Tok! Stasiun Jatake Resmi Beroperasi Mulai Januari 2026, Begini Penjelasannya

Mendengar stasiun yang masih jadi perbincangan akan beroperasi sebentar lagi, tentu menjadi kabar baik baik masyarakat yang setia pengguna Commuter Line khususnya lintas Rangkasbitung. Ya, Stasiun Jatake ternyata sudah menjadi titik terang bahwa sebentar lagi akan beroperasi resmi untuk penumpang.

Stasiun yang terbilang baru ini sangat dinantikan masyarakat khususnya yang berdomisili dikawasan BSD, Tangerang ini. Apalagi akses yang dari Stasiun Jatake terbilang sangat strategis karena selain dari perumahan kawasan BSD, stasiun ini bisa terhubung dengan akses jalan tol Serpong – Balaraja. Selain itu jika terlihat dari aplikasi map di ponsel, Stasiun Jatake sudah teridentifikasi posisi/letak area tersebut.

Stasiun Jatake yang berlokasi di Kelurahan Jatake-Kelurahan Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang nantinya akan diresmikan pada Januari 2026. Hal ini sejalan dengan rampungnya tahapan finalisasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub. Kabar ini menjadi penting bagi masyarakat yang berada di pemukiman antara petak Stasiun Parungpanjang maupun Stasiun Cicayur.

Tentu Stasiun Jatake sangat membantu masyrakat yang menjadi stasiun alternatif dengan jarak yang terjangkau. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pembangunan Stasiun Jatake merupakan bagian dari strategi penguatan layanan transportasi publik di kawasan penyangga Jakarta.

Bagian dalam Stasiun Jatake. (Foto: Dok. KAI)

Menurut data yang dihimpun dari laman Detik bahwa pertumbuhan pengguna di lintas Rangkasbitung terus menunjukkan tren positif, dari 43.317.716 pengguna pada 2022, meningkat menjadi 62.085.471 pengguna pada 2023. Kemudian 69.999.362 pengguna pada 2024, dan mencapai 70.496.181 pengguna sepanjang Januari-November 2025.

Bobby menerangkan Stasiun Jatake dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan. Stasiun ini dibangun di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, dengan bangunan tiga lantai seluas sekitar 3.000 meter persegi.

Berada di KM 37+045 lintas Tanah Abang – Rangkasbitung, Stasiun Jatake memiliki peron sepanjang 250 meter dengan lebar masing-masing 6 meter. Stasiun ini diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 penumpang per hari. Fasilitas Stasiun Jatake juga nantinya dirancang untuk menunjang kebutuhan pengguna Commuter Line secara menyeluruh.

Di dalam gedung stasiun tersedia area aktivitas penumpang, zona komersial, serta ruang perkantoran KAI. Sementara itu, area luar dilengkapi fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda, serta lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi.

Hingga akhir November 2025, progres pembangunan Stasiun Jatake telah mencapai 98,56%, mencakup prasarana dan fasilitas penunjang. Saat ini, KAI bersama DJKA Kemenhub tengah menjalani tahap akhir berupa beragam uji prasarana dan kesiapan operasional guna memastikan aspek keselamatan dan keamanan pengguna Commuter Line di lintas Rangkasbitung sebelum stasiun melayani masyarakat.

Stasiun Jatake akan melayani Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung yang mencakup Tanah Abang, Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurang Mangu, Sudimara, Rawa Buntu, Serpong, Cisauk, Cicayur, Jatake, Parung Panjang, Cilejit, Daru, Tenjo, Tigaraksa, Cikoya, Maja, Citeras, hingga Rangkasbitung. Penambahan stasiun ini diharapkan memperkuat distribusi penumpang serta meningkatkan kelancaran perjalanan masyarakat.

Okupansi Minim dan Terlalu Dekat dengan Stasiun Manggarai, Stasiun Mampang Nonaktif Secara Permanen

Antisipasi Penumpang Membludak, KRL Yogya – Solo Tambah 3 Perjalanan

Seperti sudah tak asing lagi bahwa wilayah Yogyakarta dan sekitarnya menjadi salah satu destinasi paling favorit bagi masyarakat untuk mengisi waktu liburan. Terlebih saat momentum libur jelang akhir tahun seperti saat ini. Ya, angkutan kereta api untuk rute baik dari Jakarta/Bandung menuju Yogyakarta saja sudah banyak diburu masyarakat.

Selain reguler, beberapa rute kereta api menuju Yogyakarta pun PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sampai menambah jadwal perjalanan. Ini karena melihat dari antusiasme masyarakat dan tentunya memberi pelayanan dan fasilitas terbaik selama mereka menggunakan kereta api.

Selain kereta api reguler atau tambahan untuk rute jarak jauh menuju Yogyakarta, KAI Commuter ternyata berinisiatif menambah perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Yogya – Solo sebanyak 3 perjalanan. Melihat potensi maupun tingginya pengguna KRL di wilayah tersebut, tentu akan sangat terbantu untuk mobilitas masyarakat yang ingin menggunakan KRL baik dari maupun menuju Yogyakarta.

Penambahan dilakukan sebanyak tiga perjalanan per hari, sehingga total perjalanan harian menjadi 34 trip pada tanggal 25-28 Desember 2025. Menurut data hingga hari ketujuh pelayanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, KAI Commuter wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta telah mengangkut 239.873 penumpang untuk layanan KRL rute Yogyakarta – Palur pp. dan Prameks dengan rute Yogyakarta – Kutoarjo pp.

Untuk mengakomodasi lonjakan ini, KAI Commuter telah menyiapkan kapasitas angkut yang lebih besar, yaitu 794.592 tempat duduk untuk rute KRL Yogyakarta-Palur dan 42.480 tempat duduk untuk Prameks.

Data pergerakan penumpang di tiga stasiun besar wilayah Solo menunjukkan aktivitas yang tinggi. Selama masa Nataru, Stasiun Solo Balapan mencatat 22.031 penumpang naik-turun, diikuti Stasiun Purwosari (17.973 orang), dan Stasiun Solo Jebres (17.283 orang).

Sementara itu, stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi di Daop 6 Yogyakarta adalah Stasiun Yogyakarta dengan total 110.391 orang naik dan turun selama periode yang sama. Untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan, KAI Commuter wilayah Daop 6 Yogyakarta menyiagakan 365 petugas selama periode Nataru. Petugas ini tersebar di area stasiun dan dalam perjalanan, mencakup masinis, kondektur, petugas layanan penumpang, hingga petugas keamanan.

Ketiga perjalanan KRL tambahan tersebut adalah:
• Keberangkatan dari Stasiun Palur, Karanganyar pukul 17.40 WIB.
• Keberangkatan dari Stasiun Yogyakarta pukul 12.54 WIB.
• Keberangkatan dari Stasiun Yogyakarta pukul 19.30 WIB.

Dengan berbagai persiapan operasional ini, KAI Commuter berharap dapat memberikan layanan yang optimal dan aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun wisata menggunakan KRL selama libur panjang akhir tahun.

Lempuyangan, Sejarah Panjang Stasiun KA Ekonomi di Yogyakarta

Jembatan Kereta Api Lembah Anai Jangan Dibongkar! Komunitas: Itu Warisan Budaya UNESCO

Memiliki panorama yang eksotis, Jembatan Kereta Api (KA) Lembah Anai tak sekadar jembatan KA pada umumnya. Jembatan kereta api penghubung antara darek dan pesisir. Jembatan ini melintasi jalur Lembah Anai dengan kontur berbukit, melintasi sungai dan berbelok-belok. Berdasarkan keletakannya, jalur rel berada pada lintas Padang-Padang Panjang-Solok. Jembatan ini menghubungkan antar bukit serta melintasi sungai/Batang Anai.

Jembatan ini secara keseluruhan berkontruksi baja (logam). Bangunan jembatan pada bagian bawah berbentuk setengah lingkaran sebagai penampang. Jembatan memiliki panjang 85 m, tinggi 14,75 m serta lebar 5 m (pada bagian bawah). Luas bangunan Panjang: 85 m dan tinggi: 14,75 m serta Lebar: 5 m sedangkan lahan yang terdaftar sebagai bagian dari Cagar Budaya sepanjang 85 m dengan lebar 5 m serta tinggi 14,75 m.

Melewati hutan bukit tambun tulang yang terkenal dalan cerita wiro Sableng terdapat “Jembatan Kereta Api Padang Panjang yang telah terdaftar sebagai cagar budaya. Jembatan ini sangat penting sebagai jalur kereta api untuk sampai ke Kota Padang. Jembatan ini menggunakan lengkungan hasil rancangan Ontwerpert A. Kuntze dari Pabrik Societe Cockeril di Seiraing-Belgia tahun 1890.

Permasahan yang sering terjadi di Lembah Anai terhadap rel kereta api adalah banjir hasil luapan air dari sungai Singgalang. Tercatat beberapa kali banjir mulai tanggal 23 Desember 1892 akibat dari hujan lebat yang berhasil menyapu rel kereta api 1500 meter dengan beragam konstruksi jalan rel tersapu oleh banjir tersebut.

Nah, berbagai kejadian yang menimpa jalur kereta api di Lembah Anai, sama halnya yang dialami pada banjir bandang di tahun 2025 ini. Banyaknya material yang terbawa banjir membuat jalan raya yang semula diramaikan kendaraan bermotor saat itu berubah menjadi lumpur akibat luapan banjir bandang tersebut.

Kemudian beberapa media dihebohkan dengan adanya kabar bahwa Jembatan KA Lembah Anai akan dibongkar. Tentu pemerhati sejarah mendapat kritik tajam terhadap informasi tersebut. Padahal jembatan tersebut bagian dari warisan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization /UNESCO).

Menyikapi rencana pembongkaran jembatan kereta api ini, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan RI melayangkan surat kepada Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang.

Surat tersebut berisi tiga poin penting. Pertama, struktur Cagar Budaya Jalur Kereta Api Sawahlunto-Teluk Bayur (Emmahaven) telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya melalui Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 432-144-2019 tentang Penetapan Stasiun Batu Tabal, Stasiun Padang Panjang.

Dalam kunjungannya ke Situs Warisan Budaya Dunia Tambang Batu Bara Ombilin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa kawasan tersebut menjadi salah satu perhatian utama Kemenbud. Kerusakan tercatat terjadi pada sejumlah infrastruktur penting, terutama jembatan dan lintasan rel kereta api akibat pergeseran fondasi.

Oleh karena itu, proses perbaikan harus dilakukan secara hati-hati dengan metode penguatan yang telah teruji, tanpa menghilangkan nilai historis dan keasliannya. Di antaranya dengan mempertimbangkan penambahan tinggi jalan, jembatan, maupun jalur kereta api untuk mengantisipasi luapan air terjun yang kerap menutup akses saat hujan deras.

Meski mengalami kerusakan akibat bencana alam, sejumlah komunitas dan pegiat pelestarian menolak rencana pembongkaran jembatan tersebut karena statusnya sebagai bagian dari Warisan Dunia UNESCO.

Menanggapi polemik yang berkembang di tengah masyarakat, Kemenbud memastikan akan segera melakukan kajian kelayakan cepat bersama para ahli. Kajian ini bertujuan menentukan langkah penanganan paling tepat, dengan tetap menjaga nilai penting dan keutuhan situs warisan budaya dunia tersebut.

Dari Mulai Tanjakan, Hingga Jembatan, 10 Jalur Ekstrim Ini Ada di Indonesia

Bukan di Stasiun Jakarta Kota, Monumen KRL Bakal Dipajang di Museum Ini

Beberapa seri rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang telah purna tugas alias pensiun beroperasi ini sudah “dirumahkan” di Stasiun Pasir Bungur. Ya, stasiun tersebut memang menyimpan rangkaian kereta maupun gerbong yang sudah tidak beroperasi. Dalam kata lain Stasiun Pasir Bungur memiliki kuburan kereta.

Seri KRL yang baru-baru ini dibawa dari Depo KRL Depok menuju Stasiun Pasir Bungur meliputi seri 8500 (Jalita), seri 7000, dan seri 203. Namun untuk seri 8500 dan seri 203 hanya dibawa bagian tengahnya saja, tidak bersama bagian kabin. Karena informasi yang dikabarkan dari berbagai media, untuk bagian kabin dari kedua seri ini akan dijadikan monumen untuk mengenang sejarah KRL saat beroperasi di Jabodetabek.

Kabar beberapa waktu lalu bahwa KRL seri 8500 dan seri 203 ini akan dijadikan monumen yang nantinya akan di pajang di Stasiun Jakarta Kota. Namun, rencana itu ternyata hanya diangan -angan saja. Mengingat Stasiun Jakarta Kota khususnya di bagian halaman seberang Museum Bank Indonesia terdapat pembangunan stasiun MRT fase 2.

Maka dari itu terlihat agak sulit untuk menyimpan KRL sebagai monumen yang digadang-gadang akan menjadi wajah baru Stasiun Jakarta Kota. Sebab disamping lokasinya masih tergolong sempit, bagian halaman Stasiun Jakarta Kota masih adanya pembangunan stasiun MRT.

Kabar yang mengejutkan sekaligus menjadi hal yang pertama kali dalam sejarah bahwa KRL akan disimpan dan di pamerkan di Museum Ambarawa. Informasi ini tersebar saat beberapa pecinta kereta api melihat adanya sehelai kertas yang bertuliskan “Ambarawa” di dinding tiap KRL. Naluri yang mencuat ternyata kedua seri KRL tersebut akan dibawa menuju Museum Ambarawa.

Jika memang benar, berarti koleksi Museum Ambarawa tak hanya memamerkan koleksi lokomotif uap atau pun berbagai elemen lainnya yang bersejarah, namun akan ada koleksi baru yakni KRL yang pernah melintas di Jabodetabek. Untuk pengiriman KRL tersebut ke Museum Ambarawa hingga saat ini masih belum diketahui pasti. Yang jelas, kita nantikan momen langka ini untuk diabadikan.

Diketahui, Museum Ambarawa atau Indonesian Railway Museum (IRM) menampilkan koleksi perekeretaapian dari masa Hindia Belanda hingga pra kemerdekaan RI yang meliputi sarana, prasarana dan perlengkapan administrasi. Beberapa koleksi sarana perkeretaapian heritage seperti 26 Lokomotif Uap, 4 Lokomotif Diesel, 5 Kereta dan 6 Gerbong dari berbagai daerah.

Para pengunjung juga dapat menikmati perjalanan wisata dengan menaiki Kereta Api Wisata relasi Ambarawa-Tuntang (pp) dengan lokomotif penarik jenis lokomotif uap maupun kereta diesel vintage. Selain menjadi tempat wisata sejarah, museum ini dapat disewa untuk kegiatan Pameran, Ruang Pertemuan, Pemotretan, Shooting, Pesta Pernikahan, Festival, Bazar, Pentas Seni, Workshop, dan lain-lain.

Hore! Stasiun Jakarta Kota Bakal Punya Monumen KRL, Ini Kata Dirut KCI

Korea Selatan Perkenalkan Kereta Cepat 370 Km/Jam: Calon Kereta Tercepat Kedua di Dunia

Korea Selatan baru saja mengumumkan keberhasilan pengembangan teknologi inti untuk kereta cepat generasi berikutnya yang mampu melesat hingga kecepatan operasional 370 km/jam. Pencapaian ini menempatkan Negeri Ginseng di posisi elit dunia, menjadikannya operator kereta tercepat kedua di dunia, tepat di bawah China.

Proyek yang diberi nama EMU-370 ini bukan sekadar peningkatan kecepatan, melainkan lompatan teknologi yang akan mengubah lanskap mobilitas di semenanjung Korea.

Saat ini, kereta tercepat Korea Selatan adalah KTX-Cheongryong (EMU-320) yang memiliki kecepatan operasional 320 km/jam. Kehadiran EMU-370 diproyeksikan akan membawa dampak revolusioner bagi waktu tempuh antar-kota:

Perjalanan Seoul ke Busan yang saat ini memakan waktu sekitar 2 jam 17 menit akan dipangkas menjadi hanya 1 jam 50 menit (110 menit). Sementara, Seoul ke Gwangju akan menjadi sekitar 1 jam 10 menit.

Target ambisius pemerintah adalah menghubungkan seluruh kota besar di Korea Selatan agar dapat dijangkau dalam waktu kurang dari dua jam, menciptakan integrasi ekonomi dan sosial yang lebih erat.

Pengembangan EMU-370 merupakan hasil kolaborasi nasional yang dipimpin oleh Korea Railroad Research Institute (KRRI) bersama tujuh institusi publik dan perusahaan swasta, termasuk raksasa manufaktur Hyundai Rotem. Proyek yang berjalan dari tahun 2022 hingga akhir 2025 ini menelan investasi sebesar 22,5 miliar won (sekitar Rp267 miliar).

Meskipun teknologinya sudah rampung dikembangkan pada akhir 2025, perjalanan menuju komersialisasi masih membutuhkan beberapa tahap. Pada tahun 2026, produksi unit pertama EMU-370 dijadwalkan dimulai, dan tahun 2030, menjadi uji coba operasional secara penuh akan dilakukan, khususnya di jalur Pyeongtaek-Osong. Dan akhirnya pada tahun 2031, menjadi target peresmian layanan komersial bagi masyarakat umum.

Namun, kecepatan 370 km/jam ini tidak bisa langsung diterapkan di seluruh jalur. Pemerintah Korea Selatan perlu melakukan pemutakhiran infrastruktur, seperti mengganti bantalan rel kerikil (ballast) menjadi beton pada beberapa bagian jalur yang sudah ada agar aman bagi kecepatan ekstrem tersebut.

Dengan operasional 370 km/jam, Korea Selatan akan melampaui standar kecepatan kereta cepat di Perancis, Jerman, dan Jepang yang umumnya beroperasi di angka 320 km/jam. Posisi puncak saat ini masih dipegang oleh Cina dengan proyek CR450 yang sedang diuji untuk kecepatan operasional 400 km/jam.

Hyundai Rotem Luncurkan EMU-320, Kereta Berkecepatan Tinggi Tercepat di Korea Selatan

Vietnam Menuju Era Kecepatan Tinggi: Proyek Kereta Cepat Ambisius Segera Terwujud

Vietnam tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam sistem transportasi nasionalnya. Pemerintah Vietnam baru saja merilis proposal serius terkait pembangunan jaringan Kereta Cepat (High-Speed Train) yang akan menghubungkan kota-kota utama dari Utara hingga Selatan.

Langkah ini bukan hanya soal kecepatan perjalanan, tetapi juga bagian dari strategi besar Vietnam untuk melakukan dekarbonisasi dan memodernisasi infrastruktur ekonomi mereka.

Proyek mercusuar ini direncanakan akan membentang sepanjang koridor Utara-Selatan yang ikonik, menghubungkan ibu kota Hanoi dengan pusat ekonomi Ho Chi Minh City. Kereta ini dirancang untuk beroperasi pada kecepatan tinggi yang secara signifikan akan memangkas waktu tempuh perjalanan darat yang saat ini memakan waktu lebih dari 30 jam menjadi hanya beberapa jam saja.

Selain jalur utama, muncul proposal terpisah yang menargetkan pembangunan jalur yang menghubungkan wilayah strategis lainnya, termasuk area Can Gio, dengan lini masa pembangunan yang serupa. Proyek ini tidak hanya difokuskan untuk penumpang, tetapi juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengiriman logistik antar wilayah.

Pemilihan kereta cepat bertenaga listrik merupakan langkah strategis Vietnam dalam mencapai target emisi nol bersih (net-zero emissions). Dengan memindahkan ribuan penumpang dari kendaraan pribadi dan pesawat terbang ke kereta cepat, Vietnam berharap dapat mengurangi jejak karbon transportasi secara drastis.

Hal ini sejalan dengan tren global di mana moda transportasi berbasis rel menjadi solusi utama bagi mobilitas berkelanjutan di negara-negara berkembang.

Pembangunan proyek berskala raksasa ini tentu memerlukan investasi yang sangat besar. Vietnam dikabarkan sedang menjajaki berbagai opsi pendanaan serta kemitraan teknologi dengan negara-negara yang sudah berpengalaman dalam industri kereta cepat. Meskipun jadwal penyelesaian masih bersifat jangka panjang, proposal yang dirilis pada akhir 2025 ini menunjukkan komitmen politik yang kuat untuk menjadikan Vietnam sebagai salah satu negara dengan konektivitas tercanggih di Asia Tenggara.

Hadirnya kereta cepat di Vietnam ini akan menambah daftar negara Asia Tenggara yang mengadopsi teknologi rel berkecepatan tinggi setelah Indonesia (Whoosh) dan Laos. Hal ini menandakan bahwa kawasan ini sedang bertransformasi menjadi pusat mobilitas modern.

Tanpa Gunakan Hutang Luar Negeri, Vietnam Canangkan Pembangunan Jalur Kereta Cepat Sepanjang 1.541 Kilometer

Ini yang Harus Diperhatikan Penumpang KA Soal Ketentuan Bagasi

Menghabiskan waktu libur akhir tahun memang sangat menyenangkan jika berada di luar kota. Selain menikmati perjalanan, suasananya pun terasa berbeda saat berkunjung ke tempat-tempat favorit yang sudah menjadi trending topik.

Jika berlibur lebih dari 2 hari tentu harus membawa perlengkapan yang cukup banyak, seperti koper maupun ransel. Nah, saat penumpang ingin menggunakan kereta api tentu mereka harus menaati peraturan dalam membawa perlengkapan yang sudah disesuaikan. Jangan sampai barang bawaan yang berlebih dan masuk ke kereta api, dapat mengganggu kenyamanan para penumpang lainnya.

Untuk itu, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mengimbau pelanggan kereta api untuk memperhatikan ketentuan bagasi selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Setiap pelanggan diperbolehkan membawa bagasi dengan berat maksimal 20 kilogram. Barang bawaan yang melebihi batas tersebut akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

KAI juga mengingatkan adanya larangan membawa sejumlah barang ke dalam kereta api, seperti hewan, makanan dengan bau menyengat, serta barang lain yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan perjalanan. Dengan mobilitas yang tinggi, pengaturan bagasi menjadi bagian penting agar perjalanan berjalan lancar dan aman.

Bagi pelanggan yang membawa barang melebihi batas, KAI menyarankan pemanfaatan layanan KALOG Express dari KAI Logistik. Layanan ini melayani pengiriman sepeda motor, hewan peliharaan, paket barang, termasuk makanan dan produk frozen food.

Langkah antisipasi ini bertujuan menjaga ketertiban di tengah tingginya volume penumpang kereta api. Imbauan tersebut sangat penting demi mewujudkan pengalaman perjalanan yang lancar bagi semua pengguna jasa transportasi.

Selama periode Nataru, KALOG Express turut mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta distribusi UMKM, terutama untuk pengiriman yang membutuhkan ketepatan waktu. Layanan KALOG Express dari KAI Logistik menghadirkan promo tarif pengiriman hingga 50 persen untuk rute lintas Selatan.

Manager of Marketing & Sales Courier KAI Logistik, Ayi Suryandi, menegaskan program diskon ini dirancang untuk memberikan kemudahan sekaligus mendukung aktivitas logistik masyarakat yang meningkat signifikan menjelang akhit tahun.

Program ini diharapkan mampu membantu kelancaran distribusi pelaku usaha mikro selama masa libur panjang akhir tahun. Data penjualan tiket kereta api pada Sabtu tercatat sudah lebih dari dua juta. Total tiket perjalanan libur akhir tahun tersebut adalah sebanyak 2.108.450 kursi yang telah dipesan oleh para penumpang.

Jangan Kelebihan Muatan! Yuk, Simak Aturan Resmi Bagasi Terbaru Saat Naik Kereta Api

Helsinki ke Melbourne: Finnair Bentangkan Sayap ke Australia Lewat Airbus A350

Maskapai nasional Finlandia, Finnair, secara resmi mengumumkan pembukaan rute penerbangan perdana mereka ke benua Australia. Langkah bersejarah ini akan menghubungkan pusat operasional mereka di Helsinki (HEL) langsung ke Melbourne (MEL) melalui satu titik transit strategis di Bangkok (BKK), Thailand.

Layanan baru ini bukan sekadar penambahan rute, melainkan tonggak sejarah bagi Finnair dalam memperluas jangkauan globalnya ke belahan bumi selatan dengan menggunakan armada tercanggih mereka, Airbus A350-900.

Dengan Airbus A350-900, Malaysia Airlines Kembali Buka Penerbangan Langsung Kuala Lumpur – Paris

Penerbangan harian ini dijadwalkan akan mulai beroperasi secara resmi pada 25 Oktober 2026. Meski operasionalnya masih setahun lagi, tiket untuk rute ini sudah mulai dijual sejak akhir Desember 2025 bagi para pelancong yang ingin merencanakan perjalanan jarak jauh mereka jauh-jauh hari.

Penerbangan ini dirancang dengan jadwal yang sangat efisien untuk menghubungkan pelancong dari berbagai kota besar di Eropa ke Australia.

Helsinki ke Bangkok memakan waktu sekitar 11 jam 20 menit. Pesawat akan berangkat dari Helsinki sesaat setelah tengah malam. Durasi transit di Bangkok dijadwalkan berkisar antara 2 hingga 3 jam, waktu yang cukup untuk meregangkan kaki tanpa harus menunggu terlalu lama.

Pemilihan Bangkok sebagai titik transit memberikan fleksibilitas bagi penumpang. Selain untuk pengisian bahan bakar dan pergantian kru, penumpang dari Melbourne juga memiliki opsi untuk berhenti di Bangkok sebagai destinasi wisata mandiri, atau melanjutkan perjalanan ke lebih dari 90 destinasi Finnair di seluruh Eropa melalui hub Helsinki yang sangat efisien.

Sementara dari Bangkok ke Melbourne selama kurang lebih 9 jam. Total durasi dari Helsinki hingga mendarat di Melbourne, total perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar 23 jam.

Finnair akan mengoperasikan Airbus A350 dengan konfigurasi kabin terbaru yang telah direnovasi untuk kenyamanan maksimal pada rute ultra-jauh ini. Mengingat durasi penerbangan yang hampir mencapai 24 jam, Finnair akan membagikan beberapa kiat agar penumpang tetap bugar saat tiba di Melbourne.

Pertamax! Finlandia Jadi Negara Pertama yang Adopsi Paspor Digital untuk Warganya

Libur Nataru KA Bandara Soetta Tebar Diskon Menarik, Segini Tarifnya

Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 perjalanan kereta api (KA) beri diskon spesial pada setiap rute. Tak hanya perjalanan KA jarak jauh yang beri tarif diskon, namun KA lainnya pun turut memberikan tarif yang spesial. Seperti halnya pada KA Bandara Soekarnk Hatta (Soetta). Menggunakan KA Bandara Soetta yang memiliki perjalanan yang relatif singkat dan tepat waktu membuat penumpang yang menggunakannya merasa sangat terbantu.

Ya, KA Bandara Soetta akan berlakukan tarif diskon spesial untuk rute Stasiun Manggarai sampai dengan Stasiun Bandara Soekarno Hatta. Rangkaian yang menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) ini berjalan setiap hari melayani baik penumpang untuk bandara atau sekadar yang ingin mempercepat waktu perjalanan saja. Dari waktu menggunakan KA Bandara Soetta tak perlu transit atau berpindah rangkaian saat tiba di Stasiun Duri.

Untuk tarifnya sendiri, KA Bandara Soetta memberlakukan diskon tarif kereta bandara dengan seharga Rp50.000. Sementara rute stasiun yang berlaku dalam promo untuk menuju Bandara Soetta sebagai berikut:
• Stasiun Manggarai
• Stasiun BNI City
• Stasiun Duri

Berdasarkan informasi resmi untuk periode tahun 2025, biasanya tiket Commuter Line Bandara Soetta menuju Manggarai atau sebaliknya seharga Rp70.000 (Eksekutif) dan Rp30.000 (Premium). Tiket dari Bandara Soetta menuju Stasiun BNI City (Sudirman Baru) atau sebaliknya dari harga Rp70.000 (Eksekutif) dan Rp30.000 (Premium).

Sementara tiket dari Bandara Soetta menuju Stasiun Duri atau sebaliknya seharga Rp70.000 (Eksekutif) dan Rp30.000 (Premium). Karina menyampaikan bahwa, diskon tiket pemberangkatan menuju Stasiun Bandara Soetta berlangsung selama periode Nataru 2025, mulai dari tanggal 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Diketahui, hingga 21 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, tiket dengan tarif diskon telah terjual 808.543 tiket atau 54 persen, mencerminkan tingginya minat pelanggan memanfaatkan layanan kereta api selama periode Nataru.

Untuk mendapatkan tarif khusus tersebut, penumpang wajib membeli tiket melalui aplikasi pemesanan C-Access. Tiket sudah dapat dipesan mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan. Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan distribusi tiket berjalan tertib dan tepat sasaran.

KAI Commuter juga menegaskan bahwa tiket KA Bandara Soetta bersifat spesifik, artinya hanya dapat digunakan sesuai data yang tertera pada tiket, termasuk tanggal, jadwal keberangkatan, serta stasiun asal dan tujuan. Tiket tersebut juga berfungsi sebagai akses masuk dan keluar di gate stasiun keberangkatan maupun kedatangan, sehingga pengguna diminta menjaga e-ticket hingga perjalanan selesai.

KAI Commuter juga memberikan imbauan khusus bagi pengguna KA Bandara Soetta, terutama penumpang pesawat. Penumpang dapat memilih jadwal keberangkatan kereta sekitar dua hingga tiga jam sebelum waktu penerbangan, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.

Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk antrean di bandara maupun proses check-in yang memerlukan waktu tambahan. Dengan perencanaan waktu yang matang, perjalanan menuju bandara dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

Dengan adanya promo Nataru ini, KA Bandara Soetta diharapkan semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian ke dan dari Bandara Soekarno Hatta selama libur akhir tahun, sekaligus mendukung upaya pengurangan kemacetan dan penggunaan kendaraan pribadi.

Shanghai Maglev – Kereta Bandara Tercepat di Dunia, Bisa ‘Ngewhoosh’ Sampai 500 Km per Jam

Tupolev Tu-134: Satu-satunya Pesawat Penumpang dengan Toilet yang Dilengkapi Jendela

Pernahkah Anda membayangkan ada jendela di toilet pesawat? Sejauh ini memang belum pernah ada pesawat dengan toilet berjendela melayanni perbangan domestik dan internasional dari Indonesia. Tapi lain halnya di Rusia, ternyata ada pesawat penumpang regional narrow body yang dilengkapi dengan jendela pada toiletnya, pesawat yang dimaksud adalah Tupolev Tu-134.

Baca juga: Penumpang Wajib Tahu, Ada Tombol Rahasia di Toilet Pesawat! Ini Isinya

Ya, Tupolev Tu-134 adalah satu-satunya pesawat penumpang di dunia yang pada toiletinya dirancang menggunakan jendela, persisnya jendela pada bagian atas. Sehingga penumpang yang sedang buang hajat jika menengadah kepala akan melihat langsung kondisi angkasa. Desain unik ini dapat meminimalkan kebutuhan pencahayaan di toilet pada penerbangan siang hari.

Tupolev Tu-134 dikembangkan sebagai pesawat penerbangan pendek dan regional oleh Tupolev OKB (Kantor Desain Tupolev) di Uni Soviet. Proses pengembangan dimulai pada pertengahan tahun 1960-an sebagai penerus dari Tu-124.

Penerbangan perdana Tupolev Tu-134 dilakukan pada tanggal 29 Juli 1963. Setelah serangkaian uji penerbangan dan evaluasi, pesawat ini mulai dioperasikan oleh maskapai penerbangan Uni Soviet pada tahun 1967.

Tu-134 dirancang dengan dua mesin turbojet, dan kapasitas penumpangnya dapat mencapai sekitar 80 hingga 96 orang, tergantung pada konfigurasi kursi. Desain pesawat ini mencakup ekor T dan sayap belakang yang rendah.

Seiring waktu, Tu-134 mengalami sejumlah pembaruan dan versi yang berbeda, termasuk Tu-134A, Tu-134B, dan Tu-134UBL (pesawat latih militer). Tu-134A menampilkan perbaikan aerodinamika dan peningkatan keamanan.

Tu-134 banyak digunakan oleh maskapai penerbangan di Uni Soviet dan negara-negara Blok Timur selama era Perang Dingin. Pesawat ini menjadi salah satu pesawat regional paling umum di kawasan tersebut. Tu-134 memiliki kehidupan pelayanan yang panjang dan dioperasikan oleh banyak maskapai penerbangan di Uni Soviet dan negara-negara penerusnya setelah keruntuhan Uni Soviet. Selain itu, beberapa operator di luar negeri juga mengoperasikan pesawat ini.

Tupolev Tu-334, Pesaing Fokker F28 Fellowship yang Tidak Pernah Beroperasi Komersial

Pada tahun 2018, Rusia secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan menarik seluruh pesawat Tu-134 dari layanan komersial. Ini menandai akhir dari sejarah operasional pesawat ini setelah lebih dari lima dekade. Namun pada kenyataan, beberapa maskapai kecil dan charter di Rusia, sampai saat ini masih mengoperasikan Tu-134.