Ingin Lihat Rumah Berkontur ala Pegunungan di Nepal, Yuk Mampir ke Dusun Butuh di Lereng Gunung Sumbing

0
Dusun Butuh (IDN)

Berlibur ke Magelang tak melulu harus ke Candi Borobudur, karena ada salah satu dusun yang kini terkenal dan letaknya di lereng Gunung Sumbing. Dusun Butuh yang berada di desa Temanggung Kaliangkrik ini terkenal seperti desa yang berada di Pegunungan Himalaya, Nepal dan menjadi dusun tertinggi di Kabupaten Magelang. Lokasinya berada diketinggian sekitar 1700an meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca juga: Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot

Dusun ini memiliki keindahan yang luar biasa dan menjadi basecamp bagi para pendaki yang akan menuju ke puncak Gunung Sumbing. Tak hanya itu, rumah-rumah di dusun ini terkenal unik karena susunan yang bertingkat dan bangunannya terlihat berdempetan dari bawah hingga ke atas dengan latar belakang Gunung Sumbing.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, sebutan Nepal-nya Jawa Tengah pun diberikan oleh pendaki maupun pelancong yang menamakan dusun ini dengan ‘Namache Bazaar’. Namun, Kepala Dusun Butuh Lilik Setyawan mengatakan, sebelum disebut Nepal, sempat disebut sebagai Rio De Janaeri di Brasil dan ada yang juga menyebut mirip di Tibet.

Ini karena kontur Dusun Butuh yang bertingkat seperti terasering dan dulunya tempat ini merupakan ladang pertanian warga sehingga bangunan rumah mengikuti kontur lahan. Lilik mengatakan, sebelum viral setahun lalu tepatnya pada Juni 2019, hanya para pendaki yang akan menuju Gunung Sumbing saja yang melalui basecamp Butuh.

Tetapi kini, Lilik mengakui bahwa pelancong dari luar pun datang untuk berfoto dengan latar belakang rumah penduduk maupun hamparan perkebunan holtikultura serta pohon-pohon pinus. Dari Dusun Butuh, pelancong bisa melihat hamparan pemandangan yang luar biasa, bahkan kota Magelang pun bisa terlihat.

Bukan hanya untuk berfoto-foto, pelancong pun bisa menikmati keindahan istimewa lainnya yakni dengan melihat matahari terbit atau sunrise. Warna jingga dan kuning yang tergradasi dengan birunya lagit serta putihnya awan akan membuat siapapun yang menikmatinya berdecak kagum.

Diakui Lilik, viralnya Dusun Butuh kini berdampak bagi kesejahteraan masyarakat setempat dan membuat mereka berbenah diri. Sehingga bagi pelancong yang akan menikmati sunrise atau menatapi keindahan alam lereng Gunung Sumbing serta udara dingin bisa menginap di Taman Camping ceria yang letaknya di dekat pos 1 yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama satu hingga dua jam atau 20 menit dengan sepeda motor.

Saat ini, perangkat desa juga sedang membuat taman yang bisa digunakan untuk kegiatan dan foto yang berlokasi di bawah basecamp. Untuk mencapai lokasi ini memang butuh nyali dan semangat tinggi, karena belum ada angkutan khusus. Sehingga pelancong bisa menggunakan kendaraan pribadi atau sewa.

Baca juga: Desa Pelangi, Ubah Wilayah Padat dan Kumuh Jadi Tujuan Wisata

Bila menggunakan kendaraan roda empat, maka harus parkir di bawah atau tempat pengepul sayuran. Di dusun itu ada lebih dari 610 KK atau 3000 warga yang tinggal. Rumahnya berada di pereng bukit dan setiap rumah berdekatan satu sama lain.

Leave a Reply