Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi untuk Penerbangan Komersial, Bandung Terhubung Lagi via Udara

Setelah beberapa tahun “mati suri” pascapemindahan penerbangan jet komersial ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Bandara Husein Sastranegara kini kembali melayani penerbangan komersial dengan jadwal reguler, membuka peluang kembali bagi masyarakat untuk naik pesawat dari/dan menuju Bandung.

Mulai 20 Desember 2025, maskapai Wings Air resmi mengoperasikan penerbangan dari dan ke Bandara Husein Sastranegara (kode: BDO) yang menghubungkan Bandung dengan beberapa kota besar di Pulau Jawa, di antaranya Solo, Semarang dan Surabaya. Maskapai ini melayani rute tersebut menggunakan pesawat ATR 72-600 yang efisien dan nyaman untuk rute dalam negeri.

Peresmian rute baru ini dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 21 Desember 2025. Ia menyampaikan harapan agar jalur penerbangan ini dapat ditingkatkan frekuensinya dan menjadi tulang punggung konektivitas udara regional. Akurat Jabar

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut sangat positif kepulangan penerbangan komersial ke Bandara Husein. Farhan mengatakan bahwa keberadaan kembali penerbangan reguler merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator bandara, dan maskapai, yang membuka pilihan mobilitas baru bagi masyarakat.

Kembalinya penerbangan komersial ini juga disambut hangat oleh pelaku usaha di Bandung. Menurut sejumlah pengusaha lokal, pembukaan rute baru menjadi sinyal positif bagi iklim usaha dan pariwisata, karena bandara yang berada dekat pusat kota dapat membantu mempercepat mobilitas pebisnis, wisatawan, hingga event organizer. jabarekspres.com

Walaupun kini kembali aktif, karakter operasional Bandara Husein sedikit berbeda dari sebelumnya. Bandara ini terutama melayani penerbangan domestik jarak pendek dan menengah dengan pesawat berbaling-baling seperti ATR, bukan pesawat jet besar karena keterbatasan teknis fasilitas.

Hal ini sejalan dengan kebijakan penataan peran bandara di kawasan Bandung–Jawa Barat, di mana Bandara Kertajati tetap memegang peran utama untuk penerbangan jet komersial jarak jauh dan layanan internasional.

Husein Sastranegara – Perintis TNI AU Yang Gugur Karena Kecintaannya Pada Dunia Dirgantara

Philippine Airlines Terima Unit Pertama Airbus A350-1000

Philippine Airlines telah menerima pengiriman pesawat Airbus A350-1000 pertamanya, menjadikannya sebagai maskapai ke-10 di dunia yang mengoperasikan varian terbesar dari pesawat jarak jauh (long-range) unggulan ini.

Pesawat yang dikonfigurasikan dalam tata letak premium tiga kelas berkapasitas 382 kursi  ini, akan menandai babak baru dalam operasional penerbangan jarak jauh Philippine Airlines yang melintasi kawasan Pasifik. Dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi, pesawat A350-1000 memungkinkan maskapai nasional Filipina ini untuk memperluas jaringan penerbangan lintas pasifik melalui layanan non-stop ke berbagai destinasi utama di Amerika Utara.

Pengiriman ini merupakan yang pertama dari total sembilan pesawat A350-1000 yang akan diterima Philippine Airlines sebagai bagian dari program ekspansi armadanya. Pesawat baru ini akan melengkapi armada A350-900 yang saat ini telah beroperasi untuk maskapai tersebut, untuk memperluas rute penerbangan ke Amerika Serikat. Kehadiran A350-1000 ini semakin memperkuat strategi armada pesawat berbadan lebar Philippine Airlines dalam meningkatkan kapasitas penerbangan jarak jauh, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan penumpang dan keandalan operasional yang lebih baik.

A350 merupakan pesawat berbadan lebar paling modern di dunia dan telah menetapkan standar baru untuk penerbangan antarbenua. Desain pesawat A350 yang sepenuhnya baru mengadopsi teknologi dan aerodinamika mutakhir, sehingga menghadirkan efisiensi operasional serta kenyamanan penumpang yang unggul. Mesin generasi terbaru serta penggunaan material ringan memberikan keunggulan hingga 25 persen dalam efisiensi konsumsi bahan bakar, biaya operasional, dan pengurangan emisi karbon dioksida (Co₂) dibandingkan pesawat pesaing generasi sebelumnya. Selain itu, A350 juga dilengkapi kabin Airspace yang nyaman dan luas, kursi yang lebih lebar, langit-langit kabin yang tinggi, serta pencahayaan yang dirancang untuk menciptakan suasana perjalanan yang rileks.

Sebagaimana pesawat Airbus lainnya, pesawat A350 sudah mampu beroperasi menggunakan campuran bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) hingga 50 persen. Airbus menargetkan seluruh pesawatnya dapat beroperasi dengan 100 persen SAF pada tahun 2030.

Hingga akhir November 2025, keluarga A350 telah mencatat hampir 1.500 pesanan dari 66 pelanggan di seluruh dunia.

Philippine Airlines – Maskapai Tertua di Asia dan Pertama yang Lintasi Samudera Pasifik

Mulai Rp37.000 KA Motis Bisa Dipesan 6 Jam Sebelum Keberangkatan, Catat Jadwalnya

Kehabisan tiket kereta api buat liburan akhir tahun, rasanya tak perku khawatir. Selain adanya kereta api tambahan penumpang bisa menggunakan kereta api motor gratis (motis). Ya, karena kereta api (KA) Motis sudah bisa dipesan untuk rute Pasar Senen – Semarang Tawang maupun Pasar Senen – Purwosari.

Diketahui, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka program Motor Gratis (Motis) untuk hari raya Natal 2025 dan tahun baru 2026 atau Nataru 2025/2026. Tujuannya untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan meningkatkan keselamatan selama periode libur Nataru 2025/2026.

Melansir akun Instagram resmi Motis DJKA, @motis_djka, pendaftaran program Motis Nataru 2025/2026 dibuka mulai 1 Desember 2025 sampai dengan 29 Desember 2025 mendatang. Nantinya pengangkutan Motis Nataru 2025/2026 akan dimulai pada 23-30 Desember 2025.

Program Motis Nataru 2025/2026 ditujukan bagi pemudik yang ingin membawa sepeda motor ke kampung halaman tanpa harus mengendarainya langsung di jalan raya. Selain memberi alternatif perjalanan yang lebih hemat, layanan ini membantu mengurangi kepadatan lalu lintas serta risiko kecelakaan pada arus mudik dan balik akhir tahun.

Layanan KA Motis dibagi dua lintas, yakni lintas utara dan lintas tengan hingga selatan. Untuk lintas utara meliputi Jakarta Gudang – Pasar Senen (penumpang) – Bekasi (penumpang) – Cirebon Prujakan – Tegal – Pekalongan – Semarang Tawang. Sementara itu lintas selatan meliputi Jakarta Gudang – Pasar Senen (penumpang) – Bekasi (penumpang) – Cirebon Prujakan – Purwokerto – Kebumen – Kutoarjo – Lempuyangan – Purwosari.

Bagi penumpang yang ingin menggunakan layanan KA Motis tanpa mendaftar kendaraan bermotor tentu bisa dilakukan. Penumpang cukup memesan tiket KA Motis melalui aplikasi Access by KAI maupun di laman resmi kai.id. Perlu diingat layanan KA Motis baru bisa dipesan 6 jam sebelum keberangkatan.

Dengan harga tiket yang relatif murah mulai dari Rp37.000 sampai dengan Rp84.000 saja, penumpang bisa menikmati perjalanan dengan kelas ekonomi berkapasitas 106 kursi. Karena layanan ini merupakan tarif subsidi, jadi jangan sampai kehabisan tiketnya, ya. Berikut ini jadwal KA Motis dengan pemberhentian di beberapa stasiun:

• KA Motis Utara
– KA 7701 (Semarang Tawang – Kampung Bandan)
Semarang Tawang: 04:40
Pekalongan: 06:07
Tegal: 07:10
Cirebon Prujakan: 08:33
Arjawinangun: 08:54
Bekasi: 11:20
Pasar Senen: 11:56
Kampung Bandan: 12:06

– KA 7702 (Kampung Bandan – Semarang Tawang)
Kampung Bandan: 15:00
Pasar Senen: 15:20
Bekasi: 15:44
Karawang: 16:26
Cikampek: 17:01
Arjawinangun: 18:33
Cirebon Prujakan: 19:01
Tegal: 20:20
Pekalongan: 21:38
Semarang Tawang: 23:02

• KA Motis Tengah
– KA 7703 (Purwosari – Kampung Bandan)
Purwosari: 12:45
Lempuyangan: 13:42
Kutoarjo: 14:53
Kebumen: 15:26
Purwokerto: 16:53
Cirebon Prujakan: 18:58
Arjawinangun: 19:18
Bekasi: 21:35
Pasar Senen: 22:07
Kampung Bandan: 22:15

– KA 7704 (Kampung Bandan – Purwosari)
Kampung Bandan: 14:20
Pasar Senen: 14:40
Bekasi: 15:40
Pegadenbaru: 16:35
Arjawinangun: 17:40
Cirebon Prujakan: 18:08
Prupuk: 19:23
Purwokerto: 20:32
Kebumen: 21:47
Kutoarjo: 22:50
Wojo: 23:18
Lempuyangan: 00:09
Purwosari: 00:53

Nge-Trip KA Serayu – Tiketnya Murah, Pemandangannya Pun Indah

Emirates Luncurkan Amenity Kit Ramah Lingkungan Bertema Satwa Liar Terancam Punah

Maskapai penerbangan global yang berbasis di Dubai, Emirates, resmi memperkenalkan koleksi amenity kit terbaru yang unik dan sarat akan misi lingkungan. Berbeda dari perlengkapan sekali pakai pada umumnya, koleksi ini dirancang sebagai keepsake (kenang-kenangan) yang dapat digunakan kembali, sekaligus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penumpang terhadap satwa liar yang terancam punah.

Peluncuran yang dilakukan pada pertengahan Desember 2025 ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Emirates dalam mendukung konservasi global dan meminimalkan dampak lingkungan dari operasional penerbangan mereka.

Setiap tas amenity kit dalam koleksi terbaru ini menampilkan karya seni yang terinspirasi dari berbagai spesies satwa liar yang masuk dalam daftar terancam punah. Dengan desain yang artistik, Emirates ingin memancing rasa ingin tahu jutaan penumpangnya setiap tahun mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.

Langkah ini bukan sekadar soal estetika. Pihak maskapai menekankan bahwa bahan yang digunakan untuk tas tersebut dipilih berdasarkan durabilitas atau ketahanan jangka panjang. Harapannya, setelah penerbangan selesai, penumpang tidak membuangnya begitu saja, melainkan menggunakannya kembali untuk keperluan sehari-hari, sehingga mengurangi limbah plastik sekali pakai di kabin.

Salah satu poin menarik dari inisiatif ini adalah jangkauannya yang luas. Koleksi bertema konservasi ini tidak hanya terbatas bagi penumpang di kelas premium (First dan Business Class), tetapi juga menjangkau berbagai kelas kabin lainnya. Hal ini memastikan pesan perlindungan satwa liar dapat diterima oleh basis penumpang yang lebih luas di seluruh jaringan global Emirates.

Peluncuran kit ini hanyalah salah satu pilar dari strategi hijau Emirates. Maskapai ini terus berinvestasi pada armada pesawat yang lebih efisien bahan bakar, inisiatif pengurangan sampah di dalam pesawat, serta kemitraan strategis dengan berbagai organisasi konservasi dunia.

Juru bicara Emirates menyatakan bahwa produk-produk di dalam pesawat adalah titik kontak (touchpoint) yang sangat efektif untuk menyampaikan pesan lingkungan. Dengan mengintegrasikan narasi keberlanjutan ke dalam pengalaman terbang premium, Emirates berharap dapat menormalisasi gaya hidup bertanggung jawab bagi para pelancong lintas negara.

Di tengah meningkatnya kesadaran penumpang global terhadap jejak karbon dan dampak lingkungan dari industri penerbangan, inovasi amenity kit Emirates ini menjadi contoh bagaimana kemewahan dan tanggung jawab sosial dapat berjalan beriringan.

Lima Maskapai dengan Amenity Kit Termewah di Dunia, Nomor 2 Tak Disangka

Libur Nataru di Semarang, Museum Lawang Sewu Jadi Sasaran Wisatawan

Berwisata ke Semarang tak sekadar mampir ke kawasan kota tua maupun icip-icip kuliner khas beraneka ragam. Perjalanan kereta api ke luar kota saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 sudah menjadi tradisi untuk menghabiskan akhir tahun. Dengan suasana yang berbeda, masyarakat ingin merasakan liburan bersama kerabat maupun keluarga di kota yang terkenal dengan wingko babatnya ini.

Sejumlah kereta api reguler maupun tambahan sudah tersedia sejak 18 Desember kemarin untuk tujuan maupun yang melewati Kota Semarang. Tiket kereta api yang dipesan pun hampir ludes terjual terutama menjelang akhir tahun 2025. Mulai dari ekonomi sampai dengan eksekutif dan kereta wisata turut menjadi sasaran masyarakat menuju Semarang.

Nah, menurut kabar dari berbagai sumber mengatakan tak hanya wisata kota tua di kawasan Semarang yang menjadi vibes dan ikonik, namun wisata di lokasi ini cukup menarik minat wisatawan bahkan dalam dan luar negeri. Ya, siapa yang tak kenal dengan Museum Lawang Sewu. Menurut data sepanjang 2025, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) melalui anak usahanya KAI Wisata mencatat sebanyak 568.075 pengunjung datang ke ikon Kota Semarang tersebut.

Museum Lawang Sewu saat malam hari yang terkesan sangat menawan. (Foto: Dok. Istimewa)

Dibangun pada 1904 sebagai kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), Lawang Sewu menjadi saksi awal berkembangnya jaringan perkeretaapian di Indonesia yang menghubungkan Semarang dengan wilayah pedalaman Jawa. Nilai sejarah tersebut terus dihadirkan dalam format yang relevan dengan generasi masa kini. Hal ini menjadikan Lawang Sewu ruang belajar sekaligus ruang rekreasi yang inklusif.

Dilansir dari berbagai sumber, KAI Wisata berkolaborasi dengan Jakarta Clothing dalam gelaran festival akhir tahun di Museum Lawang Sewu yang berlangsung pada Selasa (30/12/2025) hingga Minggu (4/1/2026). Festival itu memadukan budaya, kuliner, produk kreatif, dan hiburan musik, sehingga memperkaya pilihan aktivitas wisata bagi masyarakat yang berlibur ke Semarang.

Panggung hiburan festival akan dimeriahkan oleh sejumlah musisi nasional, seperti Padi Reborn, Barasuara, dan Dendi Nata, serta penampilan special Glenn Fredly Live by Bakuucakar feat Ryan Ekky Pradipta bersama musisi internasional Hall of the Elder. Tiket festival dapat dipesan secara daring melalui loket.com. Penguatan destinasi wisata di Semarang ini berjalan seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa angkutan Nataru.

Diketahui bahwa Semarang tercatat sebagai salah satu tujuan favorit selama periode Nataru dengan Stasiun Semarang Tawang berada di 10 besar stasiun tujuan terpadat hingga Minggu (21/12/2025). Posisi itu menegaskan peran Semarang sebagai simpul wisata sejarah, budaya, dan aktivitas masyarakat di Pulau Jawa, dengan Museum Lawang Sewu menjadi salah satu magnet utamanya.

Liburan ke Semarang? Yuk, Wisata Edukasi KA ke Lawang Sewu dan Museum Ambarawa

Libur Nataru, KAI Siap Melayani Penumpang dengan Penuh Semangat

Semakin dekat dengan perjalanan liburan yang sangat dinanti masyarakat membuat transportasi umum khususnya kereta api jadi yang paling diminati. Terlihat dari stasiun-stasiun kereta api jarak jauh di Jakarta seperti Stasiun Gambir, Pasar Senen maupun Bekasi sudah terlihat keramaian penumpang yang bepergian ke luar kota.

Berbagai bantuan di stasiun pun sudah sial membantu para penumpang sambut libur yang spesial ini. Bantuan yang dikerahkan oleh tim dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tersebar di titik-titik penempatan di area stasiun. Terutama di lokasi dekat dengan area boarding pass maupun di tempat cetak tiket mandiri dan jadwal perjalanan kereta api.

Periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 memang menjadi momentum krusial bagi sistem transportasi berbasis rel ini. Tingginya arus mobilitas masyarakat membawa harapan besar terhadap kualitas layanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Sebab, bila terjadi gangguan sedikit saja, dapat berdampak luas pada rangkaian perjalanan dan kepercayaan masyarakat.

Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan yang dilansir dari lama Detik, sekitar 3,94 juta orang diprediksi menggunakan kereta api jarak jauh pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dalam menghadapi arus besar tersebut, dibutuhkan komitmen dan kesiapan tinggi PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator layanan, dalam menjamin kelancaran, keselamatan, dan kualitas pengalaman perjalanan jutaan warga.

Selain penumpang kereta api yang menjadi prioritas utama, kesiapan KAI tidak melulu pada aspek penambahan jumlah rangkaian perjalanan dan kualitas sarana prasarana. Namun, kemampuan KAI turut menjaga kepercayaan publik. Kepercayaan masyarakat bahwa perjalanan mereka aman, nyaman, tepat waktu, dan menyenangkan. Ini perlu menjadi pemahaman dasar dan prinsip yang harus diteguhkan bersama.

Hal tersebut menjadi kerangka nilai dalam upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik yang semakin melayani, terutama pada momentum arus perlajanan Nataru. Dalam kinerjanya, KAI dapat meningkatkan berbagai layanan dengan menjamin kebersihan, kenyamanan, ketepatan waktu, kesiapan fasilitas, kerapian petugas, perhatian pada pada kelompok rentan (lansia, anak, difabel), kemampuan mendengar keluhan, serta kecepatan memberi solusi saat terjadi gangguan.

Dengan beban perjalanan yang meningkat, ruang toleransi terhadap kelalaian harus ditekan hingga titik zero tolerance. Momentum Nataru pun harus dijalankan dengan pola pikir pencegahan, yakni cepat membaca risiko, cepat merespons, dan konsisten meningkatkan layanan dan kepuasan pelanggan. Dengan demikian, perjalanan kereta api menuntut pada kolaborasi nyata, sebab keselamatan dan kelancaran perjalanan tidak pernah lahir dari satu pihak saja.

Mengenal Kereta Api Lokal yang Super Murah dan Wajib Kalian Tahu

Kelalaian Fatal di Udara: Air India Terbangkan Airbus A320 Delapan Kali Tanpa Izin Layak Terbang

Dunia penerbangan India kembali diguncang oleh skandal keselamatan yang melibatkan maskapai bendera nasionalnya, Air India. Baru-baru ini, maskapai milik grup Tata tersebut mengakui sebuah kelalaian serius di mana salah satu pesawat Airbus A320 miliknya tetap beroperasi secara komersial sebanyak delapan kali penerbangan, padahal masa berlaku lisensi kelayakan terbangnya (Airworthiness Review Certificate) telah habis.

Insiden ini terungkap setelah pesawat dengan nomor registrasi VT-TQN tersebut menyelesaikan rangkaian penerbangannya pada tanggal 24 dan 25 November 2025. Ironisnya, pelanggaran ini tidak terdeteksi oleh sistem otomatis atau audit eksternal, melainkan baru disadari oleh seorang insinyur maskapai saat melakukan inspeksi rutin saat pesawat sedang beristirahat di malam hari.

Penemuan ini segera memicu alarm bahaya di internal manajemen dan otoritas penerbangan sipil India, DGCA (Directorate General of Civil Aviation).

Akar masalah ini bermula saat pesawat tersebut menjalani proses pergantian mesin. Selama masa perawatan di darat itu, masa berlaku sertifikat kelayakan terbangnya habis. Namun, karena koordinasi yang buruk di bagian operasional, pesawat justru dinyatakan siap terbang (released to service) setelah pergantian mesin selesai, tanpa ada yang menyadari bahwa dokumen legalitas keselamatannya sudah kedaluwarsa.

Akibatnya, lebih dari 160 penumpang di setiap penerbangan tersebut dibawa terbang di atas pesawat yang secara hukum tidak memiliki sertifikasi keamanan yang sah.

Menanggapi insiden yang mereka sebut sebagai peristiwa yang “sangat disesalkan” ini, manajemen Air India bertindak cepat dengan menonaktifkan seluruh personel yang terlibat dalam keputusan penerjunan pesawat tersebut. Maskapai juga melaporkan sendiri temuan ini kepada DGCA sebagai bentuk transparansi, meskipun mereka kini harus menghadapi ancaman denda yang sangat besar serta investigasi menyeluruh atas budaya keselamatan perusahaan.

Otoritas penerbangan DGCA pun tidak tinggal diam. Mereka mengategorikan insiden ini sebagai pelanggaran “Level 1”, yang berarti sebuah kegagalan kritis yang secara langsung membahayakan keselamatan nyawa. Selain menginstruksikan pengandangan (grounding) pesawat secara permanen hingga investigasi selesai, DGCA juga mulai menyisir sistem manajemen pemeliharaan Air India untuk memastikan tidak ada celah serupa yang bisa membahayakan publik di masa depan.

Kisah ini menjadi pengingat keras bagi industri penerbangan bahwa kecanggihan mesin jet sekalipun tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan ketelitian administrasi dan integritas operasional. Di dunia di mana keselamatan adalah harga mati, terbang tanpa lisensi bukan sekadar pelanggaran dokumen, melainkan sebuah pertaruhan nyawa yang tidak bisa ditoleransi.

Darurat Keselamatan Penerbangan: 38 Airbus A320 di Indonesia Wajib Grounding Akibat Isu Radiasi Matahari

Tragedi Akhir Tahun di Assam: Kereta Penumpang Tabrak Kawanan Gajah, 7 Ekor Tewas dan Gerbong Rusak Parah

Sebuah insiden memilukan terjadi di Negara Bagian Assam, India timur laut, pada Sabtu, 20 Desember 2025. Sebanyak tujuh ekor gajah dilaporkan tewas setelah sebuah kereta penumpang yang melaju kencang menghantam kawanan satwa dilindungi tersebut saat mereka sedang menyeberangi jalur rel.

Peristiwa tragis ini terjadi di Distrik Jorhat, sebuah wilayah yang memang dikenal sebagai koridor migrasi gajah Asia. Menurut keterangan dari pejabat otoritas kehutanan dan perkeretaapian setempat, insiden berlangsung pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.

Kereta api penumpang yang sedang dalam perjalanan menuju stasiun tujuan tidak sempat melakukan pengereman darurat saat kawanan gajah tersebut muncul di lintasan.

Kerasnya benturan mengakibatkan tujuh gajah tewas seketika di lokasi kejadian. Efek tabrakan tersebut juga berdampak fatal pada rangkaian kereta; bagian depan lokomotif mengalami kerusakan struktur yang serius, dan beberapa gerbong penumpang dilaporkan mengalami kerusakan teknis akibat guncangan hebat.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dari pihak penumpang manusia, meskipun perjalanan kereta api di jalur utama tersebut terpaksa dihentikan total selama lebih dari 10 jam guna proses evakuasi yang sulit.

Saksi mata di lokasi menggambarkan pemandangan yang menyedihkan, di mana sisa-sisa kawanan gajah yang selamat tampak tetap berada di sekitar lokasi selama beberapa saat sebelum akhirnya dihalau oleh petugas hutan.

Kejadian ini memicu gelombang protes dari para aktivis lingkungan di India. Mereka mempertanyakan efektivitas sistem peringatan dini dan protokol batas kecepatan di zona sensitif satwa liar, terutama karena insiden ini terjadi di tengah klaim pemerintah mengenai peningkatan teknologi deteksi gajah berbasis AI.

Pihak Perkeretaapian Frontier Timur Laut (NFR) menyatakan telah meluncurkan investigasi tingkat tinggi untuk menentukan apakah masinis melanggar aturan kecepatan yang ditetapkan untuk kawasan tersebut. Pemerintah negara bagian Assam juga berjanji akan melakukan audit menyeluruh terhadap titik-titik rawan di sepanjang rel yang melintasi hutan guna mencegah terulangnya tragedi serupa yang terus menghantui populasi gajah.

Cegah Gajah Tertabrak Kereta, India Hadirkan Sensor Pengaktif Lampu di Sepanjang Rel

Kilas Balik Kisah Drew: Bocah 12 Tahun asal Sydney yang ‘Bobol’ Kartu Kredit Ibu demi Liburan Mewah di Bali

Dunia sempat digemparkan oleh aksi nekat seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun asal Sydney, Australia, yang hanya dikenal dengan nama samaran “Drew”. Bukan sekadar kabur dari rumah, pada bulan April 2018, Drew melakukan pelarian lintas negara yang terorganisir dengan sangat rapi—sebuah aksi yang lebih mirip adegan film Home Alone daripada kenyataan.

Segalanya bermula dari sebuah pertengkaran keluarga. Setelah permintaannya untuk berlibur ke Bali ditolak mentah-mentah oleh sang ibu, Emma, Drew tidak lantas menyerah. Bagi Drew, kata “tidak” hanyalah tantangan. Ia pun mulai menyusun rencana pelarian paling ambisius yang pernah dilakukan seorang anak seusianya.

Drew melakukan riset mendalam di internet untuk mencari celah dalam aturan penerbangan. Ia menemukan bahwa beberapa maskapai mengizinkan anak berusia 12 tahun ke atas untuk terbang tanpa pendamping orang tua, cukup dengan paspor dan kartu pelajar. Setelah mencuri kartu kredit ibunya dan mengelabui neneknya untuk menyerahkan paspornya, “Operasi Bali” resmi dimulai.

Pagi itu, Drew berpamitan seperti biasa untuk pergi ke sekolah. Namun, alih-alih menuju halte bus sekolah, ia justru memacu skuternya ke stasiun kereta menuju Bandara Sydney. Di sana, ia menggunakan mesin self-check-in untuk menghindari tatapan penuh tanya dari petugas manusia.

Drew berhasil terbang dari Sydney menuju Perth, lalu melanjutkan penerbangan internasional ke Denpasar. Hebatnya, sepanjang perjalanan, ia hampir tidak menemui hambatan. Petugas di Perth hanya menanyakan kartu pelajarnya untuk memastikan ia benar-benar duduk di bangku SMP. Sesampainya di Bali, ia dengan percaya diri melewati imigrasi dan mengklaim bahwa orang tuanya sudah menunggunya di luar bandara.

Selama empat hari di Pulau Dewata, Drew menjalani hidup layaknya turis elit. Ia melakukan check-in di All Seasons Hotel dengan memberi tahu staf bahwa kakak perempuannya akan menyusul nanti.

Selama di sana, ia menghabiskan uang sekitar 8.000 Dolar Australia (sekitar Rp84 juta) untuk menginap di hotel bintang empat, menyewa sepeda motor untuk berkeliling (meski ia belum cukup umur untuk memiliki SIM),mMakan di restoran-restoran enak. Bahkan, menurut laporan, ia sempat memesan bir hanya untuk sekadar mencicipi petualangan “orang dewasa”.

Sementara Drew menikmati kolam renang, di Sydney, sang ibu sedang mengalami mimpi buruk. Polisi dikerahkan dan laporan anak hilang disebar. Namun, keberadaan Drew justru terbongkar lewat kecerobohannya sendiri. Ia mengunggah video dirinya yang sedang bersantai di Bali dengan fitur geotag lokasi yang aktif.

Teman-temannya yang melihat video tersebut segera memberi tahu keluarga. Emma pun langsung terbang ke Bali untuk menjemput putranya. Saat akhirnya bertemu, Drew dengan santai mengatakan kepada media, “It was great because I wanted to go on an adventure.”

Meski berakhir dengan keselamatan, kasus ini menjadi tamparan keras bagi otoritas bandara dan maskapai di Australia dan Indonesia. Banyak yang mempertanyakan bagaimana bisa seorang anak berusia 12 tahun menembus pengamanan internasional tanpa pengawasan orang tua.

Sejak saat itu, banyak maskapai memperketat aturan mengenai Unaccompanied Minor (penumpang anak tanpa pendamping), memastikan bahwa petualangan nekat seperti yang dilakukan Drew tidak akan pernah semudah itu untuk terulang kembali.

Emirates Hadirkan Lounge Khusus Anak, Manjakan Si Kecil dalam Penerbangan Tanpa Pendamping

Hari Ini, 49 Tahun Lalu, DNA Pesawat Andalan Putin Ilyushin ‘Aerobus’ Il-86 Terbang Perdana

Pada hari ini, 49 tahun yang lalu, bertepatan dengan 22 Desember 1976 pesawat Ilyushin Il-86 terbang perdana. Sebagaimana pesawat buatan Rusia lainnya, itu tidak laku di pasaran dan hanya dipakai operator dalam negeri saja. Meski begitu, pesawat widebody pertama Rusia (Uni Soviet) itu menjadi cikal bakal dari pesawat andalan Presiden Putin, Ilyushin Il-96.

Baca juga: Hari Ini, 34 Tahun Lalu, Pesawat Ilyushin Il-96 Andalan Putin Terbang Perdana

Dihimpung dari airliners.net dan key.aero, ide awal pengembangan Ilyushin Il-86 muncul dari maskapai penerbangan nasional Uni Soviet, Aeroflot. Luasnya wilayah Uni Soviet dan gencarnya ekspansi maskapai di pasar domestik pada dekade 60-an, membuat armada Aeroflot tak lagi efektif untuk mendukung operasi.

Maskapai itu akhirnya meminta ke pemerintah dan diteruskan ke Ilyushin, Sukhoi, dan Tupolev, untuk mendukung rencana Aeroflot.

Ketika itu, Aeroflot meminta agar dibuatkan pesawat baru dengan kapasitas 250-300 penumpang, jangkauan terbang 3.600 km, berat maksimum lepas landas (MTOW) 40 ton, dan dapat beroperasi di landasan pacu (runway) tidak lebih dari 2.600 meter atau dengan kata lain bisa beroperasi di seluruh bandara yang ada di Uni Soviet.

Bak gayung bersambut, Ilyushin dengan cepat menangkap kebutuhan Eroflot dengan menawarkan program pengembangan pesawat widebody jarak jauh, Ilyushin Il-62. Aeroflot tentu saja menolak tetapi Ilyushin meyakinkan bahwa pesawat itu bisa sesuai dengan yang mereka inginkan.

Awalnya desain Il-62 hanya 250 penumpang tetapi Biro Desain Ilyushin menyebut bahwa pesawat akan diubah menjadi konsep double-deck atau konsep dual fuselage. Dua konsep itu diveto pemerintah dan memerintahkan langsung Ilyushin agar merancang desain pesawat baru berkapasitas 350 penumpang.

Pada 1971, Ilyushin mengusulkan program Il-86. Sebagian kecil rancangannya masih terinspirasi dari Il-62 dengan banyak pengembangan di dimensi, sayap, tailfin, dan lainnya.

Proyek Il-86 secara resmi diumumkan Dewan Menteri Uni Soviet pada tahun 1972. Saat itu, Il-86 disebut sebagai aerobus atau bus udara yang diklaim dapat beroperasi di bandara manapun di negara itu.

Sebagaimana namanya, aerobus Ilyushin Il-86 terinspirasi dari moda transportasi bus. Penumpang Il-86 nantinya tidak menggunakan garbarata untuk masuk ke kabin, melainkan melalui tangga internal pesawat, masuk ke kompartemen kargo dan meletakkan bagasi, lanjut naik melalui tangga internal pesawat ke kabin penumpang.

Setelah beberapa tahun, prototipe pertama Ilyushin Il-86, dengan registrasi CCCP-86000, sukses terbang perdana pada 22 Desember 1976 di lapangan udara Khodynka, Moskow, dengan dipimpin kepala pilot uji Eduard Kuznetsov. Tempat itu dahulu merupakan kantor pusat Ilyushin dan menjadi pabrik pembuatan pesawat eksperimental. Pesawat itu terus mengudara selama 40 menit sebelum mendarat di Zhukovsky, selatan Moskow.

Prototipe kedua, CCCP-86001 terbang pada 24 Oktober 1977. Pesawat itu akhirnya sukses dikirim ke Aeroflot pada 24 September 1979 dan melakukan penerbangan komersial perdana pada 26 Desember 1980 dari Moskow ke Tashkent.

Baca juga: Ilyushin Il-18 Coot. Pesawat Pertama Aeroflot yang Melayani Penerbangan Moskow – Jakarta

Seperti pesawat buatan Rusia lainnya, Il-86 tak laku di pasaran kecuali pasar domestik saja karena mesin boros dan bising serta sederet kekurangan lainnya. Sejak dekade 70an sampai 90an, hanya 106 unit yang diproduksi. 103 unit di antaranya digunakan di Uni Soviet dan tiga lainnya diekspor. Sampai tahun 2012 silam, masih ada empat Il-86 yang beroperasi bersama Angkatan Udara Rusia.

Meski gagal, Il-86 dijadikan dasar dari pengembangan pesawat Il-96 yang saat ini merupakan pesawat kepresidenan Rusia dan sering dipakai Presiden Putin.

Spesifikasi Il-86

Rentang sayap 157 kaki 7 inci (48,06 m)

Panjang 196 kaki 8 inci (59,94 m)

Tinggi 51 kaki 10 inci (15,81 m)

Diameter badan pesawat 19 kaki 11 inci (6,08 m)

Bobot kerja, kosong 258.970lb (117.500kg)

Pengambilan berat maksimum 473.860lb (215.000kg)

Kecepatan jelajah 486kt (900km/jam)

Jangkauan dengan muatan maksimal 1.944 nm (3.600 km)

Kapasitas penumpang maksimal 350 orang

Mesin turbojet Kuznetsov NK-86.