Mau Travelling, Ini Tips Buat Melipat Pakaian Yang Hemat Tempat!

Membawa pakaian lebih saat berlibur memang menjadi pilihan beberapa orang, mengingat baju tersebut bisa saja digunakan dalam keadaan tidak terduga, seperti kehujanan atau kondisi lainnya. Namun, permasalahan muncul ketika tas yang Anda gunakan tidak mampu menampung baju cadangan tersebut. Sebenarnya, ada beberapa trik khusus yang dapat digunakan untuk menyusun baju-baju tersebut sehingga tidak memakan tempat terlalu banyak.

Baca juga: Agar Perjalanan Nyaman, Packing Pakaian Itu Harus Efisien

Salah satu cara yang dianggap efektif untuk membawa pakaian-pakaian tersebut adalah dengan cara menggulungnya. Trik ini biasa digunakan oleh militer AS ketika hendak melakukan perjalanan jauh.

Menggulung pakaian merupakan cara tepat untuk memasukkan lebih banyak barang ke dalam tas Anda, tanpa harus khawatir akan kelebihan beban. Cara ini dapat diaplikasikan ke hampir seluruh jenis pakaian, dari mulai kaos, kemeja, celana panjang, hingga sweater. Salah satu kunci keberhasilan dari cara ini adalah dengan menghaluskan permukaan pakaian Anda saat menggulungnya.

Pakaian berjenis kaos merupakan salah satu pakaian yang paling mudah untuk digulung, mengingat ukurannya yang tidak terlalu besar dengan bahan yang cukup tipis. Untuk mengaplikasikannya,lipat kaos hingga membentuk persegi, putar kaos dengan bagian leher menghadap ke bawah, lalu mulailah menggulungnya secara perlahan. Jangan lupa untuk merapikan bagian dalam kaos yang sedang digulung untuk menghindari kaos tersebut tidak rapi.

https://www.youtube.com/watch?v=u4EfUByAalk

Hal serupa juga dapat diaplikasikan pada pakaian lain, tidak terkecuali untuk celana jeans. Cara pengaplikasiannya pun hampir serupa dengan menggulung kaos. Pertemukan kedua bagian kaki dari celana jeans Anda (lipat memanjang), dan mulailah melipat dari bagian bibir celana terlebih dahulu. Selalu rapikan bagian dalam pakaian yang sedang Anda gulung.

Untuk kemeja lengan panjang, Anda harus lebih berhati-hati dalam menggulungnya, karena bahan kemeja yang mudah kusut. Cara menggulungnya pun sama dengan kaos, yaitu lipat kemeja secara memanjang dengan bagian lengan terlipat ke dalam, lalu mulailah menggulungnya dari bagian kerah terlebih dahulu. Tidak terkecuali, pakaian dalam pun dapat Anda gulung untuk memaksimalkan ruang yang ada di tas Anda.

Anda juga dapat menggunakan tas kecil atau kantong untuk kaos kaki serta pakaian dalam, untuk menghindari pakaian kecil tersebut tercecer saat hendak digunakan. Setelah semua pakaian tergulung rapi, saatnya untuk mengemasnya ke dalam tas. Biasakan untuk menempatkan pakaian dengan beban dan ukuran yang besar, seperti sweater dan celana jeans pada bagian dasar tas. Ini bertujuan agar pakaian tersebut tidak menumpuk pakaian lain yang berukuran lebih kecil, dan tidak menutup kemungkinan akan merusak gulungan pakaian lain yang berada di bawahnya.

Sesampainya ditujuan, usahakan langsung gantung baju-baju penting Anda seperti kemeja dengan menggunakan gantungan baju, ini bertujuan untuk menghindari kemeja kusut karena berada dalam gulungan terlalu lama.

Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya

Berpetualangan menggunakan pesawat menjadi satu hal yang menyenangkan, selain cepat sampai ditujuan, terkadang harga tiketnya pun lebih murah. Namun, apa yang terjadi bila Anda duduk disebelah penumpang yang sakit, obesitas hingga bau badan? Pastinya hal ini membuat Anda tidak nyaman, dan kalau bisa pindah tempat duduk, tentu itu akan menjadi opsi pertama yang akan Anda lakukan.

Baca juga: 6 Tips Ampuh Menahan BAB Saat Perjalanan Jauh

Dilansir KabarPenumpang.com dari marketwatch.com, selain keluhan tentang layanan penerbangan yang naik hingga 70 persen, kecemasan lainnya adalah terpaksa duduk dengan orang-orang yang tidak menyenangkan.

Banyak penumpang yang mengatakan kegelisahan terbesarnya saat terbang adalah keberadaan orang yang duduk disebelah mereka. Sebuah studi dari Airfarewatchdog.com yang dilakukan pada minggu ini, menyebutkan bahwa seorang penumpang harus duduk disebelah orang batuk sebanyak 29,3 persen, duduk disebelah orang yang memiliki bau badan 28 persen, dan yang memiliki berat badan berlebih 13,6 persen.

Baca juga: Tersengat Kalajengking Dua Jam, Penumpang Ini Dalam Kondisi Stabil

Sebenarnya dalam menangani masalah ini ada solusi sederhana yang bisa dilakkan. Seorang advokat konsumen dan penulis buku How to Be the World’s Bestest Traveler, Christopher Elliott mengatakan, jika masalahnya adalah perilaku, hal terbaik yang harus dilakukan adalah mengatasinya dengan penumpang tersebut. “Mintalah mereka untuk tidak berbicara, katakan pada mereka bahwa Anda sedang sibuk, atau mohon agar anak mereka tidak menyentuh bagian belakang tempat duduk Anda, hal-hal itu dapat dengan mudah ditangani,” ujar Elliot.

Jacqueline Whitmore, mantan pramugari dan ahli etika mengatakan, jika sebuah masalah tidak dapat diselesaikan secara verbal, penumpang berhak meminta awak kabin untuk memindahkannya begitu pintu pesawat ditutup, tentunya selama mereka tidak meminta beralih ke lain kelas dengan kursi yang lebih mahal. “Saya akan melakukan ini secara diam-diam agar tidak menyinggung perasaan pasangan Anda,” katanya.

Baca juga: Digigit Anjing Sebelum Take-off, Penumpang ini Terpaksa Mendapat Perawatan Medis

Namun, jika penumpang memiliki bau badan yang menyengat, bisa saja dikeluarkan dari pesawat asal tidak berhubungan dengan penyandang disabilitas. Delta Airlines menyatakan dalam peraturannya, segala hal yang menimbulkan resiko pelanggaran atau gangguan yang tidak masuk akal bagi penumpang lainnya bisa saja dilakukan, namun kepindahan tersebut diserahkan kembali dengan pertimbangan awak kabin dan kapten pesawat.

Sayangnya, bila saat itu kondisi pesawat dalam keadaan penuh, kemungkinan untuk berpindah sangatlah kecil dan mau tak mau penumpang harus bersabar. Pakar Etika dan mantan awak kabin, Elaine Swann menyarankan, untuk membawa colonge atau parfum bila duduk disebelah penumpang yang memiliki bau badan tidak enak. Tak lupa pula bawa penutup telinga bila disebelah adalah penumpang yang berisik dan memiliki suara nyaring.

Dari hasil survei, sebanyak 14 persen orang takut duduk disebelah penumpang yang memiliki berat badan berlebih. Padahal Anda perlu mengetahui, bahwa seorang penumpang yang memiliki berat badan berlebih juga tidak menikmati perjalanan dalam pesawat. Ini dikarenakan desain kursi pesawat yang semakin lama kian mengecil. Masalah ini pernah menjadi perdebatan dan beberapa maskapai bahkan meminta penumpang dengan berat badan berlebih membeli dua kursi.

Baca juga: Identifikasi Kebutuhan Penumpang, Awak Kabin Air New Zealand Adopsi Augmented Reality

Atas kejadian ini, banyak penumpang yang menggugat maskapai penerbangan akibat berada disebelah penumpang yang memiliki berat badan berlebih, sedangkan yang lainnya berhasil meminta kembali uang perjalanan mereka. Sebenarnya, jika dalam penerbangan Anda merasa tidak nyaman dengan penumpang di sebelah, ada baiknya meminta pengembalian uang atau voucher. Namun, maskapai penerbangan tidak harus memberikan kepada mereka.

Peggy Howell, juru bicara National Association to Advance Fat Acceptance (NAAFA) mengatakan penumpang yang kelebihan berat badan cenderung jauh lebih cemas daripada teman duduk mereka tentang terbang, dan organisasi tersebut telah merilis sebuah tips untuk bepergian sambil makan makanan berlemak. Menurutnya, kesalahannya terletak pada maskapai penerbangan karena membuat kursi semakin kecil untuk menghemat uang.

Baca juga: Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas

“Saya kira jika tinggi badan Anda berada 1,5 meter dan berat di bawah 55 kg, Anda mungkin cocok dan nyaman dalam penerbangan, tapi karena setidaknya 60 persen populasi manusia adalah kelebihan berat badan atau obesitas, itu tampaknya tidak akan membuat banyak pilihan. Mengapa Anda tidak ingin mengakomodasi bagian utama basis pelanggan di luar sana? Atau apakah ini hak istimewa  yang akan segera tersedia hanya untuk orang terkaya di antara kita?, “katanya.

Untuk Rute Utara-Selatan, Saudi Arabia Railways ‘Cari’ Rangkaian Kereta Berkecepatan 200 Km per Jam

Saudi Arabia Railways (SAR), operator kereta di Negeri Raja Salman, dikabarkan telah mengundang pernyataan minat kepada manufaktur kereta cepat, untuk menyediakan rangkaian kereta yang mampu melaju 200 km per jam. Kereta cepat ini disebut akan memperluas dan memodernisasi armada penumpang di jaringan kereta utara-selatan negara petro dollar tersebut.

Baca juga: Arab Saudi Rayakan Dimulainya Pekerjaan 34 Masinis Wanita Kereta Cepat Haramain Express

Dikutip Railwaygazette.com (7/10/2024), SAR mencari 15 rangkaian kereta yang masing-masing terdiri dari dua gerbong bertenaga dan lima gerbong penumpang, serta delapan gerbong bertenaga lebih lanjut sebagai cadangan. Kereta akan dipasok dengan paket perawatan 10 tahun untuk memastikan keandalan dan kinerja jangka panjangnya.

Persyaratan dari pernyataan minat ini meliputi konektivitas WiFi, sistem informasi penumpang yang canggih, dan kemampuan untuk bertahan di kondisi gurun yang keras.

Layanan utara-selatan saat ini dioperasikan menggunakan rangkaian kereta dorong-tarik CAF. SAR mengatakan perlu memperluas armada untuk mendukung proyeksi pertumbuhan jumlah penumpang di koridor ini; pihaknya mengantisipasi mengangkut 2,5 juta penumpang per tahun pada tahun 2030 pada rute tersebut.

‘Dengan memperluas armada dan meningkatkan aset yang ada, kami tidak hanya meningkatkan kapasitas tetapi juga meningkatkan pengalaman penumpang secara keseluruhan’, kata Khaled Alharbi, SVP Unit Bisnis Penumpang SAR, pada tanggal 27 September.

Pada bulan Februari, SAR memberikan kontrak senilai SFr600 juta kepada Stadler untuk memasok dan memelihara 10 rangkaian kereta untuk mengoperasikan layanan ekspres guna menangani peningkatan permintaan pada rute timurnya dari Riyadh ke Dammam.

“Dream of The Desert” – Kereta Mewah Pertama di Timur Tengah, Beroperasi Tahun 2025

KAI Group Layani 338,14 Juta Penumpang Hingga Triwulan Ketiga 2024

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat peningkatan volume angkutan penumpang hingga triwulan ketiga tahun 2024 ini. Dari Periode 1 Januari hingga 30 September 2024, KAI Group berhasil melayani sebanyak 338.147.389 penumpang yang terdiri dari 38.667.118 penumpang dikelola langsung oleh KAI, 275.768.006 penumpang KAI Commuter, 4.178.617 penumpang KAI Bandara, 14.653.832 penumpang LRT Jabodebek, 108.836 penumpang KAI Wisata dan 4.770.980 penumpang Whoosh.

Baca juga: KAI Group Layani 218 Juta Penumpang pada Semester I 2024, Naik 22 Persen dibanding Tahun Lalu

“Hingga bulan September 2024, KAI berhasil melayani penumpang KA jarak jauh dan lokal sebanyak 38.667.118, meningkat 8,46% dibandingkan periode yang sama di 2023 yaitu sebanyak 35.650.629 penumpang,” ungkap VP Public Relations KAI Anne Purba.

Adapun untuk angkutan lainnya juga mengalami peningkatan selama periode Januari hingga September 2024. Seperti, KAI Commuter yang melayani penumpang KRL dan KA Lokal mencatat angka 275.768.006 penumpang atau meningkat 14,46% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yaitu 240.927.905 penumpang. Penumpang KAI Wisata juga meningkat signifikan, yakni sebesar 70,82%, dari 63.713 penumpang menjadi 108.836 penumpang.

KAI Wisata melayani berbagai layanan kereta premium seperti carter Kereta Istimewa, Kerta Wisata berbagai jenis (Nusantara, Bali, Toraja, Sumatera, Imperial, Priority, Retro) dan KA Panoramic.

Anne mengatakan peningkatan volume penumpang ini didukung oleh perbaikan performa ketepatan waktu kereta api, baik dalam hal keberangkatan maupun kedatangan. Pada Agustus 2024 tingkat ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,85%, meningkat dari 99,76% dibanding periode yang sama tahun 2023. Sementara itu, tingkat ketepatan waktu kedatangan pada Agustus 2024 tercatat 97,87% meningkat dibanding pada Agustus 2023 yakni 95,46%.

Transformasi Kereta Api, Dirut PT KAI: Stasiun Kita Lebih Bersih dari Eropa

Khusus Weekend dan Libur Nasional, Naik LRT Jabodebek Tarif Maksimal Hanya Rp 10 Ribu

Bagi kalian yang ingin berlibur bersama pasangan dan buah hati tercinta di akhir pekan, LRT Jabodebek mungkin dapat menjadi salah satu alternatif liburan murah dan menyenangkan. Tak hanya itu, transportasi umum sebagai destinasi wisata juga menjadi wadah edukasi sebelum nantinya si kecil melakukannya secara mandiri tanpa pendampingan orang tua. Terlebih tarifnya juga terjangkau.

Baca juga: Wow, Penumpang LRT Naik 1 Juta Pengguna Sepanjang Juli-September

Pada 5 Oktober 2024, LRT Jabodebek menerapkan tarif weekend yang berlaku setiap hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional dengan maksimal tarif Rp10.000,-. Rincian tarif adalah Rp5.000,- untuk 1 kilometer pertama dan Rp700,- untuk setiap kilometer berikutnya.

Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat, khususnya di akhir pekan dan hari libur. Dengan tarif spesial ini, diharapkan lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan transportasi publik berbasis rel yang efisien, ramah lingkungan, dan membantu mengurangi kemacetan serta polusi.

Manager Public Relations Mahendro Trang Bawono mengungkapkan LRT Jabodebek terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lain, menjadikannya pilihan ideal bagi masyarakat yang ingin beraktivitas di akhir pekan.

Masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai pusat kegiatan yang populer untuk bersantai maupun berolahraga di akhir pekan. Misalnya, bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana Car Free Day di kawasan Sudirman, dapat turun di Stasiun Dukuh Atas BNI. Bagi yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dapat turun di Stasiun TMII.

Baca juga: Turun jadi 348 Perjalanan per Hari, Berikut Jadwal Terbaru LRT Jabodebek

Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata alam di Buperta Cibubur, bisa turun di Stasiun Harjamukti.

“Kami mengajak masyarakat untuk menikmati akhir pekan dengan LRT Jabodebek yang menawarkan perjalanan nyaman, terjangkau, dan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya. Dengan LRT Jabodebek, masyarakat dapat bepergian dengan lebih efisien, serta membantu mengurangi kemacetan serta polusi di jalan raya,” tutup Mahendro Trang Bawono.

Wow, Penumpang LRT Naik 1 Juta Pengguna Sepanjang Juli-September

PT KAI mencatat adanya peningkatan sebesar satu juta penumpang LRT Jabodebek pada Triwulan III (Juli-September) tahun ini, menjadi sebesar 5.968.184 pengguna dari sebelumnya di Triwulan II hanya 4.844.096 pengguna. Persentase kenaikan bahkan lebih besar bila dilihat dari jumlah penumpang pada Triwulan I yang hanya sebesar 2.126.632 pengguna.

Baca juga: Turun jadi 348 Perjalanan per Hari, Berikut Jadwal Terbaru LRT Jabodebek

Peningkatan jumlah pengguna LRT Jabodebek juga tercermin pada rata-rata pengguna harian. Pada hari kerja Triwulan III, PT KAI mencatat 77.251 pengguna LRT Jabodebek per hari, naik 12,1 persen dibandingkan dengan rata-rata 68.935 pengguna per hari di Triwulan II.

Dibandingkan Triwulan I, peningkatannya mencapai 47 persen dari rata-rata 52.379 pengguna per hari. Sedangkan untuk akhir pekan, KAI melayani rata-rata 33.350 pengguna LRT Jabodebek pada Triwulan III, meningkat 9,4 persen dibandingkan Triwulan II dengan 32.315 pengguna, dan naik 43 persen dibandingkan Triwulan I yang mencatat 24.771 pengguna per akhir pekan.

Selain pencapaian di Triwulan III, kinerja positif juga terlihat pada bulan September 2024. Selama bulan ini, KAI melayani 1.953.095 pengguna LRT Jabodebek, dengan rata-rata pengguna harian pada hari kerja mencapai 80.015 pengguna, meningkat 5 persen dibandingkan bulan Agustus yang mencatat 76.044 pengguna per hari. Sementara itu, rata-rata pengguna akhir pekan di bulan September mencapai 35.279 pengguna, naik 1 persen dibandingkan dengan bulan Agustus yang mencatat 34.982 pengguna.

Selain itu, dari sisi operasional, KAI terus mengoptimalkan layanan dengan peningkatan jumlah perjalanan. Pada Triwulan III, LRT Jabodebek mengoperasikan 22.540 perjalanan pada weekday, naik 32 persen dari 17.024 perjalanan di weekday Triwulan II, dan naik 40 persen dari 16.128 perjalanan di weekday pada Triwulan I.

Ketepatan waktu operasional juga menunjukkan perbaikan signifikan, mencapai 98 persen di Triwulan III, meningkat dari 97,7 persen di Triwulan II dan 94,2persen di Triwulan I. Selain itu, jumlah gangguan perjalanan berhasil ditekan, dengan 1.375 gangguan yang tercatat di Triwulan III, menurun dari 2.471 gangguan pada Triwulan II dan 2.556 gangguan di Triwulan I.

Dari sisi operasional pada bulan September, KAI mengoperasikan rata-rata 355 perjalanan LRT Jabodebek per hari saat weekday dan 260 saat weekend, dengan ketepatan waktu yang mencapai 98,31persen.

Dari sisi kerja sama komersial, KAI juga mencatat pencapaian penting dengan menjalin kemitraan strategis untuk naming rights pada dua stasiun, yaitu Stasiun Pancoran bank bjb dan Stasiun Dukuh Atas BNI. Selain itu, KAI juga menampilkan branding khusus pada beberapa livery kereta LRT Jabodebek untuk meningkatkan visibilitas merek mitra komersial dan menambah pendapatan di `luar angkutan penumpang.

Untuk memaksimalkan layanan, KAI juga menghadirkan fasilitas air minum gratis di stasiun yang dapat dinikmati oleh para pengguna. Selain itu, KAI telah memperkenalkan Crowd Detection System, sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna melihat secara real-time kepadatan di setiap trainset dan stasiun. Dengan fitur ini, pengguna dapat memilih kereta yang kurang padat sehingga dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pengguna atas dukungan dan kepercayaan yang terus diberikan.

Baca juga: Dijamin Nyambung ke Sudut Kota, Berikut Daftar Koneksi-Integrasi Transportasi di Stasiun LRT Jabodebek

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan masyarakat terhadap layanan LRT Jabodebek. Pencapaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan perjalanan bagi para pengguna,” ujarnya.

Dengan capaian yang terus meningkat ini, KAI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pelayanan dan inovasi demi menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Kompas Digital, Tetap Presisi dalam Wujud Aplikasi di Smartphone

Pernah menggunakan kompas? Kompas disini bukan sebuah media melainkan alat pembaca arah saat berada di suatu tempat seperti gunung, hutan ataupun laut. Biasanya kompas menunjukkan arah utara dan selatan untuk memudahkan si pengguna mencari arah barat atau lainnya. Saat ini, kompas juga sudah dibuat modern dengan teknologi atau sering di sebut kompas digital.

Sebenarnya kompas dalam bentuk digital tujuan awalnya adalah untuk melengkapi kebutuhan robotika yang semakin hari semakin canggih. Apalagi dunia teknologi atau robotika saat ini membutuhkan alat navigasi yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, kompas digital pertama kali diciptakan oleh PNI, iNC untuk militer AS. Teknologi ini biasanya disebut “Magneto-Inductive” yang sudah digunakan sejak 60 tahun lalu dan sudah di gunakan oleh milliter AS.

Namun, apakah kompas digital dengan yang manual cara kerjanya sama? Dilansir KabarPenumpang.com dari Wikipedia, cara penggunaan dan memperoleh informasi dari kompas digital adalah dengan membaca sinyal Pulse Width Modulation (PWM) pada pin empat atau dengan membaca interface I2C pada pin dua dan tiga. Biasanya kompas digital ini menggunakan sensor yang cukup sensitif untuk mendeteksi medan magnet bumi. Selain cukup akurat, penggunaan kompas digital bisa dikombinasikan dengan peta sehingga arah yang diinginkan ditunjukkan dengan lebih mudah.

Penggunaan kompas digital ini juga tergantung dengan pengenalan lokasi, sebab kompas cara kerjanya mengacu pada padang magnetik bumi. Pergeseran arah dari pengenalan lahan magnet bumi sendiri terpengaruh dari kandungan logam yang terdapat pada kendaraan. Hal ini bisa mempengaruhi keakuratan kompas. Sehingga saat menggunakan kompas digital ada baiknya barang-barang yang memiliki gelombang elektromagnetik harus di jauhkan bila ingin mendapatkan arah yang akurat dari kompas digital ini.

Kemampuan kompas sangat tergantung dengan pengenalan lokasi. kompas mengacu pada padang magnetik bumi. pergeseran arah dari pengenalan padang/lahan magnet bumi bisa terpengaruh oleh kandungan logam yang terdapat pada kendaraan, sehingga kekakuratan penunjukan arah sedikit terpengaruh. Selain itu alat-alat yang menghasilkan gelombang elektromagnetik juga dapat mempengaruhi keakuratan penunjukkan arah oleh kompas digital, oleh karena itu barang tersebut harus dijauhkan jika ingin mendapat penunjuk arah yang akurat dari kompas digital ini.

Berikut ada beberapa aplikasi kompas yang disarankan untuk digunakan pada smartphone Anda.

1. Aplikasi kompas Android offline – Compass 360 Pro
Dari segi tampilan aplikasi kompas offline ini berkesan profesional, tidak hanya itu namun juga kegunaannya yaitu untuk memberi petunjuk jalan secara akurat. Keakuratan aplikasi ini tidak perlu diragukan lagi, tidak hanya bekerja pada negara – negara besar saja namun aplikasi ini juga dapat digunakan di negara – negara Asia termasuk pula di Indonesia. Untuk menggukanannya cukup mudah, Anda hanya perlu memposisikannya secara horizontal dan tidak mendekatkannya dengan benda yang mempunyai energi magnet. Compass 360 Pro ini merupakan aplikasi kompas android paling akurat.

Compass 360

2. Aplikasi kompas Android offline – 3D Compas
3D Compass merupakan aplikasi kompas lain dengan fitur offline untuk Android yang memungkinkan Anda menemukan arah ketika tersesat. Aplikasi kompas ini menampilkan kompas 3D dan menunjukkan orientasi dalam derajat. Aplikasi android ini dilengkapi dengan banyak fitur yang dapat Anda sesuaikan, seperti : lock, calibration, compass skin dan lain – lain. Anda dapat menandai lokasi saat ini sehingga Anda tidak kehilangan jalan ketika Anda tersesat.

3. Aplikasi kompas Android offline – Compass
Walaupun tampilan aplikasi kompas ofline Android ini sederhana namun untuk keakuratan Anda tidak perlu ragu. Untuk Anda yang hobi mendaki gunung dan berpetualang tidak perlu khawatir tersesat saat ditemani oleh aplikasi ini. Compass dapat menunjukan Latutude dan Longititude, selain itu Anda juga dapat menentukan arah secara detail dan akurat. Untuk menggunakan aplkasi ini Anda cukup mengaktifkan koneksi walaupun tidak terdapat sinyal dan pastinya aktifkan pula fitur pelacak satelit pada Android Anda.

4. Smart Compass Pro
Aplikasi kompas lain yang bisa digunakan secara offline adalah Smart Compass Pro. Aplikasi ini akan selalu menunjukkan arah utara meski tampilannya diubah dari portrait menjadi landscape atau sebaliknya. Menariknya lagi, ia memiliki fitur camera view dan metal detector.

smart pro compass

5. Kompas
Buat kamu yang hobi melakukan kegiatan outdoor seperti piknik, hiking, dan sejenisnya, maka wajib memiliki aplikasi yang satu ini. Tidak perlu di ragukan lagi, Kompas memiliki keakuratan sebagai penunjuk arah dengan fungsi sensor magnetik yang sangat akurat.

Pentingnya Pelampung Untuk Keselamatan Penerbangan

Pesawat banyak disebut sebagai alat transportasi paling aman, pasalnya sebelum mengudara dan sesudah mendarat sesuai prosedur internasional dilakukan pengecekan hingga terperinci alias tidak ada yang terlewatkan. Di dalam pesawat sebagai alat pengamanan untuk penumpang ada beberapa macam seperti sabuk pengaman di tempat duduk, masker oksigen saat oksigen berkurang dalam kabin dan pelampung untuk penyelamatan di laut.

Pelampung pada pesawat sangat menarik untuk dibahas. Hingga kini masih banyak orang yang bertanya-tanya kenapa ada pelampung di pesawat dan apa kegunaannya. Anda yang biasa melakukan perjalanan pun pasti masih suka bertanya-tanya untuk apa pelampung di pesawat, apalagi yang baru pertama kali naik pesawat udara. Agar tidak bingung, sebenernya pelampung adalah pengaman utama sama seperti sabuk pengaman dan masker oksigen.

Hanya saja, pelampung akan digunakan bila ada pendaratan darurat di laut. Tak hanya penumpang yang menggunakan pelampung, saat akan mendarat, di dekat pintu baik darurat maupun utama akan terpampang pelampung yang berupa perosotan untuk turun ke air.
jaket-pelampung1-500(www.wikihow.com)Dilansir dari www.traveller.com.au, demonstrasi penggunaan alat-alat keselamatan di pesawat adalah persyaratan mutlak dari PBB dalam organisasi penerbangan sipil internasional yang mengatur transportasi udara internasional. Harus dalam demo yang dilakukan pramugari atau pramugara sesaat sebelum pesawat lepas landas, para penumpang harus memerhatikannya.

Memang, untuk Anda yang sudah sering menggunakan pesawat akan mengatakan “bosan lihat demo alat penyelamatan” atau “sudah hafal penggunaannya”. Namun, lebih baik buang jauh-jauh perkataan atau pikiran seperti itu, karena ini sangat di perlukan. Apalagi bila tiba-tiba pesawat yang Anda tumpangi mengalami hal seperti pendaratan darurat di air dan Anda lupa cara menggunakan pelampung dan sengaja tak memperhatikan saat peragaan.

Minimal, peragaan penggunaan alat-alat keselamatan khususnya pelampung bisa mengingatkan Anda cara penggunaannya bila tiba-tiba terjadi hal itu. Tak hanya iitu, saat terjadi pendaratan darurat minimal tidak panik agar tidak lupa cara menggunakan pelampung. Untuk penyelamatan darurat di air, Anda diharapkan tidak menggembungkan pelampung saaat berada di pesawat, Anda baru boleh menggembungkan epelampung saat di depan pintu darurat sesaat sebelum terjun ke air.

Untuk Anda ketahui, pelampung yang ada di pesawat bukanlah untuk mainan. Biasanya letak pelampung berada di bawah tempat duduk Anda, dan digunakan saat darurat. Bila Anda sengaja mengambil pelampung untuk di bawa pulang, Anda akan dikenakan sanksi. Hal ini tertulis dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan Pasal 54 dan Pasal 412 mengganggu keselamatan penerbangan : menyalakan telepon genggam, mengambil atau memindahkan pelampung, pengrusakan peralatan pesawat akan dikenakan denda Rp200 juta atau kurungan 2 tahun penjara.

Mengapa Navigasi Penerbangan Pakai Satuan Nautical Mile? Ini Jawabannya

Umumnya, masyarakat menggunakan sistem imperial atau metrik, seperti kilometer, meter, dan lain-lain, saat menghitung jarak tertentu. Namun, tidak demikian dengan navigasi penerbangan dan laut. Dua itu diketahui sudah sejak lama mengadopsi sistem nautical (NM). Lantas, mengapa navigasi penerbangan menggunakan NM?

Baca juga: Mengapa Pesawat Buang Bahan Bakar Saat di Udara? Simak Penjelasannya

Dilansir Simple Flying, nautical mile atau dalam bahasa Indonesia berarti mil laut adalah satuan panjang yang digunakan di seluruh dunia untuk keperluan kelautan seperti menghitung jarak dalam pelayaran dan penerbangan.

Satuan ini biasa digunakan pada hukum dan perjanjian internasional, terutama menyangkut batas wilayah perairan. Satu mil laut sama dengan 1,852 km; 1,1508 mil normal; atau 6,076 feet. Lambang untuk nautical mile adalah M, NM atau nmi.

Secara historis, satu mil laut berarti busur satu menit dari garis lintang di sepanjang garis bujur. Satu busur lintang, pada gilirannya, dibagi menjadi 60 menit, dengan demikian, satu NM sama dengan 1/60 derajat lintang.

Namun, pada Konferensi Hidrografi Luar Biasa Internasional Pertama di Monako, pada tahun 1929 silam, mil laut internasional ditetapkan sebagai 1.852 meter atau 1.151 mil. Jadi, bisa dibilang, alasan penggunaan nautical mile di navigasi penerbangan lebih dikarenakan terkait erat dengan koordinat peta.

Dalam peta, terdapat garis bujur dan lintang yang sama-sama memiliki satuan derajat. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang mungkin terbiasa menyebut “Berapa meter jarak rumahmu ke rumahnya Sully?”.

Tetapi, jika seseorang tersebut mengucapkannya dengan bahasa peta, maka yang ada menjadi “Berapa derajat selisih jarak rumahmu ke rumah Sully?”. Jadi setiap derajat perbedaan garis bujur atau lintang di bumi, menandakan bahwa dalam perbedaan derajat tersebut terdapat juga perbedaan jarak.

Sebetulnya, pada tahun 1947, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) sempat mengadopsi resolusi untuk membakukan sistem unit di seluruh penerbangan untuk memperkenalkan Sistem Satuan Internasional, yang dikenal sebagai SI dari ‘Système International d’Unités’, dan akan didasarkan pada sistem metrik.

Hanya saja, ICAO sadar bahwa mengubah sistem nautical mile menjadi sistem metrik secepat itu akan membuat penerbangan kacau. Alhasil, nautical mile tetap digunakan sampai saat ini.

Kekhawatiran ICAO terkait perubahan sistem nautical mile ke metrik dengan terburu-buru memang terbukti. Pada 22 Juli 1983, pesawat Air Canada Boeing 767 dalam penerbangan dari Montreal ke Edmonton via Ottawa, Kanada, mengalami masalah.

Kapten Robert Pearson, 48 tahun, dengan pengalaman 15.000 jam terbang, dan kopilot Maurice Quintal, 36 tahun, dengan waktu terbang 7.000 jam, mendapati bahwa alarm tekanan bahan bakar rendah pesawat yang dikemudikannya tiba-tiba berbunyi.

Ketika itu, pilot berasumsi bahwa bahan bakar masih banyak, merujuk pada indikator Flight Management Computer (FMC). Alarm pun dimatikan. Tak lama berselang, alarm yang sama kembali berbunyi dan kru pun memutuskan untuk mendarat di Winnipeg, berjarak sekitar 120 mil.

Baca juga: Kenapa Mayoritas Badan Pesawat Berwarna Putih? Ini Dia Alasan Ilmiahnya!

Saat pesawat mulai turun, mesin kiri mati, diikuti dengan ledakan pada mesin kanan. Alhasil, pesawat pun kehabisan bahan bakar di ketinggian 41 ribu kaki atau 12 kilometer dari permukaan tanah.

Setelah diusut, ternyata salah satu penyebabnya karena sistem metrik. Teknisi memberikan sejumlah catatan dalam bentuk pound / L sedangkan pesawat menggunakan kg / L. Alhasil, dari seharusnya pesawat mengisi 20.088 liter bahan bakar menjadi hanya di bawah 5.000 liter. Tak heran bila pada akhirnya pesawat kehabisan bahan bakar saat tengah mengudara.

Kenapa Kapten Pilot Selalu Duduk di Sebelah Kiri dan Kopilot di Sebelah Kanan?

Pilot dan kopilot saling melengkapi dalam melakukan tugas-tugas penerbangan. Kopilot bisa saja mengerjakan apa yang menjadi tugas pilot, demikian juga  sebaliknya. Namun, tidak dengan posisi tempat duduk di kokpit. Umumnya, pilot selalu duduk di sebelah kiri dan kopilot di sebelah kanan. Kenapa demikian?

Baca juga: Rute Abu Dhabi-Kairo, Seluruh Awak Etihad EY653 adalah Perempuan dengan Kapten Pilot Warga Indonesia

Posisi kapten pilot di sebelah kiri tak lepas dari peran sejarah. Menurut Captain Lim dalam program Ask Captain, di masa-masa awal kehadiran pesawat, salah satunya di peristiwa Perang Dunia I, teknologi masih sangat terbatas dan umumnya pesawat masih berupa mesin tunggal (biplane) dengan putara mesin searah jarum jam. Ini membuat beban pesawat lebih condong ke kanan.

Dengan adanya kursi pilot dan kopilot di sebelah kanan, ini akan membuat keseimbangan dalam bermanuver, utamanya saat berbelok ke kiri.

Seiring waktu, teknologi pesawat berkembang pesat meninggalkan mesin piston menjadi mesin jet. Letaknya pun sudah tidak di tengah melainkan di sayap pesawat. Hal ini membuat kesimbangan lebih terjaga dan tidak terlalu berpengaruh pada posisi tempat duduk pilot-kopilot di kokpit. Begitupun juga dengan kontrol pesawat, sama saja antara di kanan dan di kiri.

Kendati begitu, kebiasaan yang sudah terbentuk lambat laun seolah menjadi tradisi. Ini juga didukung oleh bandara melalui pola lalu lintas yang lebih memudahkan pesawat berbelok ke kiri. Belokan ke kiri dan kursi kapten di sebelah kiri menjadi perpaduan sempurna untuk membuat kapten mendapat visibilitas lebih saat berbelok.

Di era penerbangan modern, operasional pesawat juga umumnya dilakukan dari sisi sebelah kiri. Penumpang diketahui masuk dari sebelah kiri pesawat. Itu karena pintu utama berada di sebelah kiri dan garbaratanya pun demikian. Ini menuntut kapten pilot untuk berada di sisi paling dekat dengan garbarata yaitu dengan duduk di sebelah kiri.

Akan tetapi, mengingat kontrol pesawat di kokpit sebelah kiri maupun kanan sama, menurut pengakuan salah seorang pilot, itu tak selalu terjadi. Karena bukan menjadi bagian dari regulasi secara umum atau khusus yang diatur regulator penerbangan sipil Indonesia maupun dunia (FAA dan EASA).

Baca juga: Khawatir Arogan, Bahayakah Pilot Militer Pindah Jadi Pilot Komersial?

Lain pesawat, lain helikopter. Menurut Majalah Smithsonian, tradisi kapten pilot duduk di sebelah kiri tak berlaku di helikopter. Justru sebaliknya, kapten pilot pada helikopter umumnya duduk di sebelah kanan untuk memegang kontrol penuh pada sensitive cyclic control stick pesawat.

Posisi kapten pilot di sebelah kanan juga didukung data. Menurut American Psychological Association, 90 persen orang lebih menyukai penggunaan tangan kanan dan ini pun diadopsi di helikopter. Sementara kanan kanan memegang kontrol sensitif helikopter, tangan kiri memegang kontrol lainnya yang tak terlalu sensitif.