Meski Harus Terbang dengan Satu Penumpang, Maskapai Belum Tentu Merugi!

Vincent Peone. Sumber: CBS Denver

Pada pertengahan bulan Agustus kemarin, jagad media sosial dibuat ramai dengan pernyataan seorang penumpang Delta Airlines yang katanya terbang seorang diri di dalam pesawat. Kendati pada akhirnya penumpang yang bernama Vincent Peone ini tidak jadi mengudara karena pihak Delta mengatakan pesawat masih butuh perawatan dan Vincent harus kembali menunggu di Terminal untuk penerbangan selanjutnya.

Baca juga: Jadi Penumpang Tunggal di Penerbangan Garuda Indonesia, Sosok Pengusaha Asal Palu Menjadi Viral

Namun pertanyaannya di sini adalah, mungkinkah pesawat hanya menerbangkan satu orang penumpang di dalam penerbangan? Mengingat kasus serupa juga mungkin pernah terjadi di belahan bumi lainnya. Guna menjawab pertanyaan ini, KabarPenumpang.com mengutip dari laman usatoday.com, dimana seorang kapten penerbangan yang tidak ingin mengungkapkan identitasnya mengatakan bahwa mungkin saja penumpang hanya mengudara seorang diri di dalam pesawat.

Jika dilihat dari efisiensi dan nilai ekonomis, jelas hal semacam ini tidak masuk ke dalam akal sehat – namun pada kenyatannya, varibel yang dipikirkan oleh pihak maskapai tidak melulu tertuju pada dua poin tersebut. “Ada banyak pertimbangan maskapai ketika harus menerbangkan satu orang penumpang saja,” ujar sang pilot.

Di sini, sang pilot menjelaskan bahwa mungkin saja penerbangan hari ini maskapai X membawa satu penumpang atau bahkan terbang dalam keadaan kabin kosong, tapi pada penerbangan keesokan harinya, kursi penumpang di dalam kabin bisa terisi penuh.

Skema ini biasanya terjadi pada penerbangan tengah malam dari sebuah kota kecil menuju hub besar, dan pada keesokan harinya, pesawat yang sama mengangkut jumlah penumpang yang banyak karena berangkat dari hub besar. Dalam kasus kerusuhan di Papua beberapa lalu misalnya, pesawat yang bertolak dari Jakarta bisa saja sepi penumpang, tapi sebaliknya yang terbang dari Papua menuju Jakarta bisa terisi penuh oleh penumpang.

Pilot anonim ini juga menambahkan bahwa mungkin saja kondisi kabin hanya diisi oleh satu penumpang, tapi tidak dengan kargo mereka. Ya, pendapatan yang akan diterima maskapai dari kargo jauh lebih besar ketimbang dari penumpang. Dengan kata lain, biaya operasionalnya juga mungkin akan tertutup.

Baca juga: Menjadi Penumpang Tunggal Dalam Penerbangan? Wanita Filipina Baru Merasakannya

Selain itu, skema lain adalah karena untuk mengatur jadwal penerbangan ini tidaklah semudah menata ruangan. Pihak maskapai telah terlebih dahulu mengatur pesawat mana yang akan terbang, siapa saja awak kabin yang beroperasi, hingga kapan suatu pesawat harus masuk hanggar guna perawatan rutin. Jika ada dari jadwal tersebut yang meleset, maka itu akan mengacaukan apa yang sudah mereka tata sebelumnya.

Jadi bottomline-nya adalah, mungkin saja jika ada sebuah pesawat yang hanya menerbangkan seorang penumpang di dalamnya.