‘Jual Beli’ Rute Basah, Inilah Kolusi ala Awak Kabin Maskapai

Seragam pramugari (pegipegi.com)

Penyalahgunaan tugas bisa terjadi dimana saja dan untuk profesi apa pun. Seperti di dunia awak kabin, ada yang disebut sebagai ‘jual beli’ rute penugasan, dimana awak kabin yang lebih senior umumnya punya kesempatan untuk ‘menjual’ rute tugas mereka. Aksi ilegal ini tentu terkait motif ekonomi, dimana yang dijual adalah rute ‘basah.’

Baca juga: Punya Keterampilan Multibahasa, Awak Kabin Berpeluang Sukses Lebih Besar

Pada umumnya maskapai memberikan pembayaran dan insentif kepada awak kabin disesuaikan dengan jarak perjalanan yang mereka tempuh dalam suatu penerbangan.

KabarPenumpang.com mengutip dari laman economist.com (5/4/2019), bahwa awak kabin di Amerika Serikat diketahui menjual penugasan rute mereka ke para junior. Bahkan satu tahun lalu, American Airlines mulai melakukan penyelidikan staf yang menggunakan seniortas mereka untuk mendapat rute yang diinginkan.

Tak hanya itu, penjualan rute tersebut berkisar harga rata-rata US$200 pada para awak kabin junior. Selain American Airlines, United Airlines juga menemukan bukti adanya awak kabin yang melakukan hal tersebut.

Hal ini membuat United Airlines memberikan peringatan serta mengancam akan memecat awak kabin dan staf lainnya yang berpartisipasi. Untuk diketahui, sistem penugasan awak kabin setiap maskapai berbeda.

Awak kabin mengajukan tugas sesuai urutan senioritas. Awak kabin yang bekerja selama beberapa dekade biasanya bisa memilih pertama. Dan awak kabin senior memilih rute yang cukup panjang karena ‘bayaran’ yang lebih besar. Bahkan mereka bisa mendapat fasilitas terbaik dengan hotel nyaman di tempat tujuan. Penerbangan jarak jauh cenderung lebih diinginkan, karena banyak pramugari dibayar berdasarkan durasi penerbangan.

Contohnya, seorang petugas Gulliver baru-baru ini bertemu dalam perjalanan ke Bahama dengan putus asa berusaha untuk menghindari penerbangan 18 menit dari Florida ke pulau terdekat kepulauan itu karena bayarannya sangat rendah. Hasilnya adalah bahwa beberapa awak kabin yang diberikan rute yang tidak diinginkan dapat memutuskan untuk menjualnya kepada awak kabin junior, dan ini adalah tindakan yang dilarang oleh kebijakan perusahaan di banyak maskapai penerbangan.

Ekonom dan eksekutif maskapai berpendapat bahwa sistem ini tidak efisien. Awak kabin senior diberikan sesuatu gratis yang jelas berharga, yang memperburuk ketidaksetaraan gaji yang ada antara karyawan senior dan junior. Beberapa maskapai penerbangan Eropa, termasuk Ryanair, menugaskan penerbangan ke karyawan tanpa memperhatikan senioritas sama sekali.

Solusi Ryanair tidak populer di antara semua awak kabin, yang kepuasan kerjanya sebagian terletak pada kontrol atas rute yang mereka terbang. Tetapi industri penerbangan sudah memiliki solusi yang akan memastikan efisiensi maksimum dan menghormati pilihan staf yakni harga dinamis.

Harga yang dibayar penumpang untuk penerbangan didasarkan pada permintaan untuk rute itu, jika permintaan lebih tinggi dari penawaran, harga tiket naik. Alih-alih membayar tarif per jam yang sama untuk setiap rute, maskapai penerbangan dapat memotong pembayaran untuk rute yang paling dicari dan meningkatkannya untuk yang paling tidak diinginkan.

Baca juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui

Jika sistem dirancang dengan benar, staf harus kehilangan insentif untuk menyalahgunakan senioritas mereka. Itu akan menjadi kabar baik tidak hanya bagi awak kabin, tetapi juga bagi penumpang yang mendapat manfaat dari awak kabin yang bahagia.