Thai Smile Bus, Operator Bus di Bangkok Gunakan Teknologi AI dan GPS Pastikan Penumpang Tidak Salah Halte

Thai Smile Bus, operator bus listrik swasta di Bangkok, Thailand yang mengoperasikan lebih dari 2.500 bus, diwartakan mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI) dan Global Positioning System (GPS) untuk memastikan penumpang tidak akan pernah melewatkian satu halte pun di jaringan Thai Smile Bus.

Baca juga: Demi Aman dan Nyaman, Bus di India Ini Gunakan Teknologi Pemindai Wajah

“Dengan kombinasi AI dan GPS, maka sistem notifikasi dapat memberi tahu penumpang tentang halte bus yang akan datang. Misalnya, penumpang akan diberi tahu bahwa halte berikutnya adalah Monumen Kemenangan,” kata CEO perusahaan Kulpornpath Wongmajarapinya pada hari Kamis.

AI dan GPS memastikan Anda tidak akan pernah melewatkan satu halte pun di bus Thai Smile Bangkok. Bus-bus ini juga telah dipasangi sistem bantuan pengemudi yang canggih dan perangkat status pengemudi untuk memberi tahu pengemudi jika perilaku mereka dapat memicu kecelakaan.

Misalnya, katanya, pengemudi akan menerima pemberitahuan untuk tidak menggunakan telepon pintar dan berhati-hati saat menyeberang jalan, seraya menambahkan bahwa penumpang juga akan disarankan untuk berhati-hati saat turun.

Kulpornpath mengatakan fitur-fitur lain telah diterapkan pada bus-bus tersebut seperti sistem manajemen armada bertenaga AI, kamera keamanan, loket penumpang, sistem tiket elektronik, lampu pembasmi kuman, dan perekam video digital seluler. “Perusahaan juga melatih staf bus untuk meningkatkan efisiensi, sehingga layanannya sesuai dengan standar internasional,” tambahnya.

Thai Smile Bus adalah operator bus listrik swasta di Thailand yang saat ini mengoperasikan lebih dari 2.500 bus, termasuk 2.017 bus listrik dan sisanya adalah bus berbahan bakar gas alam. Perusahaan ini memiliki rencana untuk menambah lebih dari 1.000 bus listrik baru pada akhir tahun 2023, sehingga total armada bus listriknya akan mencapai 3.100 unit​.

Thai Smile Bus juga berencana untuk memperluas rute bus listriknya hingga mencakup 122 rute di wilayah metropolitan Bangkok. Mereka bertujuan untuk menjadi operator bus terbesar di kota tersebut, melampaui Bangkok Mass Transit Authority (BMTA) yang saat ini memiliki sekitar 2.885 kendaraan di 119 rute​.

Isuzu Tampilkan “Erga EV” – Bus Listrik Pertama dengan Lantai Datar

Rangkaian Kereta Cepat Shinkansen Terlepas, Pertama Kali dalam Sejarah

Kereta cepat atau kereta peluru melakukan pemberhatian darurat itu bisa saja, seperti untuk tujuan pemerikasaan atau antisipasi adannya jalur rel yang dianggap rawan. Namun, belum pernah terjadi kereta cepat berhenti darurat akibat adanya rangkaian gerbong yang terlepas.

Baca juga: New Private Room Hadir di Tokaido Shinkansen, Ubah Gaya Perjalanan Bisnis dari Tokyo ke Kyoto

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Shinkansen berhenti darurat saat rangkaian kereta terlepas dalam perjalanan menuju Tokyo. Sebuah kereta shinkansen berhenti darurat antara Jepang timur laut dan Tokyo pada hari Kamis setelah dua kereta yang terhubung terlepas, kata operator kereta api JR East, tetapi tidak ada korban luka yang dilaporkan di antara sekitar 320 orang di dalamnya.

Insiden yang melibatkan kereta kecepatan tinggi Komachi dan Hayabusa di Jalur Shinkansen Tohoku menandai pertama kalinya kereta tersebut terlepas saat sedang melaju, menurut JR East. Masalah tersebut terjadi pada pukul 8:10 pagi antara stasiun Furukawa dan Sendai di Prefektur Miyagi.

Sebanyak 72 kereta di jalur Shinkansen Tohoku, Yamagata, dan Akita dibatalkan dan 35 kereta tertunda, yang memengaruhi sekitar 45.000 penumpang, kata JR East.

“Bukan hal yang aneh bagi kereta Shinkansen untuk berhenti untuk pemeriksaan keselamatan, tetapi saya terkejut karena ini adalah pertama kalinya saya mendengar bahwa kereta tersebut terputus,” seorang pria berusia 59 tahun yang berada di dalam kereta tersebut mengatakan kepada Kyodo News dalam sebuah wawancara telepon.

JR East menghentikan sementara semua layanan kereta peluru antara Tokyo dan Shin-Aomori di Prefektur Aomori untuk pemeriksaan. Kereta tersebut melanjutkan operasi sekitar pukul 1:10 siang setelah menyelesaikan pemeriksaan kereta Hayabusa dan Komachi di lokasi dan memindahkannya ke stasiun Sendai.

Penyebab insiden tersebut sedang diselidiki tetapi tidak ada kelainan eksternal yang ditemukan pada coupler, menurut JR East.

Foto yang diambil dari helikopter Kyodo News menunjukkan kereta peluru Hayabusa-Komachi No. 6 dari Jalur Shinkansen Tohoku yang menuju Tokyo — bagian Hayabusa (atas kiri) dan bagian Komachi (bawah) — terlepas dan berhenti di rel di Osaki, Prefektur Miyagi, antara stasiun Furukawa dan Sendai pada 19 September 2024. (Kyodo) ==Kyodo

Kereta-kereta tersebut terhubung di stasiun Morioka dan sedang menuju Tokyo dengan kecepatan 315 kilometer per jam saat terlepas. Komachi berjarak sekitar 300 meter dari Hayabusa setelah pemberhentian darurat dilakukan.

JR East adalah satu-satunya operator di Jepang yang memasangkan kereta dengan komposisi berbeda untuk layanan Shinkansen, dan penyambungan serta pemisahan kereta Komachi merah dan Hayabusa hijau di Morioka menarik banyak penggemar kereta api.

Mampu Melesat 300 Km Per Jam dalam Tiga Menit, Inilah Rahasia Shinkansen

Ritz-Carlton Yacht Collection Resmikan “Ilma” – Superyacht Berstandar Kemewahan Hotel Kelas Super

Selain dikenal sebagai jaringan hotel super mewah yang tersebar di manca negara, Ritz-Carlton juga mempunyai lini perjalanan laut mewah. Seperti belum lama ini, yakni pada 2 September 2024, Ritz-Carlton Yacht Collection meresmikan superyacht mewah yang diberi label “Ilma”.

Baca juga: Inilah Nautilus, Desain Superyacht Hybrid, Bisa Jadi Kapal Permukaan dan Kapal Selam

Ilma punya panjang 790 kaki dan dapat menampung hingga 448 pernumpang. Secara umum, Ritz-Carlton Yacht Collection saat ini mengoperasikan dua kapal pesiar superyacht: Evrima dan Ilma. Kapal pertama, Evrima, diluncurkan pada Oktober 2022, sedangkan Ilma, yang lebih besar, mulai beroperasi pada Agustus 2024. Selain itu, mereka telah membuka reservasi untuk kapal ketiga mereka yang bernama Luminara, yang direncanakan mulai berlayar pada musim panas 2025.

tz-Carlton Yacht Collection adalah bagian dari portofolio merek Ritz-Carlton yang dimiliki oleh Marriott International. Meskipun pengoperasian kapalnya dilakukan oleh tim khusus yang berfokus pada yacht, standar pelayanan, kualitas, dan pengalaman pelanggan tetap sejalan dengan reputasi hotel Ritz-Carlton.

Sama seperti di hotel mereka, Ritz-Carlton Yacht Collection menawarkan layanan premium, termasuk suite mewah, layanan butler, dan pilihan kuliner berkualitas tinggi. Kapal pesiar ini dirancang untuk memberikan pengalaman intim dan personal, dengan kapasitas penumpang yang lebih kecil dibandingkan dengan kapal pesiar konvensional, biasanya hanya sekitar 298 penumpang per kapal.

Lini kapal pesiar ini menawarkan berbagai rute di seluruh dunia, termasuk di Karibia, Mediterania, dan Eropa Utara. Mereka fokus pada pengalaman destinasi yang mendalam, seringkali mengunjungi pelabuhan kecil yang tidak dapat dijangkau oleh kapal pesiar besar.

Filosofi layanan dan kemewahan yang ada di Ritz-Carlton Hotel diterapkan juga di kapal pesiar mereka, di mana para tamu dapat menikmati berbagai fasilitas seperti spa, program kebugaran, dan tur eksklusif di daratan.

Secara keseluruhan, Ritz-Carlton Yacht Collection adalah ekspansi merek Ritz-Carlton ke dunia pelayaran, memberikan pilihan perjalanan laut dengan standar dan layanan yang sama seperti yang diharapkan dari hotel mereka.

FB277 – Superyacht Serba Komplit yang Siap Disewakan Per Juni 2019

Tok! Anggaran Kemenhub 2025 Rp31,45 Triliun, Ditjen Hubla Paling Tinggi-Ditjen KA Anak Tiri

Kementerian Perhubungan mendapat tambahan anggaran sebesar Rp6,69 triliun untuk tahun 2025. Dengan tambahan ini, Pagu Anggaran Penyesuaian Kementerian Perhubungan menjadi sebesar Rp31,45 triliun di tahun depan, dari sebelumnya Rp24,76 triliun.

Baca juga: Kemenhub Ungkap 55 Persen Bus Pariwisata Tidak Sesuai Standar, Mayoritas Belum Perpanjang Uji Kir

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, tambahan anggaran tersebut dialokasikan untuk pemenuhan kegiatan strategis di enam unit Eselon I.

“Tambahan anggaran digunakan untuk pemenuhan kegiatan antara lain layanan angkutan umum, antarmoda, keamanan dan keselamatan, pemenuhan pengoperasian dan perawatan prasarana perkeretaapian milik negara (infrastructure maintanence and operation-IMO), serta keperintisan dan kegiatan strategis lainnya,” ujarnya, saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI tentang Penyesuaian Alokasi Anggaran Menurut Fungsi, Program dan Rincian Kegiatan Masing-masing Unit Eselon I K/L Mitra Kerja Komisi V DPR RI dalam RAPBN TA 2025, di Jakarta, Jumat (20/9).

Adapun rincian alokasi penambahan anggaran pada tiap Eselon I antara lain Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sebesar Rp1,68 triliun, untuk pengadaan bus, pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan, layanan angkutan jalan perintis, angkutan perkotaan, angkutan antarmoda, angkutan barang perintis, serta angkutan penyeberangan perintis.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebesar Rp3,32 triliun, untuk layanan perintis, subsidi angkutan motor melalui kereta api, serta pengoperasian dan perawatan prasarana perkeretaapian milik negara (IMO).

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebesar Rp1,47 triliun, untuk kegiatan keperintisan, keselamatan dan keamanan penerbangan, serta pekerjaan pemenuhan fasilitas sisi darat Bandar Udara Khusus VVIP IKN.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebesar Rp133,3 miliar, untuk kegiatan pelayanan angkutan kapal ternak, layanan angkutan rede, serta pelayanan angkutan Lebaran, Natal, dan tahun baru.

Kemudian, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sebesar Rp61,12 miliar, untuk kegiatan subsidi angkutan umum perkotaan di wilayah Jabodetabek, penyediaan angkutan umum dengan skema Buy The Service, pengadaan dan pemasangan marka jalan di ruas jalan nasional, serta operasional terminal tipe A.

Badan Kebijakan Transportasi sebesar Rp8,19 miliar, untuk kegiatan tinjauan dokumen naskah akademis Sistranas, analisis kebijakan jaringan lintas angkutan barang yang berkeselamatan, serta evaluasi kebijakan pengangkutan barang berbahaya dan beracun.

Selain itu, penambahan anggaran juga digunakan untuk program padat karya dengan angka sementara sekitar Rp69,25 miliar untuk penyerapan tenaga kerja kurang lebih sebanyak 32.576 orang.

Adapun jenis kegiatan program padat karya antara lain pembuatan, pembersihan, dan normalisasi saluran drainase, rehabilitasi bangunan dengan tingkat kerusakan ringan, pengecatan dan pembersihan gedung kantor, pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana transportasi, serta kegiatan lainnya tanpa keahlian.

“Meskipun tambahan yang diterima belum memenuhi seluruh kebutuhan prioritas kami, kami akan tetap berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan mengoptimalkan anggaran yang ada di Kementerian Perhubungan,” kata Menhub.

Sebelumnya, Kemenhub menyampaikan kebutuhan anggaran 2025 sebesar Rp80,63 triliun. Melalui Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional tentang Pagu Anggaran 2025, Kemenhub memperoleh pagu sebesar Rp24,76 triliun, sehingga terdapat gap sebesar Rp55,87 triliun.

Baca juga: Kemenhub Akhirnya Buka Suara Soal Kenaikan Tarif KRL

Distribusi pagu anggaran Rp24,76 triliun tersebut mencakup unit kerja eselon I di Kemenhub yakni Sekretariat Jenderal Rp681,31 miliar; Inspektorat Jenderal Rp116,18 miliar; Ditjen Perhubungan Darat Rp4,25 triliun; Ditjen Perhubungan Laut Rp10,37 triliun; Ditjen Perhubungan Udara Rp4,57 triliun; Ditjen Perkeretaapian Rp1,79 triliun; Badan Kebijakan Transportasi Rp108,57 miliar; BPSDM Perhubungan Rp2,72 triliun; dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Rp132,10 miliar.

Kemudian, Kemenhub menyampaikan permohonan tambahan anggaran sebesar Rp7,68 triliun, yang akhirnya disetujui penambahan sebesar Rp6,69 triliun.

KAI Wisata Tebar Diskon Sampai 20 Persen di Kompas Travel Fair, Ada Kereta Panoramic

PT KA Pariwisata (KAI Wisata) menawarkan diskon sampai 20 persen dalam gelaran Kompas Travel Fair 2024 ini mulai 20-22 September 2024 di Jakarta Convention Centre (JCC). Dalam acara ini akan menjadi kesempatan besar bagi para pengunjung untuk menemukan berbagai penawaran menarik dalam menjelajahi keindahan Indonesia khususnya pengunjung yang hobi traveling menggunakan layanan kereta api.

Baca juga: Sudah Tahu Beda Kereta Wisata by KAI Wisata dengan Kereta Api Reguler by KAI? Simak Di Sini

“Suatu kehormatan untuk KAI Wisata dapat menjadi bagian dalam acara Kompas Travel Fair 2024, dengan adanya kegiatan Kompas Travel Fair 2024 tahun ini yang merupakan acara rutin tahunan dalam menyajikan banyak penawaran perjalanan wisata dan membuka peluang bagi KAI Wisata untuk menawarkan paket perjalanan wisata kepada masyarakat luas.” ungkap Hendy Helmy, Direktur Utama KAI Wisata.

Selama Kompas Travel Fair 2024, KAI Wisata memberikan potongan harga sebesar 20 persen untuk semua layanan kereta wisata dengan pola carter yang berlaku untuk keberangkatan hingga 30 November 2024. Harga perjalanan kereta wisata yang ditawarkan mulai dari Rp20.500.000 untuk tujuan Cirebon sampai dengan harga tertinggi Rp85.000.000 untuk tujuan Banyuwangi.

Pada kesempatan ini KAI Wisata menawarkan sembilan jenis kereta wisata yang pengunjung bisa carter diantaranya Kereta Panoramic, Kereta Imperial, Kereta Bali, Kereta Priority, Kereta Jawa, Kereta Sumatera, Kereta Toraja, Kereta Nusantara, dan Kereta Istimewa.

Khusus untuk harga carter Kereta Istimewa dibanderol harga mulai dari Rp68.000.000 untuk perjalanan menuju Bandung dan harga tertinggi Rp223.550.000 untuk perjalanan tujuan Banyuwangi, harga penawaran tersebut telah diskon sebesar 15 persen. Setiap kereta dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan, dengan kenyamanan dan pelayanan terbaik.

Pameran KAI Wisata di Kompas Travel Fair 2024 Ini merupakan kesempatan besar bagi pengunjung yang tidak boleh dilewatkan untuk langsung memesan kereta wisata pola carter dengan harga yang lebih terjangkau. KAI Wisata mengajak semua pengunjung datang ke Booth pameran di Main Lobby M15 Jakarta Convention Center untuk menikmati permainan games menarik dan penawaran perjalanan kereta wisata dengan berbagai tujuan destinasi wisata pulau Jawa yang sangat indah.

Baca juga: Bisnis Makin Menggeliat, KAI Wisata Bukukan 772.313 Pelanggan

“Dengan beragam pilihan kereta wisata yang ditawarkan saat pameran berlangsung ini akan khusus diberikan langsung diskon sampai dengan 20 persen selama pameran kompas travel fair berlangsung untuk keberangkatan sampai akhir November 2024,” tambah Hendy Helmy.

“KAI Wisata berharap dengan adanya Kompas Travel Fair 2024 ini pengunjung segera pesan kereta wisata pola carter untuk menikmati perjalanan mewah dan nyaman yang tidak kalah menarik dengan kereta wisata luar negri yang bisa langsung menikmati indahnya Indonesia melalui perjalanan kereta api wisata,” tutupnya.

Hitachi Rail Integrasikan 5G Digital Signalling Pada Jalur Kereta Api Perkotaan

Hitachi Rail telah dikontrak untuk mengintegrasikan Kontrol Kereta Berbasis Komunikasi atau Communications-Based Train Control (CBTC) dengan teknologi komunikasi 5G pada jalur kereta api perkotaan di New York dan Hong Kong.

Baca juga: Hitachi Rail “Blues” Kereta Bertenaga Hibrida Tiga Moda Resmi Beroperasi di Sisilia Italia

Inovasi ini akan meningkatkan Jalur Lintas Kota New York dan Penggerak Orang Otomatis Bandara Internasional Hong Kong. Dengan menggunakan 5G untuk komunikasi kereta-ke-darat yang penting, Hitachi Rail bertujuan untuk meningkatkan kinerja secara signifikan sekaligus mengurangi biaya investasi dan siklus hidup.

Sistem sinyal digital SelTrac CBTC canggih Hitachi Rail kini menggabungkan kemampuan 5G, yang menjadi yang pertama di industri ini. Sistem CBTC memungkinkan manajemen lalu lintas yang lebih baik dan peningkatan kapasitas, keselamatan, dan keandalan dibandingkan dengan sistem sinyal tradisional.

Integrasi teknologi 5G semakin meningkatkan kemampuan ini dengan mengganti sistem komunikasi lama seperti radio dan WiFi, sehingga menyediakan koneksi yang lebih cepat dan lebih andal.

Penggunaan 5G juga mengurangi kebutuhan akan infrastruktur rel yang luas, karena lebih sedikit titik akses radio 5G yang dibutuhkan dibandingkan dengan solusi WiFi saat ini. Hal ini tidak hanya memangkas biaya tetapi juga menyederhanakan upaya pemeliharaan dan pemasangan.

Selain itu, bandwidth 5G yang ditambahkan memungkinkan penggunaan solusi manajemen aset digital canggih, yang memungkinkan pelaporan data kereta api secara real-time dan pengoptimalan operasi dan pemeliharaan.

Penerapan 5G juga akan memastikan konektivitas yang andal dan berkinerja tinggi di lingkungan yang sulit, seperti terowongan. Hal ini memungkinkan operasi tanpa gangguan dan pemantauan secara real-time, yang penting untuk menjaga kualitas layanan dalam sistem kereta api perkotaan.

Terlebih lagi, penggunaan 5G oleh Hitachi Rail memposisikan operator untuk memanfaatkan inovasi masa depan, seperti peluncuran teknologi 6G yang diantisipasi, tanpa perlu merombak infrastruktur yang ada.

Kompatibilitas 5G memastikan keamanan investasi jangka panjang, pertimbangan penting mengingat siklus hidup infrastruktur akses radio selama 30 tahun.

 

LRT Jabodebek Sabet Gelar di World Skill Competition 2024 dan DTKJ Award

LRT Jabodebek meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang DTKJ Awards 2024. Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) ini bertema “Transportasi Terintegrasi yang Inklusif & Berkelanjutan untuk Jakarta Kota Global”. Tak hanya itu, LRT Jabodebek yang diwakili pekerjanya berhasil menyabet gelar emas di ajang World Skill Competition 2024 di Lyon, Perancis.

Baca juga: Dijamin Nyambung ke Sudut Kota, Berikut Daftar Koneksi-Integrasi Transportasi di Stasiun LRT Jabodebek

Pada penghargaan DTKJ Award 2024, LRT Jabodebek berhasil membawa pulang predikat silver dalam dua kategori:

1. Operator dengan Kelembagaan Terakomodir dalam Pelayanan Disabilitas.
2. Operator Terbaik Penyedia Sarana dan Prasarana Transportasi Ramah Disabilitas, Lansia, Ibu Hamil, dan Anak.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa penghargaan ini tidak hanya merupakan bentuk apresiasi atas layanan LRT Jabodebek, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan.

“Penghargaan ini adalah bukti nyata dari komitmen LRT Jabodebek dalam menyediakan layanan yang ramah bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya,” kata Mahendro.

Ajang DTKJ Awards 2024 bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada berbagai operator transportasi yang berkomitmen pada integrasi, keberlanjutan, dan inklusivitas. Komitmen LRT Jabodebek terus diwujudkan melalui berbagai fasilitas, seperti guiding block, lift prioritas, toilet khusus difabel, gate khusus untuk kursi roda, dan kursi serta space prioritas di dalam kereta. Selain itu, platform screen door yang dipasang di semua peron menjamin keselamatan pengguna, terutama anak-anak.

Tidak hanya sukses di dalam negeri, pekerja LRT Jabodebek juga berhasil mengukir prestasi gemilang di ajang internasional World Skill Competition ke-47 yang diselenggarakan di Lyon, Perancis, pada 14 September 2024.

Cahyo Dwi Prayogo, pekerja LRT Jabodebek, berhasil meraih Gold Medal dalam kategori Rail Vehicle Technology, mengungguli negara-negara seperti Hong Kong dan Singapura. Cahyo menampilkan performa terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk pemeliharaan pantograf, pengujian pintu kompartemen penumpang, pemeliharaan bogie, serta troubleshooting kerusakan kendaraan.

Baca juga: Long Weekend Maulid Nabi, LRT Jabodebek Diserbu Ratusan Ribu Penumpang

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa pekerja LRT Jabodebek tidak hanya memiliki keterampilan dan dedikasi tinggi di bidang teknologi perkeretaapian, tetapi juga mampu bersaing di level internasional. “Raihan gold medal ini merupakan kebanggaan bagi LRT Jabodebek dan juga bagi industri perkeretaapian Indonesia,” ujar Mahendro.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini, baik di tingkat nasional melalui DTKJ Awards maupun di kancah internasional melalui World Skill Competition. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan transportasi publik,” tutupnya.

Gara-gara Pengaturan Bagasi Kargo Tidak Tepat, Sejumlah Penerbangan Berakhir Nahas

Seperti diulas pada artikel sebelum ini, yakni pentingnya peran Load Control Officer (LCO) atau Load Controller dalam penerbangan komersial. Bila mereka tidak mampu mengatur posisi bagasi kargo dengan tepat, maka bisa berujung tidak seimbangnya pesawat saat mengudara, dan pada akhirnya mengancam keselamatan dalam penerbangan secara keseluruhan.

Baca juga: Di Tangan Mereka, Keseimbangan Muatan pada Bagasi Kargo Pesawat Menjadi Taruhan

Ada beberapa kasus atau insiden pesawat yang terkait dengan pengaturan bagasi atau kargo yang tidak tepat. Ketidakseimbangan beban atau pengaturan muatan yang salah bisa berdampak serius pada stabilitas, performa lepas landas, dan pendaratan pesawat. Berikut beberapa contoh insiden yang terjadi akibat pengaturan muatan yang tidak tepat:

1. Fine Air Flight 101 (1997)
Pada 7 Agustus 1997, pesawat kargo Douglas DC-8 milik Fine Air lepas landas dari Bandar Udara Internasional Miami menuju Santo Domingo. Setelah lepas landas, pesawat kehilangan kendali dan jatuh, menewaskan semua orang di dalam pesawat dan dua orang di darat.

Penyebab kecelakaan adalah muatan yang tidak diamankan dengan benar, yang menyebabkan pergeseran pusat gravitasi pesawat. Hal ini membuat pesawat menjadi tidak stabil selama lepas landas.

2. National Airlines Flight 102 (2013)
Pada 29 April 2013, sebuah pesawat kargo Boeing 747-400 milik National Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bagram Airfield di Afghanistan. Pesawat ini membawa kendaraan militer berat, termasuk lima kendaraan lapis baja.

Investigasi menemukan bahwa muatan tidak diikat dengan benar dan bergeser ke belakang, mengakibatkan pusat gravitasi pesawat bergeser terlalu jauh ke belakang. Ini menyebabkan pesawat kehilangan kendali dan akhirnya jatuh, menewaskan seluruh awak pesawat yang berjumlah tujuh orang.

3. Air Midwest Flight 5481 (2003)
Pada 8 Januari 2003, pesawat Beechcraft 1900D yang dioperasikan oleh Air Midwest jatuh tak lama setelah lepas landas dari Charlotte/Douglas International Airport di North Carolina.

Investigasi menemukan bahwa berat pesawat melebihi batas maksimum yang diizinkan dan pusat gravitasi berada terlalu jauh ke belakang. Selain itu, penumpang dan bagasi tidak didistribusikan dengan benar, sehingga pesawat kehilangan kendali saat mendaki.

4. Arrow Air Flight 1285 (1985)
Pada 12 Desember 1985, pesawat McDonnell Douglas DC-8 milik Arrow Air jatuh setelah lepas landas dari Gander, Newfoundland, Kanada. Pesawat ini membawa personel militer Amerika Serikat.

Penyebab kecelakaan termasuk pengaturan muatan yang buruk dan kemungkinan akumulasi es di sayap, yang mengurangi daya angkat pesawat. Kombinasi faktor-faktor ini menyebabkan pesawat tidak dapat mencapai ketinggian dan akhirnya jatuh.

5. MK Airlines Flight 1602 (2004)
Pada 14 Oktober 2004, pesawat kargo Boeing 747-200F milik MK Airlines mengalami kecelakaan di Halifax Stanfield International Airport, Kanada.

Investigasi mengungkapkan bahwa perhitungan berat pesawat yang salah dan pengaturan muatan yang tidak tepat menyebabkan pesawat tidak memiliki kecepatan angkat yang cukup untuk lepas landas. Pesawat jatuh di ujung landasan pacu, menewaskan semua awak pesawat.

Insiden-insiden di atas menunjukkan pentingnya pengaturan muatan yang tepat dan perhitungan berat serta keseimbangan pesawat yang akurat. Kesalahan dalam pengaturan muatan dapat berakibat fatal, mempengaruhi stabilitas pesawat dan kemampuan untuk terbang dengan aman. Oleh karena itu, petugas pengatur muatan seperti loadmaster, Load Control Officer, dan kru lainnya memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan semua muatan di pesawat terdistribusi dengan aman sesuai dengan spesifikasi teknis pesawat.

Bawa Bagasi Besar Saat Naik Pesawat, Ini yang Perlu Diketahui

Di Tangan Mereka, Keseimbangan Muatan pada Bagasi Kargo Pesawat Menjadi Taruhan

Pengaturan bagasi kargo pada pesawat bukan perkara sepele, pasalnya salah dalam pengaturan, maka bobot pesawat bisa menjadi tidak seiumbang, yang ujung-ujung dapat mengancam keselamatan penerbangan. Nah, untuk itu, ada petugas yang punya peran khusus untuk mengatur tata letak dan penempatan bagasi kargo, mereka bekerja dengan cermat dan cepat menjelang jadwal keberangkatan.

Baca juga: Bayi Macan Tutul Lemas Setelah Disembunyikan di Dalam Tas Bagasi Kargo

Dalam konteks pesawat penumpang sipil, petugas yang bertanggung jawab untuk mengatur posisi bagasi dan kargo di pesawat tidak selalu disebut loadmaster, yang umumnya lebih pada pesawat angkut militer. Sebaliknya, posisi ini lebih dikenal dengan istilah Load Control Officer (LCO) atau Load Controller.

Load Control Officer adalah petugas yang mengawasi dan merencanakan distribusi muatan, termasuk bagasi penumpang, kargo, dan surat muatan udara, untuk memastikan keseimbangan dan keamanan pesawat. Mereka bertanggung jawab untuk membuat Load Sheet yang memberikan informasi detail tentang distribusi berat dan keseimbangan pesawat kepada pilot.

Kemudian ada yang disebut Ramp Agent, juga dikenal sebagai baggage handler atau ground handling staff, adalah petugas yang secara fisik menangani muatan, termasuk pemuatan dan pembongkaran bagasi dan kargo dari pesawat. Mereka bekerja di apron (landasan pesawat) dan memastikan muatan dimasukkan sesuai dengan petunjuk Load Control Officer.

Lalu ada lagi Weight and Balance Coordinator, beberapa maskapai menyebut petugas yang mengatur muatan dan melakukan perhitungan keseimbangan pesawat sebagai Weight and Balance Coordinator. Mereka memastikan bahwa distribusi muatan pesawat sesuai dengan regulasi keselamatan dan batasan operasional pesawat.

Terakhir ada dispatcher, yang mengatur rencana penerbangan, mereka juga berkolaborasi dengan Load Control Officer untuk memastikan perhitungan berat dan keseimbangan pesawat sesuai dengan rencana penerbangan yang aman.

Mau Bawaan Anda Tiba Lebih Cepat di Ban Berjalan? Ini Kata Petugas Penanganan Bagasi

Beragam Inovasi Teknologi Penerbangan PTDI, Mulai Dari Pengembangan Pesawat Eksisting Sampai Transportasi Udara Masa Depan

Pada Bali International Airshow 2024, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menekankan berbagai kolaborasinya dengan global partner untuk produk pesawat eksisting, CN235-220 dan NC212i, serta perannya dalam menciptakan terobosan dan revolusi teknologi dirgantara Indonesia melalui pengembangan moda transportasi masa depan berbasis Advanced Air Mobility (AAM). Hal ini menegaskan komitmen PTDI dalam mendorong inovasi dan pemenuhan kebutuhan pasar akan solusi penerbangan berkualitas tinggi.

Baca juga: Hari Ini, 37 Tahun Lalu, CN-235 Pesawat Turboprop Kebanggaan Indonesia Terbang Perdana

Pengembangan pesawat CN235-220 konfigurasi MPA/ASW
Sebagaimana hasil pertemuan Presiden RI, Joko Widodo dengan Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Eduardo Gerardo C. Teodoro Jr. pada bulan Januari 2024 lalu, bahwa terdapat peluang kedepan bagi PTDI secara khusus, dan bagi Indonesia secara umum untuk mencapai tonggak penting lainnya di Filipina, yaitu potensi pengadaan pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft dan Anti-Submarine Warfare (MPA/ASW) dari PTDI untuk Philippine Navy.

PTDI berkolaborasi dengan partner strategisnya untuk menjawab kebutuhan pesawat MPA/ASW di Filipina tersebut, dalam hal ini bersama SCYTALYS, Perusahaan pengembangan software dan integrasi sistem terkemuka yang berkantor di Yunani, Amerika Serikat dan Singapura.

“SCYTALYS sangat antusias untuk dapat meningkatkan peran pesawat CN235 sebagai solusi yang serbaguna dan efisien dari segi biaya, memenuhi kebutuhan yang terus berkembang untuk platform multi-role surveillance, patroli maritim, serta pencarian dan penyelamatan (SAR). Sistem MIMS (Mission Information & Management System) Airborne kami adalah sistem misi yang canggih, modular dan dapat dikombinasikan dengan CN235 dari PTDI, memberikan solusi untuk misi MPA/ASW yang efektif,” kata Dimitris Karantzavelos, Presiden SCYTALYS.

PTDI dan SCYTALYS akan bekerja sama secara erat, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Filipina tetapi juga untuk melayani permintaan MPA/ASW dari negara-negara lain. “Kami memaksimalkan upaya untuk menjadikan produk pesawat CN235 menjadi lebih kompetitif, sehingga dapat mendorong peningkatan kontrak ekspor baru,” jelas Gita Amperiawan, Direktur Utama PTDI.

Kemajuan pasar pesawat NC212i dan pengembangannya
Sebagai produsen satu-satunya pesawat NC212i di dunia, PTDI selalu memastikan peningkatan kualitas dan kepuasan pelanggan/user terhadap produk yang dihasilkan. Pada tahun 2023 lalu PTDI dan DND Philippines tanda tangani kontrak baru untuk pengadaan 6 (enam) unit pesawat NC212i beserta suku cadangnya. Pengadaan ini merupakan kelanjutan dari pengadaan 2 (dua) unit sebelumnya di tahun 2014, yang mengindikasikan bahwa produk PTDI secara kualitas dapat diterima oleh pelanggan.

Untuk mendukung pemenuhan kontrak baru dari DND Philippines tersebut, pada momentum Bali International Airshow 2024 hari pertama (18/09) PTDI dan Honeywell sepakati pembelian sebanyak 6 (enam) set mesin turboprop tipe TPE331 untuk mendukung pesawat NC212i produksi PTDI yang kemudian akan dioperasikan Philippine Air Force. Keberadaan Honeywell dalam menyediakan mesin turboprop tipe TPE331 sejak tahun 2007 mendorong pesawat NC212i memiliki kemampuan take off lebih cepat, serta efisien saat menjelajah, menjadikan pesawat NC212i kompetitif di pasar dan dapat menciptakan kepuasan bagi pelanggan, terbukti dari repeat order yang dilakukan oleh DND Philippine yang telah menjadi loyal customer PTDI terhadap pesawat NC212i.

Adapun saat ini PTDI juga telah menapaki babak barunya dalam produksi pesawat NC212i kedepan dengan baling-baling baru buatan MT Propeller, Jerman, yakni MTV-27 yang telah disertifikasi oleh EASA. Penggunaan MTV-27 pada NC212i telah teruji compatible dengan engine terpasang, yaitu Honeywell TPE331, yang kemudian dapat menghasilkan noise dan vibrasi yang rendah pada operasi pesawat. Pengembangan pesawat NC212i dengan MT Propeller telah dimulai sejak bulan Agustus 2023, yaitu pada pesawat NC212i produksi PTDI yang ke-123 untuk pelanggan Kementerian Pertahanan RI/TNI AU.

PTDI sebagai sentra pengembangan produk aerospace generasi baru
Kesadaran akan pentingnya moda transportasi masa depan pesawat terbang e-VTOL berbasis Advanced Air Mobility (AAM) dengan teknologi terkini mendorong PTDI untuk mengambil perannya sebagai sentra pengembangan produk aerospace yang terbuka dan dapat diakses oleh perusahaan-perusahaan start-up yang berinisiatif mengembangkan produk aerospace generasi baru. Hal ini dilatarbelakangi oleh posisi PTDI yang merupakan satu-satunya pabrikan/OEM pesawat terbang di Indonesia yang sudah memiliki resources lengkap di industri dirgantara, yang dapat mendukung untuk merealisasikan pengembangan, manufaktur, hingga komersialisasi pesawat AAM.

Pada kesempatan Bali International Airshow hari kedua (19/09), Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan menyaksikan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara PT Vela Prima Nusantara (Vela) –salah satu partner PTDI dalam pengembangan pesawat AAM, dengan PT Sayap Garuda Indah (SGI Air Bali) untuk kolaborasi pengembangan produk Vela Alpha sampai dengan keberhasilan perolehan sertifikasi oleh otoritas penerbangan terkait, dalam hal ini Direktorat Kelaikudaraan & Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan RI, yang kemudian akan berlanjut kesepakatannya hingga pembelian unit Vela Alpha yang akan dioperasikan untuk mendukung sektor pariwisata, maupun penerbangan transfer. Adapun setelahnya Vela dan PTDI juga sepakati Framework Agreement untuk kerja sama dalam rekayasa, pengembangan dan produksi pesawat Vela Alpha.

Vela Alpha merupakan Lift & Cruise Aircraft dengan kapasitas 4 penumpang untuk VIP transport dan kapasitas 6 penumpang untuk economy transport. “Disini Vela membawa sub-scale aircraft yang berskala 1:3 untuk dipamerkan di Bali International Airshow 2024. Berikutnya Vela akan membangun pesawat technology demonstrator berskala 1:1 dengan target selesai pembangunan di akhir tahun 2025. Kedua pesawat tersebut adalah langkah Vela sebelum masuk tahap certification prototype aircraft,” ujar Rejeki Simanjorang, Direktur Teknologi Vela.

Di samping kerjasamanya dengan Vela, PTDI juga menjalin kolaborasi dengan start-up lainnya, yaitu PT Intercrus Aero Indonesia (Intercrus) untuk bersama-sama mengembangkan, mensertifikasi, memanufaktur dan komersialisasi produk multicopter berbasis AAM yang bernama Intercrus Sola dengan kapasitas 3 penumpang untuk memenuhi kebutuhan mobility transport. Pada kesempatan hari ini (19/09), PTDI dan Intercrus mengumumkan kerja samanya yang ditandai dengan penadatanganan Framework Agreement tentang kerja sama kegiatan preliminary design, feasibility study & full-scale prototype development Intercrus Sola, sebagai tindak lanjut dari kesepakatan MoU sebelumnya terkait kerja sama pengembangan, sertifikasi, manufaktur dan komersialisasi Intercrus Sola yang telah ditandatangani pada Juni 2024.

Kerja sama PTDI dengan masing-masing partner start-up tersebut merupakan bentuk komitmen PTDI dalam mewujudkan visi transportasi udara masa depan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Ini adalah produk inovasi yang diciptakan oleh generasi muda yang harus kita dukung, dan PTDI bersedia menjadi fasilitator dengan lembaga Pemerintah, akademisi dan beberapa industri terkait, untuk memastikan bahwa setiap aspek industrialisasi teknologi AAM ini dapat diterima dan diintegrasikan secara efektif dalam ekosistem aviasi yang ada, berlanjut sampai komersialisasi dan dioptimalkan pemanfaatannya oleh masyarakat Indonesia,” kata Moh Arif Faisal, Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI.