Diperpanjang, Rencana Jalur KA Sulawesi Nantinya Bisa Terintegerasi Sampai Sini

Jalur kereta api di wilayah Sulawesi ini menggunakan lebar sepur 1.435 mm (lebar sepur standar internasional) dan operasionalnya dilimpahkan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Jalur sepanjang kurang lebih 145 kilometer ini merupakan tahap pertama dari pembangunan jalur kereta api Trans-Sulawesi dari Kota Makassar menuju Kota Parepare. Proses groundbreaking pembangunan kereta api lintas Makassar-Parepare dilaksanakan pada 18 Agustus 2014 lalu di Desa Siawung, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru.

Menurut sejarah yang dirangkum dari berbagai sumber bahwa pembangunan kereta api di Sulawesi dilakukan pada tahun 1922 dengan panjang 47 kilometer antara Takalar – Makassar dan dioperasikan pada 1 Juli 1923.

Pengoperasian KA di wilayah ini dioperatori oleh Staatstramwegen op Celebes (STC) atau nama lainnya Staatstramwegen in Zuid-West Celebes yang merupakan divisi dari perusahaan kereta api Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS).

Saat ini kereta api Sulawesi Selatan sudah beroperasi terbatas sepanjang 80 kilometer dari rute Stasiun Garongkong menuju Stasiun Maros. Layanan pengoperasian kereta api rute tersebut sudah bisa dinikmati masyarakat.

Pada tahap selanjutnya, proyek pembangunan kereta api ini akan dilanjutkan untuk rute dari Mandai menuju Makassar serta dari Barru menuju Parepare. Untuk rute menuju Makassar, Menhub mengatakan pihaknya menargetkan akan dilaksanakan pada 2024.

Tak hanya itu, transportasi kereta api Makassar-Pare Pare, di Sulawesi Selatan nantinya akan diintegrasilkan dengan pelabuhan dan terminal. Menurut rencana yang sudah dipetakan, kereta api di Sulawesi Selatan ini nantinya stasiun akan terintegrasi dengan Pelabuhan Garongkong dan Pelabuhan New Port, dan juga dengan terminal bus.

Integrasi antara stasiun dengan terminal bus rencananya akan dilakukan di Stasiun Mandai. Rencananya, Terminal Bus Integrasi Mandai akan dibangun di lahan kawasan Stasiun Mandai. Luas total lahan yang dimiliki sebesar 16,4 hektare, sementara luas yang sudah dimanfaatkan untuk membangun stasiun dan jalan akses baru 1 hektare.

Titik integrasi lain adalah Stasiun Garongkong yang akan terhubung dengan Pelabuhan Garongkong. Di kawasan tersebut juga akan dibangun kantor KSOP Garongkong. Luas total lahan konsolidasi Garongkong mencapai 46,6 hektar, dengan 2,5 hektar telah dimanfaatkan untuk jalan akses dan stasiun. Sisanya, 43,9 hektar akan digunakan untuk pengembangan stasiun, kawasan konsolidasi, dan integrasi dengan pelabuhan.

Hingga kini, jalur kereta Makassar–Parepare sepanjang 123 kilometer telah terbangun. Meliputi 58,4 km di Kabupaten Barru, 45,9 km di Kabupaten Pangkep, dan 18,7 km di Kabupaten Maros. Tak Cuma itu, jumlah penumpang kereta Makassar–Parepare juga terus meningkat dari tahun ke tahun, oleh karena itu, sangat layak untuk terus dikembangkan.

Minat masyarakat terhadap layanan ini terus meningkat. Data menunjukkan jumlah penumpang pada 2023 mencapai 214.720 orang, naik menjadi 281.442 penumpang di 2024. Menurut data dari Kementerian Perhubungan Per Juli 2025, jumlah penumpang sudah menembus 181.895 orang.

Tingkat kepuasan penumpang juga meningkat dari skor 3,1 pada 2023 menjadi 3,34 pada 2024 (skala 4). Antusiasme masyarakat yang cukup tinggi menjadikan alasan kuat untuk terus mengembangkan layanan kereta api di Sulawesi Selatan.

KA Perintis Sulawesi Selatan Sebagai Tonggak Sejarah Perkeretaapian Indonesia, Kulik Fakta Menariknya

Cina Resmikan Stasiun Chongqing Timur – Stasiun Kereta Terbesar di Dunia, Luasnya Setara 170 Lapangan Sepak Bola

Sebagai negara dengan jaringan kereta dan populasi penumpang terbesar di dunia, Cina diwartakan telah meresmikan stasiun kereta api terbesar di dunia. Disebut terbesar di dunia, pasalnya stasiun kereta ini punya luas 1,22 juta meter persegi, atau setara dengan 170 lapangan sepak bola.

Dibangun dengan total investasi sebesar 52,8 miliar yuan (sekitar US$7,42 miliar). Stasiun kereta Chongqing Timur terletak di Nan’an, Chongqing, sebuah kotamadya di Cina. Stasiun ini merupakan bagian dari rencana ambisius Cina untuk memperluas jaringan kereta apinya di seluruh dunia.

Pusat transportasi yang luas ini memiliki 15 peron dengan 29 jalur, menjadikannya stasiun kereta api berkecepatan tinggi terbesar di Cina bagian barat. Diresmikan pada bulan Juni tahun ini, stasiun ini melayani jalur-jalur kereta cepat utama, termasuk Chongqing–Xiamen, Shanghai–Chongqing–Chengdu, dan Chongqing–Wanzhou.

Sebagai perbandingan, luas stasiun ini setara dengan dua Stasiun Guangzhou Selatan atau sekitar 170 lapangan sepak bola—lebih besar dari distrik-distrik pusat beberapa kota. Hal ini menjadikannya stasiun kereta cepat terbesar dalam hal total luas bangunan.

Desain stasiun ini menampilkan alam dan warisan lokal, langit-langitnya menyerupai pohon huangjue, ventilasi udara menyerupai bunga, dan papan selamat datang berbentuk gulungan bambu menyambut pengunjung. Saat matahari terbenam, pintu masuk barat diterangi cahaya hangat yang disukai para fotografer.

Stasiun Chongqing Timur berfungsi sebagai pusat kereta api berkecepatan tinggi utama, menghubungkan Anda ke Chengdu dan Guiyang dalam satu jam, Xi’an, Wuhan, Changsha, dan Kunming dalam tiga jam, serta Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen dalam enam jam—menjadikannya gerbang utama di salah satu jaringan kereta api tercanggih di dunia.

Fitur unggulan di Chongqing Timur adalah layanan integrasi udara-nya, yang memungkinkan Anda check-in untuk penerbangan domestik dan internasional tertentu di Bandara Internasional Chongqing Jiangbei langsung dari stasiun kereta—sehingga perpindahan antara kereta api berkecepatan tinggi dan perjalanan udara menjadi sangat mudah.

Stasiun Chongqing Timur menawarkan WiFi lengkap, penunjuk jalan digital, dan pengumuman multibahasa secara real-time untuk memandu wisatawan internasional. Dari kapasitas 5.000 kursi, 1.000 di antaranya dilengkapi port USB dan stasiun pengisian daya tambahan yang tersebar di seluruh terminal.

Pusat informasi turis menyediakan peta, tips objek wisata lokal, dan bantuan untuk rencana perjalanan selanjutnya. Restoran-restoran yang tersedia mencakup jaringan global seperti McDonald’s dan KFC, serta hidangan khas Chongqing yang terkenal dengan rasa pedas dan nikmat.

Setelah 10 Tahun Pembangunan, Stasiun Kereta Terbesar di Asia Tenggara, Bang Sue Grand Resmi Beroperasi

Royalti Bikin PO Bus Tak Lagi Putar Musik, Penumpang Terancam Bosan!

Royalti oh royalti, ini membuat para pemilik perusahaan otobus (PO) akhirnya abil Langkah untuk tidak menyetel musik di armada mereka ketika beroperasi. Salah satunya adalah PO Haryanto asal Kudus, Jawa Tengah mengambil keputusan besar ini.

Mereka untuk sementara tidak memutar lagu selama perjalanan. Bahkan televisi pun tidak dinyalakan demi menghindari pengenaan royalti. Dirangum dari berbagai laman sumber, Kustiono yang adalah operator bus mengungkapkan, keputusan ini diambil setelah mendapatkan pemberitahuan dari pusat di Jakarta.

“Pada 16 Agustus 2025, kami mengirimkan surat edaran kepada semua awak armada. Isi suratnya dilarang memutarkan lagu atau musik dari YouTube, playlist USB, maupun media lainnya di dalam bus sampai pemberitahuan lebih lanjut,” jelas Kustiono.

Adanya penghentian sementara ini, pihak PO Haryanto belum melihat dampak yang jelas dari penumpang. Pasalnya penghentian pemutaran lagu ini baru berjalan beberapa hari.

Seorang pecinta bus Anton yang diwawancarai KabarPenumpang.com mengaku, belum bepergian menggunakan bus. Namun dengan tidak adanya lagu dalam perjalanan, menurut Anton ini bisa membuat perjalanan jadi membosankan.

“Kalau ada lagu kan lebih enak perjalanannya. Kalau jalan malam lumayan bisa tidur sambil dengar lagu. Intinya lagu gak bikin bosen sih apalagi kalau hanya duduk saja,” ungkap Anton.

Untuk diketahui, PO Haryanto yang memiliki jaringan di Muria, Solo, Madura, Pekalongan, Pemalang, Jakarta dan berbagai kota lainnya ternyata tengah merasakan krisis penumpang. Bahkan ini penurunan jumlah penumpangnya cukup drastis dibandingkan sebelumnya.

Penurunan penumpang ini terjadi sebelum Pemilu 2024 lalu dan totalnya mencapai 30 persen. Sebelum masa itu, PO Haryanto mengaku per bulan bisa melayani 100 ribu penumpang dengan jumlah penumpang per harinya 2000 orang di semua rute. Sedangkan sekarang hanya 60 ribuan penumpang per bulannya.

Sedangkan untuk bus wisata juga menurun meski tak terlalu signifikan. Ini yang kemudian membuat upaya peremajaan bus mengalami penundaan.

“Kalau kondisi ekonomi membaik, kami berencana melakukan peremajaan armada seperti dulu. Karena tahun 2024 lalu, kami masih menambambah 20 unit armada baru di sejumlah rute yang ada. Namun dengan kondisi ekonomi yang lesu dan jumlah penumpang yang yerus menurun, manajemen saat ini memilih strategi bertahan,” ujarnya.

PO Haryanto saat ini memiliki 200 an unit dengan 150 di antaranya masih aktif beroperasi.

Bodi Bus Transjakarta Penuh Karakter IP Lokal untuk Kampanye “Maju Dari Aku”

Diluncurkan Tahun 2030, Desain Shinkansen E10 Terinspirasi Bunga Sakura yang Diciptakan Konsultan dari Inggris

Kereta peluru Shinkansen E10 akan diluncurkan di rute utama Tokyo mulai tahun 2030, menampilkan corak dan interior rancangan Inggris yang terinspirasi oleh lanskap alam Jepang. Desain mencoloknya terinspirasi oleh bunga sakura yang diciptakan oleh konsultan asal Inggris, Tangerine.

Kereta baru ini akan menggantikan model E2 dan E5 yang sudah tua di rute Tohoku yang sibuk, menghubungkan Tokyo dengan Jepang timur laut, mengangkut jutaan penumpang setiap tahunnya melalui beberapa wilayah pegunungan dan pesisir paling indah di negara ini.

Melanggar tradisi, JR East memilih Tangerine sebagai mitra desain non-Jepang pertama yang menggarap armada Shinkansen yang ikonis ini. Perusahaan yang berbasis di London ini telah menciptakan livery eksterior dan tata letak interior yang mencakup berbagai kelas penumpang. Shinkansen E10.

Eksterior E10 menampilkan skema warna hijau tengah yang khas, mencerminkan hutan dan garis pantai di sepanjang rutenya, dengan elemen grafis yang terinspirasi oleh siluet bunga sakura. Desain ini bertujuan untuk menangkap lanskap alam Jepang sambil mempertahankan efisiensi aerodinamis yang krusial untuk operasi kecepatan tinggi.

Di bagian dalam, kereta memprioritaskan kenyamanan penumpang melalui sistem pencahayaan yang dirancang dengan cermat menggunakan lampu sorot tidak langsung untuk menciptakan suasana yang menenangkan. Pengaturan dan tata letak tempat duduk bervariasi di setiap kelas, tetapi mempertahankan elemen desain yang konsisten, dengan dinding dan kain kursi yang bertingkat yang dirancang untuk memberikan pengalaman premium sekaligus memastikan efisiensi operasional.

“Shinkansen E10 merupakan tonggak sejarah dalam kolaborasi Inggris-Jepang di sektor perkeretaapian, menetapkan tolok ukur baru untuk desain yang berfokus pada perhotelan dan perjalanan berkelanjutan,” kata Matt Round, kepala bagian kreatif di Tangerine.

Dengan perpaduan semangat Jepang dan desain yang berpusat pada pengguna, Shinkansen E10 siap mendefinisikan ulang perjalanan kereta api berkecepatan tinggi selama beberapa dekade mendatang. Keputusan JR East untuk menugaskan keahlian desain internasional menandakan keyakinan dalam kolaborasi lintas budaya sekaligus mempertahankan karakter khas Jepang dari kereta peluru ini. Pengembangan E10 hadir di tengah meningkatnya persaingan operator kereta api Jepang dari maskapai berbiaya rendah dan upaya untuk meningkatkan daya tarik perjalanan kereta api bagi penumpang domestik dan internasional.

Rute Tohoku Shinkansen, yang dibuka pada tahun 1982, saat ini beroperasi dengan kecepatan hingga 320 km per jam dan melayani kota-kota besar termasuk Sendai dan Morioka. Jalur ini memainkan peran penting dalam menghubungkan Tokyo dengan prefektur-prefektur di timur laut Jepang, mendukung perjalanan bisnis dan pariwisata ke wilayah-wilayah yang terkenal akan keindahan alam dan warisan budayanya.

Proyek E10 kini memasuki fase implementasi desain, dengan rekayasa dan pengujian terperinci yang diharapkan akan terus berlanjut hingga dekade ini sebelum layanan penumpang dimulai.

Rangkaian Kereta Cepat Shinkansen Terlepas, Pertama Kali dalam Sejarah

Beroperasi 25 Tahun, QantasLink Resmi Pensiunkan Pesawat Terakhir De Havilland Canada Dash 8 Q300

QantasLink, anak perusahaan regional dari maskapai penerbangan nasional Australia, Qantas, telah mengucapkan perpisahan kepada pesawat turboprop De Havilland Canada Dash 8 Q300 yang telah dioperasikan selama 25 tahun, dengan menghubungkan wilayah regional Australia dengan beberapa kota terbesarnya.

Sebagai momen perpisahan, QantasLink mengoperasikan penerbangan terakhir Dash 8 Q300 dengan registrasi VH-SBV, pada hari Sabtu, 9 Agustus 2025, mengangkut penumpang untuk terakhir kalinya dari Sydney ke Tamworth.

Dash 8 Q300 telah menjadi tulang punggung operasi regional maskapai ini, di mana QantasLink tidak hanya mengoperasikan varian Q300, tetapi juga setiap varian lain di kelasnya. Selama 34 tahun terakhir layanan Dash 8, Q100, Q200, Q300, dan Q400 semuanya telah beroperasi, tidak hanya mengangkut penumpang tetapi juga ‘tonggak sejarah dan kenangan’.

Tahun lalu, QantasLink mengakuisisi 14 pesawat Q400 bekas pakai dari maskapai Kanada, WestJet, dalam upaya untuk menghentikan seluruh armada Q200 dan Q300 yang ada. Q200 dijual kepada Skytrans, yang akan mulai mengoperasikan rute Sydney ke Pulau Lord Howe (LDH) mulai Februari 2026.

Sudah Tahu Perbedaan Qantas dan QantasLink? Simak Di Sini Jika Belum

Kini dengan 45 pesawat Q400 dalam armadanya, kapasitas kursi telah meningkat, dengan antara 74 dan 78 kursi dalam konfigurasi kelas ekonomi. Ini merupakan peningkatan yang signifikan dari 50 kursi yang dapat diakomodasi pada Q300, dan 36 kursi pada Q200.

Sebagaimana dijelaskan oleh CEO Qantas Group, Vanessa Hudson, perpindahan ke seluruh armada regional Q400 akan memastikan penumpang dapat bepergian hingga 30% lebih cepat ke tujuan akhir mereka, sekaligus menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dengan pesawat yang lebih muda. Armada Q400 sekitar sepuluh tahun lebih muda dibandingkan pesawat Q300 dan Q200 yang digantikannya. Hudson menjelaskan:

“Dengan menggabungkan pesawat turboprop kami menjadi satu armada, kami akan dapat lebih meningkatkan keandalan dan memberikan pemulihan yang lebih baik bagi pelanggan kami selama gangguan, serta mengurangi kompleksitas dan biaya operasional kami.”

Menurut data dari ch-aviation, VH-SBV, pesawat yang mengoperasikan penerbangan terakhir, melakukan uji terbang pertamanya pada tahun 2003 dengan registrasi Kanada C-GIHK. Pesawat yang berusia 22,1 tahun ini ditenagai oleh dua mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PW123E, dan dapat menampung hingga 50 penumpang dalam konfigurasi satu kelas. Pesawat ini dikirim ke Australia untuk Sunstate Airlines pada 6 Juni 2003, dan kemudian ke Eastern Australia Airlines pada 11 Januari 2009, keduanya beroperasi untuk Qantas di bawah naungan QantasLink.

Baling-Baling Mati Sebelah, Penerbangan QantasLink Dash 8 Terpaksa “Return to Base”

Bodi Bus Transjakarta Penuh Karakter IP Lokal untuk Kampanye “Maju Dari Aku”

Ada yang unik di livery atau body bus Transjakarta bukan iklan bukan hanya tulisan Transjakarta. Tapi ada karya tujuh pemilik hak atas kekayaan intelektual (Intellectual Proprerty/IP) lokal.

Karya ini ditampilkan MaxDecal dalam kampanye “Maju Dari Aku”. MaxDecal sendiri menampilkan karya Intellectual Proprerty ini untuk merayakan hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-80.

Kampanye ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta. Kemudian ada Transjakarta,Tale X, dan MaxDecal itu sendiri.

Dirangkum dari berbagai laman sumber, karakter-karakter yang ditampilkan di bus Transjakarta dalam kampanye “Maju Dari Aku” telah dikurasi oleh pihak Kementerian Ekonomi Kreatif dan rumah kreatif lokal Tale X.

Karakter dengan IP lokal yang ditampilkan meliputi karya Tenka Street, Beemala, Agus, Starla x Zivana, Miyu, Kembu Club, dan IP Jakarta JeKaTe. Karakter-karakter ini merepresentasikan keragaman ide, budaya, dan karakter khas Indonesia.

Stiker detail visual karakter IP lokal di bus Transjakarta menggunakan jenis premium MaxDecal Commercial Printing Film LMP85 dikombinasikan dengan Super Gloss Ovelaminating Film ECL120. Penggunaan stiker ini agar gambar karakter IP lokal di badan bus Transjakarta tetap dalam kondisi baik.

“Keunggulan jenis ini terletak pada warna yang lebih vibran dan solid, serta didukung teknologi Dry Glue agar proses finishing menjadi lebih baik,” kata Project Director & RnD MaxDecal Nofian Hendra.

Nofian menyampaikan bahwa proses pemasangan setiap unit desain stiker pada bus membutuhkan waktu delapan sampai 12 jam.

“Proses pemasangan stiker pada setiap unit bus Transjakarta membutuhkan ketelitian tinggi dan MaxDecal berkomitmen penuh demi hasil terbaik,” katanya.

Dia juga menyampaikan bahwa pemasangan stiker karakter-karakter dengan IP lokal pada bus Transjakarta yang berlalu lalang melintasi jalanan utama Ibu Kota akan meningkatkan eksposur karya kreator lokal. Harapannya, karakter-karakter dengan IP lokal selanjutnya bisa lebih dikenal oleh masyarakat.

Harjamukti yang Ini Terminal di Cirebon, Bukan Stasiun LRT Jabodebek!

Cina Uji Terbang Perdana Pesawat Tiltrotor Berawak, Desain Mirip Leonardo AW609

Meski nama pesawat tiltrotor baru ini, serta perusahaan perancangnya, masih belum diketahui. Namun, terdapat rumor bahwa pesawat tiltrotor ini dikembangkan oleh Hafei Aviation Industry, yang dikenal sebagai produsen pesawat ringan dan helikopter.

Sebagai informasi, Hafei adalah anak perusahaan Harbin, yang berbasis di kota dengan nama yang sama, tetapi juga memiliki cabang di Beijing.

Secara keseluruhan, tiltrotor berawak ini memiliki konfigurasi dasar dan tampilan yang mirip dengan Leonardo AW609. Tata letaknya mencakup kabin yang tersampir di bawah sayap lurus, dengan mesin turboshaft di nacelle yang terpasang di ujung sayap. Setiap pod yang dapat diputar memiliki proprotor yang dapat diposisikan pada berbagai sudut untuk berbagai mode penerbangan.

Desainnya mengadopsi teknologi tiltrotor generasi baru Bell, seperti yang digunakan pada Bell V-280 Valor, di mana alih-alih seluruh nacelle berputar, hanya bagian depan yang berputar. Solusi ini diklaim dapat mengurangi kompleksitas dan meningkatkan keandalan, serta kinerja, dibandingkan dengan konsep tiltrotor sebelumnya di mana seluruh nacelle berputar, seperti pada V-22 Osprey, satu-satunya pesawat tiltrotor yang saat ini beroperasi penuh.

Dari segi ukuran, tiltrotor terbaru Cina ini tampaknya berada di kelas yang sama dengan AW609. Desain Italia ini jauh lebih kecil daripada V-22 buatan AS, dengan berat kotor maksimum 18.000 pon (8.164 kg) dibandingkan dengan 52.000 pon (23.586 kg) untuk Osprey (dalam mode VTOL).

Empennage (bagian ekor pesawat) pada desain tiltrotor ini terdiri dari ekor-T konvensional yang dipasang tinggi. Terdapat pintu kecil yang menyediakan akses ke dek penerbangan di setiap sisi badan pesawat, dengan pintu yang lebih besar di sisi kanan yang menyediakan akses kabin di sisi yang berlawanan. Ketiga sudut dapat ditarik, dengan satu roda pada setiap unit.

Hari Ini, 21 Tahun Lalu, Pesawat Tilt-Rotor Sipil Pertama di Dunia AW609 Terbang Perdana

Tiga Kali Terpantul Keras Saat Pendaratan, Pesawat Garuda Indonesia Rusak Parah dan Hampir Terbelah

Insiden tersebut terjadi pada tanggal 11 Juni 1984 di Bandara Kemayoran, Jakarta. Pesawat yang diketahui dari jenis McDonnell Douglas DC-9 milik Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GNE mengalami beberapa kali pantulan (bounce) saat melakukan pendaratan.

Akibatnya, bagian belakang badan pesawat mengalami kerusakan struktural yang parah, bahkan hampir terbelah. Meskipun kerusakan pada pesawat cukup signifikan, namun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Untuk alasan yang tidak diketahui, pesawat mendarat dengan keras dan terpantul (bounced) sebanyak tiga kali. Pada pantulan ketiga, pesawat mengalami gaya gravitasi positif sebesar 5,8 g yang sangat besar, menyebabkan bagian badan pesawat terbelah menjadi dua di antara bagian 737 dan 756. Meskipun kerusakan pada pesawat sangat parah, seluruh lima awak pesawat berhasil keluar tanpa cedera. Pesawat itu sendiri kemudian dinyatakan tidak bisa diperbaiki (written off).

Pesawat yang telah dinyatakan written off biasanya akan dibongkar dan dihancurkan. Tidak ada catatan yang menunjukkan bahwa pesawat ini atau bagian-bagian utamanya disimpan untuk tujuan museum atau pameran.

Saat kecelakaan pesawat ini tidak mengangkut penumpang dan hanya membawa lima orang awak pesawat. Tidak ada korban luka-luka. Seluruh lima awak pesawat yang berada di dalam pesawat berhasil keluar dengan selamat tanpa cedera.

Hard Landing Vs Soft Landing, Mana Lebih Baik?

Berdasarkan data yang ditemukan, pesawat Douglas DC-9 dengan registrasi PK-GNE adalah pesawat yang dibuat pada tahun 1972.

Tampaknya Garuda Indonesia adalah operator dasar (basic operator) dari pesawat ini, yang menunjukkan bahwa mereka adalah salah satu operator pertamanya setelah pesawat tersebut diproduksi.

Sebagai catatan tambahan, registrasi PK-GNE saat ini digunakan oleh pesawat Boeing 737-800 milik Garuda Indonesia yang jauh lebih baru.

DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an

Keluh Kesah Pengemudi Ride-hailing di HUT RI Ke-80

Hari ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, ternyata banyak memberikan dampak positif dan negatif pada para pengemudi ojek maupun taksi online. Dari sedikitnya orderan sampai kebanjiran orderan di HUT RI tersebut.

KabarPenumpang.com baru-baru ini menumpang taksi dan ojek online. Saat ditanyakan penghasilan saat 17 Agustus, jawaban mereka cukup beragam dan lebih banyak menjawab datar karena tidak terlalu banyak berubah.

Alexander pengemudi taksi online mengaku di pagi saat upacara 17 Agustus, dirinya tidak terlalu banyak mendapatkan penumpang. Dia mengaku hanya mendapat dua orderan saat pagi hari jelang upacara kemerdekaan disekitaran Istana.

Namun, Ketika siang cukup banyak dengan Jarak yang tidak terlalu jauh sekali pengantaran.

“Kemarin pagi dapat ke arah istana, dari situ dapat lagi satu agak jauh sedikit ke Thamrin. Sampai siang yang ngetem dulu di sekitaran Taman Menteng dan siang sampai mau pulang cukup banyaklah. Jaraknya juga nggak jauh-jauh,” ungkap Alexander.

“Penghasilan lumayan dari hari biasa meski jarak antar dekat dan sedikit kena macet,” tambahnya

Tak hanya Alexander, Nur pengemudi ojek online mengaku cukup banyak orderan. Nur, bukan membawa penumpang tetapi makanan dan barang dengan rute tempuh yang cukup jauh.

“Saya itu nggak narik orang mbak, tapi bawa barang sama makanan. Mungkin karena libur ya, orderan makanan banyak. Orderan barang nggak terlalu banyak tapi jaraknya lumayan jauh,” ujar Nur yang ditemui disekitaran Kota Tua.

Bahkan dia mengaku, Ketika sore hari, perjalanannya cukup lenggang Ketika selesai pengantaran dan menuju ke orderan berikutnya. Tetapi saat tiba di Thamrin, jalur padat dan perjalanan diarakan ke jalur lain.

“Dari Senayan kosong nih jalanan, terus sampai di Thamrin nggak gerak. Kendaraan semua dibuang (diarahkan) ke Kebon Sirih semua. Kendaraan numpuk, orang-orang sudah ramai,” kata Nur.

Meski menempuh perjalanan yang cukup sulit dengan orderan yang naik turun di HUT RI, para pejuang rupiah ini tidaklah mengenal lelah. Macet dan cuaca yang cukup panas, ternyata tak menghalangi mereka menjemput rejeki.

Pelabuhan ‘Penawar Rindu’, Cermin Perasaan Perantau di Kala Pulang Kampung

Pelabuhan ‘Penawar Rindu’, Cermin Perasaan Perantau di Kala Pulang Kampung

Bukan untuk memberikan penawar bagi seseorang yang tengah rindu, tapi nama pelabuhan yang satu ini memang unik. Ya Namanya Pelabuhan Penawar Rindu yang berada di Tanjunguban, Belakang Padang, Batam, Kepulauan Riau.

Memiliki nama unik, Pelabuhan Penawar Rindu kini semakin dikenal masyarakat Batam dan wisatawan yang datang ke Kepulauan Riau. Pelabuhan ini bukan hanya sekadar pintu masuk transportasi laut, tetapi juga menyimpan cerita budaya dan menjadi daya tarik wisata.

Pelabuhan yang beroperasi melayani rute antar pulau, termasuk ke Batam, Bintan, hingga beberapa pulau kecil di sekitarnya, dibangun dengan tujuan mempermudah mobilitas warga sekaligus meningkatkan konektivitas daerah. Namun, yang membuatnya istimewa adalah nama yang puitis dan penuh makna, “Penawar Rindu”.

Nama ini dipercaya mencerminkan perasaan banyak perantau yang pulang kampung melalui pelabuhan tersebut untuk melepas rindu dengan keluarga. Suasana pelabuhan kerap ramai saat akhir pekan maupun musim liburan.

Banyak penumpang yang datang tidak hanya untuk bepergian, tetapi juga sekadar menikmati pemandangan laut biru dan angin sepoi-sepoi di dermaga. Dari area pelabuhan, pengunjung bisa melihat aktivitas kapal ferry dan nelayan tradisional yang memberi nuansa khas maritim.

Pemerintah daerah setempat juga menjadikan Pelabuhan Penawar Rindu sebagai salah satu ikon wisata. Sejumlah fasilitas penunjang seperti ruang tunggu yang nyaman, area kuliner khas laut, hingga spot foto dengan latar belakang laut terbuka mulai disediakan.

Hal ini diharapkan mampu menarik wisatawan, terutama generasi muda yang gemar membagikan pengalaman perjalanan mereka di media sosial. Bagi masyarakat Batam dan sekitarnya, pelabuhan ini bukan hanya tempat singgah kapal, tetapi juga ruang penuh cerita.

Ada yang datang untuk bekerja, ada pula yang sekadar menenangkan diri di tepi laut. Nama “Penawar Rindu” benar-benar hidup dalam setiap perjalanan yang dimulai atau diakhiri di dermaga ini.

Dengan peran ganda sebagai sarana transportasi dan destinasi wisata, Pelabuhan Penawar Rindu diyakini akan semakin populer di masa depan. Keberadaannya menjadi simbol betapa transportasi laut bukan sekadar urusan mobilitas, melainkan juga bagian dari identitas budaya masyarakat kepulauan.

Pelabuhan Kayangan Strategis dan Pintu Masuk Sumbawak ke Lombok