Turun jadi 348 Perjalanan per Hari, Berikut Jadwal Terbaru LRT Jabodebek

PT KAI melakukan penyesuaian jadwal perjalanan LRT Jabodebek mulai 25 September 2024. Penyesuaian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pola operasi, dengan tetap mendukung kebutuhan pengguna pada jam-jam sibuk juga untuk memaksimalkan perawatan.

Baca juga: Jadwal LRT Jabodebek Agustus Terbaru, Keberangkatan Terakhir Jam 11 Malam

Melalui penyesuaian ini, jumlah perjalanan LRT Jabodebek berkurang menjadi 348 perjalanan di hari kerja dari sebelumnya 358 perjalanan. Sedangkan pada akhir pekan tetap sebanyak 260 perjalanan per hari. Meskipun ada penyesuaian, jadwal tetap diprioritaskan untuk mendukung pengguna pada jam sibuk dengan pola operasi yang lebih efisien dan tepat waktu.

Volume pengguna LRT Jabodebek pada hari kerja di bulan September 2024 tercatat mencapai rata-rata 79.247 pengguna per hari. Adapun waktu paling padat terjadi pada pukul 06.00–08.00 saat pagi hari serta pukul 16.00–19.00 pada sore hari. Sejak beroperasi LRT Jabodebek telah menjadi pilihan mobilisasi pekerja. Tentu penyesuaian operasi LRT Jabodebek sangat mempertimbangkan kondisi ini.

Manager Public Relations, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan penyesuaian ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa jumlah perjalanan saat ini telah mencukupi untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna, khususnya pada jam sibuk. KAI juga memanfaatkan penyesuaian ini untuk menjaga keandalan operasional baik sarana ataupun prasarana LRT Jabodebek.

“Penyesuaian ini adalah bagian dari upaya kami untuk mengoptimalkan pola operasi, sehingga operasional LRT Jabodebek dapat berjalan lebih efisien sambil tetap memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna,” ujar Mahendro.

Jadwal Keberangkatan LRT Jabodebek:

Keberangkatan Pertama:
– Jatimulya – Dukuh Atas: 05.22
– Harjamukti – Dukuh Atas: 05.30
– Dukuh Atas – Harjamukti: 06.22
– Dukuh Atas – Jatimulya: 06.17

Keberangkatan Terakhir:
– Jatimulya – Dukuh Atas: 21.56
– Harjamukti – Dukuh Atas: 22.04
– Dukuh Atas – Harjamukti: 22.55
– Dukuh Atas – Jatimulya: 22.49

Baca juga: LRT Jabodebek Sabet Gelar di World Skill Competition 2024 dan DTKJ Award

KAI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna atas kepercayaan dan dukungannya terhadap layanan LRT Jabodebek. Saat ini operasional LRT Jabodebek sudah beroperasi sampai pukul 22.49 untuk Dukuh Atas – Jatimulya, dan pukul 22.55 untuk Dukuh atas – Harjamukti.

“Kami akan terus berupaya memberikan layanan yang optimal, aman, dan tepat waktu bagi seluruh pengguna. Penyesuaian ini merupakan langkah kami dalam menjaga keseimbangan antara efektivitas operasional dan kualitas pelayanan,” tutup Mahendro.

Vietjet dan Honeywell Kolaborasi Wujudkan Industri Penerbangan yang Ramah Lingkungan

Vietjet dan Honeywell Aerospace Technologies asal Amerika Serikat telah menandatangani perjanjian kerja sama dalam penyediaan layanan teknis avionik dan aviasi untuk armada pesawat modern dan hemat bahan bakar milik Vietjet.

Baca juga: Vietjet Rayakan 200 Juta Penumpang, Pengusaha India Jadi Penumpang ke-200 Juta

Perjanjian ini ditandatangani oleh Chief Executive Officer Vietjet, Dinh Viet Phuong, dan Joseph Vitulli, perwakilan dari Honeywell Aerospace Technologies. Kesepakatan tersebut menandai langkah penting dalam upaya berkelanjutan Vietjet untuk memodernisasi armadanya. Penandatanganan perjanjian ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Partai dan Presiden Vietnam, To Lam, saat kunjungan kerjanya di New York, Amerika Serikat, pada tanggal 24 September lalu.

Berdasarkan perjanjian ini, Vietjet akan mengimplementasikan program perawatan avionik dan APU (Auxiliary Power Unit) dari Honeywell pada pesawat berbadan lebar A330neo serta pesawat berbadan sempit generasi baru. Selain itu, perjanjian ini juga mencakup penggunaan Honeywell Flight Efficiency, sebuah solusi yang akan membantu mengurangi emisi dan memantau efisiensi bahan bakar di seluruh armada Vietjet.

Chief Executive Officer Vietjet, Dinh Viet Phuong, menyatakan, “Perjanjian ini menandai tonggak penting dalam kemitraan jangka panjang kami dengan Honeywell. Vietjet berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan transformasi ramah lingkungan  dengan berfokus pada pengurangan emisi dan perluasan jaringan penerbangan antarbenua. Teknologi mutakhir dari Honeywell ini akan memainkan peran yang sangat penting dalam membantu kami meningkatkan pelayanan kepada penumpang melalui penerbangan yang nyaman, berkualitas tinggi, aman, dan ramah lingkungan, serta mampu mendorong keberlanjutan sesuai dengan tujuan ESG kami.”

“Kami merasa sangat gembira dapat memperluas lingkup kolaborasi kami dengan Vietjet melalui perjanjian ini,” ujar Joseph Vitulli, perwakilan dari Honeywell Aerospace Technologies. “Kemitraan antara Honeywell dan Vietjet yang telah terjalin selama satu dekade ini akan terus mendukung maskapai ini dalam mencapai tujuan jangka panjangnya serta meningkatkan pengalaman yang dirasakan oleh para penumpang. Kami telah secara konsisten mengembangkan dan menerapkan beragam solusi untuk mengurangi jejak karbon, sehingga memungkinkan maskapai-maskapai penerbangan untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar mereka dengan menganalisis kinerja pesawat dan berbagi praktik terbaik di seluruh operasi mereka,” tambah Joseph.

Vietjet telah meraih peringkat keselamatan 7/7 bintang dari AirlineRatings dan secara konsisten diakui sebagai salah satu maskapai penerbangan bertarif rendah teraman di dunia sejak tahun 2018. Dengan armada pesawat baru yang efisien dalam penggunaan bahan bakar serta tingkat keandalan teknis yang mencapai 99,6%, Vietjet mengukuhkan posisinya di antara maskapai penerbangan terbaik di dunia. Melalui kemitraan dengan para pemimpin global dalam industri penerbangan seperti Honeywell, Vietjet berkomitmen untuk berinvestasi dalam teknologi penerbangan terkini untuk memastikan pengalaman terbang yang luar biasa bagi para penumpang di seluruh dunia.

Dalam upayanya untuk menjadikan perjalanan udara lebih terjangkau bagi semua orang, Vietjet menawarkan diskon hingga 50% untuk tiket Deluxe di seluruh rute penerbangannya. Penawaran ini mencakup empat rute yang menghubungkan Indonesia dan Vietnam, serta berbagai destinasi menarik di seluruh Vietnam dan kawasan Asia Pasifik.

Dengan harga tiket mulai dari Rp1.275.000 (belum termasuk pajak dan biaya), promo ini juga mencakup paket 3-in-1 yang menawarkan bagasi gratis 20kg, pemilihan kursi, dan opsi perubahan penerbangan yang fleksibel.

Para wisatawan Indonesia kini dapat terbang dengan Vietjet dari Jakarta dan Bali menuju Hanoi dan Ho Chi Minh, serta melanjutkan perjalanan mereka ke sejumlah destinasi populer lainnya seperti Da Nang, Phu Quoc, dan Nha Trang. Penawaran ini berlaku untuk pemesanan tiket dan periode perjalanan hingga 20 November 2024. Tiket dapat dibeli melalui www.vietjetair.com, aplikasi Vietjet Air, atau melalui agen resmi.

Jauh dari Kata ‘Pensiun’, Honeywell Rayakan 40 Tahun Usia Boeing 757 Test Bed

Continental, Legenda Bus Malam Eksekutif dengan Segala Keunikannya

Bicara soal bus antarkota antarprovinsi (AKAP) jarak jauh atau bus malam di Indonesia, nama Perusahaan Otobus (PO) Continental Megah Express atau Continental tidak boleh dilewatkan. PO asal Jakarta ini boleh dikatakan sebagai pelopor layanan bus malam yang menghadirkan layanan eksklusif.

Baca juga: Sebelum Naik Bus AKAP, Sebaiknya Ketahui Dulu Tarif Tiketnya

PO Continental memulai kiprahnya pada pertengahan 1970-an, melayani jalur “panas” Jakarta-Surabaya pulang pergi (PP), Jakarta-Malang PP, dan Jakarta-Denpasar (PP). Seiring berjalannya waktu, PO tersebut memperluas layanannya ke rute Jakarta-Palembang PP, Jakarta-Singaraja PP, dan Merak-Jakarta-Malang PP.

PO yang berkantor pusat di Jalan AM. Sangaji, Jakarta Pusat ini didirikan oleh seorang penggemar burung kicau bernama Teddy. Oleh karena itu, di masing-masing unit Continental tertulis nama-nama burung seperti taon-taon, colibri, pinguin, condor, dan lain-lain.

Mulai awal kemunculannya hingga pertengahan 1990-an Continental menggunakan corak warna (livery) bodi dengan warna dasar putih bergaris jingga,merah, dan kuning. Armada didominasi oleh bus bermesin depan yang terbilang ketinggalan zaman dibandingkan dengan kompetitornya, mulai dari Mercedes Benz LP911 saat awal kemunculannya hingga akhirnya digantikan dengan Mercedes Benz OF1113, Mitsubishi BM, Nissan CK, Nissan CB, dan Hino AK.

Saat Mercedes Benz mulai memproduksi mesin belakang,Continental juga sempat membeli beberapa unit dengan body dari karoseri MBM (Anem Cipto) dan German Motor Manufacturing (GMM). Walaupun demikian, jumlahnya masih kalah banyak dibandingkan dengan armada bermesin depannya.

Meskipun armadanya kurang menarik, Continental punya pelanggan setia lantaran terkenal dengan keramahan kru dan kebersihan unitnya. PO tersebut juga menjadi pilihan penumpang yang ingin beristirahat sepanjang perjalanan karena tidak melengkapi unitnya dengan fasilitas televisi dan pemutar video atau musik.

Continental juga dikenal dengan kedisiplinan waktu keberangkatan dan kedatangannya yang nyaris tak pernah meleset dari jadwal. Awaknya juga dikenal tak pernah mengompreng atau menaikkan penumpang di luar terminal atau agen resmi.

Pada pertengahan 1990-an era baru Continental dimulai, kepemilikan dan pengelolaannya berpindah ke PT PT Mitra International Resources Tbk (d/h PT Mitra Rajasa Tbk.), perusahaan yang mengelola angkutan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Perpindahan ini ditandai dengan perubahan livery menjadi putih dengan siluet tiga macan melompat berwarna ungu kombinasi.

Armada yang digunakan juga berganti dengan Mercedes Benz OH 1518, Mercedes Benz OH 1521, dan Hino RG untuk kelas eksekutifnya. Semuanya menggunakan bodi dari karoseri Rahayu Santosa, yakni Euroliner, Concerto, dan Millenium.

Di bawah pengelolaan Mitra Rajasa muncul pula kelas layanan baru AC 2-3 menggunakan Hino AK berbodi Rahayu Santosa Euroliner. Unit serupa juga digunakan oleh perusahaan tersebut untuk layanan bus kota.

Baca juga: Bus AKAP Bakal Terapkan Pola Komuter, Naik dan Turunkan Penumpang di Terminal Tengah Kota 

Continental mulai meredup namanya pada awal 2000-an. Layanannya mengalami penurunan signifikan, mulai dari armada yang kurang terawat hingga awaknya yang kerap mencari penumpang di jalan. Satu demi satu unitnya dijual hingga akhirnya habis tak bersisa. (Bisma Satria)

Mengenal Aircraft Skin Tag, Gantungan Kunci dari Kulit Asli Pesawat

Bisnis pesawat purna tugas lama-kelamaan semakin diminati. Sebab, 6.000 pesawat dalam 20 tahun mendatang akan mencapai akhir jam terbangnya. Lantas pesawat tua dibuang ke mana? Sebagian mungkin bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga.

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A380 Dijual Rp415 Ribu!

Melihat hal itu, riset di Eropa coba mencari teknik pembuangan yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Jadi, terlalu sayang untuk dibuang begitu saja, selain untuk menyelamatkan lingkungan.

Valliere Aviation, salah satu raksasa daur ulang pesawat tua di Eropa, mengerti betul betapa menggiurkannya pesawat tua.

Biasanya pesawat tua dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik.

Semua itu untuk dijual kembali di pasar suku cadang internasional. Namun, itu bukan bisnis satu-satunya. Di luar itu, salah satu bisnis daur ulang pesawat yang paling familiar adalah gantungan kunci dari kulit asli pesawat atau aircraft skin tag.

Gantungan kunci asli dari bagian Airbus A380. Foto: Pinterest

Aircraft skin sendiri adalah kulit luar pesawat yang menutupi hampir seluruh badan sampai sayap pesawat. Dikarenakan ini merupakan bisnis daur ulang, tentu, aircraft skin yang digunakan untuk membuat gantungan kunci datang dari pesawat-pesawat yang sudah pensiun.

Dilansir skyart.com, biasanya produsen aircraft skin tag hampir pasti mempertahankan warna cat asli pesawat. Selain untuk menekan biaya, itu juga meningkatkan nilai jual dari gantungan kunci itu sendiri.

Nilai jual di sini datang dari prestisiusitas pesawat yang digunakan sebagai gantungan kunci. Semakin langka, ikonik, dan legendaris pesawatnya, tentu semakin tinggi harga jual aircraft skin tag-nya.

Informasi terkait riwayat pesawat, mulai dari awal diproduksi sampai resmi dipensiunkan maskapai, juga tertera di masing-masing gantungan kunci melalui kode QR yang tertera. Jadi, nilai sejarah dan prestiusitas pesawat benar-benar jadi penentu harga jual, di samping berbagai faktor lainnya.

Baca juga: Boeing Jual Furniture dari Suku Cadang Asli Pesawat 747 hingga F-4 Phantom! Segini Harganya

Sebagai contoh, gantungan kunci dari badan pesawat asli Airbus A380 harganya pasti lebih mahal dibanding pesawat lain di bawahnya.

Di situs aviationtag.com, perusahaan pendaur ulang pesawat yang berbasis di Cologne, Jerman, tertera gantungan kunci dari badan pesawat asli Airbus A380 dijual seharga mulai dari Rp415.000. Sedangkan harga aircraft skin tag dari pesawat asli Boeing 737 Batavia Air yang dijual di Tokopedia dijual seharga Rp325.000.

Korean Air Jual Koleksi “Name Tags and Golf Ball Markers” Daur Ulang dari Kulit Boeing 777-200ER

Korean Air telah merilis produk daur ulang terbarunya, yakni label nama dan penanda bola golf (name tags and golf ball markers )– yang dibuat dari pesawat Boeing 777 yang sudah tidak digunakan lagi. Produk-produk tersebut merupakan koleksi keempat maskapai yang terdiri dari barang-barang daur ulang dari pesawat yang sudah tidak digunakan lagi, yang menggarisbawahi komitmen berkelanjutannya terhadap keberlanjutan.

Baca juga: Mengenal Aircraft Skin Tag, Gantungan Kunci dari Kulit Asli Pesawat

Koleksi baru ini menggunakan ‘kulit’ pesawat Boeing 777-200ER (Extended Range) yang sudah dibongkar, dengan nomor registrasi HL7721. Pesawat tersebut mulai beroperasi pada Oktober 2003, menyelesaikan 11.637 penerbangan ke 98 tujuan dan menempuh jarak hampir 63 juta kilometer sebelum dipensiunkan pada Mei 2020.

Digunakan kembali dari badan pesawat, label nama dan penanda bola golf tersebut terbuat dari duralumin, paduan yang ringan namun kokoh. Warna setiap item – mulai dari biru langit hingga merah – bergantung pada bagian badan pesawat tempat asalnya. Setiap produk memiliki nomor seri sendiri, yang menambah nilai koleksinya.

Desain label nama ini terinspirasi oleh sayap ekor pesawat untuk membangkitkan kenangan perjalanan udara. Logo Korean Air ditampilkan bersama dengan jenis pesawat dan nomor registrasi. Label tersebut dapat dipersonalisasi melalui proses pengukiran.

Penanda bola golf hadir dalam dua desain yang khas. Satu menampilkan logo Korean Air dengan jenis pesawat dan nomor registrasi yang diukir dalam berbagai warna, sementara yang kedua menampilkan simbol Taeguk tradisional dari bendera Korea pada latar belakang biru langit. Kedua desain tersebut dilengkapi magnet di bagian belakang.

Produk eksklusif ini tersedia untuk dibeli melalui e-skyshop Korean Air. Korean Air telah menciptakan produk daur ulang menggunakan pesawat yang sudah tidak digunakan lagi sejak 2021. Label nama pertama dari Boeing 777-200ER dibatasi hingga 4.000 buah dan terjual habis dalam satu hari.

Selain material pesawat, Korean Air juga mendaur ulang barang-barang dalam pesawat. Maskapai ini merilis kantong kosmetik daur ulang menggunakan rompi pelampung kabin yang sudah tidak dipakai lagi dan membuat kantong botol air panas yang terbuat dari selimut pesawat yang sudah tidak dipakai lagi, serta kantong pertolongan pertama yang terbuat dari seragam pilot dan awak kabin bekas. Produk-produk tersebut disumbangkan ke masyarakat setempat.

Korean Air mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk memproduksi barang-barang daur ulang yang ramah lingkungan, “memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk memiliki sepotong sejarah penerbangan sekaligus mendukung lingkungan.”

Boeing 777 Etihad Airways Dijual Rp 400 Ribuan, Begini Cara Belinya

Wujudkan Stasiun Ramah Disabilitas, Whoosh Layani Lebih dari 10.000 Penumpang Prioritas

KCIC kembali menegaskan komitmennya untuk menyediakan layanan transportasi yang nyaman dan ramah untuk semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Selama 2024 sudah lebih dari 10 ribu penumpang prioritas yang menggunakan Whoosh untuk mobilitasnya dari Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya.

Baca juga: Pusat Gempa 5 SR Kab. Bandung Dekat Jalur Whoosh, PT KCIC: Sensor dan CCTV Deteksi Tak Ada Kerusakan

Data tersebut tercatat melalui permintaan khusus dari penumpang untuk membantu memudahkan aktivitasnya dan laporan resmi petugas pada evaluasi harian KCIC.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, KCIC memprioritaskan penumpang yang membutuhkan penanganan khusus seperti penyandang disabilitas, lansia, anak-anak tanpa pendamping, ibu hamil dan menyusui hingga orang yang bepergian dalam kondisi sakit, akan dibantu agar dapat menggunakan layanan Whoosh dengan nyaman.

“KCIC ingin memastikan bahwa setiap penumpang, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, bisa merasakan kenyamanan dan keamanan saat menggunakan layanan Kereta Cepat Whoosh,” ujar Eva.

Pada 2024, Stasiun Halim menjadi stasiun yang paling banyak melayani penumpang berkebutuhan khusus yaitu sebanyak 4.600 ribu penumpang, selanjutnya diikuti Stasiun Padalarang sekitar 3.200 penumpang dan Tegalluar 2.200 penumpang berkebutuhan khusus.

Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan transportasi yang nyaman untuk kebutuhan masyarakat beraktifitas, KCIC telah menerapkan berbagai inovasi yang mendukung aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di seluruh stasiun dan kereta Whoosh.

Di stasiun fasilitas khusus yang disediakan meliputi ruang Jemput Khusus, lantai Tactile, Tombol Braille, Lift, Loket dan Toilet Khusus disabilitas, Informasi Audio Visual, Ramp Kursi Roda, Gate Khusus, dan Kursi Tunggu Prioritas.

Sementara di kereta terdapat juga sejumlah fasilitas ramah disabilitas seperti Toilet Khusus Disabilitas dengan luasan yang memudahkan penumpang dengan kursi roda melakukan pergerakan hingga 180 derajat. Lainnya terdapat juga 32 Kursi Prioritas dengan lokasi strategis, Rak Penyimpanan Kursi Roda, Informasi Audio Visual dan Ramp untuk kursi roda.

Seluruh petugas Whoosh siap mendampingi penumpang priortias dari stasiun, diterima oleh Kondektur maupun Pramugari Whoosh untuk diantarkan ke kursi yang telah dipesan, hingga nantinya disambut oleh petugas di stasiun kedatangan.

KCIC juga terus mengedepankan integrasi antarmoda yang lengkap dan nyaman di seluruh stasiun Whoosh. Melalui integrasi yang lengkap dan baik, Stasiun Halim mendapatkan penghargaan dari Dewan Transportasi Kota Jakarta sebagai Fasilitas Integrasi Moda Teramah Disabilitas.

Di Stasiun Halim, terdapat konektivitas intermoda dengan layanan LRT Jabodebek, Bus menuju Bandara Soekarno-Hatta, Shuttle menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Bus Transjakarta, Taksi, dan Transportasi Online. Seluruh layanan tersebut sudah dilengkap fasilitas konektivitas yang lengkap dan nyaman untuk memudahkan seluruh penumpang disabilitas dalam mengaksesnya.

Belum Genap Setahun Beroperasi, Penumpang Whoosh Sudah Tembus 5 Juta dari 154 Negara

Gunakan Pesawat Jet Bermesin Empat, Presiden Jokowi Hari ini Mendarat Perdana di Bandara IKN

Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi akan mendarat pertama kali di Bandara IKN (Nusantara) hari ini, Selasa, 24 September 2024. Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, membenarkan rencana Jokowi di Ibu Kota Nusantara (IKN) hari ini melalui pesan singkat kepada Tempo.

Baca juga: BAe-146 200 “Republik Indonesia” – Pesawat Jet Empat Mesin Pertama yang Mendarat di Bandara Internasional Yogyakarta

“Beliau akan menumpang Pesawat Kepresidenan RJ 85 dari Pontianak menuju Bandara IKN,” kata Yusuf. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan timnya telah melakukan uji coba pendaratan di Bandara IKN pada Jumat, 20 September. Menurut menteri, pesawat yang digunakan untuk uji coba pendaratan tersebut memiliki kapasitas kualifikasi yang sama dengan pesawat kepresidenan.

Sebelum terbang perdana ke Bandara IKN, Jokowi akan terlebih dahulu menyaksikan penyuntikan bauksit perdana dari pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 1 milik PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) yang berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Pesawat Kepresidenan RJ 85 atau BAe-146 200 dengan livery merah putih. Dari segi usia, pesawat kepresidenan ini sudah tidak muda lagi usianya, lantaran merupakan peninggalan era Soeharto.

Tentu menjadi pertanyaan menarik, mengapa level kepresidenan tertarik dengan BAe-146? Dari sisi performa, pesawat ini sanggup mendarat dan lepas landas dari lapangan terbang yang sederhana, dan tak perlu landasan yang terlalu panjang, pasalnya dengan sokongan empat mesin, dorongan tenaga yang dihasilkan lumayan besar. Sementara dari aspek keamanan, bekal empat unit mesin tentu memberi level safety lebih baik, tatkala ada satu atau dua mesin yang gagal berfungsi.

Keunggulan BAe-146 diantaranya pesawat telah dilengkapi EFIS (Electronic Flight Instument System) yang modern. Adopsi empat mesin ini kabarnya dibuat untuk mengurangi kebisingan, pasalnya jenis mesin yang digunakan berukuran kecil dan di saat yang bersamaan mempunyai tenaga cukup besar untuk lepas landas di landasan pendek, kemampuan ini disebut STOL (Short Take Off and Landing). Pihak pabrikan, yakni British Aerospace (BAe) menggunakan lapisan peredam suara tambahan yang dipasang ke dalam mesin.

Untuk kepentingan navigasi ada bekal EGPWS (Enhanced Ground Proximity Warning System). EGPWS adalah alat hasil pengembangan yang lebih canggih dari GPWS, yakni alat untuk memberikan peringatan pada penerbang jika pesawat mendekati/akan menabrak daratan/terrain.

Menurut Kepala Desainer BAe 146, Bob Grigg, sejak awal proses desain, pesawat ini dirancang untuk mudah dioperasikan dan menawarkan biaya operasional bagi operator serendah mungkin. BAE Systems menegaskan, keuntungan mengadopsi empat mesin di antaranya termasuk kinerja yang unggul saat lepas landas dari landasan pacu pendek. Daya listrik terutama disediakan oleh generator yang terletak pada masing-masing mesin.

Cessna Citation Longitude, Profil Pesawat Jet Angkut Penumpang yang Mendarat Perdana di Bandara Nusantara

Airbus: Pasar Layanan untuk Pesawat Terbang di Asia-Pasifik Akan Meningkat Dua Kali Lipat dalam 20 Tahun Ke Depan

Pasar layanan untuk pesawat komersial di kawasan Asia-Pasifik akan meningkat dua kali lipat nilainya dari US$52 miliar saat ini menjadi US$129 miliar pada tahun 2043, menurut laporan Perkiraan Layanan Global (Global Services Forecast/GSF) terbaru dari Airbus.

Baca juga: Lawan Hegemoni Barat, Iran Gandeng Rusia, Cina, dan India Bentuk Konsorsium Perawatan Pesawat

Peningkatan tersebut didorong oleh permintaan atas sekitar 19.500 pesawat baru untuk kawasan Asia Pasifik, didukung pula oleh tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) lalu lintas penumpang di kawasan ini sebesar 4,81 persen.

Seiring dengan meningkatnya lalu lintas udara tahunan, pertumbuhan armada, dan kebutuhan akan pesawat yang lebih digital dan terkoneksi, pertumbuhan permintaan layanan untuk pesawat akan terlihat pada seluruh kebutuhan operasional mulai dari pengiriman unit pesawat hingga akhir masa pakai, termasuk di dalamnya pemeliharaan armada, modernisasi pesawat, dan pelatihan.

Di antara berbagai segmen bisnis jasa di Asia Pasifik, pasar Pemeliharaan (Maintenance) akan meningkat dua kali lipat dari US$43 miliar menjadi US$109 miliar (CAGR +5,0%). Sektor Peningkatan dan Modernisasi diproyeksikan akan turut tumbuh dari US$5,1 miliar menjadi US$13 miliar (+5,1% CAGR), sementara Pelatihan dan Operasional diperkirakan akan meningkat dari US$4,1 miliar pada tahun 2024 menjadi US$7,6 miliar pada tahun 2043 (+3,3% CAGR).

Airbus mengantisipasi kebutuhan 999.000 tenaga profesional terampil baru di kawasan ini (hampir 45% dari tenaga kerja global) selama 20 tahun ke depan, yang terdiri dari 268.000 pilot baru, 298.000 teknisi baru, dan 433.000 awak kabin baru.

“Kawasan Asia-Pasifik akan mencatatkan volume pertumbuhan dan aktivitas terbesar dalam hal layanan purnajual (aftermarket), dengan banyak peluang untuk efisiensi tambahan, penyederhanaan, dan operasional yang berkelanjutan. Airbus akan senantiasa mengambil peran penting dalam mendukung para maskapai dan umumnya seluruh industri penerbangan dalam menanggapi peluang tersebut,” kata Cristina Aguilar Grieder, Senior Vice President Customer Services Airbus.

Bagaimana Perawatan Mesin Pesawat Dilakukan? Ini Jawabannya

KAI Services Gelontorkan CSR ke SMAN 4 Surakarta, Salah Satu Alumninya Didiek Hartantyo Dirut PT KAI

Dalam rangka memajukan dunia Pendidikan dan sebagai wujud tanggung jawab sosial (CSR) KAI Services kepada masyarakat, Jumat (20/9) KAI Services memberikan bantuan di bidang Pendidikan kepada SMAN 4 Surakarta. CSR disalurkan dalam bentuk Pojok Baca dan peralatan olahraga pada kegiatan KAI Mengajar dalam rangkaian acara KAI TJSL Fest 2024 yang diadakan pada 17 – 20 September 2024.

Baca juga: Delegasi ASEAN Railway CEO Nikmati Layanan KAI Services di Kereta Compartment Suite Class

Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, mengatakan, sebagai perusahaan, pihaknya memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun PT KAI ke-79 pada 28 September 2024 mendatang, KAI Services memberikan secara simbolis bantuan kepada sekolah tempat dahulu Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo mengenyam pendidikan menengah atas itu, sebagai wujud rasa kepedulian perseroan pada dunia pendidikan di Indonesia.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial kami bagi adik-adik siswa SMAN 4 Surakarta, sesuai kata pepatah, buku adalah jendela dunia jadi kami hadirkan Pojok Baca agar para siswa gemar membaca dan membuka cakrawala dunia lewat membaca buku. Apalagi saat ini kita di tengah – tengah tsunami perkembangan teknologi gadget yang membuat buku ditinggalkan. Selain itu kami pun memberikan peralatan olahraga sebagai alat penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah ini,” ujarnya.

Firhan menambahkan, dalam pemberian bantuan ini diharapkan dapat membuat siswa- siswi lebih semangat dalam menimba ilmu untuk keberlanjutan pendidikan mereka masa depan.

Baca juga: Tingkatkan Pelayanan Parkir di Stasiun Pasar Senen, KAI Services Siapkan Area Parkir Lebih Nyaman

KAI Services bersama KAI Group juga terus berkomitmen untuk mendukung kegiatan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian pada lingkungan sekitar.

Sebelumnya PT KAI mengadakan kegiatan bertajuk TJSL Fest yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, pada 17 – 20 September 2024. Dalam rangkaian acara ini, diisi dengan beragam kegiatan di antaranya layanan berobat gratis di Rail Clinic, Bazar UMKM, Pelatihan Sahabat Difabel, KAI Mengajar, dan Penanaman Pohon.

Serba Canggih, Halte Bus di Seoul Dilengkapi Teknologi Kecerdasan Buatan dan Panel Surya

Seoul, ibu kota Korea Selatan ini memperkenalkan halte bus pintar di area Gerbang Sungnyemun. Halte ini didesain modular dengan teknologi tinggi yang dilengkapi dengan pendingin dan pemanas ruangan, pembersih udara, akses WiFi publik, LED pintar serta fasilitas keselamatan untuk membantu meningkatkan pengalaman serta kenyamanan para pengguna jasa.

Baca juga: Imbangi Pertumbuhan Smart City, Konsorsium ini Hadirkan Halte Bus Pintar Pertama di Jepang!

KabarPenumpang.com melansir smartcitiesworld.net, halte bus ini juga dibekali dengan teknologi kecerdasan buatan dan membantu memandu calon penumpang tunanetra naik dan turun dari bus. Selain itu, teknologi kecerdasan buatan juga memberikan ‘bantuan’ bahasa asing serta menampilkan waktu kedatangan bus.

Pemerintah Metropolitan Seoul (SMG) berencana untuk memperkenalkan halte tambahan di area Universitas Hongik dan di area Stasiun Hapjeong dan di area Gonghang-daero. Hebatnya lagi, halte bus ini juga dapat menghasilkan energi listrik sendiri melalui panel surya di yang terdapat di atapnya.

Semua fungsi di dalam halte dikendalikan secara real-time melalui sistem kontrol terintegrasi dan Internet of Things (IoT). Berdasarkan data Topis (operasi transportasi Seoul dan layanan informasi), halte dapat menentukan di mana bus seharusnya berhenti, mengontrol pembukaan/penutupan pintu kasa dan kontrol iklim.

Untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19, SMG melaporkan pintu kasa akan tetap terbuka selama periode ini sementara pensteril udara inframerah akan memurnikan udara dan pembersih tangan juga akan tersedia. Kualitas udara secara otomatis diukur dan ditampilkan pada layar elektronik.

Halte bus ini juga dilengkapi dengan fitur keselamatan lainnya termasuk sistem video cerdas dan CCTV. Bagi penumpang lansia atau sulit naik ke bus tinggi maka bisa menekan tombol peringatan saat menunggu bus. Sehingga nantinya mereka akan diberitahu kapan bus berlantai rendah (low deck) akan tiba di halte.

Tak hanya itu, pada saat yang sama, pesan peringatan juga dikirim ke pengemudi bus bahwa ada penumpang yang sedang menunggu. SMG mengatakan akan melanjutkan uji coba smart shelter dan kemudian menganalisis data laba atau biaya operasi untuk menginformasikan peluncuran lebih lanjut.

“Seoul akan berusaha untuk berkontribusi dalam meningkatkan kenyamanan transportasi bagi penumpang bus dengan menganalisis kelayakan dan efektivitas proyek secara menyeluruh, dan tentunya menampung keluhan warga untuk menemukan solusinya”, kata Baek Ho, wakil walikota untuk transportasi kota, Pemerintah Metropolitan Seoul.

Nunggu Bus di Halte ini Bisa Bikin Tambah Pintar, Lho!