Media Kiosk, Vending Machine Mutakhir Yang Dipasang di Pra-Sarana Transportasi

Jika selama ini kita melihat mesin penjual (vending machine) menjajakan tiket, koran, dan minuman, kini satu lagi varian vending machine yang siap meramaikan dunia perbisnisan. Adalah BMC Universal Technologies, sebuah perusahaan asal Kanada yang bergerak di bidang vending machine yang menggabungkan kecepatan, kenyamanan, dan personalisasi untuk menciptakan sebuah vending machine terbaru. Baca Juga: Geser Yang “Manual,” Selamat Datang Era Robotika di Bandara Adalah Media Kiosk, sebuah vending machine yang menjajakan beragam jenis permen yang bisa kita pilih sesuai selera dan keluar dalam bentuk bungkusan. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman plasticsinpackaging.com (28/9/2017), mesin ini tidak hanya bisa menjual, tapi juga mempromosikan merek, dan mengumpulkan data para penggunanya. Kelebihan inilah yang akhirnya menjadi daya tarik Media-Kiosk di sebuah pagelaran bertajuk Pack Expo di Las Vegas, yang diadakan tanggal 25 hingga 27 September kemarin. Dengan kata lain, mesin ini menggabungkan pemasaran digital dengan ritel otomatis. Dengan menggunakan vending machine ini, konsumen bisa bebas memilih dari delapan pilihan produk yang tersedia di dalam wadah yang diberi nama “bins”. Setelah menentukan pilihan, vending machine tersebut akan membungkus permen-permen pilihan Anda dengan menggunakan mesin pemanas sehingga Anda bisa membawanya sebagai buah tangan. Waktu yang dibutuhkan dari mulai Anda memasukkan koin hingga permen-permen pilihan Anda keluar dari mesin ini diperkirakan kurang dari satu menit. Sejatinya sebuah vending machine, para pengguna bisa melihat beragam pilihan permen dari sebuah kaca display. Seperti yang sudah disebut di atas, mesin ini juga dapat mengumpulkan data para penggunanya. Teknologi yang terpasang di vending machine ini mampu melacak jenis kelamin, tinggi badan, perkiraan usia, dan lain sebagainya. Teknologi pengumpulan data konsumen akan bersinergi dengan fungsi lain dari mesin ini yaitu memasarkan produk. Setelah data pengguna terkumpul, maka mesin akan menampilkan iklan yang sesuai data pengguna. Untuk masalah pembayaran, para pengguna bisa menggunakan kartu debit, kartu kredit, kartu pelajar, uang tunai (kertas atau koin), hingga kartu hadiah. Baca Juga: Baidu Rambah Teknologi Pengenalan Wajah di Bandara Robert Schwarzli, wakil presiden pengembangan produk mengatakan mesin ini dikembangkan selama enam tahun dan siap melayani para penggunanya. Selain itu, Robert juga menjelaskan bahwa mesin ini cocok bila dipasang di beragam pra-sarana transportasi seperti stasiun, bandara, halte bus, dan sarana publik lainnya, seperti bioskop dan kampus. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa vending machine ini bisa diisi dengan beragam ritel lainnya, seperti sereal, oabt-obatan, dan makanan ringan. Tentu, dengan hadirnya mesin ini di pra-sarana transportasi dapat memudahkan penumpang yang hendak jajan untuk bekal perjalanan. Dengan waktu penyajian kurang dari satu menit, diperkirakan penumpang akan lebih bisa menghemat waktu pra-perjalanan.

Didera Sejumlah Masalah, Kalstar Aviation Untuk Sementara Tak Mengudara

Kabar mengejutkan kembali datang dari industri penerbangan nasional, yakni Kalstar Aviation menambah deretan maskapai yang terkena sanksi pemberhentian izin terbang sementara oleh Kementerian Perhubungan.  Berangkat dari sejumlah masalah mendera, menyebabkan maskapai yang basis layanannya berada di Kalimantan harus melakukan koreksi internal jika ingin mengudara kembali. Baca juga: Beroperasi Singkat, Maskapai Indonesia Ini Tinggal Cerita “Kami mendapat laporan, maskapai Kalstar Aviation saat ini mempunyai masalah teknis, operasional, dan finansial. Untuk itu, kami meminta internal maskapai melakukan koreksi dan audit. Agar proses tersebut berjalan lancar, kami akan menghentikan sementara izin operasional Kalstar,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso yang di kutip KabarPenumpang.com dari tribunnews.com (30/9/2017). Pemberhentian izin operasional maskapai Kalstar per 30 September 2017 kemarin hingga masalah-masalah maskapai tersebut terselesaikan secara baik. Adapun yang harus dilakukan oleh maskapai ini koreksi dan audit yakni meliputi pembenahan finansial atau kinerja keuangan dengan cara menaikkan tingkat likuiditas. Ini harus dilakukan maskapai Kalstar karena akan berpengaruh pada masalah teknis dan operasional maskapai penerbangan tersebut serta terkait dengan jumlah pesawat beroperasi, crew dan sumber daya manusia yang tersedia. Tak hanya itu Kalstar juga harus melaksanakan training mandatory serta kemampuan penyelesaian masalah teknis yang muncul dalam pengoperasian termasuk kemampuan menyelesaikan temuan hasil safety audit yang baru-baru ini dilaksanakan Ditjen Perhubungan Udara. Diketahui, Kalstar merupakan maskapai penerbangan pemegang AOC 121, sehingga pemenuhan terhadap ketentuan CASR 121 juga harus dipenuhi. Kalstar harus menyelesaikan safety audit seperti yang diatur dalam peraturan keselamatan penerbangan sipil (PKPS) atau Civil Aviation Safety Regulation (CASR). “Kewajiban memenuhi ketentuan peraturan keselamatan penerbangan sipil sangat berhubungan dengan kemampuan financial di suatu maskapai penerbangan. Kami mengimbau, manajemen Kalstar segera melakukan dan menyelesaikan koreksi dan audit internal tersebut sehingga bisa kembali melayani masyarakat. Bagaimanapun, sebuah maskapai penerbangan adalah aset bangsa untuk membantu meningkatkan perekonomian nasional,” ujar Agus. Selain itu, beberapa masalah yang saat ini dialami Kalstar di antaranya, sebagian besar armada pesawat yang berhenti beroperasi sedang dalam perawatan (maintenance). Dengan demikian, Kalstar tidak bisa memenuhi peraturan mengenai persyaratan jumlah pesawat yang dioperasionalkan. Dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, syarat pesawat yang harus dioperasionalkan maskapai penerbangan berjadwal adalah lima pesawat milik dan lima pesawat yang dikuasai. Masalah lainnya yakni dari 22 rute yang harus dilintasi Kalstar, hingga 29 September 2017 hanya ada empat rute yang benar-benar diterbangi. Rute Kalstar hingga diberhentikan sementara yakni Surabaya menuju Pangkalan Bun, Pangkalan Bun menuju Ketapang, Ketapang menuju Pontianak dan Samarinda menuju Berau. Merujuk ke sejarahnya, Kalstar Aviation berdiri tahun 2000 dan mulai beroperasi tahun 2008 yang didirikan oleh sebuah agen perjalanan bernama Samarinda. Pesawat yang digunakan kebanyakan berjenis pesawat baling-baling ATR-72 buatan Perancis. Baca juga: ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional Maskapai ini berkantor pusat di Serpong, Banten dan terdaftar dalam kategori 1 oleh Otoritas Penerbangan Sipil Indonesia untuk kualitas keselamatan penerbangan serta terdaftar sebagai maskapai yang dilarang di Uni Eropa. Hingga sekarang, Kalstar Aviation memiliki sepuluh pesawat ATR-72. Sedertan indisen juga pernah dialami Kalstar, seperti pada 21 Desember 2015, pesawat ERJ195 Penerbangan 676 Tergelincir di Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang. Kemudian di 18 Maret 2016, penerbangan Kalstar dengan nomor KD 900 tujuan Berau – Samarinda tiba-tiba mengalami mati mesin ketika berada di udara. Baling-baling pesawat sebelah kanan tidak berputar, dan pilot kemudian memutuskan untuk kembali ke bandara Kalimarau. Tidak itu saja, pesawat Kalstar dengan penerbangan KLS 931 dari Sampit tujuan Banjarmasin dan Kotabaru mengalami ledakan mesin dengan percikan api di sisi kiri pada 15 April 2016. Akibat ledakan ini empat orang dari 34 penumpangnya luka-luka karena meloncat dari pintu darurat tanpa adanya tangga.  

Terkait Masalah Seat Pitch, FAA Dipaksa Perbaharui Peraturan Penerbangan

Tersadar atau tidak, saat ini banyak maskapai yang mempersempit jarak antar kursi satu dengan lainnya (seat pitch). Hal ini dilakukan agar pesawat bisa menampung penumpang lebih banyak lagi, biasanya maskapai dengan biaya murah atau low cost carrier (LCC) melakukan hal tersebut. Namun, tahukah Anda sebagai penumpang sebenarnya berhak mendapat tempat yang nyaman walupun dengan maskapai LCC. Karena adanya penyempitan jarak antar kursi ini bila terjadi insiden pada pesawat justru akan memperlambat waktu penyelamatan atau evakuasi. Baca juga: Dilema Seat Pitch, Maskapai Tambah Untung Penumpang Merana KabarPenumpang.com melansir dari laman cbsnews.com (13/9/2017), tahun 2016 lalu ketika American Airlines 767 mengalami insiden mesin terbakar saat lepas landas di Chicago, untuk mengevakuasi semua penumpang pesawat dibutuhkn waktu lebih dari dua menit. Padahal Federation Aviation Administration (FAA) memiliki persyaratan dimana maskapai penerbangan harus menunjukkan bahwa mereka mampu mengevakuasi sebuah pesawat terbang yang penuh penumpang dalam waktu 90 detik atau kurang, bahkan saat pintu terganjal atau susah untuk dibuka. Tak hanya itu, Delta Airlines yang meluncur di landasan pacu bersalju di LaGuardia New York tahun 2015 mengalami kerusakan sistem komunikasi dalam pesawat dan melakukan evakuasi penumpang lebih dari 17 menit. Adanya penyempitan kursi pesawat ini juga menjadi kekhawatiran baru dimana untuk evakuasi waktu yang dibutuhkan lebih lama. Saat ini jarak antar baris kursi yang seharusnya 35 inci menjadi 31 inci, ada juga yang mempersempit hingga 28 inci apalagi bila penumpang tersebut memiliki tubuh yang besar akan semakin sempit pastinya. Paul Hudson merupakan president of Flyers Rights yakni sebuah kelompok advokasi yang menuntut, memaksa FAA untuk mengatur jarak antar kursi dan memperbaharui standar keselamatan yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. “Menyusutnya kursi pasti membuat penumpang yang menggunakan moda udara kurang aman. Perhatian terbesar adalah tidak akan bisa keluar tepat waktu saat terjadi insiden dalam pesawat. Saat harus menunduk, pastinya Anda tidak akan bisa melakukannya dengan baik dan membentur kursi serta bisa membuat patah leher,” kata Hudson. Saat musim panas, pada persidangan banding terkait keselamatan penumpang dalam pesawat, keputusan hakim berpihak pada kelompok Hudson dimana keprihatinan terkait keselamatan penumpang dan memerintahkan FAA untuk mengkaji masalah ini. Dengan putusan tersebut, FAA mengatakan pihaknya tengah mengkajinya, namun pihak maskapai penerbangan menolak untuk berbicara pada media dan mengataakan mereka memenuhi atau melampaui persyaratan keamanan federal. Baca juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing Boeing mengatakan bahwa pihaknya melakukan tes evakuasi untuk memastikan sebuah pesawat terbang dapat dievakuasi dalam waktu 90 detik atau kurang, namun pengujian tersebut dilakukan di hanggar, bukan di lingkungan kecelakaan dunia nyata.

Mudahkan Akses Penumpang, AirAsia India Jalin Kerjasama dengan Zoomcar

Zoomcar website penyewaan mobil yang bisa dipilih untuk digunakan sendiri dalam berwisata kini bermitra dengan maskapai AirAsia India. Hal ini agar para penumpang AirAsia yang turun di India lebih mendapat kemudahan dalam memesan Zoomcar untuk transportasi mandiri penumpang dan antar kota bila dibutuhkan. Baca juga: Tekan Jumlah Kendaraan Pribadi, India Hadirkan Bus Berbasis Aplikasi KabarPenumpang.com melansir dari laman thehindubusinessline.com (27/9/2017), seorang pelancong yang juga menggunakan AirAsia bisa langsung memesan Zoomcar dari situs AirAsia sendiri tanpa harus masuk laman pribadi milik Zoomcar. Layanan ini tersedia di semua kota besar di India dan para tamu maskapai AirAsia bisa mendaftarkan diri dengan log in di https://www.zoomcar.com/airasia untuk memanfaatkan Zoomcar. Perusahaan tersebut mengatakan, bahwa pelayanan Zoomcar mereka di bandara semakin populer apalagi dikalangan profesional yang bekerja. Tak hanya itu, bagi pelancong yang menikmati liburannya ataupun sembari berbisnis pelayanan Zoomcar ini pun cukup banyak diminati. Sebagai pelancong yang juga penumpang AirAsia, akan mendapatkan diskon maksimal Rs1000 atau 20 persen saat melakukan pemesanan di mobil Zoomcar tersebut. Dalam hal penyewaannya, Zoomcar juga akan membebankan biaya keamanan atau semacam deposit yang dapat dikembalikan sepenuhnya pada saat pengembalian mobil bila kendaraan kembali dengan mulus tanpa ada kerusakan. Baca juga: Ookla: Bandara di India Tempati Urutan Empat Asia dengan Kecepatan WiFi Terbaik Greg Moran, CEO & Cofounder, Zoomcar, mengatakan, “Kami sangat antusias dengan kemitraan yang selanjutnya akan memungkinkan para tamu AirAsia untuk mendapatkan aksesibilitas Zoomcar di bandara dengan mudah dan fleksibel.” Saat ini diketahui, Zoomcar sudah berada di 26 kota di seluruh India termasuk kota metro ataupun non metro. Zoom Hop satu arah perjalanan antarkota dimana pelanggan dapat mengambil sebuah mobil dari satu kota dan menggantinya di kota lain. Amar Abrol, MD & CEO, AirAsia India, mengatakan, “Kami selalu percaya untuk bekerja ekstra untuk memberikan layanan pelanggan terbaik di kelasnya kepada para tamu kami dan kami yakin melalui kemitraan ini, kami dapat menawarkan mobilitas terbaik untuk selebaran kami.” AirAsia India saat ini terbang ke 16 destinasi dengan hub di Bengaluru, New Delhi dan Kolkata yang meliputi Kochi, Goa, Jaipur, Chandigarh, Pune, Guwahati, Imphal, Vizag, Hyderabad, Srinagar, Bagdogra, Ranchi dan Bhubaneswar.

Iklan Menjurus Seksis, AirAsia Menuai Kecaman dari Netizen

Nama AirAsia kembali menjadi perbincangan khalayak ramai. Kali ini bukan karena promo penerbangan murah atau kasus return to base yang kemarin mereka alami setelah terkena bird strike, melainkan karena salah satu postingannya di jejaring sosial Facebook yang berbau seksis. Sontak, maskapai LCC (Low Cost Carrier) yang berbasis di Malaysia ini diserang oleh netizen yang menilai postingan dengan tujuan promosi tersebut tidak layak untuk dipublikasikan. Baca Juga: Tampilkan Iklan Vulgar, Chocotravel Merasa Tak Ada Yang Salah DIhimpun KabarPenumpang.com dari laman marketing-interactive.com (27/9/2017), postingan dengan judul “OMG! (tap to see)” tersebut berisikan gambar kartun seorang wanita yang menggunakan baju dengan bagian bahu terbuka dan terlihat seperti tengah memegangi dadanya. Namun setelah postingan tersebut dibuka, ternyata wanita di gambar tersebut memegang angka 99 yang merupakan harga terendah yang ditawarkan AirAsia untuk sekali penerbangan. “Anda tidak melihat banyak hal! 10.000 kursi dari RM99.” Begitulah penjelasan pihak AirAsia melengkapi gambar di postingan tersebut. Menanggapi iklan kontroversial ini, juru bicara AirAsia mengatakan bahwa tim promosi yang mengunggah gambar tersebut sudah bisa memprediksi feedback yang akan diterima. “Kami sudah memastikan bahwa iklan tersebut sudah dihapus, dan kami perlu melakukan peninjauan secara menyeluruh,” ungkap juru bicara tersebut. Atas ketidaknyamanan tersebut, melalui juru bicaranya, pihak AirAsia meminta maaf. “Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh iklan tersebut,” tuturnya. Diketahui, ini merupakan jenis iklan yang memancing setiap orang untuk meng-klik-nya, namun eksekusi yang kurang tepat membuat iklan ini menebar kontroversi. Dengan demikian, iklan yang terkesan nyeleneh tersebut mencoreng dan dianggap tidak sesuai dengan merk terkenal seperti AirAsia.
Sumber: themalaymailonline.com
Dilansir dari sumber yang sama, AirAsia dinilai sudah efektif dalam mengkampanyekan brand mereka dengan cara menciptakan sebuah iklan yang bisa mencuri perhatian netizen. Namun tidak bisa dipungkiri juga setiap nama besar pasti pernah melakukan kesalahan, yang bisa dijadikan acuan untuk ke depannya. Tidak menutup kemungkinan jika AirAsia membuat iklan yang bisa memperbaiki citranya tersebut, maka netizen akan lupa atas kejadian ini. Baca Juga: Jadi Ajang Kampanye Produk, Pegangan Tangan di Angkutan Umum Dibuat Unik Executive Content Director dari Ensemble, Chan Woei Hern mengatakan langkah yang dilakukan oleh AirAsia merupakan suatu hal yang bijaksana. ”Guna mencegah gambar tersebut tersebar luas, pihak AirAsia langsung menghapus gambar setelah menerima komentar negatif,” tutur Chan. “Mereka bisa lebih mempertimbangkan dampak yang akan muncul sebelum memviralkan sesuatu,” imbuhnya.

Asuransi Perjalanan, Antara “Wajib” (Untuk Urus Visa) dan Beragam Manfaatnya

Seorang pelancong yang akan berlibur idealnya memang membutuhkan asuransi perjalanan apalagi bila pergi keluar negeri yang memang mewajibkan adanya pembelian asuransi. Sebenarnya asuransi ini berguna untuk kejadian-kejadian yang tidak diinginkan sebelumnya, sehingga bila nantinya terjadi sesuatu pada Anda, asuransi tersebut bisa di claim oleh pihak keluarga. Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel Bagi Anda pelancong, ada yang namanya travel insurance atau asuransi perjalanan yang berlaku selama Anda melakukan perjalanan. Terkadang mungkin tak terpikir apa yang akan terjadi pada Anda saat melakukan perjalanan tersebut. Dengan adanya asuransi ini, Anda akan merasa aman dan nyaman selama perjalanan. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa beberapa waktu belakangan ini, sudah banyak wisatawan yang menyadari betapa pentingnya asuransi perjalanan. Ini dikarenakan manfaat yang diperoleh Anda saat terjadi apa-apa. Selain untuk menjamin Anda dari kejadian besar seperti kecelakaan, asuransi perjalanan juga membantu Anda membayar biaya perawatan rumah sakit saat harus dirawat atau menjalani perawatan akibat penyakit atau hal lainnya saat berlibur. Tak hanya itu, dengan assuransi perjalanan jika bagasi rusak akan ada penggantian. Pesawat yang penerbangannya dibatalkan, keterlambatan transportasi dan lain sebagainya akan diganti pihak asuransi dengan memberikan akomodasi lain. Hal ini dilakukan agar Anda tidak merasa kecewa, penggantian bisa biaya penginapan yang digratiskan, diskon biaya perjalanan atau lainnya. Penggantian pun biasanya sesuai dengan perjanjian yang disetujui oleh pihak penyedia asuransi perjalanan dengan Anda sebagai tertanggung. Tak hanya diri Anda yang di tanggung oleh pihak asuransi perjalanan, rumah tempat tinggalpun bisa di masukkan untuk di asuransikan saat Anda melakukan perjalanan. Baca juga: Enam Kereta dengan Perjalanan Paling Romantis Bersama Pasangan Bukan hanya untuk menjadi keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan, setidaknya saat Anda bepergian rumah juga ikut terjaga bila terjadi sesuatu selama di tinggal berlibur. Bagi Anda yang akan membuat visa Schengen ke Eropa, memiliki asuransi perjalanan sudah menjadi suatu keharusan sebagai salah satu syaratnya. Dari dalam negeri, ada beberapa asuransi perjalanan yang bisa di pilih seperti AXA Travel Insurance, ACE Travel Insurance dan ACA Travel Insurance. Biasanya untuk pembuatan visa Schengen asuransi perjalanan akan mengenakan biaya sekitar US$21 untuk ACA. Sedangkan bila menggunakan AXA akan dikenakan biaya US$43 untuk per orangnya dengan jangka waktu perjalanan 15 hari. Sebab biasanya setiap orang harus memiliki asuransi masing-masing walaupun bepergian dengan keluarga.

Singapura Bangun Jalur dan Stasiun MRT Baru, Harga Properti Siap Melonjak

Dekatnya jarak sebuah properti atau tempat tinggal dengan pra sarana transportasi kerap melambungkan harga properti tersebut. Tak hanya di Indonesia, di Singapura pun keberadaan stasiun Mass Rapid Transit atau MRT, akan mempengaruhi harga properti, pasalnya sebuah perumahan atau apartmenen yang memiliki lokasi dengan simpul transportasi utama adalah penentu nilai dari properti hunian. Harganya pun akan berbeda jauh dengan yang lebih dekat ke pusat kota, tempat rekreasi ataupun institusi pendidikan. KabarPenumpang.com melansir dari asiaone.com, nilai relatif suatu lokasi hunian bervariasi dari waktu ke waktu karena adanya pengenalan infrastruktur transportasi baru di lingkungan tersebut untuk meningkatkan akses ke pusat kegiatan. Baca juga: Singapura Punya Depo MRT Bawah Tanah Pertama di Dunia, Jakarta Punya Depo MRT Pertama di Indonesia Biasanya, kenaikan harga hunian lebih sering terjadi di Singapura, dimana Land Transport Authority telah membuat rencana untuk menggandakan jaringan keretanya dari 178 km menjadi sekitar 360 km di tahun 2030 mendatang. Nantinya penambahan jalur terjadi di jalur Thomson, jalur Wilayah Timur, perpanjangan ruas West dari Timur ke Barat dan perpanjangan ke jalur Utara menuju Selatan. Berdasarkan studi properti di National University of Singapura menemukan bahwa pembukaan sebuah jalur rel perkotaan baru akan meningkatkan nilai rumah pribadi yang berjarak 600 meter dari stasiun MRT sebesar 6,3 persen. Sedangkan untuk properti yang memiliki jarak lebih dekat dengan stasiun pertukaran memiliki nilai tambahan empat persen kenaikan harga properti. Adanya penelitian ini juga menunjukkan bahwa lokasi stasiun baru memiliki dampak yang tidak signifikan terhadap nilai properti yang dekat dengan stasiun tersebut. Hasil ini di dapat karena pembeli tidak terlalu tertarik untuk pindah karena saat masa pembangunan dari MRT yang diusulkan tersebut akan merasakan kebisingan, polusi dan hal lainnya yang tidak menyenangkan. Tetapi tidak menutup kemungkinan saat pasar properti sedang lemah tiba-tiba bisa menjadi bervariasi setelah stasiun MRT selesai dibangun. Selain itu ada penelitian lainnya yang mengatakan akan ada perkembangan potensial setelah penyelesaiannya. Baca juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan Di Downtown Line Stage 3, sebagian besar stasiun akan dikelilingi oleh perkebunan, pengembangan bisnis komersial ataupun industri kecuali stasiun Upper Changi dan Resevoir Bedok. Sebab stasiun Upper Changi akan diusulkan dekat dengan Singapore University of Technology dan juga One World International School serta perumahan pribadi. Saat ini diketahui, masyarakat bagian ini menuju ke stasiun MRT dengan berjalan kaki minimal 11 menit, tetapi bila stasiun baru sudah selesai bisa menjadi enam menit. Sedangkan di jalur MRT Thomson – East Coat akan dibuka lima tahap mulai tahun 2019 sampai 2024. Ini untuk mengantisipasi pertambahan nilai properti hunian yang berada dekat pemberhentian MRT baru. Jalur MRT Thomson ini diharapkan bisa memudahkan penduduk yang berada di daerah Yio Chu Kang, Ang Mo Kio dan Bishan yang biasanya lebih banyak menggunakan bus umum atau mobil pribadi sebagai transportasi utama mereka. Harga rumah di dekat jalur Thomson ini S$2,2 juta dan S$3,5 juta pada tahun 2016 tergantung pada luas rumah, harga ini cukup stabil sejak tahun 2013. Sedangkan di River Valley yang sudah menjadi tempat populer bagi para ekspatriat karena kehidupan malam yang semarak, bistro trendi dan dekat dengan area perbelanjaan terutama Orchard Road, diharapkan akan ada permintaan lebih banyak dengan perkembangan stasiun yang hadir di Great World City. Jalur dari Tanjong Rhu ke Siglap merupakan jalur yang diminati karena kedekatannya dengan Eas Coast Park dan perjalanan yang lebih singkat ke CBD. Kawasan ini juga menjadi tempat persinggahan untuk pengunjung bandara Changi. Namun, sebagian besar penduduk di daerah tersebut mengandalkan transportasi pribadi atau bus umum karena tidak adanya stasiun MRT di dekatnya. Dengan garis Thomson-East Coast yang akan datang, aksesibilitas akan meningkat dan kami mengantisipasi bahwa daya tariknya bagi ekspatriat dan masyarakat internasional akan meningkat. Apartemen freehold yang lebih kecil cenderung melihat lebih banyak penjualan dan akan mendapatkan keuntungan paling banyak dari stasiun MRT yang baru. Dari sisi harga, selisih antara apartemen freehold dan leasehold dengan luas kurang dari 50 meter persegi sekitar lima persen. Selain itu, pembeli lebih cenderung membeli unit seperti itu mengingat kuantum yang lebih rendah.

Angkut Giant Panda, Garuda Indonesia Dandani Airbus A330 dengan Tema dan Livery Khusus

Sepasang Giant Panda dari Chengdu, Cina telah tiba di Jakarta pada hari Kamis lalu (28/9). Dengan menumpangi pesawat Airbus A330-200 Garuda Indonesia GA887, kedua Panda ini diterbangkan selama 6 jam 50 menit dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 08.50 WIB. Baca juga: Garuda Indonesia Travel Fair Fase II, Roadshow ke 22 Kota Bagi Garuda Indonesia, membawa sepasang Panda ini menjadi momen yang spesial, pasalnya penerbangan reguler GA887 adalah mengambil rute Chengdu-Denpasar -Jakarta dan secara khusus di re-route menjadi Chengdu-Jakarta-Denpasar, khusus untuk mengantarkan sang Panda ke Jakarta lebih dulu. Fasilitas pengangkutan kedua panda raksasa ini dengan jenis Ailuropoda Melanoleuca yang merupakan bentuk dukungan Garuda Indonesia terhadap upaya pelestarian dan konservasi populasi Panda di dunia yang juga menandai adanya peningkatan hubungan bilateral dan telah dijalin antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat Cina. Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansyury mengungkapkan sebagai national flag carrier, menjadi kehormatan tersendiri bagi Garuda Indonesia dalam mengambil bagian dalam upaya tindak lanjut dari inisiasi konservasi panda yang di jalin sejak peringatan 60 tahun hubungan diplomatik. “Persiapan penerbangan Panda ini telah kami lakukan sejak tiga bulan lalu melalui koordinasi intensif dan safety risk assessment yang dilakukan antara seluruh pihak terkait, mulai dari jajaran operasional penerbangan, pihak manufaktur, hingga otoritas terkait lainnya, sehingga saat pengangkutan sepasang Giant Panda dari Chengdu ke Jakarta dapat berlangsung dengan lancar,” lanjut Pahala yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (28/9/2017).
Livery Sticker Panda di body Garuda Idonesia (Istimewa)
Penerbangan re-route ini juga menyiapkan kompartemen khusus dengan memaksimalkan ruang kargo di perut pesawat untuk memuat kandang masing-masing Giant panda berumur tujuh tahun. Sepasang panda tersebut yang jantan bernama Cai Tao dengan bobot 128 kg dan panda betina Hu Chun berbobot 113 kg. Baca juga: Lakukan Go Around, Pilot Garuda Indonesia GA425 Selamatkan Penerbangan dari Petaka Karena mengangkut Giant Panda, Garuda Indonesia juga menampilkan tema khusus pada aspek layanan inflight service. Design head rest di kursi pesawat dengan menampilkan gambar kartun panda. Tak hanya itu snack dan dessert juga dibentuk panda. Livery sticker panda di badan pesawat Garuda Indonesia juga dimuat di bagian jendela pesawat. Garuda Indonesia melayani penerbangan yang menghubungkan Denpasar dengan Chengdu yang dikenal sebagai “home of the giant panda” ini sejak Mei 2017 sebanyak tiga kali seminggu (hari Rabu, Jumat dan Sabtu) menggunakan Airbus A330-200 dengan kapasitas seat 36 kursi di Kelas Bisnis dan 186 kursi di Kelas Ekonomi. Selain Chengdu, Garuda Indonesia juga melayani penerbangan reguler dari Jakarta dan Denpasar menuju ke Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Pengembangan market Cina juga dilakukan maskapai dengan memaksimalkan penerbangan charter dari kota-kota di Cina yaitu Xi’an, Shenyang, Zhengzhou, dan mulai 28 Juni nanti dari Kunming serta mengoptimalkan kapasitas potensial belly cargo yang mencapai 18.154,5 ton pada tahun 2017. Cina saat ini merupakan salah satu pasar yang sangat penting bagi Garuda Indonesia dengan potensi turis mencapai 100 juta orang setiap tahunnya. Dengan potensi tersebut, maka Cina menjadi salah satu wilayah yang menjadi fokus pengembangan jaringan Garuda Indonesia yang tentunya memiliki arti dan pencapaian tersendiri bagi peningkatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Cina baik itu di lingkup sosial, ekonomi dan budaya. Potential market yang dimiliki Cina menjadi salah satu fokus kami dalam mengembangkan network penerbangan Garuda. Terlebih pada tahun 2016, Garuda merupakan maskapai dengan market share terbesar untuk penerbangan Indonesia – Cina, yaitu sebesar 25 persen.

Laju Eskalator Stasiun Bawah Tanah Terlalu Kencang, Manula di Perth Kerap Jadi Korban

Kehadiran eskalator di pra-sarana moda transportasi memang menguntungkan banyak orang, tapi belum tentu dengan manula. Tidak sedikit dari mereka yang merasa ketakutan saat naik eskalator dan lebih memilih untuk naik lift. Seperti contoh kasus yang terjadi di Perth, Australia dimana Mark Dyer asal Rockingham merasa khawatir saat ibunya menaiki eskalator. Bukan tanpa alasan, Mark mengingat ada banyak insiden yang terjadi saat menggunakan eskalator, dan ia khawatir Sang Ibu akan menjadi korban selanjutnya. Baca Juga: Stasiun Ini Dalamnya Melebihi Tinggi Patung Liberty Loh! Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman thewest.com.au (7/7/2017), sistem transportasi umum yang melayani kota dan daerah pinggiran kota Perth, Transperth melakukan kampanye keselamatan eskalator untuk manula pada akhir bulan Juni kemarin. Kampanye ini terkait 76 insiden yang melibatkan manula dan eskalator yang terjadi pada tahun lalu. Beberapa staf terlatih dikirim ke sejumlah stasiun di Perth untuk memberikan saran terhadap penumpang manula tentang penggunaan eskalator yang aman. Mark menilai bukan hanya soal penggunaan eskalatornya saja yang perlu disosialisasikan, namun kecepatan eskalator juga perlu dipertimbangkan. “Dengan membawa Ibu saya naik kereta ke Perth baru-baru ini, saya menjadi sangat menyadari betapa menakutkan dan berpotensi bahaya memasang eskalator kecepatan tinggi di stasiun kereta bawah tanah Perth,” ungkap Mark. “Tentu ini sangat beresiko bagi mereka yang sudah berusia lanjut,” imbuhnya. Melihat data insiden yang terjadi di eskalator pada tahun lalu, Mark beranggapan bahwa tidak heran jika kebanyakan korban dari insiden ini adalah orang-orang berusia lanjut. “Mungkin eskalator berkecepatan tinggi akan sangat berguna untuk mengurai kepadatan penumpang dikala peak-hours, namun para lansia ini kebanyakan menggunakannya di periode off-peak, dimana mereka mendapatkan tarif konsesi,” terang Mark. Mark berspekulasi bahwa kampanye yang dilakukan oleh Transperth terlalu mendasar dan terkesan menggurui. Ditembak dengan statemen tersebut, juru bicara dari Transperth, David Hynes pun mengamini pendapat yang dilontarkan oleh Mark. “Eskalator memang dapat membantu mobilitas banyak orang, namun bisa juga berbahaya, terutama bagi para lansia,” tuturnya. “Perkara jatuh dan cidera memang dapat menimpa siapa saja, tidak terkecuali para lansia, maka dari itu kami melakukan kampanye keselamatan tersebut,” imbuh David. Baca Juga: Mau Naik Kereta Bawah Tanah? Ternyata Ada Etikanya Memang, merupakan kebebasan setiap orang untuk memilih menggunakan eskalator atau lift, namun diharapkan bagi para pendamping lansia agar dapat mendampingi dan merekomendasikan penggunaan kedua alat tersebut. “Kami berharap di setiap pra-sarana transportasi memiliki himbauan agar para lansia lebih baik menggunakan lift daripada eskalator, sehingga keselamatan mereka lebih terjaga.” tutup David.

Boeing 747 Dilelang Online, Inikah Akhir Cerita dari The Queen of The Skies?

Siapa yang tidak mengenal Boeing 747, pesawat yang sempat berada di puncak kejayaannya di era 1960 hingga 1990-an. Bagi para pecinta dunia dirgantara, tentu salah satu impian mereka adalah bisa memiliki pesawat berjuluk The Queen of the Skies ini, karena mereka bisa berbangga diri karena memiliki salah satu ikon dunia penerbangan ini. Dan impian para pecinta pesawat terbang untuk bisa memiliki The Queen of the Skies  hampir terealisasi dengan dibukanya pelelangan untuk tiga unit Boeing 747. Baca Juga: Sepi Pesanan, Boeing 747 Beralih dari “Queen of the Skies” Jadi “Flying Truck” Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman economist.com (26/9/2017), sebuah pengadilan negeri di Shenzhen, salah satu kota besar di Provinsi Guangdong, Cina melelang tiga Boeing 747 milik maskapai Jade Cargo International  yang bangkrut pada tahun 2012 silam. Uniknya, pelelangan tersebut dilakukan melalui situs jual beli online, Taobao.com, yang hampir serupa dengan eBay, Amazon, dan Rakuten. Pada awalnya, pesawat tersebut dilelang secara offline atau pelelangan pribadi. Tapi setelah gagal selama enam kali, barulah pelelangan ini dilakukan secara online. Adapun harga terendah yang ditawarkan pada pelelangan tersebut adalah 122 juta yuan atau setara dengan Rp248 miliar. Namun Anda jangan dulu kaget, karena kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Tahun lalu, sebuah perusahaan berbasis di Florida yang membeli dan menjual suku cadang pesawat, Concorde Aerospace melakukan pelelangan serupa. Mereka melelang Boeing 747 di eBay seharga US$300.000 atau setara dengan Rp4,1 miliar. Harga rendah yang Concorde tawarkan bukan tanpa alasan, mereka melepas mesinnya dan hanya menjual body-nya saja. Meski begitu, pesawat tersebut tidak kunjung terjual. “Karena ongkos pengirimannya melebihi harga pesawatnya sendiri,” tukas Mert Balta, pendiri Concorde Aerospace. Tentu ini merupakan sebuah kabar buruk bagi Boeing yang mulai kehilangan pasarnya setelah beberapa  pihak melelang salah satu mahakaryanya. Situasi ini semakin diperkeruh dengan pernyataan United Airlines dan Delta yang mengumumkan bahwa tahun ini merupakan periode terakhir mereka menerbangkan seri Boeing 747. Salah satu vokal yang menjadi titik terjun bebasnya Boeing 747 di pasaran adalah inefisiensinya dalam biaya operasi. Baca Juga: Inilah Fakta di Balik Berhentinya Produksi Boeing 747-8 Intercontinental Sesuai dengan julukannya “Jumbo Jet”, pesawat ini dinilai terlalu berat ketimbang burung besi lan yang mengaplikasikan twin engine. Selain itu, Boeing 747 juga dinilai boros dalam penggunaan bahan bakar. Sebagai contoh, dalam penerbangan dari New York menuju Los Angeles, Boeing 747 akan menghabiskan 30 persen lebih banyak bahan bakar daripada kompetitornya, Airbus A320 yang diketahui mengunakan twin engine dengan ukuran body yang lebih kecil. Biaya pengoperasian 747 terasa menjadi lebih mahal saat harga minyak dunia melambung di akhir tahun 1990-an. Selain dua masalah di atas, perubahan pola penerbangan yang terjadi belakangan ini membuat pamor pesawat yang berukuran lebih kecil dari 747 naik drastis, karena pihak maskapai bisa menerbangkan penumpang dengan interval yang lebih pendek daripada harus menunggu bangku The Queen of the Skies terisi penuh. Namun, terlepas dari berbagai alasan pensiunnya Boeing 747, pesawat ini tetap bisa dimanfaatkan oleh tangan-tangan orang kreatif. Diketahui, beberapa pesawat ini bertransformasi menjadi sebuah restoran mie di Korea Selatan hingga sebuah asrama di dekat bandara Stockholm di Swedia.