Jadi Lambang Cinta Abadi, Gondola Tak Pernah Berganti Warna

0
Pieces of Memories

Banyak sebutan tentang Venesia, mulai dari kota air raksasa, kota apung, hingga kota kanal yang namanya telah melegenda di dunia. Selain keindahan arsitektur kota dan jalur airnya, yang menjadi ikon Venesia adalah alat transportasi Gondola. Bisa dibilang ke Venesia belum sah bila belum menaiki Gondola. Tetapi banyak di antara wisatawan yang belum mengetahui serba serbi Gondola. Bahkan sebagian warga Jakarta lebih mengenal Gondola sebagai wahana permainan di Dunia Fantasi, Ancol.

Bila merujuk ke sejarahnya, Gondola merupakan adalah perahu dayung tradisional asal Venesia, Italia. Selama berabad-abad lalu hingga kini, Gondola menjadi sarana transportasi publik utama di kota air ini. Gondola dirancang dengan panjang 10,87 meter dengan lebar 1,42 meter dan mampu menampung beban hingga 1.200 kg atau sekitar 6-7 penumpang dengan kecepatan hampir 3 knots. Gondola ini digerakkan oleh seorang pendayung yang disebut Gondolier.

Nusakini.com

Pada abad ke-18, diperkirakan populasi Gondola di Venesia jumlahnya mencapai ribuan, sayangnya saat ini hanya tersisa ratusan dan kebanyakan digunakan untuk tujuan wisata. Di masal lalu, Gondola hanya melayani kaum ningrat maritim hingga tahun 1094, Doge (Duke) Vito Falier menerbitkan piagam untuk memperbolehkan penduduk membuat Gondola sehingga sejak saat itu Gondola menjadi transportasi di Venesia.

Meski debut Gondola telah berusia ratusan tahun, dari mulai pertana kali Gondola diluncurkan hingga masa modern ini, warna hitam untuk Gondola tak pernah berubah, bentuknya pun tak berubah walaupun jaman sudah berganti. Untuk menaiki Gondola, wisatawan akan dikenakan biaya 80 euro untuk perjalanan selama 40 menit mengitari sungai di Venesia. Meski tarifnya tak bisa dibilang murah, karena Gondola adalah ikon kota, wisatawan pun banyak yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk berkeliling kota.

Gondola dibuat secara tradisional dan dirancang dapat bertahan hingga 20 tahun. Setiap Gondola yang beroperasi wajib memiliki ijin dan Gondolier atau pendayung Gondola juga mendapat lisensi dari Asosiasi Gondoloa Venesia, bahkan selain lisensi, untuk menjadi seorang Gondilier juga ada sekolahnya.

Seiring efisiensi dan efektivitas perjalanan, Gondola saat ini digerakkan dengan mesin atau biasa di sebut taksi air untuk mempercepat lajunya. Di Venesia kehadiran gondola dikelola oleh 40 keluarga yang menjalankan 10 perusahaan Gondola. Selain warna dan bentuk Gondola yang unik, para Gondolier ini juga memiliki seragam khas yakni kaos bergaris putih merah atau putih biru tua dan ditambah dengan topi anyaman bambu berlapis pita.

Untuk menaiki Gondola, wisatawan bisa memulainya dari pinggir Grande Canal, Venesia, Italia dengan perjalanan dibawah Ponte Rialto atau jembatan Rialto. Pada malam tiba, Gondola-Gondola ini terparkir dengan mengikatkan tali ke sebuah tancapan kayu dan ditutupi kain berwarna biru. Ada satu hal yang tak bisa dilepaskan dari Gondolo yang juga menjadi tradisi di Venesia, dimana setiap pasangan yang menaiki gondola harus berciuman di bawah setiap jembatan yang di lalui Gondola sebagai lambang cinta abadi.

Leave a Reply