Mengenal Glass Cockpit, Fitur yang Mudahkan Pilot Operasikan Pesawat

0
Ilustrasi pilot memanfaatkan glass cockpit. Foto: Ashwin Ram via Flight Global

Dilihat dari namanya, mungkin orang awam pada umumnya akan mengira bahwa glass cockpit merupakan jendela atau kaca di bagian kokpit, layaknya cockpit windshield atau biasa juga disebut aircraft windshield. Padahal, maksud dari glass cockpit bukan itu.

Baca juga: Pernah Dengar Seberapa Tebal Kaca Pesawat? Simak Di Sini Jika Belum

Dikutip dari nasa.gov, glass cockpit adalah suatu kokpit di pesawat dengan tampilan display atau instrumen yang terkomputerisasi dan tidak menampilkan display yang mekanik atau manual. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pilot mengoperasikan pesawat dan hanya fokus pada informasi yang sedang beroperasi, juga dapat mengeliminasi kebutuhan flight engineer.

Komponen dasar dari glass cockpit adalah Electronics Flight Instrument System (EFIS) dan Engine Indications and Crew Alerting System (EICAS). Turunan EFIS terdiri dari Primary Flight Display PFD yang letaknya di instrument panel di sisi pilot dan co-pilot yang mampu menampilkan beberapa hal, mulai dari data navigasi: DME, VOR, GS, ILS, dan sebagainya, hingga data ketinggian, kecepatan angin, kecepatan pesawat, attitude, waktu, kompas, dan sejenisnya.

Adapun EICAS menampilkan beberapa hal, mulai dari Engine Indicator seperti ITT, Torque, Fuel Flow, Oil Pressure, dan lain sebagainya hingga warning dan caution sebagai peringatan dini kru kokpit.

Sebelum memasuki dekade 70-an, pesawat pada umumnya masih menggunakan sistem mekanik dan belum terkomputerisasi layaknya glass cockpit. Seiring berjalannya waktu dan padatnya lalu lintas udara, ilmuan mulai mencari solusi atas itu dan ide mengembangkan glass cockpit dari sekedar konsep pun bergema.

“Sebelum tahun 1970-an, operasi transportasi udara tidak dianggap cukup menuntut untuk membutuhkan peralatan canggih seperti display penerbangan elektronik. Kompleksitas pesawat komersial yang semakin meningkat, munculnya sistem digital dan traffic lalu lintas udara yang meningkat di sekitar bandara mulai mengubah hal itu,” kata Lane Wallace, penulis yang sudah membuat karya enam buku untuk NASA.

Ia menambahkan, rata-rata pesawat penumpang pada pertengahan 1970-an sudah memiliki lebih dari 100 cockpit instruments and controls. Jumlah sebanyak itu pun membuat flight instrument utama sudah dipenuhi berbagai elemen. Dengan kata lain, bertambahnya jumlah instrumen di kokpit membuat pilot harus berbagi fokus untuk memantaunya. Usai glass cockpit dikembangkan, tugas pilot pun jadi lebih mudah.

Di antara berbagai model glass cockpit, model AT-33 adalah salah satunya. Model AT-33 menyediakan beragam informasi grafik yang mudah dipilih oleh pilot. Desain utama meliputi tampilan posisi, heading, data udara, status mesin dan bahan bakar; plus referensi situasi via layar peta bergerak yang lengkap, posisi dideteksi oleh sistem GPS Kelas 3 yang disertifikasi WAAS. Selain itu, tersedia input comm. VHF 16 watt, VOR/ILS dan transponder digital dengan pilihan frekuensi dan kode yang dikontrol kenop dan tombol fungsi pada dua layar LCD di kokpit.

Model AT-33 adalah paket glass cockpit terpadu, yang jelas lebih dari sekedar pengganti untuk instrumen giromekanik model lawas. Dengan menggabungkan semua info penerbangan utama, navigasi, tuning radio dan data mesin dengan data cuaca, tanah dan input peringatan lalu lintas, sistem ini memantau penerbangan dan meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Kenapa Pintu Kokpit Harus dalam Keadaan Terkunci dan Anti Peluru? Berikut Ulasannya

Unit digital ini memiliki suara berkualitas tinggi, plus fungsi perekaman/ pemutaran yang unik untuk memastikan pembacaan jarak ATC dengan akurat. Integrasi antara kontrol dan tampilan virtual semua fungsi dan instrumen penerbangan, layar datar 1024 x 768 piksel dengan warna yang cerah, sudut tampilan yang lebar, lampu latar yang canggih dan tulisan dapat dibaca dengan jelas. Konfigurasi yang tepat dari dua layar diagonal 10.4 inci diletakkan sisi menyisi pada panel untuk menampilkan situasi penerbangan yang penting, data navigasi dan sensor tepat di hadapan pilot.

Panel kaca sebelah kiri memiliki Primary Flight Display (PFD) untuk info posisi, kecepatan udara, kecepatan tanjakan, ketinggian dan course/heading, sedangkan layar di sebelah kanan menjadi Multi-Function Display (MFD), memantau mesin dan sistem bahan bakar plus grafik peta bergerak secara rinci yang menampilkan posisi pesawat terhadap darat, data diagram, NAVAIDS, rute rencana penerbangan, dan masih banyak lagi.

Leave a Reply