Tuntutan ekonomi dewasa ini memang meningkat drastis. Lonjakan harga yang terjadi di pasar memaksa semua orang untuk mengeluarkan kocek lebih banyak dari biasanya, sedangkan pendapatan yang diterima oleh pembeli enggan untuk menanjak. Ketimpangan seperti inilah yang akhirnya memaksa sebagian oknum untuk melakukan tindak kriminal, tidak terkecuali pengemudi moda berbasis aplikasi. Walaupun kasus yang terjadi di India ini bukan untuk dicontoh, tapi diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan para pengguna moda transportasi berbasis aplikasi.
Baca Juga: Disebut Ilegal, Layanan Uber Dicabut di Tel Aviv
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman indianexpress.com (30/11/2017), pihak Uber menerima keluhan dari seorang penumpang melalui akun Facebook dengan nama JP Muduli. Dalam postingan di laman Facebook milik Uber, Muduli menceritakan bahwa dirinya memesan taksi menuju Bandara Bangalore pada 24 November silam. Kemudian sang pengemudi menagih bayaran cash kepada Muduli, padahal ia sudah membayar perjalanan tersebut menggunakan Paytm (mobile payment).
Sang pengemudi berdalih uang cash tersebut akan digunakan untuk membayar tol, dan mengatakan bahwa transaksi via Paytm akan dikembalikan dengan cara ditransfer. Karena Muduli juga tengah terburu-buru menuju bandara untuk mengejar penerbangannya, maka Ia pun langsung memberikan uang cash sebesar Rs871 atau berkisar Rp183.000 kepada sang pengemudi dengan tujuan Muduli tidak ketinggalan penerbangannya. Walaupun sempat ragu untuk memberikan uang tunai tersebut, namun Muduli tidak punya opsi lain selain menuruti permintaan si pengemudi.
Setibanya mereka di bandara, Muduli segera meninggalkan Uber tersebut dan menyelesaikan administrasi di bandara. Namun sayang, Muduli menjadi korban penipuan modus baru yang dilakukan oleh oknum pengemudi Uber. Hingga berita di laman sumber terbit, mobile payment senilai Rs871 yang dibayarkan Muduli tersebut tidak kunjung ditransfer oleh sang pengemudi. Sontak nasib sial yang dialaminya langsung dilaporkan ke Uber melalui testimoni di laman Facebook mereka.
“Sebelum masuk gerbang tol, sang pengemudi sempat meminggirkan mobil dan menagih uang cash yang katanya untuk membayar tol. Saya sempat menolak untuk memberikan uang, namun sang pengemudi berkata bahwa tidak bisa melanjutkan perjalanan jika tidak ada uang tersebut,” tulis Muduli di laman Facebook milik Uber. “Setelah sempat bertengkar dengan si pengemudi, dan saya juga tengah dikejar waktu penerbangan yang tinggal 20 menit lagi, maka saya turuti keinginan si pengemudi tersebut,” imbuhnya.
Tidak hanya sampai di situ, kekesalan Muduli semakin memuncak manakala pihak Uber Support menolak bersikap kooperatif untuk menyelesaikan soal penipuan ini. “Mereka (Uber Support) sama sekali tidak membantu, bahkan terkesan melindungi si pelaku dengan tidak membagikan nomornya kepada saya. Yang saya harapkan adalah Uber Support dapat memberikan nomor si pelaku, nantinya biar saya yang menghadapi masalah ini sendiri,” lanjut Muduli dalam tulisan tersebut.
Baca Juga: Tekan Jumlah Kendaraan Pribadi, India Hadirkan Bus Berbasis Aplikasi
Namun, di hari yang sama setelah dirinya memposting keluhan tersebut di laman Facebook Uber, Muduli dihubungi oleh salah seorang pejabat Uber yang langsung mengembalikan saldo sebesar Rs871 melalui Paytm. Kejadian ini merupakan pukulan besar bagi Uber, bagaimana tidak, namanya sebagai salah satu penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi tercoreng akibat ulah oknum pengemudinya. Adanya kejadian ini tentu menambah buruk catatan perjalanan Uber. Yang terakhir adalah laporan seorang wanita yang mendapati sang pengemudi melakukan masturbasi saat mengantarkannya ke bandara di Hyderabad, Kamis (19/10/2017) silam. Alhasil, sang pengemudi ditahan oleh pihak yang berwajib atas tuduhan tindak asusila.
Berada di ujung selatan Benua Afrika, Chapman’s Peak Drive merupakan salah satu pilihan jalan untuk kembali ke kota Capet Town. Jalur ini memiliki panjang sembilan kilometer, jalan dengan pemandangan menakjubkan ini berada di sepanjang pantai Atlantik Afrika Selatan.
Baca juga: Pulau Christmas, Garda Terdepan Australia di Utara, Surganya Jutaan Kepiting Merah
Jika Anda naik ke atas sebuah pohon, maka yang terlihat adalah garis yang berbaris ke selatan Semenanjung Cape. KabarPenumpang.com merangkum dari laman modernghana.com, formasi dari Chapman’s Peak berbentuk kerucut jalan pedesaan di antara padang pasir yang dikelilingi pagar kayu dan dipenuhi kuda.
Saat berada di sisi barat, jalanan yang dilalui memiliki tikungan yang lebih halus dan terlihat Teluk Noordhoek terbentang. Jalur Chappies ini sendiri dibangun antara tahun 1915 hingga tahun 1922 dengan menggunakan tenaga para narapidana.
Chapman’s Peak Drive (www.modernghana.com)
Jalan yang dinamani dengan mana kapten kapal Inggris John Chapman, karena pernah mengunjungi daerah tersebut, tetapi pahlawan sesungguhnya Chapman’s Peak Drive sendiri adalah Sir Nicolas Frederick de Wall seorang administrator pertama provinsi Cape yang gigih mengejar tentang jalan raya saat para insinyur mengatakan hal tersebut tidak bisa.
Sayangnya tebing-tebing indah ini terganggu oleh batuan keras sehingga, para insinyur memilih menempatkan jalanan di tengah gunung. Dimana lapisan granit keras akan memberikan pondasi yang kokoh dan lapisan batu pasir yang lebih lembut dan mudah digali.
Tetapi, tebing batu pasir ini sering menumpahkan ‘serangan’ batuan biasa ke jalan selama 80 tahun pertama dioperasikan. Kemudian atas kejadian jatuhnya bebatuan dari tebing membuat pemerintah daerah setempat mengambil langkah untuk memperbaiki jalanan demi keamanan dan juga memaksa penutupan jalur selama cuaca buruk.
Pada Desember 1999, seorang pengendara motor diketahui tewas akibat batu yang jatuh. Chappies, sebutan untuk jalur Chapman’s Peak ini memakan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikannya.
Tahun 2000 sampai 2003 dan tahun 2009 jalanan ditutup sementara hingga para insinyur menggunakan setiap teknologi baru yang bisa dibayangkan untuk membuat tebing tersebut aman. Karena banyaknya bebatuan yang jatuh, dibuat solusi untuk menghindari ancaman batuan yang terus menerus.
Tak jauh dari tebing tersebut, nampak Teluk Hout yang terlihat sangat berkilauan, sebab garis pantai tebing ini memberikan isyarat bagi para pengunjung untuk berhenti dan menikmati setiap sudutnya. Ini terlepas dari risiko yang dihadapi pada rute tersebut.
Baca juga: Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa
Di jalan tersebut di sebuah tikungan juga terdapat seperti terowongan yang menutupi 155 meter jalur untuk menahan bebatuan yang meluncur dari tebing. Para insinyur memperindah dengan memahat sisi batu tersebut.
Pelanggan yang menggunakan aplikasi Uber baru-baru ini harus menelan ludah akibat ulah pengemudi yang menipu dengan trik baru. Kejadian tersebut terjadi di Bengaluru, India, dimana penumpang harus membayar dua kali saat menggunakan taksi online ini.
Baca juga: Data Penumpangnya ‘Disandera,’ Uber Didesak Untuk Segera Usut TuntasKabarPenumpang.com melansir dari laman timesnownews.com (4/12/2017), berita ini viral di Facebook melalui postingan dari Jp Muduli. Saat itu Muduli yang menggunakan aplikasi Uber menuju bandara diminta pengemudi untuk membayar tiket di gerbang tol dengan alasan akan membatalkan pembayaran melalui Paytm otomatis setelah selesai perjalanan.
Sebab pengemudi saat itu mengatakan sangat membutuhkan uang tunai untuk pembayaran tol. Di postingannya di Facebook Muduli menulis “Di jalan sebelum sampai gerbang tol, pengemudi menghentikan mobil di pinggir jalan dan mengatakan bahwa dia memerlukan uang tunai sebagai mode pembayaran untuk membayar tol. Dan ketika saya tidak setuju, dia mengatakan bahwa tidak bisa melangkah lebih jauh. Saat itu saya benar-benar putus asa karena saya harus mengejar penerbangan dalam 20 menit kedepan.”
Muduli menambahkan, dirinya dan si pengemudi bertengkar hingga akhirnya dia setuju membayar dengan uang tunai karena pengemudi mengatakan akan membatalkan pembayaran Paytm yang akan di transfer kembali ke rekening dirinya setelah 15 menit perjalanan selesai.
Namun Muduli yang sudah menduga sejak awal ada tindakan penipuan, benar saja, sebab di akunnya pengemudi tidak melakukan pembatalan pembayaran setelah selesai perjalanan yang berarti dirinya dikenakan biaya lebih untuk perjalanannya.
Baca juga: Disebut Ilegal, Layanan Uber Dicabut di Tel Aviv
“Setelah menyelesaikan perjalanan yang saya bayarkan dengan uang tunai Rs871 dan juga jumlah yang sama dikurangkan dari saldo Paytm. Sebelum keberangkatan pesawat saya menghubungi customer service Uber dan melaporkan masalah ini. Mereka sama sekali menolak untuk membantu dengan ini, bahkan tidak berbagi nomor kontak pengemudi sehingga saya tidak bisa menghubunginya, “tambah Muduli di posting Facebooknya. Namun akhirnya pihak Uber mengakui masalah ini dan mengembalikan uang tersebut melalui Paytm.
Bandara Glasgow di Skotlandia sepertinya tengah mempersiapkan sebuah pembaruan yang dapat memanjakan para calon penumpangnya. Bandara yang letaknya cukup jauh dari pusat kota ini tengah merencanakan untuk mengadakan kereta bandara yang akan nantinya akan tersambung dengan sebuah travelator. Rencana tersebut dinilai sebagai langkah terakhir ketimbang pemerintah harus membangun sebuah bandara baru yang letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota.
Baca juga: Travelator, Wahana Transportasi Massal Yang Bebas Emisi
Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman eveningtimes.co.uk (5/12/2017), seorang arsitek bernama Maurice Rodger mengatakan bahwa kehadiran travelator di bandara Glasgow tersebut merupakan sebuah solusi terjangkau untuk menghubungkan stasiun kereta bandara dan Bandara Glasgow itu sendiri. Ia mengklaim bahwa pengadaan travelator tersebut akan memotong biaya dari £144 juta menjadi hanya £10 juta.
Maurice yang bekerja untuk ID> A Design telah menyusun rencana kasar untuk membuat stasiun kereta baru yang menghubungkan Bandara Glasgow dengan Wemyss Bay di dekat perumahan keluarga Ferguslie Park di Paisley. Dalam rencana tersebut, Maurice akan menghubungkan stasiun dengan terminal di Bandara Glasgow dengan travelator, dimana ia meyakini bahwa penumpang hanya membutuhkan delapan menit untuk sampai di terminal.
Usulan Maurice ini mulai muncul tatkala rencana pembangunan kereta bandara menuai kritik dari berbagai pihak yang menilai bahwa keberadannya hanya akan memperlambat layanan yang ada. Namun Dewan Kota Glasgow, Susan Aitken mengatakan bahwa rencana jalur kereta yang diusulkan tersebut masih berada di ‘jalur’ yang benar. “Kami akan meninjau ulang pembangunan stasiun tersebut,” paparnya.
Hingga saat ini, Glasgow Prestwick adalah satu-satunya bandara di Skotlandia yang menyediakan fasilitas kereta bandara yang dapat diakses melalui travelator dari dan ke bandara. Rencana pengadaan stasiun dengan travelator yang panjangnya kurang dari setengah jalur trem tersebut diyakini dapat selesai dalam waktu dua tahun. “Ini merupakan gagasan yang sangat sederhana. Saya heran tidak ada yang memikirkannya, “ucap lelaki berusia 71 tahun tersebut.
Baca Juga: Ternyata, Trem Listrik di Jakarta Lebih Dulu Ketimbang di Belanda
Namun, tetap saja rencana yang bisa dibilang sederhana ini menuai banyak pro dan kontra, mulai dari keberadaan lahan, hingga faktor ekonomi yang melatarbelakangi protes tersebut. “Harus ada tim konsultan untuk melihat ke dalamnya. Bercermin pada Bandara Glasgow Prestwick, saya pikir ini adalah ide ekonomi yang sangat sederhana,” tegas Maurice. Untuk masalah lahan, Maurice mengklaim bahwa sebagian besar lahan yang dibutuhkan sudah dimiliki oleh bandara, Network Rail dan Glasgow City Council.
Ada banyak cara yang dilakukan oleh penumpang untuk menghabiskan waktu perjalanan antar negara dengan menggunakan pesawat. Ada yang memilih untuk menikmati pemandangan di luar, ada yang memilih untuk bermain games, hingga tidur selama perjalanan. Ya, memang tidak semua orang dapat dengan mudah untuk tidur selama perjalanan. Beberapa dari mereka mungkin ada yang ketakutan moda yang mereka tumpangi akan mengalami kecelakaan saat mereka terlelap, namun sebagian lainnya memilih untuk tetap memejamkan mata dan tertidur.
Baca Juga: Ini Yang Harus Dilakukan Kala Sakit Punggung Mendera di Perjalanan Jarak Jauh
Tentu saja, tidak ada masalah bagi mereka yang tidak mengalami kesulitan untuk tidur selama perjalanan, namun bagaimana dengan mereka yang mengalami kesulitan tidur? Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au (17/11/2017), ada beberapa tempat duduk yang nyaman dan dapat menunjang Anda untuk beristirahat selama perjalanan. Presiden Chiropractors Association of Australia, Andrew Lawrence mengatakan bahwa posisi yang paling kondusif untuk beristirahat adalah dengan mengganjal tulang belakang Anda dengan bantal.
“Sedikit berbaring dengan bantal di dasar tulang belakang dapat membantu mempertahankan kurva lumbar dan mengurangi tekanan pada persimpangan punggung bawah dan panggul,” ungkap Andrew. “Posisi terbaik untuk berbaring adalah sekitar setengah perjalanan,” tandasnya. Andrew mengatakan bahwa tidak melulu setiap bantal yang diberikan selama perjalanan dapat membantu Anda untuk tertidur.
“Dan yang terbaik adalah bantal penopang leher yang membantu menjaga kepala tetap tegak dan tidak menimbulkan tekanan yang tidak semestinya pada leher,” tutur Andrew. Dari sini, bisa disimpulkan bahwa letak kenyamanan seseorang untuk beristirahat selama perjalanan bukanlah semata-mata dari empuknya bangku atau kelas mana yang Anda pilih, tapi lebih kepada treatment yang Anda lakukan selama perjalanan, seperti penggunaan bantal yang sudah dijabarkan di atas.
Berangkat dari banyaknya kasus penumpang yang tidak bisa beristirahat selama perjalanan, beberapa ahli mencoba untuk menemukan solusi untuk masalah tersebut. Lahirlah Trtl Pillow, sebuah bantal yang dirancang sejak tujuh tahun terakhir yang dikhususkan untuk menunjang seseorang beristirahat di jalan. Bantal yang terbuat dari kain fleecy ini diyakini dapat memberikan kenyamanan lebih pada para penggunanya. “Trtl Pillow sangatlah istimewa, karena dapat menjaga kepala dan leher dalam posisi ergonomis yang lebih baik daripada bantal berbentuk U yang standar,” kata direktur teknis Trtl Pillow, David Kellock.
Baca Juga: 6 Tips Ampuh Menahan BAB Saat Perjalanan Jauh
“Trtl Pillow dirancang untuk memungkinkan Anda bersantai sepenuhnya, sehingga Anda bisa tidur berjam-jam di moda transportasi apapun. Dengan design yang unik, Trtl Pillow memungkinkan untuk menyangga leher Anda dalam kondisi apapun,” tandasnya.
Jika diperhatikan, Trtl Pillow memang berbeda dengan neck pillow kebanyakan. Bentuknya yang menyerupai syal yang berisikan komponen untuk menyangga leher Anda, pihak Trtl Pillow memastikan bahwa penggunaannya akan merasa nyaman dan menunjang untuk beristirahat. Jika Anda tertarik untuk memilikinya, Anda bisa membeli Trtl Pillow ini via online dengan harga yang tidak akan melubangi dompet Anda.
Sebagai pelopor layanan kereta bawah tanah di Indonesia, Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang akan mulai beroperasi pada Maret 2019 mendatang masih terus melakukan studi banding dengan negara lain yang telah eksis memiliki jaringan kereta bawah tanah. Hal ini dilakukan PT MRT Jakarta demi memberikan yang terbaik bagi masyarakat dalam mendukung sistem transportasi massal di Jakarta masa depan.
Baca juga: Dengan Regulasi Terpadu, MRT Jakarta Mampu Kurangi Subsidi Pemerintah
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, ada tiga kota yang menjadi studi banding, yakni London, Hong Kong dan Shanghai. Ketiga kota ini memiliki jaringan kereta bawah tanah yang cukup sukses, baik itu sistem maupun pemanfaatan ruang bawah tanahnya.
Seperti di London yang membuka layanan kereta bawah tanahnya sejak 1863, pengembangan ruang bawah tanahnya mengacu pada kerangka pembangunanan lokal untuk memberikan strategi perencanaan tata ruang di kawasan Kensington dan Chelsea. Di London jenis pengembangan area bawah tanah selain terowongan, juga mencakup untuk transportasi dan jaringan utilitas, ada pula pengembangan komersial seperti kantor, ritel hingga area parkir bawah tanah.
Workshop Underground Government Study PT MRT Jakarata (KabarPenumpang.com)
Di London juga ruang bawah tanahnya dibuat dengan ornamen yang kental dengan kebudayaan, serta integrasi dengan perumahan, apartemen, taman dan ruang terbuka. “Dewan daerah mereka telah mengeluarkan dokumen perencanaan pengembangan bawah tanah dalam pembahasan mereka seperti fungsi, kenyamanan, keselamatan, antisipasi banjir, keberlanjutan lingkungan, gangguan hingga desain yang kesemunya telah diatur daalm payung regulasi,” ujar William yang ditemui KabarPenumpang.com di Balai Kota (6/12/2017) saat acara workshop PT MRT.
Sementara Hong Kong yang memanfaatkan ruang bawah tanahnya untuk MRT tak luput dari kajian PT MRT Jakarta. Sebab, jaringan pedestrian yang dimiliki Hong Kong sangat signifikan yakni jarigan stasiun Central Hong Kong dan stasiun Tsim Sha Tsui-Tsim Shui Tsui Timur dimana koneksi dibuat diantara stasiun untuk memfasilitasi pergantian moda dan meningkatkan konektivitas dengan bangunan sekitarnya.
Dua jarigan bawah tanah di Hong Kong ini memiliki arus pejalan kaki yang diketahui cukup tinggi dengan rata-rata perharinya mencapai 120 ribu orang di stasiun Central-Hong Kong dan 170 ribu orang di stasiun Tsim Sha Tsui-Tsim Shui Tsui Timur. William mengatakan, dalam pembangunan bawah tanahnya, Hong Kong memiliki prinsip prioritas yakni pusat kota dibangun dengan sejumlah terowongan yang ada untuk pengembangan ruang bawah tanah.
“Zona terbuka dan zona jalur hijau lebih disarankan untuk pembangunan ruang bawah tanah di masa depan untuk menghindari perubahan guna atau akuisisi lahan. Menggabungkan kriteria geologi dan lingkungan untuk menidentifikasi plot lahan konstruksi terowongan serta kepemilikikan tanah menentukan dan memepelajari lebih rinci tanah pemerintah yang diprioritaskan saat ini sampai hak strata dan kriteria kedalaman dan untuk fasilitas Not In MyBack Yard,” jelas William.
William menambahkan, untuk kota Shanghai sendiri, adalah kota terpadat di Cina yang mengalami kekurangan ruang kota. Apalagi dengan ruang bawah tanahnya lebih banyak bebatuan dan membuat pembangunannya terbilang ekspansif meskipun dengan banyak kendala.
Saat ini meskipun dalam pembangunannya banyak mengalami kendala, stasiun subway Peolple’s Square merupakan stasiun subway tersibuk di Cina dengan tiga jalur subway dan bus interchange. Ketiga kota ini memiliki kesibukannya masing-masing dengan standar pemanfaatan ruang bawah tanahnya. Jakarta yang sebentar lagi akan memiliki kereta bawah tanah, memiliki standar sendiri setelah membandingkan dengan ketiga kota tersebut.
“Kami akan menyediakan jalur pejalan kaki yang aman, nyaman dan mudah. Menciptakan dan menghubungkan berbagi ruang publik didalam serta sekitar jaringan pedestrian. Selain itu juga menyediakan jaringan komperhensif dan rute yang mudah diakses seluruh warga,” ujar William.
Baca juga: PT MRT Jakarta: Dibutuhkan Tiga Payung Hukum Untuk Pengembangan Ruang Bawah Tanah MRT
Dia menambahkan, MRT Jakarta menyedakan pintu masuk yang dapat diakses oleh publik dan mudah diidentifikasi ke jalur pejalan kaki yang berada diluar jalan namun terintegrasi dengan bangunan hingga menuju area publik.
Selain Mass Rapid Transport (MRT) Jakarta, satu moda transportasi yang sebelumnya dinantikan oleh warga Jakarta adalah kereta bandara yang menghubungkan Stasiun Sudirman Baru dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta yang berada di Cengkareng, Tangerang. Kini, rasa penasaran warga Ibukota berubah menjadi skeptis manakala proyek yang sudah rampung sejak beberapa waktu yang lalu ini belum juga beroperasi hingga sekarang.
Baca Juga: Awal Beroperasi, Kereta Bandara Soekarno-Hatta Akan Digratiskan!
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa kereta bandara ini menggabungkan pergerakan slot-slot kereta lain, sehingga PT Railink selaku operator kereta tersebut harus terus melakukan serangkaian uji coba, supaya saat nanti diresmikan, tidak ada gangguan yang berarti dengan adanya tambahan dari kereta bandara.
“Mestinya tanggal 1 itu sudah bisa dioperasikan secara rutin. Komersialnya nanti saat diresmikan oleh Presiden Jokowi. Jadi ini semacam simulasi terhadap beberapa rangkaian-rangkaian baik yang di Jakarta maupun Soekarno Hatta dulu supaya matching,” ungkap Budi seperti yang dikutip dari laman detik.com (2/12/2017). “Tadi saya sudah telpon dengan KAI dan APMS (Automatic People Mover System atau Sky Train) yang ada di Soetta, supaya ini (pengoperasiannya) mulus. Mestinya paling lambat dalam satu minggu ke depan, ini sudah berjalan,” tandas suksesor dari Ignasius Jonan itu.
Tidak hanya sampai di situ, citra kereta bandara semakin tercoreng setelah moda tersebut sempat mogok ketika melewati wilayah Batu Ceper pada Selasa (5/12/2017). Direktur Utama PT Railink, Heru Kuswanto membantah mogoknya kereta bandara karena mati listrik. “Kalau listrik mati itu enggak, namanya trek baru, justru ini namanya uji coba yang kita lakukan mencari titik temunya, biasa itu,” kelit Heru. “Masih berbagai kemungkinan kalau di jalur baru, apakah tingkatan sarana atau prasarana, kami rapat dan evaluasi,” tandasnya dikutip dari sumber yang sama.
Memang, penjelasan dari Heru bisa dibilang masuk akal juga, namun beberapa kabar sempat beredar bahwa armada yang digunakan oleh PT Railink ini merupakan kereta tangan kedua dari Swedia. Kereta yang tenar dengan nama Railink Basoetta ini menggunakan sistem traksi VVVF-IGBT dengan nama MITRAC yang diproduksi oleh Bombardier Transportation, yang merupakan salah satu sistem propulsi traksi tercanggih yang pernah diproduksi oleh Bombardier pada saat ini.
Baca juga: Melesat 200 Km Per Jam, Arlanda Express Kereta Bandara Tercepat
Lebih lanjut, kereta yang menjadikan pantograf sebagai metode pengambilan arus ini ini menggunakan Train Information Monitoring System (TIMS) yang juga dipakai pada KRL-KRL AC buatan INKA yang lainnya, sebut saja KRL Jabodetabek. Kereta yang memiliki bobot maksimum 39.000 kg ini mampu melesat dengan kecepatan maksimum 120 km per jam.
Walaupun banyak spekulasi terkait mogoknya Railink Basoetta terus berkembang, namun satu yang pasti, warga Jakarta tetap menantikan kereta ini beroperasi dengan normal.
Seorang mantan pemilik toko sepeda bernama Fabrizio Cross di Kanada memiliki angan yang bisa dibilang sederhana, namun dapat berdampak besar pada dunia transportasi dan lingkungan sekitar. Kala itu, Fabrizio berpikir bagaimana cara menarik minat para pemilik kendaraan bermotor untuk beralih meninggalkan kendaraan pribadi mereka dan mulai memikirkan tentang penurunan tingkat emisi yang dihasilkan oleh kendaraan mereka.
Baca Juga: Swytch Conversion Kit, Ubah Sepeda Konvensional Jadi Sepeda Listrik
Ya, pencemaran udara dewasa ini memang tengah ramai dirembukkan oleh berbagai pemangku kepentingan dan tengah mencari jalan keluar yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (6/12/2017), Fabrizio mengatakan bahwa ‘evolusi’ pada sepeda diyakini dapat menarik minat para pemilik kendaraan bermotor untuk mulai beralih dan meninggalkan kendaraan yang menjadi salah satu penyumbang polusi udara terbesar di dunia ini. “Sebuah sepeda generasi terbaru yang berbeda dengan sepeda pada umumnya. Dapat melakukan sesuatu yang lebih, menjangkau wilayah yang lebih jauh namun tidak perlu lagi bersusah payah untuk mengayuh seperti sepeda kuno,” papar Fabrizio.
Dari situ, Fabrizio mulai menciptakan sebuah inovasi yang diberi nama Electrom LEV (Light Electric Vehicle). “Walaupun kendaraan ini hanya single one-off, tapi diharapkan sesegera mungkin dapat diproduksi,” imbuh Fabrizio. Ia mulai mengerjakan sepeda unik ini sejak 20 tahun yang lalu, dan telah melahirkan empat prototipe. Selain penampilannya yang unik, salah satu hal yang benar-benar membedakan Electrom LEV adalah dual drivetrain-nya.
Dengan kecepatan hingga 6 mph atau yang setara dengan 10 km per jam, pengendara dapat mengayuh sepeda yang akan menggerakkan roda belakang melalui rantai. Pada kecepatan yang lebih tinggi, drive pada rantai akan memungkinkan daya kayuh sang pengemudi dialirkan langsung ke generator yang akan mengisi daya baterai Electrom LEV dengan kapasitas 500 watt.
Ini menunjukkan bahwa begitu pengemudi melaju lebih cepat, irama yang dihasilkan dari daya kayuh mereka tidak menentukan kecepatan kendaraan. Mereka hanya bisa mengayuh dengan kecepatan yang normal, yaitu sekitar 80 rpm, dan menggunakan throttle untuk mengendalikan kecepatan. Diketahui juga bahwa Electrom LEV sendiri tidak memerlukan sistem pergeseran gigi.
Baca Juga: Ford Hadirkan Layanan Bike Sharing, Kok Bisa?
Dalam penggunaannya, para pengemudi dapat menjadikan Electrom LEV ini sebagai moda yang siap digunakan pada jarak dekat maupun jauh sekalipun. Dengan menggunakan bahan yang hampir serupa dengan sepeda pada umumnya, ditambah dengan beberapa ornament yang membantu pengoperasian dari kendaraan ini, Fabrizio meyakini bahwa kendaraan ini akan sangat diminati di masa yang akan datang.
Fabrizio berharap bisa meluncurkan kampanye crowdfunding pada musim semi berikutnya (Northern Hemisphere), untuk mengumpulkan dana produksi untuk versi komersial kendaraan tersebut. Jika semua berjalan sesuai rencana, maka Electrom LEV akan dijual sebagai kit yang dirakit dengan biaya tidak lebih dari US$8000. Harga tersebut bisa saja lebih murah, tergantung pada volume penjualan.
Ruang bawah tanah saat ini sudah digunakan untuk pembuatan arus lalu lintas Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang akan hadir pada Maret 2019 mendatang. Dari aspek hukum , tentang ruang bawah tanah sendiri ada dalam Peraturan Gubernur atau Pergub No. 167/2012.
Baca juga: PT MRT Jakarta: Dibutuhkan Tiga Payung Hukum Untuk Pengembangan Ruang Bawah Tanah MRT
MRT memanfaatkan lahan ruang bawah tanah ini dikarenakan lahan atas kurang untuk area pembangunan, ruang alternatif bagi pejalan kaki dan peluang dalam mengintegrasikan transportasi sekitarnya. Pemilihan ruang bawah tanah oleh PT MRT Jakarta sebenarnya ada keuntungan selain hal-hal diatas yakni bisa membentuk sebuah jaringan kawasan atau TOD.
Pada fase pertama ini, MRT ingin adanya regulasi untuk mengatur terkait pembebasan lahan, utility yang akan digunakan hingga koordinasi di lahan-lahan publik. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, saat ini hubungan antara publik ke publik, publik ke komersial baru diberikan kewenangan dan belum diberikan terkait aturannya.
“Contohnya seperti interkoneksi perjalanan, dimana ada satu bangunan yang interkoneksi dengan MRT. Jika kita mengenakan fee interkoneksi ini kan harus ada payung hukumnya,” ujar William yang ditemui KabarPenumpang.com pada Workshop di Balai Kota, Rabu (6/12/2017).
Dia mengatakan, saat ini yang diharapkan MRT Jakarta adalah Peraturan Gubernur dalam jangka pendek, UU Pertanahan, UU terkait kekhusussan Ibu Kota hingga Perda bawah tanah yang akan menjadi payung hukum kedepannya. Menurut William, aturan-aturan ini diharapkan bisa segera mendukung semua hal yang terkait tersebut.
“Hubungan pengaturan kawasan publik di kawasan TOD, kami mengajukan ke pemerintah untuk mengelola itu, jika bersama pihak ketiga nanti kita buat masterplan lagi,” ujar William.
William juga mengatakan bila bersama dengan operator transportasi lain sama-sama diuntungkan sebab ada aspek komersial yang sangat penting. Apalagi jika PT MRT diberikan untuk megelola revenue yang ada di kawasan.
Baca juga: Ini Dia Penampakan MRT Jakarta di Jepang
“Kalau pemberlajaran kita, di beberapa negara operator transportasi dunia, revenue ini bagian untuk mengurangi subsidi pemerintah dari 100 persen hingga nol persen secara perlahan. Jadi masyarakat sendiri bisa merasakan harga subsidi tanpa ada bantuan dari pemerintah dengan mengelola TOD ini,” jelasnya.
Mengupas kehidupan awak kabin selalu menjadi topik yang menarik, bahasan tentang seputar awak kabin pun terbilang ramai menjadi buah bibir. Dan baru-baru ini awak kabin maskapai Virgin Altlantic merekam aktivitas pekerjaan mereka dari sebelum berangkat, selama perjalanan dalam penerbangan hingga tiba di tujuan.
Baca juga: Bagi Pramugari, Melayani Penumpang di Kelas Ekonomi Adalah BerkahKabarPenumpang.com yang merangkum dari laman news.com.au (5/12/2107), video tersebut menggambarkan kehidupan kru kabin dimulai dari para staf yang akan melakukan penerbangan dengan Boeing 787 Dreamliner dari London ke Los Angeles di tujuan akhir mereka. Kamera yang akan memvideokan memulainya dengan mengikuti salah seorang kru kabin bernama Emma Ashley dan rekan-rekannya di pukul 08.00 pagi tepatnya di bandara Heathrow, London.
Awal mula video di Terminal 3 bandara Heathrow, dimana seluruh tim diberi pengarahan sebelum naik ke dalam pesawat Boeing 787-9 G-VDIA. Pada pengarahan, para kru kabin diberi update tentang keselamatan dan membantu penumpang khusus (disabilitas) selama penerbangan.
Penerbangan dari London ke Los Angeles diketahui selama 10 jam 28 menit dengan Emma dan empat orang kru lainnya bertugas di kelas ekonomi yang melayani 233 penumpang. Video ini kemudian berlanjut saat roda pesawat sudah terangkat menuju angkasa dan awak kabin memulai siklus pekerjaan mereka dengan memberi camilan, minuman, makanan panas, kopi dan teh serta hal lainnya.
Briefing sebelum memulai penerbangan (Youtube)
Terlihat jelas para awak kabin ini selalu berdiri bahkan saat mengambil makanan atau camilan di dapur kabin yang sangat sepi. Selain berdiri, para awak kabin ini juga tidak memiliki waktu yang banyak dalam perjalanan tersebut, apalagi dengan waktu tukar jaga atau shift yang tidak terlalu lama.
Dengan pergantian ini awak kabin hanya bisa beristirahat dan tidur sebentar sebelum kembali melayani penumpang. Bulan November yang lalu, seorang pramugari dan blogger penerbangan Amanda Pleva mengungkap kehidupan yang dikira penuh glamor dari pekerjaan awak kabin untuk menunjukkan kepada awak wannabe, apa pekerjaan yang dilakukan sebenarnya. Seperti halnya pekerjaan yang menuntut pramugari melakukan keanehan dengan makan berdiri dan mencobanya di rumah.
Awak kabin yang makan di sudut belakang kabin (Youtube)
“Di tempat kita kerja, kita cenderung bersembunyi di sudut dapur hanya untuk menyendok makanan dan jauh dari pandangan penumpang. Ini juga dilakukan di rumah dengan menghadap ke tembok sambil melahap makan malam selama sepuluh detik,” kata Amanda.
Baca juga: Ini Dia! Tips Cantik ala Pramugari
Dia juga menggambarkan kesulitan saat bekerja dalam penerbangan malam dan dalam kondisi harus tetap terjaga. “Anda akan mematikan lampu dan melihat penumpang tidur dan membaca majalah yang sama berulang-ulang sampai Anda mengantuk. Ini akan membuat Anda merindukan tempat tidur nyaman,” jelas Amanda.