Pengguna KRL Semakin Nyaman! Jalur Green Line Hadir dengan Stasiun Baru, “Stasiun Jatake”

Seiring dengan bertambahnya jumlah penumpang KRL setiap harinya, PT KAI bekerja sama dengan pihak swasta untuk memperluas akses transportasi publik. Pertumbuhan volume pengguna KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung atau Jalur Green Line terus meningkat.

Baca juga: Komuter KRL Jabodetabek dari Cina Tiba di Awal 2025, Beropasi di Akhir Tahun

Pada tahun 2021 volumenya mencapai 123.125.910 pengguna, jumlahnya meningkat pada 2022 yaitu 215.049.396 pengguna. Tahun 2023 saat Pemerintah telah melakukan pelonggaran dan mencabut status Pandemi Covid-19 di Indonesia angkanya meningkat menjadi 290.890.677 pengguna.

“Salah satu langkah strategis yang dilakukan untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah pengembangan Stasiun Tigaraksa dan pembangunan Stasiun Baru Jatake di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Ini merupakan bagian dari lintas Stasiun Tanah Abang – Stasiun Rangkasbitung, atau yang disebut lintas Green Line pada peta commuter,” ungkap Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Anne menjelaskan bahwa pembangunan Ekstensi Stasiun Tigaraksa dan Flyover Tenjo di antara Stasiun Tenjo dan Stasiun Cikaya telah dilakukan dengan revitalisasi dan perluasan bangunan.

“Pengembangan Stasiun Tigaraksa merupakan hasil kolaborasi antara KAI, Pemerintah, dan pihak swasta. Konsep Transit Oriented Development (TOD) yang diterapkan di Stasiun Tigaraksa ini akan terhubung dengan kawasan pemukiman Agung Podomoro Land serta moda transportasi lainnya. Selain itu, flyover di Jalan Raya Tenjo akan dibangun untuk menghilangkan pelintasan sebidang kereta api dengan jalan raya,” tambahnya.

Anne menyampaikan, KAI mencatat peningkatan volume penumpang KRL di Stasiun Tigaraksa yang melayani 220 perjalanan KRL per hari. Pada tahun 2021, Stasiun Tigaraksa melayani 817.723 pengguna, meningkat menjadi 1.197.03 pengguna di tahun 2022, dan mencapai 1.514.287 pengguna pada tahun 2023.

Selain Stasiun Tigaraksa, jalur green line baru lainnya adalah Stasiun Jatake. KAI bersama Pemerintah dan swasta berkolaborasi membangun stasiun baru ini di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

“Pembangunan Stasiun Jatake merupakan bagian dari pengembangan konsep TOD. Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Stasiun Jatake pada Sabtu, 30 Maret 2024, dan ditargetkan akan melayani operasional KRL pada pertengahan tahun 2025,” jelas Anne.

Ia mengatakan, Stasiun Jatake dibangun di atas lahan seluas 2.435 m², dengan luas bangunan gedung stasiun 3.000 m² yang terdiri dari 3 lantai. Dirancang oleh Arkonin yang merupakan biro arsitektur terkemuka mengadopsi gaya modern tropis dengan tata ruang yang fungsional.

Panjang peron Stasiun Jatake mencapai 250 meter dengan lebar masing-masing peron 6 meter. Area dalam bangunan menyediakan zona aktivitas penumpang, zona komersial, dan area kantor KAI. Di luar bangunan, terdapat fasilitas parkir untuk mobil, motor, dan sepeda, serta penggunaan panel surya untuk efisiensi penggunaan listrik.

Electric Multiple Unit, Inilah Basis Teknologi KRL di Indonesia

Buntut Insiden Lebanon, Emirates Larang Pager dan Walkie Talkie, Termasuk yang Dikemas Sekalipun

Buntut terjadinya serangan elektronik, yakni berupa ledakan yang menyasar pager (radio panggil) dan walkie talkie (HT) yang digunakan para milisi Hizbullah di Lebanon, maka maskapai Emirates Airlines telah mengumkan pelarangan pager dan walkie talkie dari tas tangan penumpang.

Baca juga: Buntut Konflik di Timur Tengah, Emirates Hentikan Seluruh Penerbangan ke Iran Hingga 15 Oktober 2024

Maskapai yang berbasis Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) itu telah melarang penumpang terbang dengan pager atau walkie-talkie di tangan atau tas jinjing mereka setelah ledakan perangkat di Lebanon dan Suriah bulan lalu. Emirates Airlines mengumumkan bahwa kedua barang tersebut dilarang untuk dikemas dalam penerbangan ke, dari, atau transit dengan Dubai.

Sebuah pernyataan di situs web maskapai tersebut mengatakan: “Semua penumpang yang melakukan perjalanan dengan penerbangan ke, dari, atau melalui Dubai dilarang membawa pager dan walkie-talkie dalam bagasi terdaftar atau kabin.”

Ditambahkan: “Barang-barang tersebut yang ditemukan di tas tangan penumpang atau bagasi terdaftar akan disita oleh Kepolisian Dubai.” Hal ini terjadi beberapa minggu setelah serangan terhadap perangkat Hizbullah – kelompok Lebanon yang didukung oleh Iran dan bersekutu dengan Hamas – yang terkait dengan perang di Gaza setelah hampir setahun saling tembak dengan Israel di seberang perbatasan.

Setidaknya 37 orang tewas dan 3.000 orang terluka pada tanggal 17 dan 18 September setelah pager elektronik yang digunakan oleh Hizbullah untuk berkomunikasi meledak secara bersamaan di Beirut dan Damaskus.

Hizbullah dan pemerintah Lebanon menyalahkan Israel atas serangan tersebut, namun, militer Israel belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap komunikasi tersebut.

Setelah ledakan mematikan tersebut, otoritas Lebanon melarang pager elektronik dan walkie-talkie dikirimkan atau dibawa oleh semua maskapai penerbangan yang berangkat dari Bandara Beirut hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Penyedia maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah juga mengumumkan bahwa, meskipun penerbangan Emirates ke Amman di Yordania dilanjutkan pada tanggal 6 Oktober, penerbangan ke dan dari Irak, Iran, dan Lebanon tetap ditangguhkan di tengah serangan rudal yang sedang berlangsung.

Profil Bandara Internasional Rafic Hariri – Gerbang Utama Keluar-Masuk Beirut (Lebanon)

11 Oktober 1910: Theodore Roosevelt Jadi Presiden AS Pertama yang Terbang Naik Pesawat

Terlepas dari jabatannya sebagai presiden Amerika Serikat (AS), Theodore Roosevelt adalah seorang petualang ulung. Itu sebab, ia tak menolak tawaran dari Arch Hoxsey, tangan kanan Wright bersaudara dan rekan sejawat Glenn Curtiss, pelopor penerbangan AS, untuk menjadi presiden AS pertama yang terbang naik pesawat pada tanggal 11 Oktober 1910.

Baca juga: Hari Ini, 111 Tahun lalu, Wright Company Produsen Pesawat Pertama di AS Berdiri

Tinta emas sejarah Theodore Roosevelt menjadi presiden AS pertama yang terbang dengan pesawat tentu tak lepas dari bujuk rayu maut sang aviator andal, Arch Hoxsey. Menariknya, ajakan untuk terbang bersama menggunakan pesawat Wright Model AB itu dilakukannya secara mendadak tanpa ada pertemuan perdana, kedua, dan seterusnya untuk membahas itu.

Dilansir aviation history yang dikutip historynet.com, dalam satu momen, Arch Hoxsey secara kebetulan bertemu Presiden Theodore Roosevelt (TR) di Kinloch Field, St. Louis, AS. Di pertemuan mendadak itu, Hoxsey tanpa basa-basi langsung mengajaknya terbang.

“Kolonel, saya ingin Anda ikut dengan saya.” Dia menyebutkan kepada TR bahwa mereka merayakan ulang tahun yang sama, 27 Oktober. “Setelah saya mengatakan kepadanya dia tersenyum,” kata Hoxsey. “Begitu saya melihat senyumnya, saya tahu saya memilikinya (berhasil membujuknya).” Roosevelt melepas mantelnya dan naik ke Hoxsey’s Wright Model AB.

Selama beberapa waktu, Presiden Roosevelt dan Hoxsey terbang keliling lapangan terbang dengan beberapa kali melakukan manuver sederhana.

Usai mendarat, koran-koran lokal ketika itu melaporkan bahwa Roosevelt, “dengan senyumnya yang paling lebar,” dengan penuh semangat menjabat tangan Hoxsey. “Itu bagus!” ujarnya antusias. “Itu adalah pengalaman terbaik yang pernah saya miliki.” TR memberi tahu Hoxsey bahwa dia “berharap dia bisa menemani Anda selama satu jam” tetapi kesibukannya sebagai presiden menunda keinginan tersebut.

Pasca keberhasilannya terbang naik pesawat untuk pertama kalinya, kemana saja melakukan kunjungan kepresidenan, ia selalu menceritakan tentang pengalamannya terbang naik pesawat, terutama kepada anak-anak. Hal ini kemudian menginspirasi mereka untuk menjadi seorang penerbang, teknisi pesawat, dan lain sebagainya.

“Aku tahu kalian, anak-anak, akan dengan senang hati bermain-main selama seminggu untuk naik pesawat,” kata TR, “Jadi jangan salahkan aku karena sedikit terlambat.”

Sebelum terbang naik pesawat untuk pertama kalinya sebagai pribadi maupun presiden AS, TR sebetulnya sudah beberapa kali mendapat tawaran terbang, sekalipun tidak selalu naik pesawat.

Pada tahun 1902, penerbangan balon udara terkenal dari Brasil, Alberto Santos-Dumont, berkunjung ke Gedung Putih dan mengajak TR agar mau terbang dengannya menggunakan balon udara dan mencetak rekor ketinggian terbang.

Baca juga: Sejarah Merger Boeing dengan McDonnell Douglas, Sempat Ditentang Eropa sampai Presiden AS Turun Tangan

Namun, itu ditolak keras oleh seluruh elemen masyarakat, internal maupun eksternal Gedung Putih. Hal itu dinilai membahayakan presiden dan AS pada umumnya, mengingat keselamatan presiden adalah keselamatan warga.

Tak ingin terus terhalang, TR pun memutuskan untuk turut andil dalam kesempatan selanjutnya yaitu eksperimen aeronautika awal oleh Alexander Graham Bell dan Glenn Curtiss, dengan mengutus Letnan Thomas Selfridge. Ia -Selfridge- menjadi orang pertama sekaligus pilot militer pertama yang tewas dalam kecelakaan pesawat saat melakukan demonstrasi penerbangan pada April 1910 di Paris Perancis.

 

Gandeng INKA, KAI Pastikan Keandalan Layanan LRT Jabodebek

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menjalin kerjasama strategis dengan PT Industri Kereta Api (INKA) melalui Maintenance Service Agreement (MSA) untuk pemeliharaan 31 trainset LRT Jabodebek. Kerjasama ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk memastikan keandalan operasional LRT Jabodebek yang menggunakan teknologi otomatisasi tanpa masinis, Grade of Automation (GOA) Level 3.

Baca juga: LRT Jabodebek Hadirkan Transportasi Ramah dan Inklusif bagi Seluruh Pengguna

Melalui MSA ini, KAI bersama PT INKA berkomitmen menjalankan pemeliharaan terstruktur yang mendukung keselamatan dan kenyamanan para pengguna transportasi publik di Jabodetabek.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa kerjasama ini menegaskan komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang andal dan berkelanjutan.

“Kerjasama dengan PT INKA melalui MSA memungkinkan kami untuk melakukan pemeliharaan secara optimal, sehingga dapat terus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengguna LRT Jabodebek. Ini merupakan langkah konkret untuk memastikan performa sarana transportasi publik yang handal,” ujar Mahendro.

Melalui kerjasama ini, KAI akan mendapatkan layanan pemeliharaan komprehensif yang mencakup perawatan terjadwal dan perbaikan tidak terjadwal. PT INKA akan mengerahkan tenaga kerja tersertifikasi dan menyediakan suku cadang orisinal, demi memastikan tingkat keandalan layanan yang tinggi.

Kerjasama ini menunjukkan sinergi antara KAI dan PT INKA untuk terus memberikan layanan transportasi publik yang efisien, andal, dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

PT KAI, PT INKA dan CRRC Qingdao Sifang Tandatangani MoU Terkait Pendalaman Kerjasama Dalam Sarana Perkeretaapian di Indonesia

Vietjet Jalin Kesepakatan Strategis dengan CFM International untuk Penyediaan Mesin Airbus A321neo

Vietjet Air terus mempercepat pertumbuhannya dengan memperoleh dua pencapaian penting, yaitu menandatangani sebuah kesepakatan strategis dengan CFM International untuk pengadaan lebih dari 400 mesin LEAP-1B dan menerima kedatangan Airbus A321neo terbaru. Upaya ini menunjukkan komitmen Vietjet dalam memperbarui armadanya dengan teknologi mutakhir guna meningkatkan kinerja dan efisiensi bahan bakar.

Baca juga: Vietjet dan Honeywell Kolaborasi Wujudkan Industri Penerbangan yang Ramah Lingkungan

Kemitraan yang terjalin antara Vietjet dan CFM International, sebuah perusahaan gabungan antara Safran Aircraft Engines dan GE Aerospace, semakin memperkuat komitmen Vietjet untuk mendatangkan lebih dari 400 mesin LEAP-1B beserta layanan teknis mesin yang komprehensif. Dengan nilai sekitar US$8 miliar (sekitar Rp125 triliun), kesepakatan ini akan memperkuat armada pesawat berbadan sempit milik Vietjet, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasionalnya. Kesepakatan ini diresmikan pada upacara penandatanganan di Istana Élysée pada 7 Oktober, disaksikan oleh Presiden Vietnam To Lam dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan menandai tonggak penting dalam strategi ekspansi maskapai Vietjet.

Mesin-mesin ini merupakan bagian dari dua kesepakatan pemesanan yang telah diumumkan sebelumnya pada tahun 2016 dan 2018, dan mencakup pengiriman pesawat yang dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025. Dengan menawarkan standar efisiensi yang tinggi, mesin CFM LEAP mampu mengurangi penggunaan bahan bakar dan emisi CO₂ sebesar 15 hingga 20 persen dibandingkan dengan model sebelumnya. Tidak hanya itu, mesin-mesin ini memiliki tingkat kebisingan yang sangat rendah, sehingga mendukung Vietjet untuk mewujudkan armada penerbangan yang lebih tenang dan ramah lingkungan.

Gaël Méheust, Presiden dan CEO CFM International, mengatakan, “Selama lebih dari satu dekade, kami telah bekerja sama dengan Vietjet Air untuk memperkenalkan program dukungan dalam hal manajemen teknis, pelatihan, dan peningkatan efisiensi bahan bakar untuk armada CFM56. Kami berharap dapat memperluas praktik ini untuk mencakup mesin LEAP-1B terbaru. Kami merasa sangat terhormat atas tingkat kepercayaan yang tinggi yang ditunjukkan Vietjet terhadap CFM, dan kami menyambut baik kesempatan ini untuk semakin memperkuat hubungan khusus kami baik di tahun ini maupun di masa mendatang.”

CEO Vietjet Dr. Nguyen Thi Phuong Thao menambahkan, “Kami sangat menghargai dan merasa terhormat atas kemitraan strategis yang terjalin. Produsen mesin terkemuka dunia, seperti Safran dan CFM, telah bekerja sama dengan Vietjet untuk menghadirkan pengalaman perjalanan udara yang terjangkau bagi jutaan orang, serta mendorong pertumbuhan pasar penerbangan Asia-Pasifik yang dinamis, termasuk juga Vietnam. Perjanjian yang membawakan mesin hemat bahan bakar ini semakin memperkuat komitmen kami terhadap keberlanjutan. Dengan demikian, penumpang kami akan dapat menikmati penerbangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.”

Sebagai mitra strategis jangka panjang, kolaborasi Vietjet dengan Safran/CFM tidak hanya mencakup pengadaan mesin, tetapi juga meliputi penyediaan kursi pesawat, interior kabin, dan pelatihan manajemen mesin. Kemitraan ini juga membuka peluang untuk membangun fasilitas perawatan berteknologi tinggi dan pusat pelatihan di Vietnam guna memperkuat perannya sebagai pusat penerbangan regional.

Pada tanggal 7 Oktober, Vietjet menyambut kedatangan pesawat Airbus A321neo terbaru di Bandara Orly, Paris, dalam sebuah upacara khusus yang dihadiri oleh pejabat senior dari Vietnam dan Prancis. Penambahan pesawat ini menjadi bagian penting dari upaya ekspansi yang tengah dilakukan oleh Vietjet untuk meningkatkan kapasitas dan mempromosikan keberlanjutan melalui teknologi hemat bahan bakar. Akuisisi ini sejalan dengan komitmen Vietjet untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus menawarkan pengalaman perjalanan udara yang modern dan efisien.

CEO Vietjet Dr. Nguyen Thi Phuong Thao mengemukakan, “Pesawat Vietjet yang menampilkan simbol 50 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Vietnam dan Prancis menandai tonggak sejarah penting dalam pengembangan kerja sama di bidang ekonomi, budaya, dan perdagangan antara kedua negara, serta menyebarkan nilai-nilai bersama di kalangan masyarakat dan komunitas internasional. Kami sangat bangga bahwa kolaborasi antara Vietjet dan mitra Prancis telah memberikan hasil positif dan membangun fondasi yang kokoh untuk kemitraan strategis antara Vietnam dan Prancis. Acara hari ini juga sangat berarti bagi kami karena merupakan perayaan atas keberhasilan KTT Francophonie ke-19, yang dihadiri oleh pemimpin dari hampir 100 negara anggota.”

Dalam acara tersebut, Benoît de Saint-Exupéry, Wakil Presiden Eksekutif Penjualan Airbus untuk Bisnis Pesawat Komersial, mengatakan,“Acara hari ini kembali mencetak sejarah penting dalam kemitraan jangka panjang antara Airbus dan Vietjet, serta industri penerbangan Vietnam. Pengiriman pesawat A321neo terbaru ini merupakan langkah signifikan dalam ekspansi ambisius armada Vietjet, ditambah dengan pesanan 20 pesawat A330neo yang baru saja diterima di Farnborough Airshow. Kami merasa bangga dan berharap dapat melanjutkan kolaborasi serta meraih kesuksesan bersama Vietjet di tahun-tahun mendatang.”

Airbus A321neo, yang dirancang dengan mengutamakan efisiensi bahan bakar, mampu mengurangi tingkat kebisingan hingga 50% dan memungkinkan penghematan bahan bakar lebih dari 20%, sekaligus menurunkan kadar emisi CO₂ secara signifikan dibandingkan pesawat berlorong tunggal generasi sebelumnya.

Airbus Gandeng CFM Internasional, Uji Coba Mesin Berbahan Bakar Hidrogen di Pesawat A380

LRT Jabodebek Hadirkan Transportasi Ramah dan Inklusif bagi Seluruh Pengguna

LRT Jabodebek terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh pengguna, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, anak-anak, dan kelompok prioritas lainnya. Sebagai bagian dari komitmen ini, berbagai fasilitas telah disediakan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan semua pengguna.

Baca juga: Khusus Weekend dan Libur Nasional, Naik LRT Jabodebek Tarif Maksimal Hanya Rp10 Ribu

Bagi penyandang disabilitas, LRT Jabodebek telah menyediakan gate khusus yang dapat diakses oleh pengguna kursi roda. Selain itu, terdapat guiding block di seluruh stasiun yang dirancang untuk memandu pengguna tunanetra, mulai dari pintu masuk stasiun hingga ke peron. Fasilitas ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan memberikan rasa aman bagi pengguna dengan kebutuhan khusus.

“Kami percaya bahwa perjalanan yang aman dan nyaman adalah hak setiap orang. Oleh karena itu, LRT Jabodebek menghadirkan petugas yang siap membantu di stasiun dan di dalam kereta, serta dilengkapi dengan CCTV untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna,” ujar Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono.

LRT Jabodebek juga memperhatikan kebutuhan keluarga dan anak-anak. Pada peron LRT Jabodebek, tersedia Platform Screen Door (PDS) yang memberikan lapisan keamanan tambahan untuk pengguna, terutama anak-anak, agar mereka dapat menunggu kereta dengan lebih aman. Khusus di Stasiun Cawang, telah tersedia area bermain anak yang bisa dimanfaatkan oleh keluarga sambil menunggu jadwal keberangkatan.

Keamanan di ruang publik, terutama di transportasi umum, merupakan hal yang sangat penting bagi LRT Jabodebek. Berdasarkan data dari Koalisi Ruang Publik Aman (KRPA) tahun 2022, sebanyak 3.539 responden perempuan dari 4.236 melaporkan pernah mengalami pelecehan seksual di ruang publik, dengan 23 persen di antaranya terjadi di transportasi umum. LRT Jabodebek berkomitmen untuk menjadi transportasi yang aman dan menentang segala bentuk pelecehan atau tindakan yang merugikan.

“Kami mengajak seluruh pengguna untuk saling menghormati dan menjaga keamanan bersama. Jika pengguna mengalami atau melihat tindakan yang tidak diinginkan, kami mengajak para pengguna untuk segera melapor kepada petugas di kereta atau stasiun, atau melalui contact center di 121,” tambah Mahendro.

Pada hari kerja di bulan Oktober, LRT Jabodebek melayani rata-rata 83.535 pengguna, yang semakin membuktikan bahwa transportasi ini menjadi pilihan masyarakat Jabodetabek. Angka tersebut menunjukkan bahwa LRT Jabodebek tidak hanya efektif dalam mobilitas tetapi juga diterima dengan baik oleh masyarakat.

LRT Jabodebek akan terus berinovasi dan meningkatkan fasilitas demi memenuhi kebutuhan seluruh pengguna, serta menciptakan lingkungan transportasi yang aman dan nyaman bagi semua. Bersama-sama, mari kita ciptakan ruang publik yang lebih inklusif dan ramah bagi perempuan, penyandang disabilitas, anak-anak, serta seluruh pengguna transportasi umum.

Seluruh Stasiun LRT Jabodebek Dilengkapi Water Station, Penumpang Bisa Isi Air Minum Gratis

Mimpi Reunifikasi Ambyar, Korea Utara Putuskan Jalur Kereta ke Korea Selatan Secara Permanen

Buyar sudah mimpi reunifikasi di semenanjung Korea, pasalnya pihak militer Korea Utara akan memutuskan secara permanen jalur kereta api yang selama ini menghubungkan antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Baca juga: Setelah 18 Hari Inspeksi, Kereta Korea Selatan Kembali dari Korea Utara

Seperti dikutip Reuters.com, militer Korea Utara mengatakan akan mengambil “langkah substansial” dengan memutus sepenuhnya wilayahnya dari Korea Selatan pada hari Rabu, setelah berbulan-bulan memperkuat perbatasannya yang dipersenjatai dengan ketat.

Pengumuman tersebut, yang muncul setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un membatalkan kebijakan lama untuk mencari reunifikasi damai dengan Korea Selatan awal tahun ini, menyatakan bahwa jalan raya dan rel kereta api yang tersisa yang terhubung ke Korea Selatan akan diputus sepenuhnya, sehingga menghalangi akses di sepanjang perbatasan.

“Situasi militer akut yang terjadi di semenanjung Korea mengharuskan angkatan bersenjata Korea Utara untuk mengambil tindakan yang lebih tegas dan lebih kuat untuk lebih dapat dipercaya dalam mempertahankan keamanan nasional,” kata Staf Umum Tentara Rakyat Korea (KPA), menurut pemberitahuan di kantor berita milik pemerintah Korea Utrara KCNA yang menyebut Korea Utara dengan inisial nama resminya, Republik Rakyat Demokratik Korea.

Sejak Januari, Pyongyang telah memperkuat pertahanan perbatasannya, memasang ranjau darat, membangun perangkap anti-tank, dan menyingkirkan infrastruktur rel kereta api, menurut militer Korea Selatan.

Kim juga telah meningkatkan retorikanya yang berapi-api terhadap Korea Selatan, menyebutnya sebagai “musuh utama dan musuh utama yang tidak berubah-ubah” Korea Utara, sebuah deskripsi yang digaungkan dalam pemberitahuan KPA terbaru.

Staf Umum mengatakan tindakan tersebut merupakan respons terhadap “latihan perang” baru-baru ini yang diadakan di Korea Selatan dan kunjungan oleh apa yang diklaimnya sebagai aset nuklir strategis AS di kawasan tersebut. Selama setahun terakhir, sebuah kapal induk AS, kapal serbu amfibi, pembom jarak jauh, dan kapal selam telah mengunjungi Korea Selatan, yang menuai teguran keras dari Pyongyang.

Dalam tanggapannya pada hari Rabu, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan pengumuman Korea Utara adalah “tindakan putus asa yang berasal dari ketidakamanan rezim Kim Jong Un yang gagal” dan “hanya akan mengarah pada isolasi yang lebih keras [baginya].”

Korea Utara dan Korea Selatan telah terpisah sejak Perang Korea berakhir pada tahun 1953 dengan perjanjian gencatan senjata. Kedua belah pihak secara teknis masih berperang, tetapi kedua pemerintah telah lama berupaya mencapai tujuan untuk bersatu kembali suatu hari nanti.

Dewan Keamanan PBB Beri Lampu Hijau untuk Survei Lapangan Jalur Kereta Korea Utara dan Korea Selatan

Meski ada Sejumlah Tantangan, Manufaktur Baterai Berlomba Hadirkan Proses Pengisian Cepat untuk Mobil Listrik

Produsen baterai di Asia berlomba-lomba mengembangkan sel “pengisian daya super cepat” generasi baru untuk kendaraan listrik yang akan membuat pengisian tenaga secepat mengisi mobil dengan bensin atau solar.

Baca juga: Dalam Waktu Enam Menit, Baterai Mobil Listrik Terisi 90 Persen

Dengan industri EV (electric vehicle) global yang berusaha memenangkan konsumen skeptis yang menunda waktu pengisian daya yang lama, maka CATL dan Gotion High-tech dari Cina telah meluncurkan baterai yang dapat diisi daya dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 10 menit. Tujuannya adalah untuk mengisi daya EV dalam waktu sekitar lima menit, membuat pengalaman tersebut hampir tidak dapat dibedakan dari mengisi daya mobil menggunakan bahan bakar tradisional.

“Salah satu jawaban untuk kecemasan jarak tempuh tentu saja dengan memberi EV jarak tempuh yang lebih jauh, tetapi yang lainnya adalah memungkinkan pengisian daya EV Anda cukup cepat sehingga nyaman untuk melakukannya di tengah perjalanan,” kata Andreas Breiter, yang merupakan salah satu pemimpin McKinsey’s Center for Future Mobility di Amerika Utara.

“Karena ada batasan jarak tempuh yang dapat dicapai dan jumlah baterai yang dapat ditampung kendaraan listrik, pengisian daya yang lebih cepat akan menjadi bagian dari solusinya — tetapi ada konsekuensinya.”

Tantangan yang menghalangi pencapaian target lima menit tersebut meliputi risiko keselamatan yang lebih tinggi, masa pakai baterai yang lebih pendek, ketersediaan koneksi jaringan, dan biaya tambahan yang terkait dengan pemasangan pengisi daya supercepat. Industri kendaraan listrik juga melawan tren konsumen yang beralih ke mobil hibrida atau tetap menggunakan mobil bertenaga bensin dan diesel, karena insentif untuk beralih ke listrik murni berkurang.

Pabrikan mobil Korea Selatan Hyundai mengatakan kepada Financial Times bahwa mereka melihat pengisian daya cepat sebagai hal yang penting untuk meningkatkan penjualan kendaraan listrik. Infrastruktur yang diperluas akan meningkatkan kenyamanan pelanggan, katanya, dan usaha patungan telah dibentuk dengan pabrikan mobil lain untuk membangun jaringan pengisian daya kendaraan listrik berdaya tinggi di seluruh Amerika Utara dan Eropa.

Sementara banyak calon pembeli kendaraan listrik masih enggan untuk menghentikan perjalanan dan menghabiskan waktu hingga satu jam di stasiun pengisian daya, beberapa model kendaraan listrik 800 volt yang sudah ada di pasaran dapat diisi ulang dengan pengisi daya “Level 3” hingga sekitar 80 persen — yang berarti jarak tempuh ratusan kilometer — dalam waktu kurang dari 20 menit.

“Pengisi daya supercepat kami memungkinkan kendaraan listrik terisi hingga 80 persen hanya dalam 15 menit, sehingga Anda memperoleh jarak tempuh yang cukup untuk menempuh jarak 450 km dari LA ke Las Vegas,” kata Joon Park, kepala pemasaran pembuat pengisi daya asal Korea, SK Signet, sambil memberikan satu contoh.

Kecepatan pengisian daya biasanya diukur dari segi waktu yang dibutuhkan untuk beralih dari pengisian daya 10 persen menjadi 80 persen, karena baterai idealnya tidak boleh terkuras di bawah 10 persen, sementara kecepatan pengisian daya melambat drastis antara 80 dan 100 persen.

Menurut Departemen Transportasi AS, pengisi daya “Level 1” yang dicolokkan ke stopkontak AC rumah tangga standar 120 volt menawarkan daya sekitar 1 kilowatt — cukup untuk mengisi daya EV dari kosong hingga 80 persen dalam 40-50 jam. Pengisi daya “Level 2” 240 volt yang digunakan untuk pengisian daya semalaman biasanya akan menawarkan hingga 20 kW dan waktu pengisian daya 4-10 jam.

Namun, pengisi daya “Level 3” super cepat terbaru, yang melewati pengisi daya bawaan EV dan memasok arus searah (DC) langsung ke baterai, dapat menawarkan ratusan kilowatt, sehingga mengurangi waktu pengisian daya secara drastis. Tesla Supercharger menawarkan hingga 250 kW, yang memberikan daya 75 mil dalam lima menit, sementara pengisi daya kelas atas Huawei menawarkan 600 kW.

Jaringan Supercharger Tesla menawarkan daya hingga 250 kW dengan ribuan stasiun pengisian daya yang tersebar di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.

Baterai Shenxing Plus buatan CATL, yang diluncurkan di pameran otomotif Beijing awal tahun ini, menjanjikan waktu pengisian daya yang setara dengan jarak tempuh satu kilometer per detik, atau 600 km dalam 10 menit.

Namun, produsen baterai Korea bertekad untuk memperkecil kesenjangan tersebut. “Pada tahun 2026, kami akan meluncurkan baterai yang dapat terisi penuh dalam waktu sembilan menit,” kata Goh Juh-young, wakil presiden produsen baterai Korea Selatan Samsung SDI, kepada Financial Times.

“Namun, tujuan kami adalah mengembangkan baterai EV yang setara dengan kendaraan bermesin pembakaran internal yang dapat menempuh jarak 600 km setelah pengisian bahan bakar selama lima menit.”

Di sisi negatifnya, Lee Hang-koo, kepala Jeonbuk Institute of Automotive Convergence Technology di Korea Selatan, mengatakan ada bukti bahwa umur baterai dapat berkurang karena pengisian daya super cepat yang berlebihan, selain adanya risiko kerusakan baterai.

Bukan Changan, Esemka Bima EV Jiplakan dari Mobil Cina Shineray, Ini Spesifikasi dan Harganya

Tanpa Gunakan Hutang Luar Negeri, Vietnam Canangkan Pembangunan Jalur Kereta Cepat Sepanjang 1.541 Kilometer

Vietnam berencana membangun infrastruktur kereta api berkecepatan tinggi dengan jarak setara Jakarta – Lombok tanpa menggunakan utang luar negeri. Proyek kereta cepat itu akan membentang dari ibu kota Hanoi ke pusat bisnis selatan Kota Ho Chi Minh. Jalur itu memiliki total lintasan sepanjang 1.541 atau sekitar jarak antara Jakarta dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Vietnam Buka Rute Kereta Lintas Benua, Hubungkan Hanoi dengan Liege di Belgia

Dilansir dari Vietnamplus.vn, Vietnam disebut berambisi mendanai sendiri proyek kereta api berkecepatan tinggi senilai US$67 miliar atau setara Rp1.031,39 triliun tanpa menggunakan pinjaman luar negeri.

Menurut laporan studi pra-kelayakan, Kementerian Transportasi Vietnam mengusulkan untuk berinvestasi pada jalur kereta cepat dengan kecepatan desain 350 km per jam; dengan panjang total 1.541 km; model rel ganda dengan lebar rel 1.435 mm.

Jalur kereta listrik berkecepatan tinggi ini akan mencakup 23 stasiun penumpang, serta lima stasiun barang yang terhubung ke pusat-pusat kargo utama, dimulai dari stasiun Ngoc Hoi di Hanoi, melewati 20 provinsi dan kota, dan berakhir di stasiun Thu Thiem di Kota Ho Chi Minh.

Selain itu, menurut perhitungan konsultan, pada rute Hanoi – Ho Chi Minh, dengan kecepatan 350 km per jam, jalur kereta api ini diperkirakan akan menarik sekitar 12,5% lebih banyak penumpang dibandingkan dengan jalur dengan kecepatan 250 km per jam, sementara biaya investasi untuk jalur 350 km per am sekitar 8-9% lebih tinggi daripada jalur 250 km per jam.

Mengenai jadwal pelaksanaan, Kementerian Transportasi menargetkan untuk menyampaikan kebijakan investasi kepada legislatif pada Oktober 2024. Pada tahun 2025-2026, akan ada proses lelang untuk memilih konsultan internasional, beserta survei dan penyusunan laporan prastudi kelayakan.

Pada akhir tahun 2027, pembebasan lahan akan dimulai, diikuti dengan lelang untuk kontraktor dan peletakan batu pertama proyek komponen untuk ruas Hanoi – Vinh dan Nha Trang – Kota Ho Chi Minh. Selanjutnya, pembangunan jalur Vinh – Nha Trang direncanakan akan dimulai pada tahun 2028-2029, dengan tujuan untuk menyelesaikan seluruh rute pada tahun 2035.

Menurut Politbiro, proyek ini bertujuan untuk memenuhi permintaan transportasi yang terus meningkat, berkontribusi pada restrukturisasi pasar transportasi yang optimal dan berkelanjutan di sepanjang koridor Utara-Selatan. Proyek ini sejalan dengan kebijakan dan orientasi Partai untuk investasi infrastruktur transportasi, sebagaimana yang diuraikan dalam strategi pembangunan nasional di bawah Resolusi Kongres Partai Nasional ke-13 dan skema perencanaan nasional.

Jalur kereta api cepat ini diharapkan dapat mendorong konektivitas regional dan antardaerah, menghasilkan efek limpahan ekonomi, dan membuka ruang pembangunan ekonomi baru. Selain itu, jalur ini akan membantu merestrukturisasi wilayah perkotaan dan sektor ekonomi, sehingga meningkatkan daya saing ekonomi.

Selain itu, proyek ini siap untuk mendorong pertumbuhan jalur kereta api dan industri pendukungnya, mempromosikan moda transportasi yang berkelanjutan, modern, dan ramah lingkungan. Ini akan membantu mengurangi kecelakaan lalu lintas, mengurangi polusi lingkungan, dan beradaptasi dengan perubahan iklim sambil memastikan pertahanan-keamanan nasional.

Stasiun Da Lat dengan Desain Antik Perancis, Andalan Wisata Kereta Vietnam

Buntut Konflik di Timur Tengah, Emirates Hentikan Seluruh Penerbangan ke Iran Hingga 15 Oktober 2024

Dunia mungkin harus ‘berterima kasih’ pada maskapai besar asal Timur Tengah sepeti Emirates dan Etihad, pasalnya kedua maskapai besar itu beroperasi menyambung ‘lidah’ transportasi ke negara-negara berkonflik, atau negara yang secara politik dijauhi oleh dunia Barat. Sebut saja ketika semua maskapai penernbangan asal Eropa memutuskan jalur penerbangan ke Rusia, maka Emirates dan Etihad tetap keukeh meladeni rute ke Rusia.

Baca juga: Marak Turbulensi Ekstrim, Emirates Rilis Video Keselamatan Terbaru yang Lebih “To The Point”

Pun demikian dengan rute ke Iran Emirates merupakan maskapai besar dengan reputasi global yang melayani penerbangan berjadwal ke negara yang notabene mendapat beragam sanksi dari Amerika Serikat dan Barat. Namun, ada kabar kurang sedap, terkait dengan esklasi peperangan antara Iran dan Israel, maka Emirates memutuskan untuk sementara membatalkam seluruh penerbanagn dari dan ke Iran.

Seperti yang dilaporkan oleh France24, Emirates awalnya menangguhkan semua penerbangan ke Iran, Irak, dan Yordania pada tanggal 4 dan 5 Oktober karena “kerusuhan regional.” Penerbangan ke Lebanon juga telah dihentikan hingga 8 Oktober karena maskapai terus memantau situasi di wilayah tersebut. Minggu lalu, Iran melancarkan serangan rudal ke Israel, yang menimbulkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.

Dalam pembaruan terbarunya, Emirates mengatakan bahwa penerbangan ke Teheran, ibu kota Iran, akan tetap ditangguhkan hingga 15 Oktober. Dengan demikian, penumpang yang transit melalui Bandara Internasional Dubai dengan Teheran sebagai tujuan akhir mereka tidak akan diizinkan untuk melakukan perjalanan dari tempat asal mereka. Demikian pula, penerbangan ke Beirut, Lebanon, akan tetap ditangguhkan hingga 15 Oktober dan penumpang transit tidak akan diterima untuk bepergian.

Menurut data dari Cirium, sebuah perusahaan analisis penerbangan, Emirates memiliki rata-rata 17 penerbangan mingguan yang dijadwalkan dari Dubai ke Bandara Internasional Imam Khomeini (IKA) Teheran pada September 2024. Flightradar24 menunjukkan bahwa penerbangan terakhir ke Teheran, EK977, dioperasikan pada 4 Oktober.

Pada hari Minggu, Iran telah menangguhkan semua penerbangan komersial, tetapi operasi dilanjutkan pada hari Senin. Penghentian sementara tersebut memengaruhi penerbangan dari pukul 17:30 UTC pada tanggal 6 Oktober hingga 02:30 UTC pada tanggal 7 Oktober karena “pembatasan operasional.”

Namun, menurut otoritas penerbangan sipil Iran, penerbangan ke dan dari Teheran diizinkan untuk beroperasi setelah memastikan “kondisi penerbangan yang sesuai dan aman.” Meskipun demikian, banyak maskapai penerbangan telah menunda penerbangan mereka ke Iran.

Sementara itu, Emirates telah melanjutkan penerbangan ke Basra dan Baghdad di Irak. Penumpang yang transit melalui Dubai dengan tujuan akhir di Irak akan diterima untuk perjalanan. Layanan ke Bandara Internasional Baghdad (BGW) dilanjutkan pada 8 Oktober, dengan Penerbangan EK943 berangkat dari Dubai pukul 12:40 dan tiba di ibu kota Irak pukul 14:01 waktu setempat.

Timur Tengah Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Berpengaruh pada Tiket Pesawat