Setelah menyelesaikan perjalanan ‘ekspres’ satu hari di kota Florence, kami kembali ke Utara, menuju Venesia untuk menginap satu malam. Venesia memang menjadi tempat transit karena pada hari ketiga, di pagi hari kami sudah menjadwakan kunjungan ke kota Mode, Milan. Kenapa dibilang singkat, karena seperti halnya saat mendatangi Florence, di Milan kami hanya mematok jalan-jalan selama setengah hari.
Baca juga: Italia (1) – Menjajal Transportasi di Venesia, Tak Beda Jauh dengan TransJakarta
Bila Florence berada di sebelah selatan Venesia, maka posisi Milan secara geografis kira-kira sejajar dengan Venesia. Milan dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling maju di Italia, dan terdiri dari 118 disktrik. Hingga tahun 2016, populasi penduduk urban di Milan mencapai 1,3 juta juta orang. Merujuk ke silsilahnya, nama Milan bila dibahasa Latinkan dibaca Mediolanum yang berarti di tengah hamparan. Hingga kini, Milan sendiri menjadi pusat ekonomi dan keuangan Negeri Pizza.
Kota yang dikenal dengan julukan kota fesyen dunia ini memiliki bangunan yang lebih modern di bandingkan Venesia dan Florence.Alasan kami menuju Milan karena di sini menjadi salah satu pusat fesyen dunia dan banyak merek-merek busana terkenal menyajikan etalase butik mewah.
Baca juga: Italia (2) – Berburu Wisata di Florence dalam Satu Hari
Guna menyambangi Milan, kami berangkat menggunakan kereta cepat dari stasiun Santa Lucia, Venesia menuju Stasiun Central Milan, yang tentunya juga menggunakan tiket online yang pembeliannnya kami lakukan sejak tiga bulan sebelum keberangkatan. Rute Venesia ke Milan terasa sedikit lebih lama ketimbang Venesia ke Florence. Mungkin karena lebih lama dan jaraknya lebih jauh, tarif kereta Venesia ke Milan lebih mahal sekitar 20 – 30 Euro dari Venesia ke Florence.
stasiun Milano Centrale
Tiket menuju Milan memang lebih mahal, dikarenakan perjalanan kami dari Venesia menuju Milan sekitar tiga setengah jam dengan model kereta yang sama seperti menuju Florence kemarin. Sesampainnya di stasiun Milano Centrale kami langsung mencari transportasi umum untuk menuju Piazza Duomo. Tetapi karena jadwal tidak bertepatan dengan kedatangan kami, alhasil diputuskan untuk berjalan kaki menuju Piazza Duomo.
Sekedar saran, untuk wisatawan yang belum fasih tentang Milan, ada baiknya membeli peta, atau peta juga bisa Anda dapatkan gratis di stasiun. Alasannya untuk mencari arah jalan lewat aplikasi di smartphone akan kesulitan,terlebih bagi kami yang jujur lebih mengandalkan akses free WiFi. Sebagai informasi, hotspot free WiFi memang tersedia, tapi hanya ada di beberapa tempat wisata saja. Dengan berjalan santai, perjalanan kami cukup lama dari satsiun Milano Centrale munuju Piazza Duomo karena kami sempat berhenti untuk berfoto-foto dan mengunjungi beberapa toko di sepanjang jalan.
Berpose di Piazza Duomo.Baca juga: WiFox, Bantu Anda Berburu WiFi Gratisan di Bandara Internasional
Sebelum tiba di Piazza Duomo kami sempat melewati Galleria Vittorio Emanuele II yang berisi banyak butik kelas dunia khas Eropa. Bangunan ini sangat megah dengan ciri khas bangunan Eropa klasik dengan sedikit sentuhan modern. Sesampai di Piazza Duomo kami menyempatkan masuk ke dalam gereja dan musium Duomo. Piazza Duomo menjadi magnet kunjungan kami, lantaran bangunan berupa gereja yang berada di lapangan utama kota ini menjadi salah satu bangunan termegah di Eropa. Dengan arsitektur Gothic, gereja ini memang sangat besar, di bagian dalamnya bahkan bisa menampung 40 ribu jamaah.
Galleria Vittorio Emanuele II di malam hari.
Seperti halnya di Florence, di Mila ada juga bus Hop On Hop Off, tetapi kami tidak menaikinya melainkan menikmati keindahan kota Milan dengan hanya berjalan kaki. Meski sangat belum puas berada seharian di Milan, dengan sisa tenaga yang ada, sorenya kami kembali menuju Venesia , tapi mungkin karena kelelahan kami menggunkan wahana Metro (kereta bawah tanah) dari Piazza Duomo menuju stasiun Milano Centrale.
Kereta bawah tanah Metro Milan.Baca juga: Stasiun Ini Dalamnya Melebihi Tinggi Patung Liberty Loh!
Tiket sekali perjalan menggunakan metro terbilang cukup murah, yakni 1,5 Euro sekali jalan. Tetapi kami tidak bisa menikmati perjalanan karena saat itu di dalam metro sangat padat, diperkirakan jam pulang kerja saat kami naik. Model metro atau kereta bawah tanah ini mirip dengan kereta listrik Jabodetabek dari tempat duduknya . Sesampainnya kami di stasiun Milano Centrale, kami cukup pindah peron dan melanjutkan perjalanan menuju stasiun Santa Lucia di Venesia.
Dari Venesia, di hari keempat kami bertolak pulang ke Indonesia lewat Amsterdam. Demikian berakhirlah perjalanan singkat di Italia, dari Venesia, Florence dan Milan. Semoga tulisan ini dapat membawa inspirasi bagi Anda pembaca KabarPenumpang.com. (Dessyta Octavera Santi – karyawati swasta di Jakarta)
Selalu berhati-hatilah dalam segala hal, termasuk sebelum menggunakan sarana transportasi berbasis massa. Jangan sampai nasib Anda sama seperti yang dialami oleh seorang pria berwarganegara Cina, dimana jarinya terjepit oleh kereta cepat. Sialnya, kereta tersebut baru saja jalan meninggalkan stasiun Changzhou, Provinsi Jiangsu, Cina. Akibat dari kejadian itu, pria yang identitasnya tidak diketahui ini terpaksa berlari cukup jauh di sepanjang peron stasiun tersebut.
Kejadian yang tanggalnya tidak diketahui persis ini mendadak jadi sorotan publik setelah salah satu saksi mata kejadian itu merekam dan mengunggah video tersebut ke dunia maya. Kejadian tersebut berawal ketika seorang pemuda yang mengenakan baju berwarna gelap salah naik kereta dan mencoba untuk keluar dari ular besi tersebut. Namun hanya dalam hitungan detik, pintu kereta kembali menutup dan pria tersebut belum sepenuhnya keluar dari kereta. Hanya jarinyalah yang berada di dalam ketika pintu kereta menutup dengan sempurna. Alhasil, pria ini terpaksa berlari menyusuri peron karena jepitan dari pintu yang cukup kuat.
Dalam video yang merekam kejadian tersebut, terdengar orang-orang yang melihat kejadian tersebut berusaha untuk menghentikan lau kereta dengan cara berteriak. Petugas stasiun yang mendengar teriakan tersebut lalu memberikan isyarat kepada masinis untuk memberhentikan kereta. Akhirnya, kereta tersebut berhenti dan jari pria malang itupun terselamatkan. Ia tidak mengalami luka yang serius, namun kejadian ini patut dijadikan pelajaran untuk lebih berhati-hati dan berkonsentrasi dalam menggunakan sarana transportasi umum.
Sumber: tribunnews.com
Kejadian seperti ini seolah mengingatkan pada kejadian pada awal tahun 2016 lalu, dimana kemaluan seorang pria berkulit sawo matang terjepit pintu kereta. Sebuah video berdurasi 45 detik memperlihatkan seorang berdiri di antara pintu komuter sebelum akhirnya kemaluannya terjepit sempat menjadi viral pada masanya dan menuai banyak komentar. Dalam video tersebut, terlihat pria tersebut mencoba untuk masuk ke dalam kereta. Saat semua penumpang mulai masuk ke dalam, dia hanya terlihat berdiri sambil merentangkan kedua tangannya di area pintu kereta. Tapi saat kedua pintu kereta mulai menutup, tubuh pria itu terjepit di tengah-tengahnya.
https://www.youtube.com/watch?v=F-AcyVu8ZGg
Tampak hidung pria itu terjepit, namun yang paling nahas lagi ternyata kemaluannya juga terjepit di antara kedua pintu. Belum diketahui apakah pintu otomatis langsung terbuka saat ada benda yang menghalangi, namun pintu itu kemudian terbuka otomatis sehingga membuat organ tubuhnya dapat diselamatkan. Dalam video tersebut, terdengar pria tersebut mengerang kesakitan saat kemaluannya terjepit, dan memegangi kemaluannya setelah pintu kereta terbuka. Tidak ada yang mengetahui persis dimana kejadian ini terjadi, namun menurut laman Dailymail, kemungkinan terjadi di daerah Asia.
Sebuah perusahaan yang bermarkas di Fountain Valley, California, Gaffoglio Family Metalcrafters mengeluarkan sebuah prototipe bus elektrik dalam sebuah event internal pada bulan April kemarin. Gaffoflio Family Metalcrafters berusaha untuk menepis anggapan masyarakat yang mengatakan desain kendaraan elektrik amatlah monoton. Perusahaan tersebut berusaha untuk menampik semua anggapan tersebut dan berusaha untuk mengajak semua lapisan masyarakkat untuk menaiki bus berukuran mungil tersebut.
Prototipe bus yang dapat menampung 42 penumpang ini menggunakan 96 baterai lithium-besi-fosfat Winston yang terintegrasi di dalam sasisnya, dilindungi oleh serat karbon yang tahan api dan diatur oleh sistem manajemen baterai yang juga terinstal di dalamnya. Bus yang memiliki berat kurang lebih 22,5 ton ini dapat menjajal jalanan dengan jarak rata-rata sejauh 120 mil atau setara dengan 193 km sekali charge.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com pada Selasa (9/5/2017), Gaffoglio Family Metalcrafters tengah merencanakan untuk menambah daya gedor bus ini sehingga bisa melaju hingga jarak 250 mil atau setara dengan 400 km. Baterai yang digunakan oleh bus ini memiliki daya 1000 ampere dengan aliran listrik 350 volt.
Sumber: newatlas
Beralih ke bagian kabin, prototipe bus ini dilengkapi dengan 42 bangku penumpang yang tersusun rapi dengan warna biru mendominasi bangku-bangku tersebut. Kesan mewah langsung mencuat ketika melihat lorong bus yang dilapisi oleh bahan kayu sintetis berwarna abu-abu natural yang serasi dengan bagian dindingnya dan menambah nuansa elegan dari bus tersebut. Ditambah dengan ruang untuk menyimpan barang pada bagian atas bangku penumpang. terdapat juga beberapa layar sentuh yang tergantung di antara pengemudi dan kabin penumpang, yang berguna untuk menampilkan informasi mengenai perjalanan tersebut. Pada bagian belakang, terdapat sebuah kamar mandi yang dapat digunakan kapanpun.
Untuk desain luar, bus ini terbilang cukup unik, terutama pada bagian depannya. Sebuah single-wiper yang terpasang pada bagian kaca depan bus seolah menambah kesan unik dari bus ini, karena kebanyakan bus menggunakan double-wiper. Bentuk bodinya yang luwes dan berbeda dengan bus lainnya tentu menjadi modal utama bus ini untuk menarik perhatian calon penumpangnya nanti.
Sebelumnya, pihak Gaffoglio Family Metalcrafters yang memulai bisnisnya pada tahun 1979 ini mendapatkan mandat untuk menciptakan sebuah kreasi yang berfokus pada penyimpanan baterai dan transportasi listrik oleh sebuah perusahaan energi berkelanjutan asal negeri tirai bambu, China. Nama Gaffoglio Family Metalcrafters mungkin tidak setenar manufaktur otomotif lain, namun memiliki sejarah bekerja dengan perusahaan mobil sejak tahun 1979. Sejak saat itu, perusahaan ini mulai mengembangkan konsep prototipe yang dibuatnya untuk dikembangkan kembali menjadi sebuah merk dagang utama. Nama Gaffoflio Family Metalcrafters sempat melambung ketika dipercaya untuk menyusun resume yang mencakup Fisker’s Ford Mustang Rocket.
Sejak Myanmar mengijinkan perusahaan telekomunikasi asing melebarkan sayap di negaranya pada tahun 2014 silam, Negara berjuluk Tanah Emas tersebut mengalami transformasi yang sangat signifikan. Mulai dari biaya kartu SIM (ponsel) turun, kepemilikan ponsel melonjak dan “budidaya” startup mulai bermunculan di Yangon dan kota-kota besar lainnya. Namun transformasi tersebut tidaklah merata di segala bidang, salah satu yang terbelakang adalah dari industri layanan transportasi.
Tidak bisa dipungkiri, perjalanan bus dianggap lebih efisien daripada perjalanan menggunakan kereta api untuk berkeliling, walaupun pemesanan tiket bus tidaklah semudah yang Anda kira. Namun berkat terobosan yang dibuat oleh kakak-beradik Thet Mon Aye dan Zarni Nway Oo, kini membeli tiket bus sudah jauh lebih mudah dari sebelumnya. Mereka berdua merubah sistem pembelian tiket bus dari sistem analog menuju sistem digital.
Baca juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus
Seperti yang KabarPenumpang.com wartakan dari laman forbes.com, Aye mengatakan ide untuk merubah sistem tersebut tercetus setelah salah satu temannya ingin melakukan perjalanan menggunakan bus dari Yangoon menuju Bagan, namun karena tempat-tempat yang biasanya menjual tiket sudah tutup, akhirnya Aye menelurkan sebuah ide yang terbilang baru pada saat itu. “Jadi, kami berpikir, kenapa tidak membangun situs penjualan tiket saja?” tukas Aye melalui email. Setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya kedua kakak-beradik ini meluncurkan Star Ticket di bawah payung perusahaan mereka, Ignite, yang mereka dirikan sejak tahun 2013.
Pengguna dapat membeli tiket melalui situs atau aplikasi Star Ticket, atau melalui mitra agensinya (seperti toko serba ada). Star Ticket juga menawarkan aplikasi agen yang memungkinkan individu untuk dapat menghasilkan pendapatan sampingan dengan menjual tiket ke konsumen. Layaknya pasar dalam bentuk individu, para pencari tiket juga bisa membeli tiket resmi melalui individu tersebut. Pembelian tiket ke agen individu menggunakan sistem perangkat lunak, dimana calon pembeli akan mendapatkan sebuah resi yang menunjukkan bahwa Ia telah membeli tiket resmi melalui agen individu Star Ticket.
Sumber: democrystal.com
Aye menambahkan bahwa Ia bersama Zarni Nway Oo ingin menumbuhkan bisnis dengan memiliki lebih banyak agen dan pengguna langsung tiket bus di masa yang akan datang. “Hingga kini, kami masih mempromosikan agen-agen tersebut, karena secara tidak langsung ini akan membantu mereka (para agen) untuk mendapatkan uang tambahan,” ujarnya.
Baca Juga: Seabreg Tantangan Implementasi E-Ticketing Pada Transportasi Massal
Untuk kasus tertentu, staf Star Ticket akan mengirimkan tiket ke konsumen secara langsung dan menjelaskan pada mereka tentang aspek lain dari perjalanan itu. Tidak hanya itu, selain mempermudah orang-orang untuk membeli tiket dan mengatur perjalanan, kehadiran Star Ticket juga dinilai dapat membantu para turis mancanegara yang hendak melakukan perjalanan di Myanmar. Pelayanan ini berdasar pada kacamata Star Ticket yang menilai perjuangan para calon penumpang yang harus memesan tiket dari jauh-jauh hari.
Aye menilai, sebagian besar wisatawan melakukan pembayara secara online, dari mulai tiket pesawat hingga hotel. Ia menggambarkan, jika wisatawan akan berkunjung dalam waktu seminggu, maka ia akan menghabiskan banyak waktunya untuk menunggu bus yang masih menyediakan kursi, mengingat bus-bus tersebut biasanya penuh ketika musim libur. “Menurut analisis Kami, para turis lebih memilih menggunakan bus sebagai sarana transportasi di sini,” kata Aye.
Pada tahun 2016 kemarin, Star Ticket memberdayakan 500 vendor dan menjual kurang lebih 2.200 tiket perbulannya. Kerja keras kakak-beradik ini berbuah manis pada tahun 2015 silam, dimana Star Ticket mendapatkan penghargaan Rice Bowl Startup Awards dalam ajang Asean Entrepreneurship Summit. Tidak hanya sampai di situ, Star Ticket juga menerima hadiah berupa kucuran dana segar dari BOD Tech pada akhir 2016.
Malaysia sedang melakukan proyek pembangunan kereta api berkecepatan tinggi dari Kuala Lumpur menuju Singapura sejauh 350 kilometer. Dengan adanya kereta berkecepatan tinggi ini nantinya untuk mencapai Singapura dari Kuala Lumpur atau sebaliknya hanya dalam waktu 90 menit. Ini lebih cepat dari pada mobil atau bus yang memakan waktu hingga 4 jam perjalanan.
Adanya proyek ini, membuat Jepang menawarkan teknologi yang digunakan pada kereta peluru Shinknsen kepada Menteri Datuk Seri Abdul Rahman Dahlan di Kantor Perdana Menteri, Kamis (4/5/2017). Dikutip KabarPenumpang.com dari dailyexpress.com.my (5/5/2017) Abdul Rahman mengungkapkan bahwa Kementerian Pertahanan, Kementerian Infrastruktur Transportasi dan Pariwisata Jepang Keiichi Ishii sudah membuat proposal mengenai penawaran teknologi kereta peluru Shinkansen saat melakukan kunjungan ke Malaysia.
The Daily JapanBaca juga: Sistem Deteksi Dini Bencana Lengkapi Teknologi Kereta Cepat Jakarta – Bandung
Tak hanya membuat proposal pengajuan, Ishii juga menjelaskan secara menyeluruh tentang teknologi dan biaya tender untuk pembuatan kereta peluru Shinkansen secara terperinci. Abdul Rahman mengatakan, sektor publik dan swasta Jepang sangat antusias terhadap proyek kereta cepat yang diperkirakan menelan biaya RM60 miliar hingga RM65 miliar. Menurutnya, ini ada indikasi dimana tingkat kepercayaan pemeritah Jepang terhadap kepemimpinan ekonomi Malaysia dan Perdana Meneteri Datuk Seri Najib Tun Razak.
“Ini adalah pertama kalinya pemerintah Jepang memberikan briefing menyeluruh dan mereka terbuka mengenai tingkat keamanan sistem dan biaya yang terinci dalam tender penawaran, yang akan berlangsung pada pertengahan 2018. Kami tahu kereta kecepatan tinggi Jepang termasuk yang terbaik di dunia dan memiliki reputasi besar dalam efisiensi teknologi,” katanya.
Abdul Rahman mengatakan Jepang ingin mengekspor sistem Shinkansen mereka di luar Jepang, dan saat ini mereka sedang membangun proyek kereta berkecepatan tinggi di India.
Baca juga: Hyperloop, Tawarkan Kecepatan Supersonic Untuk Transportasi IndonesiaMenteri Datuk Seri Abdul Rahman Dahlan
“Mereka (orang Jepang) melihat proyek ini yang menghubungkan Kuala Lumpur-Singapura sebagai proyek yang menonjol dan mereka sangat bersemangat untuk mengajukan penawaran dan memenangkan tender tersebut,” kata Abdul Rahman.
Nantinya bila terlaksana dengan baik, akan ada dua terminal satu di kota baru Bandar Malaysia di tepi Kuala Lumpur dan satu di Jurong East di Singapura. Pembangunan ini juga diharapkan selesai tahun 2026 mendatang.
Kereta berkecepatan tinggi ini akan berhenti di beberapa pemberhentian yakni di Seremban., Ayer Keroh, Muar, Batu Pahat dan Iskandar Puteri yang dulunya dikenal sebagai Nusajaya sebelum sampai ke Jurong East via Tuas. Diketahui selain Jepang, ada Cina, Korea Selatan dan beberapa perusahaan dari Amerika Serikat dan Eropa mengincar proyek kereta berkecepatan tinggi ini.
Melanjutkan kisah perjalanan di Italia, hari kedua kami tak membuang-buang waktu hanya di Venesia, kami melanjutkan perjalanan ke kota Florence. Dalam perjalanan menuju Florence kami memilih naik kereta api dari stasiun Santa Lucia, Venesia menuju stasiun Santa Maria Novella, Florence. Dari geografi, Florence berada di sebelah selatan Venesia, dan perjalanan dengan kereta cepat dapat kami tempuh selama lebih kurang 3 jam.
Baca juga: Italia (1) – Menjajal Transportasi di Venesia, Tak Beda Jauh dengan TransJakarta
Perjalanan menggunakan kereta menuju Florence menjadi yang paling popular dan diminati para pelancong. Untuk berkerata, kami sudah membeli tiket online kurang lebih tiga bulan sebelum jadwal keberangkatan. Tiket kereta Venesia – Florence (PP) sekitar 60 Euro bila dibeli secara online. Tetapi saat berada di stasiun, ada tiket box online bagi penumpang yang mau membeli secara langsung. Penasaran dengan harga tiket, saat itu kami coba melihat dan ternyata harga yang ditawarkan untuk pembelian langsung memiliki perbedaan cukup besar, yakni lebih mahal sekitar 30-40 Euro per tiketnya. Memang, sebelum kami menuju ke Eropa, kami melakukan searching, apakah ada tiket yang bisa di beli di online atau tidak, karena memang ada, maka kami membelinya dan bisa dikatakan cukup beruntung. Tiketnya dibeli melalui website Italiarail.
Perjalanan dari Venesia menuju ke Florence menggunakan kereta kelas ekonomi. Selama tiga jam menikmati panorama Italia, makan dan minum tentu diiperbolehkan, termasuk membawa bekal makanan yang dibeli dari luar kerera. Di kereta ekonomi, tidak diberikan fasilitas apapun kecuali bacaan majalah. Untungnya, kami sempat mendapat upgrade tiket ke kelas bisnis sehingga mendapat snack berupa roti dan minuman seperti kopi atau pun teh.
Baca juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun
Menikmati perjalanan melihat sisi kanan dan kiri dengan kereta, kereta api di sini juga tak jauh berbeda dengan kereta di Indoensia dengan duduk berhadap-hadapan. Sesampai di Florence, kami langsung menuju terminal bus dan membeli tiket wisata yang bernama Hop On Hop Off. Hop On Hop Off ini adalah bus wisata mirip double dekker (bus tingkat khas Inggris) hanya saja atapnya di lantai dua terbuka sehingga wisatawan bisa menikmati pemandangan kota Florence.
Baca juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London
Untuk tiket bus Hop On Hop Off ini seharga 23 Euro dan bisa digunakan selama 24 jam nonstop. Dengan 23 Euro, jalur bus terbagi tiga sesuai arah dan tujuan landmark yang ditelusuri. Karena tujuan awal kami menuju gereja Santa Croce, maka kami menggunakan bus yang menuju ke sana dan tempat wisata yang searah. Sayangnya, kami tidak sempat mengantri untuk masuk kedalam gereja, pasalnya di hari kedatangan telah dipenuhi para pelajar dari berbagai daerah di Italia.
Bus Hop On Hop OffBaca juga: Berkereta Lebih dari 8 Jam, Siapkan Jurus Ini Agar Anda Survive!
Mengenai Santa Croce, memiliki makam Florentis penting dan juga menjadi makan seperti tokoh-tokoh terkenal yakni Michelangelo, Rossini hinnga Galileo Galilei. Disini kami disuguhkan dengan lukisan-lukisan nan atistik yang menceritakan kehidupan Santo Fransiskuus dan Santo Yohanes dari Evangelista. Kemudian, kami melanjutkan perjalanan menuju Piazzale Michelangelo, yang lokasi lebih tinggi dari pusat kota Florence.
Berpose dengan latar Santa Croce.
Di sini, kami bisa melihat kota Florence secara keseluruhan dari ketinggian. Kemudian kami mengunjungi jembatan Vecchio Bridge yang terkenal di kota Florence. Sayangnya lagi, kami hanya sebentar di Florence karena harus mengejar kereta kembali menuju Venesia. Padahal di Florence banyak sekali tempat wisata yang tak cukup untuk didatangi dalam waktu satu hari.
Piazzale Michelangelo.
Florence, ibu kota provinsi Firenze, regional Tuscana, Italia ini dibelah oleh sungai Arno di kaki perbukitan Apennine dengan populasi sekitar 400ribu jiwa. Kota ini, sejak abad 14 hingga ke 16 dikenal sebagai pusat budaya, ekonomi dan keuangan penting di Italia. Tak hanya itu, kota ini juga dijuluki sebagai Athena Barat karena keindahannya dan dianggap sebagai salah satu pelopor kelahiran seni budaya di Italia.
Perjalanan kami belum berakhir di Italia, kota berikutnya yang akan kami sambangi adalah kota mode Milan. Nantikan kelanjutan cerita perjalanan ini di KabarPenumpang.com. (Dessyta Octavera Santi – karyawati swasta di Jakarta)Baca juga: Italia (3) – Akhirnya, Menatap Langsung Piazza Duomo di Milan
Senin kemarin (15/5/2017), sebuah video dua penumpang perempuan jambak-jambakan tersebar di sebuah akun Twitter. Dilansir KabarPenumpang.com dari kompas.com (15/5/2017), PT Kereta Api Commuter Jakarta (KCJ) membenarkan adanya video yang saat ini menjadi viral di media sosial tentang dua penumpang perempuan saling jambak di dalam kereta listrik (KRL).
Adanya perkelahian ini akibat perebutan tempat duduk di dalam gerbong kereta khusus wanita dan penumpang lainnya berusaha untuk melerai. Diketahui, viralnya video ini dari postingan pemilik akun Twitter @nibrasnada.
Vice President Manager Komunikasi PT KCJ Eva Chairunnisa mengatakan kejadian ini terjadi sekitar awal April lalu di relasi Bekasi. “Keduanya penumpang langsung turun,” ujar Eva. Kedua perempuan tersebut yang tidak diketahui identitasnya merupakan penumpang kereta relasi Jakarta Kota – Bekasi. Dalam video tersebut keduanya terlihat saling jambak-jambakan dan sempat menendang. Para penumpang lainnya sudah meleraikan keduanya. Tetapi tetap saja setelah dilerai keduanya masih saling memaki satu dengan lainnya.
Namun, sebagian besar penumpang lainnya hanya menonton dan tidak berbuat apa-apa saat kejadian tersebut berlangsung. Ketika pertengkaran berakhir wajah kedua perempuan tersebut terlihat merah padam dan rambut acak-acakan akibat jambakan.
Tetapi, selain masih saling memaki keduanya juga saling melotot satu dengan yang lain. Untungnya dalam video tersebut kedua perempuan yang saling jambak tersebut tidak terluka.
Beberapa penumpang ada juga yang sempat berkata “kaya anak kecil, malu sama umur kali.” Saat kejadian ini, petugas yang biasanya berjaga sedang berada di gerbong lain dan kondisi dalam video terlihat gerbong wanita sangat sesak dan padat karena jam pulang kerja.
Atas kejadian ini, Eva mengimbau kepada semua penumpang KRL agar saling menjaga ketertiban di dalam gerbong. Tak hanya itu, petugas keamanan juga tak segan untuk menurunkan penumpang yang membuat keributan di stasiun terdekat.
“Kalau sampai menimbulkan keributan besar atau korban luka atau ada laporan dari salah satu penumpang yang merasa menjadi korban akan dibawa ke pos pengamanan. Penting untuk menjaga ketertiban di KRL agar tidak mengganggu penumpang lainnya,” ujar Eva.
Terjebak delay dalam perjalanan memang suatu hal yang menyebalkan, dan tidak jarang membuat penumpang yang berada di dalam moda tersebut seolah mati kutu karena tidak bisa melakukan apa-apa selain menunggu moda tersebut kembali jalan. Namun jaman sudah berubah, Anda bisa menggunakan layanan pesan-antar kapanpun Anda mau, dan hal itulah yang terjadi di Amerika Serikat baru-baru ini, dimana seorang penumpang yang sedang terjebak delay memesan pizza melalui layanan pesan-antar, dan tentu saja hal ini menarik perhatian penumpang lainnya yang berada di gerbong yang sama.
Baca juga: Karena Sapi Dianggap Suci, Penumpang Rela Turun dari Kereta
Momen unik tersebut berhasil diabadikan oleh salah satu penumpang yang berada dalam perjalanan menggunakan kereta dari New York menuju Washington bernama Mitchell Katz dan mengunggahnya ke dunia maya. Video berdurasi pendek itu menggambarkan seorang pengantar pizza sedang jalan menyusuri kereta yang tengah berhenti karena delay. Dalam video tersebut juga, Katz menambahkan keterangan yang seolah membuat hal tersebut menjadi semakin lucu. “Layanan pesan-antar pizza sudah datang!” tulisnya dalam video tersebut.
Kejadian ini berawal ketika kereta yang ditumpangi Katz dan penumpang lainnya terpaksa berhenti karena masalah teknis. Waktu perbaikan yang bisa dibilang tidak sebentar membuat sebagian orang dalam kereta tersebut sepakat untuk memesan pizza karena tidak tersedianya layanan untuk memesan makan atau minum dalam perjalanan tersebut. Akhirnya sekumpulan orang-orang yang mulai kelaparan ini sepakat untuk memesan pizza dari salah satu resto pizza terkenal, Dom’s Pizza.
Baca juga: India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan
Benar saja, tak lama berselang, seorang kurir layanan pesan-antar datang dengan membawa pesanan mereka. Pengorbanan yang dilakukan kurir tersebut tidaklah mudah. Seperti yang KabarPenumpang.com lansir dari laman news.yahoo.com, Selasa (16/5/2017), kurir tersebut harus memotong jalan melalui halaman belakang rumah warga, melewati tanggul yang curam, dan melewati parit. Ternyata pengorbanan Leary, sang kurir tidak sia-sia. Ia disambut bak pahlawan sesampainya di dalam gerbong, ditambah dengan sorak sorai penumpang yang kelaparan tersebut.
Menurut Leary, mengantarkan pizza ke kereta mogok merupakan salah satu pengalaman paling aneh selama 17 tahun karirnya sebagai kurir layanan pesan-antar. “Saya akan lakukan, apapun resikonya,” ujar Leary. Pada kesempatan terpisah, pihak Amtrak sendiri meminta maaf mengenai kesalahan teknis yang membuat penumpangnya menjadi tidak nyaman. Tambahnya, pihak Amtrak juga menyayangkan aksi kurir tersebut yang terkesan nekat dan amat berbahaya tersebut. “Kami bersyukur kejadian nekat tersebut tidak menimbulkan korban luka maupun nyawa. Ke depannya, kami berharap kejadian serupa tidak terulang,” tulis pihak Amtrak dalam sebuah rilis.
Baca juga: Seruduk Pria Hingga Tewas, Kereta Ini Telantarkan Ribuan Penumpang
Para penumpang yang sempat terlantar tersebut akhirnya dievakuasi menggunakan kereta darurat. Akibat dari kesalahan teknis yang terjadi, para penumpang mengalami keterlambatan hingga kurang lebih tiga jam dari estimasi perjalanan.
Tahun 2017 ini masih di pertengahan jalan, namun dikabarkan begitu banyak terjadi perselisihan antara maskapai dengan penumpang yang menjadi viral di media sosial. Hal ini banyak dibuktikan melalui video atau foto yang terserbar. Namun apakah bukti-bukti tersebut menyatakan perilaku buruk maskapai, penumpang atau sesuatu di antara keduanya? Dari video dan foto yang tersebar di media sosial, beberapa mungkin menjadi pelajaran yang berharga bagi konsumen.
Baca juga: Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya?
Salah seorang travel jurnalis yang juga pengamat perjalanan, Christopher Elliott mengatakan, hampir semua perselisihan yang terjadi berasal dari keputusan apa yang diyakini para penumpang dan hak yang harusnya mereka terima. “Kami tidak berurusan dengan akal sehat ketika bepergian menggunakan sebuah maskapai penerbangan. Cara kerja dan peraturan di pesawat berbeda dengan di darat dan ini bukan hal yang demokrasi,” ujar Elliott.
Dia mengatakan, agar para pakar pengamat perjalanan berbagi pengalaman mereka pada enam kontroversi yang terjadi baru-baru ini menyangkut pada kasus pada maskapai penerbagan. Berikut daftar yang dilansir KabarPenumpang.com dari projects.newsday.com (11/5/2017), terkait masalah baru-baru ini yang bisa menjadi tajuk utama.
1. Jangan abaikan ketentuan yang berlaku
Tanggal 26 Maret 2017 lalu, dua orang gadis yang bepergian dari Denver ke Minneapolis diberitahu tidak bisa menaiki penerbangan dengan United dikarenakan menggenakan legging. Selain itu, gadis ketiga langsung mengganti pakaiannya sebelum diijinkan masuk ke pesawat. Setelah diklarifikasi, United Airlines mengatakan bahwa gadis-gadis tersebut menggunakan tiket karyawan dan mengharuskan mereka menggunakan pakaian yang memang menjadi panutan dan tidak mengijinkan menggunakan legging.
projects.newsday.com
Dalam hal ini para pengamat mengatakan bahwa sebagian besar maskapai tidak memberikan kode khusus untuk pakaian yang digunakan penumpoang biasa dan ini bisa dijadikan pelajaran untuk penumpang lainnya. Elliott mengatakan, bahwa setiap penumpang membiasakan membaca peraturan di tiket yang sudah dicetak dengan baik agar Anda mengetahui batasannya.
Pendiri airfarewatchdog.com, George Hobica merekomendasikan pada setiap penumpang untuk selalu membaca aturan penerbangan terkhusus yang menggunakan tiket gratis.
“Sebagai mantan karyawan maskapai penerbangan, saya telah menderita karena tidak diizinkan naik. Jika Anda terbang dengan bebas, Anda harus memberitahu diri sendiri atau siapapun yang memeberikan izin untuk memberitahu Anda tentang pertaturan perusahaan,” katanya.
2. Jangan menolak untuk turun dari pesawat
Beberapa insiden terjadi di tahun ini, dimana penumpang pesawat terpaksa harus keluar dari pesawat walaupun sudah membeli tiket. Hal yang paling terkenal adalah pemaksaan turun seorang dokter bernama David Dao yang menumpang United Airlines dan menjadi viral karena tidak mau turun dan menyerahkan kursi untuk karyawan United Airlines dalam penerbangan dari Chicago ke Lousville.
Baca juga: Minta Maaf Dua Kali, United Airlines Berdamai Dengan David Dao
Memang, United Airlines telah meminta maaf atas perlakuannya terhadap Dao, namun insiden ini menyedot banyak perhatian pelanggan karena maskapai ini beroperasi dibawah undang-undang federal yang bisa kapaan saja membuat Anda keluar dari tempat duduk. Menurut para pengamat, hal paling mudah untuk menangani masalah ini adalah dengan bangkit berdiri dan ikuti saja keinginan maskapai.
“Bahkan jika Anda merasa berada di kanan, dan mungkin juga, jika Anda menolak permintaan itu, Anda melanggar undang-undang federal,” ujar seorang editor perjalanan CBS News Peter Greenberg.
Anda bisa meminta lebih banyak uang untuk menyerahkan tempat duduk Anda, jika Anda memilih untuk melakukannya. Setelah insiden tersebut, United Airlines mengumumkan akan menawarkan dana hingga US$10.000 untuk pelanggan yang secara sukarela menyerahkan kursi pada penerbangan berbaris.
3. Jangan memulai kerusuhan atau keributan
Pada 8 Mei 2017 kemarin, Spirit Airlines membatalkan sembilan penerbangan dari Fort Lauderdale setelah gagalnya negosiasi pilot dengan ATC. Saat itu pelanggan terlihat marah di terminal Spirit Airlines dan terjadi kerusuhan, kemudian tiga orang dari Long Island ditangkap karena memulai kekerasan fisik.
Hobica mengatakan, bahwa penumpang tidak berhak melakukan kerusuhan, melainkan meminta haknya untuk mendapat kompensasi dalam keadaan tertentu. Dia menambahkan, penumpang berhak mendapat pengembalian uang atau tempat duduk di penerbangan lain pada maskapai ini. Beberapa maskapai besar di Amerika Serikat memiliki perjanjian interline yang memungkinkan menjadwalkan penumpang ke maskapai lain.
Baca juga: Lagi dan Lagi, Nama United Airlines Tercorengprojects.newsday.com
Elliott juga menyarankan untuk memeriksa status penerbangan Anda sebelum Anda pergi. Ini mungkin tidak membantu Anda menghindari pesawat yang dibatalkan, tapi Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu di bandara.
4. Jangan paketkan hewan peliharaan (Kecuali benar-benar penting)
Seekor kelinci raksasa bernama Simon yang di kirim dari Worcesstershire, Inggris diperkiran adalah kelinci terbesar di dunia. Sayangnya Simon ditemukan mati dalam pengangkutan kargo melalui penerbangan United Airlines ke Chicago pada 26 April 2017 lalu dan tak pernah sampai pada pemiliknya. Sebelum dikirim, pihak peternakan mengaku bahwa kelinci tersebut dalam keadaan sehat sebelumnya.
Hal ini membuat para pengamat sepakat mengatakan bahwa pengiriman hewan peliharaan melalui kargo bukanlah hal yang mudah dan menjadi resiko yang besar.
projects.newsday.com
“Ini (kargo) tempat yang sangat berbahaya dan banyak binatang yang binasa setiap tahunnya,” ujar Hobica. Menurut statistik kematian hewan dari Departemen Perhubungan AS, 136 hewan meninggal dalam penerbangan antara Januari 2012 sampai Februari 2017. “Ini tragis dan 100 persen dapat dicegah,” kata Elliott.
5. Jangan membawa kereta dorong ke pesawat
Insiden yang terjadi April lalu membuat para orang tua sadar bahwa membawa kereta dorong ke pesawat dilarang. Ini menjadi viral setelah adanya video seorang pramugari di American Airlines dari San Fancisco ke Dallas berteriak pada seorang ibu yang menangis dengan membawa anaknya. Menurut saksi yang melihat kejadian itu, petugas secara kasar mencengkram tangan si ibu saat membawa masuk kereta dorong sang anak.
Baca juga: Naik Pesawat Bawa Stroller, Simak Beberapa Tipsnya!
Para pengamat mengatakan, ada baiknya penumpang yang membawa kereta dorong bayi memperhatikan peraturan penerbangan sebelum sampai di pintu masuk pesawat. “Ini adalah kesalahan penumpang,” ujar Hobica. Greenberg mengatakan, pramugari sebenarnya bisa menangani situasi ini dengan lebih bijaksana, ini menjadi pelajaran bagi para penumpang jika ada seorang pramugari mengatakan hal yang tidak sesudai kepada Anda, baiknya dengarkan saja,.
6. Jangan menggunakan tiket orang lain
Penumpang Delta Air Lines pada 3 Mei lalu, mengunggah sebuah video ke Youtube dimana keluarganya dalam perselisihan dengan pramugari terkait anak laki-lakinya yang berusia dua tahun terkait masalah tempat duduk. Mengenai hal ini, para pengamat mengatakan, baiknya untuk alasan keamanan tidak menggunakan tempat duduk yang bukanlah nama Anda di dalam tiket. Karena menurut pengamat, ini adalah standar kebijakan penerbangan.
projects.newsday.com
“Pada dasarnya, Anda tidak bisa menarik switcheroo,” kata Hobica. Hobica mengatakan bahwa ayah seharusnya telah membeli tempat duduk terpisah untuk anak mudanya di tempat pertama.
Sepasang muda mudi yang akan kembali ke Saskatoon dari Winnipeg di Kanada terpisah karena ada masalah verifikasi data diri. Hal ini terjadi pada Qingyang Liu yang tertahan saat akan masuk ke gate, sedangkan sang kekasih sudah menaiki pesawwat dengan barang bawaan mereka. Akibat hal ini, Liu menjadi penumpang yang terlantar di di bandara.
Dia mengatakan, bahwa ini bukanlah masalah kompensasi melainkan tentang perasaan dan emosional. Dilansir KabarPenumpang.com dari cbc.ca (14/5/2017) Liu mengatakan usai bertemu dengan teman-temannya dan akan meninggalkan bandara Winnipeg pada Sabtu siang untuk naik pesawat namun tertahan di gate karena masalah terkait verifikasi data dirinya.
Saat dirinya tertahan, Liu menjelaskan bahwa sang kekasih sudah berada di pesawat dan seorang karyawan dari Canada Air mencoba untuk memperbaiki masalah ini. Namun kekecewaan menimpa Liu saat petugas itu mengatakan bahwa pesawat sudah penuh dan akan segera berangkat menuju Saskatoon.
“Itu membuat saya merasa sangat bingung, tersesat dan tertekan,” kata Liu kepada CBC News pada hari Minggu pagi saat wawancara telepon dari Calgary.
Liu bisa sampai ke Calgary karena pihak Air Canada mengatakan dengan pergi ke Calgary adalah satu-satunya cara untuk bisa mengejar pesawat menuju Saskatoon. Saat itu untuk menunggu keberangkatan menuju Saskaton, Liu menginap di salah satu hotel dan mengatakan Air Canada menolak untuk membayar tagihan untuk tinggal ataupun menawarkan kompensasi apapun untuk masalah dirinya.
Padahal Badan Transportasi Kanada mewajibkan Air Canada harus membayar penumpang antara US$200 dan US$800 secara tunai kepada penumpang yang ditolak naik ke dalam sebuah penerbangan. Walaupun ada kewajiban, Liu yakin pihak maskapai tidak akan memberikan kompensasi karena dirinya tiba satu jam sebelum keberangkatan dan bukan 90 menit sebelumnya seperti yang disarankan Air Canada pada penumpang.
Memang, maskapai ini juga memiliki kebijakan yang mengharuskan staffnya meminta penumpang secara sukarela untuk meninggalkan pesawat jika sudah terlalu padat. Namun, untuk masalah Liu, tidak jelas apakah hal ini atau bukan. Selama melakukan perjalanan ke seluruh dunia, Liu menambahkan, dirinya tidak pernah mengalami pengalaman seperti ini. “Ini jelas pengalaman terburuk yang pernah saya alami,” ujarnya.
www.cbc.ca
Tak hanya bercerita kepada CBC, Liu juga menunjukkan screenshot tentang percakapan yang dirinya lakkukan dengan Air Canada di Twitter. Dalam penjelasan di Twitter, perwakilan Air Canada mengatakan melalui pesan langsung bahwa tidak biasa untuk menolak mengakomodasi perjalanan dan mengatakan kalau kasus ini memerlukan peninjauan lebih lanjut.
Selain itu, pada hari Minggu, juru bicara Air Canada mengatakan, penumpang yang diturunkan dari pesawat karena penuh sangat langka dan mengatakan senang mendengar penjelasan dari Liu. Tetapi dalam pernyataannya tidak mengatakan apakah pihak maskapai akan memberi Liu kompensasi atau tidak.