KAI resmi mengoperasikan Crowd Detection System di seluruh stasiun dan trainset LRT Jabodebek, sebuah langkah maju dalam meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna. Setelah melalui tahap uji coba, sistem ini kini beroperasi penuh untuk mendukung perjalanan harian seluruh pengguna LRT Jabodebek.
Melalui Crowd Detection System, KAI menyediakan informasi real-time mengenai kepadatan di setiap trainset dan stasiun. Pengguna dapat mengakses data ini untuk memilih trainset atau car yang kurang padat, sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman dan efisien.
Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono, Manager Public menyampaikan bahwa sistem ini adalah bukti komitmen KAI dalam memanfaatkan teknologi demi peningkatan layanan dan keselamatan pengguna.
“Dengan implementasi penuh dari Crowd Detection System, kami berharap pengguna bisa mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih baik. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk menghindari kerumunan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kenyamanan selama menggunakan layanan LRT Jabodebek,” ujar Mahendro.
Sejak dioperasikan, jumlah pengguna LRT Jabodebek terus meningkat. Selama periode 1 hingga 14 Oktober 2024, tercatat sebanyak 987.338 pengguna telah memanfaatkan layanan LRT Jabodebek. Dengan rata-rata pengguna pada hari kerja mencapai 82.298, sementara pada akhir pekan rata-rata pengguna adalah 41.091. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap transportasi publik yang aman dan nyaman.
Sistem ini menggunakan teknologi canggih berbasis kamera CCTV dan pemrosesan gambar untuk menghitung jumlah orang di area tertentu secara real-time. Hal ini memungkinkan KAI untuk mengelola arus pengguna dengan lebih baik, menghindari kepadatan yang berlebihan, dan memastikan aliran pengguna yang lancar di seluruh area operasional.
Mahendro menambahkan bahwa KAI terus berinovasi dalam memberikan layanan terbaik bagi pengguna. Dengan hadirnya Crowd Detection System, KAI berharap dapat terus memudahkan pengguna LRT Jabodebek untuk merencanakan perjalanan mereka secara lebih nyaman dan aman.
Salah satu yang menarik dari melancong ke negara-negara maju seperti di Eropa Barat dan Australia, adalah air dari keran (ledeng) yang dapat langsung dikonsumsi (diminum). Alhasil buat pelancong yang koceknya ngepas, mengisi botol minum dengan air dari keran dapat menghemat budget. Namun, ada ketentuan yang harus diperhatikan, tidak semua kondisi (suhu) air dapat langsung Anda seruput.
Faktanya memang banyak negara di Eropa, air keran pada suhu normal aman untuk diminum. Namun, air keran panas sebaiknya tidak dikonsumsi langsung. Ada beberapa alasan penting mengapa air panas dari keran tidak disarankan untuk diminum:
1. Kualitas Instalasi Pipa
Air panas sering kali mengalir melalui pipa yang berbeda dari air dingin, dan pipa tersebut bisa terbuat dari material yang lebih rentan terhadap korosi atau pelepasan logam berat. Panasnya air dapat mempercepat proses korosi, yang dapat menyebabkan pelepasan bahan kimia berbahaya seperti timbal (dari pipa lama) atau tembaga dari pipa.
2. Pertumbuhan Bakteri
Air panas di tangki pemanas atau boiler mungkin tidak dipanaskan hingga suhu yang cukup tinggi untuk membunuh semua bakteri. Jika suhu tangki air panas disetel terlalu rendah (di bawah 60°C), ini bisa menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan bakteri, seperti Legionella, yang berbahaya jika tertelan.
3. Sistem Penyimpanan Air
Air panas biasanya disimpan dalam tangki pemanas sebelum dialirkan melalui keran. Air yang lama disimpan di tangki ini bisa terkontaminasi oleh bahan-bahan yang ada di dalam tangki, seperti endapan mineral, logam, atau zat kimia yang bisa larut dalam air ketika terpapar panas.
4. Sistem Pemanasan Air
Beberapa sistem pemanas air menggunakan metode pembakaran gas atau pemanas listrik yang mungkin tidak steril, atau menggunakan bahan tambahan yang dapat mengubah komposisi air. Jika pemanas air tidak dirawat dengan baik, ada kemungkinan kontaminasi atau penurunan kualitas air dari tangki pemanas tersebut.
5. Efek Terhadap Zat Kimia Berbahaya
Panas bisa menyebabkan beberapa senyawa kimia yang mungkin ada dalam air untuk bereaksi atau terlepas lebih cepat. Misalnya, beberapa plastik atau material kimia tertentu dalam sistem pemanas bisa melarut dalam air lebih cepat jika terkena suhu tinggi.
Sebaiknya gunakan air dingin dari keran untuk keperluan minum, bahkan jika Anda berniat untuk memanaskannya sendiri (misalnya untuk membuat teh atau kopi). Memanaskan air dingin sendiri dengan ketel atau alat pemanas listrik jauh lebih aman daripada mengambil air langsung dari keran panas, karena Anda menghindari kemungkinan kontaminasi dari pipa atau sistem pemanas.
Ada pengalaman yang unik saat pelancong dari Indonesia bertandang ke Jepang, salah satunya adalah tidak diperbolehkannya penumpang membuka pintu taksi. Sesuatu hal yang terasa ganjil, mengingat umumnya di Indonesia dan kebanyakan negara lain, membuka dan menutup pintu taksi dilakukan oleh penumpang.
Di Jepang, salah satu ciri unik saat menggunakan taksi adalah bahwa penumpang tidak perlu membuka atau menutup pintu sendiri. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor:
1. Sistem Pintu Otomatis
Banyak taksi di Jepang dilengkapi dengan pintu otomatis yang dikendalikan oleh pengemudi. Pintu ini dirancang untuk dibuka dan ditutup secara otomatis dari tempat duduk pengemudi. Pengemudi mengoperasikan tuas khusus untuk membuka pintu saat penumpang naik atau turun.
2. Etika Pelayanan
Jepang sangat menghargai standar pelayanan yang tinggi, termasuk dalam sektor transportasi. Dengan mengendalikan pintu taksi, pengemudi dapat memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang, serta menunjukkan sikap hormat dan sopan kepada mereka. Ini dianggap sebagai bagian dari layanan yang baik dalam budaya Jepang.
3. Keselamatan
Sistem pintu otomatis juga digunakan untuk menghindari kecelakaan. Jika penumpang membuka pintu sendiri, ada risiko membuka pintu ke arah lalu lintas yang bisa membahayakan, terutama di jalanan yang ramai. Dengan pengemudi yang mengendalikan pintu, mereka bisa memastikan bahwa pintu hanya dibuka di tempat dan waktu yang aman.
Jadi, tidak membuka pintu sendiri di taksi Jepang adalah norma yang berkaitan dengan teknologi pintu otomatis dan budaya pelayanan yang menekankan kenyamanan dan keamanan penumpang.
Sulawesi sebagai salah satu wilayah di Indonesia juga memiliki moda transportasi darat. Salah satu moda transportasi darat yang digunakan di Pulau Sulawesi adalah bus yang menjadi penghubung kota-kota di wilayah tersebut. Seperti daerah lain di Indonesia, bus Celebes memiliki keunikannya tersendiri.
Penasaran? Ternyata, keunikan bus Celebes berasal dari beberapa faktor, salah satunya adalah medan jalan dan juga kebiasaan penumpang. Hal ini terlihat secara jelas di mana, bus di lintas Sulawesi kebanyakan menggunakan sasis premium yang bertenaga lebih dari 300hp.
Sehingga Anda jangan heran jika melihat banyak bus tenaga besar berseliweran di Sulawesi. Sasis bus yang banyak digunakan di Sulwasi antaralai Mecedes Benz, Scania dan Volvo. Variannya pun beragam yakni dari Mercedes Benz O500R 1836 dan bahkan untuk sasis dengan model tiga as roda atau biasa disebut tronton, banyak anda temui, misalnya Mercedes Benz 2542, Scania K410, juga Volvo B11R.
Dominasi sasis premium pada bus di lintas Sulawesi tentunya bukan perkara yang tanpa alasan. Medan jalan pada lintas Sulawesi tentu berbeda dengan Pulau Jawa yang sudah banyak jalan tol. Medan jalan di lintas Sulawesi bisa dibilang lebih ekstrim, sehingga butuh bus dengan tenaga besar.
Penumpang bus lintas Sulawesi juga punya karakter gengsi yang tinggi, maka dari bus-bus dengan sasis premium begitu diminati di lintas Sulawesi. Jelas tak hanya sasis saja yang mengusung tema premium. Untuk fasilitas seperti kursi bus memiliki ketebalan yang menjamin kenyamanan penumpang.
Selain itu jarak antar kursi juga begitu lega. Hal ini kental terlihat dari bus tujuan dan pemberangkatan Makassar. Maka dari itu tak jarang bus-bus lintas Sulawesi juga terkenal dengan kursi yang super tebal dan lebar. Uniknya juga banyak terdapat bus single deck yang di dalam satu armadanya memiliki sampai tiga kelas penumpang.
Mulai dari kelas dengan konfigurasi kursi 2-2, lalu kelas dengan konfigurasi kursi 2-1 dan juga sleeper class. Pada bus lintas Sulawesi Anda juga tidak akan menemukan toilet di dalam bus. Meski di bus dengan kelas tertinggi sekalipun dan juga meski di bus dengan sasis premium. Hal ini dikarenakan bagi para penumpang di sana, apabila ada toilet di dalam bus, maka ini tidak sesuai dengan norma kesopanan bagi mereka. (Senna Aditiya – Penggemar Bus)
Garuda Indonesia kembali mendapatkan kepercayaan Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengoperasikan penerbangan kemanusiaan dengan membawa sedikitnya 28,333 ton bantuan kemanusiaan yang terdiri dari kebutuhan logistik, di antaranya obat-obatan, hygiene kit, makanan bayi, hingga tenda pengungsian yang diperuntukkan bagi masyarakat Sudan, Yaman, dan Palestina sebagai wujud dukungan Indonesia kepada korban konflik di Palestina dan Sudan, serta korban banjir bandang di Yaman.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan bahwa penerbangan kemanusiaan tersebut diberangkatkan dari Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Selasa (15/10) dini hari pukul 00.05 WIB menuju Bandara Internasional Fujairah, Uni Emirat Arab dengan menggunakan armada Airbus A330-300 bernomor penerbangan GA-7720 dan dijadwalkan akan tiba pukul 05.15 waktu setempat, untuk kemudian melanjutkan pendistribusian keberbagai wilayah yang dituju.
“Pengoperasian penerbangan ini menjadi salah satu representasi komitmen Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk senantiasa hadir menjadi pilar dari Pemerintah Indonesia termasuk dalam menyampaikan dukungan perhatian serta aksi solidaritas masyarakat Indonesia khususnya kepada para korban di ketiga negara tersebut,” ungkap Irfan.
Kelancaran proses pengiriman bantuan kali ini, tentunya tidak terlepas dari peran serta oleh berbagai pihak, guna memastikan prosedur perizinan pengiriman logistik secara internasional telah terpenuhi dengan baik sehingga aspek keamanan dan keselamatan penerbangan kemanusiaan kali ini dapat tercapai secara optimal.
“Ungkapan terima kasih dan apresiasi kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan memberikan kontribusi terbaiknya guna memastikan penerbangan khusus ini dapat berjalan lancar. Kolaborasi antarpihak ini turut menjadi cerminan atas soliditas yang kuat terutama dalam mewujudkan misi kemanusiaan Indonesia termasuk kiranya dapat semakin memperkuat hubungan bilateral antara masing-masing negara tersebut,” tutup Irfan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengungkapkan, “Kita ketahui hingga saat ini, korban meninggal di Gaza (Palestina) sudah lebih dari 42 ribu orang. Sementara di Yaman korban banjir mencapai 268 ribu orang, dan sebanyak 8,1 juta warga Sudan mengalami internal displacement (pengungsian internal).”
Ingatkah Anda tentang salah satu adegan yang ada di film Mission Impossible I dimana ketika Ethan Hunt (Tom Cruise) meledakkan sebuah helikopter yang berisikan musuhnya di dalam sebuah terowongan?
Mungkin sebagian dari Anda berpikir lokasi pengambilan gambar pada adegan tersebut hanyalah studio green screen yang sebenarnya terowongan tersebut tidaklah nyata. Namun persepsi Anda salah besar, mengingat lokasi pengambilan gambar tersebut berada di sebuah terowongan rel kedua terpanjang di dunia setelah Terowongan Seikan yang berada di Jepang, Ya, Terowongan Channel atau Channel Tunnel.
Terowongan yang membentang sejauh 50 km ini menghubungkan Cheriton, Kent, di selatan Britania Raya, dan Coquelles, Calais di utara Perancis. Sepintas, terowongan ini terdengar biasa saja, tapi bagaimana jika 39 dari 50km terowongan ini berada di bawah sebuah selat? Terowongan yang kerap kali disebut Chunnel (Channel Tunnel) ini dioperasikan oleh Eurotunnel, EuroStar, dan DB Schenker Rail asal Inggris.
Ide awal dari pembuatan terowongan ini mulai muncul ke permukaan sejak dua abad lalu, namun baru di realisasikan pada 1987. Pembangunan terowongan ini melibatkan sekitar 15.000 orang yang dilakukan dengan cara mengeruk kedua ujungnya secara terus menerus. Menggali terowongannya pun menggunakan peralatan yang sangat besar yaitu Tunnel Boring Machine (TBM) yang memiliki kombinasi fungsi alat-alat berat antara lain seperti mesin bor dan mesin pengeruk. Dalam proses penggaliannya, terowongan ini mengerahkan 11 TBM untuk melubangi kulit ari bumi. Pembagiannya adalah, enam TBM dari sisi Inggris (tiga dibawah air dan tiga dibawah tanah) dan lima TBM lainnya dari sisi Perancis (tiga dibawah laut dan dua dibawah tanah). Desain TBM ini dianggap unik karena menggunakan teknologi yang berkombinasi sehingga dapat digunakan pada kondisi tanah yang halus dibawah air maupun kondisi batuan yang keras.
Konstruksi Channel Tunnel. Sumber: bechtel.com
Namun, adapula salah satu tujuan ekonomis dibalik pembangunan terowongan prestisius ini adalah untuk menghubungkan daratan Eropa dengan Inggris yang akan menyediakan sarana dan prasarana transportasi yang memiliki kapasitas angkut besar dengan waktu tempuh yang relatif cepat sebagai dampak dari ditetapkannya Masyarakat Ekonomi Eropa pada tahun 1956 silam.
Secara keseluruhan, terdapat tiga tunnel yang ada di Channel Tunnel. Dua tunnel ukuran besar dilengkapi rel dengan diameter 7,6 meter dan jarak antara kedua tunnel kurang lebih sekitar 30 meter. Diantara kedua tunnel besar tersebut terdapat sebuah tunnel kecil dengan diameter 4,8 meter yang didesain untuk sistem pengendalian dan servis. Sedangkan, kedalaman dari tunnel ini kurang lebih sekitar 45 meter di bawah dasar laut.
Namun, dibalik spektakulernya terowongan senilai 4.650 miliar poundsterling pada masa itu, terdapat cerita kelam dibalik sejarah pembangunan terowongan ini. Dari sekian banyak pegawai pengeboran terowongan ini, kurang lebih ada 10 orang yang meninggal saat proses pembangunan yang berlangsung dari tahun 1987 hingga 1993 itu. Delapan dari jumlah korban meninggal tersebut merupakan warga Negara Inggris. Entah suatu kebetulan atau merupakan dampak dari pola kerja yang terlalu diforsir, hampir semua korban tewas dalam pembangunan terowongan ini meninggal pada bulan pertama proses pengerjaan.
Anda membutuhkan waktu kurang lebih 35 menit untuk berjalan melewati Channel Tunnel. Selama perjalanan di dalam, mungkin beberapa dari Anda akan mengalami sesak napas karena pasokan oksigen di dalam terowongan terbatas dan akhirnya menyebabkan napas Anda akan sedikit sesak napas.
Terowongan Channel tidak hanya digunakan untuk transportasi kereta penumpang, kereta barang (kargo) juga melintasi jalur ini, salah satunya kereta barang yang baru-baru ini melayani Yiwu, Cina ke London, Inggris. Sebelum memasuki tunnel, rangkaian kereta barang yang tadinya ditarik lokomotif diesel, diganti menggunakan lokomotif listrik.
LRT Jabodebek terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna. Menyikapi banyaknya barang tertinggal, LRT Jabodebek menghimbau para pengguna untuk menjaga barang bawaan mereka saat berada di stasiun maupun di dalam kereta.
Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa selama periode Januari hingga September 2024, LRT Jabodebek telah mendokumentasikan sebanyak Rp6.153.800 uang tertinggal, termasuk 4.233 kejadian barang tertinggal. Barang-barang tersebut meliputi kartu uang elektronik, botol minum, power bank, dompet, topi, dan berbagai barang lainnya.
Mahendro menegaskan komitmen LRT Jabodebek untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna. LRT Jabodebek telah menyiapkan petugas yang siap membantu pengguna dalam menemukan kembali barang-barang yang tertinggal.
“LRT Jabodebek juga telah melengkapi stasiun dan rangkaian kereta dengan CCTV, sehingga pemantauan dapat dilakukan secara menyeluruh dan responsif. Petugas LRT Jabodebek secara berkala melakukan pemeriksaan di area kereta dan stasiun untuk memastikan barang-barang tertinggal dapat segera diamankan,” tambahnya.
LRT Jabodebek menyediakan berbagai metode pelaporan bagi pengguna yang kehilangan barang. Pengguna dapat melapor langsung kepada petugas yang ada, atau menghubungi Contact Center KAI di nomor 121, email di cs@kai.id, atau media sosial KAI121.
“Kami mengimbau pengguna untuk selalu memeriksa ulang barang bawaannya sebelum meninggalkan kereta atau stasiun untuk mencegah kehilangan. Kewaspadaan sangat penting untuk memastikan perjalanan tetap nyaman dan aman,” tutup Mahendro.
LRT Jabodebek akan terus berupaya meningkatkan layanan demi kenyamanan dan keamanan seluruh pengguna, serta mengajak para penumpang untuk selalu waspada dan bertanggung jawab atas barang bawaan mereka selama perjalanan.
Paul Andreu dikenal sebagai arsitek kampiun yang banyak merancang bandara internasional di manca negara, yang di antaranya adalah Bandara Internasional Charles de Gaulle (CDG) dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). Pencapaian Andreu tentu tak terjadi sekejap mata, ‘jam terbang’ yang tinggi membuat dirinya dipercaya untuk merancang banyak bandara tersohor di dunia.
Paul Andreu sejatinya seorang arsitek dan perencana Perancis yang dikenal karena kontribusinya yang signifikan dalam bidang arsitektur dan desain infrastruktur, khususnya dalam proyek-proyek bandara dan bangunan publik. Paul Andreu lahir pada 20 September 1938 di Rennes, Prancis. Dia belajar arsitektur di École nationale supérieure des Beaux-Arts di Paris, di mana dia mengembangkan minatnya pada desain modern dan fungsional.
Andreu dikenal karena kemampuannya menggabungkan arsitektur dengan kebutuhan fungsional dalam proyek-proyek infrastruktur. Dia mengedepankan desain yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna.
Interior terminal keberangkatan Bandara Charles de Gaulle (CDG)
Paul Andreu banyak menggarap proyek bandara internasional karena beberapa faktor yang terkait dengan latar belakang, pendidikan, dan minatnya dalam arsitektur serta infrastruktur. Pada dekade 1960-an dan seterusnya, pertumbuhan pesat dalam perjalanan udara dan mobilitas global menciptakan permintaan besar untuk bandara baru dan perluasan bandara yang sudah ada. Andreu melihat peluang untuk berkontribusi dalam merancang infrastruktur yang dapat memenuhi kebutuhan ini.
Andreu mengadopsi pendekatan desain yang inovatif, sering kali menggabungkan elemen-elemen modern dengan kebutuhan praktis. Dia berfokus pada penciptaan ruang yang nyaman dan efisien bagi penumpang, serta memaksimalkan penggunaan cahaya alami dan ruang terbuka.
Sebelum berfokus pada desain bandara, Andreu terlibat dalam proyek-proyek besar lainnya. Pengalamannya dalam merancang berbagai bangunan publik memberinya wawasan yang berguna untuk proyek bandara, yang sering kali memiliki kompleksitas tinggi dan memerlukan pemikiran multidisiplin.
Ketika Andreu ditunjuk untuk merancang Terminal 1 di Bandara Charles de Gaulle, proyek ini menjadi tonggak penting dalam kariernya. Keberhasilan terminal tersebut membuka pintu bagi lebih banyak proyek bandara, baik di Prancis maupun internasional.
Sepanjang kariernya, ia telah merancang banyak bandara besar di berbagai negara. Berikut adalah beberapa bandara yang pernah didesain oleh Paul Andreu:
1. Bandara Charles de Gaulle (Paris, Perancis)
Terminal 1 (dikenal karena desain futuristiknya dengan bentuk silindris dan ramp spiral). Terminal 2 juga sebagian dirancang oleh Andreu, yang terus memperluas bandara ini selama beberapa dekade. Bandara Charles de Gaulle adalah salah satu proyeknya yang paling terkenal dan ikonik.
2. Bandara Internasional Abu Dhabi (Uni Emirat Arab)
Andreu merancang terminal baru di bandara ini, yang menjadi salah satu pusat penerbangan utama di Timur Tengah.
3. Bandara Pudong Shanghai (Cina)
Paul Andreu terlibat dalam desain Terminal 1 Bandara Internasional Pudong di Shanghai, yang merupakan salah satu bandara tersibuk di Cina.
4. Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta, Indonesia)
Andreu merancang Terminal 1 dan Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan elemen arsitektur yang menggabungkan estetika lokal Indonesia dengan fungsionalitas modern.
5. Bandara Internasional Kairo (Mesir)
Andreu terlibat dalam desain terminal modern untuk Bandara Kairo, yang memainkan peran penting dalam mengakomodasi peningkatan lalu lintas penumpang internasional.
6. Bandara Kansai (Osaka, Jepang)
Meskipun sebagian besar desain keseluruhan dikerjakan oleh Renzo Piano, Paul Andreu terlibat dalam beberapa aspek proyek ini. Kansai dikenal sebagai bandara di atas pulau buatan.
7. Bandara Internasional Guangzhou Baiyun (Cina)
Andreu juga berkontribusi dalam desain terminal baru di Guangzhou, yang merupakan salah satu pusat penerbangan terbesar di Tiongkok.
8. Bandara Beirut–Rafic Hariri (Lebanon)
Andreu terlibat dalam desain ulang dan pengembangan terminal modern bandara ini setelah periode konflik.
Selain bandara, Andreu juga mengerjakan berbagai proyek infrastruktur besar lainnya, seperti gedung teater, museum, dan gedung komersial. Namun, karya-karyanya di sektor bandara memberikan dampak terbesar dalam kariernya, karena pendekatannya yang inovatif dan kemampuannya menggabungkan fungsionalitas dengan estetika yang menarik.
Paul Andreu meninggal pada 11 oktober 2021, tetapi karyanya tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan arsitektur modern, terutama dalam desain bandara yang berfungsi sebagai pintu gerbang global.
Antara Bandara Internasional Charles de Gaulle (CDG) dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), disatukan oleh desainer yang sama, yakni arsitek asal Perancis, Paul Andreu. Rupanya kesamaan antara kedua bandara utama tersebut bukan hanya pada aspek rancang bangun terminal. Meski tidak dikaitkan dengan Paul Andreu, namun antara CDG dan CGK sama-sama mengadopsi wahana shuttle train gratis yang sejenis, yakni kereta shuttle (skytrain) dengan roda ban.
Bila antar terminal di Soekarno-Hatta dihubungkan oleh kereta shutte yang disebut “Kalayang”, maka di Charles de Gaulle antar terminalnya dihubungkan oleh “CDGVal”. Meski sama-sama menggunakan roda ban, kereta layang di Charles de Gaulle sudah lebih dulu beroperasi, yakni mulai digunakan pada tahun 2007. Sementara Kalayang di Soekarno-Hatta baru beroperasi satu dekade kemudian.
CDGVal berfungsi untuk memudahkan penumpang dan staf bandara berpindah antar-terminal dengan cepat dan efisien. Jalur-jalur CDGVal menghubungkan Terminal 1, 3, 2A, 2C, 2D, 2E, 2F dan 2G. Di terminal 3 terdapat akses ke RER B, yakni kereta bandara (non ekspres) yang menghubungkan antara Charles de Gaulle dengan jaringan kereta Metro Paris. Umumnya, pelancong dari dan akan ke Paris-CDG akan menggunakan REB bila ingin berhemat, pasalnya RER B adalah wahana transportasi paling murah untuk menuju kota Paris.
CDGVal beroperasi dengan kereta yang datang setiap 4 menit, sementara durasi perjalanan ditempuh 8 menit. Namun, update terkini, CDGVal beroperasi mulai pukul 04.00 hingga pukul 01.00. Sebagai perbandingan, Kalayang Soekarno-Hatta beroperasi mulai pukul 06.00 sampai 23.00.
Sistem kereta otomatis CDGVal di Bandara Charles de Gaulle diluncurkan pada 4 April 2007. Sistem ini dirancang untuk menggantikan layanan bus antar-terminal, memberikan solusi transportasi yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan bagi para penumpang dan staf bandara. Sejak peluncurannya, CDGVal telah menjadi salah satu elemen penting dalam memudahkan mobilitas di dalam area bandara yang luas.
CDGVal menggunakan kereta otomatis dengan kapasitas sekitar 120 penumpang per kereta dalam sekali jalan. Kereta ini memiliki desain modular tanpa masinis, memungkinkan penumpang untuk bergerak bebas di dalamnya.
Sistem kereta otomatis CDGVal di Bandara Charles de Gaulle diproduksi oleh Siemens Mobility, yang merupakan bagian dari Siemens, perusahaan teknologi besar asal Jerman. Siemens Mobility merancang dan membangun kereta CDGVal menggunakan teknologi VAL (Véhicule Automatique Léger), yaitu sistem kereta otomatis ringan tanpa pengemudi yang sebelumnya telah digunakan di beberapa sistem transportasi urban di Eropa, seperti di Lille dan Toulouse, Perancis.
Pada hari ini, 56 tahun lalu, bertepatan dengan 14 Oktober 1968, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menayangkan siaran televisi (TV) langsung pertama dari luar angkasa. Meski berlangsung singkat, siaran langsung pertama dari luar angkasa tersebut dianggap menjadi lompatan penting dalam sejarah eksplorasi luar angkasa sekaligus pendidikan publik.
Dalam laman resmi nasa.gov, disebutkan ada tujuh siaran langsung pertama TV yang kegiatannya termasuk dalam misi Apollo 7.
Misi Apollo 7 sangat penting dalam mendukung misi pendaratan pertama manusia di bulan atau pendaratan Apollo 11 di bulan yang memuat tiga astronot, Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins pada 16 Juli 1969 (meluncur dari bumi).
Lewat Apollo 7, ilmuan berhasil membuktikan bahwa pesawat luar angkasa dan kru mampu bertahan selama delapan hari dalam misi pendaratan di bulan, kembali ke orbit, dan ke bumi dengan selamat.
Semua tujuan misi tercapai dengan durasi total hampir 11 hari. Semua sistem pesawat ruang angkasa pada dasarnya bekerja seperti yang diharapkan, termasuk mesin Space Propulsion System (SPS) yang sangat penting dalam misi selanjutnya untuk menempatkan kru dan mengembalikan mereka dari orbit bulan.
Apollo 7 mencapai banyak hal pertama, termasuk penerbangan luar angkasa 3 orang Amerika Serikat (AS) pertama, siaran langsung TV pertama dari pesawat ruang angkasa AS pada hari ke-4 misi, roket Saturnus pertama yang meluncurkan kru ke luar angkasa, dan makanan panas pertama kali tersedia untuk kru di luar angkasa.
Selama tiga hari terakhir misi, Schirra, Eisele, dan Cunningham menyelesaikan dua dari delapan tes SPS yang telah direncanakan.
Pembakaran keenam pada Hari Penerbangan (FD) 9 adalah pembakaran dengan durasi minimum kedua, yang berlangsung hanya setengah detik, untuk memvalidasi seberapa dekat sistem panduan dan navigasi dapat mengontrol pembakaran dengan durasi yang sangat singkat.
Masyarakat melihat kru melakukan berbagai kegiatan. Mereka juga menceritakan bagaimana mereka melakukan fotografi objek Bumi melalui lima jendela pesawat ruang angkasa dan menambahkan bahwa mereka dapat dengan mudah melihat jet contrails yang terkadang memanjang hingga ratusan mil dan melihat Danau Pontchatrain di Louisiana.
Mereka menulis di secarik kertas bertuliskan “Saat Matahari Tenggelam Perlahan di Barat” dan diperlihatkan ke kamera. Ini merupakan salah satu pesan kepada pemirsa di Bumi selain pesan lainnya di secarik kertas, salah satunya bertuliskan “Keep Those Cards and Letters Coming In Folks” oleh komandan Apollo 7, Wally Schirra.