Naik Taksi di Tokyo, Jangan Kaget Liat Pengemudinya Orang Bule

(www.asahi.com)

Siapa yang menyangka saat naik taksi ternyata pengemudinya orang bule? Ini mungkin menjadi biasa bila pelancong tengah berlibur ke Eropa atau Amerika, tetapi bagaimana jika ini terjadi di Jepang? Baru-baru ini, seorang pengemudi taksi di Jepang adalah seroang berkebangsaan Perancis.

Baca juga: Gunakan Teknologi Pengenal Wajah, Taksi Jepang Hadirkan Iklan Sesuai Jenis Kelamin dan Usia Penumpang

Penumpang pun kaget karena taksi yang mereka tumpangi dikemudikan bukan orang Jepang melainkan bule. Hal ini pun membuat penumpang bertanya “Dari mana asalmu?” ketimbang memberitahu tujuan mereka.

Dilansir KabarPenumpang.com dari asahi.com (29/6/2019), pengemudi taksi asal Perancis itu bernama Millet Martial Claude Marcel. Setiap ada penumpang yang naik taksinya dan bertanya asal darimana, Marcel menjelaskan dirinya berasal dari Perancis. Dia juga mengaku masih ada beberapa hal yang asing dari dirinya dan mengatakan pada penumpang jika tidak ada masalah dirinya akan mengunakan sistem navigasi mobil untuk mengatar ke tujuan.

Marcel diketahui memulai karir sebagai pengemudi taksi di Tokyo sejak tiga bulan lalu dan mulai terbiasa ketika ada yang bertanya dirinya berasal dari mana. Dia mendapat pekerjaan sebagai pengemudi taksi setelah program status visa baru untuk pekerja asing yang mulai berlaku pada bulan April dimana sebanyak 300 ribu warga negara asing diharapkan berbondong-bondong ke Jepang untuk bekerja di 14 bidang pekerjaan.

Sebelum mengemudi taksi, Marcel pernah menikahi gadis Jepang tahun 2005 lalu yang ditemuinya selama perjalannya di Negeri Sakura tersebut. Kemudian pindah ke Yagatama tempat tinggal keluarga sang istri dan memiliki tiga anak.

Awalnya dia bekerja sebagai pengirim personel di Yonezawa dan bekerja di pabrik. Karena kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dia berpikir untuk mencari pekerjaan lain. Tahun 2017 lalu, Marcel menceraikan sang istri dan pindah ke Tokyo dimana dirinya bisa menggunakan keterampilan bahasa dengan lebih baik.

Dia kemudian mendapat kabar operator taksi Hinomari Kosto Co. mempekerjakan orang asing dan melamarnya pada September lalu. Bukan waktu sebentar untuk bisa di terima, karena selama enam bulan dirinya mendapatkan pelatihan baik tentang rambu dan bahasa Jepang untuk lulus ujian SIM.

“Ada banyak orang Jepang yang baik jadi saya menikmati pekerjaan saya. Jika yang saya miliki hanyalah kemampuan bahasa Jepang, satu-satunya jenis pekerjaan yang tersedia adalah tenaga kerja tidak terampil. Itu berarti upah rendah. Saya berharap lebih banyak pemerintah daerah akan menyediakan program dukungan untuk memungkinkan kita mendapatkan berbagai lisensi dan sertifikasi,” kata Marcel.

Sementara ia didorong oleh meningkatnya jumlah warga negara asing yang bekerja di Jepang, Marcel juga memiliki kekhawatiran tentang masa depannya, terutama karena ia berasal dari Perancis, yang telah lama diizinkan di banyak imigran. Dia mengutip hambatan bahasa dan kesenjangan ekonomi di tanah kelahirannya yang telah memaksa banyak orang tidak dapat menemukan pekerjaan untuk menjadi tunawisma.

“Jika lebih banyak imigran diizinkan masuk ke Jepang, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya. Aku harus terus melakukan upaya yang lebih besar,” tambahnya.

Diketahui, Hinomaru Kotsu telah secara aktif merekrut pengemudi asing selama dua tahun terakhir. Bahkan membuat situs web bahasa Inggris untuk calon karyawan. Mengingat peningkatan tajam dalam wisatawan asing, perusahaan menganggap ada permintaan yang kuat untuk pengemudi asing.

Sekarang ada 38 pengemudi asing dari 22 negara dalam catatanntya. Perusahaan mendapat antara 50 dan 60 aplikasi setiap bulan. Mereka yang memiliki keterampilan percakapan Jepang yang memadai dipekerjakan. Bisa dikatakan melatih pengemudi asing itu mahal, meski rata-rata orang Jepang membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mendapatkan lisensi yang dibutuhkan dan menyelesaikan pelatihan di rumah, dibutuhkan waktu antara tiga dan enam bulan untuk pengemudi asing.

Kazumi Otsu, kepala seksi perusahaan yang bertugas mempekerjakan warga negara asing, mengatakan, “Dengan mengajar mereka dengan rajin, kemampuan berbahasa Jepang mereka serta cara mereka menangani penumpang akan meningkat. Mereka membantu menambah kekurangan supir. Dengan meningkatnya dalam turis asing menjelang Olimpiade Tokyo, kami ingin mempekerjakan sekitar 100 orang asing sehingga kami dapat menangani berbagai bahasa.”

Baca juga: Ternyata Dua Faktor Ini Menjadi Alasan Wisatawan Jepang Terkesan Angkuh Ketika Mengudara

Perusahaan juga telah meningkatkan jumlah taksi yang disewa untuk tujuan wisata. Semakin banyak turis asing memesan taksi seperti itu dan meminta pengemudi yang berbicara dalam bahasa mereka.