Mengapa Lampu Pendaratan ‘Menyala’ Saat Pesawat Berada di Bawah 10.000 Kaki?

Bagi Anda yang kerap memperhatikan pesawat saat atau menjelang pendaratan, maka akan terlihat lampu pendaratan yang menyala, padahal cuaca saat itu cerah dengan visilibitas sangat baik. Nah, apa yang mendasari pilot menyalakan lampu pendaratan? khususnya ketika posisi pesawat ada di bawah ketinggian 10.000 kaki (3.048 meter).

Baca juga: Ini Alasan Tak Boleh Kembangkan Pelampung di Dalam Kabin

Nah, jawaban di atas rupanya mendapat perhatian dari praktisi di dunia aviasi yang mengungkapkan komentarnya di quora.com. Seperti Anas Maaz, pilot Airbus A320/A321 ini menjelaskan, bahwa sebenarnya menyalakan lampu pendaratan saat berada di bawah 10.000 kaki bukan suatu persyaratan. Namun, Ia menyebut sebagian besar maskapai penerbangan dan termasuk di maskapainya, telah menjadikan itu prosedur SOP.

Meski sudah menjadi SOP, namun keputusan akhir kapan menyalakan lampu pendaratan tetap berada di tangan pilot. Mengapa kami mengaktifkannya adalah untuk meningkatkan visibilitas. Ada banyak pergerakan pesawat di bawah 10.000 kaki, jadi ini semacam menambah keamanan ekstra.

Hal itu disebut “Operation Lights On,” sebuah program keselamatan FAA yang mendorong pilot untuk menyalakan lampu pendaratan (dan lampu lain yang meningkatkan visibilitas pesawat) saat berada di bawah 10.000 kaki atau dalam jarak 10 mil dari bandara.

Menyalakan lampu pendaratan tidak wajib, tetapi hampir semua maskapai penerbangan (dan banyak operator swasta) melakukannya.

Baca juga: Pesawat Dilengkapi Lampu Depan, Fungsinya Sama dengan Kendaraan di Darat?

Joe Shelton, seorang mantan pilot komersial di California menduga demarkasi 10.000 kaki adalah karena sebagian besar pesawat penerbangan umum beroperasi di bawah ketinggian itu dan di bawah ketinggian itu adalah tempat pesawat berangkat atau turun untuk mendarat. “Jadi, melihat dan dilihat itu penting.”

Proses Evakuasi Airbus A310 Jadi Restoran di Serengeti Park Jerman

Sebuah pemandangan luar biasa terjadi di Serengeti Park, Jerman, ketika sebuah pesawat jet berbadan lebar, Airbus A310, “mendarat” bukan di landasan pacu, melainkan di tengah taman safari. Proses bongkar muat dan penempatan pesawat purnatugas ini menjadi tontonan teknis yang melibatkan presisi tinggi.

Perusahaan rental alat berat Jerman, Schlamann Autokrane, ditunjuk untuk menangani pemindahan badan pesawat (fuselage) raksasa ini menggunakan teknik tandem lift yang rumit.

Untuk memindahkan badan pesawat seberat 49 ton tersebut, Schlamann mengerahkan dua unit All Terrain Crane buatan Liebherr, yaitu Liebherr LTM 1300-6.3 (kapasitas 300 ton) dan Liebherr LTM 1250-5.1 (kapasitas 250 ton)

Dalam operasi tersebut, crane LTM 1300-6.3 memikul beban utama sebesar 32,5 ton pada radius hingga 22 meter, sementara LTM 1250-5.1 menangani beban sisanya sebesar 16,5 ton. Kedua alat berat ini bekerja secara sinkron untuk mengangkat fuselage dari kendaraan angkut berat dan menempatkannya dengan hati-hati di atas fondasi yang telah disiapkan.

Direktur Pelaksana Schlamann, Torsten Schlamann, menjelaskan bahwa pesawat ini diangkut melalui jalur darat dari Bandara Langenhagen. “Kami memuatnya di bandara dan membongkarnya di sini. LTM 1300-6.3 kami, yang baru beroperasi sejak Maret, adalah crane terbesar di armada kami dan terbukti sangat handal untuk tugas ini,” ujarnya.

Pesawat tersebut harus “diselipkan” dengan sangat hati-hati di antara struktur kedua crane sebelum akhirnya duduk manis di bantalannya.

Ide mengubah pesawat menjadi tempat makan sebenarnya sudah muncul sejak lima tahun lalu. Pihak Serengeti Park, Dirk Jasper, mengungkapkan bahwa mereka membeli pesawat ini melalui lelang empat tahun silam.

“Awalnya ini adalah ide gila. Kami menghadapi banyak rintangan, mulai dari persyaratan resmi otoritas hingga izin mengemudi khusus untuk pengangkutan darat. Namun sekarang, kami sangat bahagia pesawat ini sudah sampai di lokasi,” kata Jasper.

Rencananya, bagian dalam Airbus A310 ini akan direnovasi total untuk dijadikan restoran eksklusif di dalam area taman safari. Upacara pembukaan restoran pesawat ini dijadwalkan akan berlangsung pada bulan September tahun depan.

Mau Makan di Restoran dengan Sensasi Bandara dan Pesawat? Yuk ke Jogja Airport Resto

Bebas Sanksi! Pesawat Rusia LMS-901 Baikal Sukses Uji Terbang Mesin Domestik

Industri penerbangan Rusia mencatatkan tonggak sejarah baru. Ural Works of Civil Aviation (UZGA) baru saja mengumumkan keberhasilan penerbangan perdana pesawat ringan turboprop LMS-901 “Baikal” yang sepenuhnya ditenagai oleh mesin buatan dalam negeri, VK-800SM.

Penerbangan ini menjadi jawaban tegas atas tantangan sanksi internasional yang selama ini membatasi akses Rusia terhadap teknologi mesin pesawat Barat seperti Pratt & Whitney atau General Electric.

LMS-901 Baikal dirancang khusus untuk menggantikan pesawat biplan ikonik era Soviet, Antonov An-2 “Colt”, yang sudah menua. Berbeda dengan pendahulunya, Baikal adalah pesawat monoplan (sayap tunggal) modern yang ditujukan untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Rusia yang memiliki landasan pacu pendek dan tidak rata.

LMS-901 Baikal mampu membawa hingga 9 penumpang atau muatan kargo seberat 2 ton. Pesawat ini punya kecepatan maksimum sekitar 300 km/jam, dan jangkauan terbang hingga 1.500 kilometer (tergantung beban muatan).

Pesawat ini memiliki kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL), artinya bisa lepas landas dari landasan tanah/rumput yang sangat pendek, kurang dari 250 meter.

Keberhasilan utama dalam uji coba ini bukanlah pada badan pesawatnya, melainkan pada mesin turboprop VK-800SM. Sebelumnya, purwarupa Baikal menggunakan mesin General Electric H80-200 buatan AS. Namun, akibat sanksi ekonomi, Rusia mempercepat pengembangan VK-800SM yang dikembangkan oleh divisi mesin UZGA.

Mesin ini dirancang untuk memiliki struktur yang lebih sederhana namun tetap tangguh dalam kondisi cuaca ekstrem Siberia yang membeku. Keberhasilan integrasi mesin ini membuktikan bahwa rantai pasok dirgantara Rusia mulai mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Penerbangan perdana LMS-901 dengan mesin domestik ini membawa pesan geopolitik yang kuat. Rusia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa sanksi Barat justru menjadi katalisator bagi inovasi internal mereka.

Selama ini, penerbangan regional Rusia sangat bergantung pada suku cadang impor. Dengan hadirnya Baikal dan mesin VK-800, Rusia kini memiliki ekosistem penerbangan lokal—mulai dari desain badan pesawat, avionik, hingga mesin penggerak—yang kebal terhadap tekanan eksternal.

Pemerintah Rusia menargetkan produksi massal LMS-901 akan segera dimulai untuk memenuhi kebutuhan maskapai lokal yang melayani rute-rute pedalaman dan misi khusus seperti evakuasi medis serta pemadaman kebakaran hutan.

Menghadapi Sanksi, Rusia Luncurkan Superjet 100 Versi Import-Substitution dengan Mesin PD-8

Ambisi Maglev Jepang Terancam Gagal, Proyek Kereta Tercepat Menemui Jalan Buntu

Jepang, negara yang mempelopori revolusi kereta cepat lewat Shinkansen, kini tengah menghadapi krisis ambisi. Proyek prestisius Linear Chuo Shinkansen—kereta berbasis magnet (Maglev) yang diklaim sebagai yang tercepat di dunia—kini justru terjebak dalam ketidakpastian besar yang mengancam masa depannya.

Proyek ini awalnya dirancang untuk menghubungkan Tokyo dan Nagoya hanya dalam waktu 40 menit, dengan kecepatan fantastis mencapai 500 km/jam. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Masalah lingkungan, birokrasi, dan lonjakan biaya telah mengubah proyek “kereta masa depan” ini menjadi subjek perdebatan sengit mengenai urgensinya di era modern.

Salah satu ganjalan terbesar datang dari Prefektur Shizuoka. Pemerintah daerah setempat menolak keras pembangunan terowongan di wilayah mereka karena kekhawatiran akan dampak lingkungan terhadap Sungai Oi. Warga dan pemerintah setempat khawatir pembangunan tersebut akan menguras cadangan air tanah yang sangat krusial bagi pertanian dan industri lokal.

Tanpa izin dari Shizuoka, jalur utama yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi Jepang ini praktis terputus di tengah jalan, membuat target operasional yang awalnya ditetapkan tahun 2027 kini mustahil tercapai.

Di 2027, Jepang Hadirkan Kereta Cepat Maglev Tokyo-Nagoya

Selain kendala teknis dan lingkungan, kritikus mulai mempertanyakan, Apakah Jepang masih membutuhkan kereta yang lebih cepat? Dengan populasi Jepang yang menyusut dan menua, kebutuhan akan mobilitas massal berkecepatan tinggi tidak selonjakan beberapa dekade lalu.

Pasca pandemi, tren perjalanan bisnis antara Tokyo dan Osaka menurun drastis seiring populernya pertemuan virtual. Hal ini memicu pertanyaan apakah investasi triliunan Yen ini akan sebanding dengan jumlah penumpang nantinya.

Proyek Maglev ini diperkirakan menelan biaya lebih dari 9 triliun Yen (sekitar Rp950 triliun). Dengan inflasi global dan kenaikan harga material, angka ini diprediksi akan terus meroket. Para pengamat mulai khawatir bahwa alih-alih menjadi kebanggaan nasional, proyek ini justru bisa menjadi “beban putih” (white elephant) yang membebani ekonomi negara.

Jepang kini berada di persimpangan. Di satu sisi, membatalkan proyek berarti mengakui kegagalan pada ambisi teknologi paling mutakhir mereka. Di sisi lain, memaksakan proyek yang ditentang warga lokal dan memiliki risiko finansial tinggi bisa menjadi bencana ekonomi jangka panjang.

Linear Chuo Shinkansen kini bukan sekadar proyek transportasi, melainkan ujian besar bagi Jepang: mampukah mereka menyelaraskan ambisi teknologi tinggi dengan realitas sosial dan lingkungan di abad ke-21?

Kereta Maglev Jepang Akan Gunakan Kursi Non-reclining

Dulu Penting, Kini Hilang: Misteri Jalur KA Pekalongan – Wonopringo

Jalur non aktif kereta api di Pulau Jawa sepertinya tak ada habisnya untuk dibahas. Selain sejarahnya yang kental, peninggalannya pun menjadi tak terlupakan. Mengingat jalur kereta api maupun bangunannya yang saat ini masih dapat dilihat bahkan dinikmati. Dan tentunya menjadi cagar budaya yang masih dilestarikan.

Tak hanya jalur selatan kereta api yang menjadi ikonik jalur kereta api non aktif yang masih dapat dijumpai dan dibahas secara menarik, tetapi juga bisa menambah ilmu pengetahuan tentang sejarah panjang perkeretaapian. Tak hanya jalur dan bangunan yang sudah tak terpakai namun terawat, ada pula jalur kereta api yang pernah terhubung pada bangunan tertentu yang menghasilkan karya dan kebutuhan masyarakat saat itu.

Seperti hal yang dibahas kali ini mengenai jejak sejarah jalur kereta api di Kota Batik alias Kota Pekalongan. Kota ini menjadi sejarah penting bagi perkeretaapian pada masa kolonial Belanda bahkan pendudukan Jepang. Sejarah panjang jalur tersebut memang masih kental untuk dibahas bagi masyarakat yang gemar sejarah Indonesia khususnya perkeretaapian.

Ya, pada masa Kolonial Belanda di Kota Batik ini ternyata pernah berdiri jalur kereta api menuju wilayah selatan Pekalongan. Lebih tepatnya jalur yang melayani rute dari Stasiun Pekalongan menuju Wonopringgo yang saat itu terdapat pabrik gula. Saat itu pabrik gula di Pekalongan memang sangat terkenal dengan bangunan khas era Belanda.

Jalur ini dibuka pada tahun 1916, Pembangun dan operator jalur ini adalah sebuah salah satu perusahaan swasta Hindia Belanda, Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS). Pembangunan jalurnya dilakukan dalam 2 segmen yaitu Pekalongan-Kedungwuni yang diresmikan 7 Februari 1916 dan diteruskan ke Wonopringgo pada 1 Desember 1916.

Dikutip dari laman Jawa Pos, Saat beroperasi jalur yang melewati dalam Kota Pekalongan ini digunakan untuk mengangkut gula dari Pabrik Gula Wonopringgo. Selain itu digunakan juga untuk mengangkut penumpang ke berbagai kota di Jawa, jalur ini juga terdapat beberapa stasiun seperti Wonopringgo, Kedungwuni, Kembangan, Kepuh, Buaran, dan Tirto hingga Pekalongan.

Namun sangat disayangkan, terkenalnya jalur ini harus berakhir bahkan tak beroperasi. Padahal masyarakat saat itu sudah sangat dimudahkan dengan adanya jalur kereta api baik untuk kebutuhan pabrik gula maupun untuk masyarakat. Terlebih kereta api yang sudah dioperasikan menjadi satu-satunya transportasi yang sangat mudah bagi masyarakat Kota Pekalongan.

Jalur tersebut tak bertahan lama, pada masa kependudukan Jepang pada tahun 1942 sebagian rel pada jalur ini dibongkar. Selama 3,5 tahun Jepang berkuasa, rel bekas dan perangkat jalur ini diangkut menuju Burma dan Pekanbaru unuk keperluan Perang Dunia II. Sekarang bekas jalur kereta api sudah sulit ditemukan akibat pembongkaran oleh tentara Jepang dan Romusha saat itu.

Saat ini di Kedungwuni juga terdapat sisa stasiun kecil, Wilayah bekas rel di Buaran hingga Kedungwuni biasanya disebut dengan Sepuran, sebagai contohya ada kampung Gembong Sepuran, Paesan Sepuran, Ambokembang Sepuran dan Pekajangan Sepuran.

Tanah didaerah tersebut menjadi aset milik PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Selain itu juga terdapat bekas jembatan kereta api di Kali Sengkarang Kedungwuni sebagai peninggalan yang masih tersisa.

Merasakan Nuansa Khas Vintage Stasiun Gundih di Jalur Penghubung Semarang-Solo

Siap-siap Kota Bogor akan Kedatangan Trem Buatan Anak Bangsa, Simak Penjelasannya

Sistem transportasi di Kota Bogor saat ini sudah sangat membantu bahkan mencakup kenyamanan dan keamanan. Bogor dengan julukan 1001 angkot ini sudah mulai merambah ke transportasi yang lebih praktis untuk masyarakat yang ingin bepergian dari berbagai lokasi di Kota Hujan ini.

Salah satunya adalah dengan hadirnya Trans Pakuan yang melayani masyarakat layaknya Trans Jakarta mengantarkan dari halte ke halte. Tak hanya itu angkutan Trans Pakuan ini sistem pembayarannya sudah menggunakan Kartu Elektronik yang dapat dipergunakan hanya dengan menempelkan kartu pada mesin saldo. Tarifnya pun relatif murah yakni hanya Rp4.000 saja.

Nah, berita yang beredar di media sosial saat ini bahwa Kota Bogor bakal ada transportasi baru buatan anak bangsa. Ya, transportasi ini berbasis rel yang mampu mengantarkan masyarakat yang hendak melakukan aktivitas ke berbagai tempat di Kota Bogor dengan mudah seperti layaknya menggunakan Trans Pakuan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan, Pemerintah Kota Bogor akan menghadirkan transportasi publik masa depan yang lebih baik bagi masyarakat. Komitmen tersebut ia sampaikan usai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkot Bogor dan PT Industri Kereta Api (INKA) terkait rencana pengembangan sistem transportasi massal berbasis trem di Kota Bogor.

Berdasarkan kabar dari laman berbagai media sosial yang menjelaskan bahwa MoU antara PT INKA dan PT Transpakuan Bogor mencakup rencana uji coba trem yang akan dimulai pada rute awal sekitar Stasiun Bogor dan Alun-alun Kota Bogor, sebelum nantinya dikembangkan menuju koridor satu sepanjang 7-8 kilometer.

Dedie Rachim menjelaskan bahwa trem yang dikembangkan PT INKA memiliki kandungan lokal lebih dari 60%, menggunakan teknologi baterai tanpa katenari, serta memiliki sistem pengisian daya modern yang akan membuat operasional transportasi publik lebih efisien.

Sebagai tahap awal uji coba, Pemerintah Kota Bogor akan menyiapkan lintasan sepanjang kurang lebih 450 meter yang ditempatkan di area strategis. Dedie juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bogor akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk melihat kemungkinan perluasan lintasan uji coba di sekitar Kebun Raya Bogor.

Aspek infrastruktur pun telah diperhitungkan, termasuk memastikan kemampuan jembatan Otista dan Jalak Harupat untuk menopang beban trem yang memiliki bobot serupa kendaraan roda empat besar.

Sementara itu, Direktur Utama PT INKA, Eko Purwanto, menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Bogor atas dukungannya terhadap industri perkeretaapian dalam negeri. Ia menegaskan, PT INKA siap mendukung penuh pelaksanaan uji coba dan pengembangan trem di Kota Bogor.

Ditarik Hewan, Kisah Bersejarah Jalur Trem Sepanjang 27 Kilometer yang Bermula di Solo

Cina Pecahkan Dua Rekor Dunia: Terowongan Bawah Laut Terdalam dan Terlebar Resmi Beroperasi

Cina kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin global dalam pembangunan infrastruktur raksasa. Melalui proyek ambisius Jalan Tol Lintas Laut Huangmaohai, negara ini baru saja meresmikan terowongan bawah laut yang tidak hanya menantang batas teknik sipil, tetapi juga memecahkan dua rekor dunia sekaligus.

Terowongan yang terletak di Provinsi Guangdong ini menetapkan standar baru sebagai terowongan jalan tol bawah laut dengan diameter terbesar dan posisi terdalam yang pernah dibangun di planet ini.

Terowongan ini merupakan bagian dari jaringan jembatan dan terowongan sepanjang 31 kilometer yang menghubungkan kota Zhuhai dengan Jiangmen. Namun, bagian terowongan bawah lautnyalah yang paling mencuri perhatian dunia internasional karena dua pencapaian utamanya.

Diameter Luar (Terlebar)
Terowongan ini menggunakan segmen pelindung dengan diameter luar mencapai 15,5 meter. Ini menjadikannya sebagai terowongan jalan tol bawah laut dengan diameter terbesar yang pernah dibangun menggunakan mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine).

Kedalaman Maksimum (Terdalam)
Bagian terdalam dari terowongan ini berada di posisi 42,6 meter di bawah permukaan laut. Pada kedalaman ini, struktur terowongan harus mampu menahan tekanan air (tekanan hidrostatik) yang sangat tinggi, yang setara dengan beban berat ribuan ton air di atasnya.

Terowongan ini dibangun untuk menampung volume lalu lintas yang sangat padat. Diameter penggaliannya yang masif memungkinkan ruang gerak kendaraan yang lebih luas dan aman di bawah jalur pelayaran yang sibuk, tanpa mengganggu lalu lintas kapal di permukaan laut.

Dibangun jauh di bawah dasar laut, terowongan ini dirancang untuk menahan tekanan air dan beban tanah yang luar biasa ekstrem. Kedalaman ini dipilih untuk memastikan keamanan struktur dari jangkar kapal raksasa serta menyesuaikan dengan kondisi geologis dasar laut yang sangat kompleks di wilayah tersebut.

Keberhasilan proyek ini tidak lepas dari penggunaan mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine atau TBM) raksasa buatan Cina yang dirancang khusus. TBM ini mampu menembus lapisan batuan keras dan sedimen lunak di bawah laut dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Selain itu, para insinyur menggunakan sistem segmen beton berkekuatan tinggi yang tahan terhadap korosi air laut. Teknologi pemantauan cerdas juga dipasang di sepanjang terowongan untuk memantau keamanan struktur secara otomatis dan terus-menerus.

Proyek Huangmaohai bukan sekadar soal rekor. Secara strategis, terowongan ini memangkas waktu tempuh antarwilayah di kawasan Greater Bay Area secara drastis. Perjalanan yang sebelumnya membutuhkan waktu lama kini dapat ditempuh dalam waktu singkat.

Dan hadirnya terowongan ini mempercepat aliran barang dan manusia antara sisi timur dan barat muara Sungai Pearl, yang merupakan salah satu pusat industri dan perdagangan terbesar di dunia.

Dengan selesainya proyek ini, Cina sekali lagi membuktikan bahwa tantangan alam seberat apa pun dapat ditaklukkan dengan inovasi teknologi yang tepat. Terowongan Jalan Tol Huangmaohai kini menjadi bukti nyata kehebatan teknik modern yang akan menjadi standar baru bagi proyek bawah laut di seluruh dunia.

Fehmarnbelt, Jadi Terowongan Terdalam dan Terpanjang di Dunia, Hubungkan Jerman dan Denmark

Ini Daftar KA Paling Favorit Saat Perjalanan Liburan Nataru 2025/2026

Liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 saat menggunakan kereta api (KA) ternyata ada cerita tersendiri bagi masyarakat yang menggunakannya. Apalagi beberapa penumpang yang menggunakan kereta api saat liburan ke destinasi tujuan ada yang digemari bahkan difavoritkan sebagai kereta api paling istimewa.

Bukan hanya perjalanannya yang nyaman, tapi fasilitas yang disediakan serta pelayanan yang berikan membuat penumpang makin betah untuk menggunakan kereta api. Rute yang digemari penumpang tersebut pun tak melulu destinasi yang sering kali ramai dikunjungi masyarakat setiap weekend, namun ada pula rute kereta api menuju kearah yang lain.

Bahkan dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat lonjakan penumpang di periode masa Nataru sebanyak 1.760.221 pelanggan. Dari total yang telah didata merupakan penumpang kereta api jarak jauh dan kereta api lokal sepanjang periode 18-25 Desember 2025.

Tren pertumbuhan penumpang kereta api terjadi menjelang periode libur Nataru, sebagaimana tercatat pada 18 Desember sebanyak 157.301 pelanggan, naik menjadi 202.369 penumpang di 19 Desember, dan tembus 209.925 pelanggan pada 20 Desember.

Puncak pergerakan terjadi pada 24 Desember dengan total 259.333 penumpang. Sementara pada 25 Desember jumlah penumpang tetap tinggi sebanyak 246.834 penumpang. Sementara pada 26 Desember 2025, jumlah penumpang kereta api jarak jauh dan lokal diperkirakan mencapai 194.211 penumpang lebih berdasarkan data pemesanan hingga pukul 08.00 WIB.

Berdasarkan Laporan Penjualan Tiket Nataru Nasional per 26 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket kereta api pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 telah mencapai 3.106.102 tiket dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan. Ternyata ada 10 KA pilihan utama penumpang KAI yang berperan penting dalam memperlancar perjalanan lintas wilayah, termasuk menuju kampung halaman dan daerah tujuan wisata.

Adapun 10 kereta api dengan penumpang terbanyak dan paling di favoritkan, sebagai berikut:
• KA 272 Airlangga relasi Pasarsenen-Surabaya Pasar Turi: 33.708 penumpang
• KA 271 Airlangga relasi Surabaya Pasar Turi-Pasarsenen: 33.157 penumpang
• KA 187 Joglosemarkerto relasi Solo Balapan-Semarang Tawang: 31.021 penumpang
• KA 193 Joglosemarkerto relasi Solo Balapan-Solo Balapan: 28.074 penumpang
• KA 278 Sri Tanjung relasi Lempuyangan-Ketapang: 25.803 penumpang
• KA 277 Sri Tanjung relasi Ketapang-Lempuyangan: 25.007 penumpang
• KA 274 Kahuripan relasi Kiaracondong-Blitar: 24.483 penumpang
• KA 273 Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong: 24.023 penumpang
• KA 251 Jayakarta relasi Surabaya Gubeng-Pasarsenen: 23.784 penumpang
• KA S7 Rajabasa relasi Kertapati-Tanjungkarang: 23.136 penumpang

KAI juga memberikan diskon tarif 30% selama masa Nataru yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 untuk 1.509.080 tempat duduk yang disiapkan untuk KA Komersial kelas ekonomi. Selain itu, tersedia juga diskon 25% untuk layanan kereta api jarak jauh untuk keberangkatan 29 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026 berbagai kelas untuk memberikan pilihan perjalanan.

Selain Lokasi yang Strategis, Ini Alasan Stasiun Argopuro Kembali Beroperasi

Emirates Rayakan 10 Tahun Penerbangan Langsung Dubai – Denpasar

Emirates, maskapai penerbangan internasional terbesar di dunia, dengan bangga menandai satu dekade operasinya ke Bali, merayakan sepuluh tahun menghubungkan Pulau Dewata ke jaringan globalnya.  Sejak penerbangan perdana pada Juni 2015, maskapai ini telah mengangkut lebih dari 4,28 juta penumpang ke dan dari kota ini dalam lebih dari 11.800 penerbangan.

Dengan mengoperasikan layanan dua kali sehari menggunakan pesawat ikoniknya A380 dan Boeing 777, Emirates telah menyediakan akses tanpa hambatan ke Bali dari 140 lebih destinasi di seluruh dunia.  Rute ini telah menjadi pintu gerbang penting bagi para wisatawan dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Afrika, yang memilih Dubai sebagai pusat perjalanan mereka untuk mencapai pantai Bali.

Pada saat peluncuran Emirates, Bali menyambut 3,7 juta pengunjung pada tahun 2014.  Selama bertahun-tahun, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah mencatat peningkatan yang stabil dalam kedatangan internasional, termasuk para wisatawan yang transit melalui Dubai dari destinasi jarak jauh di seluruh Eropa, Amerika, dan Timur Tengah.

Emirates SkyCargo tetap menjadi kontributor penting bagi perekonomian Bali, yang dampaknya jauh melampaui sektor pariwisata.  Hingga saat ini, maskapai ini telah mengangkut 35.690-ton kargo, yang terdiri dari barang-barang mudah rusak, tekstil, kerajinan tangan, dan pengiriman logistik bernilai tinggi, memperkuat perannya sebagai mitra tepercaya dalam menghubungkan bisnis lokal ke pasar global.

“Kami sangat bangga menandai tonggak sejarah 10 tahun ini di Bali,” kata Mohammad Al Attar, Emirates Country Manager untuk Indonesia. “Bali memiliki tempat yang sangat istimewa dalam jaringan global kami, dan peringatan ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami terhadap pulau ini dan penduduknya.   Selama satu dekade terakhir, operasi kami di sini telah berkembang pesat dengan diperkenalkannya layanan A380 terjadwal sejak tahun 2023 serta perluasan jangkauan regional kami melalui perjanjian interline dengan Garuda Indonesia, menawarkan akses kepada para wisatawan ke titik-titik tambahan melalui Bali dan Jakarta

“Upaya berkelanjutan ini memperkuat dedikasi kami untuk menghadirkan konektivitas dan layanan kelas dunia, karena kami tetap berkomitmen untuk mendukung pariwisata, perdagangan, dan pertukaran budaya antara Indonesia, UEA, dan dunia yang lebih luas.”

Selama satu dekade terakhir, lanskap pariwisata Bali telah berubah. Berkembang dari perjalanan liburan singkat yang berfokus pada pantai menjadi destinasi yang diakui secara global bagi para wellness seeker, petualang, pekerja jarak jauh, dan penjelajah budaya. Di tengah perubahan ini, Emirates tetap menjadi katalisator akses global ke Bali dan terus menghubungkan beragam wisatawan dengan ekosistem pariwisata pulau yang dinamis.

Emirates Canangkan Rute Dubai – Denpasar per 1 Mei 2022, Tiket Mulai Rp13,4 Juta PP

Tak Lagi Bingung di Parkiran: Cara Cerdas Menandai Lokasi Mobil Menggunakan Google Maps

Pernahkah Anda keluar dari pusat perbelanjaan dengan tangan penuh belanjaan, namun tiba-tiba terhenti karena lupa di mana persisnya mobil Anda terparkir? Anda menekan tombol remote kunci berulang kali, berharap mendengar suara klakson di tengah lautan kendaraan yang tampak serupa. Pengalaman ini sering kali menimbulkan rasa panik dan membuang waktu yang berharga.

Di era digital saat ini, kita tidak perlu lagi hanya mengandalkan daya ingat atau memotret nomor tiang parkir secara manual. Google Maps, aplikasi navigasi yang setidaknya ada di hampir setiap smartphone, memiliki fitur cerdas yang dirancang khusus untuk menjadi “penunjuk jalan” kembali ke kendaraan Anda.

Kunci utama dari fitur ini terletak pada “titik biru” yang menunjukkan lokasi Anda saat ini di peta. Begitu Anda mematikan mesin dan keluar dari mobil, jangan terburu-buru melangkah pergi. Cukup buka aplikasi Google Maps dan ketuk titik biru tersebut.

Seketika, sebuah menu akan muncul dari bawah layar. Bagi pengguna Android maupun iOS, Anda akan menemukan opsi “Save parking” (Simpan parkir). Dengan satu ketukan sederhana, Google Maps akan menempatkan label khusus di peta yang menandai posisi mobil Anda dengan akurat.

Google Maps Kini Dapat Digunakan dalam “Power Saving Mode”, Solusi Navigasi Darurat Super Hemat Daya

Catatan Detail untuk Area Parkir Bertingkat
Salah satu tantangan terbesar di area parkir modern adalah gedung parkir bertingkat yang memiliki struktur serupa di setiap lantainya. Google Maps memahami hal ini. Setelah menyimpan lokasi, Anda bisa mengetuk label parkir tersebut untuk menambahkan detail tambahan.

Anda dapat menuliskan catatan spesifik seperti “Lantai 3, Blok B2” atau “Dekat lift sektor utara”. Bahkan, bagi Anda yang parkir di zona berbayar dengan batas waktu tertentu, tersedia opsi untuk menyetel sisa waktu parkir agar aplikasi memberikan peringatan sebelum durasinya habis.

Saat urusan Anda selesai dan tiba waktunya untuk pulang, Anda tidak perlu lagi menebak arah. Cukup buka kembali Google Maps, dan Anda akan melihat ikon pin “P” atau keterangan “You parked here”. Dengan memilih opsi “Directions”, aplikasi akan memberikan rute berjalan kaki yang presisi hingga Anda berdiri tepat di samping pintu mobil.

Bagi pengguna iPhone yang sering menghubungkan ponsel ke sistem Bluetooth atau CarPlay mobil, Google Maps bahkan bisa bekerja lebih otomatis. Jika fitur ini diaktifkan di pengaturan, aplikasi dapat secara otomatis menandai lokasi saat koneksi Bluetooth terputus—yang berarti saat Anda mematikan mesin dan keluar dari mobil.

Teknologi seharusnya memudahkan hidup kita, dan fitur parkir di Google Maps adalah contoh nyata dari solusi sederhana untuk masalah yang sering kita alami sehari-hari. Dengan meluangkan waktu hanya lima detik untuk menandai posisi saat tiba, Anda bisa menghindari drama “mobil hilang” dan pulang dengan perasaan yang lebih tenang.

Waspada, Ini Enam Kesalahan Parkir yang Bisa Bikin Jantung Berdebar