Kebanjiran WN India Lewat Penerbangan Charter Saat Covid Mengganas, UEA Ancam Izin Maskapai!

0
Ilustrasi penerbangan charter menggunakan jet bisnis

Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA) Uni Emirat Arab (UEA) belum lama ini memberikan peringatan keras kepada operator jet pribadi. Hal itu sebagai respon atas banyaknya WN India yang masuk ke negara tersebut untuk menyelamatkan diri dari ‘serangan’ gelombang kedua Covid-19 di sana.

Baca juga: Ibukota Baru Akan Punya Bandara VVIP untuk Private Jet

Dunia tentu tahu bahwa India belakangan ini tengah menjadi sorotan akibat kasus Corona yang melonjak drastis. Pada awal Mei lalu, kasus India mencetak rekor 412.262 kasus baru Covid-19 dan rekor kematian harian nyaris empat ribu kasus. Oleh karenanya, orang-orang kaya bergegas ‘melarikan diri’ ke tempat-tempat aman, termasuk Dubai dan Abu Dhabi, UEA.

Sejak 24 April GCAA sudah melarang maskapai penerbangan berjadwal masuk dari India; disusul beberapa negara lainnya pada awal Mei, seperti Pakistan, Sri Lanka, Nepal, dan Bangladesh.

Kendati begitu, penerbangan pesawat charter masih diperbolehkan. Hal inilah yang pada akhirnya menjadi celah masuk WN India dan WN UEA, seperti dokter dan pengusaha, yang tengah bekerja di sana masuk ke negara tersebut. Fakta tersebut tentu membuat GCAA geram dan mengancam akan menutup perusahaan yang masih membandel.

“Ketika pesawat bisnis digunakan untuk mengangkut penumpang dari tujuan yang dibatasi (India), mereka tidak boleh difasilitasi atau dijual per kursi,” jelas GCAA, seperti dikutip dari The National.

“Operator yang mengumpulkan (orang untuk penerbangan charter dari negara-negara yang dilarang) atau ‘penawaran per kursi’ dapat dilarang beroperasi di UEA. GCAA mengumpulkan semua informasi yang diperlukan dari otoritas lokal untuk memverifikasi informasi penerbangan dan penumpang,” tambahnya.

Meski dilarang, sebetulnya penerbangan dari negara-negara tersebut tetap diizinkan bagi sejumlah orang, seperti WN UEA, diplomat, perjalanan bisnis, dan pemegang golden card visa UEA, sekalipun merogoh kocek yang sangat mahal untuk penerbangan charter. Itupun dibatasi maksimal delapan penumpang per penerbangan.

Baca juga: Inilah Airbus ACJ319neo, Jet Pribadi Crazy Rich yang Terinspirasi Mobil Sport

UEA memang terkenal ketat dalam upaya menekan penularan virus Corona. Sejak awal pandemi, salah satu dari tujuh emirat dan kota terpadat di UEA, Dubai, sampai memasang kamera CCTV canggih di seluruh sudut kota untuk mendeteksi suhu warga sekaligus membantu otoritas keamanan setempat menemukan titik-titik pelanggaran physical distancing.

Penggunaan kamera CCTV canggih berteknologi Artificial Intelligence (AI) tersebut ketika itu prosesnya sudah memasuki tahap uji coba di beberapa titik. Bila berhasil dan tak ada kendala teknologi apapun, maka penggunaan kamera canggih dalam proyek ‘Oyoon’ ini akan bisa segera terlaksana setelah proses evaluasi (pasca masa ujicoba berhasil) selesai.