Naik Kereta Api ke Bandung Cuma Bayar Rp12 Ribu, Beneran?

Bagi penikmat travelling dengan harga murah pasti sudah diidamkan dan dijalani semua orang. Apalagi menggunakan transportasi yang aman dan nyaman. Tentu kereta api menjadi pilihan masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di Pulau Jawa. Bagi traveler yang doyan naik kereta api sebelum melakukan perjalanan pastinya selalu cek jadwal perjalanan untuk menentukan hari yang pas untuk melakukan perjalanan dan juga jam yang tepat. Tak ketinggalan harga yang lumayan ekonomis.

Baca juga: Satu Layanan Bisa Beda Tarif, Kenali Sub Class di Kereta Api

Bepergian ke tempat yang tidak terlalu jauh dari Kota Jakarta, sebut saja Kota Bandung. Ternyata ada lho, naik kereta api dari Jakarta ke Bandung cukup dengan bayar tiket yang super murah.

Bagi masyarakat pengguna kereta api, tentu ada alasan tersendiri sebagai penumpang. Karena nyaman, ketepatan waktu, aman, dan harga terjangkau. Contohnya jika perjalanan ke Kota Bandung ada pilihan untuk menggunakan kereta api. Sebut saja jika menggunakan Kereta Api Argo Parahyangan. Dengan waktu 2 setengah jam penumpang bisa merasakan perjalanan yang cukup cepat dari Jakarta ke Bandung kelas Ekonomi dan Eksekutif dengan tarif diatas Rp90 ribu.

Ada juga tarif menengah yang akan membawa penumpang kereta api untuk perjalanan dari Jakarta (Pasar Senen) ke Bandung (Kiaracondong), yaitu Kereta Api Serayu. Tarif KA Serayu dengan kelas ekonomi jarak jauh ini sebesar Rp 63 ribu dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Beda dengan kelas ekonomi KA Argo Parahyangan yaitu ekonomi Ekonomi Premium kursi 2 + 2, untuk KA Serayu rangkaian kelas ekonomi kursi 2 + 3. Sebenarnya untuk rute KA Serayu adalah Jakarta (Pasar Senen) – Purwokerto, tapi lewat jalur selatan yaitu Kota Bandung.

Jakarta Bandung Bisa Naik KA yang Murah Banget
Selain pilihan KA Argo Parahyangan dengan perjalanan singkat dan KA Serayu murah tapi sedikit lama. Kini ke Bandung juga bisa menggunakan tarif yang super murah. Yaitu hanya cukup membayar total Rp12 ribu saja. Ya, memang kenyataannya benar. Cukup naik kereta lokal sedikitnya 2 kali kalian bisa sampai ke Bandung dari Jakarta.

Namanya juga kereta lokal, tarifnya murah dan waktu tempuh perjalanannya pasti lebih lama bahkan hampir butuh waktu seharian. Jika ingin menggunakan kereta api lokal dari Jakarta ke Bandung, terlebih dahulu naik KRL (Kereta Rel Listrik) dengan tujuan Stasiun Cikarang. Saat di Stasiun Cikarang, kalian bisa naik Kereta Lokal Walahar. Berangkat Cikarang: 11.20 WIB – tiba Purwakarta: 13.20 WIB, atau berangkat Cikarang: 15.35 WIB – tiba Purwakarta: 17.05 WIB dengan tarif hanya Rp4.000,-

Jika sudah tiba di Stasiun Purwakarta, kalian bisa transit atau berpindah kereta lokal lainnya, yaitu KA Lokal Cibatu. Keberangkatan Purwakarta: 17.35 WIB – tiba di Padalarang: 19.32 WIB, tiba di Cimahi: 19.48, tiba di Bandung: 20.05 WIB dan tiba di Kiaracondong: 20.56 WIB. Jika ingin meneruskan sampai Stasiun Cibatu dengan jadwal tiba pada pukul 22.53 WIB. Tarif KA Lokal Cibatu hanya Rp 8.000,-. Bila di total tarif Jakarta ke Bandung cukup mengeluarkan biaya Rp12 ribu saja.

Bagaimana kalau sebaliknya, apa tetap murah? Naik lokal dari Bandung ke Jakarta pun tetap murah yaitu dengan total Rp12 ribu saja. Jika kalian menggunakan KA Lokal Cibatu dengan keberangkatan awal Stasiun Cibatu pada pukul 10.35 WIB, kalian bisa naik dari Kiaracondong pada pukul 12.54 WIB, dari Bandung pukul 13.37 WIB, dari Cimahi pukul 13.54 WIB dan dari Padalarang pukul 14.26 WIB – tiba di Stasiun Purwakarta pada pukul 16.14 WIB. Lalu kalian bisa transit di Stasiun Purwakarta dengan naik KA Lokal Walahar tujuan Cikarang.

Baca juga: Dompet Digital Terus Berkembang, KAIPay Mudahkan Penumpang Bertransaksi Tiket Kereta

Keberangkatan dari Purwakarta pada pukul 17.45 WIB – tiba di Cikarang pada pukul 19.10 WIB. Sebagai catatan KA Lokal tersebut berhenti di semua stasiun besar dan kecil, tak heran waktu tempuhnya juga pasti sangat lama. Bagaimana, tertarik naik kereta api dengan tarif murah? (PRAS – Cinta Kereta Api)

Bogie K5 Jadi Populasi Terbanyak Digunakan Kereta Api Indonesia

Bogie pada sarana perkeretaapian memang memiliki fungsi masing – masing sesuai dengan kegunaannya untuk angkutan barang maupun penumpang. Waktu tempuh yang dimiliki pun beragam. Mulai dari 50 km per jam hingga 120 km per jam.

Baca juga: Cara Mudah Pelajari Kodefikasi Batas Kecepatan Kereta Api

Konstruksi bogie sendiri terdiri dari pemasangan susunan pegas yang lebih banyak antara roda dan rangka bogie. Konstruksi bogie tersebut dapat dengan mudah melewati tikungan bahkan melintasi wesel kereta api. Namun, bogie yang paling sering digunakan khususnya untuk angkutan penumpang adalah bogie jenis NT 11 (K5).

Digunakan Semua Jenis Kelas Kereta Api
Bisa dibilang jenis Bogie K5 merupakan bogie yang paling banyak dipakai untuk segala jenis kereta api angkutan penumpang. Kelas Eksekutif, Bisnis, maupun Ekonomi yang biasa menggunakan bogie jenis K5. Kereta – kereta yang menggunakan bogie K5 diproduksi oleh berbagai pabrik Yugoslavia, Hongaria, Jepang, bahkan Indonesia (PT INKA).

Selama ini dinilai bahwa bogie K5 merupakan jenis bogie yang paling sesuai dengan kondisi jalan rel di Indonesia.

Bogie ini masih digunakan sejak jaman PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) hingga saat ini. Namun, bogie K5 yang sudah berusia tua dan tidak lagi digunakan, bahkan sudah ada yang dikonservasi kebagian pembuangan kereta api di Stasiun Purwakarta, Stasiun Cikaum dan Stasiun Pasirbungur. Untuk bogie K5 saat ini adalah murni produksi PT INKA Madiun untuk digunakan dibeberapa kereta penumpang dan merupakan bogie yang sudah di upgrade ketahanan dan kenyamana pegasnya supaya saat dipejalanan lebih terasa halus. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Mengenal Marka Batas Kecepatan Kereta Api

Tentu saja setiap transportasi memiliki batas kecepatan yabg dapat kita lihat pada speedometer kendaraan. Bahkan bisa terlihat dipinggir jalan terdapat marka batas kecepatan. Selain dijalan raya, marka batas kecepatan pun terdapat pada perjalanan KA yang berada dipinggir rel kereta api. Rambu ini mengisyaratkan dan berfungsi untuk mengetahui berapa kecepatan kereta api yang dilintasi daerah tersebut.

Baca juga: Cara Mudah Pelajari Kodefikasi Batas Kecepatan Kereta Api

Marka Batas Kecepatan atau biasa disingkat Taspat biasanya ditulis dengan angka satuan, mulai dari angka 1 yang berarti 10 km per jam dan seterusnya hingga angka 9 yang berarti 90 km per jam. Misalnya jika masinis melihat angka 5 saat melintas berarti harus dibatasi kecepatannya yaitu 50 km per jam. Masinis pun wajib mematuhi Marka Taspat tersebut.

Marka Taspat ini berupa angka yang tercetak dalam lingkaran pada papan plat besi dipasang di sisi kanan arah laju kereta api.

Siapa yang Berwenang Memasang Marka Taspat?
Nah, Marka Taspat ini kira – kira siapa yang berwenang memasangnya? Marka ini dipasang oleh Distrik Jalan Rel berdasarkan perintah Distrik Jalan Rel dan Jembatan PT KAI (Persero). Lalu mengapa disetiap jalur, Marka Taspat dipasang berbeda angkanya? Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi jalan disetiap aera yang berbeda.

Misalnya jika Marka Taspat menunjukkan angka 1 berarti kondisi di area jalan rel rawan pasca bencana alam seperti pasca tanah longsor, berarti kecepatan harus dibatasi 10 km/jam. Kemudian angka 2 ataupun 3 yakni dibatasi 20 atau 30 km per jam, biasanya saat kereta api memasuki wesel stasiun saat kereta api akan berbelok. Lalu angka 9, biasanya kecepatan ini berada di area track lurus ataupun berbelok saat kereta api mampu bisa berjalan dengan berkecepatan tinggi walaupun dibatasi kecepatannya hingga 90 km per jam. (PRAS – Cinta Kereta Api)

Dibekali Pelatihan Khusus, Inilah Rincian Tugas Pramugari Bus AKAP Premium

Masih ingat dengan pramugari atau pramugara di bus AKAP? Mereka ini yang akan membantu penumpang dalam segala hal seperti memasukkan tas, melayani kebutuhan penumpang saat perjalanan dan lainnya.

Baca juga: Ada Pramugari di Bus AKAP, Perjalanan Lintas Darat Jadi Terasa Eksklusif

Nah, belum lama ini, tim KabarPenumpang.com bertemu langsung dengan seorang pramugari bus dari perusahaan otobus (PO) dari Sudiro Tungga Jaya. Pramugari itu bernama Helena Trianis. Wanita 22 tahun ini mengaku dirinya sudah menjadi pramugari bus selama setahun belakangan.

Helen mengatakan, dirinya mulai bergabung dengan PO Sudiro Tungga Jaya pada November 2020 kemarin. Dia menjelaskan bahwa pramugari di bus itu berada di armada tiktok atau putar balik yang menggunakan sasis premium

“Untuk pramugari ada di armada tiktok (putarbalik) yang menggunakan sasis premium, kalo armada selain itu gak ada pramugarinya,” ujar pemilik Instagram @hlntrianis.

Menurutnya di PO tempatnya bekerja ada training untuk para pramugari termasuk dengan ‘on job training’. Dalam training inilah nantinya akan dijelaskan mengenai SOP perusahaan, dan apa-apa saja yang harus dilakukan sebagai seorang pramugari bus.

“Kalau di PO Sudiro, untuk barang bagasi bawah ada kru yang urus. Tugas pramugari ngambil setoran dari agen-agen tiket yang dilalui, cek manifes penumpang termasuk menanyakan tujuan akhir penumpang dan menjelaskan rute yang dilalui bus”

“Untuk bagasi atas (di dalam bus) tugas pramugari, mengecek barang bawaan penumpang semisal ada yang ketinggalan dan juga kordinasi dengan agen-agen tiket, tugas pramugari,” Helen menambahkan.

Sedangkan untuk kebersihan bus, Helen mengatakan, dalam pencuciannya dilakukan di terminal dan pramugari hanya membersihkan kaca dalam bus, menyemprotkan pewangi, desinfektan, merapikan bantal da selimut.

Baca juga: Ada Pramugari di Bus AKAP, Dari Layani Penumpang Hingga Turunkan Barang di Bagasi

“Biasanya untuk merapikan selimut saya cicil sebelum terminal tujuan akhir. Biasanya kan penumpang sudah mulai turun dan sisa sedikit di dalam bus. Tapi kalo penumpang masih banyak ya berarti saya rapikan di terminal pemberhentian akhir” jelasnya.

Dear Penumpang Pesawat: BBN Airlines Indonesia Buka Rute Jakarta-Surabaya, Harga Tiketnya Paling Murah!

Maskapai pendatang baru, BBN Airlines Indonesia, akhirnya mulai melayani angkutan niaga berjadwal baik penumpang maupun kargo. Penerbangan perdana dilakukan pada hari ini, Jumat, 27 September 2024, dari Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) ke Bandara Juanda (Surabaya).

Baca juga: Raih Sertifikasi Operasi Udara, BBN Airlines Segera Ramaikan Penerbangan Domestik di Indonesia

Sejauh ini, rute penerbangan penumpang hanya tersedia di Jakarta-Surabaya PP, menggunakan pesawat sejuta umat, Boeing 737-800.

Pantauan kabarpenumpang.com di salah satu aplikasi online travel agent, untuk penerbangan besok, tiket maskapai BBN Airlines menjadi yang paling murah mulai Rp946.608/pax, selisih sekitar Rp100 ribu dari tiket termurah lainnya dari Citilink yang dijual mulai Rp1.054.061/pax.

Jam keberangkatan juga tergolong kompetitif, dimana BBN Airlines berangkat pukul 17.20 WIB dan tiba pukul 18.45. Sedangkan Citilink berangkat pukul 17.05 sampai di SUB pukul 18.45 WIB. Dengar harga lebih murah dan durasi tempuh yang lebih singkat, tentu saja BBN Airlines Indonesia patut diperhitungkan untuk rute CGK-SUB.

Rute sebaliknya, BBN Airlines terbang dari Bandara Juanda Surabaya pukul 19.35 dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 20.55.

Sebelumnya, BBN Airlines pada pertengahan Maret 2024 mendapatkan Sertifikat Operasi Udara atau AOC penerbangan komersial penumpang dari Kementerian Perhubungan.

Baca juga: 9 Maskapai Baru yang Lahir Selama Pandemi Covid-19, Dari Negara Mana Saja?

Sejak itu, maskapai yang didirikan di Jakarta pada Agustus 2022 fokus di usaha niaga berjadwal yang mengkhususkan diri dalam penyewaan ACMI, operasi penerbangan charter, dan layanan kargo udara, serta menyediakan layanan penerbangan terjadwal.

Barulah setelah sekitar enam bulan, maskapai yang menjadi bagian dari Avia Solutions Group, provider ACMI (Aircraft, Crew, Maintenance and Insurance) terbesar di dunia, mulai melayani penerbangan penumpang. Menarik ditunggu, akankah BBN Airlines Indonesia dapat menjadi pesaing Lion Group dan Garuda Indonesia Group kelak?

Melancong ke Tokyo, Pilih Turun Dimana? Bandara Haneda atau Narita?

Dengan segala hiruk pikuk dan kemegahannya, Tokyo merupakan salah satu destinasi wisata terbaik di dunia, jadi wajar adanya apabila ibu kota Jepang ini selalu ramai didatangi oleh pelancong. Nah, bagi Anda yang sudah pernah ke Tokyo, mungkin Anda sudah tidak asing dengan dua bandara yang ada di sini, Narita dan Haneda.

Baca juga: Hari ini 73 Tahun Lalu, Bandara Internasional Haneda Resmi Dibuka Setelah Berfungsi Sebagai Bandara Militer

Mungkin pada awalnya Anda akan dibuat bingung dengan hadirnya kedua bandara yang sama-sama menyandang predikat sebagai bandara internasional ini. Namun, kedua bandara ini ternyata memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Jadi, dimanakah Anda harus turun ketika menyambangi Tokyo? Berikut adalah panduan yang bisa sedikit menggambarkan kedua bandara ini. Jangan salah, di akhir tulisan, ada juga lho pemenangnya!

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thepointsguy.co.uk, sebenarnya jarak yang terpaut antara dua bandara ini terbilang cukup jauh. Namun jika diukur menuju pusat kota, maka Bandara Haneda-lah yang keluar sebagai pemenang, karena jarak dari bandara menuju pusat kota hanyalah sekitar 13 mil saja dan membutuhkan waktu sekitar 40 menit berkendara dengan mobil. Sedangkan Bandara Narita terpisah 47 mil dari pusat kota dengan estimasi perjalanan 90 menit.

Kendati terpaut jarak yang cukup jauh, tapi kedua bandara ini sama-sama dapat diakses dengan menggunakan bus dan kereta cepat, kok!

Ketika masalah jarak tempuh menuju pusat kota dimenangi oleh Bandara Haneda, namun untuk urusan ketersediaan maskapai penerbangan jarak jauh, Bandara Narita-lah yang menjadi pemenangnya.

Ya, Jepang merupakan negara yang mengoperasikan dua maskapai penyandang predikat “Five Stars Airlines” versi Skytrax – All Nippon Airlines (ANA) dan Japan Airlines (JAL). Dari Bandara Narita, maskapai ANA menerbangkan delapan penerbangan jarak jauh menuju Negeri Paman Sam. Sedangkan JAL mengkoneksikan Bandara Narita dengan tujuh destinasi penerbangan di Amerika Serikat.

Selain itu, kebanyakan maskapai asal AS pun banyak yang mengudara menuju Bandara Narita ketimbang Haneda – dimana rencananya skema ini akan diubah tahun depan, dimana pemerintah Amerika Serikat menyetujui 12 slot penerbangan menuju Haneda. Dengan begitu, para pelancong dari Negeri Paman Sam akan lebih dekat menunjungi Tokyo.

Menimbang poinnya yang masih imbang, sebenarnya agak sulit untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang dalam perlombaan dua bandara ini – mengingat keduanya merupakan bandara kelas wahid. Menanggapi hal ini, salah seorang juru bicara dari ANA Indonesia mengatakan bahwa baiknya pelancong memperhatikan terlebih dahulu tujuan kedatangan mereka ke Jepang, apakah untuk keperluan bisnis, wisata, atau hanya sekedar transit.

Baca Juga: Ada Tujuh Tiket di Jaringan Perkeretaapian Jepang, Jangan Salah Pilih Ya!

“Haneda itu cocok bagi yang ingin bisnis, atau wisata kota di Tokyo. Seperti ke Tokyo Tower, pusat perbelanjaan, dan yang paling baru Tokyo Sky Three yang paling tinggi,” terangnya

“Sedangkan di Narita itu tidak banyak destinasi, hanya ada satu temple tradisional. Narita lebih banyak digunakan untu penerbangan transfer ke Amrerika Utara, ataupun internasional lainnya,” sambungnya.

Jadi, harus terbang kemanakah Anda?

Hari ini 73 Tahun Lalu, Bandara Internasional Haneda Resmi Dibuka Setelah Berfungsi Sebagai Bandara Militer

Siapa yang tak kenal dengan Bandara Internasional Haneda, bandara yang berlokasi tak jauh dari Tokyo ini begitu tersohor namanya. Dan pada hari ini 73 tahun lalu, menjadi momen bersejarah bagi bandara Haneda, yakni dengan pembukaan Bandara Haneda (Haneda Airport) pada 27 September 1951.

Baca juga: Melancong ke Tokyo, Pilih Turun Dimana? Bandara Haneda atau Narita?

Pembukaan Bandara Internasional Tokyo Haneda pada 27 September 1951 menandai momen penting dalam sejarah penerbangan Jepang pasca-Perang Dunia II. Sebelumnya, Haneda digunakan sebagai pangkalan udara militer oleh Amerika Serikat setelah Perang Dunia II. Namun, setelah Jepang mulai memulihkan kedaulatannya, bandara tersebut dikembalikan ke fungsi sipil dan kembali melayani penerbangan komersial.

Dari sejarahnya, Bandara Haneda awalnya dibuka pada 1931 sebagai bandara domestik kecil di tepi Tokyo Bay. Selama Perang Dunia II, bandara ini diambil alih oleh militer Jepang dan kemudian oleh pasukan pendudukan Amerika Serikat. Setelah perang, Haneda menjadi basis militer utama bagi angkatan udara AS hingga tahun 1951.

Pada 27 September 1951, Bandara Haneda secara resmi kembali dibuka sebagai bandara internasional. Ini memungkinkan penerbangan komersial internasional kembali beroperasi dari dan ke Jepang, menandai kembalinya Jepang sebagai bagian dari jaringan penerbangan global. Penerbangan sipil internasional pertama yang terbang dari Haneda setelah pembukaan kembali adalah penerbangan menuju San Francisco.

Setelah dibuka kembali, Haneda terus berkembang menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia. Bandara ini berperan penting dalam memperkuat hubungan Jepang dengan negara-negara lain, terutama selama dekade berikutnya ketika ekonomi Jepang mengalami pertumbuhan pesat.

Bandara Haneda juga tetap menjadi gerbang utama untuk penerbangan domestik di Jepang hingga saat ini, sementara Bandara Narita yang dibuka pada tahun 1978 mengambil alih sebagian besar lalu lintas penerbangan internasional.

Sejak 2010-an, Bandara Haneda telah kembali meningkatkan lalu lintas penerbangan internasionalnya dengan membuka terminal internasional baru. Lokasinya yang dekat dengan pusat kota Tokyo membuat Haneda menjadi pilihan yang lebih populer bagi para pelancong, baik domestik maupun internasional.

Pembukaan kembali Bandara Haneda pada 1951 mencerminkan upaya Jepang untuk memulihkan diri dari dampak perang dan menata kembali hubungan dengan dunia internasional melalui transportasi udara.

NEC Hadirkan “Waiting Time Forecast System” di Bandara Haneda

27 September 1825, Kereta Penumpang dengan Lokomotif Uap Pertama Kali Mengular

Perjalanan kereta api di era awal terbilang tidaklah mudah, meski industri ini sudah berkembang sejak tahun 1820-an. Saat itu di Inggris terdapat perusahaan kereta api pertama di dunia yang memberikan layanan angkutan barang dan penumpang.

Baca juga: Elena Chukhnyuk, Eksis di Perang Dunia II, Inilah Masinis Wanita di Lokomotif Uap

Perusahaan bernama Stockton and Darlington Railway adalah perusahaan kereta api yang beroperasi di timur laut Inggris dari tahun 1825 hingga 1863. Perusahaan ini menggunakan lokomotif uap pada awal pembukaan jalur bisnisnya.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, pengembangan lokomotif ini berawal dari seorang bernama Goerge Stephenson yang bekerja membatu sang ayah pada sebuah tambang. Dengan kemampuannya ini, dia berhasil mengembangkan beberapa mesin uap untuk memudahkan dalam pekerjaan tambang.

Ternyata penggunaan lokomotif mesin uap bisa menarik beban 50 kali lebih banyak daripada kuda. Selain itu, penambahan bantalan rel juga bisa membantu mempercepat akses untuk tambang. Pengembangan dari Stepenshon ternyata juga bersamaan dengan rencana dari petinggi tambang untuk mempercepat pergerakan batubara menuju kapal untuk segera diangkut.

Hal ini merupakan bisnis yang menggiurkan bagi mereka. Pada 1821, 1200 ton rel besi can cor besi mulai didatangkan untuk merealisasikan pengembangan dari misi tersebut. Pada 27 September 1825, kereta yang telah dikembangkan oleh Stepenshon akhirnya memulai debutnya.

Kereta ini menggunakan lokomotif uap menggunakan jalur rel sepanjang 42 kilometer. Jalur tersebut dibangun antara Darlington dan Stockton, kemudian dari Darlington menuju Inggris Utara. Jalur yang awalnya digunakan untuk menghubungkan tambang batu bara menuju kapal yang berlayar di laut, akhirnya juga bergungsi untuk mengangkut penumpang.

Kereta penumpang ini pertama yang menggunakan lokomotif uap mengangkut hingga 600 penumpang. Masinisnya adalah George Stephenson dan seorang petugas pemadam kebakaran yakni Jemmy Stephenson dan Ralph Stephenson.

Kereta ini membawa 28 gerbong di mana 21 gerbong untuk penumpang dan enam gerbong lainnya untuk batubara. Kereta penumpang pertama tidak cepat, tetapi memakan waktu dua jam untuk menyelesaikan 12 mil atau 19 km pertama perjalanan.

Semenjak itu, muncul beberapa tanggapan dari penduduk untuk mengurangi pembawaan batubara dan membawa penumpang lebih. Sampai akhirnya, perkembangan kereta api mulai berkembang dan menjalar ke berbagai kota di Inggris.

Baca juga: Butuh 200 Tahun, Evolusi dari Lokomotif Uap Hingga Ke Diesel Listrik!

George Stephenson mulai mendapatkan perintah untuk menjadi insinyur membangun jalan kereta api beserta beberapa orang yang tergabung dalam perusahaan tersebut. Jalur Liverpool dan Manchester menjadi rencana selanjutnya.

Berada di Atas Awan, Daocheng Yading Jadi Bandara Tertinggi di Dunia!

Pernahkah Anda mendengar tentang sebuah bandara yang berada di ketinggian yang melebihi puncak gunung tertinggi di Jawa, Mahameru? Puncak dari Gunung Semeru ini berada di ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl), sedangkan bandara ini beroperasi dari atas ketinggian 4.411 mdpl. Tentu mendengar ketinggiannya saja, mungkin sebagian dari Anda sudah berdecak kagum. Lalu, dimanakah bandara yang dinobatkan sebagai yang tertinggi di dunia ini?

Baca juga: Daulet Beg Oldi, Bandara Militer Tertinggi di Dunia yang Dioperasikan Angkatan Udara India

Adalah Daocheng Yading Airport, sebuah bandara yang terletak di Prefektur Sichuan, Cina ini mencuri perhatian banyak orang karena disebut-sebut sebagai bandara sipil tertinggi di dunia. Bandara ini terletak 130 km dari cagar alam yang disebut-sebut sebagai Shangri-La terakhir di muka bumi, yaitu Taman Nasional Yading. Selain itu, kawasan ini juga merupakan salah satu pintu gerbang menuju Tibet, kawasan yang dipromosikan Beijing untuk mendompleng sektor pariwisatanya.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, bandara ini terdiri dari landas pacu tunggal yang terbentang sejauh 4.200 meter dengan lebar kurang lebih 45 meter, serta bangunan terminal yang berbentuk seperti UFO dengan dua aerobridges seluas 5.000m². Ukuran bangunan yang cukup besar ini dirancang untuk melayani 280.000 penumpang setiap tahunnya.

Pembangunannya sendiri dimulai sesaat setelah bandara tersebut disetujui pada bulan April 2011, dengan investasi senilai 1,58 miliar Yuan atau setara dengan Rp3,2 triliun. Dua tahun berselang, tepatnya 16 September 2013, pembangunan tersebut pun rampung dan bandara ini siap beroperasi. Maskapai Air China dengan nomor penerbangan 4215 pun mendapat kehormatan sebagai maskapai yang pertama kali mengudara dari bandara tersebut. Penerbangan yang menggunakan Airbus A319 dari Ibu Kota provinsi Chengdu ini mengangkut 118 penumpang.

Dengan adanya Daocheng Yading Airport ini, terbukti ampuh memangkas waktu tempuh dari Daocheng ke Chengdu. Jika berkendara menggunakan bus, memerlukan waktu selama dua hari untuk menempuh jarak 753,7 km yang terbentang diantara kedua kota ini. Namun Anda hanya memerlukan sekitar 60 menit jika menggunakan pesawat. Sangat efisien, bukan?

Sumber: ibtimes.com

Sejumlah maskapai asal Negeri Tirai Bambu seperti Air China, China Eastern Line, dan Sichuan Airlines juga diketahui telah membuka jalur penerbangan ke bandara ini.

Mengoperasikan sebuah bandara dari ketinggian fantastis seperti Daocheng Yading Airport memang tidaklah mudah. Faktor udara yang tipis akan berpengaruh pada daya dorong pesawat yang lebih kecil ketimbang bandara di daerah yang lebih rendah. Maka dari itu, landas pacu di bandara ini dibuat lebih panjang dari kebanyakan landas pacu lain. Diketahui, landas pacu di Daocheng Yading Airport hanya memiliki selisih 242 meter dari landas pacu terpanjang di dunia yang saat ini dipegang oleh Bandara John F. Kennedy di New York.

Baca juga: Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas Awan

Selain mempengaruhi pada pesawat itu sendiri, ketinggian dari bandara ini membuat para pelancong disarankan untuk mengkonsumsi obat untuk altitude sickness dan terlebih dahulu beristirahat untuk aklimatasi (penyesuaian fisiologis atau adaptasi terhadap lingkungan baru yang akan dimasukinya). Jika Anda berkesempatan mengujungi Cina, sempatkanlah untuk merasakan sensasi mengudara dari bandara tertinggi di dunia ini.

Cuma 3 Hari, Berikut Daftar KA yang Diskon Besar Spesial HUT KAI ke-79 dan Cara Dapatkannya

PT KAI menyiapkan banyak promo diskon kereta api ke banyak tujuan populer seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Palembang, Medan, dan lainnya. Promo spesial HUT perseroan ke-79 ini dibuka hanya tiga hari mulai besok 27 September sampai 29 September 2024 dan untuk keberangkatan mulai 1 hingga 31 Oktober 2024.

Baca juga: Transformasi Kereta Api, Dirut PT KAI: Stasiun Kita Lebih Bersih dari Eropa

Melalui promo diskon tiket kereta api ini, penumpang hanya perlu membayar 79 persen atau diskon 21 persen. “Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan promo ini sebaik-baiknya untuk mendapatkan tiket perjalanan KA lebih murah,” kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba, Kamis (26/9/2024).

Lantas, bagaimana cara mendapatkan tiket promo kereta api spesial HUT PT KAI ke-79, apa saja syaratnya, dan apa saja daftar kereta api yang ikut dalam program promo bertajuk “KAI Birthday Bash” itu?

Daftar KA Promo Spesial HUT ke-79

Dalam keterangan tertulisnya, ada sekitar 27 nomor KA yang ikut dalam program promo KAI Birthday Bash 2024. Berikut adalah daftar kereta api yang mendapatkan tarif promo spesial:

  • KA Argo Bromo Anggrek (Eksekutif dan Luxury)
  • KA Argo Lawu (Eksekutif dan Luxury)
  • KA Argo Dwipangga (Eksekutif dan Luxury)
  • KA Argo Sindoro (Eksekutif)
  • KA Argo Muria (Eksekutif)
  • KA Argo Parahyangan (Ekonomi dan Eksekutif)
  • KA Sancaka (Ekonomi dan Eksekutif)
  • KA Joglosemarkerto (Ekonomi dan Eksekutif)
  • KA Kaligung (Ekonomi dan Eksekutif)
  • KA Sembrani (Eksekutif)KA Purwojaya (Eksekutif)
  • KA Lodaya (Eksekutif dan Ekonomi)
  • KA Gajahwong (Ekonomi dan Eksekutif)
  • KA Senja Utama Yogyakarta (Ekonomi dan Eksekutif)
  • KA Ciremai (Ekonomi dan Eksekutif)
  • KA Saunggalih (Ekonomi dan Eksekutif)
  • KA Tawang Jaya Premium (Ekonomi dan Eksekutif)
  • KA Kamandaka (Ekonomi dan Eksekutif)
  • KA Jayakarta (Ekonomi)
  • KA Kutojaya Utara (Ekonomi)
  • KA Blora Jaya (Ekonomi)
  • KA Ambarawa Ekspres (Ekonomi)
  • KA Papandayan (Ekonomi dan Eksekutif
  • )KA Argo Merbabu (Eksekutif)
  • KA Banyubiru (Bisnis dan Eksekutif)
  • KA Menoreh (Ekonomi)
  • KA Pangandaran (Ekonomi dan Eksekutif)
  • KA Sribilah Utama (Bisnis dan Eksekutif)

Syarat dan Ketentuan Promo KAI Birthday Bash 2024

  1. Promo berlaku untuk kereta api yang sudah ditentukan.
  2. Pembelian tiket promo hanya bisa dilakukan melalui saluran penjualan internal dan eksternal KAI (kecuali loket dan loket box) pada 27-29 September 2024.
  3. Promo berlaku untuk jadwal keberangkatan 1-31 Oktober 2024.
  4. Promo tidak berlaku untuk tarif khusus dan tidak dapat digabung dengan diskon lain.
  5. Tiket promo dapat dibatalkan atau diubah jadwal sesuai ketentuan, selama kuota masih tersedia.
  6. Promo berlaku selama tiket tersedia.

Baca juga: PT KAI, PT INKA dan CRRC Qingdao Sifang Tandatangani MoU Terkait Pendalaman Kerjasama Dalam Sarana Perkeretaapian di Indonesia

Cara Mendapatkan Tiket Promo HUT PT KAI ke-79

Cara mendapatkan tiket promo kereta api spesial HUT PT KAI ke-79 adalah dengan cara membeli tiket kereta api melalui kanal penjualan resmi KAI, kecuali loket dan loket box. Jadi, sobat sekalian jangan lupa nge-war yaa tengah malam atau dini hari sebelum kehabisan.