, yang dikenal sebagai destinasi wisata populer di Jawa Timur.

Wawan Ariyanto selaku Direktur Operasi mengatakan, “keberhasilan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta wisata KAI Wisata, yang tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman berwisata yang berkesan. Selain itu, pencapaian ini juga mendukung sektor pariwisata di berbagai daerah yang dilalui oleh kereta wisata”.

Tidak hanya penumpang kereta wisata, pelanggan setia juga ramai menghampiri lini bisnis lainnya seperti tempat wisata Lawang Sewu sebanyak 417.135 pengunjung, Museum Ambarawa sebanyak 99.266 pengunjung.

Kemudian fasilitas bisnis Shower n Locker juga ramai di empat titik lokasi di antaranya SnL Stasiun Gambir sebanyak 25.971 pengunjung, Slasar Malioboro sebanyak 25.367 pengunjung, Stasiun Pasar Senen sebanyak 4.971 pengunjung, dan Stasiun Surabaya Gubeng sebanyak 2.367 pengunjung, jika ditotal keseluruhan sebanyak 58.676 pengunjung yang menggunakan fasilitas SnL ini.

Pengunjung tidak hanya meramaikan fasilitas Shower n Locker namun juga banyaknya traveler yang menginap di Rail Transit Suite Gambir sebanyak 12.310 tamu menginap.

Tidak kalah Luxury Lounge juga diramaikan pelanggan setia KAI Wisata sebanyak 173.424 penumpang kereta api jarak jauh di delapan Stasiun kota besar di antaranya Stasiun Gambir, Stasiun Cirebon Kejaksan, Stasiun Purwokerto, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasar Turi dan Stasiun Malang Kota Baru,

Wawan Ariyanto juga menambahkan, “pertumbuhan ini terus terlihat karena adanya konsistensi KAI Wisata dalam mengembangkan dan memajukan lini bisnis agar dapat menjadi tujuan para traveler yang melakukan wisata di Indonesia akan selalu menggunakan jasa dari KAI Wisata”.

Baca juga: Dipuji Dunia, KAI Wisata Segera Operasikan Dining on Train: Gandeng Chef Kenamaan

KAI Wisata terus berkomitmen menyediakan jasa kepada masyarakat khususnya yang memiliki hobi traveling baik wisatawan lokal maupun asing agar dapat menikmati layanan jasa dengan nyaman dan aman yang dapat menimbulkan rasa ingin menggunakan kembali fasilitas tersebut.

“Saya mewakili KAI Wisata mengucapkan Terima kasih kepada masyarakat yang telah setia menggunakan jasa layanan fasilitas KAI Wisata baik itu kereta wisata maupun lini bisnis lainnya, yuk dukung terus KAI Wisata menjadi tujuan para traveler untuk menggunakan jasa layanan saat tiba di Indonesia,” tutup Wawan Ariyanto.

Airbus dan Pertamina Berkolaborasi Jajaki Pengembangan SAF di Indonesia 

Airbus dan PT Pertamina (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk meluncurkan sebuah studi penjajakan peluang pengembangan ekosistem bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF) di Indonesia.

Baca juga: Studi Penerbangan Pertama di Dunia Ungkap Penggunaan SAF Mampu Kurangi Emisi Non CO2 Secara Signifikan

Kesepakatan ini merupakan fondasi dari kolaborasi Airbus dan Pertamina untuk mempelajari berbagai bahan baku dalam negeri untuk mendorong perkembangan SAF di Indonesia. Kedua pihak akan memetakan bahan baku yang ada di negara ini dan memeriksa kebutuhan logistik serta peluang pengembangan komersialnya. Hasil studi ini akan mendukung pengembangan dan produksi SAF dalam negeri sesuai dengan syarat-syarat ICAO-CORSIA dan EU RED2.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Peta Jalan Nasional Pengembangan SAF di Indonesia, Airbus dan Pertamina akan berkontribusi pada pengembangan kemampuan di dalam negeri, menyiapkan ekosistem dalam negeri untuk dapat menangani penggunaan dan sertifikasi SAF.

Julie Kitcher, Airbus Chief Sustainability Officer, mengatakan: “SAF adalah suatu langkah esensial menuju dekarbonisasi industri penerbangan dan Airbus berkomitmen penuh untuk meningkatkan pengembangan dan pengadopsiannya. Indonesia menawarkan potensi yang signifikan dalam hal penyediaan sumber bahan baku SAF yang disetujui oleh CORSIA dan kami menyambut baik pengumuman peta jalan SAF Indonesia. Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Pertamina untuk menjajaki dan mendukung potensi pengembangan industri SAF dalam negeri di Indonesia.”

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menambahkan, “Pertamina berperan aktif dalam membangun ekosistem yang ramah lingkungan. Melalui pengembangan bahan bakar hijau, Pertamina bertekad menjalankan mandat ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia.

Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung komitmen Pertamina terhadap transisi energi berkelanjutan dan dekarbonisasi sektor penerbangan. Kemitraan dengan Airbus diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Pertamina dalam melakukan terobosan inovasi dan pengembangan ekosistem di industri Sustainable Aviation Fuel (SAF). Bersama Airbus, kami akan fokus pada pengembangan SAF yang diharapkan dapat mendukung upaya dalam mengurangi emisi karbon.”

Indonesia diproyeksikan sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan tertinggi di dunia pada sektor industri penerbangan, dengan perkiraan pertumbuhan lalu lintas penumpang sekitar 7,4% per tahun. Angka ini lebih dari dua kali lipat dari rata-rata pertumbuhan global yakni sebesar 3,6%. Selain itu, Indonesia juga menawarkan potensi yang besar sebagai sumber bahan baku untuk SAF, dengan potensi sumber yang menjanjikan seperti minyak goreng bekas, residu pertanian, dan sampah kota.

Garuda Indonesia Operasikan Penerbangan Komersial dengan Pesawat Berbahan Bakar Bioavtur

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah meluncurkan Peta Jalan SAF Indonesia.

Sebagai faktor pendorong utama dalam upaya menuju dekarbonisasi industri penerbangan, SAF memungkinkan pengurangan emisi karbon hingga rata-rata 80% selama siklus hidupnya dibandingkan dengan bahan bakar fosil, mulai dari produksi hingga penggunaan akhir. Kini, semua pesawat Airbus dapat beroperasi dengan 50% SAF. Airbus menargetkan agar semua pesawatnya dapat beroperasi dengan 100% SAF pada tahun 2030.

Boeing dan Angkasa Pura Indonesia Bekerja sama Memperkuat Operasional Bandara

Boeing resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Angkasa Pura Indonesia untuk menjajaki inisiatif dalam memperluas kemampuan bandara di seluruh Indonesia, dengan fokus pada peningkatan keselamatan dan efisiensi operasional.

Baca juga: Perluas Pasar Dirgantara Indonesia, Boeing Resmikan Kantor Baru di Jakarta

MoU ini menggabungkan keahlian teknik Boeing dengan inisiatif utama dari pemerintah Indonesia terkait operasional bandara. Boeing dan Angkasa Pura Indonesia akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia, maskapai penerbangan, operator bandara, serta pemangku kepentingan penerbangan lainnya untuk memberikan solusi yang meningkatkan sektor penerbangan nasional.

Presiden Direktur Angkasa Pura Indonesia, Faik Fahmi, mengatakan, “Angkasa Pura Indonesia fokus untuk menjadi operator bandara kelas dunia dengan fasilitas, proses, dan sumber daya manusia yang setara dengan standar global. Kesiapan infrastruktur udara sangat penting, dan kami menantikan kerja sama dengan Boeing.”

“Boeing telah membangun hubungan selama 75 tahun dengan Indonesia, menghubungkan 17.000 pulau di negara ini dengan dunia. Sebagai salah satu pasar penerbangan terbesar di dunia, Indonesia merupakan peluang pertumbuhan yang sangat penting,” ujar Zaid Alami, Country Managing Director Boeing Indonesia. “Kami berkomitmen untuk mendukung industri penerbangan Indonesia dan sangat antusias untuk bekerja sama dengan Angkasa Pura Indonesia dalam mencari solusi untuk memperluas operasi dan kapabilitas bandara secara aman.”

Boeing telah hadir di Indonesia sejak tahun 1949 ketika Garuda Indonesia, maskapai nasional Indonesia, memulai operasi penerbangan dengan pesawat khusus Douglas DC-3. Saat ini, kehadiran Boeing di Indonesia mencakup penerbangan komersial, pertahanan, satelit komersial, rantai pasokan, pelatihan teknis, kerja sama dengan universitas, dan inisiatif dampak komunitas di seluruh industri lokal. Investasi Boeing di Indonesia telah membantu mengembangkan sektor kedirgantaraan lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong inovasi.

Dijamin Nyambung ke Sudut Kota, Berikut Daftar Koneksi-Integrasi Transportasi di Stasiun LRT Jabodebek

Interkoneksi dan integrasi transportasi saat ini menjadi kunci meningkatkan pelayanan. Hal ini yang menjadi salah satu fokus dari PT KAI. Stasiun LRT Jabodebek terhubung dengan berbagai moda transportasi lain, seperti Commuter Line, Whoosh, dan Transjakarta, Biskita, serta moda transportasi lain untuk mempermudah pengguna dalam melanjutkan mobilisasi dengan lebih cepat dan efisien.

Baca juga: Long Weekend Maulid Nabi, LRT Jabodebek Diserbu Ratusan Ribu Penumpang

“Integrasi ini memungkinkan pengguna LRT Jabodebek untuk melanjutkan perjalanan mereka ke berbagai tujuan dengan mudah. Kami fokus untuk memberikan akses yang lebih baik, sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih terhubung dan efisien,” ujar Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono.

Adapun daftar koneksi transportasi di Stasiun LRT Jabodebek sebagai berikut:

1. Stasiun Dukuh Atas: KA Bandara Soekarno-Hatta, Commuter Line, MRT Jakarta, dan Transjakarta.
2. Stasiun Setiabudi: Transjakarta.
3. Stasiun Rasuna Said: Transjakarta.
4. Stasiun Kuningan: Transjakarta.
5. Stasiun Pancoran Bank BJB: Transjakarta.
6. Stasiun Cikoko: Commuter Line dan Transjakarta.
7. Stasiun Ciliwung: Transjakarta.
8. Stasiun Cawang: Transjakarta.
9. Stasiun Halim: Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), Transjakarta, dan Damri.
10. Stasiun TMII: Transjakarta, Bus Kota, dan Angkot.
11. Stasiun Kampung Rambutan: Transjakarta, Bus Kota, Bus Antar Kota, dan Angkot.
12. Stasiun Ciracas: Transjakarta dan Angkot.
13. Stasiun Harjamukti: Trans Depok, Trans Pakuan, Bus Kota, Angkot 121, Biskita, Transjakarta, Allegra Feeder Bus, Mikrotrans, Feeder Citra Indah, Feeder Bukit Golf, dan Shuttle Cimanggis.
14. Stasiun Cikunir 2: Angkot.
15. Stasiun Bekasi Barat: Transjakarta, Trans Patriot, Bus Kota, dan Angkot.
16. Stasiun Jati Mulya: Transjakarta, Trans Patriot, Bus Kota, dan Angkot.

“Dengan adanya koneksi di setiap stasiun ini, kami berharap dapat mempermudah masyarakat dalam memilih moda transportasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, mengurangi kemacetan, dan meningkatkan efisiensi waktu perjalanan,” tambah Mahendro.

KAI juga fokus pada transportasi yang ramah lingkungan, sejalan dengan upaya untuk mendukung keberlanjutan.

Baca juga: Ada Andil Jokowi, Penumpang LRT Jabodebek Meningkat Ribuan Orang

“Kami percaya bahwa layanan transportasi yang terintegrasi ini tidak hanya akan mempercepat perjalanan, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi beban lalu lintas dan emisi karbon di Jabodetabek,” ujar Mahendro.

Dengan terus mengembangkan integrasi antar moda dan meningkatkan kualitas layanan, KAI berharap LRT Jabodebek dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam meningkatkan mobilitas masyarakat perkotaan.

Bali International Airshow 2024 Resmi Dibuka, Bakal Digelar Rutin Setiap Dua Tahun

Indonesia secara resmi membuka perhelatan udara bergengsi, Bali International Airshow 2024, setelah hampir 30 tahun absen. Acara yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, ini menjadi simbol keterbukaan Indonesia kepada dunia serta bertujuan untuk meningkatkan sektor kedirgantaraan dan pertahanan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Pameran ini juga merupakan bukti dari kecakapan Indonesia yang terus berkembang di lanskap penerbangan.

Baca juga: Hanya Hadir dalam Model Skala, Embraer Ramaikan Bali Airshow 2024

Acara ini mempertemukan para pemimpin kedirgantaraan global, pemain ternama di bidang pertahanan, pakar industri, dan inovator untuk memamerkan kemajuan terbaru dalam teknologi penerbangan, sistem pertahanan militer, dan solusi kedirgantaraan yang berkelanjutan. Sebagai acara terbesar sektor aviasi di kawasan ini, Bali International Airshow 2024 mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci dalam lanskap penerbangan Asia-Pasifik.

Luhut Pandjaitan, didampingi oleh beberapa pejabat senior lainnya, termasuk Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Sumber Daya, Jodi Mahardi.

Saat peresmian tersebut, Luhut mengatakan, “Bali International Airshow membuktikan ketangguhan kita untuk bersaing dan menjadi pemain terkemuka di industri kedirgantaraan global. Saya juga menggarisbawahi upaya kami untuk memetakan masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan untuk sektor penerbangan. Peningkatan sektor kedirgantaraan Indonesia sangat penting bagi masa depan Indonesia. Hal ini bukan hanya merupakan kebutuhan strategis, tetapi juga merupakan pendorong utama bagi kemajuan ekonomi dan sosial bangsa.

“Investasi kami di sektor penerbangan akan memastikan konektivitas yang lancar, mendorong perdagangan barang dan jasa, mendorong sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi yang maju, dan yang lebih penting lagi, sebagai negara yang memiliki kepentingan geopolitik yang strategis, kekuatan industri kedirgantaraan akan menentukan kesiapan pertahanan kita dalam menjaga kedaulatan nasional dan menjaga stabilitas regional.”

Selain itu, tercatat hampir 1.000 orang hadir dalam acara pembukaan, termasuk para pejabat tinggi negara dari berbagai negara, seperti menteri, pejabat pertahanan, dan pemimpin industri dari lebih dari 20 negara, termasuk Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Timor Leste, Korea Selatan, Australia, India, Amerika Serikat, Jepang, Selandia Baru, Tiongkok, Papua Nugini, dan Turki.

Acara ini juga ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) Bali International Airshow antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perhubungan; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; Kementerian Pertahanan; PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney); TNI AU; dan PT Inaro Tujuh Belas.

Melalui LOI tersebut, Kemenkomarves mengusulkan pembentukan perjanjian kerja sama di antara para pemangku kepentingan terkait yang akan memperkuat kolaborasi antara para pemain industri secara global. Harapannya, ini akan mewujudkan misi Indonesia dalam memajukan bidang teknologi, inovasi, dan pariwisata. Bali International Airshow juga akan menjadi acara dua tahunan di Indonesia, yang diselenggarakan setiap tahun ganjil.

Dengan partisipasi dari Airbus, Bell Helicopters, Boeing, Brahmos, Dassault Aviation, Embraer, Garuda Group, Leonardo (diwakili oleh Helitech Asia – distributor Asia-Pac), Lion Air, MBDA, PT Dirgantara Indonesia, Textron Aviation, dan Thales, pameran penerbangan dan pertahanan ini menandakan pertumbuhan Indonesia sebagai pusat inovasi kedirgantaraan dan pertahanan yang terus meningkat.

Forum Transportasi Udara Asia Pasifik 2024 dengan tajuk “Scaling Up Sustainable Aviation Fuels and Integrated Airspace Solutions for a Greener Future” akan membahas masa depan penerbangan berkelanjutan. Forum ini menampilkan diskusi utama mengenai perluasan produksi dan penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuels/SAF) dan mengintegrasikan teknologi mobilitas udara yang canggih, termasuk drone dan sistem Kontrol dan Pemandu Mobilitas Udara Perkotaan (Urban Air Mobility Control and Guidance/SAC), ke dalam kerangka kerja ruang udara yang ada.

Bali International Airshow 2024 juga merupakan platform untuk memperkuat hubungan bilateral dan multilateral antara Indonesia dan negara-negara lain. Pameran ini akan menampilkan 16 display statis dari pesawat komersial hingga pesawat militer, serta teknologi mutakhir yang menentukan masa depan penerbangan. Pameran statis tersebut menampilkan, antara lain F16 Fighting Falcon, C130J Super Hercules, C-212 Aviocar, EC725, dan EMB-314 Super Tucano. F-35A Lightning II dan A400M Atlas yang termutakhir juga akan memeriahkan variasi pesawat yang ditampilkan.

Tim Aerobatik Jupiter dari TNI AU dan Tim Aerobatik Neptunus TNI AL yang terkenal dari Indonesia, serta pertunjukan terbang solo F-35A Lightning II dari Australia akan menampilkan serangkaian pertunjukan yang memukau. Demonstrasi terbang ini dijadwalkan terbang empat kali setiap hari, membuktikan keahlian dan dedikasi dan kemajuan luar biasa mereka dalam teknologi kedirgantaraan.

Tim Aerobatik Jupiter akan menerbangkan enam pesawat KT-1B Wongbee dan Tim Aerobatik Neptunus akan menerbangkan enam pesawat ringan Bonanza G36 untuk melakukan formasi manuver-manuver yang kompleks di langit Bali. Sementara itu, Angkatan Udara Australia akan menerbangkan pesawat F-35A Lightning II secara solo.

Sejarah Farnborough Airshow, Awalnya Fokus pada Industri Kedirgantaraan Inggris

Pameran udara ini juga terbuka untuk umum pada Sabtu, 21 September. Penggemar penerbangan dan masyarakat umum dapat membeli tiket masuk dan tiket Shuttle Bus di Loket.com hingga 21 September 2024.

Tiket Public Day bisa didapatkan dengan harga Rp165.000, sementara tiket Shuttle Bus pulang-pergi dijual dengan harga Rp111.000. Penawaran “Beli 5 Gratis 1” tersedia selama periode penjualan reguler. Semua harga sudah termasuk pajak, dan anak-anak di bawah usia enam tahun serta manula berusia di atas 65 tahun dapat hadir secara gratis.

Pusat Gempa 5 SR Kab. Bandung Dekat Jalur Whoosh, PT KCIC: Sensor dan CCTV Deteksi Tak Ada Kerusakan

PT KCIC menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan sejumlah perjalanan kereta cepat Whoosh sebagai dampak terjadinya gempa bumi yang terjadi pada pukul 09.41 WIB dengan kekuatan 5 skala richter (SR) dengan titik lokasi gempa di Kabupaten Bandung yang berdekatan dengan lokasi jalur kereta cepat Whoosh.

Baca juga: Belum Genap Setahun Beroperasi, Penumpang Whoosh Sudah Tembus 5 Juta dari 154 Negara

Pembatalan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan seluruh perjalanan kereta cepat Whoosh.

Pada saat kejadian sistem pendeteksi gempa yang terpasang di jalur rel dan sarana Whoosh berfungsi dengan baik, getaran bahkan terdeteksi hingga wilayah karawang.

Berdasarkan informasi dari BMKG terjadi delapan kali gempa susulan dengan kekuatan yang berbeda. Atas kondisi tersebut, untuk keselamatan dan keamanan perjalanan kereta maka tim prasarana KCIC langsung melakukan pemeriksaan keseluruhan pada prasarana kereta cepat Whoosh menggunakan Rail Car atau kereta perawatan.

Meskipun konstruksi prasarana jalur kereta cepat Whoosh tahan terhadap gempa hingga kekuatan delapan skala richter (SR), tetapi dikhawatirkan ada kondisi eksternal yang berdampak pada jalur kereta Whoosh, seperti potensi longsor di area luar jalur, pohon tumbang ataupun pergerakan kondisi tanah di luar jalur rel atau dampak alam lainnya.

Pemeriksaan menyeluruh membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk memastikan tidak ada faktor eksternal yang dapat mengganggu Jalur KCJB, seperti: longsoran bukit batu di kanan kiri trase, longsoran tanah atau dampak alam lainnya.

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk semua Jalur sepanjang 144 Km dengan kondisi jalur yang sebagian besar melalui area perbukitan, adapun jalur kereta Whoosh terdiri :
– Struktur jembatan dengan total panjang 82 km,
– 13 terowongan dengan total panjang 17 km
– Jalur KA diatas tanah sepanjang 42 km

Sementara ini, berdasarkan pantauan awal di OCC (Operation Controll Center) Tegalluar atas semua sensor yang terpasang dan visualisasi dari pantauan 1.399 CCTV yang tersebar di semua jalur, sampai dengan saat ini tidak terlihat kerusakan di Prasarana KCJB

Berikut daftar sejumlah jadwal perjalanan Whoosh yang dibatalkan :
Rute Halim – Tegalluar
1. KA G1223 keberangkatan 09.47
2. KA G1225 keberangkatan 10.20
3. KA G1227 keberangkatan 10.55
4. KA G1269 keberangkatan 11.30
5. KA G1229 keberangkatan 12.00
6. KA G1231 keberangkatan 13.02
7. KA G1233 keberangkatan 14.02

Rute Tegalluar – Halim
1. KA G1224 keberangkatan 09.47
2. KA G1226 keberangkatan 10.20
3. KA G1228 keberangkatan 10.55
4. KA G1230 keberangkatan 12.00
5. KA G1232 keberangkatan 13.00
6. KA G1274 keberangkatan 13.30
7. KA G1234 keberangkatan 14.00

Untuk masyarakat yang sudah membeli tiket dan terdampak pembatalan jadwal dapat melakukan proses pembatalan dengan bea tiket yang akan dikembalikan 100 persen.

Baca juga: Gempa Jepang M 7,3, Teknologi Ini Bikin Kereta Shinkansen Berhenti Otomatis Sebelum Celaka

Proses pembatalan dapat dilakukan di seluruh loket Stasiun Whoosh Halim, Padalarang, Tegalluar Summarecon, dan Hall KA Feeder Stasiun Bandung.

Pembatalan dapat dilakukan hingga 3 hari setelah jadwal keberangkatan, pengguna yang tidak menunggu disarankan dapat melanjutkan perjalanannya menggunakan moda lain dan melakukan proses pembatalan di hari selanjutnya.