Kirim Hewan Ternak Kini Bisa via Kereta Api? Yuk, Simak Penjelasan KAI Logistik

Angkutan kereta api kini semakin meluas untuk menjangkau ke berbagai daerah dengan mudah dan efisien. Selain angkutan penumpang semakin banyak pilihan untuk melakukan perjalanan ke berbagai tujuan di Jawa dan Sumatra, kini angkutan barang menggunakan kereta api pun sudah semakin banyak pilihannya. Selain menggunakan kontainer, menggunakan kereta api untuk pengiriman barang juga bisa dilakukan dengan cepat yakni dengan kereta parsel cepat (cargo). Salah satunya angkutan cargo yang melintasi jalur Pulau Jawa, seperti lintas utara, tengah, dan selatan. Semakin diminati masyarakat khususnya untuk pengiriman barang melalui jasa ekspedisi yang kemudian diangkut menggunakan kereta api adalah hal yang di prioritaskan terutama yang ingin mengirim barang dengan cepat dan tepat sasaran. Namun, pengiriman yang biasa digunakan kereta api sudah biasa dilakukan oleh masyarakat dengan barang-barang yang sesuai ketentuan dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terutama bidang logistik. Ya, PT KAI Logistik kini membuat terobosan baru dalam hal pengiriman melalui kereta barang. Sesuai informasi yang beredar, bahwa KAI Logistik menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Bogantara Indo Transport (Bogantara) pada Kamis (7/5). Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah awal yang penting dalam pengembangan layanan pengiriman komoditas baru, khususnya hasil bumi dan hewan ternak. Kerja sama ini tentu menandai sinergi perdana KAI Logistik dalam menghadirkan solusi distribusi untuk komoditas pangan strategis secara masif yang selama ini belum banyak dilayani melalui moda kereta api. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan distribusi hewan ternak yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. Yuskal menyampaikan langkah ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk menjadi penyedia solusi logistik terintegrasi. Melalui layanan Kereta Logistik (KALOG) Plus berupaya menghadirkan solusi logistik yang mampu memenuhi kebutuhan pengiriman multikomoditas dalam jumlah besar, termasuk sumber daya pangan hasil bumi dan ternak. Hal ini merupakan komoditas baru yang menantang untuk berinovasi dalam mengembangkan layanan baru termasuk pengembangan gerbong pengangkut khusus berupa kontainer yang dimodifikasi dan disesuaikan untuk pengangkutan dalam jumlah besar. Secara spesifik, operasional akan dipusatkan pada pengiriman dari Stasiun Ketapang, Banyuwangi, menuju stasiun Jakarta Gudang. Meski berawal dari pengiriman sapi, kedua belah pihak membuka peluang lebar untuk memperluas cakupan kerja sama ke berbagai jenis bahan pangan maupun hewan ternak lainnya sesuai dengan dinamika kebutuhan pasar dan mitra bisnis. Penggunaan moda transportasi kereta api untuk pengiriman hewan ternak menawarkan keunggulan kompetitif yang signifikan dibandingkan dengan moda transportasi darat lainnya seperti truk. Dalam satu rangkaian perjalanan, kereta api mampu mengangkut jumlah yang jauh lebih besar. Estimasi kapasitas satu gerbong dapat menampung 14 hingga 18 ekor sapi, sehingga dalam satu kali perjalanan, minimal sekitar 280 ekor dapat terdistribusi secara sekaligus. Yuskal menambahkan bahwa layanan ini menawarkan efisiensi waktu dengan estimasi pengiriman hanya 26 jam, waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan moda darat lainnya yang sering kali dihadapkan pada dinamika kondisi jalan yang beragam. Durasi perjalanan yang singkat ini menjadi faktor krusial bagi kesejahteraan hewan (animal welfare), karena mampu membuat kondisi ternak tetap stabil, minim stres, serta menjaga kesehatan hingga tiba di lokasi tujuan. Sebagai langkah lanjutan, KAI Logistik akan melakukan evaluasi dan pengembangan berkelanjutan terhadap skema operasional dan layanan ini guna memastikan standar kualitas dan keselamatan tetap terjaga. Perusahaan juga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan logistik yang adaptif terhadap kebutuhan industri, sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai solusi distribusi logistik nasional yang efisien, andal, dan berkelanjutan.
Mulai Hari Ini Kereta Pedagang dan Petani Beroperasi, Ini Aturan Barang Dagangan yang Bisa Dibawa

Tembus Pegunungan Karst: Menengok Megahnya Tol Anlai dan Wuzhen, Mahakarya Infrastruktur Cina

Cina kembali membuktikan dominasinya dalam rekayasa infrastruktur ekstrem dengan rampungnya proyek ambisius Jalan Tol Anlai (Anlai Expressway) dan Jalan Tol Wuzhen (Wuzhen Expressway). Dibangun jauh di dalam kawasan pegunungan yang terjal, jaringan jalan bebas hambatan ini tidak hanya menjadi jalur logistik baru, tetapi juga menjadi etalase kekuatan engineering Cina dalam menaklukkan medan geografi yang dianggap mustahil. Bagi para pelancong dan penumpang bus antarkota, melintasi jalur ini menawarkan pengalaman visual yang luar biasa, seolah melayang di atas awan melewati jembatan-jembatan raksasa dan terowongan panjang yang menembus perut gunung. Proyek Tol Anlai dan Wuzhen menjadi sangat krusial karena menghubungkan wilayah-wilayah terisolasi di pedalaman dengan pusat ekonomi. Secara teknis, pembangunan di wilayah ini menghadapi tantangan luar biasa; mulai dari struktur tanah pegunungan karst yang tidak stabil hingga jurang-jurang yang sangat dalam. Solusinya, para insinyur membangun ribuan kilometer struktur viaduct (jembatan panjang) yang menyambungkan satu bukit ke bukit lainnya. Hal ini memangkas waktu tempuh secara drastis bagi penumpang, yang sebelumnya harus melewati jalanan berkelok di pinggir tebing, kini bisa melaju dengan kecepatan tinggi melalui jalur yang lurus dan aman. Tidak hanya soal kecepatan, aspek keselamatan penumpang menjadi prioritas dalam proyek ini. Jalan tol ini dilengkapi dengan teknologi pemantauan struktur secara real-time dan sistem pencahayaan canggih di dalam terowongan untuk mengurangi kelelahan mata pengemudi. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata di wilayah pegunungan, karena akses transportasi darat yang kini jauh lebih nyaman dan efisien bagi bus-bus pariwisata maupun kendaraan pribadi. Mahakarya infrastruktur seperti Tol Anlai dan Wuzhen menegaskan bahwa batasan geografis bukan lagi penghalang bagi konektivitas modern. Bagi industri transportasi penumpang, pembukaan jalur-jalur ekstrem ini membuka peluang baru bagi rute-rute bus antarkota yang lebih cepat dan aman. Cina telah menetapkan standar baru dalam pembangunan jalan tol pegunungan, mengubah lanskap alam yang keras menjadi jalur sutra modern yang mempermudah mobilitas jutaan orang setiap harinya.
Ledakan Penumpang May Day: Cina Catat 1,36 Miliar Perjalanan dan Tren Baru Mudik Bersama Hewan Peliharaan

Usai Tragedi Fatal Terjadi di Bekasi Timur, KAI Akhirnya Menutup 29 Perlintasan Sebidang di Jawa dan Sumatera, Ini Lokasinya

Kejadian yang nahas terjadi pada 27 April 2026 lalu menjadi suatu gambaran peristiwa yang memilukan. Ya, kejadian yang tidak diduga di kawasan Bekasi Timur tersebut, membuat masyarakat tak bisa membayangkan tentang kejadian yang terjadi. Banyak yang menduga bahwa kejadian tersebut berawal dari peristiwa di perlintasan sebidang yakni rangkaian Kereta Rel Listrik di temper sebuah mobil yang berupa taksi online. Akibat kejadian tersebut perjalanan kereta api terhambat. Apalagi di waktu yang hampir berdekatan insiden yang memilukan pun terjadi antara KRL yang menunggu di Stasiun Bekasi Timur dengan rangkaian kereta api jarak jauh (KA Argo Bromo Anggrek yang kini menjadi KA Anggrek). Kejadian tersebut telah merenggut belasan nyawa melayang dan puluhan korban luka berat maupun ringan. Dari peristiwa kelam tersebut, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) melakukan inisiatif terutama pada perlintasan sebidang yang tidak resmi (perlintasan liar) di sejumlah daerah yang menjadi titik lokasi yang dipilih. Sekitar 29 perlintasan sebidang yang menjadi lokasi penutupan oleh KAI guna terhindar dari bahaya yang tidak diinginkan baik dari pengendara lalu lintas maupun menghindari terhambatnya perjalanan kereta api. Puluhan perlintasan sebidang yang ditutup itu dilakukan selama 27 April hingga 9 Mei 2026 dan tersebar di berbagai daerah. Selain itu, KAI juga menyempitkan 5 perlintasan sebidang. Vice President Corporate Communication PT KAI Anne Purba mengatakan, penataan perlintasan dilakukan karena titik pertemuan antara jalur kereta api dan jalan raya memiliki risiko kecelakaan yang tinggi apabila tidak dikelola dengan baik. Menurutnya, setiap titik yang dinilai membahayakan perlu segera ditata agar risiko keselamatan dapat ditekan. Karena karakteristik kereta api memiliki operasional yang berbeda dengan kendaraan darat lainnya, sehingga tidak dapat berhenti mendadak saat melaju. Dan juga kereta api membutuhkan beberapa ratus meter agar bisa berhenti total dengan pengereman yang maksimal. Karena itulah, keberadaan perlintasan liar maupun akses tidak resmi di sekitar jalur rel dinilai berpotensi membahayakan masyarakat maupun perjalanan kereta api. Apalagi saat ini kondisi perlintasan tidak resmi makin terus digunakan oleh masyarakat dengan alasan menghemat waktu dan tidak memiliki akses jalan lain. Jika memang harus melewati perlintasan resmi, para pengendara harus mengakses lebih jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Pembuatan perlintasan liar tanpa izin juga dapat melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 94 Tahun 2018. Tentunya, keselamatan di perlintasan juga membutuhkan kepedulian bersama. Saat perlintasan yang berbahaya telah ditutup, kami mengajak masyarakat untuk tidak membukanya kembali dan tidak membuat perlintasan baru. Dari data yang di informasikan, KAI mencatat penutupan dan penyempitan perlintasan sebidang dilakukan di sejumlah wilayah Daerah Operasi (Daop), mulai dari Daop 1 Jakarta, Daop 2 Bandung, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakarta, Daop 7 Madiun, Daop 9 Jember hingga Divre di Sumatra. Untuk wilayah Daop 1 Jakarta, meliputi KM 58+5/6 lintas Tigaraksa-Cikoya di Banten, KM 42+3/4 lintas Parung Panjang-Cilejit, dan KM 58+3/4 lintas Sukabumi-Gandasoli, Jawa Barat. Adapun lokasi perlintasan sebidang yang ditutup adalah sebagai berikut: • JPL 152 KM 56+202 antara Tenjo-Tigaraksa, • JPL 143 KM 53+285 antara Daru–Tenjo, • JPL 132 KM 49+178 antara Cilejit–Daru, • JPL 187 KM 81+346 antara Rangkasbitung–Jambu Baru, • JPL 176 KM 73+438 antara Citeras-Rangkasbitung, • JPL 168 KM 64+526 antara Maja-Citeras. Di Daop 2 Bandung, KAI menutup satu perlintasan tidak terjaga di KM 71+805 lintas Cireungas–Lampegan. Sementara di Daop 5 Purwokerto, penutupan dilakukan pada akses pejalan kaki KM 325+3/4 di emplasemen Stasiun Patuguran, Kabupaten Brebes. Lalu di Daop 6 Yogyakarta terdapat lima titik penutupan, yakni di lintas Purwosari-Wonogiri KM 6+2/3, KM 17+7/8, dan KM 17+8/9 di Sukoharjo, kemudian KM 525+3/4 JPL 700 lintas Brambanan-Yogyakarta di Sentolo serta KM 528+718 lintas Wates-Rewulu di Bantul. Adapun di Daop 7 Madiun, penutupan dilakukan di KM 214+5/6 Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, KM 191+7 Desa Gampengrejo, JPL 206 KM 127+9/0 di Biluk, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, JPL 203 KM 125+8/9 di Dusun Sanankulon, Kabupaten Blitar, serta JPL 209 KM 130+3/4 di Dusun Kandangan, Kabupaten Blitar. Kemudian Di wilayah Daop 9 Jember, penutupan dilakukan di KM 95+7/8 antara Bayeman-Probolinggo, KM 158+2/3 antara Jatiroto-Tanggul di Kabupaten Jember, serta KM 34+4/5 antara Mrawan-Kalibaru di Kabupaten Banyuwangi. Tak hanya perlintasan sebidang di wilayah Daop Pulau Jawa, KAI juga melakukan penutupan perlintasan sebidang yang tidak resmi di wilayah DivisibRegional (Divre) Sumatera. Untuk Divre I Sumatra Utara menutup perlintasan tidak terjaga di KM 172+100 lintas Tanjungbalai-Kisaran, Kabupaten Asahan. Divre II Sumatra Barat menutup tiga titik, yakni KM 4+400 lintas Bukit Putus-Indarung, KM 12+600 lintas Indarung-Duku di Kota Padang, serta KM 38+9/0 lintas Duku-Lubuk Alung di Kabupaten Padang Pariaman. Sedangkan Divre III Palembang menutup perlintasan liar tidak terjaga di KM 322+7/8 emplasemen Stasiun Prabumulih. Untuk diketahui, saat ini terdapat sekitar 3.674 perlintasan sebidang di berbagai wilayah di Indonesia, dengan 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Dari jumlah tersebut, ditargetkan sebanyak 172 perlintasan dapat ditutup karena kondisi jalan yang terbatas. Sementara 1.638 perlintasan lainnya memerlukan peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap.
Masa Lalu Stasiun Bekasi, Sempat Berstatus Sebagai Halte Besar

Sempat Rusak Akibat Serangan Udara, Iran Mulai Rekonstruksi Jembatan B1 di Karaj

Pemerintah Iran secara resmi telah memulai proyek rekonstruksi Jembatan B1 di wilayah Karaj, yang dikenal luas sebagai jembatan tertinggi di kawasan Timur Tengah. Langkah perbaikan ini dilakukan setelah struktur vital tersebut mengalami kerusakan akibat serangan udara Amerika Serikat yang terjadi beberapa waktu lalu, sebuah insiden tragis yang dilaporkan merenggut 13 nyawa dan melukai lebih dari 100 orang. Proses pembangunan kembali jembatan ikonik ini sepenuhnya dipercayakan kepada tim insinyur domestik Iran. Proyek ini menjadi pertaruhan penting bagi otoritas setempat untuk membuktikan kemampuan teknis dalam negeri dalam menangani infrastruktur kompleks tanpa ketergantungan pada pihak asing. Tim ahli dilaporkan telah berada di lokasi untuk melakukan penilaian struktur guna memastikan keamanan sebelum pengerjaan konstruksi utama dilakukan secara menyeluruh. Jembatan B1 di Karaj bukan sekadar prestasi arsitektur, melainkan jalur transportasi logistik yang krusial bagi konektivitas wilayah tersebut. Tingginya jembatan ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses rekonstruksi, terutama dalam aspek keamanan kerja dan presisi material yang digunakan. Otoritas Iran menargetkan proses pembangunan kembali ini dapat rampung sepenuhnya dalam jangka waktu satu tahun. Pemulihan jembatan ini diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi mobilitas warga dan distribusi barang di Karaj, tetapi juga memulihkan kepercayaan publik terhadap ketahanan infrastruktur nasional. Bagi dunia transportasi internasional, keberhasilan rekonstruksi Jembatan B1 akan menjadi catatan penting mengenai ketangguhan operasional infrastruktur di zona yang terdampak konflik.
Metro Tehran: Dari Jalur Transportasi Jadi Bunker Perlindungan Saat Perang

Kereta Cepat Korea Selatan Resmi Mengular di Uzbekistan: Hyundai Rotem Mulai Ekspansi Global

Hyundai Rotem resmi mencatatkan sejarah baru dalam industri transportasi global dengan meluncurkan layanan kereta api cepat buatan Korea Selatan di Uzbekistan. Melalui kesepakatan strategis yang baru saja diresmikan, Uzbekistan menjadi negara pertama di luar Korea Selatan yang mengoperasikan teknologi kereta cepat canggih berbasis unit jamak elektrik (EMU). Kehadiran kereta ini diharapkan dapat merevolusi konektivitas antar-kota di negara Asia Tengah tersebut, sekaligus memperpendek waktu tempuh antar pusat ekonomi utama. Kereta yang dikirim ke Uzbekistan ini merupakan varian dari platform EMU-250 (K-TX Eum) yang telah teruji di Korea Selatan. Berbeda dengan kereta cepat generasi lama yang menggunakan lokomotif penarik di ujung depan dan belakang, teknologi EMU mendistribusikan tenaga motor di bawah setiap gerbong. Keunggulannya, kereta memiliki akselerasi yang lebih cepat, kapasitas penumpang yang lebih besar karena tidak memerlukan ruang lokomotif, serta lebih efisien untuk jalur rel yang memiliki banyak pemberhentian atau kontur yang bervariasi. Langkah Hyundai Rotem ini merupakan bagian dari visi besar Korea Selatan untuk mengekspor teknologi kereta cepatnya ke pasar global, bersaing ketat dengan dominasi Jepang, Cina, dan Eropa. Bagi Uzbekistan, pemilihan teknologi Korea didasarkan pada rekam jejak keandalan serta kesesuaian teknologi tersebut dengan infrastruktur rel yang ada di sana. Selain pengadaan unit kereta, kerja sama ini juga mencakup transfer teknologi terkait pemeliharaan dan pelatihan operasional, guna memastikan keberlanjutan layanan jangka panjang. Peluncuran ini juga menjadi sinyal kuat bagi negara-negara berkembang lainnya, termasuk di kawasan Asia Tenggara, bahwa opsi penyedia teknologi kereta cepat kini semakin kompetitif. Dengan keberhasilan operasional di Uzbekistan, Hyundai Rotem membuktikan bahwa produk mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan dan standar internasional yang menantang. Bagi para penumpang di Uzbekistan, era baru perjalanan yang lebih cepat, nyaman, dan ramah lingkungan kini telah resmi dimulai.
Hyundai Rotem Luncurkan KTCS-2, Sistem Keamanan Jaringan Kereta dari Korsel dengan Standar Eropa

Stasiun Kalibaru: Pintu Masuk Wisata Menuju Gerbang di Bumi Blambangan

Bagi yang doyan liburan wisata pemandangan alam yang eksotis di wilayah timur Pulau Jawa, daerah ini sepertinya cocok wisatawan dari berbagai daerah. Ya, menggunakan kereta api menuju perjalanan ke daerah Banyuwangi kini sudah tak perlu khawatir lagi dengan kereta api yang melintas. Karena sudah cukup banyak pilihan kereta api yang salah satunya bisa dari Jakarta maupun Bandung secara langsung. Salah satu stasiun yang kini makin ramai dengan pesona wisata dan penumpang yang ingin berlibur dengan suasana yang alam yang eksotik, Stasiun Kalibaru pilihannya. Berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Banyuwangi, stasiun ini merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Stasiun ini berfungsi sebagai penghubung penting antara kota-kota di Jawa Timur dan sekitarnya, melayani penumpang yang bepergian ke dan dari Banyuwangi serta daerah sekitarnya. Stasiun Kalibaru memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perkembangan transportasi kereta api di Indonesia. Dibangun pada masa kolonial Belanda, stasiun ini awalnya berfungsi untuk mendukung pengangkutan hasil bumi dan komoditas lainnya dari wilayah Banyuwangi ke berbagai daerah. Seiring berjalannya waktu, peran stasiun ini berkembang menjadi pusat transportasi penumpang, tetapi juga mempertahankan nilai historis bangunan, menjadikannya salah satu landmark penting di Banyuwangi. Kini, Stasiun Kalibaru terus beroperasi dengan melayani berbagai rute perjalanan, menjadi saksi bisu perkembangan transportasi kereta api di Indonesia. Maka tak heran, semua kereta api yang melintas berhenti di Stasiun Kalibaru. Tak hanya itu, sejak tahun 2016, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daop 9 Banyuwangi membuka layanan angkutan Lori Wisata Kalibaru. Lori tersebut memulai perjalanannya dari Stasiun Kalibaru menuju Stasiun Mrawan dan berakhir di Stasiun Garahan pulang-pergi. Dalam perjalanan sejauh sekitar 20 kilometer ini, penumpang diajak melintasi hamparan perkebunan kopi yang hijau di ketinggian 400 meter di atas permukaan laut. Udaranya yang sejuk serta suasana pegunungan yang tenang akan membuat penumpang merasa rileks sepanjang perjalanan. Selain itu, perjalanan tersebut juga menawarkan pengalaman seru melewati dua terowongan keretaa api, yakni Terowongan Mrawan (690 meter) dan Terowongan Garahan (113 meter). Kedua terowongan tersebut dibangun pada masa pemerintahan Kolonial Belanda awal abad ke-19. Meski saat ini Kalibaru terkesan ‘tenggelam’ dengan pengembangan wisata di kawasan Kawah Ijen atau Pulau Merah, namun daya tarik wilayah yang menjadi gerbang ke Bumi Blambangan dari arah barat ini akan membuat yang berkunjung ke Kalibaru tercengang dan ketagihan. Kawasan Kalibaru memang menawarkan pesona alam yang mengundang decak kagum. Kecamatan yang letaknya di paling barat Banyuwangi ini sudah lama dikenal menjadi pintu masuk ke Kabupaten Banyuwangi dari arah barat melalui jalur selatan yang melewati Kabupaten Jember. Suasana alam yang asri membuat banyak wisatawan betah. Diperkirakan lahan yang dipakai untuk hunian penduduk berkisar 40 persen dari seluruh wilayah di Kalibaru. Sudah sejak lama wisatawan asing, khususnya dari Belanda datang ke Kalibaru. Tak heran, kawasan Kalibaru ini pun berada di ketinggian 428 m di atas permukaan laut. Keadaan tanahnya adalah daerah pegunungan yang sangat subur sebab dikelilingi beberapa gunung, yakni Gunung Gending, Gunung Terong, Gunung Raung, Gunung Gumitir, dan Gunung Menyan sehingga udara terbilang sejuk. Karena dikelilingi gunung, lahannya banyak digunakan untuk perkebunan dan hutan. Tanaman yang dibudidayakan antara lain kopi, coklat, karet, teh, dan pinus. Udara dingin yang berkisar 20 hingga 28 derajat Celcius bisa jadi cocok untuk menjadi pilihan masyarakat urban yang tinggal di kota-kota besar memutuskan berlibur melepas penat dari rutinitas dan bisingnya kehidupan kota besar. Untuk itu, jika ingin berkunjung ke Kalibaru saat turun dari kereta api, pastikan juga untuk menikmati semua pesona wisata yang ada disana serta bisa menginap agar bisa puas menikmati keindahan di Kalibaru. Jika tak bisa menginap, itu artinya belum bisa menikmati keindahan yang sesungguhnya.
Sempat Hancur Dilanda Gempa, Terowongan Mrawan Kembali Kokoh Hingga Ratusan Tahun

Masih Ada yang Lebih Murah, Inilah Daftar Harga ‘Go Show’ pada Perjalanan Kereta Api Sepanjang Mei 2026

Perjalanan kereta api saat ini dinilai lebih efisien dan praktis, tentu penumpang ingin mendapatkan pelayanan dengan harga yang relatif terjangkau. Tak hanya jarak menengah, beberapa di antaranya pada perjalanan kereta api jarak jauh terdapat harga khusus bagi masyarakat yang ingin memesan bahkan pembelian tiket. Selain melalui aplikasi dan laman resmi kai.id, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) pun menyediakan layanan tiket offline, yakni pada pembelian di stasiun-stasiun yang melayani penjualan. Ya, saat pembelian tiket di stasiun, memang sama halnya pada pembelian melalui online. Namun, hanya pada perbedaan mendatangi langsung serta membawa identitas diri untuk verifikasi pencocokan data agar saat melakukan borading sebelum naik kereta api lebih mudah dilakukan. Tapi, keuntungan yang diperoleh saat pembelian langsung atau go show bisa dirasakan masyarakat. Tentunya masyarakat bisa mendapatkan harga tiket lebih murah, jika pembelian dilakukan 2 jam sebelum keberangkatan. KAI telah menyediakan tiket tarif khusus atau tarsus untuk sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh, termasuk dari Jakarta. Program tiket tarif khusus, yang juga dikenal sebagai tiket go show, memberikan peluang bagi penumpang untuk mendapatkan harga lebih murah dibandingkan tarif normal. Syaratnya, kursi masih tersedia menjelang waktu keberangkatan. Manager Humas Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa tiket tarif khusus bisa dibeli dalam waktu dekat sebelum kereta berangkat. Tak hanya pembelian di loket stasiun, masyarakat juga bisa melakukan pembelian melalui aplikasi Access by KAI. Sesuai dengan informasi resmi KAI Daop 1 Jakarta, berikut daftar kereta api tarif khusus go show dari Jakarta Mei 2026, sebagai berikut: • Jakarta (Gambir/Pasar Senen) – Cirebon/Cirebon Prujakan – Kelas Ekonomi: Mulai Rp 130.000 – Kelas Eksekutif: Mulai Rp 165.000 1. Nama kereta tarif khusus go show dari Stasiun Gambir: Argo Bromo Anggrek, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Gajayana, Bima, Taksaka, Sembrani, Brawijaya, Manahan, Argo Sindoro, Argo Muria, dan Purwojaya. 2. Nama kereta tarif khusus go show dari Stasiun Pasar Senen: Gumarang, Senja Utama Solo, Fajar Utama Solo, Fajar Utama Yogyakarta, Senja Utama Yogyakarta, Mataram, Jayabaya, Tawang Jaya Premium, Sawunggalih, Bangunkarta, Singasari, Jayakarta, Majapahit, Bogowonto, Jaka Tingkir, Gajahwong, Menoreh, dan Progo. • Jakarta (Pasar Senen) – Pegaden Baru – Kelas Ekonomi: Mulai Rp 80.000 – Kelas Eksekutif: Mulai Rp 120.000 1. Nama kereta tarif khusus go show: Dharmawangsa, Bangunkarta, Tegal Bahari, dan Kutojaya Utara. Untuk pembelian, tiket kereta tarif khusus go show dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI maupun langsung di loket stasiun. Perlu diperhatikan, tiket kereta api ini hanya tersedia jika kursi masih kosong. Selain itu, tidak semua perjalanan kereta menyediakan tarif khusus. Program ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan mendadak dengan biaya lebih terjangkau. Serta memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan tiket dengan harga lebih ekonomis. Namun perlu diingat, ketersediaan tiket bersifat terbatas dan mengikuti kapasitas tempat duduk yang tersedia.
KA Sangkuriang: Perjalanan Favorit Bandung-Ketapang

Menakjubkan! Inilah Jalur Kereta Api Terindah yang Paling Digemari Penumpang, Mana yang Kalian Suka?

Sudah pasti menyenangkan saat perjalanan menggunakan kereta api berbagai rute khususnya di sepanjang jalur Pulau Jawa memberikan pemandangan yang luar biasa indah. Ya, jalur yang sudah ada sejak jaman Kolonial Belanda ini memang sudah menyuguhkan area atau pun kawasan yang banyak dikenang dan bahkan bisa bernostalgia. Apalagi pemandangan yang disuguhkan bisa membuat hati penumpang yang melihatnya damai dan tentram. Jalur kereta api di Indonesia tak hanya menyimpan nilai sejarah yang luar biasa. Ada banyak jalur kereta api yang menawarkan pesona pemandangan alam nan begitu indah seperti persawahan, pegunungan, bahkan laut. Dengan beragamnya pemandangan indah tersebut, membuat perjalanan kereta api bukan sekadar perjalanan melainkan momen untuk berwisata menikmati pemandangan alam dari dalam jendela kereta api. Tak ada salahnya untuk merayakannya dengan mencoba sejumlah jalur kereta api terindah di Indonesia. Nah, keberagaman panorama yang mengasyikkan saat menggunakan kereta api, kabarpenumpang merangkumnya buat kalian. Yuk, simak rangkumannya berikut ini: • Jalur Kereta Api Purwakarta-Padalarang Dioperasikan sejak 2 Mei 1906 oleh Staatsspoorwegen (SS). Jalur kereta api menjadi primadona sejak zaman kolonial Belanda karena menghubungkan dua kota besar di Jawa yaitu Jakarta dan Bandung dengan lebih singkat. Bahkan pada era tersebut, dijalankan layanan KA Vlugge Vier rute Jakarta-Bandung sejauh 175 km. Di jalur kereta api Purwakarta-Padalarang, kita juga akan melintasi Jembatan Cisomang yang merupakan jembatan kereta api tertinggi yang masih aktif di Indonesia dengan ketinggian hampir 100 meter. Selanjutnya, kita juga akan melintasi Terowongan Sasaksaat yang merupakan terowongan kereta api terpanjang yang masih aktif di Indonesia dengan panjang mencapai 949 meter dan telah beroperasi sejak tahun 1903. Selepas Terowongan Sasaksaat, jalur kereta api Purwakarta-Padalarang akan melintasi jembatan-jembatan tinggi dan panjang menyeberangi lembah seperti Jembatan Cirangrang, Jembatan Cikubang sepanjang 300 meter, Jembatan Cipada, Jembatan Cikurutug, Jembatan Cibisoro, dan masih banyak lagi. • Jalur kereta api Prupuk-Purwokerto-Kroya Jalur ini merupakan salah satu jalur utama lintas selatan Jawa dan sering dilintasi oleh kereta api relasi Jakarta-Yogyakarta PP, Jakarta-Solo PP, bahkan Jakarta-Surabaya PP. Jalur kereta api Prupuk-Purwokerto-Kroya mulai dioperasikan pada rentang tahun 1916 hingga 1917 oleh Staatsspoorwegen (SS). Lintasan antara Prupuk-Purwokerto didominasi pegunungan tepatnya Pegunungan Pembarisan dan kaki Gunung Slamet. Ada beberapa jembatan yang dilintasi seperti Jembatan Tonjong, Jembatan Kali Kalong, Jembatan Kali Glagah, dan Jembatan Kalibelang. Selepas Stasiun Bumiayu, kita akan disuguhkan pemandangan Jembatan Sakalibel yang merupakan jembatan terpanjang di lintas Prupuk-Purwokerto dengan panjang 298 meter melintasi Kali Keruh Bumiayu. Selepas Stasiun Purwokerto, jalur mulai menurun dan cenderung datar. Kita akan melewati Jembatan Sungai Logawa, Terowongan Notog, Jembatan Kereta Api Sungai Serayu Rawalo yang begitu panjang dan indah, serta Terowongan Kembar Kebasen. Semuanya dapat kita nikmati dalam jarak yang berdekatan. • Jalur Kereta Api Pekalongan-Semarang Ini yang tak boleh dilewatkan adalah jalur kereta api Pekalongan-Semarang. Jalur kereta api ini memiliki pemandangan yang cukup beragam mulai dari persawahan, perkebunan, pedesaan, perkotaan, hutan, hingga tepi laut utara Jawa yang menjadi bintang utama jalur ini. Jalur kereta api Pekalongan-Semarang mulai dioperasikan pada rentang tahun 1897-1898 oleh Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) sebagai bagian dari pembangunan jalur kereta api Semarang hingga Cirebon. Paling primadona dari jalur ini adalah mulai dari Stasiun Batang hingga Stasiun Krengseng karena melintasi tepian laut utara Jawa. Beberapa kali bahkan jalur kereta api terlihat begitu dekat dengan laut. Bahkan terdapat Stasiun Plabuan yang menjadi satu-satunya stasiun kereta api di tepi laut di Indonesia yang masih aktif. Jalur di sekitaran Stasiun Plabuan sering dijadikan spot foto oleh para railfans dalam berburu kereta api. • Jalur Kereta Api Blitar-Malang-Bangil Berikutnya yang juga layak kalian coba adalah jalur kereta api Blitar-Malang-Bangil. Jalur ini dikenal juga dengan sebutan jalur kantong dengan segmen utama Kertosono-Bangil karena bentuknya di peta yang menyerupai sebuah kantong. Jalur kereta api Blitar-Malang-Bangil mulai dioperasikan pada rentang tahun 1878-1897. Jalur kereta api Blitar-Malang-Bangil didominasi lintasan pegunungan terutama dari Wlingi hingga Bangil. Selepas Stasiun Blitar, kereta api mulai melintasi jalur dengan pemandangan eksotis seperti persawahan dan perbukitan. Kalian akan melintasi Jembatan Lahor yang merupakan jembatan kereta api terpanjang di jalur ini dengan panjang mencapai 100 meter. Tak hanya itu, jalur kereta api juga melintasi Terowongan Karangkates I sepanjang 741 meter dan Terowongan Karangkates II sepanjang 440 meter antara Stasiun Pogajih dengan Stasiun Sumberpucung. Kita juga akan disuguhkan pemandangan Bendungan Ir Sutami yang kokoh dari kejauhan. • Jalur Kereta Api Jember-Ketapang Terakhir menuju paling ujung timur Pulau Jawa, wajib kalian coba sekali seumur hidup adalah jalur Jember-Ketapang. Sesuai namanya, jalur kereta api ini menghubungkan wilayah Jember dengan ujung timur Jawa yaitu Banyuwangi. Jalur kereta api Jember-Ketapang mulai dioperasikan pada rentang tahun 1897 hingga 1903 oleh Staatsspoorwegen (SS). Seperti wilayah Jawa Barat, jalur ini juga memiliki liukan yang melintas perbukitan antara Stasiun Kotok-Kalisat-Ledokombo-Sempolan. Tak hanya itu, saat memasuki lintasan pegunungan kalian bisa merasakan saat naik kereta api dengan menyusuri Terowongan Garahan dan Terowongan Mrawan. Selanjutnya, kereta api semakin menderu melintasi hutan dan perbukitan Gunung Gumitir dengan melalui beberapa jembatan tinggi dan panorama kebun kopi di kejauhan. Salah satu ciri khas dari jalur ini juga terdapat banyak pohon kelapa yang nyiur melambai sehingga menambah eksotisme lintasan kereta api Jember-Ketapang. Jika kalian mau berwisata di Banyuwangi, maka kalian dapat turun di Stasiun Banyuwangi Kota yang lebih dekat dengan kota Banyuwangi. Namun, jika ingin menyeberang ke Pulau Bali, maka dapat turun di Stasiun Ketapang dan berjalan kaki menuju Pelabuhan Ketapang.
Nagreg, Mengenal Stasiun Kereta Aktif Tertinggi Di Indonesia

Cegah Kecelakaan Kereta Api, BRIN Terus Kembangkan Riset Secara Tepat dan Nyata

Sebagai transportasi yang paling digemari masyarakat, kereta api adalah satu-satunya transportasi yang paling praktis dan efisien. Kenyamanan dan keamanan pun dirasakan masyarakat yang biasa beraktivitas setiap harinya. Bahkan menggunakan kereta api, bisa menghemat waktu karena terbebas dari kemacetan. Selain itu teknologi yang digunakan kereta api, kini sudah semakin canggih. Kemajuan teknologi pada dasarnya sudah ditingkatkan pada kereta api itu sendiri. Tak hanya itu, infrastruktur seperti sinyal maupun rel juga kini sudah makin canggih, namun tetap dilakukan pengecekan secara berkala. Namun bila terjadi risiko yang menyebabkan fatal, pengecekan dan pemeriksaan harus secara detail dan terperinci. Tak hanya pemeriksaan dari pihak PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI), tapi dari pihak luar justru dapat memperlancar pengecekan agar bisa diketahui hasilnya secara akurat. Seperti halnya pada kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek yang menabrak kereta rel listrik (KRL) di Bekasi Timur pada Senin (27/4) lalu. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji teknologi bantalan rel berbasis karet komposit untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan transportasi umum kereta api. BRIN telah berkontribusi dalam desain dan riset sistem kereta api, termasuk pada kereta LRT dan kereta di jalur Makassar–Parepare, Sulawesi Selatan. Selain itu, riset juga dilakukan pada material seperti bantalan rel berbasis karet komposit untuk meningkatkan keselamatan dan umur pakai infrastruktur kereta api. BRIN juga mengembangkan sistem keamanan lintasan kereta api, termasuk bagaimana sistem proteksi dapat terintegrasi secara otomatis dengan masinis. Selain itu, mereka juga mengkaji dampak medan magnet dari lokomotif terhadap kendaraan di sekitar lintasan. Medan magnet yang besar berasal dari sistem kelistrikan lokomotif, sehingga perlu dikaji metode netralisasi agar tidak mengganggu kendaraan lain. Pentingnya riset mengenai netralisasi medan magnet yang ada di sekitar lintasan rel kereta api agar tidak mempengaruhi kendaraan yang lewat di sekitarnya. Jadi, medan magnet yang besar itu dihasilkan oleh kereta api yang mau lewat. Karena sumber di lokomotif itu besar sekali listriknya, magnetnya itu terhantar sampai ke kereta api di depannya. Terkait hal tersebut tentu BRIN dapat mengkaji atau meriset bagaimana untuk netralisasi medan magnet di sekitar lintasan kereta api itu supaya tidak mengganggu lalu lintas mobil yang akan lewat. BRIN juga mengemukakan, ekosistem perkeretaapian yang sangat beragam tersebut menjadi bahan kajian bagi para peneliti. Mereka juga tengah melakukan revitalisasi kerja sama dengan PT Industri Kereta Api (INKA) di Madiun, Jawa Timur, untuk memperkuat kolaborasi di sektor tersebut. Tentunya, BRIN tidak hanya fokus pada riset teknologi, tetapi juga mencakup aspek hukum, sosial, dan kebijakan, guna memberikan solusi komprehensif bagi berbagai tantangan nasional.
Mengenal Sistem Persinyalan Kereta Api di Indonesia, Ini Cara Kerjanya

Memantau Seluruh Pergerakan Kereta Api Lewat Pusat Pengendali, Begini Cara Kerjanya

Tak sekadar berjalan di atas rel yang membentang, kereta api tentunya membutuhkan pendampingan dan pemantauan setiap gerakan yang dilakukan. Masinis sebagai operator yang menggerakkan laju kereta api tentu sudah mendapat perintah dari pengendali pusat yang selalu update. Informasi yang diberikan juga dijelaskan oleh tim yang bekerja mengendalikan seluruh jalur kereta api di wilayah masing-masing. Seperti halnya wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta yang memiliki perjalanan kereta api sangat padat. Karena saat memasuki perkotaan, pertemuan mulai dari kereta api jarak jauh hingga lokal sampai dengan komuter di pantau dan di atur oleh satu pengendali yang terpusat di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Ya, Pusat Pengendali Operasi atau OCC (Operation Control Centre) Manggarai yang merupakan sistem centralized operation berupa CTS (Centralized Traffic Supervised) yang berguna untuk memonitor seluruh pergerakan kereta dan kesesuaian jadwal kereta antara planning dan actual di seluruh Daop 1 Jakarta. OCC Manggarai yang berupa CTS, tidak memiliki akses untuk mengontrol sistem persinyalan yang dilakukan di setiap stasiun. CTS ini hanya dapat menyupervisi sistem persinyalan di seluruh stasiun yang terkoneksi ke OCC. OCC Manggarai ini merupakan terbesar dan tercanggih di Asia Tenggara. Dalam sistem perkeretaapian, OCC berfungsi melakukan monitoring perjalanan kereta api secara terpusat, sehingga keamanan dan ketepatan waktu, serta jumlah perjalanan kereta menjadi sangat optimal. Dibangun oleh PT Len Industri (Persero), OCC Manggarai ini merupakan yang ke-5 dari 9 unit OCC yang harus ada di Pulau Jawa, sehingga semua perjalanan kereta di Pulau Jawa bisa dimonitor secara terpusat. Selain itu, memiliki tingkat kompleksitas tinggi yang memadupadankan berbagai sistem interlocking yang ada saat ini di Jakarta, menjadi 1 tampilan dalam sebuah layar supervisi. Keunggulan dari sistem proyektor adalah memiliki life time yang lebih panjang dari pada sistem monitor LED yang digunakan pada sistem existing saat ini. Kemudian tampilan status layout stasiun yang muncul pada sistem existing belum terintegrasi antar penyuplai sistem interlocking, masih bawaan vendor (asing) masing-masing yang berbeda-beda. Dalam situasi tidak normal atau darurat seperti gangguan sinyal, kerusakan jalur, atau kondisi cuaca ekstrem, Pusat pengendali berfungsi sebagai “otak” pengelolaan operasional perjalanan kereta api serta pusat komando untuk mengambil keputusan cepat dan tepat guna meminimalkan dampak terhadap perjalanan kereta api. Bekerja 24 jam tanpa henti tentu saja untuk memastikan bahwa setiap perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan aman dan tepat waktu. Dalam hal penyampaian informasi, tim di Pusat Pengendali berkomunikasi langsung dengan petugas lapangan, seperti masinis, petugas stasiun, dan teknisi, untuk memastikan tindakan perbaikan atau penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Dalam situasi tertentu, mereka dapat mengatur ulang lintas perjalanan dan jadwal keberangkatan agar operasional kereta api tetap berjalan meski terjadi gangguan. Bersama tim pelayanan penumpang, Pusat Pengendali memastikan informasi terkini terkait gangguan dan jadwal alternatif segera disampaikan kepada penumpang untuk mengurangi ketidaknyamanan. Tentu dengan kerja keras dan dedikasi para petugas di pusat pengendali, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) berkomitmen memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat. Kesiapan dalam menangani situasi tidak normal adalah bagian dari upaya KAI untuk memberikan layanan terbaik kepada penumpang.
Mengenal Sistem Persinyalan Kereta Api di Indonesia, Ini Cara Kerjanya