Lockheed VLST, Desain Pesawat Angkut Raksasa yang Tak Pernah Terwujud

Sumber: Glassdoor

Jika Airbus punya varian A380-1000 yang tidka pernah mengudara karena satu dan lain hal, maka produsen pesawat asal Negeri Paman Sam, Lockheed Martin juga ternyata punya desain pesawat yang hingga saat ini tidak dapat direalisasikan. Perbedaan cara pandang dan faktor internal dari rancangan pesawat ini sendirilah yang pada akhirnya menjatuhkan calon pesawat terbesar di tahun 1990-an ini masuk ke “dasar jurang”.

Baca Juga: “A380-1000,” Mimpi Airbus Bawa Seribu Penumpang dalam Sekali Terbang

Kembali ke tahun 1996, dimana pihak Lockheed Martin percaya bahwa semakin besar pesawat, maka semakin baik pula penilaiannya secara keseluruhan – terutama dari segi daya angkut. Jalan pemikiran pihak Lockheed Martin kala itu didukung oleh sejumlah faktor, mulai dari keterbatasan daya tampung bandara (sedangkan pengoperasian penerbangan setiap harinya sangatlah banyak), pertumbuhan lalu lintas udara yang sangat pesat, hingga kondisi di tubuh Lockheed Martin sendiri yang kala itu mulai lesu di sektor kemiliterannya.

Berangkat dari situ, Lockheed Martin mulai berinisiatif untuk membangun pesawat yang mampu mengangkut 600 hingga 800 penumpang dan solusi yang kala itu muncul adalah Large Subsonic Transport – dengan nama komersial yang digunakan oleh perusahaan adalah Lockheed Very Large Subsonic Transport (Lockheed VLST)

Sumber: simpleflying

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com, blueprint dari Lockheed VLST menunjukkan bahwa pesawat ini memiliki panjang 262 kaki, dengan bentang sayap mencapai 282 kaki (211 kaki jika dilipat), dan menggunakan empat mesin General Electric 90 (GE90) atau empat mesin Pratt and Whitney 4000 (PW4000). Adapun total daya angkut yang dapat diboyong oleh Lockheed VLST ini mencapai 635.000kg.

Daya Angkut

Konfigurasi bangku dari Lockheed VLST. Sumber: simpleflying

Jika menggunakan konfigurasi bangku dua kelas, maka pesawat ini mampu mengangkut 900 penumpang sekaligus dalam sekali penerbangannya (450 penumpang di dek bawah, dan sisanya di dek atas). Dimensi dari pesawat yang amat sangat besar ini bahkan masih menyediakan ruang untuk menampung 16 palet kargo! Dapatkah Anda membayangkan seberapa besar ukuran dari pesawat ini?

(Calon) Rute Operasi

Jika rampung, maka pesawat ini diplot untuk menjabani beberapa rute favorit kala itu, seperti: London menuju Hong Kong, Singapura, dan Tokyo,
New York menuju London, Frankfurt, dan Paris,
Tokyo menuju San Francisco, Los Angeles, dan Honolulu.

Baca Juga: Lockheed Martin Bocorkan Rencana Garap Pesawat Supersonik yang Senyap!

Tidak Pernah Mengudara

Dalam blueprint yang sama, terdapat pula penjelasan bahwa pesawat ini hanya mampu menempuh jarak 5.900 km saja dalam kondisi tangki bahan bakar terisi penuh – itu berarti pesawat ini hanya efisien untuk menjabani rute New York menuju London saja yang terpaut jarak 5.555 km. Namun ketika Lockheed VLST menempuh perjalanan dari New York menuju Frakfurt, pesawat ini akan mengalami kesulitan karena jarak 6.205km yang terpaut diantara dua kota tersebut.

Selain itu, sejumlah pertimbangan lain yang pada akhirnya memutuskan nyawa dari rencana pengadaan pesawat ini antara lain: suara yang diperkirakan terlalu berisik, membutuhkan landas pacu yang lebih lebar dan panjang, hingga bobot pesawat yang terlalu berat.