Mona, Inilah Sistem Pengenalan Wajah Tanpa Sentuh di Bandara Lyon Perancis

0
Sistem pengenalan wajah Mona di Bandara Lyon (vinci-airports.com)

Bandara Lyon – Saint Exupéry, yang dikelola oleh Bandara Vinci menggunakan sistem baru untuk pengenalan wajah. Di mana sistem bernama Mona ini memungkinkan penumpang melewati pos pemeriksaan bandara yang berbeda yakni tanpa kontak fisik.

Baca juga: Menjadi yang Pertama di Australia, Bandara Melbourne Hadirkan eGate dan Smart Security

KabarPenumpang.com melansir schengenvisainfo.com (14/10/2020), sistem baru pengenalan wajah tersebut diresmikan oleh Ketua dan CEO Vinci Xavier Huillard dan CEO Konsesi Vinci dan Presiden Bandara Vinci, Nicolas Notebaert, di Pusat Keunggulan Inovasi Bandara Vinci yang berbasis di bandara Lyon-Saint Exupéry, Perancis.

“Dengan Mona, Bandara Vinci meluncurkan bandara pertama di dunia yang menambahkan dimensi baru pada pengalaman bandara. Di saat teknologi nirkontak terbukti semakin penting, dan personalisasi menjadi norma, jaringan kami sekali lagi membuktikan bahwa ia dapat terus mengubah dirinya,” kata Notebaert.

Kehadiran Mona tersebut, menjadikan Bandara Vinci sebagai operator bandara pertama di seluruh dunia yang menguji perjalanan biometrik dari rumah ke pesawat. Tak hanya itu, sistem Mona membuat penumpang berhak membuat akun pelanggan, hanya dengan mengunduh aplikasi di ponsel cerdas mereka, yang akan membantu mereka mendapatkan semua manfaat sistem, tanpa biaya.

Penggunaan teknologi pengenalan wajah memungkinkan pengguna Mona melewati berbagai pos pemeriksaan di bandara, hanya dengan menunjukkan wajah mereka. Selain itu, Mona menawarkan kepada pelanggannya kemungkinan untuk memberikan informasi tentang penerbangan dan masalah serupa secara real-time.

Ini juga memungkinkan penggunanya untuk menikmati sejumlah pengalaman dan layanan yang dipersonalisasi.

“Mona dibangun di sekitar sistem yang menggunakan data biometrik dan pemasaran relasional. Tunduk pada persetujuan dari badan perlindungan data Perancis, CNIL, layanan baru ini menerapkan rekomendasi terbaru yang dibuat oleh badan tersebut untuk menawarkan kepada penumpang jaminan sekuat mungkin bahwa hak dan privasi mereka akan dilindungi,” ujar pernyataan dari Bandara Vinci.

Untuk saat ini, sistem baru menawarkan layanannya untuk penumpang yang bepergian melalui bandara Lyon ‑ Saint Exupéry menggunakan Transavia dan TAP Air Portugal, dan diluncurkan untuk masa percobaan satu tahun. Ini bukan niat pertama untuk menciptakan sesuatu yang akan memfasilitasi pekerjaan orang, melalui program kecerdasan buatan di bandara Uni Eropa.

Baca juga: Vision-Box Hadirkan Teknologi Identitas Digital dengan Biometrik Canggih di Bandara

Sebelumnya pada 2018, diumumkan bahwa program kecerdasan buatan baru, dengan wajah avatar, sedang dibuat untuk membantu menjaga perbatasan Eropa. Program iBorderCtrl Uni Eropa rencananya akan digunakan untuk mendeteksi jika seseorang berbohong tentang siapa mereka, tujuan masuknya serta tujuan mereka. Selain itu, European Border and Coast Guard Agency (Frontex), pada 2018 telah menguji teknologi pemeriksaan perbatasan baru yang disebut “Biometrics on the Move” yang ditetapkan di Lisbon Airport Authority (ANA), bersama dengan Border Service Portugal (SEF ). Teknologi “Biometrics on the Move” dianggap sebagai masa depan kontrol perbatasan Uni Eropa.

Leave a Reply