Sepeda masuk ke dalam gerbong kereta jelas sudah biasa, dan memang diperbolehkan, namun syaratnya adalah sepeda lipat. Lantas bagaimana dengan sepeda konvensional yang tidak bisa dilipat, apakah tak mungkin masuk ke dalam gerbong kereta? Jika gerbong kereta biasa jelas masuknya sepeda ukuran standar bisa membuat repot, lantaran kompartemen gerbong yang sangat terbatas. Tapi lain hal dengan kereta di Tokyo ini
Baca juga: Swytch Conversion Kit, Ubah Sepeda Konvensional Jadi Sepeda Listrik
Baru-baru ini di Jepang tepatnya Tokyo diluncurkan gerbong kereta yang dibuat untuk sebuah rangkaian kereta khusus pengguna sepeda. Dimana nantinya para pengguna sepeda tidak lagi perlu repot dengan melipat bahkan membongkar sepeda mereka.
KabarPenumpang.com melansir dari laman japantoday.com (5/12/2017), kereta ini diluncukan oleh East Japan Railway Co pada Senin (4/12/2017) layanan kereta khusus ini, akan mulai digunakan masyarakat pengguna sepeda pada Januari 2018 mendatang. Kereta tersebut hadir setiap akhir pekan dan akan menghubungkan Ryogoku di Tokyo ke berbagai kota pesisir di Semananjung Boso.
Salah satu tujuan terpopuler pengguna sepeda yakni di Prefektur Chiba. kali ini, perusahaan telah mengubah kereta komuter menjadi Basis Sepeda Boso dalam enam gerbong yang mampu menampung 99 sepeda. Uniknya, setiap kursi penumpang di kereta memiliki tiang untuk meletakkan sepeda.
“Kami berharap banyak orang akan menikmati perjalanan bersepeda di sekitar semenanjung,” kata seorang juru bicara East Japan Railway.
Untuk menggunakan gerbong ini, penumpang perlu memesan tempat duduk setidaknya lima hari sebelum keberangkatannya. Tak hanya itu pihak operator mengatakan, tarif tiket pulang-pergi-pulang mulai dari 6.500 yen.
Baca juga: Yuk Bersepeda, Mengurangi Polusi Sembari Membakar Kalori di Tubuh
Di Indonesia, sepeda masuk kedalam kereta pun harus dilipat, sebab tidak ada tempat luas untuk menyimpan sepeda tersebut. Sedangkan di Australia tepatnya di kota Victoria, sepeda yang masuk juga harus dilipat dan jika membawa sepeda yang biasa bisa masuk dalam gerbong bila ruang tersedia. Bagi pengguna kereta jarak jauh dari Albury, Bairnsdale, Shepparton, Swan Hill atau Warrnambool, sepeda Anda harus diperiksa di sebuah stasiun staf minimal 30 menit sebelum layanan Anda berangkat.
Sebuah kereta MRT di East-West Line tersambar petir dan terhenti di dekat stasiun Bedok, Singapura sekitar pukul 16.00 waktu setempat pada Senin (20/11/2017). Alhasil, kereta lain yang hendak melintasi Tanah Merah dan Paya Lebar tertunda keberangkatannya lebih dari 10 menit. Untungnya, insiden yang disebabkan oleh alam ini tidak memakan korban jiwa, dan operator dengan sigap menindaklanjuti kecelakaan tersebut, sehingga jadwal kereta lain tidak terganggu lebih parah lagi.
Baca Juga: Terowongan MRT di Singapura Kebanjiran? Ini Dia Penyebabnya!
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (21/11/2017), Vice-President of Corporate Communications SMRT, Patrick Nathan mengatakan bahwa penumpang yang berada di dalam kereta MRT tersebut diturunkan di stasiun Bedok dan modanya ditarik oleh dinas setempat untuk kepentingan penyelidikan. Sesaat setelah kejadian tersebut, sang kapten kereta mengeluhkan mati rasa dan nyeri dada.
Untuk penanganan lebih lanjut, sang kapten kereta dibawa ke Rumah Sakit Umum Changi untuk mendapatkan pengananan medis. Patrick mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki insiden kereta tersambar petir ini lebih dalam. Memang, tidak bisa dipungkiri bahwa kereta yang berjalan di permukaan tanah berpeluang untuk tersambar listrik kapan saja, namun operator SMRT mengatakan bahwa penumpang yang berada di dalam rangkaian kereta akan tetap aman.
Ini dikarenakan gerbong kereta dilindungi oleh Faraday Cage, sebuah ‘kandang’ yang dibentuk oleh bahan konduktif yang dapat menghambat arus listrik, baik itu yang ditimbulkan oleh petir maupun gesekan elektrik lainnya. “Jika kereta tersambar petir, Faraday Cage akan mengantarkan arus listrik di luar gerbong tanpa melewati bagian dalam,” papar Patrick.
Tidak hanya kereta, beberapa moda transportasi lain juga diketahui menggunakan Faraday Cage untuk melindungi para penggunanya, seperti mobil dan pesawat terbang. Dapat dibayangkan jika moda-moda transportasi seperti pesawat terbang tidak dilengkapi dengan Faraday Cage, tentu akan sangat berbahaya bagi para penumpang dan kru udara. Pesawat yang mengudara tinggi berpotensi lebih besar tersambar petir ketimbang moda-moda lain yang ada di darat.
Baca Juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan
Sebelumnya, pada 11 Mei 2016 juga SMRT yang berada di North-South Line juga pernah tersambar petir dan sempat lumpuh sesaat. Alhasil, SMRT layanan selatan yang menghubungkan Yishun dan stasiun Yio Chu Kang sempat terganggu dan tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu. Entah berkaitan atau tidak, satu jam sebelum kejadian yang terjadi pada hari Senin sore tersebut, sebuah alarm sempat berbunyi di stasiun Clementi di East-West Line. Namun, polisi yang menangani kasus ini mengatakan bahwa itu adalah sebuah alarm palsu.
Perusahaan konglomerat asal Korea Selatan, Samsung mengumumkan telah menyelesaikan demonstrasi pengadaan koneksi 5G pada sebuah kereta di Jepang. Demonstrasi ini merupakan bentuk kemitraan Samsung dengan salah satu operator telekomunikasi asal Jepang, KDDI, dimana dalam demonstrasi tersebut, kecepatan internet mencapai kecepatan maksimal 1,7 Gbps (Gigabyte per second, baik handover downlink maupun uplink. Pengujian ini merupakan solusi 5G pra-komersial Samsung yang menggabungkan router 5G, unit akses radio 5G, virtualized RAN (vRAN), dan virtualized core.
Baca Juga: Jaringan 5G Untuk Sistem Transportasi, Dianggap Masih Terlalu Mahal
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman zdnet.com (3/12/2017), kereta yang menjadi kelinci percobaan tersebut melaju diantara dua stasiun di Saitama itu dengan kecepatan 100km/jam, dengan masing-masing stasiun berjarak 1,5km. Menurut Samsung, tes tersebut menunjukkan bagaimana koneksi 5G dapat digunakan oleh penumpang kereta berkecepatan tinggi, termasuk backhaul untuk on-board Wi-Fi, dan untuk meningkatkan layanan hiburan bagi para penumpang dan layanan informasi dengan keamanan dan analisis yang ada.
“Bekerja sama dengan Samsung, KDDI telah membuka kemungkinan untuk model bisnis vertikal 5G baru, seperti yang akan dipasang di kereta berkecepatan tinggi,” tutur Yoshiaki Uchida, pejabat eksekutif senior di KDDI. “Dengan adanya koneksi 5G, diharapkan dapat membawa layanan perkeretaapian ke dimensi baru, keberhasilan demonstrasi ini merupakan tonggak penting yang menunjukkan bahwa komersialisasi jaringan 5G sudah dekat,” imbuhnya.
Melalui Yoshiaki, KDDI berencana untuk meluncurkan jaringan 5G ini pada tahun 2020 mendatang. Selama rentang waktu peluncuran tersebut, KDDI akan terus melakukan pembenahan dan menguji setiap kemungkinan yang akan menghambat pengoperasian jaringan ini di masa depan. Diketahui, Samsung juga telah bekerja sama dengan SK Telecom dalam uji coba 5G ini, dimana pada bulan September kemarin, Samsung mengumumkan telah melakukan serah terima pertama antara spektrum 2.6GHz dan 28GHz di jaringan 4G LTE dengan spektrum 3.5GHz di jaringan 5G.
Jika program pemasangan jaringan 5G di kereta ini berhasil pada tahun 2020 mendatang, maka penumpang tidak akan lagi dilanda kebosanan selama dalam perjalanan. Untuk di Indonesia sendiri, kehadiran jaringan 5G memang bisa dibilang terlalu muluk-muluk, mengingat keberadaan WiFi onboard di kereta saja belum kunjung terealisasi hingga kini.
Baca Juga: Sejumlah Masalah Hadang Penerapan WiFi Onboard di Kereta? Ini Dia Jawabannya!
Sudah barang tentu, kehadiran WiFi onboard dalam kereta sudah diidam-idamkan para pecinta kereta sejak lama. Dapat dibayangkan jika perkeretaapian Indonesia menggunakan layanan Free WiFi onboard, tidak akan ada lagi yang namanya waktu terbuang selama dalam perjalanan. Para pekerja kantoran juga tetap dapat mengakses jaringan internet selama dalam perjalanan, sehingga mereka bisa tetap melanjutkan pekerjaan.
Setiap orang pasti mendambakan yang namanya hidup sehat, begitu pula yang dialami oleh beberapa orang yang mengidap penyakit turunan atau bawaan sejak lahir. Sebut saja Marc Wübbenhorst dari kota Biefield, Jerman Barat yang mengidap sebuah penyakit langka yang mengharuskannya minum 10 kali lebih banyak dari kebanyakan orang normal. Dua liter air putih sehari merupakan anjuran bagi orang normal, namun bagi Marc, ia harus meminum 20 liter air setiap harinya!
Baca Juga: Nissan Garap Prototipe Sistem Anti Dehidrasi Untuk Pengemudi
Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman health24.com (3/12/2017), pria berusia 35 tahun tersebut diketahui mengidap penyakit Diabetes Insipidus sejak lahir. Penyakit tersebut merupakan penyakit yang sangat langka, bahkan, dari keseluruhan warga Negeri Bavaria, hanya 60 orang saja yang mengidap penyakit ini. Namun, jangan terjebak dengan penamaannya, penyakit ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan penyakit diabetes.
Dikutip dari laman alodokter.com, terjadinya Diabetes Insipidus dikarenakan gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Alhasil, produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengidap penyakit ini akan selalu merasa haus dan minum lebih banyak karena berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang.
Betapa mengerikan jika pengidap penyakit langka ini tidak mengimbangi asupan cairan dengan jumlah yang mereka keluarkan, tentunya akan berakibat sangat fatal. Seperti halnya dengan Marc, jika ia tidak minum air putih selama dua jam, maka ia akan merasa lemas yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan jiwanya. “Selama hidup saya, saya tidak pernah tidur lebih lama dari dua jam pada satu waktu,” papar Marc.
Bahkan, yang lebih mengerikannya lagi, Marc pernah hampir kehilangan nyawanya saat naik kereta api di masa lampau. “Kala itu saya lupa membawa botol minum saat naik kereta, dan berusaha ke toilet untuk minum air keran, tapi sayangnya keran tersebut rusak,” kenangnya. Pertanda awal Marc mulai dehidrasi sudah muncul, dan untungnya, ia bertemu dengan seorang teman yang segera menyediakan air untuk Marc. “Yang saya ingat pada saat itu adalah saya merasa sangat haus,” tukas Marc.
Baca Juga: Selain Banyak Minum, Dehidrasi di Pesawat Bisa Dicegah dengan Cara Ini
Tidak hanya di kehidupan sehari-hari, saat berkendara merupakan salah satu tantangan pengidap Diabetes Insipidus. Mereka harus segera membuang asupan cairan di dalam tubuhnya dan mengisinya kembali dengan banyak minum. Bagaimana jadinya jika kendaraan yang mengangkut pengidap Diabetes Insipidus tidak menyediakan toilet? Atau stok air yang mereka bawa sudah habis di tengah jalan? Silakan Anda simpulkan sendiri apa yang terjadi selanjutnya.
Sebagai negara yang terkenal dengan kegilaan masyarakatnya akan kereta api, Jepang kini menghadirkan sebuah terobosan yang dipercaya dapat lebih memanjakan para maniak kereta tersebut. Diketahui, operator kereta di Negara Matahari Terbit tersebut memiliki jaringan kereta api yang sangat luas, namun mulai kekurangan target pasar mereka. Kehadiran layanan kereta mewah ini diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat orang-orang untuk naik kereta, walaupun dengan harga yang cukup fantastis.
Baca Juga: Java Nacht Express, Layani Jakarta – Surabaya, Inilah Kereta Mewah Pertama di Indonesia
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman asia.nikkei.com (23/11/2017), para penumpang yang sudah menjajal wahana baru ini mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak operator. “Semuanya bagus, mulai dari pemandangan hingga live music yang disuguhkan selama perjalanan,” ujar salah satu penumpang pria yang sudah pernah mengular dengan kereta yang bernama The Royal Express tersebut.
Live Music di Dalam The Royal Express. Sumber: japantimes.co.jp
Layanan kereta mewah ini mulai mengular dari Yokohama menuju Shimoda di ujung Izu Peninsula di Samudera Pasifik. Peluncuran layanan ini merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh Operator Tokyu untuk meningkatkan penggunaan jalur kereta yang dijalankan oleh anak perusahaan mereka, Izukyu, yang menawarkan panorama laut yang indah saat kereta melaju di sepanjang bibir pantai timur. Perjalanan dengan menggunakan The Royal Express aan memakan waktu perjalanan total sekitar tiga jam, termasuk menginap semalam di kota bersejarah.
Kursi dan lantai kayu yang mendominasi bagian kabin penumpang layaknya hotel mewah berbintang, dipadukan dengan penganan menggugah selera akan semakin melengkapi perjalanan luxury Anda bersama orang-orang tercinta. “Kami juga pernah menikmati perjalanan serupa ketika mengendarai Seven Stars di Kyushu,” ungkap istri sang penumpang tadi, sembari merujuk pada layanan kereta mewah lain di Jepang.
Interior Gerbong The Royal Express. Sumber: japantimes.co.jp
Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba menjajal layanan superior dari The Royal Express, pastikan Anda mengantongi modal sebesar 25.000 yen atau yang setara dengan tiga juta rupiah untuk paket perjalanan termurah, dan 35.000 yen atau setara dengan Rp4,2 juta untuk paket perjalanan termahal. Harga tersebut sudah termasuk tiket pulang-pergi, biaya menginap semalam di hotel hot-spring tradisional ala Jepang, dan tiket masuk ke beberapa lokasi wisata.
Baca Juga: Tengok Kemewahan “Venice Simplon – Orient Express, Kereta dengan Tarif Mulai Rp44 Juta
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang hendak mencoba layanan super mewah ini, pihak operator membatasi hanya 100 kursi dalam sekali perjalanan. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mencoba perjalanan wisata dengan menggunakan kereta luxury ini?
Dalam pengembangan dan implementasi proyek Mass Rapid Transit (MRT), selain dukungan pendanaan dan teknologi, sisi lain yang sangat penting adalah payung hukum yang menaungi pengerjaan proyek serta pemanfaatannya kelak. Terlebih pada fase II yang menghubungkan lintas Timur-Barat (Cikarang – Balaraja) secara penuh mengandalkan koridor di bawah tanah.
Baca juga: Silvia Halim – Srikandi di Balik Konstruksi MRT Jakarta
Terkhusus tentang penggunaan ruang bawah tanah, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar menyebutkan pihaknya membutuhkan tiga payung hukum yang sangat diperlukan untuk pengembangan MRT. “Tiga payung hukum itu sekiranya bisa menjadi rancangan peraturan yang kelak dapat disahkan oleh pemerintah dan DPRD,” ujar William kepada KabarPenumpang.com di Balai Kota hari ini (5/12/2017).
Ia menyebutkan tiga rancangan peraturan yang dimaksud, yang pertama adalah Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan ruang bawah tanah, lalu yang kedua adalah Undang-Undang Pertanahan yang menjadi wilayah Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dan yang ketiga adalah Revisi Undang-Undang tengan Ibukota yang akan menjadi bahasan Kementerian Dalam Negeri. Willian menambahkan, kesemua yang disebut di atas menjadi ranah para pemangku kebijakan, dan berharap payung hukum yang memadai bisa ditelurkan untuk menunjanhg pengembangan MRT.
Pada prinsipinya, ruang bawah tanah terbagi menjadi dua, yakni ruang bawah tanah dangkal dan ruang bawah tanah dalam. Dangkal sama dengan ruang di bawah permukaan tanah sampai dengan kedalaman 10 meter. Di ruang bawah tanah dangkal ini antara lain boleh untuk pembangunan MRT, parkir/pondasi gedung, jalan, perdagangan (mall) dan jasa.
Baca juga: Box Girder MRT Jakarta Terakhir Sambungkan Jalur Lebak Bulus-Bundaran HI
Sementara ruang bawah tanah dalam, adalah ruang tanah yang kedalamannya melampaui 10 meter. Ruang tersebut untum pembangunan MRT, jalan, pondasi gedung, yang ini tidak diatur untuk perdagangan/jasa.
Atas kebutuhan pengembangan MRT tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan PT MRT Jakarta akan menyelenggarakan Lokakarya Pemerintahan Bawah Tanah yang akan berlangsung Rabu, 6 Desember 2017 di Balai Agung DKI Jakarta.
Sebuah robot kembali mengambil alih tugas manusia, kali ini berasal dari negara penghasil film Bollywood, India. Berbeda dengan dua robot yang ada di Bandara Internasional Incheon di Korea, kali ini robot yang bernama Flagman beroperasi di pinggir jalan! Tidak hanya wilayah operasinya saja yang berbeda dengan di Korea, Flagman juga memiliki bentuk yang menyerupai sebuah manekin di pusat perbelanjaan. Lalu, apa saja yang dapat dilakukan oleh robot ini?
Baca Juga: Cegah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Indian Railways Adopsi Teknologi Satelit
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman tribuneindia.com (1/12/2017), Flagman tiada henti melambaikan kepada para pengguna jalan di Jalan Raya Nasional Chandigarh-Ambala dekat Lalru, India untuk memberi tahu mereka bahwa sedang ada pekerjaan konstruksi jalan sehingga mereka bisa menghindarinya. Diketahui, Flagman merupakan robot eksperimental pertama yang ditugaskan untuk mengatur lalu lintas di India.
Tak ayal, robot Flagman yang menggunakan sistem sensor inbuilt ini menarik perhatian para pengguna jalan yang melintasi perlintasan tersebut. Tidak sedikit pula pengguna jalan memutuskan untuk mengabadikan momen bersama robot yang beroperasi menggunakan baterai isi ulang ini. Sementara pengguna jalan lain lebih memilih untuk memperlambat laju kendaraan mereka untuk mengambil beberapa foto dari kendaraannya.
Kebanyakan, respon pertama yang ditunjukkan oleh para pengguna jalan ketika melihat robot ini adalah tertawa geli, karena bentuknya yang menyerupai manekin yang didandani ala petugas jalan raya, lengkap dengan rompi keselamatan, helm pengaman, dan kacamata hitam. Tidak lupa, sesuai dengan namanya, robot ini juga memegang sebuah bendera berwarna merah di tangan kanannya. Jika dilihat dari jauh, mungkin para pengguna jalan tidak akan sadar bahwasanya yang sedang mengatur lalu lintas mereka adalah sebuah robot.
Salah satu pejabat dari GMR Expressway, selaku otak dibalik pengadaan robot eksperimental pengendali arus lalu lintas ini mengatakan bahwa kocek yang mesti dikeluarkan oleh perusahaannya mencapai Rs58.000. Ia melanjutkan bahwa penemuan ini akan berguna sebagai pengatur lalu lintas selama masa pekerjaan konstruksi, atau situasi lain yang membutuhkan tenaga tambahan, termasuk kondisi darurat.
Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Timer, Secerdas Apa Sistem Pengaturan Lalu Lintas Baru di India?
“Kemungkinan robot ini dapat membantu untuk menganalisis sebuah kecelakaan, tentunya dengan menambahkan perangkat kamera,” tutur Project Manager dari GMR Company, Iqbal Singh. Iqbal melanjutkan bahwa jika penggunaan robot ini berhasil untuk mengurai kemacetan, tidak menutup kemungkinan robot ini akan digunakan sebagai pengatur lalu lintas di jalur yang padat.
Menempuh perjalanan panjang dengan menggunakan angkutan umum seperti bus memang tidak selalu mengenakkan, apalagi jika rasa ingin buang air kecil mulai mendera. Tidak melulu setiap moda tersebut menyediakan kamar kecil, dan mau tidak mau, Anda harus menunggu bus tersebut berhenti di rest area. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mencegah rasa ingin buang air kecil ini timbul? Berikut KabarPenumpang.com sarikan beberapa tips terkait masalah di atas, dilansir dari laman wikihow.com.
Baca Juga: 6 Tips Ampuh Menahan BAB Saat Perjalanan JauhPastikan Bus Menyediakan Toilet
Ya, seperti yang sudah disinggung di atas, tidak semua bus menyediakan layanan toilet di dalam modanya. Pastikan bus yang hendak Anda tumpangi dilengkapi dengan fasilitas toilet yang dapat memberikan solusi bagi Anda yang ingin buang air kecil.
Cukupi Konsumsi Air Sebelum Berangkat
Janganlah Anda terlalu banyak meminum air saat hendak melakukan perjalanan jauh, terutama minuman yang mengandung kafein dan alkohol, karena kedua minuman yang mengandung dua zat tersebut akan memancing sistem pencernaan Anda untuk bekerja lebih keras dan akan memaksa Anda untuk buang air lebih sering daripada Anda mengkonsumsi air putih.
Pastikan Anda Mengetahui Lokasi Peristirahatan Bus
Ini penting bagi Anda yang baru pertama kali melakukan perjalanan jauh menggunakan bus umum. Tanyakan lokasi peristirahatan bus kepada petugas yang berada di terminal maupun di dalam bus, sehingga Anda dapat memperkirakan pasokan air yang dapat masuk ke dalam tubuh.
Jangan Silangkan Kaki
Jika Anda sudah tidak kuat untuk menahan urine lebih lama lagi, segera kendurkan celana Anda dan duduklah dengan kaki terbuka lebar. Ini akan membantu Anda untuk bisa menahan sedikit lebih lama lagi urine Anda.
Baca Juga: Tips Kenalan “Ampuh” di Moda Transportasi, Intinya Tidak Boleh Dipaksakan!Gunakanlah Toilet Jika Ada Kesempatan
Untuk menghindari penyakit yang mungkin datang karena terlalu lama menahan buang air kecil, ada baiknya menggunakan setiap toilet yang Anda temui.
Alihkan Perhatian Anda
Jika rasa ingin buang air kecil mulai melanda, coba untuk memainkan gadget, baca buku, atau aktifitas lain yang dapat mengalihkan perhatian Anda.
Menghabiskan waktu liburan akhir pekan besama orang-orang yang kita cinta bisa berubah menjadi suatu ‘malapetaka’ jika Anda tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Mulai dari destinasi, rute, hingga moda yang hendak digunakan menjadi beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi kelancaran waktu liburan Anda. Belum lagi jika libur panjang akhir pekan tiba, tentu minat plesir warga di kota-kota besar meningkat dan tidak menutup kemungkinan terjadinya kepadatan di mana-mana.
Baca Juga: Baraya Travel, Dipilih Karena Tak Buat Dompet Merintih
Ambil contoh warga Ibukota yang memilih untuk menghabiskan waktu libur panjang akhir pekan kemarin di daerah Bandung dan sekitarnya. Pantauan langsung KabarPenumpang.com di lapangan menemukan bahwa tiket kereta api dengan destinasi Kota Kembang tersebut sudah habis sejak awal bulan November kemarin. Tidak ada yang memungkiri bahwa Bandung kerap kali menjadi tempat peraduan warga Ibukota yang penat dengan rutinitasnya sehari-hari. Tak pelak, warga Jakarta kehilangan salah satu moda pengangkutnya menuju kota berjuluk Paris van Java tersebut.
Keberadaan shuttle Jakarta – Bandung lalu menjadi opsi cadangan bagi warga Ibukota yang malas berkutat dengan kemacetan yang sudah dapat diprediksi dari jauh-jauh hari. Tidak mesti libur panjang akhir pekan saja, kemacetan yang terjadi di sepanjang tol Cikampek bahkan belakangan ini semakin meradang dengan adanya beberapa proyek di sana. Sebut saja proyek jalan tol Jakarta – Cikampek II (elevated) yang dimulai pada 6 Juli 2017 silam, proyek Light Rapid Transit (LRT) Jakarta – Bekasi Timur, Kereta Cepat Jakarta – Bandung, hingga proyek jalan tol Cibitung – Cilincing menjadi pemandangan baru yang menghiasi sepanjang tol Cikampek.
Padatnya kendaraan yang dipadukan dengan keberadaan empat proyek di atas seolah menjadi mimpi buruk bagi setiap orang yang hendak melintasi jalan dengan gerbang tol terbanyak di Indonesia tersebut (Gerbang Tol Cikarang Utama). “Dulu tidak segini macet, sejak ada proyek itu saja tuh tol jadi makin macet,” ujar pengemudi shuttle Baraya Travel yang melakukan perjalanan dari Sarinah menuju Bandung, Kamis (30/11/2017). Mobil shuttlenya sendiri hanya bisa melaju dengan kecepatan maksimal 10 km per jam, terhitung mulai dari Kuningan hingga Rest Area Tol Cikampek KM 57 arah Bandung. Dengan waktu rehat 40 menitan, total durasi perjalanan yang kami tempuh dari Jakarta ke Bandung hari itu mencapai 8 jam!
Di sini, fatamorgana mulai muncul tatkala penumpang yang merasa kelelahan selama perjalanan lebih mendambakan untuk tiba di rest area ketimbang di Bandung. Bagaimana tidak, para penumpang yang kebanyakan orang kantoran ini tentu sudah merasa kelelahan setelah seharian bekerja dan mereka harus menghadapi kemacetan yang semakin memerah. Wajar jika para penumpang lebih menunggu-nunggu untuk tiba di rest area.
Baca Juga: Menjajal Jakarta-Bandung Menggunakan Shuttle Premium Cititrans
Jalur neraka Jakarta – Bandung via tol Cikampek, opsi terakhir warga Jakarta yang hendak melancong ke Kota Kembang menawarkan estimasi perjalanan kurang lebih tujuh setengah jam. Bagi Anda yang hendak menggunakan mobil pribadi, disarankan untuk membawa bekal cemilan selama perjalanan untuk menghilangkan rasa kantuk karena kelelahan. Dianjurkan juga untuk tidak memaksakan diri untuk berkendara jika sudah mulai lelah dan bisa menggunakan fasilitas rest area yang tersedia. Selain kondisi pengemudi, performa kendaraan juga harus dipastikan prima agar perjalanan Anda senantiasa selamat dan lancar.
Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan mulai di uji coba kelayakannya di Jepang pada 18 Desember 2017 mendatang. Uji coba ini dilakukan untuk mengetes kemampuan kereta baik performa maupun kelaikan kereta tersebut sebelum dihadirkan ke Indonesia untuk digunakan Jakarta tahun 2019 mendatang.
Baca juga: Setelah Uji Coba di Jepang, Satu Set Kereta MRT Jakarta Akan Tiba Maret 2018KabarPenumpang.com merangkum dari laman n-sharyo.co.jp, Nippon Sharyo dan Sumitomo Corporation bekerja sama dengan PT MRT Jakarta untuk memasok 96 gerbong untuk 16 set kereta pada jalur bawah tanah pertama di Indonesia. Fase pertama yakni jalur utar-selatan dari sistem MRT ini memiliki kontrak bernilai 13 miliar yen.
Rangkaian gerbong yang disediakan ini akan mengadopsi Standard Urban Railway System for Asia (STRASYA), sebuah sistem perkeretaapian perkotaan yang dikembangkan oleh perusahaan kereta api Jepang yang bekerja sama dengan pemerintah Jepang untuk mempromosikan sistem transportasi Jepang ke negara-negara Asia. Ide dasar STRASYA adalah mencapai kereta api yang lebih aman dan hemat energi dengan memanfaatkan pengetahuan tentang bagaimana merancang dan membangun wahana yang dapat diandalkan dari jenis yang sudah digunakan di Jepang
Ruang masinis (MRT Jakarta)
Memperkenalkan teknologi ini dapat meningkatkan ketepatan waktu dan stabilitas operasi sekaligus menghilangkan kebutuhan akan perawatan yang sering. Proyek ini merupakan pertama kalinya dalam dua dekade bahwa kereta api buatan Jepang yang baru dibangun akan diperkenalkan ke dalam sistem perkeretaapian Indonesia, di mana kereta api Jepang yang digunakan masih memainkan peran penting.
Proyek ini juga dianggap sebagai proyek unggulan inisiatif Metropolitan Priority Area yang bertujuan memperkuat kemitraan strategis antara Jepang dan Indonesia dan dengan demikian merupakan proyek yang sangat penting dan sangat jelas bagi kedua pemerintah. Nippon Sharyo dan Sumitomo Corporation memiliki track record dalam memasok kereta api secara global, seperti ke Amerika Serikat, Taiwan dan Filipina.
Di Indonesia, kedua perusahaan tersebut sebelumnya telah bermitra dengan perusahaan milik negara untuk bersama-sama membangun dan mengoperasikan perusahaan teknik perkeretaapian, yang telah memberi kontribusi kepada masyarakat melalui alih teknologi dan pengembangan industri perkeretaapian Indonesia. MRT Jakarta berencana untuk memperluas jalur MRT-nya sekitar 8 kilometer ke arah utara dan untuk membangun jalur baru yang melintasi Jakarta di arah timur-barat.
Dengan rencana untuk membangun sistem perkeretaapian baru di kota-kota lain di Indonesia juga dalam pekerjaannya, Sumitomo Corporation berharap dapat memberikan kontribusi lebih lanjut sambil terus memperluas pangsa pasar kereta api negara tersebut. Indonesia mengatakn panjang dari Lebak Bulus hingga ke Bundaran HI sejauh 16 km, tetapi dari garis besar proyek sepanjang 15,7 km atau hampir mendekati angka yang deibrikan oleh MRT Jakarta.
Baca juga: Silvia Halim – Srikandi di Balik Konstruksi MRT Jakarta
Pengiriman pertama kereta-kereta ini sekitar 185 minggu dan satu set kereta akan dikirimkan ke Indonesia pada Maret 2018 dan akan selesai pengirimannya akhir tahun 2018 mendatang. Berikut ini penampakan MRT yang akan siap dibawa ke Jakarta.
Bagian dalam kereta MRT Jakarta (MRT Jakarta)