MH370 (Kembali) Tampak di Google Maps, Akankah Menjawab Teka-Teki Terbesar di Sektor Aviasi Global?
Kasus menghilangnya Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 hingga kini memang masih menjadi salah satu misteri terbesar di dunia aviasi global. Beragam upaya masih terus dilakukan oleh sejumlah pihak guna membongkar teka-teki dari hilangnya pesawat yang membawa serta 239 penumpang dan awak kabin ini. Hingga pemberitaan terbaru menyebutkan bahwa salah satu investigator telah berhasil menemukan bangkai dari MH370 yang hilang kontak sejak 8 Maret 2014 ini.
Baca Juga: Empat Tahun Pasca Hilangnya MH370, Malaysian Airlines Rilis Laporan Investigasi
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailystar.co.uk (4/9/2018), seorang ahli teknologi bernama Ian Wilson berhasil menemukan bangkai yang diperkirakan milik MH370 melalui aplikasi Goggle Maps. Temuan tersebut pun sontak membuat geger dunia aviasi karena jika dilihat dari ukurannya, maka objek tersebut memiliki tingkat kesamaan yang cukup tinggi dengan MH370 yang hilang.
Dugaan bangkai MH370 ini ditemukan di sebuah hutan di daerah Kamboja – tidak terlalu jauh dari menara ATC yang juga turut menanyakan posisi dari Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines ini. Walaupun panjang dari temuan ini tidaklah sama persis seperti MH370 – panjang temuan 70 meter, panjang MH370 63,7 meter, namun gambar yang tersaji di Google Maps menunjukkan sebuah celah yang cukup besar. Disinyalir, celah inilah yang akhirnya menambahkan panjang dari pesawat nahas ini.
https://www.youtube.com/watch?v=x8Smky5haOo
Berdasarkan hipotesa, celah yang memisahkan bagian fuselage dan ekor ini terbentuk akibat adanya benturan yang sangat keras ketika melakukan pendaratan. Menurut pendiri perusahaan teknologi militer Unicorn Aerospace, Andre Milne, dirinya meminta raksasa mesin pencarian Google untuk lebih memaksimalkan teknologi satelit mutakhirnya untuk meninjau kembali koordinat kemungkinan bangkai MH370 yang ditemukan oleh Ian.
“Peninjauan kembali koordinat yang ditemukan oleh Ian oleh pihak Google akan sangat membantu agar kasus terbesar di jagad aviasi ini dapat menemukan titik terang,” ujar Andre.
Baca Juga: Penyidik Asal Australia Temukan Puing yang Dianggap Sebagai Serpihan Malaysia Airlines MH370!
Penampakan bangkai MH370 di aplikasi Google Maps seperti ini bukanlah yang kali pertama terjadi. Mundur ke 28 November 2016 silam, dimana Ahli statistik asal Amerika Serikat, Mike Chillit mengunggah sebuah gambar yang ia nilai sebagai puing-puing dari MH370 ke media sosial Twitter pribadinya. Adapun gambar yang didapat oleh Mike ini berada di perairan antara Pulau Saint Brandon, sekitar 430 kilometer dari Mauritius.
Jadi, akankah MH370 masih menyandang gelar sebagai misteri terbesar di dunia aviasi global?
Dukung Program 20 Juta Wisman, AirAsia Indonesia Lirik Pasar Cina, Jepang dan Korea Selatan
Maskapai penerbangan berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC), AirAsia Indonesia yang telah sukses menembus pasar penerbangan Asia Tenggara kini mulai melirik penerbangan wilayah Asia bagian Utara. Diketahui ada tiga negara utama yang tengah dilirik yakni Cina, Jepang dan Korea Selatan.
Baca juga: JOOX dan AirAsia Rilis “Fly Away,” Musik Tanpa Internet di Pesawat
Hal tersebut dikatakan oleh Dendy Kurniawan, Direktur Utama AirAsia Indonesia saat berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Menurutnya, ini sebagai salah satu upaya dalam mendukung program pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.
“Kita lagi mengarah pasar Asia bagian Utara itu Cina, Korea Selatan dan Jepang. Akannya kapan belum bisa disampaikan, tapi khusus terkait program kita ini mendukung pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara di 2019,” ujar Dendy yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.
Untuk negara-negara ini sendiri rute penerbangannya pun bisa secara langsung maupun tidak langsung, sebab tergantung dengan jenis pesawat yang digunakan untuk melakukan penerbangan pada rute itu sendiri. Tak hanya itu, jika penerbangan pada tiga negara tersebut tidak dilakukan secara langsung, ada beberapa negara yang akan menjadi negara transit yakni Malaysia ataupun Thailand.
“Untuk beberapa destinasi misalnya Tokyo, kalau pesawatnya narrow body ya harus conecting, mungkin lewat Bangkok, Thailand sebagai salah satu hub utama kita,” jelas Dendy.
Armada AirAsia Indonesia sendiri diperkuat oleh Airbus A320 yang mampu terbang hingga empat jam, dan Airbus A330 yang memiliki kemampuan terbang 10 hingga 12 jam. Dendy menjelaskan, saat ini berbagai pelayanan penerbangan menuju negara-negara Asia di bagian timur umumnya dilakukan dengan transit terlebih dahulu di Kuala Lumpur.
Baca juga: Bayi Ditemukan Tewas dalam Toilet Pesawat AirAsia, Perempuan 19 Tahun Jadi Tersangka
Saat ini AirAsia Indonesia juga tengah mengembangkan layanan wisata medis yang bekerja sama dengan Malaysia Healtcare Travel Council atau MHTC. Kerja sama ini dilakukan untuk memberikan layanan perjalanan medis kepada wisatawan Indonesia.
Kolaborasi ini sendiri juga untuk mempromosikan Penang sebagai destinasi wisata medis terbaik di Malaysia. Dimana AirAsia merupakan maskapai pilihan yang menyediakan penerbangan langsung ke Penang.
Punya ATR 72-600 Baru, Wings Air Punya Kini Punya 61 Armada
Lion Air Group baru saja menerima satu pesat ATR 72-600 yang diterbangkan dari pusat perakitan pesawat ATR (Aerei da Trasporto Regionale atau Avions de Transport Régional) Aircraft, Toulouse Blagnac, Prancis. Kehadiran ATR 72-600 ini menambah armada Wings menjadi 61. Pesawat ATR 72-600 ini bernomor registrasi PK-WJG yang mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam pada 3 Septermber 2018 kemarin.
Baca juga: Dengan ATR 72-600, Garuda Indonesia Resmi Layani Medan-Nias 12 Kali dalam Seminggu
Sebelum mendarat di Indonesia tepatnya di Batam, ATR 72-600 berangkat dari bandara Toulouse Blagnac dan menyinggahi beberapa bandara lainnya yakni Bandara Internasional Paphos, di Republik Siprus, Bandara Internasional Abu Dhabi di UEA dan Bandara Internasional Bandaranaike, Colombo, Sri Lanka. Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Wings Air, mengatakan, pesawat berkapasitas 72 penumpang ini dibekali interior yang dirancang lebih futuristik. Sehingga menawarkan layanan terbaik bagi pelancong maupun pebisnis agar bisa bersantai saat di kabin.
“Pesawat ini mampu terbang rendah, jadi bagi penumpang bisa menikmati perjalanan dengan melihat pemandangan,” ujar Danang yang dikutip KabarPenumpang.com melalui keterangan tertulis, Senin (3/9/2018).
ATR 72-600 milik Wings Air sendiri mampu beroperasi dengan waktu tempuh 60 menit atau melayani rute jarak dekat dengan tarif tiket terjangkau sehingga memberikan alternatif baru untuk melakukan perjalanan antar destinasi yang lebih cepat bagi pelancong. Wings Air optimis, pengoperasian pesawat jenis ATR diharapkan akan lebih menarik minat wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) untuk plesiran ke berbagai tujuan wisata serta pusat pertumbuhan bisnis baru.
Dengan demikian Wings Air semakin mudah menghantarkan momen traveling era kekinian. Wings Air dengan ATR 72 berdampak positif sebagai feeder (penghubung) penumpang dan distribusi barang. Para wisatawan ditawarkan kemudahan layanan jaringan penerbangan yang saling terhubung (connecting flight) dengan Lion Air, Batik Air, Malindo Air dan Thai Lion Air member of Lion Air Group.
Dengan armada ini, Wings Air akan menyesuaikan permintaan pasar dan pelanggan dengan didasarkan jarak rute penerbangan, tingkat isian penumpang, memperkuat layanan rute yang sudah ada, rencana pengembangan atau pembukaan rute baru, frekuensi terbang per hari serta operasional bandara, khususnya setingkat kabupaten. ATR 72-600 didesain mampu lepas landas dan mendarat di panjang runway kurang dari 1600 meter.
Baca juga: Lion Air Terima Boeing 737 Max 8 Pesanan Kesepuluh
Upaya Wings Air tersebut dalam mendukung program pemerintah untuk mendatangkan turis dan membantu percepatan ekonomi daerah sejalan dengan pembukaan bandara baru di daerah, sebagai salah satu gerbang wisata. ATR 72-600 dikenal sebagai pesawat baling-baling (propeller) modern dan canggih di kelasnya, antara lain menggunakan teknologi avionik terbaru serta fitur “synthetics runway visions” yaitu sistem yang mampu memberikan bantuan visualisasi runway saat mendarat.
Selain itu memberikan keuntungan karena ramah lingkungan (emisi rendah), bahan bakar lebih hemat dengan efisiensi biaya perawatan. Hingga kini, Wings Air telah terbang ke 110 destinasi dalam dan luar negeri. Untuk jaringan regional, sudah melayani ke Kuching, Malaka di Malaysia. Wings Air memiliki frekuensi yang mencapai lebih dari 350 penerbangan perhari dengan didukung 61 pesawat ATR 72-500/ 600.
Tutup Rute Penerbangan Langsung Jakarta-London, Ada Apa dengan Garuda Indonesia?
Sempat dielu-elukan pada awal pengoperasiannya, kini rute penerbangan Jakarta–London yang dijabani oleh Flag Carrier Garuda Indonesia terancam ditutup pada akhir Oktober mendatang. Hal tersebut dilontarkan langsung pihak Garuda melalui akun Twitternya, bahwa layanan ini dengan berat hati akan ditutup tertanggal 28 Oktober 2018.
Baca Juga: Setelah Penebalan Landasan, Boeing 777-300ER Garuda Indonesia Kini Bisa Terbang Langsung Jakarta-London
Kendati isi cuitan yang diunggah pada tanggal 29 Agustus 2018 kemarin itu menyiratkan kabar tidak sedap, namun maskapai plat merah itu akan kembali mengoperasikan rute Heathrow-Amsterdam-Jakarta sebanyak enam kali penerbangan per pekan.
“Kami ingin memberi tahu Anda bahwa mulai dari 30 Oktober 2018, musim dingin 2018-2019 ini, Garuda Indonesia tidak lagi melayani rute Jakarta–London,” tulis Garuda Indonesia di laman Twitter resminya.
Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, ada banyak spekulasi berkembang yang mengarah pada penutupan rute ini, mulai dari evaluasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengatakan rute ini tidak efektif dan lebih baik ditutup, hingga pernyataan dari pihak internal Garuda yang mengatakan ingin mengoptimalkan rute penerbangan Jakarta–Amsterdam.
Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo mengatakan Menteri BUMN Rini Sumarno telah meminta Garuda Indonesia untuk mempertimbangkan kembali pengoperasian rute penerbangan internasional langsung Jakarta-London. Pasalnya, sejak dibuka pada 31 Oktober 2017 silam, rute tersebut dinilai kurang menguntungkan bagi Garuda.
“Bu Menteri minta untuk ditinjau yang ke London. Itu bukanya April tahun lalu, sudah lebih dari setahun. Daripada merugi di luar, lebih baik di dalam,” ujar Gatot, dikutip dari laman Liputan6.com (1/9/2018).
Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury mengatakan bahwa penutupan rute ini ditengarai karena tingkat keterisiannya yang tidak sesuai dengan harapan. “Untuk itu, kami akan bekerja sama dengan mitra maskapai kami untuk membantu penumpang yang terkena dampak perubahan ini untuk memastikan dapat mengatur ulang jadwal perjalanan mereka dan mengakomodasi kembali melalui rute Amsterdam-Jakarta kami atau penerbangan alternatif lainnya,” kata Pahala dalam keterangannya, Sabtu (1/9/2018).
Dikutip dari laman sumber lain, sebagai bentuk tanggung jawab Garuda Indonesia pasca rencana penutupan rute ini, pihaknya akan membantu masyarakat yang ingin terbang ke Inggris dengan menghubungkan rute penerbangan seluruh maskapai Sky Team Alliance di Amsterdam Schiphol Airport, Belanda.
Baca Juga: Jadi Penumpang Business Class di Boeing 777 Garuda Indonesia, Inilah yang Anda Nikmati
“Bersama dengan mitra agen perjalanan kami, Garuda Indonesia akan bekerja sama dengan penumpang yang terkena dampak untuk perjalanan mereka dan mengakomodasi kembali mereka melalui rute Jakarta – Amsterdam kami atau penerbangan alternatif lainnya,” terang pihak Garuda melalui sebuah pernyataan resmi.
Jika sudah seperti ini, bagaimana nasib armada Boeing 777-300ER yang sebelumnya ditujukan untuk beroperasi di rute penerbangan internasional langsung Jakarta – London? Akankah pesawat berkapasitas 314 penumpang ini ditujukan untuk melayani rute penerbangan internasional lainnya? Ataukah akan dijual kembali?
Seperempat Penduduk Inggris Mabuk di Bandara dan Penerbangan
Penumpang mabuk dalam sebuah penerbangan bukanlah hal yang menyenangkan. Pasalnya penumpang tersebut bisa melakukan apapun, baik itu tindakan kasar atau melontarkan kata-kata yang membuat banyak penumpang panik.
Baca juga: Tangkal Masuknya Penumpang Mabuk, Inggris Perketat Peredaran Alkohol di Bandara
Bahkan di Inggris ditemukan dua pertiga penumpangnya mabuk dan dalam kondisi tidak baik saat berada di bandara maupun penerbangan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thetimes.co.uk (16/8/2018), bahwa jumlah penerbangan yang terganggu oleh penumpang mabuk telah meningkat tahun ini.
“Awal liburan harus menjadi waktu yang bahagia dan santai bagi keluarga. Alih-alih orang dapat dimasukkan ke dalam situasi yang menakutkan dan kadang-kadang benar-benar berbahaya oleh sebagian kecil orang yang minum terlalu banyak dan menjadi mengganggu di pesawat,” ujar Kepala kebijakan Institute of Alcohol Studies, Jennifer Ken.
Dia mengatakan, pemerintah perlu berbuat lebih banyak untuk melindungi penumpang biasa dari para pemabuk yang agresif. Sebab hasil dari studi, ditemukan seperempat penduduk Inggris minum alkohol di bandara.
Tetapi hanya dua persen yang mengatakan mereka minum lebih dari empat macam. Bahkan otoritas penerbangan sipil menyerukan lebih banyak tuntutan terhadap penumpang yang mabuk.
Angka menunjukkan bahwa lebih dari 2000 insiden penumpang yang mengganggu di pesawat antara Januari hingga Juli. Pada tahun 2017 lalu ada 417 insiden dan maskapai penerbangan mengatakan, bahwa jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi, sebab hanya kasus terburuk yang dilaporkan ke CAA.
“Perilaku mabuk dan kasar di pesawat terbang benar-benar tidak dapat diterima. Tidak hanya mengganggu orang lain, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Tuntutan pidana harus dibawa lebih sering untuk bertindak sebagai pencegah,” ujar seorang direktur otoritas, Richard Stephenson.
Sebenarnya penumpang yang ditemukan mabuk dalam pesawat terbang bisa didenda hingga £5 ribu atau Rp95 juta dan dipenjara selama dua tahun karena melanggar navigasi udara. Dalam kasus pesawat terpaksa harus dialihkan dan mendarat darurat, penumpang bisa dikenakan denda £80 ribu atau Rp1,5 miliar.
Bahkan ada tindakan keras yang diluncurkan bulan lalu, dimana penumpang telah diingatkan, bahwa mereka bisa dikenakan denda atau larangan terbang seumur hidup dari maskapai penerbangan jika menyebabkan gangguan. Sebagai bagian dari kampanye yang didukung pemerintah, staf bandara dan maskapai penerbangan serta petugas kepolisian telah mengidentifikasi penumpang yang telah mengonsumsi alkohol dan memperingatkan mereka akan konsekuensi dari perilaku buruk.
Baca juga: Diamankan Karena Berteriak ‘Bom,’ Pria Ini Ternyata Mabuk
Pada bulan Januari, terungkap bahwa para menteri mengusulkan untuk menutup celah yang memungkinkan pub dan bar beroperasi di luar undang-undang perizinan.
“Tidak ada alasan yang jelas mengapa toko-toko dan bar di bandara harus dibebaskan dari aturan lisensi normal ketika orang mabuk di udara adalah risiko keamanan yang jauh lebih besar bagi orang lain daripada orang mabuk di jalan raya,” kata Keen.
Ryanair, maskapai penerbangan terbesar di Eropa, telah menyerukan larangan penjualan alkohol di bandara sebelum pukul 10.00 waktu setempat dan batas dua minuman sebelum terbang.
Jamin Keselamatan Pejalan Kaki, Jaguar Land Rover Uji Sensor Indikator di Moda Otonom
Simpang siurnya pemberitaan tentang moda otonom dewasa ini membuat sebagian kalangan masyarakat menantikan kehadirannya meramaikan jalanan. Namun sejumlah regulasi baru harus segera dibentuk yang dikhususkan untuk mengatur pengoperasian dari kendaraan jenis ini di masa yang akan datang – salah satu yang paling santer diperdebatkan adalah tentang kemampuan si moda untuk membaca situasi di sekitar, terutama yang berkaitan dengan hambatan selama beroperasi.
Baca Juga: Kendati Futuristik, Namun Masih Banyak yang Meragukan Pod Otonom
Dalam menjawab permasalahan tersebut, Jaguar Land Rover punya solusinya! Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (30/8/2018), dilandaskan pada studi yang dilakukan oleh American Automobile Association yang menemukan bahwa 63 persen orang dewasa merasa khawatir jika keberadaannya tidak terdeteksi oleh sistem sensor yang ada di mobil otonom, Jaguar Land Rover merasa ini merupakan satu masalah serius yang akan menghambat laju perkembangan dari mobil otonom.
Perusahaan yang berbasis di Coventry, Inggris ini lalu menambahkan sebuah sensor yang dapat mengisyaratkan kepada para pejalan kaki bahwa dirinya sudah ‘terlihat’ oleh kendaraan tersebut. Sensor ini berbentuk seperti mata, namun perusahaan mengatakan mungkin penambahan sensor ini akan mebuat takut pejalan kaki ketika sensor tersebut sudah mengijinkan pejalan kaki untuk melintas – mungkin indikatornya akan berupa sebuah lampu penyeberangan atau bentuk lain yang hingga kini masih dipertimbangkan oleh perusahaan.
“Diharapkan, ini dapat mengurangi kekhawatiran para pejalan kaki yang takut tertabrak oleh kendaraan otonom,” ujar pihak Jaguar Land Rover. “Hadirnya indikator semacam ini juga dapat menawarkan jaminan psikologis pada setiap pejalan kaki, dimana mereka (para pejalan kaki) akan merasakan seperti melintas di depan kendaraan yang dikendarai oleh manusia, padahal itu otonom,” tandasnya.
Tidak bisa dipungkiri, sudah menjadi satu kebiasaan bagi setiap pejalan kaki untuk melihat ke arah kendaraan yang melaju ketika hendak menyeberang jalan. Ketika mereka sudah mendapat tanda berupa pengurangan laju kendaraan atau si pengemudi yang melambaikan tangan sebagai tanda dirinya sudah boleh menyeberang, hal inilah yang coba disasar oleh Jaguar Land Rover dalam mengembangkan teknologi sensor indikator ini.
Baca Juga: Hadirkan Bus Otonom, DeNA Terbentur Regulasi Tentang Bangku Pengemudi
“Kami sangat paham bahwa tanda-tanda seperti ini merupakan hal vital yang akan berpengaruh dalam perkembangan moda otonom di masa yang akan datang. Melalui uji coba sensor indikator ini, kami ingin mengetahui apakah penambahan teknologi ini dapat memberikan manfaat kepada para pejalan kaki atau tidak. Tapi kami yakin, dengan ditambahkannya teknologi sensor ini pada kendaraan otonom kelak, itu akan mengurangi kekhawatiran para pejalan kaki dan dapat melintasi jalan secara normal.” ujar Future Mobility Research Manager dari Jaguar Land Rover, Pete Bennett.
Saat Petugas Melakukan Hal Tak Perlu, Apakah Ini yang Membuat Penerbangan Tertunda?
Beberapa penumpang kerap mendapatkan adanya petugas yang melakukan hal yang tidak diperlukan. Bahkan mungkin penumpang tidak sadar akan yang dilakukan para petugas itu. Tapi, apakah hal tersebut yang membuat penerbangan tertunda sejenak?
Baca juga: Video Ground Crew Lempar Bagasi Menjadi Viral, AirAsia Minta Maaf
Kalau jawabannya ya, artinya hal tersebut tidak seharusnya terjadi bahkan tidak perlu dilakukan oleh petugas-petugas itu. Memang bisa dikatakan bandara menjadi salah satu lokasi terbesar yang dirancang untuk menciptakan kekacauan terbesar pada saat-saat tersibuk.
Sementara maskapai penerbangan hadir untuk menambah kekacauan itu sembari berusaha untuk melakukan penerbangan pesawatnya tepat waktu dan tidak melakukan keterlambatan agar tidak mengganggu yang lainnya. KabarPenumpang.com melansir dari laman inc.com (28/8/2018), hal tersebut dilakukan maskapai sebenarnya untuk mengumpulkan data statistik dalam ketepatan waktu keberangkatan mereka.
Sedangkan untuk karyawan maskapai penerbangan dan bandara mereka terkadang merasa dilecehkan dan tidak bersemangat. Apalagi jika harus melakukan penanganan bagasi pada dini hari atau waktu subuh.
Beberapa pekerja bandara saat-saat itu banyak yang melakukan sesuatu tanpa basa basi dan seperti bersenang-senang. Sampai seorang penumpang memvideokan serta mengunggahnya di Facebook sehingga viral dan dilihat hampir tiga juta kali oleh warga net.
Bahkan penumpang tersebut menambahkan caption “Inilah sebabnya penerbangan saya begitu lama untuk terbang. Saya khawatir.”
Sebenarnya, alasan pesawat lama lepas landas banyak yang menjadi faktor seperti pesawat dengan lorong tunggal dan disorganisasi penerbangan. Penumpang yang tidak memerhatikan kelompok naik hingga penumpang yang membawa koper besar ke dalam pesawat juga menjadi faktor keterlambatan penerbangan.
Baca juga: Bawa Kabur Bombardier Dash 8 Q400, Nasib Ground Crew Horizon Air Berakhir Nahas
Mungkin banyak yang berpikir pekerjaan ramp bandara adalah main-main karena menunggu proses boarding dilakukan sehingga mereka baru melakukan pekerjaannya. Bahkan petugas yang melakukan pekerjaannya sering di udara dingin, saat gelap hingga situasi kotor yang hanya bisa ditolerir oleh beberapa orang
Tetapi beberapa diantara mereka masih bisa mendapatkan sedikit kesenangan dari pekerjaannya. Namun, berapa banyak orang yang bisa melakukan dan mengatakan hal tersebut setiap hari?
Sempat Mengular, KA Gajayana Priority Kini Berganti Menjadi Luxury
Sampai saat ini mungkin masih banyak warga masyarakat pengguna kereta api yang bingung membedakan Kereta Priority dan Luxury. Bahkan beberapa diantaranya ada yang menyamakan kedua kereta yang dibanderol dengan tarif cukup tinggi tersebut dengan kereta kelas eksekutif biasa.
Baca juga: PT KAI Luncurkan Priority Class di KA Argo Muria, Ini Dia Rinciannya!
Untuk itu, KabarPenumpang.com akan membahas apa perbedaannya dan kapan saja kereta-kereta ini beroperasi. Perbedaan paling utama adalah Kereta Priority merupakan kereta wisata sedangkan Kereta Luxury adalah kereta tidur atau sleeper.
Kedua kereta ini biasanya berangkat dari Jakarta melalui Stasiun Gambir dan menuju kota-kota besar seperti Semarang, Surabaya dan Malang. Namun, untuk Luxury sendiri saat ini beroperasi dari Stasiun Gambir menuju, Semarang, Surabaya dan Malang serta sebaliknya.
Sedangkan untuk Kereta Priority beroperasi dari Stasiun Gambir menuju Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Malang. Tetapi untuk tujuan Malang keberangkatan Stasiun Gambir atau sebaliknya baru saja operasionalnya berakhir.
Humas Kereta Api Wisata (KAWIS), Evi mengatakan, Kereta Gajayana Priority dari Gambir menuju Malang sudah beroperasi mulai Maret 2018 hingga Agustus 2018 kemarin. “Untuk Gambir-Malang berakhir pada 31 Agustus 2018 dan Malang-Gambir pada 3 Septermber 2018 atau tepatnya hari ini.”
Evi mengatakan, dengan berakhirnya periode Kereta Gajayana Priority, maka akan digantikan dengan Luxury yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Untuk tarif, Kereta Priority tak jauh berbeda dengan Luxury dan kursi yang digunakan pun berbeda.
Baca juga: Menjajal Sensasi KA Gajayana “Next Generation” dari Malang ke Jakarta
KA Gajayana Priority sendiri pada awal beroperasi di Maret 2018 kemarin dikenakan harga promo Rp600 ribu dan kemarin sebelum masa berakhirnya dikenakan tarif normal Rp1 juta. Sedangkan untuk kereta Gajayana Luxury sendiri di banderol dengan harga Rp1,4 juta rupiah baik dari Gambir-Malang atau sebaliknya. Keberangkatan dari Gambir pada hari Jumat dan dari Malang pada Minggu.
Meski begitu, bagi pecinta kereta api yang mau menggunakan Kereta Priority saat ini masih ada untuk tujuan Gambir-Bandung (PP) beroperasi setiap hari. Gambir-Yogyakarta (PP) Argo Lawu Priority dalam seminggu ada dua kali perjalanan dan Taksaka Priority satu kali perjalanan yakni Jumat dari Gambir dan Minggu dari Yogyakarta.
Wanita Muda Melahirkan di Peron Saat Akan Masuk ke Lift
Melahirkan di dalam moda transportasi baik darat, laut maupun udara bukanlah hal yang diinginkan seorang ibu hamil. Tetapi jika hal itu terjadi baik ibu yang akan melahirkan dan awak moda transportasi mau tak mau harus mempersiapkannya.
Baca juga: Proses Persalinan Cepat, Inilah Pertama Kali Seorang Bayi Lahir di Kereta Cepat
Baru-baru ini seorang ibu muda yang melakukan perjalanan dari Mumbai ke Lucknow dengan menggunakan kereta Pushpak Express. Wanita 27 tahun itu tiba-tiba merasakan sakit dan mules yang luar biasa saat kereta tiba di stasiun Bhusawal malam hari.
KabarPenumpang.com melansir dari laman ndtv.com (2/9/2018), wanita itu kemudian di bantu turun oleh penumpang wanita lain karena terlihat sangat kesakitan dari dalam gerbong kereta. Kemudian membawa wanita yang akan melahirkan ini dekat dengan petugas dan meminta segera memanggil dokter dari rumah sakit atau klinik di stasiun kereta api.
“Para penumpang mendekati petugas untuk meminta memanggilkan dokter agar menolong wanita hamil itu,” ujar seorang pejabat kereta api.
Wanita hamil itu dibantu untuk masuk ke lift, tetapi belum sempat naik lift, bayi laki-laki dari rahim wanita itu lahir di peron.
“Baru mau masuk ke dalam lift, wanita itu sudah melahirkan di peron,” ujar pejabat kereta itu lagi.
Atas kelahiran bayi tersebut, ibu dan bayinya kemudian di bawa ke rumah sakit setempat untuk mendapat perawatan. Kejadian ini mengingatkan pada awal tahun 2018, dimana seorang wanita yang duduk di kursi prioritas kereta cepat di Jepang mengalami kontraksi akan melahirkan.
Baca juga: Penerbangan Tertunda, Seorang Tentara dengan Mengharukan Lihat Video Istri Melahirkan di Ponsel
Untungnya saat itu ada seorang mantan perawat yang melihat peristiwa tersebut dan membantunya. Tak lama bertanya, air ketuban wanita tersebut pecah dan saat itu kereta berada di antara Stasiun Matsudo dan Kashiwa.
Perawat tersebut melebarkan handuk dan menyuruh wanita itu duduk. Lima menit kemudian, kepala bayi tersebut keluar dan diikuti bagian tubuh lainnya. Peristiwa bahagia ini baru pertama kali terjadi di kereta cepat Japan Rail East.
Makan dan Minum Gratis di Kereta India Bila Tak Diberi Tagihan
Makanan gratis siapa yang tidak mau? Biasanya ini adalah hal yang ditunggu-tunggu setiap orang. Hal ini pula diberlakukan oleh Indian Railways, dimana jika penumpang kereta tidak mendapatkan tagihan untuk makanan atau minuman yang dibeli di setiap stasiun kereta, maka penumpang bisa makan dan minum secara gratis.
Baca juga: Tinggalkan Makanan Beku, Kereta di India Tawarkan Menu Siap Saji dari Resto Ternama
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman economictimes.indiatimes.com (30/8/2018), adanya kebijakan ini merupakan hasil dari taktik overpricing dari vendor. Sehingga penumpang tidak akan tertipu oleh mereka, bahkan IRCTC (Indian Railway Catering and Tourism Corporation) telah memastikan bahwa para penumpang yang membeli makanan dan minuman tidak membayar lebih dari apa yang seharusnya mereka bayarkan.
Diketahui, antara April dan Oktober tahun 2017 lalu, setidaknya ada lebih dari tujuh ribu keluhan adanya pengisian makanan yang berlebih di kereta api. Kelebihan barang seperti makanan di kereta api atau di stasiun adalah masalah terbesar kedua kereta api India.
Adapun kebijakan makan gratis sendiri diberlakukan sejak 31 Maret 2018 kemarin dan ini merupakan awal dari tren baru dimana Indian Railway mewajibkan semua penumpang yang bepergian dengan kereta api meminta tagihan sekalipun hanya secangkir kopi. Hal ini sendiri disampaikan oleh Menteri Perkeretaapian Piyush Goyal yang meminta Indian Railways untuk memastikan bahwa tidak ada tagihan berlebih.
Sehingga saat disediakan pada penumpang, kereta api tidak dapat memanfaatkan kebutuhan tersebut dengan menambah tagihan yang berlebih. Pendekatan yang sama pun telah diterapkan pada kios-kios makanan di stasiun kereta api dan vendor baru-baru ini oleh Indian Railways. Dimana mereka memiliki kewajiban untuk menghasilkan tagihan untuk setiap barang sekecil apapun yang dibeli oleh penumpang.
Baca juga: Tergerus Zaman, Tradisi Bawa Bekal dan Berbagi Makanan di Kereta India Mulai Hilang
IRCTC telah mulai memberi tahu penumpang tentang kebijakan baru melalui situs pemesanan tiketnya. Sebelumnya, IRCTC sendiri sudah memperkenalkan mesin point of sale (POS) untuk billing onboard train. Mesin POS sendiri sudah tersedia di SBC-NDLS Karnataka Express sebagai contoh pertama.
Indian Railways mengatakan bahwa 100 lebih mesin POS akan dihadirkan pada 26 kereta pada fase berikutnya. IRCTC juga mengerahkan para pejabatnya di atas kereta untuk tujuan memantau layanan katering. Para pejabat ini disediakan dengan Tablet (Tab) yang akan digunakan untuk pengumpulan umpan balik penumpang.
